cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy)
ISSN : 16937899     EISSN : 27163814     DOI : 10.31942
Core Subject : Health,
Selamat datang di situs e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas (Universitas Wahid Hasyim) Semarang. Situs ini berisi kumpulan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Unwahas. Publikasi berasal dari jurnal-jurnal serta hasil prosiding seminar yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Unwahas.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
EFEK RAMUAN JAMU INSOMNIA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN INSOMNIA DI KLINIK “HORTUS MEDICUS” TAWANGMANGU Peristiwan Ridha; Danang Ardiyanto; Agus Triyono
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.193 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1193

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator kemanfaatan suatu modalitas terapi dalam meringankan gejala suatu penyakit adalah kualitas hidup. Kualitas hidup yang tinggi akan meningkatkan tingkat kesembuhan dan menurunkan morbiditas penyakit. Perkembangan obat tradisional semakin meningkat beberapa tehun terakhir. Jamu sebagai salah satu obat tradisional yang telah digunakan secara turun-temurun di masyarakat perlu mendapat pembuktian secara ilmiah.  Salah satu penggunaan jamu adalah sebagai terapi insomnia. Efektivitas jamu untuk insomnia dalam memperbaiki kualitas hidup memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebuah penelitian observasi klinik telah dilakukan di Klinik Saintifikasi Jamu “Hortus Medicus” Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu untuk menilai kualitas hidup pasien insomnia yang diterapi ramuan jamu. Sebanyak 30 subjek secara sukarela mengikuti penelitian ini mendapatkan terapi ramuan jamu insomnia selama 14 hari dan dilanjutkan observasi tidak minum jamu selama 28 hari. Ramuan jamu yang digunakan adalah infusa dari 3 tanaman obat yang diminum 1 kali sehari sebelum tidur. Kualitas hidup diukur menggunakan Short Form-36(SF-36) pada awal (hari ke-0), hari ke-14, dan hari ke-42. Analisis statistik dilakukan dengan uji t berpasangan. Menggunakan pengukuran hari ke-0 sebagai pembanding, dengan tingkat kepercayaan 95% terdapat peningkatan kualitas hidup pada hari-14 dan hari ke-42 secara signifikan. Kata Kunci: Ramuan jamu, kualitas hidup, insomnia
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL RIMPANG LEMPUYANG EMPRIT (Zingiber amaricans BL) PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ALOKSAN Kasful Asra Sakika; Dedi Hanwar; Andi Suhendi; Ika Trisharyanti; Broto Santoso
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.121 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1194

Abstract

ABSTRAK Lempuyang di masyarakat dikenal memiliki 3 spesies yaitu lempuyang gajah, wangi, dan emprit. Penelitian sebelumnya menunjukkan lempuyang gajah memiliki aktivitas antidiabetes pada tikus yang diinduksi aloksan. Skrining farmakologi terhadap lempuyang emprit (Zingiber amaricans BL) masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol rimpang lempuyang emprit terhadap kadar glukosa darah tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Hewan uji yang digunakan adalah 20 ekor tikus jantan putih galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif menggunakan glibenklamid, kontrol negatif menggunakan akuades, dan 3 kelompok perlakuan ekstrak etanol rimpang lempuyang emprit dengan tingkatan dosis  0,4 g/kg BB, 0,6 g/kg BB dan 0,8 g/kg BB. Pengukuran kadar glukosa darah pada hari ke-0, ke-4 dan ke-19. Data diuji dengan metode analisis statistik menggunakan software SPSS versi 17 for windows. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tiga tingkatan dosis ekstrak etanol rimpang lempuyang emprit dan glibenkamid mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan bermakna. Kadar rerata glukosa darah pada hari ke-4 untuk masing-masing kelompok dosis 0,4 g/kg BB, 0,6 g/kg BB, 0,8 g/kg BB dan kontrol positif adalah 264,5±18,86 mg/dL, 261,5±30,34 mg/dL, 245,0±29,02 mg/dL dan 264,5±14,30 mg/dL menurun menjadi 105±44,06 mg/dL, 149±45,20 mg/dL, 123,75±21,40 mg/dL dan 112,5±17,75 mg/dL pada hari ke-19. Kata kunci : antidiabetes, tikus jantan, Wistar, Zingiber amaricans.
UJI KLINIK RAMUAN JAMU IMUNOSTIMULAN TERHADAP FUNGSI GINJAL DAN FUNGSI HATI Sunu Pamadyo; Rohmat Mujahid
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.687 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1195

Abstract

ABSTRAK   Kunyit, temulawak dan temu mangga adalah tanaman obat yang secara terpisah atau digabung biasa digunakan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi pegel linu dan menambah stamina.Diharapkan gabungan dari ketiga tanaman ini dapat meningkatkan efektifitasnya sebagai immunostimulan (meningkatkan daya tahan tubuh) sehingga perlu dilakukan penelitian pada manusia dengan gangguan status immunologi.Tuberkulosis paru (TBC) merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang mengganggu sistem imun penderitanya, maka penelitian ini menggunakan penderita TBC dalam jumlah terbatas. Penelitian ini dilakukan di 3 tempat yaitu di Puskesmas Tawangmangu, Puskesmas Karangpandan dan Klinik Saintifikasi Jamu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional dengan jumlah subyek sebanyak 32 orang. Subyek adalah penderita TBC yang masih menjalankan program pengobatan TBC metode DOTS, dan selama penelitian subyek diharuskan tetap melaksanakan pengobatan TBC tersebut. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok uji dan kelompok kontrol. Semua kelompok tetap diharuskan melanjutkan pengobatan TBC, namun kelompok uji diberikan bahan uji jamu immunostimulan sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan bahan uji.Semua subyek dinilai kadar IFN g, hematologi lengkap serta fungsi hati dan fungsi ginjal untuk memantau keamanan. Hasil penelitian terhadap keamanan jamu secara subyektif tidak ditemukan keluhan tambahan, tidak ada tanda-tanda keracunan akut, dan secara laboratoris tidak ada perubahan bermakna nilai-nilai hematologi rutin, fungsi hati dan fungsi ginjal. Hal ini berarti menandakan bahwa ramuan jamu untuk immunostimulan aman digunakan. Kata kunci : jamu, immunostimulan, keamanan, fungsi hati, ginjal
PERBEDAAN INDIKATOR-INDIKATOR PENYEMBUHAN LUKA TIKUS WISTAR DIABETIK DIINDUKSI CURCUMIN Tejo Jayadi; Arum Krismi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.34 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1196

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengenali efek kurkumin pada penyembuhan luka pada tikus wistar diabetik dengan mengukur ekspresi TGF beta-1 dan p63, level inflamasi, pembentukan jaringan granulasi dan penutupan dermis. Penelitian ini dikerjakan dengan metode quasi eksprerimental berdesain post-test only dengan kelompok kontrol, pada 32 hewan coba diabetik. Enam belas hewan coba diinsisi diberi placebo (A) , 16 berikutnya diinsisi diterapi salep kurkumin (B). Eksisi 3 hewan coba dikerjakan pada hari pertama, ke- 3, ke- 12, ke-18, ke- 30. Inflamasi sampel B cenderung lebih berat dibandingkan sampel A, uji marginal homogeneity 0,197. Peningkatan inflamasi ini, dimungkinkan karena infeksi, sehingga pembentukan jaringan granulasi cenderung lebih lambat  uji marginal homogeneity 0,564, dan penutupan dermis lebih lama dengan uji marginal homogeneity  0,083. Ekspresi TGF beta1 sampel B dibandingkan sampel A tidak didapatkan perbedaan dengan uji marginal homogeneity 0,814. Pada penelitian ini pemberian salep kurkumin meningkatkan ekspresi p63 semua pada semua sampel eksisi kulit tikus wistar diabetik. Kata Kunci: curcumin, TGF beta-1, p63, level inflamasi, jaringan granulasi, penutupan dermal
PENGARUH PENGGUNAAN ANTIBIOTIK ERITROMISIN DENGAN TERAPI CALCIUM-CHANNEL BLOCKER TERHADAP GAGAL GINJAL AKUT Vinci Mizranita; Dea Sarra Pramudhita
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.813 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1197

Abstract

ABSTRAK Calsium-Channel Blocker (CCB) seperti amlodipin, felodipin, nifedipin, diltiazem, dan verapamil dimetabolisme oleh enzim CYP3A4. Kadar CCB dalam darah dapat meningkat ke level yang berbahaya jika enzim tersebut dihambat. Eritromisin (antibiotik makrolida) merupakan inhibitor CYP3A4, penggunaan bersamaan CCB dan makrolida diasosiasikan dengan peningkatan risiko rawat inap akibat gagal ginjal akut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh penggunaan CCB dan eritromisin terhadap fungsi ginjal pada pasien rawat inap poliklinik penyakit dalam RS Dr. Moewardi. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan pengambilan data secara retrospektif. Data diperoleh dari hasil observasi catatan rekam medik pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit (rawat inap). Hasil dari 4 pasien diketahui masing-masing pasien mengalami peningkatan kadar kreatinin dan ureum dengan rata-rata kenaikan kreatinin 34,8% dan ureum 36,6%. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya interaksi makrolida dan CCB yang mengakibatkan kenaikan kadar CCB dalam darah sehingga menyebabkan hipotensi. Keadaan hipotensi dapat menyebabkan hipoperfusi ginjal yang berpotensi terjadinya gagal ginjal akut, dimana ditandai dengan meningkatnya kadar ureum dan kreatinin. Kata kunci :Antibiotik makrolida, CCB, interaksi obat, ureum, kreatinin
AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI n-HEKSAN EKSTRAK ETANOL DAUN LENGLENGAN (Leucas lavandulifolia JE. Smith) PADA TIKUS NEONATAL STZ-INDUCED TYPE-2 DIABETES MELLITUS Yance Anas; Risha Fillah Fithria; Maulita Cut Nuria; Yunita Midkha; Agung Endro Nugroho; Puji Astuti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.035 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1198

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini, kami melakukan fraksinasi ekstrak etanol daun lenglengan dengan pelarut n-heksan untuk menyederhanakan kandungan zat aktif yang terkandung di dalamnya dan mengevaluasi efek antidiabetesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antidiabetes fraksi n-heksan ekstrak etanol daun lenglengan (FHDL) pada tikus neonatal STZ-induced type-2 diabetes mellitus. STZ 90 μg/KgBB diberikan secara i.p pada 35 ekor anak tikus galur Wistar umur 2 hari.  Pada usia 3 bulan, dilakukan pengukuran kadar glukosa pre-prandial dan post-prandial. Sebanyak 25 ekor tikus neonatal STZ-induced type-2 diabetes mellitus dikelompokkan ke dalam lima kelompok perlakuan, terdiri dari kelompok kontrol diabetes (CMC-Na 0,5%; 25 mL/KgBB), kelompok glibenklamid 5 mg/KgBB dan tiga kelompok FHDL (62,5; 125 and 250) mg/KgBB. Sediaan uji diberikan selama 28 hari. Kadar glukosa darah pre-prandial dan post-prandial diukur pada hari ke-0, 7, 14 dan 28. FHDL secara signifikan berhasil menurunkan kadar glukosa darah pre-prandial dan post-prandial tikus neonatal STZ-induced type-2 diabetes mellitus (p<0,05). Perlakuan FHDL 62,5 mg/KgBB selama 28 hari memiliki efek antidiabetes yang tinggi, yaitu mampu  menurunkan kadar glukosa darah pre-prandial tikus sebesar 45,99%. Perlakuan FHDL 250 mg/KgBB juga signifikan menurunkan kadar glukosa darah post-prandial tikus (p<0,05) dengan efek antidiabetes pada hari ke-7, 14 dan 28 berturut-turut adalah sebesar 19,28%; 22,68% dan 24,92%. Kata Kunci: Daun Lenglengan, Efek Antidiabetes, Fraksi n-Heksan, Neonatal STZ-induced type-2 diabetes mellitus
PEMBUATAN TEPUNG UMBI KIMPUL (Xanthosoma violaceum Schott.) DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ANTIDIABETES MELITUS TIPE 2 Ika Puspitaningrum; Lia Kusmita; Mutmainah Mutmainah
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.716 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1199

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) tipe 2 atau diabetes mellitus tidak tergantung insulin (DMTTI) merupakan tipe DM yang terjadi karena menurunnya kepekaan jaringan pada insulin. Umbi kimpul biasa digunakan untuk penderita DM karena rendah karbohidrat, lemak sehingga rendah pula kandungan glukosanya serta mengandung flavonoid dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas umbi kimpul terhadap kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 30 ekor dibagi 6 kelompok. Kelompok I (kontrol normal) aquadest tanpa induksi. Kelompok II (kontrol negatif) Na CMC 0,1%, kelompok III (kontrol positif) Metformin 63mg/kgBB 2x sehari, serta kelompok IV, V dan VI suspensi umbi kimpul 270; 540 dan 1080 mg/kgBB tikus. DM tipe 2 pada tikus dibuat dengan cara diberi pakan tinggi lemak yaitu campuran pakan standar, minyak babi dan kuning telur bebek (16:3:1) serta larutan fruktosa 1,8 g/kgBB secara oral selama 50 hari. Perlakuan senyawa uji diberikan selama 7 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 0, 51, dan 58 dengan metode uji toleransi glukosa oral (UTGO). Kadar glukosa darah yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan umbi kimpul dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa dengan dosis efektif sebesar 270 mg/ kgBB.   Kata kunci: DM tipe 2, kimpul, UTGO
UJI EFEK ANTIINFLAMASI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ALFAFA (Medicago sativa) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI KARAGENIN Lia Kusmita; Wahyuning Setyani; Ika Puspitaningrum
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.04 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1200

Abstract

ABSTRAK Inflamasi (radang) adalah reaksi setempat dari jaringan hidup atau sel terhadap suatu rangsang atau injury (cidera atau jejas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa (Medicago sativa) terhadap salah satu parameter inflamasi yaitu pembengkakan pada kaki tikus dengan induksi karagenin 1%. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dosis efektif dari fraksi etil asetat ekstrak herba alfafa sebagai antiinflamasi. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus jantan galur Wistar sebanyak 25 ekor dibagi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) Na CMC 0,5%, kelompok II (kontrol positif) natrium diklofenak 6,3 mg/kgBB tikus, serta kelompok III, IV dan V suspensi fraksi etil asetat ekstrak alfafa 6,3; 12,6 dan 25,2 mg/kgBB tikus. Inflamasi (radang) pada tikus dengan cara diinduksi karagenin 1% sebanyak 0,10 ml. Volume udema setiap jam diketahui dari selisih volume telapak kaki pada jam-jam tertentu dengan volume kaki normal. Nilai AUC volume udema dihitung dengan metode trapezoid tiap satu jam dan dihitung % daya anti inflamasi (DAI). Nilai AUC volume udema yang diperoleh dianalisa statistik dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney menggunakan SPSS release 16. Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak alfafa dapat menurunkan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi karagenin dengan dosis efektif sebesar 6,3 mg/ kgBB tikus dan daya antiinflamasi sebesar 20,95%.   Kata kunci: alfafa, antiinflamasi, fraksi etil asetat
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN KONSELING DAN SHORT MESSAGES SERVICE (SMS) TERHADAP KEPATUHAN TERAPI HIPERTENSI PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD BANJAR Nia Kurniasih; Woro Supadmi; Endang Darmawan
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.167 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1201

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan terapi hipertensi pasien hemodilisis dapat ditingkatkan dengan pemberian edukasi. Edukasi dapat diberikan dalam bentuk konseling langsung atau pengiriman Short Messages Service (SMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dan Short Messages Service (SMS) Apoteker terhadap kepatuhan terapi hipertensi pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan pre test dan post test dengan desain kelompok kontrol. Data pasien hemodialisa dikumpulkan selama 4 minggu periode Maret hingga April 2014. Data pasien diperoleh dari rekam medis dan pemberian kuesioner Morisky Medication Adherence Scale Morisky (MMAS). Penelitian ini dilakukan di Poli Hemodialisa RSUD Banjar, Jawa Barat. Analisis statistik untuk mengetahui pengaruh konseling dan Short Messages Service (SMS) terhadap kepatuhan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai uji kelompok kontrol hasil pre test dan post test (p = 0.206) dan nilai uji kelompok perlakuan hasil pre test dan post test (p = 0.008). Analisis data menunjukkan ada perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan (p = < 0,05) setelah pemberian konseling dengan Short Messages Service (SMS). Kata kunci: Terapi Hipertensi, Hemodialisis, Kepatuhan
PENGARUH FRAKSI ETIL ASETAT BUAH LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Sw.)TERHADAP REGENERASI SEL β PANKREAS PADA TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI ALOKSAN Dwi Hadi Setya P
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.454 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1202

Abstract

ABSTRAK   Fraksi etil asetat buah labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) dosis10,77; 14,36; dan 17,95 mg/kgBB secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah (KGD) pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan. Hal tersebut membuktikan adanya efek antihiperglikemia buah labu siam. Pengamatan secara histologi setelah pengobatan dengan fraksi etil asetat buah labu siam menunjukkan perbedaan fase penyembuhan sel beta pankreas pada tikus diabetes diinduksi aloksan, sedangkan itu tidak terjadi pada tikus yang tidak mendapatkan pengobatan. Hal penting yang ditemukan dalam penelitian ini adalah adanya sel asinar pankreas yang tersebar di beberapa bagian jaringan pankreas yang menandakan terjadinya proses pembentukan baru sel β pankreas. Pankreas tikus diabetes diinduksi aloksan memperlihatkan adanya degenerasi hidropik dan perlemakan terutama pada kelenjar eksokrin, sedangkan pada tikus yang diobati dengan fraksi etil asetat buah labu siam kejadian tersebut lebih sedikit.   Kata kunci : Fraksi etil asetat, Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.), diabetes melitus, aloksan, sel β, regenerasi

Page 8 of 35 | Total Record : 342


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2 Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 18, No 01 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol. 17 N0. 02 Desember 2020 Vol 17, No 01 (2020): Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 17 No. 01, Juni 2020 Vol 16, No 02 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 16 No 02 Desember 2019 Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 16 No 1 Juni 2019 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 2 Desember 2018 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 1 Juni 2018 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 2 Desember 2017 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 1 juni 2017 Prosiding Seminar Nasional "Peluang Herbal Sebagai Alternative Medicine" Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 13 No 2 Desember 2016 JURNAL ILMU FARMASI & FARMASI KLINIK VOL. 13 NO. 1 JUNI 2016 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No.2 Desember 2015 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No. 1 Juni 2015 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.2 DESEMBER 2014 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014 Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.9 No.2 Desember 2012 Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif" JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 7 NO. 2 DESEMBER 2010 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 6 NO. 1 JUNI 2009 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 2 DESEMBER 2008 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 1 JUNI 2008 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 4 NO. 1 JUNI 2007 More Issue