cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PEREMPUAN MENOPAUSE Steffy Putri Amanda; Sri Rejeki; Dwi Susilawati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.188 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.412

Abstract

Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan ada 60 juta perempuan menopause. Perempuan menopause tahun  2016 di Indonesia mencapai 14 juta atau 7,4 % dari total populasi yang ada. Perkiraan umur rata-rata usia menopause di Indonesia adalah 50 tahun. Perubahan hormon dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon sehingga menyebabkan kualitas tidur menurun.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh relaksasi progresif terhadap kualitas tidur. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pre and post testwith control group. Populasi dalam penelitian adalah perempuan menopause di Puskesmas Gondokusuman II Yogyakarta sebanyak 100 perempuan, tehnik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang sudah baku dengan nilai r alpha 0,83 pada penelitian sebelumnya. Analisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif dapat meningkatkan kualitas tidur pada perempuan menopause dengan nilai p 0,000. Peneliti merekomendasikan untuk dilakukan secara rutin dan dapat dijadikan alternatif pilihan dalam meningkatkan kualitas tidur secara nonfarmakologis. Kata Kunci :    Menopause, Kualitas Tidur, Relaksasi Otot Progresif, Keperawatan Maternitas
IMPLEMENTASI SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU K119 (SPGDT K119) DI KABUPATEN KUDUS Amad Mochamad; Septo Pawelas Arso; Yuliani Setyaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.706 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.417

Abstract

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu 119 (SPGDT K119) merupakan salah satu inovasi layanan kesehatan untuk menangani kasus kegawat daruratan di Kabupaten Kudus. Pelaksanaan program SPGDT K119 ini masih dikeluhkan masyarakat, laporan keluhan lambat ditangani, akses call center tidak mudah dihubungi, peran penanganan kasus oleh tim RSUD lebih besar jika dibandingkan dengan tim pelaksana Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi sistem penanggulangan gawat darurat terpadu K119 (SPGDT K119) di Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Informan utama dalam penelitian ini terdiri dari 16 orang dan informan triangulasi 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi SPGDT K119 belum berjalan sesuai yang diharapkan, upaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kegawatdaruratan belum dapat dicapai, koordinasi dan komunikasi antar tim belum efektif, komitmen petugas pelaksana puskesmas belum terbangun, tupoksi serta SOP belum dipahami secara menyeluruh oleh pelaksana. Rekomendasi dari hasil penelitian ini yaitu penggalangan komitmen pemangku kebijakan dan pelaksana, peningkatan koordinasi dan komukasi efektif antar tim, penyediaan sumber daya sesuai kebutuhan program, meningkatkan sosialisasi, dan pelatihan petugas pelaksana. Kata kunci: gawat darurat, penanggulangan dan implementasi
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN BERUPA APLIKASI LAYANAN KEPERAWATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (LAWAN ROMA) DI SMP WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAWEN KABUPATEN SEMARANG Tina Mawardika; Dian Indriani; Liyanovitasari Liyanovitasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.454 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.408

Abstract

Pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi masih sangatlah kurang. Hal dibuktikan dengan adanya perilaku seksual yang beresiko yang ditunjukkan oleh remaja. Peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi diantaranya melalui pemberian pendidikan kesehatan berupa aplikasi layanan keperawatan kesehatan reproduksi remaja (Lawan Roma) berbasis android/ IOS yang memungkinkan untuk dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi kepada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi kesehatan berupa aplikasi layanan keperawatan kesehatan reproduksi remaja (Lawan Roma) terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment (Eksperimen Semu) dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Besarnya sampel adalah 36 remaja di SMP Wilayah Kerja Puskesmas Bawen Kabupaten Semarang. Analisis data menggunakan uji statistic t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan  tentang kesehatan reproduksi setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan dengan nilai p-value 0,012, (p ? ? 0,05) dan ada ada peningkatan sikap tentang kesehatan reproduksi setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi (nilai p-value 0,001, (p ? ? 0,05). Hal ini membuktikan bahwa Ho ditolak, atau ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi kesehatan berupa aplikasi layanan keperawatan kesehatan reproduksi remaja (Lawan Roma) terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi. Remaja disarankan mendapatkan pendidikan kesehatan (Lawan Roma) untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi Kata Kunci :    Kesehatan Reproduksi, Pendidikan Kesehatan Lawan Roma, Pengetahuan, Sikap, Remaja.
PENGARUH AKUPRESUR DAN SHAKER EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN MENELAN PASIEN STROKE AKUT DENGAN DISFAGIA Dewi Siyamti; Dwi Pudjonarko; Mardiyono Mardiyono
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.348 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.413

Abstract

Disfagia merupakan permasalahan pasien stroke akut yang disebabkan oleh gangguan saraf dan terjadi pada pasien usia dewasa dan lanjut. Hal ini berdampak pada risiko pneumonia, malnutrisi, dehidrasi dan menurunnya kualitas hidup. Akupresur merupakan terapi dengan stimulasi pada acupoint dan memberikan manfaat terhadap proses penyembuhan penyakit. Shaker exercise merupakan latihan menelan yangbanyak digunakan pada pasien disfagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh akupresur dan shaker exercise terhadapkemampuan menelan pasien stroke akut dengan disfagia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-postest dengan kelompok kontrol. Sampel dipilih menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 17 responden masing-masing di kelompok kontrol dan intervensi yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pada kelompok intervensi diberikan oral care, pengaturan posisi, akupresur dan shaker exercise selama 5 hari dalam satu minggu, akupresur satu kali sehari dan shaker exercise tiga kali sehari. Pada kelompok kontrol diberikan oral care dan pengaturan posisi tiga kali sehari selama 5 hari.Penilaian kemampuan menelan dilakukan menggunakan Gugging Swallowing Severity Scale (GUSS) sebelum dan setelah intervensi selama dua minggu. Data dianalisa dengan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan nilai p<0,05 pada minggu kedua evaluasi. Kemampuan menelan pada kelompok intervensi meningkat 4,69 poin  sedangkan pada kelompok kontrol meningkat 2,13 poin. Akupresur dan Shaker exercise pada kelompok intervensi terbukti meningkatkan kemampuan menelan pasien stroke akut dengan disfagia dan peningkatan kemampuan menelan pasien dapat dilihat pada minggu kedua. Intervensi akupresur dan Shaker exercise dapat digunakan sebagi alternatif tindakan dalam asuhan keperawatan untuk pasien yang mengalami disfagia. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah titik akupresur dan lama waktu intervensi Kata Kunci: akupresur, disfagia, shaker exercise, stroke
PENGARUH TERAPI SENAM KAKI TERHADAP SENSITIVITAS DAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANGAN INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Ferdinandus Suban Hoda; Serly Sani Mahoklory; Okto Elferson Lusi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.124 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.409

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan, karena itu perlu adanya terapi alternatif berupa senam kaki untuk mengatasi masalah ini, karena dapat menyebabkan gangguan sensitivitas dan perfusi jaringan perifer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap sensitivitas dan perfusi jaringan perifer. Jenis penelitian ini adalah Pre Experimental, dengan desain penelitian One Group Pre-Test Post-Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 orang. Sampel yang di ambil sebanyak 17 orang yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Ada pengaruh yang signifikan antara sensitivitas dan perfusi jaringan perifer sebelum dan setelah diberikan senam kaki di Ruangan Instalasi Rawat Inap RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dimana nilai ? value <0,05. Dari 17 responden yang diteliti, ada pengaruh senam kaki terhadap sensitivitas dan perfusi jaringan perifer pada pasien DM di ruangan Cempaka, Asoka, Kelimutu, Anggrek, Komodo, Tulip, Teratai dan Bougenvile RSUD Prof. Dr. W. Z. JohannesKupang. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Gula Darah, Senam Kaki, Sensitivitas, Perfusi Jaringan Perifer
KAJIAN KOMITMEN DAN STRUKTUR BIROKRASI PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAPITASI BERBASIS KOMITMEN PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN ( KBK-BPJS ) KESEHATAN DI KOTA SEMARANG Arif Sofyandi; Chriswardani Suryawati; Hardi Warsono
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.387 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.414

Abstract

Penerapan (KBK-BPJS) Kesehatan adalah merupakan bagian dari pengembangan sistem kendali mutu pelayanan yang bertujuan untuk meingkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.Pola komitmen pelayanan seperti ini terbukti dapat meningkatkan performa dari FKTP dalam memberikan pelayan kesehatan kepada peserta jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan di kota semarang serta kendala-kendala yang di hadapi dalam menerapkan kebijakan tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Jumlah informan utama 4 orang yaitu 2 orang pimpinan dinas kesehatan dan 2 orang pimpinan BPJS Kesehatan. Informan Triangulasi yaitu 10 orang. 2 orang Kepala Puskesmas, 4 orang Kepala Klinik Pratama dan 4 orang Kepala Dokter Praktek Mandiri. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam (indepth interview), observasi. (Observation), dan dokumentasi (documentation). Wawancara mendalam dilakukan dikantor masing-masing pembuat dan pelaksana kebijakan. Dan untuk menjaga keterbukaan informasi, wawancara mendalam dilakukan secara tertutup yakni person to person tanpa didampingi oleh petugas lain. Hasil Wawancara mendalam kemudian dianalisis secara deskriptif, terdiri atas data reduction, data display dan conclision drawing/verification yang dilakukan secara interaktif dan mendalam secara langsung dan berulang-ulang sampai datanya mencapai titik jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komitmen sudah cukup tinggi dan kerjasama struktur birokrasi belum optimal. Kata Kunci: Komitmen, Struktur Birokrasi, KBK, BPJS, FKTP.
GAMBARAN CARING PERAWAT DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD RAA SOEWONDO PATI Emma Setiyo Wulan; Wiwin Nur Rohmah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.457 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.410

Abstract

Intensive Care Unit (ICU) adalah ruang rawat rumah sakit dengan staf dan perlengkapan khusus ditunjukan untuk mengelola pasien dengan penyakit, trauma atau komplikasi yang mengancam jiwa. Di ruang Intensive Care Unit  (ICU) juga telah menyediakan  sarana dan prasarana serta peralatan khusus dengan menggunakan keterampilan staf medik dan perawat yang berpengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan secara intensif.Pelayanan rumah sakit hakekatnya adalah memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat selaku pemakai jasa pelayanan kesehatan. Bila kebutuhan mayarakat ( pasien) belum terpenuhi, misalsikapperawat yang dinilaikurangcaringdengan pasien sehingga pasien akan merasa kurang puas. Perawatbertanggungjawabterhadappelayanandanasuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien.Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan mengambil responden  atau kasus yang kebetulan ada atau tersedia. Sampel dalam penelitian iniadalahsejumlah 20perawat.Caring perawat di ruang ICU (Intensive Care Unit) RSUD RAA Soewondo Pati Tahun 2017 sebagian besar baik sebanyak 15 orang (75%), caring cukup 3 orang (15%)  sedangkan yang caring perawat kurang sebanyak 2 orang (10%).Caring perawat di ruang ICU (Intensive Care Unit)  dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan. Kata Kunci : Caring perawat, ICU, Asuhan Keperawatan
STUDI KASUS INTERAKSI SOSIAL ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) TERHADAP STIGMA Nila Putri Purwandari; Andrew Johan; Untung Sujianto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.742 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.415

Abstract

Penelitian ini melatar belakangi persepsi masyarakat terhadap ODHA yang cenderung negative dan mengarah perilaku deskriminatif. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan interaksi sosial antara orang dengan HIV/ AIDS. (2) mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam proses interaksi sosial ODHA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus yang menggambarkan secara objektif suatu proses interaksi sosial yang terjadi pada ODHA. Lokasi penelitian di Kabupaten Jepara. Subjek penelitian meliputi lima orang informan, yaitu 3 ODHA yang berada di RS Kartini Jepara, satu keluarga ODHA dan 1 perawat pelaksana ODHA di RS Kartini Jepara. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Hasil penelitian adalah didapatkannya proses Interaksi Sosial yang terjadi antara masyarakat, keluarga, perawat dengan ODHA. Hal ini terlihat dari adanya interaksi baik verbal maupun non verbal yang terjadi antara perawat dengan ODHA meliputi adanya layanan VCT (Voluntary Counseling Test), Screening IMS (Infeksi Menular Seksual), ODHA dengan ODHA meliputi membentuk suatu perkumpulan atau kelompok diskusi, agar ODHA yang berputus asa dan berfikiran sempit untuk mengakhiri hidup karena keadaan yang menimpanya, maka pada kelompok dukungan sebaya ini dapat saling memberi motivasi, mampu berinteraksi satu sama lain, berbagi cerita dan berbagi pengalaman tentang HIV/AIDS. Keluarga dengan ODHA dapat dilihat dari ODHA yang berobat atau memeriksakan kesehatannya di RS selalu didampingi oleh keluarga, dan masyarakat dengan ODHA antara lain masyarakat tempat tinggal ODHA bersikap baik dan mampu berinteraksi layaknya dengan orang yang tidak terinveksi HIV/AIDS. ODHA yang masih menyembunyikan indentitas dirinya karena merasa takut dengan stigma yang ada dimasyarakat.Simpulan dari penelitian ini yaitu proses interaksi sosial  yang dilakukan ODHA sudah cukup baik. Adanya tindakan kerja sama,akomodasi dan asimilasi sebagai proses interaksi sosial. Kerja sama yang dilakukan meliputi pembentukan kelompok sebaya, tindakan konseling. Kendala yang dihadipi adalah ODHA yang masih menyembunyikan identitas diri. Kata Kunci: ODHA, Interaksi Sosial, Stigma
INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA PEREMPUAN Suyanto Suyanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.761 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.411

Abstract

Inkontinensia urin merupakan salah satu gangguan perkemihan yang terjadi pada lanjut usia. Kejadian inkontinensia urin dapat disebabkan karena menurunnya fungsi kandung kemih dan penurunan otot disekitar saluran kemih. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa kejadian inkontinensia urin paling sering terjadi pada perempuan. Untuk memastikan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jeniskelamindengan inkontinensiaurinpada lansia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasi . penggumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Responden merupakan seluruh lansia yang mengalami inkontinensia urin. Instrument yang digunakan adalah International Consultant Incontinence Questionnaire-Urine Incontinence Short Form (ICIQ-UISF).51 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan teknik concecutive sampling. Uji analisis data menggunakan Chi-Square.Hasil analisis data didapatkan jenis kelamin perempuan mengalami inkontinensia urin sebanyak 35 (68.6%) responden, sedangkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 16 (31.4%) responden. Adapun derajat inkontinensia berat sebanyak 31 (60.8%) responden dan derajat inkontinensia sedang sebesar 20 (39.2%). Ada hubungan antara jenis kelamin dengan inkontinensia urin pada lansia dengan nilai p< 0,05 dengan nilai Odd Ratio (OR) 4.1 (1.2 – 14.5). Perlu adanya penelitian lanjutan terkait dampak inkontinensia urin pada kualitas hidup lansia. Kata Kunci : Inkontinensia Urin, Jenis Kelamin, Lansia
SISTEM PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI SEBUAH RUMAH SAKIT SWASTA DI KUDUS Endang Sri Lestari; Luki Dwiantoro; Hanifa Maher Denny
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.864 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v8i2.416

Abstract

Pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) merupakan hal yang penting dalam program peningkatan keselamatan pasien.Pelaporan insiden dapat membantu menemukan dan menyelesaikan masalah dengan mengaplikasikan metode problem solvingsebagai sebuah pembelajaran (learning).Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sistem pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP) di sebuah rumah sakit swasta di Kudus.Penelitian ini adalahpenelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam (in-depth interview)dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan  kepada dua informan utama yaitu kepala Bagian Mutu Akreditasi dan perawat pelaksana yang terkait langsung dengan pelaporan insiden, enam informan penunjang,serta satu informan triangulasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan insiden sudah dilakukan oleh sebuah rumah sakit swasta di Kudus. Struktur organisasi Bagian Mutu Akreditasi dimana terdapat divisimutu klinis. Pedoman dan panduan pelaporan insiden pun sudah dibuat, tetapi petugas dalam struktur organisasi mempunyai peran ganda sehingga uraian tugas tidak dikerjakan secara optimal. Pelaporan insiden di rumah sakit dilakukan ketika terjadi insiden, dengan menggunakan aplikasi SINDEN yang dibuat oleh rumah sakit berdasarkan formulir pelaporan insiden manual yang dikeluarkan oleh Kemenkes.Beberapa jenis insiden yang harus dilaporkan adalah Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), Kejadian Tidak Cedera (KTC), Kondisi Potensial Cedera (KPC) atau Kejadian Nyaris Cedera (KNC) yang menimpa pasien atau keluarga dan pengunjung. Pelaporan insiden dilakukan secara lengkap (100%) dan ketepatan sudah mencapai 90%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaporan insiden sudah dilakukan sesuai alur yang ditetapkan. Terdapat panduan pelaporan insiden yang disahkan oleh direktur. Pelaporan dilakukan oleh orang yang pertama kali menemukan insiden dan ia segera membuat pelaporan dalam kurun waktu 2x24 jam secara online menggunakan program Sinden.  Kata Kunci: Sistem Pelaporan Insiden, Keselamatan Pasien, Organisasi

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue