cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
TINGKAT PENGGUNAAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID (AINS) DI APOTEK GS KABUPATEN KUDUS Dian Arsanti Palupi; Putri Ika Wardani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.959 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.162

Abstract

Nyeri adalah keluhan yang sangat sering membawa pasien berobat ke dokter. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi nyeri ini adalah  dengan pemberian obat anti inflamasi non steroid (AINS). Obat antiinflamasi (anti radang) non steroid, atau yang lebih dikenal dengan sebutan adalah suatu golongan obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang). Istilah "non steroid" digunakan untuk membedakan jenis obat-obatan ini dengan steroid, yang juga memiliki khasiat serupa. AINS bukan tergolong obat-obatan jenis narkotika. Mekanisme kerja AINS didasarkan atas penghambatan isoenzim COX-1 (cyclooxygenase-1) dan COX-2 (cyclooxygenase-2). Enzim cyclooxygenase ini berperan dalam memacu pembentukan prostaglandin dan tromboksan dari arachidonic acid. Prostaglandin merupakan molekul pembawa pesan pada proses inflamasi (radang). Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dirancang dengan metode deskriptif melalui studi prospektif berdasarkan data obat anti Inflamasi Non steroid (AINS) bulan Maret 2016 di Apotek GS Kabupaten Kudus, untuk mengetahui penggunaan obat AINS tunggal dan kombinasi. Hasil penelitian tingkat penggunaan obat AINS  pada terapi tunggal yang paling banyak digunakan adalah Natrium Diklofenak (51,6%) dan terapi kombinasi yang paling sering digunakan adalah kombinasi antara Natrium Diklofenak dengan Methylprednisolon  (64,8%).Kata Kunci : Anti Inflamasi Non Steroid, Terapi Tunggal Dan Kombinasi
EFEKTIVITAS RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOUR THERAPY BERDASARKAN PROFILE MULTIMODAL THERAPY PADA KLIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR TAHUN 2012 Retno Yuli Hastuti; Budi Anna Keliat; Mustikasari .
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.437 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i4.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rational emotive behavior therapy (REBT) profil terapi multimodal berdasarkan perubahan gejala dan kemampuan perilaku kekerasan klien di RSMM Bogor. desain penelitian Quasi-eksperimental dengan sejumlah 56 responden. 28 responden harus mendapatkan Profil terapi multimodal Terapi REBT sebagai kelompok intervensi, 28 responden sebagai kelompok non intervensi. Penelitian ini menemukan penurunan gejala perilaku kekerasan yang lebih besar daripada tidak mendapatkan profil berdasarkan REBT terapi multimodal (p value <0,05). Kognitif, afektif klien danperilaku yang mendapatkan REBT berdasarkan profil terapi multimodal meningkat secara signifikan (p value <0,05) hasil klien mengalami pengurangan gejala kekerasan perilaku 48%, secara efektif meningkatkan kognitif, afektif dan perilaku untuk 57%. Profil terapi multimodal direkomendasikan sebagai skrining klien akan diberikan pengobatan spesialis dalam rational emotive behavior therapy.Kata kunci : profil terapi multimodal, terapi perilaku rasional emotif, gejala perilaku kekerasan,kognitif, afektif, perilaku Pustaka 93 (1976-2011).
FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUANGAN DENGAN ANGKA KUMAN UDARA RUANG RAWAT INAP GEDUNG SITI HAJAR RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN HADLIRIN JEPARA Rizal Muntaha; David Laksamana Caesar
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.474 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i5.153

Abstract

Udara merupakan tempat kuman untuk hidup dan berkembang. Kualitas udara di ruang rawat inap rumah sakit perlu diperhatikan karena udara menjadi media penularan penyakit. Suhu dan kelembaban termasuk faktor lingkungan fisik yang berhubungan dengan pertumbuhan kuman. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik ruangan yaitu suhu dan kelembaban dengan angka kuman udara di ruang rawat inap Gedung Siti Hajar Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara.Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, rancangan cross sectional. Populasi dan sampel seluruh ruang rawat inap Gedung Siti Hajar. Instrumen yang digunakan adalah thermohygrometer dan Microbial Air Sampler (MAC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang rawat inap Gedung Siti Hajar mempunyai rata-rata suhu 30,10°C, kelembaban 73,89% dan angka kuman udara 164 CFU/m3. Hasil uji Kendall Tau hubungan suhu dengan angka kuman udara diperoleh p value 0,496 dan hubungan kelembaban dengan angka kuman udara diperoleh p value 0,040.Tidak ada hubungan antara suhu dengan angka kuman udara. Kelembaban mempunyai hubungan dengan angka kuman udara dengan kekuatan korelasi lemah. Saran yang dapat diberikan kepada pihak rumah sakit yaitu agar suhu dan kelembaban disesuaikan dengan baku mutu Keputusan Menteri Kesehatan No. 1204/Menkes/SK/X/2004.Kata kunci: faktor lingkungan fisik, angka kuman udara, ruang rawat inap
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DAN SUSU FORMULA TERHADAP TUMBUH KEMBANG BAYI USIA 3-6 BULAN DI POSYANDU BALITA GREENVIEW MALANG Ari Damayanti W; Moh Mundir
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2627.68 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.191

Abstract

Tumbuh kembang merupakan proses bertambahnya massa otot secara fisik dan proses perkembangan 4 komponen meliputi motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial personal. Pemberian nutrisi yang optimal akan menstimulasi perkembangan keempat komponen. Perkembangan motorik kasar dalam mengkoordinasikan gerakan dibutuhkan asupan energi, protein dan berbagai komponen vitamin mineral. Perkembangan motorik halus merupakan kemampuan mengkoordinasikan gerakan halus yang lebih kompleks serta kemampuan sosial personal dan bahasa dipengaruhi lingkungan sekitar serta asupan nutrisi. Di Jawa Timur pada tahun 2016 bayi yang mendapat ASI eksklusif sebanyak 40.54 sedangkan bayi yang mendapat susu formula sebanyak 59.46%. Di Malang bayi yang mendapat ASI eksklusif sebanyak 23.53% sedangkan bayi yang mendapat susu formula sebanyak 76.47%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap tumbuh kembang bayi usia 3-6 bulan di posyandu balita Greenview Malang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bayi yang mendapat ASI eksklusif mengalami tumbuh kembang normal sebanyak 13 (92.85%) bayi dan 1 (7.14%) bayi mengalami tumbuh kembang abnormal sedangkan bayi yang mendapat susu formula sebanyak 11 (78.85%) tumbuh kembangnya normal, 2 (14,28) bayi mengalami tumbuh kembang abnormal, 1 (7,14%) bayi tumbuh kembangnya meragukan. Hasil Uji kolmogorov-smirnov dengan P= 0.378> 0.05 maka H1 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI Eksklusif dan susu formula dapat direkomendasikan kepada bayi akan tetapi keberhasilan tumbuh kembangnya selain dari asupan nutrisi juga  dipengaruhi stimulasi yang optimal dari pengasuhKata Kunci: ASI Eksklusif, Susu Formula, Tumbuh Kembang
METODE IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) PERAWAT Ike Puspitaningrum; Ani Margawati; Tri Hartiti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.899 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.214

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) menjadi salah satu proses penting untuk meningkatkan tenaga keperawatan yang profesional. Implementasi PKB bertujuan untuk menjaga pengetahuan dan ketrampilan profesional dalam praktik keperawatan. Peningkatan kompetensi penting dalam mempertahankan standar praktik profesional yang tinggi untuk kepentingan perawat, pasien, manajer, dan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara identifikasi kebutuhan PKB perawat. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumentasi. FGD dilakukan pada 14 informan dalam 2 kelompok FGD. Analisa data dilakukan dengan teknik content analysis. Hasil: Identifikasi kebutuhan PKB menjadi langkah awal yang dilakukan dalam pelaksanaan PKB di SMC RS Telogorejo. Identifikasi dapat dilakukan secara internal oleh individu perawat dan secara eksternal oleh pimpinan, rumah sakit dan customer. Identifikasi dilakukan secara berjenjang dimulai dari tingkat unit oleh supervisor sampai ke tingkat tertinggi oleh direktur keperawatan. Kesimpulan: identifikasi kebutuhan PKB yang tepat diperlukan agar tujuan pelaksanaan PKB dapat tercapai. Manajemen keperawatan dan komite keperawatan perlu membuat rencana PKB secara sistematis sesuai kebutuhan masing-masing individu perawat, kebutuhan rumah sakit dan perkembangan IPTEK. Kata Kunci: Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Kualitas Pelayanan  Keperawatan, Identifikasi Pengembangan Perawat.
Studi Deskriptif Penggunaan Antibiotik untuk Pengobatan Demam Tifoid pada Pasien Anak Annik Megawati; Elsa Erlifanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.744 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i5.148

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi systemik akut yang muncul di negara-negara berkembang dengan tingkat sanitasi yang rendah. Menurut WHO, demam tifoid terjadi sekitar 15 juta kasus/tahun di dunia dan Indonesia merupakan Negara dengan angka kejadian demam tifoid yang tinggi yaitu sekitar 900.000 kasus/tahun disertai 20.000 kematian/tahun.Mengetahui penggunaan obatan tibiotik dan mengetahui tingkat kerasionalan penggunaan obatantibiotik pada demam tifoid pasien anak.Rancangan penelitian yang digunakan dengan metode deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dengan melihat rekam medis pasien anak yang didiagnosa demam tifoidHasil penelitian ini Penelitian terhadap karakteristik kerasionalan berdasarkan tepat pasien sebanyak 17 pasien (100%), tepat indikasi sebanyak 17 pasien (100%), tepat obat sebayak 15 pasien (88,2%), tepat dosis sebanyak 16 pasien (94,1%), tepat cara dan lama pemberian sebanyak 17 pasien (100%) dan waspada terhadap efek sebanyak 17 pasien (100%). Berdasarkan penelitian tentang Study deskriptif  penggunaan antibiotik pada demam tifoid pada pasien anak secara keseluruhan hampir dinyatakan rasional dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kata Kunci : DemamTifoid, Kerasionalan, Antibiotik.
EDUKASI BERBASIS VIDEO MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DALAM MELAKUKAN ASUHAN PERKEMBANGAN PADA BBLR Anisa Oktiawati; Yeni Rustina; Siti Chodidjah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2649.738 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v6i2.189

Abstract

Bayi berat lahir rendah yang dirawat inap akan mendapatkan stimulus yang menyakitkan sehingga menyebabkan bayi stres. Salah satu strategi untuk mengurangi stres dengan asuhan perkembangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh pemberian informasi berbasis video terhadap pengetahuan dan motivasi perawat dalam melakukan asuhan perkembangan saat merawat BBLR. Desain penelitian ini adalah Pre-Post test Non Equivalent Control Group Design. Besar sampel 30 perawat yang terbagi dalam 2 kelompok; kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15), diambil dengan rumus uji hipotesis beda 2 mean independent. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan dan motivasi yang diberikan informasi berbasis video dengan yang tidak diberikan informasi berbasis video. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu adanya sosialisasi tentang asuhan perkembangan berbasis video kepada perawat lain di rumah sakit.Kata kunci: Asuhan perkembangan,BBLR,  motivasi, pengetahuan, video
PERUBAHAN TEKANAN DARAH SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN AROMA TERAPI PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATI KABUPATEN KUDUS Emma Setiyo Wulan; Nasikhatul Wafiyah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.981 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v0i0.209

Abstract

Hipertensi memiliki tanda dan gejala yang tidak khas, sehingga hipertensi disebut silent killer karena pada suatu hari hipertensi bisa menjadi stroke dan serangan jantung hingga menyebabkan penderitanya meninggal.  Penatalaksanaan hipertensi dengan cara farmakologi atau non farmakologi bertujuan mengontrol tekanan darah. Aromaterapi merupakan cara non farmakologis yang digunakan untuk mengurangi tekanan darah karena efek aroma yang membuat relaks.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi terhadap perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan pre experimental designs dengan one group pretest and posttest. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasuruan Lor yang berada di wilayah kerja Puskesmas Jati Kudus dengan jumlah responden sebanyak 33 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan pada hipotesis menggunakan uji paired t test. Pasien diukur tekanan darahnya sebelum diberikan aromaterapi menggunakan sphygmomanometer digital merk beurer. Setelah itu pasien diminta menghirup minyak esens rose selama 10 menit. Tekanan darah pasien kembali diukur dan dicatat.Hasil uji statistik menjelaskan hasil tekanan darah pada pasien hipertensi sebelum diberikan aromaterapi diperoleh hasil rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 164,70 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 90,03 mmHg. Sedangkan nilai rata-rata tekanan darah pada pasien hipertensi setelah diberikan aromaterapi diperoleh hasil rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 157,30 mmHg dan tekanan darah diastolik 92,18 mmHg. Dapat disimpulkan ada perubahan tekanan darah sistole pada pasien hipertensi yang diberikan aromaterapi dengan p value 0,000. Sedangkan pada tekanan darah diastole, tidak ada perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi yang diberikan aromaterapi dengan p value 0,315.
Survey Kepuasan Pelanggan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Tahun 2015 Eko Prasetyo; Sri Hartini; Sri Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.898 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i4.107

Abstract

Terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu ciri pemerintahan yang baik (Good Governance) sebagai tujuan dari pendayagunaan aparatur negara. Oleh karena itu peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan upaya terus menerus, berkelanjutan dan dilaksanakan  oleh semua jajaran aparatur pemerintah, termasuk didalamnya Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. DKK Kudus perlu dan penting untuk melakukan kegiatan survei kepuasan pelanggan bagi pengguna layanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk mengetahui sejauh mana tingkat layananyang diberikan UPT terhadap masyarakat .Jenis kegiatan menggunakan metode survei analitik yang mengkaji kepuasan pelanggan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus baik dari performance manajemen, performance petugas dan performance pengelolaan sarana prasarana. Adapun rancangan survey dengan cross sectional yang mempelajari dinamika korelasi dilapangan dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach), sampel yang digunakan sebanyak 400 responden dari 20 UPT DKK Kudus. Hasil survey Kepuasan pelanggan berdasarkan performance manajemen pelayanan kesehatan, performance petugas pelayanan kesehatan, performance lingkungan pelayanan kesehatan di UPT Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Tahun 2015 adalahBaik. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Tahun 2015 adalah 74,16  yang berarti  pelayanan kesehatan di UPT Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dikategorikan BAIK dengan Peningkatan Mutu Pelayanan Pada Indikator Kejelasan Petugas Pelayanan, Kecepatan Pelayanan, dan Kenyamanan Lingkungan.Kata Kunci     : Survey,Kepuasan Pelanggan, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
KARAKTERISTIK MUTU SIMPLISIA RIMPANG JAHE DI PJ. CAP KLANCENG KUDUS Lilis Sugiarti; Tri Setyawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.079 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.163

Abstract

Rimpang Jahe (Zingiber rhizoma) merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang digunakan sebagai bahan baku dalam industri jamu dan obat di Indonesia karena berkhasiat antara lain karminatif. Produk obat herbal yang berkualitas ditentukan salah satunya oleh mutu bahan baku. Karakterisasi mutu simplisia didefinisikan simplisia yang akan digunakan sebagai bahan baku harus memenuhi persyaratan mutu yang tercantum dalam monografi terbitan resmi Depkes seperti Materia Medika Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mutu bahan baku simplisia rimpang jahe di PJ. Cap Klanceng apakah memenuhi persyaratan mutu dalam Materia Medika Indonesia (MMI) dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan sampel diambil acak dari bahan baku simplisia rimpang jahe di PJ. Cap Klanceng. Hasil yang diperoleh secara organoleptis, bahan baku simplisia rimpang jahe berbentuk irisan tipis dan pipih, rasa khas rempah (pedas), bau aromatis khas rimpang jahe dengan warna kuning coklat, kadar air pada bulan Maret 8,74% ± 0,044 dan April 4,96% ± 0,113 (< 10%), hasil uji mikroskopis meliputi parenkim yang berisi butir pati, jaringan gabus, berkas pembuluh, periderm, pembuluh kayu, serabut, parenkim dengan sel sekresi, hasil uji kadar minyak atsiri adalah 2-3%. Identifikasi simplisia juga telah memenuhi kesesuaian mutu bahwa simplisia tersebut adalah benar simplisia rimpang jahe. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan karakteristik mutu simplisia rimpang jahe di PJ. Cap Klanceng Kudus telah memenuhi kesesuaian mutu dengan MMI maupun SNI.Kata Kunci : Rimpang Jahe, Karakteristik Mutu, MMI, SNI.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue