cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
PKM PEMUDA DAN REMAJA GMIM EL’ELYON MALALAYANG SATU BARAT UNTUK PENYULUHAN SINDROMA METABOLIK Manampiring, Aaltje E.; Engka, Joice Nancy; ., Fatimawali
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor-faktor risiko yang berperan terhadap peningkatan morbiditas penyakit kardiovaskular dan DM tipe 2. Ada 2 penyebab utama sindrom metabolik yang saling berinteraksi, yaitu obesitas dan gangguan metabolism endogen. Angka kejadian sindrom metabolik meningkat seiring dengan terjadinya peningkatan kasus obesitas (Liberopoulus, 2005). Menurut definisi IDF (2007), seseorang yang didiagnosa mengalami sindrom metabolik, harus  memiliki : Obesitas sentral (nilai lingkar pinggang yang disesuaikan dengan spesifikasi menurut etnis) ditambah 2 dari 4 komponen lainnya.Saat ini obesitas sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penyebab obesitas sebagai komponen sindrom metabolik, sangatlah kompleks dan multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Obesitas umumnya disebabkan karena masukan energi melebihi penggunaan energi oleh tubuh untuk kepentingan metabolisme basal, aktivitas fisik, pembuangan sisa makanan dan untuk pertumbuhan. Prevalensi obesitas semakin meningkat pada orang dewasa, remaja dan anak-anak baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 26,6%. Sulawesi Utara menempati urutan pertama untuk prevalensi obesitas pada usia dewasa yaitu 37,1% (Riskesdas, 2013). Hasil penelitian di Minahasa menyatakan bahwa prevalensi obesitas pada remaja sebesar 21,3% (Manampiring, 2014). Di Minahasa obesitas pada usia remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi untuk itu perlu dilakukan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko sindrom metabolik pada pemuda dan remaja. Prioritas masalah yang perlu mendapat perhatian  dan penanganan yang serius menyangkut : (1) peningkatan penderita obesitas yang berpengaruh pada peningkatan sindrom metabolik; (2) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan terhadap obesitas; (3) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sindroma metabolik dengan komplikasi kronis yang dapat menyebabkan tingginya angka kematian akibat penyakit degeneratif; (4) kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengenali secara dini tanda-tanda sindrom metabolik. Program ini merupakan Penyuluhan terhadap pemuda dan remaja tentang sindroma metabolik . Target luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah :para pemuda dan remaja dapat memahami secara jelas tentang sindroma metabolik, para pemuda dan remaja dapat mengetahui gejala dan tanda penyakit sindrom metabolik melalui pengukuran antropometri, artikel untuk publikasi jurnal Nasional._____________________________________________________________________________Kata kunci: sindroma metabolic
PKM PADA KELOMPOK MASYARAKAT DESA MAPANGET LINGKUNGAN I DAN II KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA TENTANG SWAMEDIKASI YANG RASIONAL DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DIBIDANG KESEHATAN Lolo, Widya Astuty; Yudistira, Adithya
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Derajat kesehatan yang baik dimulai dari pengetahuan yang baik tentang upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan oleh setiap orang. Hal ini terbukti dengan berbagai cara yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya tersebut, diantaranya dengan menggunakan obat kimia ataupun obat tradisional. Tidak jarang diantaranya yang melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Akan tetapi dengan pengetahuan yang belum memadai, sering ditemukan masalah dalam pengobatan yang dijalani. Berbagai masalah yang dijumpai tidak jarang berujung pada semakin beratnya derajat keparahan penyakit yang berdampak pada besaran biaya yang dikeluarkan oleh pasien semakin besar. Mitra pada kegiatan ini yaitu kelompok masyarakat di Desa Mapanget Lingkungan I dan II Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara.Berdasarkan survey yang dilakukan dengan wawancara pada beberapa orang di lingkungan mitra diketahui bahwa masyarakat masih memiliki tingkat pengetahuan yang minim mengenai obatobatan dan cara penggunaannya. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Mapanget Lingkungan I dan II Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara tentang pengetahuan dalam melakukan swamedikasi yaitu memilih dan menggunakan obat secara rasional sehingga tercapai derajat kesehatan yang baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu ceramah yang berisi materi terkait swamedikasi yang rasional, diskusi kelompok serta studi kasus yang sering terjadi dimasyarakat. Selain ceramah, juga dibuat brosur yang menarik tentang swamedikasi sehingga masyarakat lebih mudah memahami. Hasil dari kegiatan ini memberi dampak perubahan pemahaman dan sikap masyarakat dalam melakukan swamedikasi, sehingga kerugian yang ditanggung oleh masyarakat akibat kesalahan pengobatan dapat dihindari._____________________________________________________________________________Kata kunci : Swamedikasi, rasional, peningkatan pengetahuan
INOVASI TEKNIK PENGENDALIAN HAMA YANG RAMAH LINGKUNGAN PADA TANAMAN KRISAN Mamahit, Juliet M. Eva; Manueke, Jusuf; Montong, Vivi B.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Timur. merupakan sentra budidaya krisan di Tohohon khususnya dan Sulawesi pada umumnya. Tujuan kegiatan ini akan dihasilkan petanipetani yang berpotensi untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan potensi sumber daya alami (SDA) untuk pengendalian yang ramah lingkunga terhadap hama pada tanaman krisan. Transfet Iptek seperti pemanfaatan musuh alami yang ada seperti parasitoid, predator dan patogen untuk pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman krisan). Beberapa jenis hama utama tanaman krisan antara lain: kutu daun Aphid sp, tungau Tetranichus sp. Trips sp dan penyakit karat dan busuk akar Phytophtora sp., dan embun jelaga Oidium sp. Upaya perlindungan tanaman terhadap hama tanaman krisan yang ramah lingkungan seperti pemanfaaan sumber daya alam berupa tanaman yang dapat dijadikan bahan insektisida nabati seperti Buah Bitung dan Buah Lanta, sereh, kemangi serta tanaman yang ada di sekitar petani ternyata merupakan inovasi bagi petani dalam pengaturan populasi hama krisan. Teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan sangat diperlukan bagi masyarakat tani, untuk mengurangi dampak penggunaan pestisida yang berlebihan. Manfaat lainnnya dari penerapan teknologi yang ramah lingkungan yaitu : keragaman hayati tetap lestari, musuh alami bekerja maksimal, biaya produksi dapat ditekan, keamanan dan keselamatan petani terjamin, dan produktifitas krisan meningkat._________________________________________________________________Kata kunci : tanaman krisan, insektisida nabati, parasitoid, predator
PKM PRIA KAUM BAPA DAN WANITA KAUM IBU UNTUK PENYULUHAN OSTEOARTHRITIS di JEMAAT GMIM EL-MANIBANG KELURAHAN MALALAYANG II Kec. MALALAYANG KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Engka, Joice Nancy A.; Manampiring, Aaltje; Polii, Hedison
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi osteoarthritis total di Indonesia 34,3 juta orang pada tahun 2002 dan mencapai 36,5 juta orang pada tahun 2007. Diperkirakan 40% dari populasi usia diatas 70 tahun menderita osteoarthritis, dan 80% pasien osteoarthritis mempunyai keterbatasan gerak dalam berbagai derajat dari ringan sampai berat yang berakibat mengurangi kualitas hidupnya . Oleh karena sifatnya yang kronik-progresif, osteoarthritis mempunyai dampak sosio-ekonomi yang besar, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Diperkirakan 1 sampai 2 juta orang lanjut usia di Indonesia menderita cacat karena osteoarthritis . Prevalensi osteoarthritis lutut pada pasien wanita berumur 75 tahun ke atas dapat mencapai 35% dari jumlah kasus yang ada.(Soeroso,2006) Kelurahan Malalayang II merupakan salah satu kelurahan dari 9 Kelurahan yang ada di Kecamatan Malalayang yang terletak di Wilayah Kotamadya Manado bagian Selatan Propinsi Sulawesi Utara. Kelurahan ini memiliki beberapa denominasi jemaat, salah satunya GMIM El- Manibang yang terdiri dari 20 kolom dengan jumlah anggota yang berusia produktif sekitar 50 % . Hasil diskusi informal dengan para Pria Kaum Bapa (PKB) dan Wanita Kaum Ibu (WKI) pada umumnya mengalami masalah pada persendian teristimewa pada bagian lutut , hal ini disebabkan Lokasi dari anggota jemaat Gereja El Manibang berada di Jalan Manibang yang jalannya seperti perbukitan dengan tanjakan yang naik dan turun. Program penyuluhan kesehatan mengenai osteoartritis yang meliputi penyebab, gejala, penanganan dan pencegahannya. Penyuluhan ini telah diikuti oleh 36 orang terdiri dari PKB 15 orang dan WKI 21 orang.. Adanya peningkatan pengetahuan dengan menjalankan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan.__________________________________________________________________________Keywords : ostheoarthritis.
PKM KELOMPOK PKK DAN DASAWISMA DI KELURAHAN GIRIAN WERU DUA KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN JAHE WANGI DAN KUNYIT ASAM INSTAN DARI TANAMAN OBAT Citraningtyas, Gayatri; Wewengkang, Defny; Wiyono, Weny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal baik berupa obatobatan, kosmetik bahkan makanan dan minuman. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan tentang tanaman obat dan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman jahe dan kunyit sebagai produk minuman instan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Pengabdian masyarakat ini ditargetkan untuk kelompok PKK dan kelompok Dasawisma. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap yaitu penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat dan pelatihan pembuatan jahe wangi dan kunyit asam instan. Hasil menunjukkan bahwa minuman instan dari sari hasil perasan lebih diminati dan tahan lama dibandingkan minuman instan dari simplisia jahe dan kunyit. Hal ini disebabkan karena proses pengeringan rajangan jahe dan kunyit yang tidak sempurna (tidak dijemur di bawah matahari langsung) sehingga menyebabkan rajangan tersebut rentan terhadap mikroorganisme dan cepat berjamur. Kesimpulannya antara lain ada peningkatan pengetahuan kelompok Mitra terhadap pemanfaatan tanaman obat lewat penyuluhan yang diberikan, dilihat dari antusiasme tanya jawab serta diskusi aktif dari para peserta, serta ada produk jahe wangi dan kunyit asam instan yang dibuat oleh kelompok Mitra beserta dokumentasinya._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Tanaman Obat, Jahe Wangi, Kunyit Asam, Minuman Instan
EVALUASI PARASITOID Eriborus argenteopilosus Cameron (HYMENOPTERA: ICHNEUMONIDAE) PADA POPULASI HAMA Crocidolomia pavonana Zeller (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) Pinaria, Betsy A. N.; Tarpre, Dantje; Memah, Ventje V.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama Crocidolomia pavonana, dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada tanaman kubis pada beberapa daerah pertanaman kubis di Indonesia, termasuk di Tomohon dan Modoinding, Sulawesi Utara. Pengendalian Hama ini lebih banyak menggunakan insektisida sehingga mencemari lingkungan hidup. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengendalikan hama ini di lapangan adalah pemanfaatan parasitoid Eriborus argenteopilosus. Parasitoid ini dikenal sebagai salah satu agens hayati yang dapat dikembangkan dalam pengendalian hama C. pavonana di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan parasitasi E. argenteopilosus dan kerusakan tanaman kubis akibat serangan hama C. pavonana. Pengambilan contoh hama dilakukan pada pertanaman kubis yang diaplikasi dengan insektisida dan lokasi tana aplikasi dengan insektisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi musuh alami parasitoid E. argenteopilosus sangat rendah sehingga kurang berperan dalam pengendalian hama C. pavonana pada tanaman kubis di lapangan. Serangan berat hama C. pavonana pada tanaman kubis terjadi pada lokasi yang tidak diaplikasi dengan insektisida sehingga gagal panen._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Kubis, Crocidolomia, Parasitoid, tanpa insektisida
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN PADA AYAM KAMPUNG EDENTA DI DESA TALIKURAN KECAMATAN KAKAS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Karisoh, Linda C. H.; Nangoy, Fredy J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dipedesaan adalah sangat penting untuk mengembangkan suatu usaha seperti yang dilaksanakan oleh kelompok tani ternak Edenta di Desa Talikuran. Sebagian besar kelompok tani ternak memperoleh pendapatan yang bersumber pada sektor pertanian, diantarannya tanaman pangan (jagung, padi), dan peternakan. Berdasarkan survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masaalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendampingan dari perguruan tinggi adalah sebagai berikut: Mengadakan penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan Kandang, Formulasi Ransum dan Vaksinasi pada ayam kampung kepada anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknolgi tepat guna untuk meningkatkan populasi ternak yang ada dikelompok tersebut sehingga produktivitas ternak dapat meningkat. Jenis ayam kampung yang dipelihara sebagian besar adalah jenis ayam kampung lokal yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan. Ternak ayam kampung merupkan plasma nutfah yang potensial dan secara genetik mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Berdasarkan permasalahan yang ada maka akan dilakukan pemberdayaan dengan penerapan ipteks bagi masyarakat peternak ayam kampung. Masyarakat sasaran yang dibentuk dalam kelompok, tani/ternak “ Edenta ”. Target luaran yang ingin dicapai cara pembuatan kandang, formulasi ransum dan vaksinasi pada Ayam Kampung, target luaran lainnya publikasi jurnal penelitian sains dan teknologi LPPM Unsrat Manado. Pemberdayaan bagi kelompok sasaran adalah untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode penyuluhan dan pelatihan.Kata Kunci : Ayam Kampung, Perkandangan, Ransum, Vaksinasi
Sintesis dan Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Ag-Zeolit A Stifanus Billy Pelle; Audy Denny Wuntu; Henry Fonda Aritonang
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis nanopartikel Ag-Zeolit A (Ag-ZA) dan aktivitas antibakterinya. Sintesis material dikerjakan menggunakan bahan-bahan dasar aluminium hidroksida, silikon dioksida, dan AgNO3. Material hasil sintesis dikarakterisasi dengan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil analisis XRD menunjukkan terbentuknya Ag-ZA yang ditandai dengan munculnya puncak-puncak 2θ yang bersesuaian dengan pola difraksi standar yang digunakan. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa material hasil sintesis dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Material Ag-ZA yang dihasilkan dari ZA yang disintesis dengan waktu ageing 60 menit membentuk zona hambat terbesar untuk bakteri E. coli dan S. aureus.Research on the synthesis of Ag-Zeolite A (Ag-ZA) and its antibacterial activity was performed. Material synthesis was carried out using raw materials of aluminum hydroxide, silicon dioxide, and AgNO3. The synthesized material was characterized by the X-ray diffraction (XRD) technique and then tested for its antibacterial activity against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. The results of XRD analysis showed the formation of Ag-ZA which was indicated by peaks at 2θ corresponding to the standard diffraction pattern used. The antibacterial activity test showed that the synthesized material could inhibit the growth of the bacteria. Ag-ZA material produced from ZA synthesized at an aging time of 60 minutes formed the largest inhibition zone for E. coli and S. aureus bacteria.
Aktivitas Penangkal Radikal Bebas Daun Chisocheton sp. (C.Dc) Harms (Meliaceae) Tegis Wanena; Edi Suryanto; Dewa Gede Katja
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penangkal radikal bebas dari eksrak daun Chisocheton sp. (C.DC) Harms (Meliaceae) yang diekstraksi sekuensial menggunakan sokletasi dengan pelarut petroleum eter, etil asetat, etanol, metanol dan air. Parameter yang diuji adalah kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan. Hasil sokletasi dari masing-masing pelarut kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak pekat PE, EA, EtOH, MeOH dan air. Hasil penelitian menunjukkan kandungan fenolik tertinggi terdapat pada ekstrak etil asetat (71,72 µg/mL), diikuti ekstrak etanol  (24,67 µg/mL), ekstrak metanol (21,80 µg/mL), ekstrak air (10 µg/mL), dan paling rendah terdapat pada ekstrak petroleum eter (6,39 µg/mL). Sedangkan aktivitas antioksidan dari ekstrak petroleum eter, etil asetat, metanol, etanol dan air berturut-turut sebesar 31,02%, 91,60%, 91,54%, 90,32% dan 84,86%. Hal ini menunjukkan bahwa pelarut etil asetat menghasilkan ekstrak yang memiliki kandungan total fenolik serta aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan pelarut lainnya.
Penggunaan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Pekarangan Rumah bagi Ibu-ibu PKK Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara Vanda Selvana Kamu; Max Revolta John Runtuwene
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) tentang pengabdian kepada masyarakat pada Ibu-ibu PKK Desa Winebetan Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa dalam Penggunaan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat di Pekarangan Rumah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan baik dengan memberikan pengetahuan, penyuluhan serta pelatihan mengenai memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan Apotik hidup dan poses pembuatan tanaman obat yang dikembangkan dalam menghasilkan suatu produk serbuk tanaman obat. Hal ini dapat menambah nilai tambah ibu-ibu PKK di desa Winebetan dimana Tanaman obat di pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan simplisia/serbuk tanaman obat/makanan yang dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakat pada masa pandemi covid-19.

Page 10 of 14 | Total Record : 140