cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Analisis Desain Geometrik Fly Over Pramuka - Indra Bangsawan Utomo, Muhammad Ridho; Putra, Sasana; Purba, Aleksander
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1263

Abstract

As the capital city of Lampung Province, traffic density in Bandar Lampung City cannot be avoided. Due to the density of existing traffic flow, transportation facilities need to be improved. Transportation facilities improve can be done with many examples of traffic engineering, like make an intersections, roundabout, underpasses, flyovers, etc.  In the Pramuka traffic area, the government took the decision to make a fly over. The construction of fly over Pramuka – Indra Bangsawan impressed not pay attention to the applicable geometric standard of urban roads, so it needs to be evaluated to find out the safe speed to cross on it. The research method is by first searching for the ideal radius length after that searching for the ideal arch length which will be compared with the existing arch length.  The result, a safe passing speed when crossing the fly over is 18 km / h (full circle) and 16 km / h (spiral-spiral), and at the cross over fly over is 12 km / h (full circle) and 8 km / h (spiral-spiral). Speed requirements for urban road plans are 30 - 50 km / h, so it can be concluded that the construction of fly-over pramuka - indra bangsawan has not met the applicable urban road planning standards.
Desain Peningkatan Tebal Lapis Tambah (Overlay) Jalan Menggunakan Pendekatan Simplified Pada Jalan Tegineneng – Sp. Tanjung Karang Oktiano, Bareb Abdi; Putra, Sasana; Diana, I Wayan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1265

Abstract

Salah satu infrastruktur yang berperan penting dalam berkembangnya suatu daerah adalah infrastruktur jalan. Kondisi kerusakan dini pada jalan raya terutama disebabkan oleh muatan berlebihan kendaraan berat (overloaded), ketidaksesuaian standar mutu lapisan perkerasan jalan untuk lalu lintas berat, kekeliruan dalam pedoman penentuan tebal lapisan perkerasan jalan, serta kurang baiknya sistem drainase jalan. Rekayasa Lapangan merupakan bagian penting dari kegiatan proyek untuk menuju penanganan jalan secara optimal dari sisi mutu, biaya dan waktu. Kebijakan diperkenalkannya simplified design dalam perencanaan jalan membuat sebagian besar perencanaan teknis jalan nasional dilakukan dengan menggunakan prinsip simplified design. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung tebal peningkatan lapis tambahan (overlay), dan mengetahui kebutuhan biaya rehabilitasi dengan menggunakan pendekatan simplified pada ruas jalan tegineneng – sp. tanjung karang. Hasil dari penelitian ini yang menggunakan pendekatan simplified didapat perencanaan tebal lapis tambah (overlay) pada STA 13+449 - 15+849 sebesar 18 cm, STA 25+188 – 26+488 sebesar 18 cm dan STA 31+650 – 32+450 sebesar 16 cm untuk ruas jalan tegineneng – sp. tanjung karang. Dari hasil data yang didapatkan yaitu tebal lapis tambah (overlay) biaya rehabilitasi dengan pendekatan simplified untuk ruas jalan tegineneng – sp. tanjung karang sebesar Rp 52.253.768.426,00,-. Kata kunci :     pendekatan simplified, tebal lapis tambah (overlay), rencana anggaran biaya, rehabilitasi.
Analisa Kebutuhan Ruang Parkir Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung Putri, Zsa Zsa Ratna; Putra, Sasana; Karami, Muhammad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1267

Abstract

Berkembangnya suatu wilayah maka akan memicu pertambahan penduduk sehingga akan meningkat juga kepemilikan kendaraan yang mempengaruhi pertumbuhan kegiatan penduduknya. Hal ini terjadi disepanjang jalan Dr. Susilo yang dimana pada ruasnya terdapat gedung Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung yang merupakan kantor palayanan publik. Adapun hal yang menarik perhatian adalah sudah tersedianya lahan parkir namun masih tidak mampu menampung kendaraan yang berkunjung sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan ruang parkir yang terdapat di Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.  Hasil dari penelitian ini yaitu akumulasi maksimum kendaraan yang parkir adalah 348 kendaraan. Untuk rata-rata durasi kendaraan adalah 119 menit. Hasil untuk tingkat pergantian parkir adalah 6,3/SRP/jam. Kapasitas maksimum kendaraan yang parkir adalah 101 kend/jam. Kebutuhan ruang parkir untuk Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung adalah 296 SRP. Kata kunci: Parkir, Durasi Parkir, Tingkat Pergantian Parkir, Kapasitas Parkir, Kebutuhan Parkir, Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Body Cliff Safety Study Of Double Track Railway With Geostudio Slope/W Analysis Warikar, Yance Y D; Arifaini, Nur; Siregar, Amril Ma'ruf
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1269

Abstract

Double track railway construction area railroad crossing many hills and rivers makes the railroad body located between the slopes of the hill. Around the area, disasters that often occur are landslides caused by increased pore water pressure on the slope resulting a decrease in the shear strength of the soil (c) and the deep shear angle (φ). Therefore in planning the handling of cliffs of railroad tracks it is necessary to analyze the stability of slopes or cliffs so as not to endanger the surrounding environment, especially in railroad transportation. The purpose of the research are: (1) To know the cross section of the safest slope by considering the slope angle, (2) To Find the value of the safe factor for shear and rolling on the slope by using software analysis, (3) To know type of slope safety in accordance with slope conditions. The location of this research was conducted in the Martapura-Giham area which is the location of the construction of double track railroad, Waykanan Regency, Lampung. The method used in the analysis of slope stability is Geostudio Slope/W Analysis by making 3 cross-section slope designs which are then analyzed further. The results of the analysis found that the slope conditions before handling obtained the number of safe factors with ordinary, bishop, and morgenstern methods, respectively 0.730; 0.911; and 0.950. While after handling with sheetpile construction, it was obtained the number of safe factors with ordinary, bishop, and morgenstern methods in a row that is 2,945; 3,633; and No Solution. It can be concluded that the slope condition after handling shows increase in the value of the safe factor by 500%. Keywords: Geostudio Slope/W Analysis, Double track railroad, Cliffs and slope stability.
Analisis Pengaruh Simpang Tak Bersinyal Yang Berdekatan Pada Jalan Wolter Mangonsidi – Jalan Raden Saleh Dan Jalan Wolter Mangonsidi – Jalan M. Husein Thamrin Pratama, Muhammad Vareza; Sulistyorini, Rahayu; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1270

Abstract

Hambatan  kelancaran  lalulintas  jaringan  jalan  perkotaan  memiliki  dampak  pada  kesejahteraanumum  masyarakat.  Besarnya  arus  lalu  lintas  di  daerah  persimpangan  pada  jam  sibuk  (sore)mengakibatkan  kemacetan  panjang  dan  meningkatkan  kejenuhan  pada  pengguna  lalu  lintas.Sehingga  diperlukan  analisis  lalulintas  antara  persimpangan  untuk  mengetahui  kinerjapersimpangan  tersebut.Penelitian  ini  menggunakan  metode  Manual  Kapasitas  Jalan  Indonesiauntuk  mengevaluasi  dan  menganalisis  kinerja  persimpangan.  Lokasi  penelitian  ini  adalahpersimpangan  Jl. Wolter Monginsidi – Jl. M. Husni Thamrin dan Jl. Wolter Monginsidi – Jl.Raden  Saleh,  Bandar  Lampung  karena  persimpangan  tersebut  menunjukan  kemacetan  danpotensi/resiko  penurunan  tingkat  layanan  jalan.  Hasil  yang  didapatkan  pada  persimpangan  Jl.WolterMonginsidi – Jl. M. Husni Thamrin memiliki nilai kapasitas (C) 2363 smp/jam dan perilakulalu lintas derajat kejenuhan (DS) 0,8834, tundaan simpang (D) 15,08 det/smp dan peluang antrian(QP) 31,23-53,10% dan persimpangan Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Raden Saleh memiliki C = 2484smp/jam,  DS  =  0,8151,  D  =  13,55  det/smp  dan  QP  =  26,76-53,10%.  Tinggat  pelayanan  dipersimpangan Jl. Wolter Monginsidi – Jl. M. Husni Thamrindan Jl. Wolter Monginsidi – Jl. RadenSaleh pada hari – hari sibuk dikategorikan pada tingkat E. Kata kunci : Volume kendaraan, Kecepatan rata rata dan Waktu paling sibuk
Studi Kinerja Gedung Empat Tingkat Terhadap Beban Gempa Dengan Metode Statik Pushover Saputra, Muhammad Ridho; Alami, Fikri; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1271

Abstract

AbstrakRumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang termasuk bangunan penting kategori IV sehingga dibutuhkan perencanaan struktur tahan gempa dimana bangunan harus tetap berdiri setelah diberikan beban gempa rencana. Analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis level kinerja struktur, gaya geser dasar maksimum yang ditahan struktur, pola keruntuhan dan tingkat daktilitas struktur akibat beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan nilai target displacement dengan metode FEMA-356 sebesar 251,6mm untuk arah-x dan 210,6 mm arah-y sedangkan dengan metode ATC-40 didapatkan nilai 322,027mm untuk arah-x dan 229,491mm untuk arah-y. Level kinerja yang dihasilkan dari kedua metode tersebut adalah damage control dimana resiko korban jiwa manusia sangat kecil, kerusakan yang terjadi masih dapat diperbaiki dan bangunan masih mampu menahan beban gempa rencana yang terjadi. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukan mekanisme strong column weak beam sehingga struktur bangunan tersebut relatifaman selama terkena beban gempa direncanakan.Tingkat daktilitas struktur bangunan berdasarkan SNI 1726:2002 adalah daktail parsial dengan nilai R aktual 4,07. Kata kunci: pushover, damage control, daktilitas.AbstractThe hospital is one of the public facilities that is included in an important category IV building so that earthquake resistant structure design is needed where the building must remain standing after being given the burden of the earthquake design. Pushover analysis is one of the methods used to analyze earthquake loads in order to determine the structural collapse behavior of earthquake loads. The purpose of this study is to determine and analyze the level of structural performance, the maximum base shear force held by the structure, the collapse pattern and the level of structural ductility due to earthquake loads. Based on the analysis results, the target displacement value obtained by the FEMA-356 was 251.6mm for the x-axis and 210.6mm for the y-axis while the ATC-40 obtained a value of 322.027mm for the x-axis and 229.491mm for the y-axis The level of performance produced by the two methods was damage control where the risk of human casualties was very small, the damage that occurs can still be repaired and the building is still able to withstand the burden of the designed earthquake. The structure collapse mechanism has strong column weak beam mechanism so that the structure of the building is relatively safe during the earthquake load. The ductility level of building based on SNI 1726:2002 was a partial ductile with the actual reduction factor, R was 4.07. Keywords: pushover analysis, damage control, ductility. AbstrakRumah sakit merupakan salah satu fasilitas yang termasuk bangunan penting kategori IV sehingga dibutuhkan perencanaan struktur tahan gempa dimana bangunan harus tetap berdiri setelah diberikan beban gempa rencana. Analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis level kinerja struktur, gaya geser dasar maksimum yang ditahan struktur, pola keruntuhan dan tingkat daktilitas struktur akibat beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan nilai target displacement dengan metode FEMA-356 sebesar 251,6mm untuk arah-x dan 210,6 mm arah-y sedangkan dengan metode ATC-40 didapatkan nilai 322,027mm untuk arah-x dan 229,491mm untuk arah-y. Level kinerja yang dihasilkan dari kedua metode tersebut adalah damage control dimana resiko korban jiwa manusia sangat kecil, kerusakan yang terjadi masih dapat diperbaiki dan bangunan masih mampu menahan beban gempa rencana yang terjadi. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukan mekanisme strong column weak beam sehingga struktur bangunan tersebut relatifaman selama terkena beban gempa direncanakan.Tingkat daktilitas struktur bangunan berdasarkan SNI 1726:2002 adalah daktail parsial dengan nilai R aktual 4,07. Kata kunci: pushover, damage control, daktilitas.
Kajian Pola Operasi dan Desain Penataan Emplasemen Stasiun pada Jalur Longcut Tegineneng - Tarahan Patakom, Kasri; Purba, Aleksander; Siregar, Amril Ma'ruf
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1273

Abstract

Saat ini kondisi lalu lintas perkeretaapian di Provinsi Lampung, banyaknya perlintasan sebidang yang dilewati jalur kereta, menimbulkan kemacetan khususnya di kota Bandarlampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola operasi untuk kereta api Babaranjang termasuk penataan emplasemen baru di jalur longcut dari Tegineneng–KM3 Panjang. Lokasi penelitian dilakukan di daerah Tegineneng-Tarahan, dimana akan dibuat longcut yang bersampingan dengan pembangunan jalan Tol Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target produksi tahunan pada tahun 2020 dengan rencana angkutan menuju Tarahan, PT. Bukit Asam, SRENGSEM dan PT. PULP masing-masing sebesar 25 juta ton, 22 juta ton dan 1 juta ton. Menghasilkan jumlah rangkaian kereta api 25 dan 22 rangkaian kereta api isi, dalam satu kali keberangkatan yang terdiri dari 60 gerbong bermuat 50 ton per gerbongnya dan 3 rangkaian kereta api isi, dalam satu kali keberangkatan yang terdiri dari 40 gerbong bermuat 30 ton per gerbongnya. Jumlah frekuensi kereta api dari Tarahan–Tanjungenim Baru pulang pergi yang telah ditentukan sebesar 124 kereta per hari, masih memenuhi kapasitas lintas yang tersedia 126 kereta per hari. Untuk emplasemen stasiun Tegineneng menambah jalur dari 2 menjadi 6, stasiun Sukamenanti menambah arah jalur dari stasiun Tanjungkarang menjadi stasiun Tanjungkarang dan Karangsari kemudian menambah satu stasiun Karangsari diantara stasiun Tegineneng dan KM3 Panjang
Analysis Factor Safety of Slopes With Sandy Loam Soil Types on Conditions Not Saturated, Saturated Conditions and Partially Saturated Conditions Using Computing Program Saputra, Datra Peta; Afriani, Lusmeilia; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1274

Abstract

Natural disasters often occur in hilly areas in Lampung Province, namely landslides. Landslides that occur due to increased pore water pressure. The 2012 GeoStudio SLOPE / W program can analyze slope stability that can be modeled according to the original conditions in the field and can know the value of the safe slope factor. In this study, there were three cross section slopes with three groundwater conditions, namely the condition of the groundwater level at the base of the slope, half the height of the slope and following the maximum height of the cross section of the slope. Land property data needed include : cohesion, shear angle in soil and weight of soil contents. Slope stability is achieved when the retention force is greater than the driving force. The results of the analysis of slope stability show that the condition of the groundwater is very influential on slope stability, can be seen from the results of GeoStudio SLOPE / W 2012 analysis in simulation 1 and simulation 2 safe factor values obtained >1.25 that is  slopes are in safe status, while in simulation 3 the saturated condition has a safe factor <1,25 that is unsafe slopes or landslides, it is recommended to take care to prevent landslides. Key words : soil, slope stability, safety factor, geostudio slope/w 2012
Performance Method of Maximum Daily Rainfall Frequency Analysis Using Correlation Agustriyanto, Dono; Zakaria, Ahmad; Khotimah, Siti Nurul
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1277

Abstract

Rainfall in Bandar Lampung has a different distribution value for each station which is calculated to carry out the annual maximum daily rain forecast required in road planning, water building and drainage. Getting rain distribution values requires a method that meets the requirements of Cs, Ck and Cv. But this study reviews methods that have a correlation value close to the value of one. In this study, a validation test was carried out in advance to normalize values> 500 mm which were then calculated through the Normal, Log Normal, Gumbel and Log Pearson III methods. Look at the correlation value of each method with a scatter diagram. Analysis of the calculation of the rain distribution method at the Sukarame rain station (PH-003) Log Normal method has a value of 0.96 which has a correlation coefficient value that is closest to the value of 1 (one) among the other methods in all rain stations. Log Normal method has the best average correlation value that is 0.85 then the Normal method has a mean correlation value of 0.74 followed by Log Pearson III method with an average correlation value of 0.35 and the mean correlation value of the Gumbel method -0.01. The correlation value obtained using the Log Normal method is seen both at Sumberejo, Sukarame and Pahoman stations. However, at the Sumur Putri station the value of the Log Pearson III correlation, with the normal log method, the data correlation value is the best because the data fluctuations are close to the value of 1 compared to other methods. Keywords: Correlation, Rainfall, Normal Method, Log Normal Method, Gumbel Method, Log Pearson III Method.
Analisis Korelasi Data Curah Hujan BMKG dengan TRMM (Studi Kasus Stasiun BMKG di Sumatera Utara) Tuhu Pangestu, Ibnu; Zakaria, Ahmad; Tugiono, Subuh
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i1.1280

Abstract

Pengukuran curah hujan di Indonesia dilakukan oleh beberapa instansi, diantaranya adalah Badan Meteorologi dan Geofiska (BMKG) dan The Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) NASA. Keduanya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai korelasi data curah hujan antara TRMM dan BMKG dengan mencari persamaan hubungan antar data dan menganalisis data curah hujannya. Data yang digunakan merupakan curah hujan harian dari tahun 1998-2014. Data dianalisis dalam bentuk data 7 harian, bulanan, dan tahunan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan jika data curah hujan yang diukur oleh TRMM memiliki kesamaan pola distribusi temporal curah hujan dengan yang diukur oleh BMKG. Nilai korelasi antara data TRMM dan data BMKG menunjukan hasil yang lebih baik jika menggunakan data bulanan, dimana nilai korelasi dari data bulanan 4 stasiun yang dihitung yang terbesar adalah 0,7992 dan yang terkecil adalah 0,5283.

Page 2 of 55 | Total Record : 545


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 3 (2019): Edisi September 2019 Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol. 6 No. 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol. 6 No. 3 (2018): Edisi September 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol. 5 No. 3 (2017): Edisi September 2017 Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol. 4 No. 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol. 4 No. 3 (2016): Edisi September 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol. 3 No. 3 (2015): Edisi September 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol. 1 No. 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue