cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24067489     EISSN : 24069337     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) adalah jurnal ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dan review bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari" : 10 Documents clear
Efek Suplementasi Black Soldier Fly (Hermetia illucens) terhadap Produksi Telur dan Metabolit Darah Ayam Petelur Andri Cahya Irawan; Nurina Rahmawati; Dewi Apri Astuti; Widya Hermana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.496 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.14970

Abstract

Solusi sumber protein alternatif untuk mengganti protein hewani konvensional dengan harga yang lebih kompetitif, yaitu Black Soldier Fly (BSF) (Hermetia illucens). Materi dalam penelitian ini ialah larva BSF yang digunakan melalui tiga perlakuan berbeda yaitu larva BSF dalam bentuk segar, tepung dan ekstrak metanol. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu P0 (pakal basal mengandung 8% tepung ikan), P1 (pakan basal mengandung 4% tepung ikan + 4% BSF segar), P2 (pakan basal mengandung 4% tepung ikan + 4% tepung BSF) dan P3 (pakan basal mengandung 4% tepung ikan + 4% ekstrak metanol BSF). Setiap perlakuan terdiri atas 5 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam petelur sehingga totalnya 100 ekor ayam petelur. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, berat telur, konversi pakan, metabolit darah dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum yang mengandung 4% tepung ikan dan 4% ekstrak metanol BSF (P3) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi telur (89.86 ± 4.78%), total protein darah (6,95 ± 0,56 g dl-1), kadar albumin darah (3,19 ± 0,98 g dl-1), kadar glukosa darah (313,45 ± 1.38 g dl-1), dan berpengaruh (P<0,05) terhadap IOFC, BSF segar (P1) mendapatkan keuntungan maksimal sebesar Rp. 1776 ekor/ minggu.Kata Kunci: ayam petelur, Hermetia illucens, IOFC, metabolit darahThe Effect of Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Supplementation on Laying Hens’s Egg Production and Blood MetabolitesABSTRACTThe solution of alternative protein source form to replace conventional animal protein at a competitive price was Black Soldier Fly (BSF) (Hermetia illucens). The material in this study was BSF larvae which were used and arranged in three different treatments, such as BSF larvae in fresh, dry, and methanol extract. The method was used a completely randomized design with 4 treatments, namely P0 (basal feed + 8% fish meal), P1 (basal feed + 4% fish meal + 4% fresh BSF), P2 (basal feed + 4% fish meal + 4% flour BSF) and P3 (basal feed + 4% fish meal + 4% methanol extract BSF). Each treatment consisted of 5 replications with 5 layer hens per replicate. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed the P3 treatment had a significant effect (P<0.05) on egg production (89.86 ± 4.78%), total blood protein (6.95 ± 0.56 g dl-1), blood albumin levels (3.19±0.98 g dl-1), blood glucose levels (313.45 ± 1.38 g dl-1), and significant effect (P<0,05) on IOFC, but fresh BSF (P1) gets a maximum profit of 1776 IDR/bird/week.Keywords: laying hen, hermetia illucens, IOFC, blood metabolite
Kadar Tanin, Kalsium (Ca), dan Fosfor (P) Tepung Kulit Pisang Fermentasi dengan Cairan Rumen Kambing Maryati Namah; Redempta Wea; Theresia Nur Indah Koni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.53 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.15294

Abstract

ABSTRAK Kulit pisang merupakan hasil samping pengolahan makanan yang dapat digunakan sebagai pakan ternak. Kadar tanin yang tinggi pada kulit pisang membatasi penggunaannya sebagai pakan monogastrik. Kandungan tanin dalam bahan pakan dapat dikurangi dengan teknologi fermentasi. Mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi dapat diperoleh dari cairan rumen hewan ruminansia seperti kambing. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kadar cairan rumen kambing terhadap kadar tanin, kalsium (Ca), dan fosfor (P) tepung kulit pisang kepok. Rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuannya adalah R0: tepung kulit pisang kepok + cairan rumen 0% (kontrol), R1: tepung kulit pisang kepok + cairan rumen 30%, R2: tepung kulit pisang kepok + cairan rumen 40%, R3: tepung kulit pisang kepok + 50 % cairan rumen. Proses fermentasi dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar cairan rumen kambing memiliki kandungan tanin dan kalsium yang lebih rendah secara nyata (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol. Kadar cairan rumen kambing tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar fosfor pada tepung kulit pisang. Disimpulkan bahwa penggunaan cairan rumen kambing hingga 40% dapat menurunkan kandungan tanin dan kalsium pada tepung kulit pisang.Kata kunci: cairan rumen, fermentasi, tepung kulit pisang kepokTannin, Calcium (Ca), and Phosphorus (P)Content of Banana Peel Flour Fermented by Goat Rumen FluABSTRACTBanana peel is a food processing by-product that can be used as animal feed. High tannin levels of banana peels restrict its use as monogastric animals feed. The tannin content of feed ingredients can be reduced by fermentation technology. Microorganisms that play a role in the fermentation process can be obtained from the rumen fluid of ruminants like a goat. The objective of this research was to determine the effect of goat rumen fluid levels on the content of tannins, calcium (Ca), and phosphorus (P) of Kepok banana peel flour. A completely randomized design with four treatments and five replicates was used in this study. The treatments were R0: banana peel flour + 0% rumen fluid (control), R1: banana peel flour + 30% rumen fluid, R2: banana peel flour + 40% rumen fluid, R3: banana peel flour + 50% rumen fluid. The fermentation process was carried out for 7 days. The results showed that goat rumen fluid levels had significantly (P<0.05) lower tannins and calcium when compared to control, but goat rumen fluid levels had no significant effect (P>0.05) on phosphorus level in banana peel flour. In conclusion, the use of goat rumen fluid up to 40 % can reduce the content of tannins and calcium of banana peel flour.Keywords: rumen fluid, fermentation, kepok banana peel flour
Mikrostruktur Edible Film Whey Dangke dengan Penambahan Karagenan dan Plasticizer Sorbitol 35% Fahrullah Fahrullah; Mohamad Ervandi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.405 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.14785

Abstract

ABSTRAK Edible film dari protein whey memiliki sifat baik sebagai bahan pengemas karena memiliki keunggulan seperti transparan, lunak, tidak berbau serta mampu menahan aroma produk pangan yang dikemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi karagenan dan jenis plasticizer sorbitol 35% terhadap mikrostruktur edible film berbahan dasar whey dangke. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental desain dan variabel yang diamati adalah pengamatan mikrostruktur. Perlakuan menggunakan konsentrasi karagenan yang berbeda, terdiri dari konsentrasi karagenan A1=2%; A2=2,5%; A3=3% dan A4=3,5%. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan memberikan gambaran secermat mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya polimer yang semakin meningkat maka akan berperan dalam meningkatkan viskositas suspensi film selama terjadinya proses gelatinisasi, sehingga edible film yang dihasilkan memiliki mikrostruktur yang semakin baik dengan peningkatan karagenan. Disimpulkan bahwa mikrostruktur edible film yang lebih homogen diperoleh dengan menggunakan rasio karagenan 3% dimana distribusi karagenan tercampur ke dalam matriks protein whey secara merata.Kata kunci: edible film, karagenan, sorbitol, whey dangkeMicrostructure of Whey Dangke's Edible Film with Karageenan and 35% Plasticizer Sorbitol AdditionABSTRACTEdible film from whey protein has good properties as a packaging because it has advantages including being transparent, soft, odorless, and able to withstand the aroma of the food product it is coated with. This study aims to determine the effect of the addition of carrageenan concentration and the type of sorbitol plasticizer 35% on the edible film made from whey dangke microstructure.  The research was conducted as a laboratory experiment and the observed variable was microstructure observation. The treatments used different carrageenan concentrations, consisting of carrageenan concentration A1 = 2%; A2 = 2.5%; A3 = 3% and A4 = 3.5%. The results obtained were analyzed using descriptive methods by providing a picture as carefully as possible. The results showed that the presence of an increasing polymer would play a role in increasing the viscosity of the film suspension during the gelatinization process so that the resulting edible film had a better microstructure with the increase in carrageenan. It was concluded that a more homogeneous edible film microstructure was obtained using a carrageenan ratio of 3% where the distribution of carrageenan was evenly mixed into the whey protein matrix.Keywords: edible film, carrageenan, sorbitol, whey dangke
Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Aksesibilitas Sumber Daya Usaha Ternak Sapi Potong Rakyat Amam Amam; Hidayat Bambang Setyawan; Muhammad Wildan Jadmiko; Pradiptya Ayu Harsita; Supardi Rusdiana; Muchamad Luthfi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.129 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.14118

Abstract

ABSTRAK Sumber Daya Manusia (SDM) peternak merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan usaha ternak serta berperan penting terhadap perkembangan dan keberlanjutan usaha ternak. Teori menyebutkan bahwa tinggi dan rendahnya kualitas SDM dapat mempengaruhi aksesibilitas sumber daya pada suatu sistem bisnis. Tujuan penelitian ialah mengkaji pengaruh SDM peternak terhadap aksesibilitas sumber daya usaha ternak sapi potong. Lokasi penelitian ialah Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Desa Purnama sebagai salah satu Desa Binaan Universitas Jember untuk pengembangan usaha ternak sapi potong di Kabupaten Bondowoso. Variabel penelitian meliputi SDM peternak (X), sumber daya finansial (Y1), sumber daya teknologi (Y2), dan sumber daya fisik (Y3). Pengambilan data dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan survei dengan menggunakan wawancara dan pengisian kuisioner berskala likert. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM peternak berpengaruh positif terhadap aksesibilitas peternak pada sumber daya finansial, teknologi, dan fisik. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sumber daya finansial, teknologi, dan fisik dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas SDM peternak masing-masing sebesar 0,359; 0,431; dan 0,372.Kata kunci: finansial, sapi potong rakyat, sumber daya, teknologi, fisikThe Effect of Human Resources on the Resources Accessibility of Beef Cattle Farming Business ABSTRACT Human Resources (HR) farmers are one of the key factors in the success of livestock farming businesses and play an important role in the development and sustainability of livestock farming businesses. The theory states that the high and low quality of HR can affect the accessibility of resources in a business system. The research objective was to examine the influence of farmer’s HR on the accessibility of beef cattle farming business resources. The research location is Purnama Village, Tegalampel District, Bondowoso Regency. Purnama Village is one of the Fostered Villages of Universitas Jember for the development of beef cattle farming business in Bondowoso Regency. The research variables are farmer HR (X), financial resources (Y1), technological resources (Y2), and physical resources (Y3). Data were collected using Focus Group Discussion (FGD) method, observation, and surveys using interviews and questionnaires on a Likert scale. Data analysis was performed using the Partial Least Square (PLS) method. The results showed that the farmers' HR had a positive effect on the accessibility of farmers to financial, technological and physical resources. The conclusion of this research shows that financial, technological, and physical resources are significantly affected by the quality of the farmers' HR by 0.359; 0.431; and 0.372 respectively.Keywords: financial, beef cattle, resources, technological, physical
Suplementasi Ekstrak Brokoli sebagai Agen Kyuring Alami terhadap Uji Sensorik dan Protein Terlarut Daging Sapi Kornet Catur Sucipurwati; Engkus Ainul Yakin; Sri Sukaryani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.318 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.14415

Abstract

ABSTRAKBrokoli dapat digunakan sebagai alternatif untuk dipakai sebagai agen kyuring alami produk daging organik. Brokoli lebih cocok dan lebih sesuai sebagai penambah aroma dan cita rasa pada produk olahan daging dibandingkan dengan sayuran berhijau daun lainnya yang mengandung nitrat yang tinggi. Brokoli memiliki manfaat lain yaitu menormalkan kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol jahat, serta sebagai antioksidan. Tujuan suplementasi ekstrak brokoli sebagai agen kyuring alami pengaruhnya terhadap warna, tekstur, dan protein terlarut daging sapi kornet. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas P1 (0% ekstrak brokoli); P2 (5% penambahan ekstrak brokoli); P3 (10% penambahan ekstrak brokoli); P4 (15% penambahan ekstrak brokoli) dengan ulangan sebanyak empat kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam jika ada pengaruh maka dilakukan uji lanjut berganda Duncan. Hasil penelitian suplementasi ekstrak brokoli sebagai agen kyuring alami berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur, serta berpengaruh sangat nyata terhadap protein terlarut. Suplementasi brokoli 15% memberikan pengaruh yang terbaik.Kata kunci: ekstraksi brokoli, kyuring alami, daging sapi kornet Supplementation of Broccoli Extract as Natural Curing Agent on Sensory Test and Water Soluble Protein of Corned BeeABSTRACT Broccoli can be used as an alternative for natural curing agents for an organic beef product. broccoli is better than other high nitrate content vegetables to increase taste and aroma. Furthermore, it can normalize blood sugar, decrease blood cholesterol, and has antioxidant properties. This study aimed to determine the color, texture, and water soluble protein of beef cornet supplemented by broccoli extract. The treatments experimented were P1 (0% broccoli extract), P2 (5% broccoli extract), P3 (10% broccoli extract), and P4 (15% broccoli extract), each repeated 4 times. The data obtained were analysed by analyzed of variance continued by Duncan test. The results indicated that broccoli extract supplementation significantly affected color, texture, and water soluble protein. 15% broccoli extract supplementation showed the best result.Keywords: broccoli extraction, natural curing agent, corned beef
Model Kurva Pertumbuhan Berat Badan pada Ayam Persilangan Denizli x White Leghorn (F2) Widya Pintaka Bayu Putra; Nisa Zakiyah Fajrina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.601 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.11691

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan ternak merupakan salah satu indikator penting dalam melakukan evaluasi dan seleksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kurva pertumbuhan berat badan ayam persilangan Denizli × White Leghorn (F2) yang dikembangkan di Turki. Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer dari hasil penelitian Garip et al. (2011) yang berbeda dengan penelitian ini. Pada ayam jantan, titik infleksi berat badan (IW) dicapai pada berat 918,79 g (Logistik) dan 723,43 g (Gompertz). Pada ayam betina nilai IW dicapai pada berat 870,91 g (Logistik) dan 686,44 g (Gompertz). Titik infleksi umur (IA) pada ayam jantan dicapai pada umur12,65 minggu (Logistik) dan 10,38 minggu (Gompertz). Pada ayam betina nilai IA dicapai pada umur 12,51 minggu (Logistik) dan 10,23 minggu (Gompertz). Laju pertumbuhan maksimal (GR)pada titik infleksiuntuk ayam jantan sebesar 101,07 g (Logistik) dan 94,10 g (Gompertz). Pada ayam betina nilai GR pada titik infleksi sebesar 95,80 g (Logistik) dan 89,29 g (Gompertz). Disimpulkan bahwa model kurva pertumbuhan Gompertz terlihat lebih akurat untuk menduga berat badan ayam persilangan ini karena memiliki nilai simpangan baku yang lebih rendah dari model LogistikKata kunci: ayam persilangan, berat badan, kurva pertumbuhan, titik infleksiThe Growth Curve Model of Body Weight in Denizli × White Leghorn (F2) Crossbred ChickenABSTRACTThe growth in livestock is one of the important indicator in ivestock evaluation and selection. This research was carried out to obtain the growth curve model of body weight in the crossbred chicken of Denizli × White Leghorn (F2) that developed in the Republic of Turkey. This research was conducted using primary data from the research results by Garip et al. (2011) that different from this study. In the roasters, the weight inflection (IW) was reached at 918.79 g (Logistic) and 723.43 g (Gompertz). In the hens, IW was reached at 870.91 g (Logistic) and 686.44 g (Gompertz). The inflection of age (IA) in roasters was reached at 12.65 weeks (Logistic) and 10.38 weeks (Gompertz). Hence, the IA in hens was reached at 12.51 weeks (Logistic) and 10.23 weeks (Gompertz). The maximum growth rate (GR) in roasters at the inflection point was 101.07 g (Logistic) and 94.10 g (Gompertz). Hence, the GR in hens at the inflection point was 95.80 g (Logistic) and 89.29 g (Gompertz). It was concluded that the growth curve model of Gompertz showed more accuratcy to predict body weight of crossbred chickens with lower standard error than the Logistic model.Keywords: crossbred chicken, body weight, growth curve, the inflection point
Daya Ikat Air, Kekenyalan, dan Rendemen Bakso Ayam Menggunakan Bahan Agar Komersil dengan Level Berbeda Harapin Hafid; Firman Nasiu; Nita Nita; Nuraini Nuraini; Laode Arsad Sani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.205 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.15480

Abstract

ABSTRAKMeningkatkan kekenyalan bakso dapat dilakukan dengan cara menambahkan zat pengenyal, termasuk agar komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan agar komersial sebagai bahan pengunyah terhadap kualitas fisik bakso ayam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu P1 (agar 0%), P2 (agar 1%), P3 (agar 2%), dan P4 (agar 3%) dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah daya tampung air, rendemen, dan elastisitas. Variabel penelitian adalah kualitas fisik yaitu daya tampung air, rendemen, dan elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada masing-masing variabel. Penambahan agar 3% tidak meningkatkan kualitas fisik bakso ayam.Kata Kunci: bakso ayam, agar, kualitas fisik Water Holding Capacity, Elasticity, and Rendemen of Chicken Meatball Made with Commercial Agar in Various LevelsABSTRACTIncreasing the chewiness of the meatball can be done by adding a chewing agent, including commercial agar. This research aimed to study the use of commercial agar as chewing agent on the physical qualities of chicken meatballs. This research used a completely randomized design with four treatments: P1 (0% agar), P2 (1% agar), P3 (2% agar), and P4 (3% agar) and repeated 3 times. The variables observed were water holding capacity, yield, and elasticity. The research variables were physical quality, namely water holding capacity, yield, and elasticity. The results showed no significant effect on each variable. Agar addition up to 3% did not increase the physical qualities of chicken meatball.Keywords: chicken meatballs, jelly, physical quality
Dialil n-Sulfida Organik Menurunkan Kadar Lipid Plasma Darah dan Hati Itik Cihateup Fase Grower Andi Mushawwir; Nono Suwarno; Ronnie Permana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.697 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.15128

Abstract

ABSTRAK Dialil n-Sulfida organic sangat berpotensial sebagai imbuhan pakan dalam mencegah lipogenic pada unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dialil n-sulfida dalam menghambat biosinsisi lipid pada itik cihateup. Dua ratus itik cihateup berumur 12 minggu telah digunakan dalam penelitian ini. Sampel itik cihateup dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, masing-masing D0, tanpa Dialil n-Sulfida (Dn-S); D1, 50 µL/sampel; D2, 100 µL/sampel dan D3, 150 µL/sampel. Pemberian dilakukan dengan cara oral selama dua bulan percobaan. Dn-S diisolasi dengan teknik distilasi bertingkat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian dialil n-sulfida organik 150 µL/ekor/hari efektif menurunkan dan memperbaiki kondisi lipid plasma dan hati. Disimpulkan bahwa bahwa Dialil n-Sulfida (Dn-S), mampu menurunkan aktivitas lipogenesis dengan ditandai menurunnnya lipid plasma darah dan hati (khususnya TAG), serta meningkatnya kadar NEFA yang beredar dalam sistem sirkulasi. Dn-S juga mampu meningkatkan aktivitas transport lipid yaitu HDL, sehingga menurunkan kolesterol dalam system sirkulasi tapi meningkatkan depositnya di dalam jaringan hati.Kata kunci: Dialil n-Sulfida, itik, lipidOrganic Dialil n-Sulfide Decrease Lipid in Blood Plasm and Liver of Cihateup Grower DuckABSTRACT Organic diallyl n-sulfide is very potential as a feed additive in preventing lipogenic in poultry. This study aims to examine the potential of diallyl n-sulfide in inhibiting lipid biosynthesis in cihateup ducks. Two hundred cihateup ducks aged 12 weeks were used in this study. Cihateup duck samples were divided into four treatment groups, each D0, without diallyl n-sulfide (Dn-S); D1, 50 µL / sample; D2, 100 µL sample and D3, 150 µL/sample, administered orally for two months of the study. Dn-S was isolated by the stratified distillation technique. Based on the results of the study showed that the administration of organic diallyl n-sulfide 150 µL/sample/ day was effective in reducing and improving the condition of plasma and liver lipids.  It was concluded that diallyl n-sulfide (Dn-S) was able to reduce lipogenesis activity indicated by decreasing blood plasma and liver lipids (especially TAG), as well as increasing levels of NEFA circulating in the circulatory system. Dn-S is also able to increase lipid transport activity, namely HDL, thereby reducing cholesterol in the circulatory system but increasing its deposit in the liver tissue.Keywords: Diallyl n-Sulfide, duck, lipid
Identifikasi Hijauan Makanan Ternak di Lahan Pertanian dan Padang Penggembalaan Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur Marselinus Hambakodu; Jeni Pindi Pawulung; Merry Christine Nara; Umbu Artur Ratu Amah; Elvis Pati Ranja; Alfons Hina Tarapanjang
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2594.032 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.14601

Abstract

ABSTRAK Padang penggembalaan perlu dikelola dan didata kondisinya karena sebagai sumber pakan utama bagi ternak gembala di Pulau Sumba. Rumput alam di padang penggembalaan dan lahan pertanian Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur memiliki jenis yang beragam dan merupakan pakan utama yang dikonsumsi oleh ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis rumput dan komposisi kimia rumput alam di padang penggembalaan dan lahan pertanian Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur. Penelitian menggunakan metode survei dan pengamatan langsung di lapangan. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 titik yakni Desa Wunga, Napu, Praibakul, dan Rambangaru. Sampel rumput alam yang diperoleh diidentifikasi menggunakan referensi buku indentifikasi rumput alam. Pengujian komposisi kimia dengan analisis proksimat. Hasil penelitian identifikasi rumput alam lokal sebagai berikut: mbelar penji (Heteropogon insignis), moru kapuka (Sorghum nitidum), wolu kamemu (Brachiaria decumbes), mapu bokul (Themeda triandara), mapu baokul kangadu (Hetropogon contortus),  kahanga keri (Ischaemun timorense), bara minah (Brachiaria humidcola), kandaung hondu karambo (Cynodon dacylon), Kandaung hira panggu (Cynodon dactylon (L) Pers.), kandaung mmbata kambaku (Digitaria ciliaris), uhu randu (Echinochloa cruss-galli), ndaica (Panicum maximum), ilah (Saccharum spontaneum). Kesimpulan, rumput alam di Kecamatan Haharu terdapat 12 spesies, rumput alam uhu randu, kandaung mbata kambaku, kandaung hondu karambo memiliki komposisi kimia yang lebih baik dibanding rumput alam yang lainnya.Kata kunci: hijauan, padang penggembalaan, lahan pertanian Green Fodder Identification on Agriculture Land and Pasture of Haharu Sub District in East Sumba RegencyABSTRACTPasture condition needs to be managed and recorded because as the main feed source for livestock shepherd on the island of Sumba. Natural grass in the grazing fields and agricultural land of Haharu District, East Sumba Regency has various types and is the main feed consumed by ruminants. This study’s purpose to explore the types of grass and the chemical composition of natural grass in the pasture and agricultural land in the Haharu District of East Sumba. The research used survey methods and direct field observations. Sampling was conducted at 4 points i.e Wunga, Napu, Praibakul, and Rambangaru villages. The natural grass samples obtain were identified using a natural grass identification book reference. The research results identified local natural grasses as follows; mbelar penji (Heteropogon insignis), moru kapuka (Sorghum nitidum), wolu kamemu (Brachiaria decumbes), mapu bokul (Themeda triandara), mapu baokul kangadu (Hetropogon contortus), kahanga keri (Ischaemun timorense), bara minah (Brachiaria brizantha), kandaung hondu karambo (Cynodon dacylon), kandaung hira panggu (Cynodon dactylon (L) Pers.), kandaung mmbata kambaku (Digitaria ciliaris), uhu randu, dan ndaica. In conclusion, the grassland in District Haharu there were 12 species, uhu randu, kandaung mbata kambaku, kandaung hondu karambo grassland have better chemical composition than the other grassland.Keywords: forage, pasture, agricultural land 
Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Babi (Studi Kasus di CV. Adhi Farm Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah) Dina Agustin Kusumawardani; Anie Eka Kusumastuti; Budi Hartono
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 8, No 1 (2021): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.662 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v8i1.14759

Abstract

ABSTRAKPemilihan strategi dalam pengembangan usaha peternakan babi menjadi tombak untuk menghadapi persaingan yang ada di lingkungan usaha. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi alternatif dan menentukan prioritas strategi terbaik dalam pengembangan usaha peternakan babi di CV. Adhi Farm Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Data dianalisis menggunakan analisis Internal-Eksternal (IE), analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh beberapa strategi alternatif yang dapat digunakan diantaranya dengan optimalisasi jumlah populasi ternak, meningkatkan konsumen atau pelanggan dengan mengunggulkan performa yang baik pada ternak, memperluas kandang pemeliharaan dengan memanfaatkan respon yang baik dari masyarakat, mempertahankan littersize diatas 7 dan peningkatan manajemen breeding, memaksimalkan pemanfaatan pengolahan limbah padat untuk menambah income, mengembangkan sistem pemasaran, memaksimalkan manajemen pemeliharaan ternak secara intensif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Prioritas strategi terbaik yang bisa dilakukan oleh CV. Adhi Farm adalah dengan meningkatkan jumlah konsumen atau pelanggan dengan mengunggulkan performa yang baik pada ternak.Kata kunci: Peternakan babi, SWOT, QSPM, strategi pengembanganPig Farm Business Development Strategy (A Case Study of CV. Adhi Farm, Karanganyar Regency, Central Java ProvinceABSTRACTThe study aims to determine the appropriate alternative strategy as well as to find out the best strategic priorities of CV. Adhi Farm. This research was conducted at the pig farm of CV. Adhi Farm is located in Karanganyar Residence, Central Java Province. The research method used was a case study. Data were analyzed by using Internal-External (IE) analysis, SWOT analysis, and QSPM. The research results showed that there were several alternative strategies can be used, namely: maximize the demand of pig with a massive population, offering the quality of pig to increase the amount of customer, expand the raising of pen area, maintain well breeding management with litter size scaled up to 7, increase the profit by maximize solid waste processing and promote to loyal customer, expand the market system that can compete with surround area, and optimized the human resources. In addition, the best strategy priority that is used of CV. Adhi Farm is by increasing the customer with favored the superiority of the pig.Keywords: Pig farming, SWOT, QSPM, development strategy

Page 1 of 1 | Total Record : 10