cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PERMODALAN BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT Diana, Silvia Nur; Agustina, Isna Fitria
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i1.2783

Abstract

This study aims to find out how well the loan capital program is running in improving the community's economy through the Community Self-Reliance Agency using a qualitative descriptive method. Data collection in this study was carried out through observation, interviews for primary data collection and documentation. The results showed that the revolving loan program at BKM Maju Makmur, Kajeksan Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency was running well according to the expected goals. The community is very enthusiastic about this revolving loan program because they no longer need to borrow money from installment banks. in its management, the BKM is very transparent and can convince the public that the program provided by the government can work according to its objectives, namely the utilization of the community's economy. The existence of a revolving loan program really helps the community in improving their economy such as providing venture capital. But from the results of the research, there were also a few problems where some people did not want to be responsible for repaying each month. Therefore, in order for the revolving loan at BKM Maju Makmur to continue to run, people who do not want to repay it pay more attention, such as being given sanctions in the form of fines so that it does not have an impact on the people who need the loan. Apart from that, this research can also contribute to carrying out loan revolving to empower the community's economy through the BKM capital program.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berjalannya program permodalan pinjaman bergulir dalam meningkatkan perekonomian Masyarakat melalui Badan Keswadayaan Masyarakat menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilaksanakan melalui observasi, wawancara untuk pengumpulan data primer serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pinjaman bergulir yang ada di BKM Maju Makmur Desa Kajeksan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Masyarakat sangat antusias adanya program pinjaman bergulir ini karena mereka tidak lagi membutuhkan pinjaman uang dari bank cicilan. dalam pengelolaannya pihak BKM sangat transparan dan bisa meyakinkan Masyarakat kalau program yang diberikan oleh pemerintah ini bisa berjalan sesuai tujuan yakni memberdayakan ekonomi Masyarakat. Adanya program pinjaman bergulir sangat membantu Masyarakat dalam meningkatkan peekonomiannya seperti memberikan modal usaha. Tetapi dari hasil penelitian juga ditemui sedikit permasalahan dari Sebagian Masyarakat tidak mau bertanggung jawab untuk mengangsur tiap bulannya. oleh karena itu, agar pinjaman bergulir di BKM Maju Makmur agar terus berjalan lebih diperhatikan Masyarakat yang tidak mau mengangsur seperti diberikan sanksi berupa denda agar tidak berdampak pada Masyarakat yang membutuhkan pinjaman tersebut. selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi dalam menjalankan pinjaman bergulir untuk memberdayakan ekonomi Masyarakat melalui program permodalan BKM.
EVALUASI PROGRAM E-KELURAHAN DI KOTA PADANG MENGGUNAKAN E-GOVERNMENT MATURITY MODEL Rusnita, Widya Cancer; Aromatica, Desna; Putera, Roni Ekha
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2626

Abstract

E-Kelurahan is a web-based application e-Governemnt at Kelurahan used for document publishing. The results of the 2022 research regarding the effectiveness of the e-Kelurahan program at Padang City have not been effective. So this research aims to evaluate e-Kelurahan services using Maturity e-Government Models, used is the Five pillars of e-Government put forward by Fietkiewicz, Mainka Stock in 2017 which consist of Information Dissemination, Communication, Transactions, Interoperability, and Participation which is the latest evolution of the theory of E-Government Maturity Models. The research method uses descriptive qualitative.  According to the findings of this study, not all pillars have been fulfilled by e-Kelurahan, especially the pillars of communication, transaction, interoperability, and participation. There was a decline in the e-Kelurahan function due to a lack of preparedness of human resources and a lack of support in terms of budget. So that the implementation of e-Kelurahan objectives to make it easier for the public to access services online and improve the quality of services in Kelurahan was not well achieved. The drawback of this theory, the analysis only focuses on website development, ignoring other factors such as organization, resources, and supervision which are also implementation problems.E-Kelurahan adalah aplikasi berbasis web di kelurahan yang digunakan untuk penerbitan dokumen. Hasil penelitian tahun 2022 tentang efektivitas program e-Kelurahan di Kota Padang menunjukkan bahwa penerapan e-kelurahan belum efektif. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layanan e-Kelurahan menggunakan Maturity e-Government Models, yakni lima pilar e-Government yang dikemukakan oleh Fietkiewicz, Mainka Stock pada tahun 2017 yang terdiri dari Penyebarluasan Informasi, Komunikasi, Transaksi, Interoperabilitas dan Partisipasi yang merupakan evolusi terbaru dari teori E-Government Maturity Models. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian ini, belum semua pilar dipenuhi oleh e-Kelurahan, terutama pilar komunikasi, transaksi, interoperabilitas dan partisipasi. Terjadi penurunan fungsi e-Kelurahan karena kurangnya kesiapan sumber daya manusia dan kurangnya dukungan dari segi anggaran. Sehingga implementasi tujuan e-Kelurahan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan secara online dan meningkatkan kualitas layanan di Kelurahan tidak tercapai dengan baik. Kelemahan dari teori ini, analisis hanya fokus pada pengembangan website, mengabaikan faktor lain seperti organisasi, sumber daya dan pengawasan yang juga merupakan masalah implementasi.
ANALISIS PENGELUARAN PUBLIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA BUKITTINGGI Nabilla, Nabilla; Putera, Roni Ekha; Koeswara, Hendri
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2651

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the stages of public expenditure carried out by the City Government of Bukittinggi for Minimum Service Standards (SPM) in the education sector in 2022. Researchers see this phenomenon using the premise of Cheryl Williamson Gray, by explaining several stages of implementation, in the form. First, Review Policy, Second, Set Policy and Undertake Planning Activity, Third, Mobilize and Allocate Resources. Then Implement Planned Activities, Monitor and Account and last Evaluate and Audit. Using a descriptive qualitative research method that focuses on phenomenology, based on the main data of interviews and other document data as supporting secondary data. The results of the study then show that the City Government of Bukittinggi for the 2022 Fiscal Year has succeeded in carrying out public expenditure management based on Cheryl's thoughts without the slightest deviation with the results of achieving the target of minimum mandatory service to the community at 97% with most of the achievements at the point of educators who are still not all qualified S1/D-IV. In 2022, it is budgeted for funds from the Education and Culture Office of the City of Bukittinggi in the amount of Rp. 187,963,134,419 with Rp. 73,909,520.24 for the implementation of minimum compulsory services with details of Rp. 30,648,021,022 for basic education, Rp. 15,010,779,424 for junior secondary education, as much as Rp.9,009,534,136 for early childhood education and Rp.979,789,420 for equality/non-formal education, all of which will be used for spending on service needs in carrying out 8 main programs which contain 18 activities and 70 sub-activities from 57 UPTD schools with 122 sub- further activity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tahapan manajemen pengeluaran publik yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi untuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan pada Tahun 2022. Peneliti melihat fenomena ini menggunakan landasan pemikiran Public Expenditure Management oleh Cheryl Williamson Gray, dengan menjelaskan kepada beberapa tahapan pelaksanaan, berupa. Pertama, meninjau kebijakan (Review Policy), Kedua, Penetapan dan Pelaksanaan Perumusan Program (Set Policy and Undertake Planning Activity), Ketiga, Mobilisasi dan Menetapkan Sumber Daya (Mobilize and Allocate Resource). Kemudian Pelaksanaan Kegiatan yang Direncanakan (Implement Planned Activities), Selanjutnya, Melakukan Monitor dan Perhitungan (Monitor and Account), dan terakhir melakukan evaluasi dan audit (Evaluate and Audit). Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang menitikberatkan kepada fenomenology, dengan berdasarkan data utama obervasi, wawancara dan data dokumen sebagai data sekunder pendukung. Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Bukittinggi untuk Tahun Anggaran 2022 telah berhasil melaksanakan manajemen pengeluaran publik berlandaskan pemikiran Public Expenditure Management tanpa ada sedikitpun penyelewengan dengan hasil pencapaian target pelayanan wajib minimal kepada masyarakat berada pada angka 97% dengan kekurangan sebagian besar pada point tenaga pendidik yang masih belum seluruhnya terkualifikasi S1/D-IV. Pada Tahun 2022 dianggarkan dana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi sebesar Rp.187.963.134.419 dengan Rp.73.909.520.24 untuk pelaksanaan program pengelolaan pelayanan wajib minimal dengan rincian Rp.30.648.021.022 untuk pendidikan dasar, Rp.15.010.779.424 untuk pendidikan menengah pertama, sebanyak Rp.9.009.534.136 untuk pendidikan anak usia dini dan Rp.979.789.420 untuk pendidikan kesetaraan/nonformal, yang keseluruhannya akan dipergunakan untuk belanja kebutuhan pelayanan dalam menjalankan 8 program utama yang memuat 18 kegiatan dan 70 sub kegiatan dari 57 UPTD sekolah dengan 122 sub kegaiatan lanjutannya. 
DINAMIKA PERUMUSAN PERATURAN DAERAH DI KOTA PALEMBANG Octaleny, Ellyza
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2623

Abstract

Abstract: The Dynamics of Regional Regulation Formulation in Palembang City was written with the aim of contributing to the development of public policy studies, especially those related to policy formulation, and can be used as a basis for further research and is expected to provide input to local governments in formulating public policies properly so that local governments can produce regional regulations that do not conflict with laws and are accepted by the community. The method used in this article is a type of Policy Research with a qualitative descriptive approach, located at the Palembang City DPRD Office and the Palembang City Regional Government Office. Primary and secondary data will be taken from interviews, observation, and documentation. Informants are determined through the snowball and the purposive method. Based on the results of the study it was found that a policy in the form of a regional regulation would appear due to political forces in the city of Palembang. In conclusion, a policy cannot be adequately implemented if the policy formulation is terrible. A suitable policy formulation will produce a good policy.Abstrak: Dinamika Perumusan Peraturan Daerah di Kota Palembang ini ditulis dengan tujuan memberikan kontribusi bagi pengembangan studi kebijakan publik, terutama yang terkait dengan perumusan kebijakan serta dapat dijadikan pijakan bagi penelitian selanjutnya serta diharapkan dapat memberikan bahan masukan kepada pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan publik dengan baik sehingga pemerintah daerah dapat menghasilkan peraturan daerah yang tidak bertentangan dengan undang-undagan dan diterima oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah jenis Policy Research dengan pendekatan deskriptif kualitatif, berlokasi di Kantor DPRD Kota Palembang dan Kantor Pemerintah Daerah Kota Palembang. Data primer dan sekunder diambil dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan ditentukan melalui metode snowball dan metode purposive. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa sebuah kebijakan berupa peraturan daerah akan muncul disebabkan oleh kekuatan politik di Kota Palembang. Kesimpulan sebuah kebijakan tidak dapat diimplementasikan dengan baik apabila formulasi kebijakannya buruk. Formulasi kebijakan yang baik akan menghasilkan good policy.
HUBUNGAN BILATERAL PASCA SENGKETA DAGING AYAM IMPOR (STUDI KASUS: BRASIL DAN INDONESIA TAHUN 2019-2022) Paputungan, Aissah Fitri Candra; Sugito, Sugito
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i1.2773

Abstract

This study examines the post-trade dispute bilateral relationship between Brazil and Indonesia, which was triggered by the implementation of halal policies on imported poultry products. The study aims to analyze Indonesia's motives for maintaining a good bilateral relationship with Brazil and understand the rational reasons behind it. The method used in this study is a qualitative approach based on literature review, drawing from the rational choice theory and national interest perspective. Data sources include secondary data such as national and international journal articles, national online media reports, international organization websites, as well as official government documents and reports. The research findings indicate that following the trade dispute between Brazil and Indonesia regarding poultry imports, Indonesia has maintained its bilateral relationship based on four motives: economic benefits, an alternative source, political and diplomatic considerations, and long-term planning.Penelitian ini menjelaskan terkait hubungan bilateral pasca sengketa perdagangan daging ayam antara Brasil dan Indonesia yang dilatarbelakangi oleh penerapan kebijakan halal pada produk impor. Penelitian ini bertujuan menganalisis motif Indonesia dalam mempertahankan hubungan bilateral yang baik dengan Brasil dan memahami alasan rasional yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif berbasis studi literatur berdasarkan teori rational choice dan kepentingan nasional. Adapun sumber data menggunakan data sekunder berupa artikel jurnal nasional dan internasional, berita media online nasional, website organisasi internasional, serta dokumen dan laporan resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah terjadi sengketa antara Brasil dan Indonesia terkait impor daging ayam, Indonesia tetap menjaga hubungan bilateral didasarkan pada empat motif yaitu keuntungan ekonomi, negara alternatif, pertimbangan politik dan diplomatik dan rencana jangka panjang.
PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI DI ERA DISRUPSI PENDIDIKAN TINGGI MELALUI DIGITALISASI AKREDITASI Nugroho, Kandung Sapto
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2607

Abstract

This article is a conceptual study to ensure higher education quality through higher education accreditation at the level of study programs and higher education institutions while there is disruption in the field of education. The purpose of this study is to find out the urgency of quality assurance by identifying challenges to develop a quality assurance strategy. The method used in this conceptual study is a juridical study of applicable laws and regulations (positive law) in the higher education system in Indonesia combined with a systematic literature review on related references. The results of the study show that disruption in the education system will continue towards a new establishment. Digitization of accreditation services needs to be carried out due to changes in user characteristics and the challenges of the rapid development of information technology. The quality assurance strategy through accreditation can be carried out by integrating several information systems and databases, then replicating SISTER into a measurable and transparent accreditation service system, increasing digital skill competencies, and encouraging collaboration to accelerate the establishment of Independent Accreditation Institutions so that it requires strengthening at the policy, managerial, and operations to create effective, efficient, equal and equity services.Artikel ini merupakan kajian konseptual dalam upaya penjaminan mutu perguruan tinggi melalui akreditasi perguruan tinggi pada tingkat program studi dan institusi perguruan tinggi di saat bersamaan terjadi disrupsi di bidang pendidikan. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui urgensi penjaminan mutu dengan mengidentifikasi tantangan untuk menyusun strategi penjaminan mutu. Metode yang digunakan dalam kajian konseptual ini adalah kajian yuridis peraturan perundang-undangan yang berlaku (hukum positif) dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia dengan dipadukan dengan systematic literatur review pada referensi yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa disrupsi di bidang sistem pendidikan masih akan terus berlangsung menuju kemapanan baru. Digitalisasi pelayanan akreditasi perlu untuk dilakukan karena perubahan karakteristik user dan tantangan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Strategi penjaminan mutu melalui akreditasi bisa dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa sistem informasi dan pangkalan data, kemudian mereplikasi SISTER menjadi sistem layanan akreditasi yang terukur dan transparan, peningkatan kompetensi digital skill, dan mendorong kerjasama percepatan pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri sehingga membutuhkan penguatan pada level kebijakan, manajerial, dan operasional untuk menciptakan layanan yang efektif, efisien, equal, dan equity.
PENERAPAN KEBEBASAN BERPENDAPAT SEBAGAI BENTUK AKTUALISASI NILAI DEMOKRASI DALAM KARANG TARUNA SEKAR DWIPA Hasanah, Wahyu Putri; Harsan, Toni; Murtiningsih, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i3.2669

Abstract

Indonesia is a country that adheres to a democratic system which is a solution to resolve disputes. Currently the value of democracy is fading, especially in the younger generation as agents of change for the country who are active in youth organizations. Democratic values are neglected, such as leaving the principle of deliberation to reach a consensus, not participating fully in meetings, and prioritizing personal interests. The purpose of this study was to find out how the application of freedom of opinion in the activities of the sekar dwipa youth organization in Purbayan Village, Baki District, Sukoharjo Regency. To measure the application of this freedom, Henry B Mayo's theory is used. The results of the study show that the implementation of freedom of expression has been well implemented and most of the members of karang taruna sekar dwipa have sufficiently understood the value of democracy, although in practice there are still some members who lack confidence in expressing opinions, put forward personal assumptions, and are less active. Then some of these obstacles can be overcome by building familiarity among its members and creating a family atmosphere so that self-confidence grows, understanding well when discussing, and respecting every opinion.Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yang menjadi solusi untuk menyelesaikan perselisihan. Saat ini, nilai demokrasi semakin memudar, terutama pada generasi muda sebagai agent of change negara yang aktif dalam organisasi karang taruna. Nilai-nilai demokrasi terabaikan, seperti meninggalkan prinsip musyawarah untuk mufakat, tidak ikut rapat secara penuh, dan mengutamakan kepentingan pribadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan kebebasan berpendapat dalam kegiatan karang taruna sekar dwipa di Desa Purbayan Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Untuk mengukur penerapan kebebasan ini digunakan teori Henry B Mayo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebebasan berekspresi telah dilaksanakan dengan baik dan sebagian besar anggota karang taruna sekar dwipa sudah cukup memahami nilai demokrasi, meskipun dalam pelaksanaannya masih ada beberapa anggota yang kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. mengedepankan asumsi pribadi, dan kurang aktif. Maka beberapa kendala tersebut dapat diatasi dengan membangun keakraban antaranggotanya dan terjalin suasana kekeluargaan agar tumbuh rasa percaya diri, memahami dengan baik saat pembahasan, dan menghargai setiap pendapat.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI SENTRA SENTRA WISATA KULINER KARAH KOTA SURABAYA Failina, Zahrah Ghoniyyah; Widiyarta, Agus
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i3.2689

Abstract

Currently, Indonesia offers a lot of jobs to minimize the number of unemployed. In minimizing the number of unemployed people, which can cause various negative effects, it is necessary to improve the quality of human resources, namely empowerment. So, the Surabaya city government provided a place for helpless street vendors in the form of a Culinary Tourism Center. This study aims to determine the Empowerment of Street Vendors (PKL) in the Karah Culinary Tourism Center, Surabaya City. According to Kartasasmita in Mardikanto, this study uses empowerment theory: enabling, empowering process, and protecting. The method used in this study is qualitative. The results of this study are the Surabaya City Office of Cooperatives, and Micro Enterprises create a climate that can encourage the development of the potential of traders by providing facilities to SWK Karah PKL. There is an empowerment process in SWK Karah City of Surabaya; the Office of Cooperatives and Surabaya City Micro Enterprises carry out routine monitoring/supervision of PKL SWK Karah City of Surabaya. The Cooperative Service and Surabaya City Government relocate street vendors while at the same time providing empowerment to street vendors who are in SWK Karah City of Surabaya. Besides that, there is a negative impact in terms of gross income (turnover), as the turnover of traders decreases during the month of Ramadan and COVID-19.Saat ini Indonesia menawarkan lapangan pekerjaan yang banyak untuk meminimalisir banyaknya pengangguran. Dalam meminimalisir banyaknya pengangguran yang dapat menimbulkan berbagai pengaruh negatif, maka perlu adanya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yaitu pemberdayaan. Maka pemerintah kota Surabaya memberikan wadah kepada para PKL yang tidak berdaya berupa Sentra Wisata Kuliner. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Sentra Wisata Kuliner Karah Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan menurut Kartasasmita dalam Mardikanto yaitu enabling, empowering dan protecting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya menciptakan iklim yang mampu mendorong berkembangnya potensi dari pedagang dengan cara memberikan fasilitas kepada PKL SWK Karah. Terdapat proses pemberdayaan yang berada di SWK Karah Kota Surabaya, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Surabaya melakukan rutin melakukan pemantauan/pengawasan terhadap PKL SWK Karah Kota Surabaya, Dinas Koperasi dan Pemerintah Kota Surabaya merelokasikan para PKL sekaligus memberikan pemberdayaan kepada PKL yang berada di SWK Karah Kota Surabaya. Disamping itu terdapat dampak negatif dari segi pendapatan kotor (omset), bahwa omset pedagang menurun ketika bulan ramadhan dan pada saat covid.
ANALISIS PERAN BANK SAMPAH HAPAKAT HATANTIRING DESA LUWUK KANAN SEBAGAI BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN Imut, Dea; Riyanti, Nova
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i1.2873

Abstract

Waste banks are waste handling places available in Indonesia to help deal with common problems that occur due to waste. In this activity, the more people from Luwuk Kanan village participate, the more waste management at the Hapakat Hatantiring waste bank can develop. The aim of this research is to analyzethe role of the Hapakat Hatantiring waste bank in Luwuk Kanan village as a form of community participation in waste management. This research uses descriptive qualitative research methods. Data collection through Observation,Iinterviews, Documentation. From the research results, it is known that commonity participation is still lacking, this can be seen from the fact that only a few people who are classified as elderly and school children partisipate in managing waste at the Hapakat Hatantiring waste bank Luwuk Kanan village. This is due to a lack of education from the waste bank to the community about the importanceof participating in waste management. The Hapakat Hatanting waste bank can collect approximately 20-30 Kg of waste in 1 week. However this activity is still not optimal because it is limited by implementation time which is only carriedout once a week. The Hapakat Hatantiring waste bank’s suggestion is to increase its operational hours two to three times a week so that the role of the waste bank can be more optimal and the waste bank management can educate the public about the importance of  participating in waste bank management.  Bank sampah adalah tempat penanganan sampah yang tersedia di indonesia dalam membantu menangani permasalahan umum yang terjadi akibat sampah. Dalam kegiatan ini semakin banyak masyarakat desa Luwuk Kanan ikut berpartisipasi maka dapat semakin berkembang pula pengelolaan sampah pada bank sampah Hapakat Hatantiring. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dari bank sampah Hapakat Hatantiring desa Luwuk Kanan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan Dokumentasi. Dari hasil penelitian diketahui partisipasi dari masyarakat masih kurang hal ini dilihat dari hanya beberapa orang yang tergolong lansia dan anak-anak sekolah saja yang ikut berpartisipasi dalam mengelola sampah pada bank sampah Hapakat Hatantiring desa Luwuk Kanan. Hal ini karena kurang nya edukasi dari pihak bank sampah pada masyarakat akan penting nya ikut serta berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Bank sampah Hapakat  Hatantiring dapat mengumpulkan kurang lebih sekitar 25-30 Kg sampah dalam 1 minggu. Namun kegiatan ini masih belum optimal karena terkendala waktu pelaksanaan yang hanya dilakukan sekali seminggu. Saran Bank sampah Hapakat Hatantiring menambah waktu operasional 2 sampai 3 kali dalam seminggu agar peran dari bank sampah dapat lebih optimal dan pihak pengelola bank sampah dapat melakukan edukasi pada masyarakat tentang pentingnya ikut berpartisipasi dalam pengeloaan bank sampah.
KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DI INDONESIA MELALUI PENDEKATAN ANALISIS BIBLIOMETRIC Maulana, Delly; Habibi, Fikri; Purnama, Indra Nizar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i1.2648

Abstract

The issue of food security is currently a high priority because making a country without poverty and without hunger is one of the goals of the Sustainable Development Goals (SDGs). Therefore, there needs to be a strategic policy in realizing it. This paper tries to reveal the mapping of research related to food security policy using bibliometric analysis so that it can provide an overview of best practices in addressing the issue. The method used in this research is a literature review study using bibliometric analysis using VosViewer software. The results of the study illustrate the development of food security policy research from year to year with the most issues being social society. While issues that are still rarely studied are food security policies related to land, environmental degradation, food security for households, groundwater use, and public health aspects.  Furthermore, there are several policy strategies to resolve food security issues in Indonesia, namely:  First, the government must make agricultural policies that encourage collaboration between stakeholders, namely the government, companies, farmers, and scientists; Second, there needs to be a policy that encourages the transformation of food technology to create food security, Third, there needs to be a policy to empower people to return to agricultural land, Fourth, there needs to be a policy to overcome agricultural land problems, and Fifth, there needs to be a policy to control food waste.