cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN STATUS ANEMIA DENGAN TINGKAT MORBIDITAS PADA LANSIA BURUH GENDONG DI PASAR INDUK TRADISIONAL YOGYAKARTA Sunarti Sunarti; Ribia Tutstsintaiyin; Suci Yuliani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.228 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.306

Abstract

Buruh gendong atau endong-endong merupakan sebutan bagi wanita yang menjual jasa angkat barang dengan cara menggendong. Kelompok ini merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap anemia defisiensi besi. Penghasilan yang rendah dan tingkat pendidikan yang rendah merupakan faktor risiko anemia defisiensi besi di masyarakat.  Buruh gendong lansia biasanya mempunyai susunan gigi yang tidak sempurna sehingga mereka akan kesulitan mengkonsumsi jenis zat besi hem yang umumnya berasal dari daging. Kondisi inilah yang sering menyebabkan lansia berisiko terkena anemia defisiensi besi. Dampak anemia pada lansia diantaranya penurunan tingkat intelektual, produktivitas kerja dan tingkat morbiditas. Pada penelitian ini peneliti bermaksud meneliti hubungan antara status anemia dengan tingkat morbiditas wanita lansia buruh gendong di Pasar tradisional kota Yogyakarta baik yang berada di Giwangan maupun Bringharjo.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi kejadian anemia dan  hubungannya  status anemia terhadap tingkat morbiditas wanita lansia buruh gendong. Studi kasus  di Pasar Pasar Tradisional Yogyakarta baik  Giwangan maupun Bringharjo.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Cross Sectional, yaitu dengan mengukur variabel status anemia dan tingkat morbiditas secara bersamaan. Berdasarkan uji chi square didapatkan hasil tidak ada hubungan antara status anemia dengan tingkat morbiditas wanita lansia buruh gendong dengan nilai p value 1,00.Tidak ada hubungan antara status anemia dengan tingkat morbiditas lansia buruh gendong di pasar tradional Yogyakarta.  Kata Kunci : anemia, buruh gendong, morbiditas
PENGARUH ORAL HYGIENE MENGGUNAKAN HEXADOL GARGLE DALAM MEMINIMALKAN KEJADIAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU RSUD TUGUREJO SEMARANG Amat Tohirin; Mona Saparwati; Siti Haryani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.816 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.301

Abstract

Oral Hygiene merupakan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya Ventilator Associate Pneumonia (VAP) pada pasien, sedangkan tindakan oral hygiene di Ruang ICU RSUD Tugurejo belum maksimal. Berdasarkan data catatan kunjungan pasien di Ruang ICU RSUD Tugurejo Semarang dari bulan Januari sampai September 2015, terdapat beberapa pasien mengalami resiko VAP dengan skor CPIS 3 sampai 5. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan oral hygiene menggunakan antiseptic hexadol gargle dalam meminimalkan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di R. ICU RSUD Tugurejo. Penelitian ini merupakan penelitian Pre– Experimental. Populasinya yaitu seluruh pasien yang terpasang Ventilator. Penentuan besar sampel menggunakan rumus Federer dan teknik pengambilan sampel Consecutive Sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 15 responden. Uji statistik yang digunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan p value adalah 0,03 (p < 0,05), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kejadian ventilator associated pneumonia (VAP) sebelum dan sesudah oral hygiene menggunakan hexadol gargle. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan oral hygiene menggunakan antiseptik Hexadol Gargle bisa menurunkan angka kejadian VAP. Oleh karena itu, diharapkan kepada perawat yang bertugas di Ruang ICU RSUD Tugurejo untuk dapat menerapkan penggunaan hexadol gargle dalam pelaksanaan oral hygiene sehari dua kali pada pasien yang terpasang ventilator mekanik untuk mencegah VAP. Kata Kunci     : Oral Hygiene, Antiseptik Hexadol Gargle, VAP, Pasien ICU 
PENGARUH BRAIN GYM TERHADAP KECEMASAN ANAK PRA SEKOLAH YANG DI RAWAT INAP DI RSUD UNGARAN Eka Adimayanti; Siti Haryani; Ana Puji Astuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.647 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.307

Abstract

Hospitalisasi dan perawatan bisa menimbulkan stres bagi anak. Stresor yang dialami anak yang dihospitalisasi meliputi kecemasan terhadap perpisahan dengan orangtua, ketakutan karena ketidaktahuan, kehilangan kontrol dan otonomi, cidera tubuh yang mengakibatkan ketidaknyamanan, nyeri dan mutilasi, serta ketakutan akan kematian.Di lingkungan rumah sakit, bermain dan aktivitas ekspresif lainnya memberikan kesempatan sebanyak mungkin pada anak untuk menentukan pilihan guna mengeluarkan rasa takut dan cemas yang mereka alami sebagai alat koping dalam menghadapi stres. Salah satu aktivitas yang menggunakan banyak otot adalah senam otak atau lebih dikenal dengan brayn gym. Brain gym adalah serangkaian latihan gerak yang sederhana untuk memudahkan kegiatan belajar dan penyesuaian dengan tuntutan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui pengaruh brain gym terhadap kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah yang dirawat di rumah sakit.Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan pendekatan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah anak usia prasekolah dengan rentang usia 3-6 tahun, sebanyak 32 responden. Kelompok intervensi diberikan intervensi dengan latihan brain gym, sementara kelompok control hanya  diberikan leaflet. Pemilihan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan, temperamen, dan pengalaman dirawat dirumahsakit. Data diolah dengan program komputer menggunakan uji statistik.  Terdapat penurunan tingkat kecemasan pada anak yang dirawat dirumahsakit setelah dilakukan pemberian intervensi brain gym, dengan nilai p>0,05). Pemberian intervensi brain gym dan leaflet brain gym efektif  menurunkan tingkat kecemasan pada anak yang dirawat di rumahsakit. Kata Kunci: brain gym, kecemasan, anak prasekolah, dirawat dirumahsakit.
HEALTH BELIEF PENDERITA TUBERKULOSIS PARU RELAPS DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT (BALKESMAS) WILAYAH KLATEN:Studi Fenomenologi Istianna Nurhidayati; Arlina Dhian Sulistyowati; Aprilia Yuva Kusuma Sari Dewi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.381 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.302

Abstract

Banyaknya penderita TB mengalami kekambuhan berulang, adanya dampak, permasalahan baru. Penderita harus melakukan tindakan agar tidak terjadi kekambuhan berulang, salah satunya mematuhi regimen pengobatan.  Seseorang dapat mematuhi regimen pengobatan didasarkan adanya health belief. Tujuan penelitian untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang arti dan makna pengalaman health belief penderita TB relaps. Metode menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi penelitian ini 9 health belief penderita TB relaps di BALKESMAS wilayah Klaten. Data dikumpulkan dari 5 partisipan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam terstruktur, observasi dan data sekunder. Analisa data menggunakan Colaizzi (1978). Hasil penelitian diperoleh tigabelas tema, yaitu pengertian kambuh, tanda dan gejala kambuh, cara penularan kekambuhan, faktor yang menyebabkan kekambuhan, resiko kambuh, tindakan pencegahan kekambuhan, dampak kambuhnya TB, tanda dan gejala penyakit TB kambuh membaik, hambatan yang dirasakan penderita TB kambuh, support system, penderita TB kambuh mengalami gangguan harga diri, kondisi emosional penderita TB kambuh, kualitas pelayanan penderita TB kambuh di BALKESMAS. Kesimpulan perawat harus lebih meningkatkan pendampingan, memandirikan didalam memberikan intervensi memodifikasi lingkungan sesuai syarat lingkungkan sehat. Kata kunci: Health Belief, Tuberkulosis Paru Relaps
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DALAM PERAWATAN LUKA PERINEUM DI RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS Septi Puji Rahayu; Heriyanti Widyaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.104 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.308

Abstract

Perawatan luka perineum merupakan pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran plasenta dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil. Perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea dan lembab sangat menunjang perkembangnya bakteri. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum salah satu diantranya adalah Faktor Eksternal : Tradisi, Pengetahuan, Sarana Prasarana, Gizi. Sedangkan Faktor Internal : Usia, Cara Perawatan, Personal Hygine, Infeksi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif dengan rancangan cross sectional.Jumlah sampel sebanyak 32 responden. Dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu post partum tua adalah sedang sebanyak 15 orang (46,9%) dan perolehan paling  sedikit adalah pengetahuan ibu post partum  baik sebanyak 8 orang (25%)di ikuti ibu post partum yang memiliki pengetahuan rendah sebanyak 9 orang (28,1%).Kata Kunci : Pengetahuan, Post partum, Perawatan, Luka Perineum.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP BEDAH DI RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS Ana Fadilah; Wahyu Yusianto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.999 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.303

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kepuasan pasien. Kualitas pelayanan yang rendah akan menyebabkan ketidakpuasan pasien dan menimbulkan berbagai keluhan. Semakin banyak keluhan  mengindikasikan rendahnya kualitas pelayanan yang akan menyebabkan tingkat kepuasan pasien semakin menurun.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap bedah di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.Jenis penelitian ini adalah deskriptif studi korelasi (correlation study) dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel 74 pasien yang di rawat di ruang rawat inap bedah (Bogenvil III & Cempaka II) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh pasien kemudian diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah dewasa akhir(26-60 tahun) 66 orang (89,2%), jenis kelamin perempuan 40 orang (54,1%), status perkawinan sudah menikah 59 orang (79,7%), pendidikan SD 23 orang (31,1%), pekerjaan wiraswasta 31 orang (41,9%), kualitas pelayanan keperawatan kategori baik 48 orang (64,9%), dan kepuasan pasien kategori puas 41 orang (55,4%). Ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (p=0,000<p=0.05) dan kekuatan hubungan sedang dengan nilai korelasi koefisien 0,589.Ada hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap bedah di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Semakin baik kualitas pelayanan keperawatan maka tingkat kepuasan pasien semakin tinggi. Kata kunci: kualitas pelayanan keperawatan, kepuasan pasien
TANTRUM PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Eka Rokhmiati; Hari Ghanesia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.924 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.309

Abstract

Usia pra sekolah merupakan usia yang gemar melakukan eksplorasi. Eksplorasi yang dikembangkannya tentunya bervariasi, tergantung dari imajinasi anak. Cara eksplorasi perasaan ketidaknyamanan yang  kurang tepat  pada usia pra sekolah adalah tantrum. Tantrum adalah kondisi merupakan kondisi anak  melampiaskan emosi dengan cara yang tidak baik seperti mengamuk, menangis kencang hingga membanting barang barang. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor apa yang lebih dominan untuk menurunkan tantrum.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan total sampel,  dengan jumlah 98 responden usia 4 tahun -6 tahun di wilayah Depok. Metode penelitian menggunakan  chi square, faktor yang berhubungan dan  dapat menurunkan tantrum adalah lama pemberian ASI p value 0,030, pengasuhan orangtua pada satu tahun pertama p Value 0,040, aktivitas formal anak dengan p value 0,000 dan pengetahuan orangtua dengan p value 0,020. Dari ke empat faktor tersebut dicari faktor yang paling dominan dengan menggunakan regresi logistik. Hasil analisa dengan t  sig 0,001 < 0.050 pada aktivitas formal anak . Pernyataan diatas menyatakan yang paling dominan untuk menurunkan tantrum pada anak adalah aktivitas formal anak.  Kesimpulan; Teori Kolberg menggungkapkan bahwa pendidikan moral mulai sedari kecil diperkenalkan pada anak. Pendidikan moral berkembang di keluarga lalu dilanjutkan di sekolah.Anak usia  pra sekolah yang diikutkan dalam pendidikan formal atau sekolah, akan belajar sambil bermain. Kegiatan ini baik bagi anak  usia pra sekolah yang mengalami tantrum, sehingga dapat menurunkan tantrum.Kata kunci: anak, emosi, usia pra sekolah,tantrum
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH SAAT HOSPITALISASI SEBELUM DAN SETELAH DILAKUKAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI GAMBAR DI RUANG BOGENVILE RSU KUDUS Sri Hartini; Biyanti Dwi Winarsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.129 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.304

Abstract

Menggambar atau mewarnai sebagai suatu permainan yang nondirective memberikan kesempatan anak untuk bebas berekspresi dan sangat therapeutic (sebagai permainan penyembuh / therapeuticplay). Mengekpresi feelingnya dengan menggambar / mewarnai gambar, berarti memberikan pada anak suatu cara untuk berkomunikasi, tanpa menggunakan kata. Terapi bermain tentang mewarnai gambar sangat sesuai dengan tahap perkembangan anak usia prasekolah, sehingga kondisi ini jika dilaksanakan selama anak berada pada masa perawatan sangat sesuai untuk menurunkan tingkat kecemasan pada anak. Selama masa perawatan anak di rumah sakit dapat diketahui rasa cemas, takut dapat muncul secara berlebihan bahkan dapat muncul respon penolakan pada anak, sehingga berpengaruh dan menggangu pada proses perawatan dan pengobatan selama di rumah sakit. Peneliti sengaja menentukan penelitian spesifik tentang bermain mewarnai gambar, karena aktivitas terapi bermain ini dapat disesuaikan dengan kondisi anak selama sakit dan tempat dapat disesuaikan dengan keterbatasan sarana maupun prasarana yang ada di  RSU Kudus. Rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan menggunakan One group pre-test – post-test design, dan alat ukur yang digunakan checklist Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Denver II. Jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 36 responden. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat, dengan korelasi Willcaxon dan sebelumnya menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan terapi mewarnai 63,9% tidak cemas, 11,1% cemas sedang dan 25% cemas ringan. Sedangkan setelah terapi mewarnai 86,1% tidak cemas dan 13,9% cemas ringan. Berdasarkan hasil uji statistic diperoleh nilai p=0,428(z hitung=3,051), sehingga tidak terdapat perbedaan antara tingkat kecemasan anak usia prasekolah saat hospitalisasi sebelum dan setelah dilakukan terapi bermain mewarnai gambar. Disarankan bagi tenaga keperawatan dalam perawatan anak selama hospitalisasi memperhatikan aspek psikologis dalam tingkat kecemasan yang terjadi sehingga dapat membantu penyembuhan pasien. Kata kunci : Kecemasan, Terapi Bermain Mewarnai Gambar 
STUDI DESKRIPTIF KEJADIAN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DESA PIJI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DAWE KABUPATEN KUDUS Rofiqi Yunas; Anita Dyah Listyarini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.812 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.305

Abstract

Meningkatnya populasi lansia ini tidak dapat dipisahkan dari masalah kesehatan yang terjadi pada lansia, menurunnya fungsi organ memicu terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang sering diderita para lansia adalah hipertensi. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi sebanyak 40 orang (59.7%) dan responden yang tidak mengalami hipertensi sebanyak 27 orang (40.3 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi sebanyak 40 orang (59.7%). Diharapkan bagi lansia dapat menjaga tekanan darahnya dengan cara berolahraga minimal 1 minggu 2 kali sehingga tidak mengalami kejadian hipertensi. Kata Kunci : Hipertensi pada lansia
STATUS PERKAWINAN MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PSTW SINTA RANGKANG TANGKILING KALIMANTAN TENGAH Agnes Dewi Astuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.626 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i1.300

Abstract

Proses penuaan adalah hal yang alamiah dialami oleh semua manusia yaitu dengan  adanya kehilangan kemampuan jaringan organ tubuh dalam memperbaiki diri dan bersifat irreversible.  Lansia merupakan tahapan akhir dari siklus kehidupan dalam  proses penuaan dengan perubahan-perubahan pada aspek fisik atau fisiologi, psikologi, dan sosial  (Miller, 2004). Faktor tersebut mempengaruhi kualitas hidup lansia karena mempunyai hubungan signifikan terhadap angka kesakitan, kematian dan mempengaruhi usia harapan hidup lansia serta mempengaruhi kapasitas fungsional, psikologi kesehatan sosial dan kesejahteraan lansia sebagai kondisi fungsional lansia yang seharusnya berada pada kondisi maksimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia di PSTW Sinta Rangkang Tangkiling Kalimantan Tengah. Desain menggunakan cross sectional pada 52lansia di PSTW Sinta Rangkang Tangkiling Kalimantan Tengah.Hasil menunjukkan faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas hidup pada lansia adalah status perkawinan.  Pentingnya komunikasi dan keintiman dalam kehidupan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia. Kesimpulannya lansia yang memiliki status perkawinan menikah atau memiliki pasangan memiliki kemungkinan dalam peningkatan kualitas hidup lansia. Faktor paling dominan adalah status perkawinan setelah dikontrol dengan usia, penyakit >2 macam dan tingkat kemandirian.Direkomendasikan pada pihak PSTW untuk memfasilitasi daam meningkatkan kualitas hubungan interaksi antar lansia dalam melakukan aktifitas kehidupannya sehari-hari. Kata kunci: kualitas hidup, lansia, PSTW

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue