cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy)
ISSN : 16937899     EISSN : 27163814     DOI : 10.31942
Core Subject : Health,
Selamat datang di situs e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas (Universitas Wahid Hasyim) Semarang. Situs ini berisi kumpulan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Unwahas. Publikasi berasal dari jurnal-jurnal serta hasil prosiding seminar yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Unwahas.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Puji Asmini; Woro Supadmi; Endang Darmawan
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.171 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1203

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah melebihi nilai normal (hiperglikemia) sebagai akibat dari kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Prevalensi diabetes diabetes diperkirakan mencapai 2,8% pada tahun 2000, dan diperkirakan terus meningkat. Kepatuhan pasien dan modifikasi gaya hidup memegang peranan penting dalam manajemen diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi obat oleh apoteker terhadap terhadap peningkatan kepatuhanpasien diabetes mellitus rawat jalan di RSUD Dr Muwardi Kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan studi deskriptif observasional dengan pengambilan data secara prospektif, selama  3 bulan dari Juni-Agustus 2014. Responden sebanyak 90 pasien dengan intervensi pemberian informasi obat untuk kelompok 1 dengan leaflet dan oral sebanyak 2kali ulangan, kelompok 2 dengan leaflet sebanyak 2kali ulangan, dan kontrol dengan pemberian informasi di awal kunjungan.Data pasien diperoleh dari rekam medis dan pemberian kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam rawat jalan di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Mengenai pemberian informasi obat oleh apoteker terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh nilai uji kelompok kontrol hasil pre test dan posttest (p = 0.001), nilai uji kelompok perlakuan pertama hasil pre test dan post test (p = 0.001), dan nilai uji kelompok perlakuan kedua hasil pre test dan post test (p = 0.000). Analisis data menunjukkan ada perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan (p = < 0,05) setelah pemberian informasi obat dengan leaflet. Kata kunci: Diabetes, Pemberian Informasi Obat, Kepatuhan
STUDI KLINIK PENGARUH FORMULA JAMU PENURUN GULA DARAH TERHADAP FUNGSI HATI Agus Triyono; PR Widhi Astana; Danang Ardianto
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.951 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1204

Abstract

ABSTRAK Kecenderungan back to nature masyarakat Indonesia maupun manca negara, merupakan suatu peluang yang cukup besar bagi obat bahan alam untuk dikembangkan. Untuk mengetahui keamanan formula jamu penurun gula darah  perlu dilakukan uji pengaruh penggunaanya terhadap fungsi hati (SGOT dan SGPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula jamu penurun gula darah terhadap fungsi hati (SGOT dan SGPT) sebagai dasar pemanfaatan dalam masyarakat dan pelayanan kesehatan formal. Studi klinik dilakukan dengan desain penelitian pre-post test desaign pada 40 subjek penelitian laki laki dan perempuan usia 20 sampai dengan 60 tahun. Subjek penelitian minum ramuan jamu penurun gula darah selama delapan minggu dengan periksa ulang seminggu sekali dan dilakukan observasi kinik serta pemeriksaan SGOT dan SGPT pada awal penelitian, hari ke-28 dan hari ke-56. Hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT dianalisis dengan uji t  berpasangan. Hasil uji t berpasangan didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna kadar SGOT (t = -2,05, p = 0,048 (p<0,05)) dan  terdapat perbedaan yang bermakna kadar SGPT  (t = -2,02, p = 0,051 (p>0,05)) sebelum dan sesudah pemberian ramuan jamu hiperglikemia hari ke-28, dan terdapat perbedaan yang bermakna kadar SGOT (t = -1,66, p = 0,038 (p<0,05)) dan SGPT ( t = -1,63, p = 0,023 (<0,05)) sebelum dan sesudah pemberian ramuan jamu hiperglikemia hari ke-56. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ramuan jamu hiperglikemia sampai hari ke-56 mengganggu fungsi hati subjek penelitian. Kata kunci: studi klinik fungsi hati, formula jamu penurun gula darah
PENGARUH PEMBERIAN JAMU ANTI FIBRO ADENOMA MAMMAE TERHADAP FUNGSI GINJAL DI RUMAH RISET JAMU (RRJ) ‘HORTUS MEDICUS’ Zuraida Zulkarnain; Ulfatun Nisa; Ulfa Fitriani; Enggar Wijayanti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.008 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1205

Abstract

ABSTRAK Fibro Adenoma Mammae (FAM) merupakan tumor jinak kelenjar mammae (payudara) yang paling sering dijumpai pada wanita. Sebagian penderita FAM mencari pengobatan alternatif dengan meminum formula jamu yang dianggap memiliki khasiat anti tumor karena takut atau tidak punya biaya untuk operasi.  Formula jamu ini harus diminum rutin dan dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula jamu anti FAM yang terdiri dari temu mangga  15 gram, daun teh hijau  7 gram, benalu  8 gram, kunir putih 10 gram, bidara upas 5 gram terhadap kadar ureum dan kreatinin plasma sebagai parameter fungsi ginjal. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan desain pre dan post test. Subyek penelitian adalah pasien dengan diagnosis FAM yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang datang dan berobat di RRJ ‘Hortus Medikus’ Tawangmangu dengan jumlah sampel 26 orang. Subyek diharuskan meminum formula jamu tersebut di atas setiap hari selama 4 bulan. Data penelitian diolah menggunakan uji p berpasangan dengan bantuan SPSS for windows versi 16. Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar ureum dan kreatinin pada awal dan akhir penelitian (p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa formula jamu anti FAM tidak mengubah atau mengganggu fungsi ginjal pada konsumsi rutin setiap hari selama 4 bulan. Kata Kunci : FAM, formula jamu, fungsi ginjal
PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA SEBAGAI OBAT HERBAL ANTIKEPUTIHAN DALAM SEDIAAN SABUN CAIR Erna Prasetyaningrum; Ririn Suharsanti; Wahyuning Setyani
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.308 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1206

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sabun cair dengan ekstrak daun som jawa berbagai konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ekstrak etanol daun som jawa sebagai obat herbal antikeputihan dalam sediaan sabun cair, mengetahui aktivitas antijamur sediaan terhadap Candida albicans dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun som jawa yang efektif sebagai bahan jamur dalam sediaan sabun cair. Pengujian kualitas sabun cair telah disesuaikan dengan aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang meliputi pengamatan skrining fitokimia, organoleptis, pH, viskositas, bj selama waktu penyimpanan. Dari hasil penelitian kestabilan fisika, kimia dan mikrobiologi diketahui bahwa sabun cair ekstrak daun som jawa relatif stabil selama penyimpanan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa uji organoleptis dari sediaan kurang nyaman jika dipakai karena bau dan warna yang tidak menarik. Sedangkan pada uji pH konsentrasi 30%,40% dan 50% memenuhi persyaratan lebih dari 8, viskositas dan bobot jenis sediaan memenuhi syarat lebih dari 1,01-1,10. Uji aktivitas antijamur menunjukkan hasil yang positif pada konsentrasi 40% dan 50 % yang diujikan. Kata kunci: antijamur, antikeputihan, Candida albicans, daun som jawa, sabun cair
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotum Ruiz & Pav.) DENGAN PEMANIS SUKROSA-LAKTOSA-ASPARTAM M.Fatchur Rochman; Yulias Ninik Windriyati; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.614 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1207

Abstract

ABSTRAK   Sirih merah (Piper crocotum Ruiz & Pav.) merupakan salah satu tanaman  yang dapat digunakan sebagai obat batuk, mempunyai rasa yang sangat pahit dan biasa digunakan dalam sediaan rebusan. Tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah merupakan sediaan yang lebih praktis, absorbsinya cepat dan mengandung bahan pemanis untuk menutupi rasa pahit dari sirih merah. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui sifat fisik tablet hisap estrak etanol daun sirih merah dengan pemanis sukrosa-laktosa-aspartam dan tanggapan responden pada tablet hisap tersebut. Ekstrak dibuat secara perkolasi dengan etanol 70%. Tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah dibuat dalam 5 formula dengan pemanis sukrosa-laktosa pada fase internal (FI tanpa sukrosa, FII 20,5%,  FIII 41%, FIV 61,5%, FV 82%) dan aspartam pada fase  eksternal 10% secara granulasi basah. Granul diuji sifat fisiknya meliputi kecepatan alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Tablet hisap diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut, selain itu dilakukan uji tanggapan rasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan persyaratan dalam literatur serta dianalisis secara statistik. Hasil tanggap rasa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pemanis sukrosa-laktosa-aspartam menghasilkan tablet hisap yang memenuhi persyaratan meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet. Formula IV dengan sukrosa-aspartam(61,5%:20,5%:10%) dapat diterima oleh 85% responden. Kata kunci : ekstrak etanol daun sirih merah, sukrosa-laktosa-aspartam, tablet hisap
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotum Ruiz & Pav.) DENGAN PEMANIS SORBITOL-LAKTOSA-ASPARTAM Akhmad Jazuli; Yulias Ninik Windriyati; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.397 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1208

Abstract

ABSTRAK Sirih merah (Piper crocotum Ruiz & Pav.) adalah salah satu tanaman obat yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit diantaranya batuk. Untuk memudahkan penggunaan maka dibuat dalam bentuk sediaan tablet hisap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik tablet hisap ekstrak etanol daun sirih merah dengan pemanis sorbitol-laktosa-aspartam dan respon rasanya. Ekstrak daun sirih merah diperoleh secara perkolasi dengan penyari etanol 70%. Tablet hisap dibuat dengan metode granulasi basah dengan 5 formula yang mengandung pemanis sorbitol-laktosa sebagai fase internal yakni : FI (0%-82%), F II (20,5%-61,5%),  F III (41%-41%), F IV (61,5%-20,5%), F V (82%-0%) dan aspartam sebagai fase eksternal sebanyak 10%. Granul diuji sifat fisiknya meliputi kecepatan alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Tablet hisap diuji sifat fisiknya meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu melarut dan uji tanggapan rasa. Data tersebut dibandingkan dengan Farmakope Indonesia dan pustaka lainnya. Selain itu data sifat fisik tablet dianalisis secara statistik menggunakan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan uji Mann Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Uji tanggapan rasa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pemanis sorbitol-laktosa-aspartam  menghasilkan tablet hisap yang memenuhi persyaratan sifat fisik tablet. Formula V dengan sorbitol-laktosa (82%-0%) dan aspartam 10% dapat diterima oleh 90% responden. Kata kunci : Ekstrak Etanol Daun Sirih Merah, Sorbitol-laktosa-aspartam, Tablet hisap,.
PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGG1S (Garcinia mangostana L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN GEL Mutmainah Mutmainah; Lia Kusmita; Ika Puspitaningrum
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.145 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1209

Abstract

ABSTRAK Kulit manggis merupakan cangkang yang dibuang oleh konsumen atau dapat disebut dengan limbah hasil pertanian. Salah satu senyawa utama yang terkandung dalam kulit buah manggis adalah xanton, yang ternyata turut bertanggungjawab atas beberapa aktivitas farmakologi dari kulit manggis. Penggunaan kulit manggis untuk menyembuhkan luka bakar dapat dipermudah dengan membuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit buah manggis dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10% yang diformulasi dalam gel terhadap karakteristik fisik dari gel. Ekstraksi kulit buah manggis dengan metode maserasi selama 5 hari menggunakan pelarut etanol 96% dengan pergantian pelarut dilakukan setiap 24 jam. Formulasi ekstrak etanol kulit buah manggis dalam sediaan gel menggunakan formula dengan basis carbophol. Pengujian karakteristik fisik gel meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Data karakteristik fisik dianalisis menggunakan statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol kulit buah manggis berturut-turut dengan  konsentrasi 2,5%, 5%, 10%  mampu meningkatkan viskositas, pH, daya lekat dan menurunkan daya sebar.   Kata kunci : gel, kulit buah manggis, karakteristik fisik.
KRIM TABIR SURYA DARI KOMBINASI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr & Perry) DENGAN EKSTRAK BUAH CARICA (Carica pubescens) SEBAGAI SPF Suwarmi Suwarmi; Agus Suprijono
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.64 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1210

Abstract

ABSTRAK Sarang semut (Myrmecodia pendens Merr & Perry) merupakan tanaman yang secara empirik banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat terutama karena kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, demikian juga dengan carica (Carica pubescens) merupakan buah dengan kandungan vitamin C tinggi. Antioksidan mampu menghambat reaksi oksidasi serta menetralkan radikal bebas yang terbentuk akibat paparan sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi ekstrak kering buah carica dan ekstrak kental sarang semut terhadap karakteristik fisik sediaan krim tabir surya dan nilai SPF dengan konsentrasi formula (carica : sarang semut) yaitu FI (20%:0%); FII (0%:20%); FIII (10%:10%); & FIV (0%:0%) serta pengaruh lama penyimpanan terhadap kestabilan. Ekstrak kering buah carica diperoleh dengan menggunakan alat Freeze Dryer dan ekstrak kental umbi sarang semut diperoleh dengan metode remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Sediaan krim tabbir surya diuji karakteristik fisik (meliputi: uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, uji tipe emulsi, homogenitas). Efektivitas sediaan krim tabir surya dilakukan dengan pengujian SPF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi dalam sediaan krim tabir surya dapat mempengaruhi karakteristik fisik dan nilai SPF sediaan, serta memberikan hasil yang stabil selama penyimpanan. Nilai SPF tertinggi terdapat pada formula II sebesar 1,448-1,469. Kata kunci: carica, krim, sarang semut, SPF, tabir surya.
ANALISIS UKURAN PARTIKEL BAHAN PENYUSUN RAMUAN JAMU DAN VOLUME AIR PENYARI TERHADAP MUTU EKSTRAK YANG DIHASILKAN Awal P. Dyah Subositi
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.272 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1211

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian Pengaruh Ukuran Partikel Bahan Ramuan Jamu dan Volume Air Penyari terhadap Mutu Ekstrak yang dihasilkan. Penelitian merupakan salah satu tahap penyiapan bentuk sediaan cair jamu antihiperurisemia yang dilakukan di laboratorium Formulasi B2P2TO2T, pada bulan Maret – Juni 2011. Desain Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 variabel bebas yaitu ukuran partikel (A) yang terbagi menjadi 2 tingkat yaitu A1= ukuran partikel 20 Mesh, dan A2= ukuran partikel 80 mesh. Variabel bebas yang kedua adalah volume air, sebagai cairan penyari (B) yang terbagi menjadi 2 tingkat yaitu B1= volume air 10x berat bahan, dan B2= volume air 50x berat bahan. Adapun variabel tergantung pada penelitian ini adalah rendemen ekstrak total dan kadar kuersetin ekstrak yang dihasilkan. Dari hasil penelitian didapatkan rendeman ekstrak dan kadar kuersetin tertinggi, dari bahan ramuan jamu ukuran 20 mesh  dengan perbandingan bahan dan penyari (1:50),  untuk kadar rendemen ekstrak 13,83 + 0,62%; KV: 4,41, sedangkan kadar kuersetinnya adalah: 2,19 + 0,07%; KV:3,23% Kata kunci: kuersetin, rendemen ekstrak, ukuran partikel, volume air.
OPTIMASI DAN VALIDASI METODE ANALISIS SUKROSA UNTUK MENENTUKAN KEASLIAN MADU PERDAGANGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Aqnes Budiarti; Ibrahim Arifin
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.884 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v0i0.1212

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan peningkatan penggunaan madu, berkembanglah pemalsuan madu untuk mendapatkan keuntungan. Penambahan larutan gula pasir sering dilakukan karena harganya yang relatif murah. Pemalsuan madu dengan cara seperti ini sangat merugikan masyarakat karena dapat memicu timbulnya penyakit diabetes. Kandungan sukrosa dalam madu menurut persyaratan mutu madu SNI 01-3545-2004 adalah maksimal 5%. Apabila kandungannya jauh lebih tinggi maka dapat dipastikan bahwa madu tersebut tidak asli. Metode didasarkan pada sifat glukosa yang polar sehingga dapat dianalisis menggunakan KCKT dan struktur glukosa yang mengandung kromofor sehingga dapat dideteksi menggunakan detektor UV. Analisis dilakukan dengan kolom C18 Lichrospher 100 RP-18 (100 mm x 4.6 mm ID, 5 μm). Fase gerak terdiri atas asetonitril dan aquabidest (65: 35, v/v). Fase gerak dihantarkan secara isokratik dengan laju alir 0,8 mL/menit. Detektor UV pada panjang gelombang 191 nm. Metode yang dikembangkan divalidasi berdasarkan parameter ketelitian, ketepatan, linieritas, spesivitas dan sensitivitas. Metode ini memenuhi persyaratan validasi. Ketelitian metode dievaluasi menggunakan uji repeatability yang menghasilkan nilai RSD 0,10 – 1,90%. Ketepatan metode ditentukan dengan studi perolehan kembali yang menunjukkan nilai perolehan kembali adalah 98,72 – 101,22%. Metode menghasilkan respon yang linier (r > 0,99) pada kisaran konsentrasi 30 – 90 µg/mL. Nilai LOD dan LOQ Sukrosa sebesar 2,64 µg/mL dan 8,83 µg/mL Kata kunci: sukrosa, madu perdagangan, KCKT

Page 9 of 35 | Total Record : 342


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2 Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 18, No 01 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol. 17 N0. 02 Desember 2020 Vol 17, No 01 (2020): Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 17 No. 01, Juni 2020 Vol 16, No 02 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 16 No 02 Desember 2019 Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 16 No 1 Juni 2019 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 2 Desember 2018 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 1 Juni 2018 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 2 Desember 2017 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 1 juni 2017 Prosiding Seminar Nasional "Peluang Herbal Sebagai Alternative Medicine" Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 13 No 2 Desember 2016 JURNAL ILMU FARMASI & FARMASI KLINIK VOL. 13 NO. 1 JUNI 2016 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No.2 Desember 2015 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No. 1 Juni 2015 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.2 DESEMBER 2014 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014 Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.9 No.2 Desember 2012 Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif" JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 7 NO. 2 DESEMBER 2010 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 6 NO. 1 JUNI 2009 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 2 DESEMBER 2008 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 1 JUNI 2008 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 4 NO. 1 JUNI 2007 More Issue