cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
Uji mikrobiologis susu sapi perah Friesh Holland : tinjauan dari sistem manajemen sanitasi yang berbeda pada sapi perah Banamtuan, Nikson Feki; Handayani, Sri; Suroto, Karunia Setyowati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the total number of Plate Count and MPN E.Koli on milk dairy Friesh Holland The experimental method was experimental by using a randomized block design with 6 treatments of 3 replications so that there were 18 experimental units consisting of P1 = (A1: river water + C1: hand washing rod + S1: udder and nipple washed) P2 = (A1: water + C2: washing hands + S1: udder and nipple in washing) P3 = (A2: well water + C1: hand washed + S1: udder and nipple washed) P4 = (A2: well water + C1: rouge not washing hands + S2: udder and nipple washed) P5 = (A3: water PDAM + C1: hand washing basin + S1: udder and nipple washed) P6 =(A3: water PDAM + C2: hand wash washed + S2: udder and nipple not washed). The variables observed in this research are Total Plate Count and MPN E.Koli Analysis of total plate count and MPN e.coli using analysis of variance (ANOVA) based on the results of this study it can be concluded that the sanitation management system to the highest total count count is found in the treatment of 1 (P1 = (A1 + C1 + S2) with the Total Plate Count 10.5x107 ± 0.59b while the highest MPN E.Koli at treatment (P1 = (A1 + C1 + S2) with MPN value 3.03 mpn / ml. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah Total Plate Count dan Most Probable Number Escherichia coli pada susu sapi perah Friesh Holland. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 6 perlakuan 3 ulangan perlakuan meliputi P1= (A1 : air sungai + C1: pemerah tidak mencuci tangan + S1: ambing dan putting dicuci) P2 = (A1: air sungai + C2: pemerah mencuci tangan + S1: ambing dan putting di cuci) P3: (A2 : air sumur +C1: pemerah tidak mencuci tangan + S1: ambing dan putting dicuci) P4 = (A2 : air sumur + C1: pemerah tidak mencuci tangan + S2 : ambing dan putting tidak dicuci) P5 = (A3 : air PDAM + C1: pemerah tidak mencuci tangan + S1: ambing dan putting dicuci) P6 = (A3: air PDAM + C2: pemerah mencuci tangan + S2: ambing dan putting tidak dicuci). Hasil penelitian ini adalah jumlah Total Plate Count yang meliputi perlakuan: P1=10,5x107 cfu/ml. P2 = 8,7x105cfu/ml. P3 = 8,6x105 cfu/ml. P4 = 8,7x105cfu/ml. P5 = 8,6x105cfu/ml. P6 = 8,5x105cfu/ml dan MPN E.koli yang meliputi perlakuan: P1=3,03 mpn/ml. P2=2,02 mpn/ml. P3=0 mpn/ml. P4=1,92 mpn/ml. P5=0 mpn/ml. P6=1,83 mpn/ml.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI DALAM KEMITRAAN KELOMPOKTANI BUNGA KRISAN (Chrysanthemum Indicum L) DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN BATU KOTA BATU Lisa, Theodosia Melsanti; Masduki, Said; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani pada kemitraan kelompoktani bunga krisan, dan mengetahui pendapatan petani bunga krisan sebelum bermitra dan sesudah bermitra. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi, BNT dan Normalitas. Dari hasil analisis diketahui pendapatan petani mengalami peningkatan sebesar 1 dengan nilai rata ? rata Y1= Rp. 1.306.000 mengalami peningktan ke Y2= Rp. 3.536.000. Hasil penelitian pengaruh variabel umur, pendidikan luas usaha, ketersediaan modal dan lama bermitra berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani dilihat dari thitung = 12,234> t0,05 = 2,048. Hasil penelitian diketahui bahwa Umur (X1), Pendidikan (X2), Luas Usaha (X3), Ketersedian Modal (X4) dan Lama Bermitra (Thn) (X5) terhadap Pendapatan Petani di Desa Sidomulyo (Y) mempunyai makna yang cukup kuat yang dapat dilihat dari nilai R square sebesar 0,689 atau 68,9% sedangkan 0,311 atau 31,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diteliti. Diketahui bahwa nilai Fhitung = 4,355> nilai F0,05= 4,20 diartikan bahwa variabel bebas Umur (X1), Pendidikan (X2), Luas Usaha (X3), Ketersedian Modal (X4) dan Lama Bermitra (Thn) (X5) terhadap Pendapatan Petani di Desa Sidomulyo (Y) mempunyai hubungan yang signifikan.
PENGARUH PEMBERIAN ’’PUYER HERBAL” TERHADAP BOBOT PANEN, NEKROSIS USUS HALUS, DAN pH USUS HALUS PADA AYAM BROILER Supartini, Nonok; Thiasari, Nurita; Ceunfin, Sisilia
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of different levels of herbs powder to the on slaughter weight, intestinal necrosis, and pH Intestine in broiler chickens, as well as to obtain ideal herbs powder level for broiler chickens. The feed used BR1 for 1-7 days old and feed formulations for 8-35 days old consist of: yellow corn, pollard, meat meal, soybean meal, salt, DL-Metionin and lysine. Method P0 : feed formulation without herbs powder, P1 : feed formulation + 0.3% herbs powder, P2: feed formulation + 0.6% herbs powder, P3 : feed formulation + 0.9% herbs powder. The herbs powder administration based on weekly body weight. This research method used Completely Random Design with 4 treatments and 4 replications. The results showed that the administration of herbs powder with different levels significantly affected (P
PENGARUH PERIODE KELAHIRAN TERHADAP PERSENTASE HETEROSIS, BOBOT LAHIR, PERTUMBUHAN UKURAN TUBUH SEBELUM SAPIH, DAN BOBOT SAPIH, PADA KAMBING BOERJA Nggiku, Adrianus Keba; Susanti, Sri; Suharto, Kresno
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to calculate the profile of the productivity of Boerja goats at included: birth weight, body size growth prior to weaning and weaning weight. The research was conducted in the CV. Peternakan Kambing Boerja for 3 months, (In early May until early July 2016).The material used in this study was the parent of Boerja goat (F1 and F2) with the number of 20 goats (10 Boerja F1 and 10 Boerja F2) which had a complete recording. Based on the result, it showed that the heterosis birth weight and weaning weight of Boerja goat F1 and F2 indicated that the period of third birth increased compared to the first, second and fourth period of the birth. It was influenced by the high weight of the calf born to the third period which effected the growth size of the body prior to weaning and weaning weight. Because different birth weight would require different feeding and body size. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung profil produktifitas ternak kambing meliputi: bobot lahir, pertumbuhan ukuran tubuh sebelum sapih, bobot sapih. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Peternakan Kambing Boer jaselama 3 bulan, (pada awal mei sampai awal juli 2016). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk kambing Boerja (F1 dan F2) dengan jumlah 20 ekor (10 ekor Boerja F1 dan 10 ekor Boerja F2) yang memiliki recording lengkap. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa heterosis bobot lahir, dan bobot sapih kambing boerja F1 dan F2 menunjukkan bahwa periode kelahiran ke ? 3 lebih meningkat di bandingkan dengan periode kelahiran 1, 2 dan 4. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya bobot lahir anak periode ke ? 3 yang berdampak pada peningkatan perkembangan ukuran tubuh sebelum sapih dan bobot sapih. Karena bobot lahir yang berbeda akan memiliki kebutuhan pakan dan perkembangan ukuran tubuh yang berbeda.
PENGGUNAAN PAKAN KONSENTRAT HIJAU DALAM VARIASI PAKAN BASAL TERHADAP KONSUMSI PAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA (Penelitian Di Peternakan Rakyat Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang) Takajanji, Marlon Ndawa; Thiasari, Nurita; Susanti, Sri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to find out the addition of green concentrate in variation of basal feed to feed consumption of Etawa crossbreed goat. The research was done in Klampok Village of Singosari Subdistrict and a proximate analysis was done at Nutrition and Feed Laboratory, Brawijaya University. The research material consist of 16 male Etawa crossbreed goats with an average body weight around 26.63±8.93 kg. The concentrate ingredients consist of bran, milled corn, soybean meal, coconut meal, minerals, molasses, leaf powder (gamal leaf, lamtoro leaf, kaliandra leaf and jackfruit leaf). The experimental method used a Randomized Block Design (RBD) consist of 4 treatments with 4 replications. The treatment used green concentrate with the addition of leaf powder 18% crude protein. The different proportion of leaf powder P0 = without addition of leaf powder, P1 = 10% leaf powder addition, P2 = 20% leaf powder addition, P3 = 30% leaf powder addition. The variable were measured Basal feeding variation, about consumption of dry matter (CDM), consumption of organic matter (COM), consumption of crude protein (CCP), consumption crude of fiber (CCF), and consumption of crude lipid (CCL). The results showed that the most common forage goats was Paitan leaf with percentage of 39.87%, and the forage which rarely given to the goats were mindi, mimba, lamtoro, cassava and kaliandra leaves with a percentage of 0.22% . The result analysis from each treatment was not significant (P> 0.05) on the consumption of CDM, COM, CCP, CCF, and CCL. The highest average of consumption value was found in P2 (CDM 899.42±148.62 g, COM 802.76±129.35 g, CCP 180.69±35.16 g, CCF 195.94±51.75 g and CCL 30.53±9.65 g). The best result for feed consumption of etawa crossbreed goats at the persentase 20% of green concentrate Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengetahui penggunaan konsentrat hijau dalam variasi pakan basal terhadap konsumsi pakan Kambing Peranakan Etawa. Penelitian dilaksanakan di Desa Klampok Kecamatan Singosari dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Universitas Brawijaya. Materi penelitian terdiri dari 16 ekor kambing Peranakan Etawa jantan dengan bobot badan 26,63±8,93 kg. Bahan pakan penyusun konsentrat meliputi bekatul, jagung giling, bungkil kedelai, bungkil kelapa, mineral, molases, tepung daun (daun gamal, daun lamtoro, daun kaliandra dan daun nangka). Metode percobaan mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan menggunakan tepung daun dalam konsentrat hijau dengan protein kasar 18%. Proporsi tepung daun berbeda yaitu P0 = tanpa penambahan tepung daun, P1 = penambahan tepung daun 10 %, P2 = penambahan tepung daun 20%, P3 = penambahan tepung daun 30%. Variabel yang diukur variasi pakan basal, konsumsi bahan kering (KBK), konsumsi bahan organik (KBO), konsumsi protein kasar (KPK), konsumsi serat kasar (KPK), dan konsumsi lemak kasar (KLK). Hasil penelitian menunjukan pakan hijaun yang paling sering diberikan pada ternak kambing adalah daun paitan dengan persentase sebesar 39,87%, dan yang paling jarang diberikan adalah daun mindi, daun mimba, daun lamtoro, daun singkong dan daun kaliandra dengan presentase sebesar 0,22%). Perlakuan yang diuji memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap KBK, KBO, KPK, KSK, dan KLK, dengan nilai konsumsi tertinggi terdapat pada P2 (KBK 899,42±148,62 g, KBO 802,76±129,35 g, KPK 180,69±35,16 g, KSK 195,94±51,75 g dan KLK 30,53±9,65 g). Pemberian konsentrat hijau dengan proporsi tepung daun 20% merupakan hasil yang terbaik terhadap konsumsi pakan kambing peranakan etawa.
APLIKASI PUPUK NITROGEN DAN KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR (Capsicum annum L.) Age, Yustina; Indawan, Edyson; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Large chili plants (Capsicum annum L.) is one type of horticultural crops that many people need in daily life. The decrease of pepper production is caused by poor soil structure, and low availability of soil nutrients. Nitrogen needs to improve vegetative growth of plants, while potassium is intended to increase the production and quality of plants. The objective of this research is to know the effect of Nitrogen (Urea), Potassium (KCl) fertilizer interaction on growth and yield of big chilli plant. The experiment was conducted in Gading Kulon Village, Dau District, Malang Regency, starting from June to September 2015. The materials used are Chili Fada varieties. The method using RAK consists of two factors. First factor : N0 (control), N1 (75 kg N/ha), N2 (151 kg N/ha), N3 (302 kg N/ha). The second factor : K1 (60 kg K2O/ha), K2 (120 kg K2O/ha, K3 (240 kg K2O/ha) .The results showed the interaction of Nitrogen 302 kg N/ha and Koderous fertilizer of 240 kg K2O/ha Flowers 7,33 higher than on the application of Nitrogen 151 kg N/ha fertilizer and the fertilizer Potassium 240 kg K2O/ha yield 7.00 flower. Tanaman cabai besar (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penurunan produksi cabai disebabkan oleh struktur tanah tidak baik, dan rendahnya ketersediaan unsur hara dalam tanah. Kebutuhkan Nitrogen untuk memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, sedangkan Kalium dimaksudkan meningkatkan produksi dan kualitas tanaman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interaksi pupuk Nitrogen (Urea), Kalium (KCl) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar. Penelitian dilaksanakan di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dimulai dari bulan Juni-September 2015. Bahan yang digunakan cabai varietas Gada F1. Metode mengunakan RAK terdiri dua faktor. Faktor pertama : N0 (kontrol), N1 (75 kg N/ha), N2 (151 kg N/ha), N3 (302 kg N/ha). Faktor kedua : K1 (60 kg K2O/ha), K2 (120 kg K2O/ha, K3 (240 kg K2O/ha). Hasil penelitian menunjukan interaksi pemberian Nitrogen 302 kg N/ha dan pupuk Kalium 240 kg K2O/ha menghasilkan jumlah bunga 7,33 lebih tinggi dari pada pemberian pupuk Nitrogen 151 kg N/ha dan pupuk Kalium 240 kg K2O/ha menghasilkan jumlah bunga 7,00.
KONSENTRASI DAN LAMA FERMENTASI PADA PEMBUATAN TEPUNG PATI UMBI KELADI (Colocasia esculenta) TERMODIFIKASI ASAM SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA Mema Ma?u, Damianus Merkurius; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi bakteri yoghurt serta lama fermentasi yang terbaik dalam pembuatan pati umbi keladi asam dan mengetahui kelayakan usaha pembuatan tepung pati umbi keladi termodifikasi asam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor (dengan 2 kali ulangan). Faktor I adalah konsentrasi bakteri yoghurt (1%, 2%, 3% dan 4%) dan faktor II adalah lama fermentasi selama 9 hari . Penelitian dilaksanakan dilaboratorium Rekayasa Proses dan Produksi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan laboratorium Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang dari bulan Juni sampai bulan Juli 2015. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi bakteri yoghurt 2% dan lama fermentasi 6 hari. NH sebesar 0.922 serta mempunyai rata-rata, Total asam 0,146%, pH 6,365%, kadar pati 97,975%, Rendemen 21,5%, Intensitas warna tepung 96,450%, Aroma 3.60 % (netral) , Warna 3,75% (netral). Berdasarkan perhitungan analisa kelayakan usaha dengan nilai HPP Rp 7657,23, BEP harga Rp 163.714.513, keuntungan /bulan Rp 5.675.000, keuntungan/tahun Rp 68.100.000, RCR = 1,17 jadi usaha ini layak diusahakan.
ANALISA KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN NATA DE COCO MENGGUNAKAN SUMBER NITROGEN DARI KECAMBAH Mandasari, Fika; Santosa, Budi; Rozana, Rozana
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata de coco is a coconut based food product produced by the bacterium Acetobacter xylinum. The purpose of this study was to analyze the feasibility of business in the manufacture of nata de coco by utilizing sprouts as an alternative nitrogen source. Sprouts have a nitrogen content of 20-30%. Calculation of business feasibility analysis on the nata de coco extraction from sprouts, namely BEP Unit of 2.528 and BEP Price, namely Rp 29.330.290 for 5 years of production. The HPP is Rp 10.026,82 and the selling price is Rp 11.600 per 1000 grams. The NPV calculation is Rp 8.350.151, Net B/C is 1,6 while the R/C ratio obtained is 1,16. The IRR for the nata de coco business is 19% and the Payback Period or the time period needed to return all costs incurred in investing in nata de coco products for 1,03 years. Nata de coco merupakan produk pangan berbahan dasar air kelapa yang dihasilkan oleh bakteri Acetobacter xylinum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kelayakan usaha pada pembuatan nata de coco dengan memanfaatkan kecambah sebagai sumber nitrogen alternatif. Kecambah mempunyai kandungan nitrogen sebesar 20-30%. Perhitungan analisa kelayakan usaha pada pembutan nata de coco dari kecambah yaitu BEP Unit sebesar 2.528 dan BEP Harga yaitu Rp 29.330.290 selama 5 tahun produksi. HPP sebesar Rp 10.026,82 dan harga jual yaitu Rp 11.600 per 1000 gram. Perhitungan NPV sebesar Rp 8.350.151, Net B/C sebesar 1,6 sedangkan R/C ratio yang diperoleh sebesar 1,16. IRR pada usaha nata de coco sebesar 19% dan Payback Period atau jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan semua biaya yang telah dikeluarkan dalam berinvestasi produk nata de coco selama 1,03 tahun.
PERFORMAN BROILER YANG DIBERI SUPLEMEN “PUYER HERBAL” Deta, Yonatan; Setiyawan, Ahmad Iskandar; Supartini, Nonok
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broilers who are given synthetic antibiotics will produce less healthy meat to consumption, due to the residue of chemicals contained in the meat. kunyit, kencur and temulawak are plants that contain curcumin and atsiri oils. This active substance can replace antibiotics to improve performance and quality of meat broiler. The aim of this study to determine the effect of puyer herbal as supplement on broiler performance which includes the consumption of rations, weight gain and fed conversion. This research was conducted on 28 March 2017 - 01 May 2017 At the Agricultural Laboratory of Tribhuwana Tunggadewi University Malang. The material used is DOC amounted to 80 chick with the average body weight of 50.39 grams / chick, kunyit, kencur and temulawak. The method used was experimental method using completely randomized design, with 4 treatments and 4 replications. Each treatment with detail P0 = giving of ration without puyer herbal, P1 = giving of ration + puyer herbal 0,3%, P2 = giving of ration + puyer herbal 0,6%, P3 = giving of ration + puyer herbal 0,9%. the data were analyzed by RAL, if any real different will be tested by BNT test. The results of the study showed that using puyer herbal in the ration gave a very real signifancantly diferent on ration consumption, body weight gain and fed conversion. The highest ration consumption was in P3 that is 3267,25 gram / chick, the highest body weight gain in P3 is 39,67 gram / chick and the lowest fed conversion at P3 that is 2,27 / chick. the results of the study can be concluded that the provision of puyer herbal as supplements gave a very real effect on the research variables at the level of supplementation 0.9%. It is recommended if there is application about giving herbal powder supplements on broiler, as well as given with level 0,9%. Broiler yang diberi antibiotik sintetik akan menghasilkan daging yang kurang sehat untuk dikonsumsi, disebabkan residu bahan ? bahan kimia yang terdapat dalam dagingnya. Kunyit, kencur dan temulawak merupakan tanaman yang memiliki kandungan kurkumin dan minyak atsiri. Zat aktif ini mampu menggantikan fungsi antibiotik sintetik didalam tubuh ayam broiler. Seperti memperbaiki performan dan kualitas daging. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suplemen puyer herbal terhadap performan broiler yang meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 maret 2017 - 01 mei 2017 Di Laboratorium Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Materi yang digunakan yaitu DOC berjumlah 80 ekor dengan rataan bobot badan 50,39 gram/ekor, kunyit temulawak dan kencur. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan dengan rincian P0 = pemberian ransum tanpa puyer herbal, P1 = pemberian ransum + puyer herbal 0,3 %, P2 = pemberian ransum + puyer herbal 0,6 %, P3 = pemberian ransum + puyer herbal 0,9 %. Data penelitian dianalisis menggunakan RAL, jika terdapat perbedaan yang sangat nyata akan diuji lanjut dengan uji BNT. Dari hasil penelitian menunjukkan pemberian suplemen puyer herbal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Konsumsi ransum tertinggi terdapat pada P3 yaitu 3267,25 gram/ekor, pertambahan bobot badan tertinggi pada P3 yaitu 39,67 gram/ekor dan konversi ransum terendah pada P3 yaitu 2,27/ekor. Dengan demikian hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian suplemen puyer herbal memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel penelitian pada level pemberian suplemen 0,9 %. Disarankan apabila ada penerapan mengenai pemberian suplemen puyer herbal pada broiler, sebaik diberikan dengan level 0,9 %.
PERENCANAAN LANSKAP KAWASAN EKOWISATA PANTAI KONDANG MERAK DI DESA SUMBER BENING, KEC. BANTUR, KAB. MALANG, JAWA TIMUR Randa, Eligius; Budiyono, Debora; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kondang Merak mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh masyarakat pada tahun 1987 dan mempunyai beberapa keunggulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik. Ekowisata Pantai Kondang Merak juga memiliki kendala yaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyarakat menjaga lingkungan. Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan lanskap kawasan Ekowisata Pantai Kondang Merak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap. Hasil penelitian menunjukan kawasan ekowisata Pantai Kondang Merak memiliki luas 37.2 ha yang terdiri dari zona inti dengan luas 7.22 ha (19.4%), zona penyangga dengan luas 17.34 ha (64.6%), dan zona pemanfaatan 12.64 ha (34.0%). Pengembangan kawasan ekowisata Pantai Kondang Merak sebagai kawasan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep lanskap terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas, dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plan dan site plan.