cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
Perlambatan Waktu Perjalanan Akibat Perlintasan Sebidang Kereta Api (Studi Kasus : Jalan Hos Cokroaminoto, Kebon Jahe Tanjung Karang) Prasetyo, Tri Makmur; Putra, Sasana; Ofrial, Siti Anugrah Mulya Putri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A level crossing is a form of an intersection where a railway line crosses a highway at the same level. This may result a long queue which is caused by changes in velocity and density of vehicles. Hence, research should be conducted in order to determine changes in vehicle velocity which occurs when the gated crossing is opened on that road section. One of the level crossings between the railway line and the highway can be found on Jalan Hos Cokroaminoto, Kebon Jahe, Tanjung Karang. This study aims to determine changes in traffic velocity that occur on Jalan Hos Cokroaminoto based on the equivalent of light vehicle (EKR) value obtained from the headway ratio method. The results of the observation show that the average velocity of vehicle when crossing the railway line is 3.12 km/hour, while when entering the crossing is 19.48 km/hour so that there is a decrease in velocity in the amount of 16.36 km/hour.Keywords: Shock Wave, Light Vehicle Equivalence (EKR), Rasio Headway Method, Greenberg Method
Analisis Indeks Erosivitas Hujan menggunakan Metode Bols dan Utomo (Studi Kasus: Sub DAS Way Pubian, Das Way Seputih, Provinsi Lampung) Agestia, Lady; Romdania, Yuda; Ashruri, Ashruri; Herison, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has a tropical climate which results in high rainfall throughout the year. The high rainfall makes Indonesia prone to erosion. The ability of rainfall to cause erosion is called rainfall erosivity. The study aims to calculate the rainfall erosivity index in the Way Pubian Subwatershed area by comparing the Bols and Utomo methods. The research methods used include; data consistency test, rainfall analysis, and calculation of rainfall erosivity index. Based on several studies on the erosivity index, in the Indonesian region the calculation of the Bols Method erosivity index often gets a higher value than the Utomo Method because the data used for the calculation of the Bols Method requires more data than the Utomo Method which only uses monthly rainfall data. The conclusion is that the Bols Method erosivity index value is 2651.2120 and the Utomo Method is 1008.3435, the Bols Method erosivity index value is higher than the Utomo Method value with an interval of 1642.8685. The use of the Bols equation to calculate the erosivity index value is considered safer to use in estimating the erosion rate. Keywords: Bols, Rainfall Erosivity, Sub Das Way Pubian, Utomo
Implementasi Building Information Modeling (BIM) dalam Analisis Waste Material Tulangan Balok pada Gedung Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung Khotimah, Siti Usnul; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstrakBahan limbah mengacu pada inefisiensi dalam penggunaan bahan, alokasi sumber daya, dan manajemen waktu selama pekerjaan konstruksi. Software Autodesk Revit dan Cutting Optimization Pro sebagai alternatif bahan analisis limbah memiliki beberapa keunggulan antara lain akurasi, pengurangan human error, dan efektivitas waktu. Prosesnya melibatkan pemodelan objek menggunakan Autodesk Revit untuk menghasilkan Bar Bending Schedule (BBS). Selanjutnya hasil BBS tersebut diinput ke dalam Cutting Optimization Pro untuk mendapatkan daftar pemotongan. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis tulangan balok. Tipe-1 adalah pemasangan tulangan per bentang, tipe-2 adalah pemasangan tulangan dengan panjang bentang maksimal yang dapat digunakan. Analisis dilakukan dengan menggunakan perhitungan perhitungan bahan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kebutuhan tulangan balok tipe-2 lebih kecil dibandingkan tipe-1 dengan selisih sebesar 33,28%. Selain itu, berat limbah perkuatan tipe-2 lebih rendah 17,19% dibandingkan rata-rata berat total limbah kedua jenis tersebut. Dari segi Tingkat Pemborosan, perkuatan tipe-2 37,75% lebih efisien, menjadikan pilihan yang lebih efektif. Kata Kunci : Limbah, Autodesk Revit, Cutting Optimization Pro, Tulangan, Balok, Jadwal Pembengkokan Batang, Analisa Limbah.Waste material adalah bentuk pemborosan yang disebabkan oleh ketidakefektifan penggunaan material, sumber daya, dan waktu selama pengerjaan konstruksi. Software Autodesk Revit dan Cutting Optimization Pro sebagai alternatif untuk menganalisis material limbah memiliki beberapa keunggulan, termasuk keakuratan, minimal human error , dan efektivitas waktu. Proses penelitian melibatkan pemodelan objek menggunakan software Autodesk Revit untuk menghasilkan output Bar Bending Schedule (BBS). Selanjutnya, hasil BBS diinput ke software Pemotongan Optimasi Pro untuk mendapatkan daftar pemotongan . Pada penelitian ini menggunakan 2 tipe penulangan balok, tipe-1 merupakan pemasangan tulangan per segmen, tipe-2 merupakan pemasangan tulangan dengan panjang bentang maksimum yang dapat digunakan. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan bahan limbah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kebutuhan tulangan balok pada tipe-2 lebih kecil dibandingkan dengan tipe-1, dengan selisih sebesar 33,28%. Selain itu, berat sisa tulangan tipe-2 lebih kecil sebesar 17,19%. Dalam hal Waste Level, tulangan tipe-2 lebih hemat sebesar 37,75%, sehingga tulangan tipe-2 lebih efektif digunakan. Kata kunci : Limbah, Autodesk Revit, Cutting Optimization Pro, Tulangan, Balok, Jadwal Bending Batang, Analisis Limbah .
Penerapan Buiding Information Modeling (BIM) dalam Perbandingan Quantity Take Off Material pada Jembatan Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur Adha, Emil Surya; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri; Husni, Hasti Riakara
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh digitalisasi dalam industri memberikan kesempatan yang lebih besar dan luas dalam mencari desain konstruksi modern yang inovatif dan berkelanjutan. Building Information Modeling (BIM) merupakan perkembangan digital yang berdampak besar dalam sektor industri Architecture, Engineering, and Construction (AEC).Penelitian ini mengimplementasikann Building Information Modelling (BIM) di dalam pengerjaannya. Objek model berdasarkan data pada Proyek Pembangunan Jembatan Kali Pasir Ruas Jalan Desa Tanjung Tirto–Desa Kalipasir, Lampung Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui selisih perhitungan volume quantity take off metode konvensional dengan volume quantity take off outputsoftware Autodesk Revit 2024 student version. Metode penelitian yang digunakan berupa pemodelan struktur 3D menggunakan software Autodesk Revit yang berfokus pada bagian rebar jembatan. Setelah bagian jembatan selesai dimodelkan, output quantity take off berdasarkan software akan dianalisis lebih lanjut melalui Microsoft Excel. Hasilnya, didapat persentase selisih perbandingan antara metode konvensional dan metode berbasis BIM sebesar 4,04 % untuk tulangan. Diperoleh total volume tulangan sebesar 20592,14 kg dari metode berbasis BIM, sebesar 19759,5 kg dengan metode konvensional yang menghasilkanselisih sebesar 832,64 kg.
Analisis Perbandingan Peramalan Data Pemrograman Pasang Surut Anfor Dengan Data Pengukuran Pasang Surut Admiralty Pada Stasiun Cilacap anggraini, yeshe; Zakaria, Ahmad; Wahono, Endro Prasetyo; Mariyanto, Mariyanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasang surut air laut merupakan suatu gerakan naik turunnya permukaan udara secara periodik sebagai akibat dari gaya tarik menarik antara bumi, bulan dan matahari. Analisa pasang surut sangat diperlukan dalam penentuan posisi mean level maupun prediksi muka air laut yang dapat dianalisis dengan program admiralty dan program anfor. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap empat pasang surut selama 15 hari. Pengolahan data analisa program anfor menggunakan software Totis dan analisa program admiralty menggunakan software microsoft excel. Hasil analisa pasang surut program admiralty dan anfor perolehan selisih terbesar yaitu pada komponen S2 sebesar 9,3503 m dari analisa data observasi Cilacap tahun 2015. Sedangkan untuk selisih fase terbesar yaitu pada komponen K2 dari analisa data Cilacap 2014 sebesar 687,6405O . Uji hasil data prediksi masing-masing analisa dengan data pengamatan menunjukkan program lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai RMSE program anfor pada empat data lebih kecil dibandingkan program admiralty. Berdasarkan hasil uji dari kedua metode menghasilkan bahwa keuntungan dari program anfor yaitu lebih cepat dan mudah dalam analisa serta menghasilkan komponen pasut lebih banyak dan hasil prediksi yang lebih akurat. Kata kunci : pasang surut, anfor, laksamana, perbandingan
Quantity Material Take Off Penulangan Kolom Zona B Gedung Perawatan Bedah Terpadu RSUD Dr.H. Abdul Moeloek dengan Building Information Modelling (BIM) Saputri, Mellynia; bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Dwi wahyuni Setia Budi Utami, Chatarina Niken
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this era of globalization, technology is growing rapidly in all aspects of life, including in the field of infrastructure. Technological developments in the field of infrastructure can be seen from the many softwares that facilitate development work. The software then comes packaged in a program called Building information Modeling (BIM). One of the software of Building information Modeling (BIM) is a Autodesk Revit which is able to automatically generate Material Quantity Take Off (QMTO) which is used by contractors in making Bill Of Quantity (BOQ). in Quantity Material Take Off (QMTO) an important aspect that must be considered is reinforcement or reinforcement work. Therefore, the researchers reviewed the Quantity Material take Off (QMTO) reinforcement, especially the column in the integrated surgery building, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Based the research that has been done using Autodesk Revit software, there are difference in the value of column reinforcement volume between calculations using conventional methods. Base of the results of the analysis, the value of column reinforcement volume with conventional methods is greater than using the BIM-based method with percentage difference of 6,54 %. In addition, the percentage of waste material is quite large, namely 9,61 %. Key words : Building Information Modeling (BIM), Autodesk Revit, Quantity Material Take off (QMTO), column reinforcement, Waste Material . Di era globalisasi ini, teknologi semakin berkembang pesat di seluruh aspek kehidupan termasuk dalam bidang infrastruktur. Perkembangan teknologi di bidang infrastruktur dapat dilihat dari banyaknya software-software yang memudahkan pekerjaan pembangunan. Software-software tersebut kemudian hadir dalam kemasan sebuah program yang disebut Building Information Modelling (BIM). Salah satu software dari Building Information Modelling (BIM) adalah Autodesk Revit yang mampu secara otomatis menghasilkan Quantity Material Take Off (QMTO) yang digunakan kontraktor dalam pembuatan Bill Of Quantity (BOQ). Pada Quantity Material Take Off (QMTO) aspek penting yang harus diperhatikan adalah tulangan atau pekerjaan penulangan. Oleh karena itu peneliti meninjau Quantity Material Take Off (QMTO) penulangan khususnya kolom pada Gedung Bedah Terpadu RSUD Dr. H. Abdul Moleoek. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menggunakan Software Autodesk Revit terdapat perbedaan nilai volume penulangan kolom antara perhitungan menggunakan metode konvensional dan metode berbasis BIM. Berdasarkan hasil analisis didapat nilai volume penulangan kolom dengan metode konvensional lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode berbasis BIM dengan selisih persentase sebesar 6,54 %. selain itu didapatkan hasil persentase waste material yang cukup besar yaitu 9,61 %Kata kunci : Building Information Modelling (BIM), Autodesk Revit, Quantity Material Take Off (QMTO), Tulangan Kolom, Waste Material .
Penerapan Building Information Modeling (BIM) Menggunakan Software Autodesk Revit 2019 pada Pekerjaan Struktur (Studi Kasus: Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung) Sungkai, Chindrika Kumara; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Niken, Chatarina
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi digital di bidang Architecture, Engineering, and Construction (AEC) yang memasukkan semua informasi dalam model tiga dimensi. Perangkat lunak yang dapat mendukung penerapan BIM salah satunya adalah Autodesk Revit. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari penerapan BIM menggunakan software Autodesk Revit 2019, menghasilkan pemodelan pada pekerjaan struktur, dan menganalisis hasil perhitungan volume pekerjaan. Penelitian ini menggunakan Gedung B sebagai material penelitian untuk dimodelkan. Hasil dari penelitian ini adalah pemodelan Gedung B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung pada pekerjaan struktur menggunakan software Autodesk Revit 2019 sehingga dapat diterapkan dalam pelaksanaan konstruksi yang sedang berlangsung untuk menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil pemodelan didapatkan nilai total volume tulangan 923850,382 kg dan total volume beton 4424,878 m3. Perbandingan perhitungan volume pekerjaan pada pekerjaan struktur antara hasil dari pemodelan menggunakan software Autodesk Revit 2019 terhadap hasil dari data perencanaan didapatkan selisih lebih besar 18,221% untuk tulangan, disebabkan pada perhitungan Revit lebih detail seperti panjang penyaluran. Volume beton didapatkan lebih kecil 4,108% disebabkan Revit menghitung volume bersih tiap elemen yang menyatu.Kata Kunci: BIM, Revit 2019, Pemodelan, Volume.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus: Gedung 6 Rumah Sakit Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung) Mustofa, Ragat Aji; Bayzoni, Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high potential for earthquake in Indonesia encourages the design of buildings to be resistant towards earthquake vibrations. The level of vulnerability to lateral forces, especially earthquake shocks, is closely related to the height of the building. Therefore, the design of multi-storey building structures must be designed by analyzing earhquake loads with the aim of preventing the building from collapsing and reducing the number of fatalities due to earthquakes. This research takes a case study at Building 6th of the State University Education Hospital of University of Lampung using a performance-based seismic design approach, which involves the use of non linear pushover analysis techniques based on ATC-40 (capacity spectrum method) and FEMA-356 (displacement coefficient method). The result of the pushover analysis are capacity curves, building displacement targets, building collapse schemes, and result of building performance evaluations against earthquake loads based on ATC-40 and FEMA-356 regulations. The analysis result show that the level of building performance in the x-direction and y-direction with the maximum total drift ratio parameter based on ATC-40 and FEMA-356 is Immediate Occupancy, so it can be concluded that the building is still able to withstand when an earthquake occurs and the risk of human loss is very small.
Durabilitas Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dengan Menggunakan Agregat Tanjungan Lampung Selatan Zillie, Muhammad Febry; Putra, Sasana; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road damage is one of the problems caused by low material quality. The 2018 Bina Marga General Specifications have required material quality for asphalt mixtures, where good quality materials will produce pavement construction with high stability. This research aims to analyze the durability of the AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) mixture using local materials from PT Sumber Batu Berkah, Tanjungan District, South Lampung Regency without additives based on the Marshall Testing Method. Based on the results of the research, it was found that the effect of soaking time variations of 0.5 hours, 24 hours, 168 hours, and 672 hours with a standard temperature of 60°C, the sample was soaked for a long time would make the stability and durability values smaller. Then obtained IKS value of 91.58% so it has met the minimum Bina Marga Standard of 90% and shows the longer soaking time, the smaller IKS value will obtained. Then for the IDP value is positive which means that the strength decreases by 0.44% during the soaking period so it meets the standard < 1%. And the IDK value of AC-BC mixture is 19.51 where the IDK value has decreased in strength by 19.51% during the soaking time. This is due to the decrease of stability value against the length time of soaking.
Pengaruh Air Payau Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Semen PCC Nugraha, Aditya Wisnu; Niken, Chatarina; Wahono, Endro Prasetyo; Isneini, Mohd.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractConcrete is a type of construction that is widely used today, one of which is water building infrastructure. Concrete must be resistant to various environmental conditions, such as brackish water. Brackish water is an aggressive environment with chemical contents that can interfere with the compressive strength of concrete. Currently, PCC type cement (Portland Composite Cement) tends to be more widely used than OPC (Ordinary Portland Cement) because the price is cheaper and more environmentally friendly, which has an impact on global warming. The aim of this research is to determine the impact of the aggressive environment of brackish water on the compressive strength of concrete with PCC cement. 18 cylindrical test objects with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm were used, which were divided into two types of tests, namely protected concrete and concrete submerged in brackish water. Each test is carried out with three test objects at concrete ages of 28 days, 56 days, and 90 days. The data obtained was then analyzed using the Dixon criteria in accordance with ASTM E 178-02. Compressive strength testing is obtained from the Compression Testing Machine (CTM). The research results show that brackish water has a negative impact on the compressive strength of concrete. At the age of 28 days, the concrete submerged in brackish water reaches its design compressive strength. However, at 56 days and 90 days, the concrete experienced a decrease in compressive strength compared to protected concrete. This is because there is chloride and sulfate content in brackish water, which can damage the structure in the concrete.Keywords : brackish water, compressive strength, concrete, PCC. AbstrakBeton merupakan jenis konstruksi yang banyak digunakan saat ini salah satunya tiang pancang pada dermaga. Beton harus tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti air payau. Air payau adalah lingkungan agresif dengan kandungan kimia yang dapat mengganggu kuat tekan beton. Saat ini, semen jenis PCC (Portland Composite Cement) cenderung lebih banyak digunakan dibanding OPC (Ordinary Portland Cement) karena harganya yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan karena pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak lingkungan agresif air payau terhadap kuat tekan beton dengan semen PCC. Digunakan 18 buah benda uji silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang terbagi menjadi dua jenis pengujian yaitu beton terlindung dan beton terendam air payau. Dimana setiap pengujian dilakukan dengan 3 buah benda uji pada umur beton 28 hari, 56 hari dan 90 hari. Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan kriteria dixon sesuai dengan ASTM E 178-02. Pengujian kuat tekan didapat dari alat Compression Testing Machine (CTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air payau berdampak negatif terhadap kuat tekan beton. Pada umur 28 hari, beton terendam air payau mencapai kuat tekan rencananya. Namun, pada umur 56 hari dan 90 hari beton mengalami penurunan kuat tekan jika dibanding dengan beton terlindung. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan klorida dan sulfat pada air payau yang dapat merusak struktur didalam beton.Kata kunci : air payau, beton, kuat tekan, PCC.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol 11, No 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol 7, No 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): Edisi September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol 7, No 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol 6, No 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol 6, No 3 (2018): Edisi September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 5, No 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Edisi September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Edisi September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 1, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue