cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ecogreen
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24079049     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ecogreen diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Isi jurnal terbuka untuk berbagai tulisan dari hasil penelitian dan catatan penelitian dari berbagai aspek yang terkait dengan bidang manajemen hutan, silvikultur, teknologi hasil hutan dan ilmu lingkungan. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah para pemerhati dibidang kehutanan dan lingkungan, agar dapat diketahui, didiskusikan dan dimanfaatkan bersama
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 16 Documents clear
ANALISIS DAERAH RAWAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LAHUMBUTI HULU PROVINSI SULAWESI TENGGARA La Baco; Sitti Marwah; kahirun kahirun; Umar Ode Hasani
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.578 KB)

Abstract

ABSTRACTFloods and landslides are a form of natural disaster that causes harm to humans. Floods and landslides are caused by many factors which are broadly distinguished by natural factors and human factors. The purpose of this study was to analyze flood susceptible areas and landslide susceptible areas in the Upper Lahumbuti watershed. This research was conducted in the Upper Lahumbuti watershed using the survey method. The results showed that the level of flood vulnerability in the Upper Lahumbuti watershed included a medium vulnerability level of 15,022.58 ha (65.22%), an area that was not susceptible to flooding reaching an area of 5,004.29 ha (21.73%), and an area of flood susceptible reaches 3,005.23 ha (13.05%). Areas susceptible to landslides in the Upper Lahumbuti watershed reached an area of 17,599.08 ha (76.41%), the area included in the rather landslide susceptible category was 2,997.19 ha (13.01%), while the area with medium vulnerable categories was 2,159.13 (9.37%). Keywords: flood, landslide, flood susceptible areas, landslide susceptible areas, Upper Lahumbuti watershed ABSTRAKBanjir dan tanah longsor merupakan bentuk bencana alam yang menyebabkan kerugian bagi manusia.  Banjir dan tanah longsor disebabkan oleh banyak faktor yang secara garis besar dibedakan atas faktor alam dan faktor manusia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis daerah rawan banjir dan daerah rawan longsor di Daerah Aliran Sungai Lahumbuti Hulu. Penelitian ini dilakukan di DAS Lahumbuti Hulu dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir di DAS Lahumbuti Hulu meliputi tingkat kerawanan sedang dengan luas 15.022,58 ha (65,22 %),  daerah yang tidak rawan banjir mencapai luas 5.004,29 ha (21,73 %), dan luas wilayah yang rawan banjir mencapai 3.005,23 ha (13,05 %). Daerah rawan longsor di DAS Lahumbuti Hulu mencapai luas 17.599,08 ha (76,41 %), wilayah yang termasuk kategori agak rawan longsor adalah 2.997,19 ha (13,01 %), sementara itu luas wilayah dengan kategori rawan sedang adalah seluas 2.159,13 (9,37 %). Kata Kunci: banjir, tanah longsor, daerah rawan banjir, daerah rawan longsor, DAS Lahumbuti Hulu
ANALISIS KERAPATAN DAN PENYEBARAN POOTI (Hopea gregaria V.Slooten) DI SEKITAR SUNGAI LAHUNDAPE TAHURA NIPA-NIPA KOTA KENDARI Albasri Albasri; Faisal Danu Tuheteru; I Made Suardi Sanjaya
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.292 KB)

Abstract

ABSTRAKTahura Nipa-Nipa merupakan salah satu kawasan konservasi di Sulawesi Tenggara yang ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan No.103/Kpts-II/1999 seluas 7.877,5 ha. Tahura Nipa-Nipa memiliki potensi flora dan fauna yang sangat beragam salah satunya adalah jenis Pooti (Hopea gregaria). H. Gregaria adalah jenis pohon dari family Dipterocarpaceae yang berukuran sedang dan mencapai tinggi 35 m. H. gregaria memiliki penyebaran yang terbatas dan hanya ditemukan di Sulawesi Tenggara dan khususnya di Tahura Nipa-Nipa. H. gregaria juga dilaporkan sebagai jenis tumbuhan yang terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan dan pola penyebaran H. gregaria di sekitar sungai Lahundape Tahura Nipa-Nipa Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi jalur berpetak yang diletakan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah individu H. gregaria 57 individu pada tingkat pohon, 96 individu tingkat tiang, 72 individu tingkat pancang dan 106 individu tingkat semai, dengan nilai kerapatan H. gregaria pada tingkat pohon 67,86 individu/ha, tingkat tiang 457,14 individu/ha, tingkat pancang 1.371,76 individu/ha dan 50.476,19 individu/ha. Pola penyebaran tumbuhan H. gregaria di sekitar Sungai Lahundape tersebar secara acak dengan nilai indeks morisita pada setiap tingkatan pertumbuhan < 1. Kata Kunci : Kerapatan dan sebaran Tegakan, Pooti, Tahura Nipa-Nipa
VALUASI EKONOMI POTENSI MANGROVE DI KABUPATEN BUTON UTARA (BERDASARKAN VOLUME TEGAKAN) Satya Agustina Laksananny; Erny Poedjirahajoe; Ris Hadi Purwanto; Much. Taufiq Tri Hermawan
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.658 KB)

Abstract

ABSTRAKHutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut, pantai berlumpur (Bengen, 2003 dalam Dhimas Wiharyanto, 2010). Indriyanto (2006); Poedjirahajoe, dkk (2017) juga mengatakan bahwa hutan mangrove mempunyai manfaat ganda, baik dari aspek , ekonomi, maupun ekologi. Penelitan ini ditujukan untuk mengetahui nilai atau valuasi ekonomi hutan mangrove di Desa Dampala Jaya, Kabupaten Buton Utara. Desa Dampala Jaya merupakan bagian Kecamatan Kulisusu Barat yang memiliki luas hutan mangrove 1.860,12 ha (Peta tutupan lahan, 2009; Peta Potensi Desa BPS, 2014).   Jenis data meliputi data ekologi dan ekonomi yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis vegetasi, Analisis Potensi Vegetasi Mangrove, Analisis Vegetasi, Analisis Biaya Penyusun Tegakan Pohon, Penentuan nilai ekonomi dari tegakan pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Dampala Jaya terdapat 5 (lima) jenis mangrove, antara lain Tongke (Bruguiera gymnorrhyza), Lumbe (Rhizophora stylosa), Kontawu (Xylocarpus granatum), Tompira (Heriteria littoralis), Buli (Bruguiera parviflora). Nilai INP tertinggi yaitu Tongke (Bruguiera gymnorrhyza) yaitu 95,75; dengan volume 85,81m3/ha; dimana nilai tegakannya adalah Rp. 94.392.047,00. Keyword : : tegakan mangrove, hutan mangrove, valuasi ekonomi
KAJIAN TERHADAP POTENSI BAHAYA SENYAWA FENOL DI PERAIRAN LAUT WANGI-WANGI Sunarwan Asuhadi; Nur Arafah; Andi Besse Amir
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.813 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to describe the potential of phenol compounds contamination in Wangi-Wangi sea and study the source of the causes. This study uses a descriptive approach. Data collected includes primary data and secondary data. The results showed that the increasing concentration of phenol compounds in Wangi-Wangi sea was indicated to come from oil spills, both from the activities of ships and fishermen, as well as the use of hazardous materials for fishing activities. Efforts are needed to prevent and restore the quality of Wangi-Wangi sea, namely through changes behavior of the people, legal approaches, and technology implementation. Keywords : Phenol compounds, oil spills, pestiside, Wangi-Wangi sea ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan potensi kontaminasi senyawa fenol di perairan laut Wangi-Wangi dan kajian sumber penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya konsentrasi senyawa fenol di perairan laut Wangi-Wangi diindikasikan berasal dari tumpahan minyak, baik dari kegiatan kapal maupun nelayan, serta penggunaan bahan berbahaya untuk kegiatan penangkapan ikan. Diperlukan upaya untuk mencegah dan memulihkan kualitas air laut Wangi-Wangi, yaitu melalui perubahan perilaku masyarakat, pendekatan hukum, dan implementasi teknologi. Keywords : Senyawa fenol, tumpahan minyak, pestisida, Perairan Laut Wangi-Wangi
KONTRIBUSI KAWASAN TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI SEBAGAI PENYEDIA PANGAN BAGI MASYARAKAT DESA TATANGGE Arniawati Arniawati; Kahirun Kahirun; Nur Arafah; Iryan Iryan
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.089 KB)

Abstract

ABSTRAKSejak jaman dahulu masyarakat telah melakukan pemungutan hasil hutan berupa buah-buahan, pati-patian, umbi-umbian yang dijadikan sebagai bahan pangan keluarga.  Hal demikina juga dilakukan oleh masyarakat Suku Tolaki di Desa Tatangge yang hingga saat ini masih memanfaatkan tumbuhan pangan dari kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW). Perlunya penelitian terkait tumbuhan pangan untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey dan wawancara terhadap 20 responden dengan menggunakan metode snowball. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 23 jenis dan 16 famili tumbuhan yang dimanfaatkan yang  tidak terbatas pada buah tetapi juga beberapa species dapat dimanfaatkan secara keseluruhan, batang, daun dan umbi. Tidak semua tumbuhan yang dimanfaatkan bebas dari kandungan racun sehingga perlu pengolahan terlebih dahulu untuk menghilangkan racunnya.Bagian buah merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan yaitu sebesar 48,28% Kata Kunci : Ketahanan pangan, Suku Tolaki, Desa Tatangge, Tumbuhan pangan, Taman Nasional Rawa Aopa
IDENTIFIKASI JENIS BAMBU DI KAWASAN HUTAN LINDUNG NANGA-NANGA Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah; Zakiah Uslinawaty; Marine Silipanti
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.803 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri morfologi jenis-jenis bambu di kawasan Hutan Lindung Namga-Nanga, mengetahui jenis-jenis bambu serta mengetahui indeks nilai penting dari setiap jenis-jenis bambu di kawasan hutan lindung Nanga-Nanga. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Hutan Lindung Nanga-Nanga Di Kelurahan Andounohu Kecamatan Poasia kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode systematic strip/line sampling. Hasil identifikasi jenis bambu di Kawasan Hutan Lindung Nanga-nanga terdiri atas 5 jenis bambu yang dikelompokkan dalam 2 marga yang menyebar pada semua tingkatan, bambu dewasa maupun anakan. Marga Gigantochloa yang terdiri dari dua jenis, dan marga bambusa tiga jenis. Kelima jenis bambu tersebut adalah bambu Kapal (Gigantochloa scortechinii Gamble), bambu Tutul, (Bambusa maculata Widjaya), bambu Cina (Bambusa multiplex Lour), bambu duri (Bambusa blumeana BI), dan bambu Apus (Gigantochloa apus Kurz). Jenis bambu yang mendominasi untuk tingkatan bambu dewasa adalah jenis bambu Duri (Bambusa blumeana BI), dengan nilai INP 71,07%. sedangkan untuk jenis bambu anakan INP tertinggi juga pada jenis bambu Duri (Bambusa blumeana BI) dengan nilai INP 58,61% Kata Kunci : Morfologi bambu, identifikasi,  Indeks nilai penting
KEANEKARAGAMAN EKOLOGI HUTAN PADA KAWASAN HUTAN SUAKA MARGASATWA BUTON UTARA (SMBU) DI DESA EELAHAJI KECAMATAN KULISUSU Kahirun Kahirun; La Baco S.; Nasaruddin Nasaruddin; Lukman Yunus
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.187 KB)

Abstract

The forest area of SMBU is the largest conservation forest area in Southeast Sulawesi, located in the Buton archipelago, has many potential of forests that have abundant diversity. However, in line with the development of population andregional development, there has been a disruption to the forest area in the form of illegal logging. This has an impact on the decreasing diversity of forest vegetation in the region. The aim of the study was to analyze species richness and abundance as an indicator of the ecological diversity of forests in the forest area of the SMBU. Plant species measurement data are used to calculate the frequency, density, dominance and importance value index of vegetation, while analyzing the ecological diversity of forest vegetation with the calculation model using the diversity index method, species richness index and similarity index. The results showed that some species had the highest density, frequency and dominance at the tree spesies, namely the Holea (Cleistanthus sp), Redwood (Shorea spp) and Guava (Syzygium spp). At the pole level there are types of Guava (Syzygium spp), and Wukumalampa (Polyalthia lateriflora). While at the saplings level, guava (Syzygium spp) is found. Diversity index values at tree level, pole and saplings can be categorized as having decreased compared to the results of previous studies. The abundance of species shows that there is a tendency for the lower vegetation structure at the level of the pole and saplings to be less abundant. Keywords: forest area, northern buton wildlife reserve, forest structure, ecological diversity, diversity index
EFIKASI EKSTRAK AKAR TUBA DALAM MENGENDALIKAN RAYAP TANAH MACROTERMES GILVUS HAGEN PADA PERTANAMAN KAYU PUTIH Wa ode Muliastuty Arsyad; Agus Ismanto; Achmad Baedowi
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.401 KB)

Abstract

ABSTRACTCultivation of cajuput plants (Melaleuca leucadendron Linn) is constrained by the presence of subterranean termite attacks which causes physical damage to plants and a decrease in crop yields, resulting in considerable economic losses.Tuba root (Derris eliptica (Roxb.) Benth) has the potential as a botanical insecticide to control termite pest. This study aimed to determine the effective concentration of tuba root extracts to control subterranean termite Macrotermes gilvus Hagen in cajuput plants (Melleuca leucadendron Linn). Tuba roots were extracted using methanol for two hours, then the extract solution was evaporated using a rotary evaporator for one hour to obtain concentrated extract. Tuba root extract was sprayed on the cajuput root and stem at concentrations of 0%, 0.5%, 1% and 2%. The degree of termite attack was observed weekly in one month. The study used a completely randomized design. The results showed that the concentration of tuba root extract had a significant effect on the degree of termite attack. The application of tuba root extract at a concentration of 2% was effectively suppresses termite attack. Termite attacks on cajuput plants occurred in the third week of observation with an average rate of termite attack of 6.8%. Keywords: Botanical insecticides, eucalyptus, subterranean termites, tuba root ABSTRAKBudidaya tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) terkendala oleh adanya serangan hama rayap tanah yang menyebabkan kerusakan fisik pada tanaman dan penurunan hasil tanaman, sehingga menimbulkan kerugian ekonomis yang cukup besar. Akar tuba (Derris eliptica (Roxb.) Benth) berpotensi sebagai insektisida nabati yang dapat mengendalikan hama rayap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak akar tuba yang efektif untuk mengendalikan hama rayap tanah Macrotermes gilvus Hagen pada tanaman kayu putih (Melleuca leucadendron Linn). Akar tuba diekstraksi menggunakan metanol selama dua jam, kemudian larutan ekstrak diuapkan menggunakan rotary evaporator selama 1 jam untuk mendapatkan ekstrak pekat. Perakaran dan batang tanaman kayu putih disemprot dengan ekstrak akar tuba pada konsentrasi 0%, 0,5%, 1% dan 2%. Parameter yang diamati adalah derajat serangan rayap dan diamati setiap minggu selama satu bulan.Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak akar tuba berpengaruh nyata terhadap derajat serangan rayap tanah. Aplikasi ekstrak akar tuba pada konsentrasi 2% efektif menekan serangan rayap tanah. Serangan rayap pada tanaman kayu putih baru terjadi pada minggu ketiga pengamatan dengan nilai rata-rata derajat serangan rayap sebesar 6,8%. Kata kunci: Akar tuba, hama, kayu putih, insektisida nabati, rayap tanah
SIFAT DASAR PENGERINGAN KAYU EHA (Castanopsis buruana Miq) Zakiah Uslinawaty; Niken Pujirahayu; abigael Kabe; Ardian Ardian
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.617 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacat pengeringan kayu, kualitas dan sifat dasar pengeringan kayu Eha (Castanopsis buruana Miq). Metode yang digunakan yaitu pengujian metode suhu tinggi, kemudian evaluasi cacat yang terjadi disesuaikan dengan modifikasi dari metode yang dikembangkan oleh Terazawa (1965). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian kayu Eha (Castanopsisi buruana Miq) memiliki sifat pengeringan  agak buruk (klasifikasi 5) untuk cacat pecah permukaan dengan nilai rata-rata bagian teras kayu yaitu 36,5% dan bagian gubal kayu 23,2 %. Sedangkan untuk cacat pecah dalam, memiliki sifat pengeringan sangat baik (klasifikasi 1) dengan nilai rata-rata bagian teras kayu dan gubal kayu yaitu 0% dan selisih ukuran tebal deformasi memiliki sifat pengeringan sangat baik (klasifikasi 1) dengan nilai rata-rata pada  bagian teras kayu dan gubal kayu berturut-turut 0,16% dan 0,18%. Kata Kunci : Eha (Castanopsis buruana Miq), Sifat dasar pengeringan kayu, Cacat Pengeringan
ALTERNATIF PEMBANGUNAN KEHUTANAN BERBASIS AGROFORESTRY MENGATASI EROSI TANAH DI DAS ONEWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Umar Ode Hasani; Sitti Marwah; La Ode Alwi
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.847 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitinan ini adalah : (1) Mengetahui tingkat erosi pada setiap penggunaan lahan di DAS Onewila dan (2) Merumuskan rekomendasi pembangunan kehutanan berbasis agroforestry di DAS Onewila. Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) Tingkat erosi pada kawasan hutan lebih rendah dari Etol, sedangkan tingkat erosi pada kawasan pertanian, semak belukar dan permukiman lebih besar dibandingkan dengan ETol dan (2) Rekomendasi pembangunan kehutanan berbasis agrofoestry di DAS Onewila khususnya di kawasan pertanian dan semak belukar adalah (a) Pengaturan pola tanam (tumpangsari, tumpang gilir, tumpang sisip) dan dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian, (b) Pembuatan teras dan penanaman tanaman penguat teras searah kontur, serta (c) Penanaman tanaman penutup tanah dengan tanaman leguminose atau rumput pakan ternak untuk mencegah atau menekan erosi tanah yang terjadi sampai erosi yang dapat ditoleransikan pada musim hujan. Kata Kunci : Pembangunan, Agroforestry, Erosi Tanah, dan DAS

Page 1 of 2 | Total Record : 16