cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 354 Documents
HUBUNGAN LAMA RAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Faira Nazarida Faesar; Adiratna Sekar Siwi; Amelia Andini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.2837

Abstract

Ketidakpastian kesembuhan pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) berpotensi menimbulkan kecemasan pada keluarga. Kondisi kritis pasien, keterbatasan interaksi, serta keterbatasan informasi dari tenaga kesehatan menjadi faktor yang melemahkan beban psikologis keluarga. Selain itu, durasi perawatan yang panjang di ICU dapat meningkatkan tekanan emosional dan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan secara rasional. Kecemasan yang dialami oleh anggota keluarga pasien yang menerima perawatan di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Margono Soekarjo akan menjadi fokus penelitian ini. Tim peneliti dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan metodologi kuantitatif berdasarkan korelasi deskriptif. Sebanyak delapan puluh tiga keluarga pasien yang setuju untuk berpartisipasi dipilih secara acak untuk penelitian ini. Kuesioner kecemasan yang disebut Skala Kecemasan Penilaian Diri Zung (ZSAS) dan lembar untuk mengukur lamanya rawat inap digunakan sebagai instrumen. Untuk menganalisis data, uji korelasi Spearman Rank digunakan. Sebagian besar pasien memiliki lama rawat inap sedang (4-7 hari), dan sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan. Uji statistik menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan keluarga dan lama rawat inap (p < 0,05). Lamanya waktu yang dihabiskan pasien di unit perawatan intensif (ICU) merosot langsung dengan tingkat kecemasan keluarga. Hasil ini menunjukkan bahwa lama rawat pasien menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kondisi psikologis keluarga. Oleh karena itu, diperlukan dukungan psikologis dan komunikasi yang efektif dari tenaga kesehatan kepada keluarga selama proses perawatan intensif. 
PENINGKATAN KETERAMPILAN LAY RESCUER (PENOLONG AWAM) PADA KEJADIAN HENTI JANTUNG DI LUAR RUMAH SAKIT Egidius Umbu Ndeta; Raju Kapadia; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3186

Abstract

Kemampuan melakukan Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau perawat, tetapi juga penting dikuasai oleh masyarakat umum sebagai lay rescuer. Pemberian edukasi kesehatan mengenai tindakan resusitasi jantung paru kepada penolong awam sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pada korban dengan kondisi gawat darurat, khususnya pada kasus henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penolong awam. Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan pengukuran pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi pada kelompok perlakuan serta kelompok kontrol, dengan analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi berupa materi dan simulasi terkait bantuan hidup dasar, terjadi peningkatan keterampilan penolong awam dalam melakukan resusitasi pada korban henti jantung di luar rumah sakit dengan nilai p = 0,000. Keterampilan tersebut sangat berperan dalam meningkatkan respons awal pada keadaan darurat yang dapat menyelamatkan nyawa. Dengan demikian, pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) perlu terus dikembangkan dan diperluas penerapannya di masyarakat.
HUBUNGAN STRATEGI KOPING DENGAN KONFLIK KERJA-KELUARGA PADA TENAGA KESEHATAN PEREMPUAN DI RSUD AJIBARANG Arni Nur Rahmawati; Indri Heri Susanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3185

Abstract

Tenaga kesehatan perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja profesional sekaligus pengelola tanggung jawab keluarga rentan mengalami konflik kerja-keluarga (work-family conflict/WFC). Konflik ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis, kualitas hidup, dan kinerja. Strategi koping merupakan salah satu sumber daya personal yang digunakan individu untuk merespons tekanan akibat konflik peran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi koping dan konflik kerja-keluarga pada tenaga kesehatan perempuan di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 77 tenaga kesehatan perempuan yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Work-Family Conflict versi singkat (5 item) dan Brief COPE versi singkat (6 item) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami WFC kategori sedang (64,94%) dan memiliki strategi koping kategori sedang (63,64%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara strategi koping dan WFC (r? = 0,584; p < 0,001). Analisis kategorik dengan uji Chi-Square juga menunjukkan hubungan yang signifikan (?² = 19,387; p = 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konflik kerja-keluarga yang dialami, semakin tinggi pula intensitas strategi koping yang digunakan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi berbasis individu dan organisasi untuk mendukung tenaga kesehatan perempuan dalam menghadapi tuntutan peran ganda.
Implementasi Terapi Modalitas Life Review menggunakan Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Icca Narayani Pramudaningsih; Eny Pujiati; Hirza Ainin Nur
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3188

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan fase akhir dari siklus kehidupan yang ditandai dengan adanya proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi kognitif. Fungsi kognitif sangat penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari karena meliputi kemampuan memori, orientasi, perhatian, bahasa, hingga kemampuan dalam mengambil keputusan. Penurunan fungsi kognitif dapat menurunkan kualitas hidup, kemandirian, bahkan berisiko menimbulkan ketergantungan pada orang lain. di Indonesia berdasarkan Riskesdas (2018) prevalensi penurunan fungsi kognitif pada lansia cukup tinggi, di mana sekitar 22% lansia mengalami gangguan kognitif ringan hingga sedang. Penanganan penurunan kognitif yang sering digunakan yaitu terapi modalitas Life Review dengan modifikasi permainan ular tangga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Terapi Modalitas Life Review menggunakan Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment Design dengan metode One Group Pre-test-post-test design. Populasi penelitian ini adalah lansia di panti Panti Sosial Potroyudan sebanyak 80 lansia. Sampel sebanyak 35 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Mei 2025 menggunakan instrumen kuesioner Mini Mental Status Eximinitation (MMSE). Analisa data penelitian menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan fungsi kognitif lansia setelah diberikan intervensi terapi modalitas. Nilai rata-rata fungsi kognitif sebelum intervensi adalah 21,87, kemudian meningkat menjadi 25,96 setelah dilakukan terapi modalitas selama empat minggu. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penerapan terapi modalitas terhadap fungsi kognitif lansia. Kesimpulan: Terapi modalitas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia dengan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05). Terapi modalitas Life Review dengan menggunakan permainan ular tangga bisa menjadi salah satu implementasi nonfarmakologis dalam program pelayanan kesehatan lansia untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif
Community-Based Empowerment Intervention to Strengthen Maternal Health Behavior: A Quasi-Experimental Study Sri Wahyuni; Dewi Umbarsari; Ria Wahyuni; Rika Riyandani; Asridawati Akib
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.3432

Abstract

Maternal health behavior is a key determinant in reducing maternal and child mortality and improving overall family health. Although various health programs have been implemented through primary healthcare services, improvements in maternal health behavior remain suboptimal. Therefore, a community-based empowerment approach involving families, community health volunteers, and the broader community is needed. Objective: This study aimed to analyze the effectiveness of a community-based empowerment intervention in strengthening maternal health behavior in the working area of Tamalanrea Jaya Primary Health Center, Makassar, Indonesia. Methods: This quantitative study employed a quasi-experimental pretest-posttest control group design. A total of 52 respondents were recruited using purposive sampling and assigned to an intervention group 26 and a control group 26. The intervention was implemented over eight weeks through health education, community health volunteer mentoring, group discussions, and home visits. Data were collected using a validated and reliable maternal health behavior questionnaire. Data analysis included univariate and bivariate analyses. The Shapiro-Wilk test indicated that all variables were normally distributed (p > 0.05); therefore, Paired Sample t-test and Independent Sample t-test were used for statistical analysis. Results: The mean maternal health behavior score in the intervention group increased significantly from 61.38 ± 7.42 at baseline to 82.54 ± 6.15 after the intervention (p < 0.001), whereas no significant improvement was observed in the control group (p = 0.083). Furthermore, a significant difference in post-intervention maternal health behavior scores was found between the intervention and control groups (p < 0.001). Conclusion: Community-based empowerment interventions are effective in improving maternal health behavior and have the potential to serve as a promotive and preventive strategy to support efforts to reduce maternal mortality through strengthening primary healthcare services.
HUBUNGAN ANTARA CYBERLOAFING DENGAN SCHOOL ENGAGEMENT PADA SISWA SMA “X” Nurrita Catharina Rosadi; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2932

Abstract

Perkembangan teknologi digital tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi bagi siswa, tetapi juga memunculkan persoalan baru berupa meningkatnya kecenderungan siswa menggunakan perangkat digital untuk aktivitas non-akademik selama pembelajaran (cyberloafing). Pola penggunaan teknologi yang kurang terkontrol ini berpotensi mengganggu fokus belajar dan memengaruhi tingkat keterlibatan siswa di sekolah (school engagement), yang mencakup aspek perilaku, kognitif, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberloafing dengan school engagement pada siswa SMA “X”. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 307 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Cyberloafing (9 item) dan School Engagement Measure (15 item). Analisis hubungan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara cyberloafing dan school engagement dengan nilai p < 0,001 dan koefisien korelasi r = –0,274. Hal ini berarti semakin tinggi perilaku cyberloafing yang dilakukan siswa selama pembelajaran, maka semakin rendah school engagement. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cyberloafing berpengaruh terhadap penurunan school engagement siswa, sehingga diperlukan upaya pengelolaan penggunaan perangkat digital yang lebih adaptif selama kegiatan belajar.
HUBUNGAN DURASI PENERAPAN INTERMITTENT FASTING TERHADAP KUALITAS DIET DAN RISIKO TERJADINYA PERILAKU EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA Zakiyyah Putri Ramadhani; Popi Sopiah; Imam Tri Sutrisno
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2927

Abstract

Intermittent fasting atau puasa intermiten merupakan salah satu metode diet yang saat ini banyak diterapkan oleh mahasiswa untuk mencapai berat badan ideal dan meningkatkan gaya hidup sehat dengan membatasi waktu makan pada periode tertentu. Intermittent fasting dikenal sebagai intervensi diet yang memiliki banyak manfaat, diantaranya memperbaiki metabolisme tubuh dan meningkatkan kualitas hidup. Penerapan diet yang baik harus memperhatikan pola asupan nutrisi yang sesuai dengan rekomendasi gizi dalam mencegah terjadinya penyakit tidak menular dan gangguan perilaku makan. Pelaksanaan intermittent fasting yang tidak tepat dapat memengaruhi kualitas diet dan berpotensi memicu terjadinya perilaku emotional eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan intermittent fasting terhadap kualitas diet dan risiko terjadinya perilaku emotional eating pada mahasiswa. Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan metode total sampling pada mahasiswa yang sedang menjalani intermittent fasting. Instrumen penelitian terdiri dari Kuesioner Durasi Penerapan Intermittent fasting, Diet Quality Questionnaire (DQQ), dan Emotional Eater Questionnaire (EEQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s correlation untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara durasi penerapan IF dengan kualitas diet (p-value 0,277) maupun hubungan antara durasi intermittent fasting dengan risiko terjadinya emotional eating (p-value 0,548). Durasi penerapan intermittent fasting yang diterapkan bervariasi. Sebagian besar mahasiswa yang menerapkan IF berada dalam kategori kualitas diet yang baik dan sesuai dengan Global Detary Recommendation score, serta tingkat emotional eating yang berada dalam kategori ketiga, yaitu emotional eating. Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian longitudinal prospektif untuk memastikan hubungan sebab-akibat dan perubahan yang lebih kuat antar variabel.
THE ROLE OF THE INTERNET IN IMPROVING THESIS COMPILATION MOTIVATION FOR NURSING STUDENTS Jhoanda Bahtiar Pratama; Shindi Hapsari; M Jamaluddin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.3193

Abstract

The advancement of information technology, particularly the internet, has transformed the learning process in higher education, not only as a source of information but also as a medium for academic communication. However, studies specifically examining the role of the internet as a communication medium in influencing thesis-writing motivation among nursing students remain limited. This study aimed to analyze the relationship between internet use as a communication medium and thesis-writing motivation among undergraduate nursing students at Universitas Muhammadiyah Semarang. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. A total of 48 students were selected using purposive sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using Spearman’s Rho test. The results showed a significant relationship between internet use as a communication medium and thesis-writing motivation (p < 0.05). These findings indicate that optimizing the use of the internet as an academic communication medium can enhance students’ motivation in completing their thesis. This study contributes to the development of digital-based learning strategies, particularly in improving the effectiveness of academic supervision in nursing education.Keywords: internet, communication media, motivation, final project, nursing students
PERBANDINGAN IDEASI BUNUH DIRI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PERDESAAN Sarah Sarah; Reni Nuryani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.2926

Abstract

Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis karena tuntutan akademik yang tinggi, tekanan selama praktik klinik, serta faktor sosial dan emosional yang kompleks. Tekanan tersebut dapat memicu munculnya masalah kesehatan mental, salah satunya ideasi bunuh diri. Ideasi bunuh diri menjadi perhatian serius karena merupakan fase awal dari perilaku bunuh diri yang termasuk masalah kesehatan global dan berdampak fatal apabila tidak ditangani sejak dini. Berbagai faktor dapat memengaruhi munculnya ideasi bunuh diri, salah satunya adalah lingkungan tempat tinggal. Mahasiswa yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih rentan mengalami stres, persaingan tinggi, serta isolasi sosial, sementara mahasiswa di wilayah perdesaan menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ideasi bunuh diri pada mahasiswa keperawatan berdasarkan wilayah tempat tinggal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif komparatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 62 mahasiswa yang diambil melalui teknik disproportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Suicidal Ideation Scale, kemudian data dianalisis menggunakan uji statistik non  parametrik Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan (U = 346,5; p = 0,046) dengan mean rank mahasiswa perkotaan 35,82 lebih tinggi dibandingkan perdesaan 27,18 dengan ukuran efek 0,279 menunjukkan perbedaan berada dalam kategori sedang. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa latar wilayah tempat tinggal berkontribusi terhadap munculnya ideasi bunuh diri. Hasil penelitian ini mengharapkan bahwa  institusi pendidikan dapat meningkatkan program deteksi dini kesehatan mental yang dilakukan secara berkala dan dukungan kesehatan mental dengan menyediakan bimbingan konseling yang memperhatikan latar belakang wilayah tempat tinggal mahasiswa.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Eka Safitri; Roza Erda; Savitri Gemini
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i2.3002

Abstract

Lansia berusia 60 tahun ke atas lebih rentan terhadap penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti hipertensi. Hipertensi adalah masalah kesehatan jangka panjang yang sangat umum kepada lansia serta merupakan faktor risiko utama munculnya penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung koroner. Hipertensi tidak hanya memerlukan pengobatan farmakologis; metode non-farmakologis juga dapat secara alami membantu meminimalisir tekanan darah serta menaikkan tingkat kualitas hidup lansia. Terapi Relaksasi Benson yaitu teknik relaksasi yang terbukti efektif yang meminimalisir tekanan darah secara fisiologis, mengurangi fungsi sistem saraf simpatik, dan mengaktifkan respons tubuh untuk relaksasi. Pengaruh Terapi Relaksasi Benson kepada penurunan tekanan darah bagi lansia melalui hipertensi adalah subjek penelitian ini. Metode Quasi-Eksperimen dengan desain Pre-Post Test with Control Group digunakan. Penelitian ini melibatkan semua lansia yang mengidap hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sei Langkai Kota Batam, dan 32 responden dipilih secara purposive. Responden dibagi jadi 2 kelompok: 16 lansia muda dalam kelompok intervensi yang menerima Terapi Relaksasi Benson secara teratur serta 16 lansia muda dalam kelompok kontrol yang tidak mendapat intervensi. Tekanan darah diukur sesudah dan sebelum terapi, dan analisis dilakukan memperugnakan uji statistik komparatif. Hasil penelitian menunjukkan pada tekanan diastolik dan sistolik, kelompok intervensi terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan dibanding kelompok kontrol, dengan nilai p di bawah 0,05. Hasilnya memperlihatkan bahwasanya Terapi Relaksasi Benson adalah metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengendalikan hipertensi lansia. Oleh karenanya, pendekatan ini bisa digunakan pada praktik keperawatan di layanan kesehatan primer untuk membantu mencegah komplikasi kardiovaskular, meningkatkan kesehatan lansia, dan mendorong pengelolaan hipertensi secara lebih holistik dan berkelanjutan

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue