cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SEKOLAH DASAR Pujiati, Wasis; Ernawati, Ernawati; Daratullaila, Daratullaila
MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i1.1829

Abstract

Latar Belakang: Menarche menjadi tanda seorang remaja putri sudah memasuki tahap kedewasaan khususnya organ tubuh sistem reproduksi merupakan masa penting dalam siklus kehidupan perempuan. Kecemasan menghadapi menarche dapat terjadi karena kurangnya informasi tentang menstruasi dan pendidikan kesehatan dari orang tua yang kurang. Pendidikan kesehatan merupakan usaha/kegiatan untuk membantu individu, kelompok dan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mencapai hidup sehat secara optimal. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Hasil: Berdasarkan uji stastistik menggunakan uji wilcoson pada kelompok eksperimen, menunjukkan bahwa hasil p value=0,000 Kesimpulan:Ada pengaruh yang bermakna antara pendidikan kesehatan tentang menstruasi dalam penurunan kecemasan menghadapi menarche pada siswi SDN 011 kelas V dan VI Tanjungpinang Barat. Kata kunci: menarche, kecemasan, pendidikan kesehatan
Design and development of unstuck tourniquet Alifurochmah, Isty; Endiyono, Endiyono
MEDISAINS Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i3.17600

Abstract

Background: Existing tourniquets often get stuck, so innovation is needed to develop unstuck tourniquets.Technic: The result of the development of the tourniquet is only to modify the location of the locking system. The locks are located on the right and left sides, with an internal locking system that uses a bent angle design, which functions as a spring force to push the lockout without obstacles. The outside of the locking system has nuts and bolts that hold the cuff tighter when used.Conclusion: The results of the development of this tourniquet are proven easy to use, comfortable, and unstuck.
Test toleransi glukosa oral pada subjek dengan berat badan berlebih Santosa, Agus
MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i3.3793

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus sering tidak terdiagnosa karena perjalanan penyakit ini berlangsung cukup lama. Perlu dilakukanya skrining rutin diabetes sejak umur 45 tahun, dengan adanya deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat memperlambat perkembangan kondisi prediabetes menjadi diabetes melitus.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tes toleransi glukosa oral pada subjek dengan berat badan berlebihMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Lokasi penelitian berada di wilayah Puskesmas Kembaran I Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dari Juli-September 2017.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh responden yang berusia >30 tahun dengan berat badan berlebih. Sampel penelitian ini berjumlah berjumlah 68 respenden. Instrument penelitian yang digunakan adalah, timbangan injak, metline pengukur tinggi badan dan gluometer. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif sederhana.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IMT responden sebesar 27,6 kg/m2 yang seluruhnya masuk dalam kategori obesitas. Kadar gula darah hasil TGT menunjukkan nilai rata-rata sebesar 147,6 mg/dl dan masuk dalam kategori prediabetes. Hasil penelitian menemukan dari sebanyak 68 responden dengan berat badan berlebih/obesitas sebanyak 79,4% hasil TGT- nya dinyatakan Prediabetes sedangkan 20,6% dinyatakan Normal.Kesimpulan: Pada seseorang dengan berat badan berlebih, hasil test toleransi glukosa oralnya sebagian besar masuk pada kategori prediabetes.
Triplet pregnancy with severe preeclampsia: appropriate management Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih; Nurhayati, Cicih
MEDISAINS Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v18i2.7652

Abstract

Introduction: The case of preeclampsia and triplet pregnancy is likely to cause hypertension in uncontrolled pregnant women if they are not managed properly, which may harm both the mother and the fetus. References for the treatment of similar cases are still uncommon. Therefore, this case study provides an overview of midwifery care management on cases of triplet pregnancy and severe preeclampsia.Case presentation: A case of exacerbated triplet pregnancy with severe preeclampsia is described in a 36-year-old woman who was recently detected at the third-trimester visit at 31 weeks four days' pregnancy.Conclusion: Management of patients with triplet pregnancies and severe preeclampsia is to perform standard antenatal care, ultrasound examinations in each trimester, hospital care, as well as psychological assistance.
PENINGKATAN PENGETAHUAN GURU-GURU SD TENTANG DEMAM CHIKUNGUNYA SEBAGAI PENYAKIT YANG DAPAT MENULAR DI KALANGAN SISWA Setiyabudi, Ragil
MEDISAINS Vol 13, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i3.1611

Abstract

Latar belakang: Murid murid SD yang bersekolah di daerah endemis Demam Chikungunya dapat berpotensi tertular penyakit Demam Chikungunya. Peningkatan pengetahuan guru SD tentang Demam Chikungunya perlu dilakukan, sebab dengan pengetahuan tentang Demam Chikungunya yang baik, guru-guru SD dapat berperan aktif untuk mencegah penularan Demam Chikungunya kepada peserta didik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan guru SD tentang Penyakit Demam Chikungunya. Metode: Penelitian ini berdesain pre eksperimen dengan intervensi pendidikan kesehatan bermetode ceramah dan dan tanya jawab disertai pemberian booklet terhadap 40 guru-guru SD. Statistik Paired sample t test digunakan untuk menganalisis efektifitas intervensinya. Hasil: Terdapat perbedaan skor yang signifikan tentang pengertian, masa inkubasi, gejala, pengobatan, dan cara mencegah Demam Chikungunya antara sebelum dengan sesudah intervensi, yaitu masing-masing materi tersebut memiliki p value paired sample t test=0,0001 Kesimpulan: Pengetahuan guru-guru SD tentang Demam Chikungunya dapat ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab disertai pemberian booklet.
Calcium supplementation from chicken eggshells to increase nitric oxide levels and control blood pressure in gestational hypertension Rahmah, Aulia Agyanti; Hadisaputro, Suharyo; Ambarwati, Eny Retna
MEDISAINS Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v20i1.13378

Abstract

Background: Hypertension is one of the highest causes of death in pregnant women. Calcium deficiency can lead to hypertension. Chicken eggshell can be used as a natural calcium supplementation therapy in hypertension.Purpose: Analyze the effect of chicken eggshell on blood pressure through the increased nitric oxide level in gestational hypertension.Methods: This is Quasy experiment research with pretest and posttest with control group design. Respondents were ≥20 weeks pregnant women with gestational hypertension. Determination of respondents by purposive sampling obtained experimental group (n=12) and control group (n=12). 1.1 g/day of eggshell flour was given for 14 days.Result: Mean of systolic and diastolic blood pressure in experimental group decreased 14.25 mmHg or 9.5% (p=0.000) and 12.84 mmHg or 13.04% (p=0.000) after received chicken eggshell flour for 14 days compared to control group mean of systolic and diastolic blood pressure increased 1.92 mmHg or 1.35% (p=0.000) and 0.33 mmHg or 0,34% (p=0.121). Nitrit oxide level of experimental group increased 8.250 μmol/L or 20.93% (p=0.020) and control group decreased 3.083 μmol/L or 7.20% (p=0.488).Conclusion: Chicken eggshell flour affects increasing nitric oxide levels and controls systolic and diastolic blood pressure in gestational hypertension.
Prediksi score ankle brachial index (ABI) ditinjau dari tanda gejala peripheral arterial disease (PAD) Santosa, Agus; Listiono, Dwi
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1649

Abstract

Latar Belakang: Penderita Diabetes Melitus (DM) akan berisiko mengalami komplikasi berupa Peripheral Arterial Disease (PAD) yang biasanya terjadi pada ekstremitas bawah. Pemeriksaan penunjang yang paling dapat dilakukan untuk mendeteksi PAD adalah dengan menilai Score Ankle Brachial Index (ABI). Alat yang digunakan untuk mengukur score ABI yaitu vascular doppler. Alat untuk mengukur score ABI merupakan alat yang cukup mahal, di samping mahal tidak semua orang dapat melakukan pemeriksaan ABI, oleh karena itu diperlukan metode untuk mengetahui penderita DM mengalami PAD selain dengan alat vascular doppler. Tujuan penelitian: Memprediksi Score Ankle Brachial Index (ABI) dengan melihat gejala Peripheral Arterial Disease (PAD). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Analitis Korelatif dengan metode survey. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM di Puskesmas II Cilongok. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 responden, dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Instrument pengambilan data menggunakan Tensimeter Aneroid dan Portable Vascular Doppler, sedangkan variabel PAD di ukur diukur dengan wawancara dan observasi terhadap 10 tanda gejala PAD yang dirangkum dari berbagai sumber. Analisis data menggunakan Pearson Correlation Product Moment dan dilanjutkan dengan menghitung persamaan regresinya dengan rumus regresi linear sederhana Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara gejala klinis Peripheral Arterial Disease (PAD) terhadap Score Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien DM dengan nilai r − 0,952. Hasil analisis regresi linear menunjukkan nilai konstanta 1,106 dan koefisien regresi − 0,081. Kesimpulan: Semakin banyak gejala PAD yang dikeluhkan oleh responden, maka score ABI responden akan semakin menurun.
Green tea leaf extract reduces viability and migration of cholesteatoma fibroblast of chronic suppurative otitis media cultured in vitro Rizki, Anika; Suciati, Yulia; Hadi, Restu Syamsul
MEDISAINS Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i2.17049

Abstract

Background: Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is still a health problem, especially in developing countries. CSOM with cholesteatoma is a dangerous type. Cholesteatoma in CSOM sufferers can cause various complications. Therefore, alternative therapies are needed, such as green tea leaf extract. Green tea leaf extract can be an antioxidant and anti-inflammatory, but its effectiveness in treating CSOM has not been studied before, so research is needed..   Purpose: This research aimed to determine the effect of green tea leaf extract that could reduce viability and migration in cholesteatoma fibroblast of CSOM.Methods: This research was an in vitro experiment with a post-test-only control group design. The sample for this research was cholesteatoma fibroblast cells obtained from the isolation of patients with CSOM. The method used is Hoechst staining for viability and scratch techniques for cell migration with eight groups of cholesteatoma fibroblasts consisting of a negative control group (DMEM+FBS), DMEM group, two positive control groups dexamethasone (10 µM and 100 µM), and four green tea leaf extract group (10 µg/ml, 40 µg/ml, 80 µg/ml, and 160 µg/ml). Data analysis used One-Way ANOVA and Kruskal Wallis tests.Results: The results showed that the highest average cell viability was in the negative control group (165.33), and the lowest was in green tea leaf extract at a dose of 160 µg/ml (70.88). Cell migration at 72 hours showed that in the negative control group, there was faster closure of the scratch area (97,78%) and the slowest closure on green tea leaf extract at a dose of 160 µg/ml (13,81%).Conclusion: Green tea leaf extract can reduce the viability and migration in cholesteatoma fibroblast of CSOM. It shows the potential of green tea extract as an alternative to prevent cholesteatoma.
Faktor determinan kejadian abortus pada ibu hamil: case control study Yanti, Linda
MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i2.3002

Abstract

Latar Belakang: Abortus pada kehamilan akan mengakibatkan pengaruh yang buruk pada ibu diantaranya adalah perdarahan, perforasi uterus terutama pada uterus dalam posisi hiperretofleksi, syok hemoragik, infeksi dan juga kematian pada ibu. Untuk mengurangi efek yang ditimbulkan dari terjadinya abortus pada ibu, maka perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi abortus sehingga sedini mungkin dapat dicegah atau diberikan asuhan yang tepatTujuan: Penelitian ini untuk mengetahui faktor determinan (usia, gravida, umur kehamilan, paritas dan jarak kehamilan) dengan terjadinya abortus pada ibu hamilMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain case control. Penelitian dilakukan di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mengalami abortus dan tidak mengalami abortus di di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga dengan jumlah sampel sebanyak 50 untuk kelompok kasus dan 50 untuk kelompok kontrol. Data kejadian abortus, usia, gravida, umur kehamilan, paritas dan jarak kehamilan diambil dari rekam medis pasien dan di analysis dengan menggunakan analisis point biserial dan regresi logistic berganda.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian abortus (p<0.01; r=0.297). Ada hubungan yang signifikan antara gravida dengan kejadian abortus (p<0.01; r=-0.272). Ada hubungan yang signifikan antara umur kehamilan dengan kejadian abortus (p<0.05; r=-0.224). Ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian abortus (p<0.05; r=-0.252). Ada hubungan yang signifikan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus (p<0.05; r=-0.224). Usia ibu, gravida, umur kehamilan, paritas dan jarak kehamilan secara bersama-sama mempengaruhi terjadinya abortus pada ibu hamil (F=38.244, p<0.01; R2=0.574). Umur kehamilan merupakan faktor yang paling menentukan dalam terjadinya abortus pada ibu hamil (t= -13.093; p<0.01; partial correlation= -0.751)Kesimpulan: Usia ibu, gravida, umur kehamilan, paritas dan jarak kehamilan secara bersama-sama mempengaruhi terjadinya abortus pada ibu hamil, namun usia kehamilan merupakan faktor yang paling singnifikan dalam terjadinya abortus pada ibu hamil.
Factors influence the severity of premenopause syndrome Sinambela, Megawati; Hariati, Hariati; Susanti, Dewi; Sirait, Reni Aprinawaty
MEDISAINS Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v22i2.23123

Abstract

Background: Premenopause syndrome triggers more severe physical and psychological problems and the emergence of various diseases. The limited research on the factors causing the severity of Premenopause syndrome has resulted in a lack of efforts to address the causative factors. Purpose: This study aims to explore factors that influence the severity of premenopause syndrome.Method: This is an analytic observational study with a cross-sectional design. Eighty-eight women aged 40-45 years were included in this study. The knowledge, attitude, age of menarche, use of hormonal contraceptives, and symptoms of premenopause syndrome observed in this study—data analysis using chi-square and multiple logistic regression.Results: Factors that influence the severity of premenopause syndrome are knowledge, attitude, age of menarche, and use of hormonal contraceptives (p<0.001). Knowledge is the most dominant factor (Exp(B) = 25.983; p<0.05)Conclusion: These results underscore the importance of increasing the knowledge of premenopause women to reduce the severity.