cover
Contact Name
Sigit Mujiharjo
Contact Email
smujiharjo@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
smujiharjo@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroindustri
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20885369     EISSN : 26139952     DOI : -
Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial Technologist (APTA). It is dedicated for students, lecturers, and researches to scientifically publish their ideas, results of research, review of literatures of agricultural industry (agroindustry). It is published twice a year; due on May and November; in the form of hardcopy (printed) and softcopy (file on the OJS web).
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
PERBAIKAN KINERJA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI PISANG MENGGUNAKAN MCDM (MULTI CRITERIA DECISION MAKING) Odi Andanu; Utari Yolla Sundari; Erni Dwi Puji Setyowati
Jurnal Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.13.2.95-106

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada agroindustri pisang terdiri dari proses pengadaan bahan baku dari pemasok pisang belum dapat memenuhi kebutuhan industri. Proses pemilihan pemasok pisang belum menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh industri dalam perencanaan strateginya. Teknologi yang digunakan seharusnya dapat menghasilkan produk olahan pisang yang berkualitas, tetapi pada kenyataannya produksi masih di bawah kapasitas normal yang tersedia. Distribusi produk olahan pisang kepada konsumen yang belum teridentifikasi dengan baik dan akses pasar yang masih terbatas berdampak pada perkembangan industri yang stagnan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kinerja yang ada pada rantai pasok agroindustri pisang, melakukan pengukuran kinerja rantai pasok agroindustri pisang, serta memberikan dan mengevaluasi solusi yang dapat digunakan untuk perbaikan kinerja rantai pasok agroindustri pisang. Metode yang digunakan adalah pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan pembobotan dengan metode multiple criteria decision-making (MCDM) terdiri dari AHP (Analytical Hierarchy Process), menentukan alternatif solusi dengan metode VIKOR (Vise Kriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje). Hasil menunjukkan bahwa identifikasi permasalahan pada rantai pasok agroindustri pisang terdiri dari 5 kriteria utama dan 20 sub kriteria serta 7 solusi yang ditawarkan. Pengukuran kinerja rantai pasok diperoleh nilai 32.032 (poor) yang artinya kinerja rantai pasok agroindustri pisang masih rendah. Alternatif solusi yang diberikan untuk perbaikan kinerja rantai pasok agroindustri pisang adalah dibentuk kolaborasi dan kemitraan antar pelaku rantai pasok.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE RULA DAN OWAS PADA INDUSTRI TAHU Ida Bagus Suryaningrat; Yuli Wibowo; Bella Yusita Sari
Jurnal Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.13.2.190-201

Abstract

Industritahustembel merupakan usaha mikro yang berada di Desa Stembel, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Industri tersebut berdiri pada tahun 2000 hingga sekarang. Tenaga kerja pada industri tahu ini berjumlah 10 orang pekerja. Dalam industri tahu menyerap cukup tenaga kerja diawali dari proses produksi hingga distribusi yang berarti sebagai penyedia jasa. Aktivitas pencetakan tahu dilakukan pekerja secara manual dengan cara menggunakan tenaga manusia sepenuhnya. Aktivitas secara kontinyu mengakibatkan adanya risiko musculoskeletal disorderspada pekerja.Penggunaan kuesioner Nordic Body Map untuk mengetahui keluhan pada pekerja saatproses pencetakan tahu. Metode OWAS dan RULA digunakan untukmengevaluasi dan menganalisis aktivitas pekerja yang menyebabkan cederaotot. Kegiatan proses pencetakan tahu meliputi tahap perataan lembar kain, tahap pengambilan gumpalantahu, pengepresan, pembalikan I dan II, pemindahan hasil cetakan ke pemotongan, dan tahap pemotongan tahu. Dari ketujuh aktivitas diperoleh hasil perhitungan metode OWAS dan RULA yang berisiko tinggi pada tahap pengambilan gumpalan tahu, pengepresan, dan pemotongan tahu dengan skor OWAS pada level 4 dan skor risiko RULA pada level 4. Analisis memperlihatkan bahwa postur tubuh pekerja memberikan risiko musculoskeletal yang membutuhkan perbaikan. Usulan perbaikan desain alat pengambilan gumpalan tahu dan alat cetak tahu diperlukan untuk mengatasi risiko cedera bagi pekerja.
PENGARUHATRIBUT KUALITAS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIANMI CEPAT SAJI Ainur Rofi'ah; Yunita Siti Mardhiyyah
Jurnal Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.13.2.163-175

Abstract

Mi cepat saji merupakan salah satu produk pangan olahan sebagai sumber energi yang populer di Indonesia. Logo Pilihan Lebih Sehat yang dikeluarkan BPOM pada tahun 2019 yang dapat ditemui pada minuman cepat saji, pasta dan mi cepat saji. Adanya logo ini menjadi alternatif lain dalam pemilihan produk oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor kualitas produk mi cepat saji (performa, estetika, dan kualitas kesesuaian) dan klaim kesehatan terhadap keputusan pembelian. Keempat variabel eksogen yaitu X1 untuk klaim kesehatan, X2 untuk kinerja, X3 untuk kesesuaian, dan X4 untuk estetika dianalisis dengan metode Partial Least Square (PLS). Adapun variabel endogennya adalah keputusan pembelian (Y) dari 2 contoh jenis mi yaitu merk "A" dan "B", dua merk populer mi cepat saji rasa mi goreng. Sebanyak 100 responden pada setiap sampel mi telah mengisi kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan mi "B" memperoleh penilaian keputusan pembelian lebih tinggi dibandingkan mi "A" yaitu 3,86 berbanding 3,71 pada skala 1-5. Keputusan pembelian mi "A" dipengaruhi positif dan relevan oleh keempat variabel eksogen. Pada mi "B" semua variabel kecuali X1 berpengaruh positif dan signifikan. Konsumen Indonesia masih cenderung mengutamakan kualitas penampilan (rasa, tekstur, warna, aroma) dan kualitas kesesuaian terkait harga dan berat, khususnya pada produk mi "B". Untuk kedepannya, penggunaan klaim kesehatan BPOM dapat meningkatkan nilai tambah produk dan meningkatkan jumlah pasar pada produk inovatif mi cepat saji.
APLIKASI NEAR INFRARED SPECTROSCOPY (NIRS) DALAM PENGUKURAN KEHILANGAN MINYAK DAN PENGUJIAN AKURASINYA DIBANDINGKAN DENGAN METODE SOKLET Irfan Irfan; Iqbal Fitri Aji; Dewi Yunita
Jurnal Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.13.2.107-120

Abstract

Loss of oil during crude palm oil (CPO) extraction occurs among other things, due to the use of high temperature and pressure in the boiling process so that the oil from the fruit is absorbed and remains in the empty fruit bunches (EFB). This oil loss is generally measured using Soxhlet method. However, recently in several palm oil mills (POM), the Soxhlet method has been replaced by the Near Infrared Spectroscopy (NIRS) method which is equipped with free and open-source software (FOSS). Therefore, the purpose of this study was to examine the application of NIRS in measuring oil loss in EFB and to test its accuracy compared to the Soxhlet method. The data is from primary source of POM during April-June 2022 period (peak harvest times). Normality test and paired T test is used to analyze data. This research also cites case studies of CPO processing companies in Indonesia in the last 10 years (2013-2022) with a focus on oil loss in EFB. The results showed that the oil loss in EFB using NIRS and Soxhlet were 0.50% and 0.49%, respectively. These two values are below the company's oil loss standard (0.62%). Both data are normally distributed and based on the paired T test, it was found that there were no significant differences in the results of oil loss analysis using the NIRS and Soxhlet methods. Compared with data for the last 10 years, they are also below the standard limit of other companies which reaches 3%. Therefore, NIRS is more recommended in terms of time efficiency, safe and does not damage the material.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEMBAKAU NON ROKOK DI KABUPATEN JEMBER Danu Indra Wardhana; Anisa Nurina Aulia; Asih Imer Rita; Rizki Rismawati; Syahroni Riskiyono
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.53-67

Abstract

Agroindustri tembakau sangat berpotensi untuk dikembangkandi Indonesia, dapat diketahui bahwaIndonesia menjadisalah satu negara penghasiltanamantembakau terbesar di dunia. Tanamantembakau dan produk rokokmemiliki nilai jual yang tinggi sehingga memiliki peransebagai sumber penerimaan pemerintah (pajak/cukai), devisanegara, pendapatan petani, dan penyedia lapangan pekerjaanpada sektor pertanian maupun industri pascapanen. Dibalik signifikasi peran tersebut, perkembangan agroindustri tembakau juga memiliki kontroversi, yaitu dengan semakin berkembangnya produk rokok yang banyak ditentang oleh masyarakat sejalan dengan semakin meningkatnya kepedulian dari masyarakat pada kesehatan serta lingkungan. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan diversifikasi produk olahan tembakau menjadi produk turunanselain rokok yang memberikannilai tambahdanmemilikimanfaat bagi masyarakat. Namunusahapengembangan agroindustri tembakau non rokok memiliki beberapa masalahyaknibiaya yang tinggi pada teknologi proses, pengetahuan teknis petani, permodalan, kebijakan pemerintah daerah, persaingan dengan daerah lain, dan belum adanya strategi yang konkritdan terstrukturdari pemerintah dalammendukung pengembangan agroindustri tembakau non rokok. Selain itu, kemampuan kompetitifdari agroindustri tembakau non rokok saat ini masih relatifrendah, sehingga dibutuhkan suatu strategi pengembangan agroindustri tembakau non rokok. Penelitian ini memiliki tujuanuntuk merumuskanstrategi pengembangan agroindustri tembakau non rokok di Kabupaten Jember. Data hasil penelitian dianalisismenggunakanMetode Perbandingan Eksponensial, Interpretative Structural Modellingdan Analytical Hierarchy Process. Hasil prioritas utama pemilihan produk unggulan agroindustri tembakau non rokok adalah parfum tembakau. Sub-elemen kunci pada elemen kebutuhan yaitusarana prasarana agroindustri tembakau non rokok serta investasi dan akses permodalan bagi petani dan pengusaha; sub-elemen kunci pada elemen kendala adalah terbatasnyamodal dan teknologi agroindustri tembakau non rokok; sub-elemen kunci pada elemen pelaku/institusi yaitupemerintah daerah; dan sub-elemen kunci pada elemen aktivitas yaitupeningkatanakses pasar dan kemitraan produk olahan tembakau non rokok. Alternatif strategi meningkatkan akses pasar dan kemitraan memiliki prioritas paling tinggi dalam pemilihan strategi pengembangan agroindustriparfum tembakau.
OPTIMASI MALTODEKSTRIN DAN EKSTRAK SECANG PADA SERBUK MINUMAN JAHE MENGGUNAKAN MIXTURE DESIGN Andi Eko Wiyono; Nita Kuswardhani; Dinda Putri Prameswari
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.40-52

Abstract

Jahe dan secang dapat dikembangkan menjadi produk pangan fungsional berupa serbuk minuman rempah. Proses pembuatan serbuk minuman rempah jahe dan secang dapat dilakukan dengan teknik pengeringan busa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula optimum serbuk minuman rempah jahe dan secang dengan teknik foam mat drying, serta mengetahui karakteristik fisik dan kimia minuman rempah serbuk jahe dan secang pada formula optimum. Rancangan percobaan menggunakan metode mixture design pada penerapan Simplex Lattice Design dengan software Design Expert version 13. Formulasi bahan dilakukan dengan dua faktor yaitu variasi maltodekstrin dan ekstrak secang. Hasil penelitian menunjukkan formula serbuk minuman rempah jahe dan secang yang optimum adalah formula 5 (maltodekstrin 10%; ekstrak secang 40%) dengan nilai desirability 0,722. Hasil karakteristik fisik dan kimia formula yang optimum yaitu kadar air 3,76%; higroskopisitas 13,68%; nilai a* 8,24; mutu hedonik aroma 3,93; mutu hedonik warna 4,67; nilai °hue 46,74°; kelarutan 88,018%; dan aktivitas antioksidan 31,8%.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, SIFAT FISIK DAN SENSORI ES KRIM VANILA DENGAN PENAMBAHAN BUNGA TELANG (Clitoria ternateaL.) Heru Prono Widayat; Nia Andini; Cut Nilda; Faidha Rahmi; Murna Muzaifa
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.68-76

Abstract

Clitoria ternatea L. dengan warna biru cerah yang menarik dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh penambahan ekstrak bunga telang dan vanila terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori es krim. Rancangan penelitian menggunakan dua faktor yaitu jenis vanili (N1 = vanila bubuk dan N2 = vanila cair) dan konsentrasi ekstrak bunga telang (A1 = 0%, A2 = 15% dan A3 = 30%). Penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan, waktu leleh dan warna hedonik es krim yang dihasilkan. Semakin banyak ekstrak bunga telang yang ditambahkan maka aktivitas antioksidan dan kesukaan warna semakin tinggi namun menurunkan waktu leleh es krim. Waktu leleh belum sesuai SNI No. 01-3713-1995. Jenis vanila mempengaruhi nilai overrun dan tekstur hedonic es krim. Penggunaan vanila cair memberikan nilai overrun yang sesuai dengan standar industri rumahan es krim dengan tekstur yang disukai. Berdasarkan karakteristik keseluruhan, es krim terbaik diperoleh dengan menggunakan ekstrak vanila cair dan ekstrak bunga terong 30%. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan waktu leleh es krim.
PROSES DAN MUTU KOPI BERAS DI TINGKAT RANTAI PASOK DARI DESA BENUANG GALING KECAMATAN SEBERANG MUSI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Marniza; Damres Uker; Meizul Zuki; Nadya Dahlia
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.87-99

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat di Desa Benuang Galing, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, ProvinsiBengkulu. Rantai pasok kopi beras dari Desa Benuang Galing digunakan untuk mengetahui aktivitas dari hubungan yang terlibat dalam menyalurkan suatu barang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi proses yang diberikan pada setiap alur distribusi rantai pasok dan menentukan mutu pada setiap tingkat rantai pasok kopi yang berasal dari Desa Benuang Galing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dan metode yang digunakan yaitu metode snowball sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 responden didapatkan setelah tidak ada lagi informasi baru yang didapatkan dari responden berkaitan dengan data proses dan data lain yang dibutuhkan. Mutu kopi beras ditentukan dengan menggunakan metode observasi yang ditentukan oleh Badan Standar Nasional (BSN, 2008) mengenai biji kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses yang dilakukan oleh pelaku rantai pasok menunjukkan perubahan dengan meningkatnya mutu kopi beras pada setiap tingkatan rantai pasok. Pola rantai pasok Imutu kopi beras pada pedagang pengumpul termasuk kedalam mutu 6 dan pada pedagang besar mutu kopi beras termasuk dalam mutu 5, sedangkan pada pola rantai pasok II mutu kopi beras pada pedagang besar termasuk dalam mutu 5.
PENGARUH PENAMBAHAN KARBOKSIMETIL SELULOSA DAN AGAR-AGAR TERHADAP FISIKOKIMIA DAN SENSORIFRUIT LEATHERBUAH MERAH (Pandanus conoideusLamk) Intan Permata Sari; Zita Letviany Sarungallo; Budi Santoso
Jurnal Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.14.1.26-39

Abstract

Limbah ekstraksi minyak buah merah berupa ampas padat dapat diolah menjadi aneka produk pangan karena masih memiliki kandungan zat gizi, seperti fruit leather. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penambahan pengemulsi yaitu Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dan agar-agarterhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik fruit leather buah merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua ulangan. Fruit leather dibuat dengan perlakuan F1 (CMC 0,25%), F2 (Agar-agar 0,25%), F3 (CMC 0,15% dan agar-agar 0,15), dan F4 (CMC 0,25% dan agar-agar 0,25). Pengamatan terhadap empat formula fruit leather yang dihasilkan dilakukan terhadap sifat fisikokimiayaitu warna, total padatan terlarut (TPT) dan kadar air, uji sensori dengan uji penjenjangan dan uji hedonik (warna, aroma, rasa, dan elastisitas), kandungan proksimat dan komponen bioaktif (Total karotenoid dan tokoferol). Warna fruit leather buah merah yang diperoleh dari penelitian ini adalah warna merah sampai merah gelap, TPTberkisar 42,4-48,0 oBrix, serta kadar air berkisar 10,26-12,87%, yang telah memenuhi standar Nasional untuk produk semi basah. Penggunaan pengemulsi CMC dan agar-agar secara umum tidak menghilangkan aroma dan rasa khas buah merah dan juga tingkat elastisitasnya masih cukup baik sehingga produk fruit leatherbuah merah dapat digulung dengan baik. Selain itu, secara keseluruhan panelis dapat menerima warna, aroma, rasa, dan kekenyalan pada semua formulasi fruit leather buah merah. Formula fruit leatherbuah merah terbaik adalah F3 (CMC 0,15% dan agar-agar 0,15), dengan komposisi ampas buah merah 60,2%, CMC 0,15%, agar-agar 0,15%, asam sitrat 0,2%, gula 10%, dan air 29,3%; kandungan proksimat yaitu kadar abu 1,29% (bk), lemak 28,38% (bk), protein 0,29% (bk), karbohidrat 55,63% (bk)dan TPT 48,0 oBrix; serta komponen bioaktif yakni total karotenoid 1.365ppm dan total tokoferol 553ppm.
KUALITAS SENSORIS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KUE BAWANG YANG DIPERKAYAPASTA UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Syarifah Rohaya; Ida Asiah; Murna Muzaifa
Jurnal Agroindustri Vol. 13 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : BPFP Faperta UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagroindustri.13.2.176-189

Abstract

Kue bawang merupakan makanan tradisional Indonesia yang disukai oleh masyarakat luas. Saat ini tren masyarakat terhadap makanan sehat semakin meningkat, termasuk dalam memilih makanan ringan. Penambahan umbi bit merah sebagai zat pewarna alami dan sumber antioksidan diduga dapat meningkatkan kualitas kue bawang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas sensoris dan aktivitas antioksidan kue bawang dengan penambahan pasta umbi bit merah pada berbagai konsentrasi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal, perlakuan yang digunakan adalah jumlah pasta umbi bit merah yaitu dengan konsentrasi F1= 20%, F2= 30%, F3= 40%, F4= 50%, dan F5= 60%. Analisis yang dilakukan yaitu uji hedonik, uji deskripsi terhadap organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur serta menguji aktivitas antioksidan dan kadar air kue bawang yang ditambahkan pasta umbi bit merah. Penambahan pasta umbi bit merah memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji deskripsi dan uji hedonik (warna, aroma, rasa dan tekstur), aktivitas antioksidan dan kadar air. Perlakuan yang direkomendasikan adalah F3 dengan deskripsi warna merah keunguan (4,44), aroma kue bawang dan umbi bit merah normal/khas (3,53), rasa gurih normal/khas (3,27), tekstur normal/khas (3,29); serta hedonik dengan skor warna 3,99 (suka), aroma 3,81 (suka), rasa 4,27 (suka) dan tekstur 4,10 (suka); aktivitas antioksidan (58,26%); dan kadar air (3,40%).