cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
PKM KOMISI BAPA DAN KOMISI IBU JEMAAT GMIM KYRIOS UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA KAWILEY KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Marunduh, Sylvia Ritta; Wungouw, Herlina I. S.; Pangemanan, Damayanti H. C.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan Reproduksi penting bagi setiap individu terutama yang sudah berkeluarga. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bisa memunculkan perilaku reproduksi yang tidak sehat yang akan memunculkan permasalahan seperti yang sudah diuraikan di atas dan menyebabkan masyarakat belum maksimal dalam menggunakan upaya pemerintah, contohnya pemeriksaan dini untuk deteksi kanker serviks karena takut dan tidak tahu. Mengenai angka penyakit hubungan seksual, Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) mencatat, setiap tahun hingga September 2005 terdapat 4186 kasus AIDS dan 4065 kasus HIV positif di Indonesia, 46,19 % terjadi pada remaja usia 15-29 tahun (43% terinfeksi melalui hubungan seks yang tidak aman dan 50% terinfeksi melalui penggunaan narkoba dengan jarum suntik), 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20% di antaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja (Depkes RI, 2003). Desa Kawiley merupakan salah satu dari 10 desa-desa di Kecamatan Kauditan, yang terletak di Wilayah Minawerot Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara. Desa ini memiliki beberapa denominasi jemaat, salah satunya GMIM Kyrios Kawiley yang terdiri dari 14 Kolom dengan jumlah anggota yang dari total anggota jemaat yang berjumlah kurang lebih 825 jiwa, termasuk didalamnya Komisi Bapa dan Komisi Ibu (Mitra PKM). Terletak di antara dua kota besar, Kota pelabuhan Bitung dan Ibu Kota Sulawesi Utara Manado, Desa Kawiley yang sudah berkembang maju sesuai dengan survey awal mempunyai permasalahan terkait kesehatan reproduksi yang hampir mirip dengan kota sekitarnya, seperti angka kejadian gangguan di sistem reproduksi yang sudah cukup banyak contohnya kanker serviks dan infertilitas, perilaku remaja yang semakin bebas melakukan hubungan seksual pranikah, peningkatan jumlah kasus penyakit menular seksual dan kasus HIV/AIDS sesuai dengan data Dinas Kesehatan Minahasa Utara. Masalah-masalah terkait kesehatan reproduksi di atas disertai dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mitra tentang kesehatan reproduksi. Memadainya pengetahuan kesehatan reproduksi menurut Tjiptaningrum (2009) yang didapat baik melalui penyuluhan, aktifnya partisipasi orangtua dalam mengarahkan perkembangan remaja, ada pengaruh agama dapat mencegah praktek-praktek penyimpangan kasus-kasus terkait kesehatan reproduksi. Karena itu solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Mitra adalah melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan pembekalan kelompok mitra untuk menjadi motivator yang nantinya diharapkan akan menyebarkan informasi tentang kesehatan reproduksi kepada masyarakat sekitar.____________________________________________________________________________________Keywords: kesehatan reproduksi.
CARA BERTANAM DENGAN MEMANFAATKAN PRODUK TEKNOLOGI SEDIMEN DANAU TONDANO DAN KOMPOS ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) Sinolungan, Meldi T. M.; Kumolontang, Wiesje N. J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara bertanam pada Percobaan Pot merupakan bagian dari sistem pertanian yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan kepada mitra di Desa Talikuran Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, dengan tujuan: 1)meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok mengenai cara bertanam pada Percobaan Pot, 2)meningkatkan ketrampilan anggota kelompok mengenai pemanfaatan produk teknologi sedimen danau dan kompos eceng gondok; dan 3)memberdayakan masyarakat/mitra dalam pengelolaan produk tersebut terhadap pertumbuhan tanaman pangan. Khalayak  sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan, dengan kedua kelompok tani sebagai mitra. Metode yang digunakan adalah purposive sampling untuk sampling material (sedimen dan eceng gondok) dan Rancangan Acak Lengkap untuk penanaman tanaman jagung, empat perlakuan dan tiga ulangan. Metode penerapan kegiatan ini dengan dua cara, yaitu 1)sosialisasi/penyuluhan, 2)pelatihan di lokasi mitra. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa, cara bertanam dengan memanfaatkan produk teknologi sedimen Danau Tondano dan kompos eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan petani, serta menggerakkan warga untuk sadar lingkungan dan sebagai upaya untuk memberdayakan sumberdaya lokal yang ada dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Talikuran Kecamatan Remboken. Pertumbuhan tanaman jagung berpengaruh nyata dengan pemberian kompos eceng gondok dalam memanfaatkan produk teknologi sedimen danau.______________________________________________________________________________Kata Kunci: cara bertanam, sedimen danau, kompos eceng gondok, jagung.
HILIRISASI TEKNIK HANDLING IKAN MAS HIDUP SISTEM KERING KEPADA MASYARAKAT PERIKANAN DI PEDESAAN Aplication Handling Technology of Life Carp with dry system to fisheries community in villages Suwetja, I Ketut; Pongoh, Jenki; Suwetja, I Gede Prabawa
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi teknik handling ikan mas hidup system kering kepada masyarakat perikanan di pedesaan telah dilakukan. Teknik pemingsanan yang diaplikasikan ialah dengan suhu 8°C dan 8°C + 0,02 % minyak cengkeh. Dilanjutkan dengan penyimpanan dilakukan pada media sekam padi dingin dengan suhu 10-15°C. Pekerjaan selanjutnya ialah penyadaran ikan. Ikan disadarkan pada air habitat  dilengkapi dengan aerator kapasitas 3 volt dan kemudian dilanjutkan dengan menghitung tingkat mortalitas ikan._____________________________________________________________________________Kata Kunci : Hilirisasi, teknik handling, system kering, aerator, sekam padi, mortalitas.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANISAN BUAH PADA KELOMPOK IBU-IBU WKRI DI KELURAHAN TAAS KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Djarkasi, G. S. Suhartati; Sumual, Maria F.; Lalujan, Lana E.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manisan adalah salah satu jenis makanan ringan dari buah-buahan dan sayuran yang diolah menggunakan gula pasir. Produk manisan buah sangat disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis bercampur asam dengan rasa khas buah. Teknologi pengolahan manisan buah merupakan salah satu bentuk usaha yang diterapkan selain untuk pengawetan juga untuk menambah penganekaragaman bentuk penyajian dan meningkatkan nilai tambah buah dari segi ekonomi.Tujuan Program Kemitraan Masyarakat di kelurahan Taas ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai teknologi tepat guna pengolahan buah-buahan seperti tomat,nenas, dan pepaya menjadi manisan. Juga mendorong peserta dalam meningkatkan kreativitas dan meningkatkan ekonomi keluarga dengan ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Manisan Buah. Pada kegiatan ini peserta diberikan materi pengetahuan tentang proses pengolahan manisan buah. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu WKRI kelurahan Taas kecamatan Tikala kota Manado. Target luaran yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu: peserta mampu menerapkan teknologi pengolahan manisan buah dan mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomi. Teknologi pengolahan manisan buah dapat dilakukan dalam skala kecil ataupun besar sehingga dapat dikembangkan menjadi wirausaha.______________________________________________________________________________Kata kunci: manisan buah, ibu-ibu kelurahan Taas
PKM PENGOLAH TERIPANG ASAP DI DESA MARIRI BARU KECAMATAN POIGAR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROVINSI SULAWESI UTARA Salindeho, Netty; Rumengan, Inneke F.M.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra sasaran program ini berlokasi di Desa mariri Baru Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow yang secara geografis terletak di pesisir pantai dengan potensi perikanan laut yang potensial untuk dikembangkan. Desa ini dikategorikan sebagai desa dengan mayoritas masyarakat sebagai nelayan, yang sekitar 60% tergolong keluarga miskin. Nelayan-nelayan di desa ini terdiri dari nelayan penangkap dan pengolah hasil tangkapan. Dari kelompok pengolah hasil tangkapan, ada beberapa nelayan yang membentuk kelompok usaha kecil pengolah ikan asap dan juga teripang asap dengan jenis ikan dan teripang olahan tergantung hasil tangkapan yang berlebih salah satu di antaranya ikan jenis cakalang yang merupakan salah satu produk olahan yang digemari oleh masyarakat sekitar dan pemasaran sebagian tersebar pada pasaran lokal. Untuk teripang asap diasap dan dijual ke Manado sedangkan ikan asap di jual di pasar Poigar. Tujuan program ini yaitu meningkatkan produksi, pemasaran dan keuangan pada pengusaha kecil pengolah teripang asap di desa Mariri Baru, target agar trampil dan mandiri secara ekonomi. Target khusus kegiatan ini menghasilkan produk teripang asap yang unggul dari segi rasa, sanitasi dan higiene, daya awet dan penggunaan bahan baku kayu asap yang ramah lingkungan serta memberikan kelangsungan usaha dan manajemen yang tangguh. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan kelompok yang disepakati yaitu produksi, pemasaran dan keuangan; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan kelompok yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukung ke-3 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan.______________________________________________________________________Kata kunci : Pengasapan, Mariri Baru, Teripang Asap, Bolaang Mongow.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMANFAATAN ZEOLIT PADA TERNAK BABI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PETERNAKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Pontoh, Cherly Joula; Lapian, Mien Theodora Rossesthellinda
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat dikecamatan Sonder. Pada umumnya kelompok peternak babi yang ada merupakan peternakan rakyat. Dan pemeliharaannya pada umumnya belum memenuhi standar kebutuhan pakan yang sesuai dengan kebutuhan setiap fase pemeliharaan. Area peternakan pada umumnya  berdekatan dengan pemukiman penduduk , Akibanya selain produksi belum optimal juga baunya sangat mengganggu lingkungan penduduk. Produksi ternak babi tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik, akan tetapi faktor manajemen dan lingkungan seperti makanan dan  perkandangan, guna mendapatkan tampilan produk yang layak .Untuk itu melalui program kemitraan pada masyarakat dilakukan introduksi penerapan teknologi tepat guna , salah satu penggunaan zeolit. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi ternak babi dan salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah penggunaan zeolit dalam ransum. Zeolit dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen dalam pakan, mengendalikan kandungan air dan amonia dalam kotoran ternak. Zeolit berkemampuan untuk pertukaran ion dan penyerapan. Metode pelaksanaan yang dilakukan berdasarkan permasalahan prioritas kelompok peternak Mekarapi maka diperlukan pemberdayaan terhadap kelompok tersebut untuk menangani beberapa masalah prioritas dilakukan dengan dua metode penyuluhan dan pelatihan. Kepakaran dibidang peternakan sangat dibutuhkan dalam kegiatan PKM untuk pemberdayaan kelompok peternak untuk usaha ternak babi meningkatkan produksi ternak babi melalui efisiensi penggunaan pakan juga membuat ternak nyaman dalam kandang dan mengurangi uapan amonia yang menyebabkan bau kandang yang sering menggangu lingkungan penduduk, juga ternak babi itu sendiri sehingga dapat tercipta peternakan yang ramah lingkungan.____________________________________________________________________________Kata Kunci : Pemberdayaan, Kelompok peternak, Ternak Babi , zeolite
PKM KELURAHAN LANSOT KECAMATAN TOMOHON SELATAN KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA TENTANG PEMELIHARAAN INDUK BABI BUNTING Lapian, Mien Theodora Rossesthellinda; Pontoh, Cherly Joula
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat kota Tomohon. Selain peternakan rakyat, terdapat juga sejumlah perusahaan peternakan babi yang dikelola lebih baik dan mempunyai lebih banyak babi daripada peternakan rakyat. Babi merupakan salah satu ternak penghasil daging yang cukup produktif dan memiliki berbagai keuntungan dibandingkan dengan ternak lain. Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat kota Tomohon. Selain peternakan rakyat, terdapat juga sejumlah perusahaan peternakan babi yang dikelola lebih baik dan mempunyai lebih banyak babi daripada peternakan rakyat. Pertumbuhan anak babi dipengaruhi oleh faktor genetik selain itu keadaan lingkungan. Faktor lingkungan termasuk antara lain adalah makanan dan tatalaksana terhadap anak babi. Masalah yang dihadapi dari mitra kerja Mawali-wali di Kota Tomohon hasil survey perkembangannya belum optimal seperti jumlah anak yang dilahirkan, bobot lahir anak per induk dan bobot lahir anak per kelahiran. Hal ini disebabkan karena kelompok peternak ini belum terbiasa dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ternaknya, baik berupa teknologi pakan maupun teknologi reproduksi.Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi ternak babi memberikan penyuluhan pada kelompok. Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan meliputi manajemen meliputi; pertemuan awal tim, anggota kelompok peternak mitra dan pemerintah desa untuk menyampaikan rencana kegiatan pengabdian,, Penyuluhan tentang manajemen induk babi bunting, makanan dan kesehatan ternak. Pelatihan meliputi pembuatan contoh kartu kontrol reproduksi, produksi dan kesehatan babi (KKSB), pembuatan kandang babi sehat melalui simulasi dengan gambar. menformulasi ransum untuk babi bunting dengan menggunakan bahan lokal. Pada umumnya respon masyarakat sangat baik terhadap kegiatan ini lebih khusus kelompok peternak ditunjukkan dengan mempraktekkan secara berkelompok._____________________________________________________________________Kata Kunci: Ternak Babi, Kelompok Mawali-wali
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN KARAME LINKUNGAN. 1 DAN 2 KEC. SINGKIL KOTA MANADO Rimper, Joice R. T. S. L .; Warouw, Veibe; Harikedua, Silvana D.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Mayarakat (PKM) bertujuan untuk menghasilkan masyarakat yang mampu mengelola sampah rumah tangga dengan baik, masyarakat yang mau menjaga daerah aliran sungai tempat mereka hidup, bersihnya daerah perairan teluk Manado dari sampah rumah tangga (termasuk sampah plastik), pelestarian biota laut khusunya plankton. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kelurahan Karame lingkungan 1 dan 2, Kec. Singkil, Kota Manado yang memang sangat memiliki masalah terkait dengan sampah. Kelurahan Karame berbatasan langsung dengan daerah aliran sungai Tondano dan lokasinya juga merupakan tempat berkumpulnya air dari Tondano maupun Sawangan. Walaupun hampir selalu mendapat bencana banjir, sampai saat ini masyarakat Kelurahan Karame belum memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. Sampah rumah tangga seperti sisa-sisa bahan makanan, sisa-sisa plastik pembungkus makanan ataupun limbah perikanan (insang, jeroan ikan) masih saja terlihat di selokan besar yang ada di Kelurahan Karame ling.1 maupun ling. 2. Dalam mengatasi masalah tersebut, tim telah mengadakan kegiatan berupa penyuluhan tentang “Sampah dan Dampaknya bagi Lingkungan dan Kesehatan”. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat sadar bahwa sampah akan menjadi masalah bila tidak ditangani dengan benar (dibuang ke DAS Tondano), dan masyarakat khususnya ibu-ibu juga diminta untuk memilah sampah/mendaur ulang sampah sehingga bisa menguntungkan (contohnya mengumpulkan botol aqua untuk dijual). Kegiatan PKM ini akan berlangsung selama 4 bulan (Agustus – November 2018). Berdasarkan kegiatan penyuluhan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik yang bernilai ekonomis sebagai potensi usaha yang ramah lingkungan.___________________________________________________________________________Kata Kunci: Sampah, Karame, Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan Sampah
PROFIL KARKAS KAMBING YANG DIBERI SUPLEMEN GULA AREN BLOCK (UGB) Kaunang, Charles l.; Sane, S.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kandungan mineral pada jerami jagung berakibat terhadap ketidakcukupankebutuhan mineral dalam tubuh ternak, sehingga menyebabkan terjadinya defisiensimineral.Oleh karena itu perlu adanya pakan tambahan / suplemen sebagai pelengkap.Secara umum pakan suplemen bermanfaat bagi ternak untuk melengkapi zat-zatmakananyang diperlukan tubuh, sehingga terdapat komposisi yang seimbang untuk berproduksisecara optimal.Urea Gula Aren Block (UGB) adalah suplemen yang merupakan suatu modifikasi pakancampuran yang terdiri dari beberapa bahan pakan seperti gula merah, urea, dedak padi,bungkil/kelapa, zeolit/CaO dan garam, yang diolah dan dibentuk menjadi blok.Gula merah (gula aren) digunakan dalam pakan ternak sebagai Readily AvailableCarbohydrate (RAC) yang berfungsi sebagai kerangka karbon, sedangkan urea berfungsisebagai sumber nitrogen non protein (NPN) bagi sintesa protein mikroba rumen.Dengan mencampurkan urea sebagai sumber nitrogen dan gula merah sebagai sumberenergi yang siap pakai dan bahan–bahan lain sebagai pelengkap zat-zat makanan, maka akanterbentuk suatu pakan suplemen (UGB) yang diharapkan dapat mempengaruhi kualitas karkassehingga diharapkan bagian daging semakin besar. UGB sangat sederhana pembuatannya,selain bahan bakunya yaitu gula merah, yang mudah diperoleh dibandingkan dengan molases.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gula aren blok padakambing. Manfaat dari penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai profil karkasdari kambing yang diberi UGB.Penelitian ini dilaksanakan di desa Pandu, Kecamatan Wori selama 2 bulan, dengan masaadaptasi 14 hari. Ternak yang digunakan terdiri dari 12 ekor kambing betina lokal, berumursekitar 1 tahun dengan berat badan berkisar 15 – 16 kg. Kandang yang digunakan adalahkandang individu dengan ukuran 2 x 2 x 1m, yang dilengkapi dengan tempat makan khususuntuk penempatan UGB. Hijauan yang digunakan adalah jerami jagung. Pakan tambahan UGBdiberikan secara konstan sebanyak 300 gr/ekor/hari dan air minum diberikan secara ad libitum.Ransum perlakuan yang diberikan diatur sebagai berikut : R0 = jerami jagung ad libitum + 0 grUGB dan R1 = jerami jagung + 300 gr UGB.Variabel yang diamati adalah bobot hidup, bobot karkas, prosentase karkas dan analisakimia karkas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-tes.Kesimpulan yang didapat dari penenlitian ini adalah bahwa pemberian mineral blok(UGB) dalam ransum dapat meningkatkan profil karkas dari kambing.____________________________________________________________________Kata Kunci: Kambing, Jagung, UGB, Profil karkas
KARAKTERISTIK BETERNAK SAPI DESA TOLOK KECAMATAN TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Nangoy, Meis; Lomboan, Agus; Assa, Geertruida
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian survey Karakteristik Beternak Sapi Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa telah dilaksanakan selama 3 bulan dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi profil peternak untuk dijadikan baseline dalam melakukan peningkatan kemampuan pengelolaan ternak sapi di desa tersebut. Penelitian survey telah dilaksanakan di desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa selama 3 bulan dengan objek dalam penelitian ini adalah karakteristik beternak sapi . Peralatan dan materi yang digunakan yakni Kamera Digital, Alat Tulis Menulis, LabTop untuk mengolah data serta kuisioner dalam bentuk daftar pertanyaan yang berkaitan dengan karateristik beternak sapi. Pengisian Quisioner melalui wawancara secara langsung dengan responden . Data ditabulasi dan dianalisis dengan menghitung secara presentase dan dibuat salinan wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik peternak sapi Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa dikategorikan dalam peternak tradisional dengan pengetahuan beternak diperoleh secara turun temurun dan berdasarkan pengalaman, tingkat manajemen peternakan yang rendah yang ditunjukkan dari kandang dan sanitasi yang rendah. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan ternak yang belum memadai. Oleh karena itu peningkatan kemampuan dan pengetahuan akan pengelolaan ternak perlu dilakukan.______________________________________________________________________________Kata Kunci: Sapi, Tolok.Minahasa

Page 9 of 14 | Total Record : 140