cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Expression and Activation of Toll-Like Receptor 9 in Dengue Virus Infection: A Scoping Review Safari Wahyu Jatmiko; Riandini Aisyah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.23052

Abstract

Toll-like receptors (TLR) are essential to pathogen recognition to activate innate immunity. TLR2, 3, 4, 6, 7, 8, and 9 are involved in immunity to dengue virus. The involvement of TLR9, known to recognize CpG DNA, in dengue virus (DVI) infection, an RNA virus, is unusual. We hypothesize that there is an elevated expression and activation of TLR9 through specific mechanisms in DVI. A scoping review was carried out to collect articles that have been written regarding this topic. Article searches were carried out on the PubMed (Medline), Proquest, EBSCO, and Google Scholar databases with inclusion criteria: articles in the form of research results using human subjects or human cells, conducted from 2013 to 2023, in English, and can be accessed in full -text. Gray articles, books, and review articles were excluded from the study. The literature search results found 821 articles, with eight articles meeting the criteria. Based on mapping, synthesis, and analysis of the articles obtained, it was found that there was increased expression and activation of TLR9 in the DVI due to the release of mtDNA. 
REVIEW : KAJIAN LICHEN : MORFOLOGI, HABITAT DAN BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA AMBIEN AKIBAT POLUSI KENDARAAN BERMOTOR Roziaty, Efri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1632

Abstract

artikel ini akan mengeksplorasi masalah lichen terkait dengan fungsinya sebagai bioindikator. Beberapa kriteria dikemukakan untuk bisa mengarahkan bahwa lichen memang layak untuk dijadikan bioindikator lingkungan khususnya mengenai kualitas udara. Polusi udara dapat mempengaruhi kondisi tumbuhan termasuk lichen secara fisiologis. Beberapa jenis lumut kerak dilaporkan dapat menjadi bioindikator yang peka terhadap pencemaran udara. Tulisan ini bertujuan untuk mengulas tentang lichen dari sisi morfologi, anatomi dan habitat serta keterkaitan lichen dengan polusi udara khususnya polusi yang disebabkan oleh pencemaran kendaraan bermotor. Berdasarkan atas substrat tempat tumbuhnya, lichen dibagi menjadi – Corticolous (lichen yang tumbuh di permukaan pohon), Follicolous (lichen yang tumbuh di permukaan daun), Saxicolous (lichen yang tumbuh di permukaan batu), Terricolous (lichen yang tumbuh di tanah), dan Musicolous (lichen yang tumbuh dengan lumut). Beberapa jenis lichen yang dapat dijadikan bioindikator pencemaran udara misalnya Parmelia, Hypogymnia dan Strigula selain itu masih ada jenis – jenis lichen lainnya yang terdeteksi sebagai indikator di daerah  yang tercemar seperti Buelia punctata, Laurera bengaulensis, Lecanora paliida, D. picta, Trypethelium tropicum, Graphis liberta, dan Cryptothecia sp, Verrucaria sp., Heterodermia sp., Phaeographis sp., dan Heterodermia sp.
Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Feses Sapi Sebagai Bahan Baku Produksi Biogas Luthfiyah, Firya; Dewi, Endah Rita Sulistyo; Widyastuti, Dyah Ayu
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.15118

Abstract

Masyarakat membutuhkan energi yang ramah lingkungan dan tidak mahal. Mengatasi adanya harga biogas yang mahal perlu adanya penelitian energi alternatif yaitu biogas dari limbah eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis volume dan rasio C/N  biogas yang paling optimal dari bahan baku eceng gondok (E. crassipes), kotoran sapi, dan campuran keduanya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi penelitian terdiri 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan variasi bahan baku antar perlakuan, dimana H0 menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan variasi bahan baku eceng gondok, kotoran sapi dan campuran keduanya terhadap volume dan rasio C/N biogas yang dihasilkan diterima. Jadi ada beda nyata antara volume biogas dan rasio C/N baik pada P1, P2 dan P3.
ISOLASI DAN ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KEMBANG LESON Pratiwi, Ambar; Utami, Listiatie Budi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5930

Abstract

Kembang leson sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi pada saat pemulihan bagi pasien karena dipercaya dapat menghilangkan rasa lesu. Komposisi kembang leson sangat beragam, terdiri dari beraneka bunga dan rimpang, serta belum ada kajian mendalam terkait dengan kandungan senyawa terutama minyak atsiri pada kembang leson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kembang leson. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan metode destilasi Stahl, minyak atsiri yang diperoleh dianalisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif minyak atsiri meliputi pengamatan organoleptis; sementara analisis kuantitatif minyak atsiri dilakukan dengan kromatograf gas-spektra massa (KG-SM). Minyak atsiri yang diperoleh memiliki bentuk cair, jernih, berwarna kuning kecokelatan, bau aromatis. Rendaman minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,75% (v/b). Analisis KG-SM diperoleh 50 komponen penyusun minyak atsiri, lima komponen minyak atsiri yang memiliki luas area tertinggi yaitu camphene kadarnya sebanyak 1,29% , benzene metil cymene 4,93%, camphor 4,75%, cyclohexanemethanol 7,56% dan curdione 4,83%.
Chemical Profiling of Essential Oil Extracted from Fresh Walang Leaves (Etlingera walang (Blume) R. M. Sm.), an Indigenous Species in Banten, Indonesia Novi, Cory; Apriliane, Keukeu Listia; Oktavia, Swastika
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 10, No 1: March 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v10i1.22998

Abstract

Essential oils are a group of secondary metabolite compounds that have a distinctive aroma and are volatile. Walang leaves are one of the plants suspected of having essential oil content. This study aims to determine the constituent components of essential oil compounds from fresh walang leaves. The method used to extract essential oil from fresh walang leaves is steam distillation. The essential oil produced was analyzed using Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GC-MS). The results showed that the essential oil of fresh walang leaves contained 15 components of essential oil compounds and 2 main components of essential oil compounds, namely: Acetic acid (CAS) Ethylic acid 24.52%, 1,2 Benzenedicarboxylic acid, bis(2-methylpropyl) ester (CAS) Isobutyl phthalate 21.09%.
Struktur Komunitas Ekosistem Mangrove Di Teluk Serewe Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat Irwansyah, Irwansyah; Sugiyarto, Sugiyarto; Mahajoeno, Edwi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9242

Abstract

The purpose of this study is to obtain the value of density, frequency, mangrove cover and the mangrove importance index (INP Mangrove) The method used for belt transects. The quadratic transect method measures 10 m x 10 m (tree category), 5 m x 5 m (sapling category) and 2 m x 2 m (seedling category). The results found that the mangrove community in Serewe Bay, Lombok Island, West Nusa Tenggara. Tree strata are dominated by Sonneratia alba species, pole strata are dominated by Sonneratia alba species and the seedling strata are dominated by Pemphis acidula. This shows that the existence of these three types can be found in almost every plot / plot. The Importance Value Index (INP) of mangroves obtained is classified as moderate, this shows that mangroves in Serewe Bay, Lombok Island, West Nusa Tenggara have an important role for the coastal environment.
Pengaruh Tipe Media Pertumbuhan Rhodobacter sp Terhadap Produksi Bakteriorhodopsin Lestari, Eni
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.12371

Abstract

Rhodobacter sp merupakan bakteri ungu non sulfur. Bakteri ini menghasilkan pigmen dalam  pertumbuhan secara fotoautotrof. Salah satu pigmen yang dihasilkan adalah Rhodopsin. Rhodopsin merupkan salah satu pigmen penangkap cahaya bagi bakteri ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat intensitas warna pigmen bakteriorhodopsin secara spektrofotometri yang dihasilkan bakteri ini dalam 2 tipe medium yang berbeda, dengan waktu inkubasi selama. 4 hari menggunakan lampu pijar dengan lux 2000. Tipe medium pertumbuhan yang diuji adalah Sea water medium dan Sea water complete medium.  Metode penelitian ada uji kualitatif intensitas warna pigmen bakteriorhodopsin berdasarkan nilai absorbansi pada panjang gelombang 530 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari penelitian ini adalah nilai absorbansi  rata-rata pada pigmen bakteriorhodopsin yang dihasilkan dari 2 tipe medium pertumbuhan yakni pada Sea water medium didapatkan  nilai absorbansi bakteriorhodopsin adalah 0,067, sedangkan pada Sea water complete medium  didapatkan nilai absorbansi bakteriorhodopsin adalah 0,211. Kesimpulan pada penelitian adalah terdapat perbedaan produksi pigmen Rhodobacter dengan 2 tipe medium pertumbuhan serta medium yang paling baik menghasilkan pigmen bakteriorhodopsin adalah Sea Water Complete Medium.
Bakteri Tanah Di Sekitar Rhizosfer Tumbuhan Pioner Pada Lahan Bekas Tambang Kapur Sriwulan, Sriwulan; Andriani, Riska; Anggraini, Susanti Dhini; Kurniahu, Hesti; Rahmawati, Annisa
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.14414

Abstract

Pioneer plants are plants with high adaptability, so they can grow in disturbed environments, such as ex-limestone mining areas. This adaptability is supported by the ability of these plants to associate with soil bacteria in their rhizosphere area. The presence of these bacteria can support the growth of pioneer plants on disturbed land. The purpose of this study was to characterize the soil bacteria around the rhizosphere of pioneer plants in the former limestone mining areas. Soil samples in the rhizosphere area of 5 pioneer plants from ex-mining lime were then isolated using the Pour plate method to obtain bacterial isolates. The bacterial isolates obtained were then identified their colony morphology. Based on the results of colony morphological identification, 21 isolates were obtained from the rhizosphere of 5 pioneer plants from the former limestone mining area. The highest number of isolates was obtained from the rhizosphere of the Waltheria indica with 9 isolates, 8 isolates of each Lamium barbatum and Digitaria sanguinalis, 7 isolates of Chromoleana odoratum, and 5 isolates of Tridax procumbens.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK SERASAH LAMUN (SEAGRASS) TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORBSI AIR ECO-BATAKO Kiswardianta, R. Bekti; Huriawati, Farida; Kusuma Dewi, Nurul
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5183

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk serasah lamun (seagrass) terhadap pasir pada nilai kuat tekan dan absorbsi air eco-batako.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni eksperimen dengan sampel eco-batako (20 x 10 x 6) cm dalam 4 variasi penambahan serbuk serasah lamun.Variasi pertama tanpa penambahan serbuk serasah lamun (0%), kedua dengan penambahan 5%, ketiga dengan penambahan 15%, dan yang keempat dengan penambahan 25%. Pengujian kuat tekan dan absorbs air dilakukan pada eco-batako umur 28 hari dengan sepuluh kali pengulangan dan diambil nilai rata-ratanya. Hasil penelitian menunjukan nilai kuat tekan untuk setiap variasi adalah 12,102 MPa untuk yang tanpa penambahan serbuk serasah lamun (0%), 11,011 MPa untuk penambahan 5%, 7,6044MPa untuk penambahan 15%, dan 5,3872MPa untuk penambahan 25%. Untuk data pengujian absorsi air adalah 12,439% untuk yang tanpa penambahan serbuk serasah lamun (0%), 13,81% untuk penambahan 5%, 15,215% untuk penambahan 15%, dan 16,019% untuk penambahan 25%. Kesimpulan yang diperoleh adalahsemakin banyak konsentrasi penambahan serbuk serasah lamun semakin rendah nilai kuat tekan eco-batako dan sebaliknya semakin sedikit penambahan konsentrasi serbuk serasah lamun dalam eco-batako semakin rendah daya absorbsi airnya
The Growth of Red Spinach (Amaranthus tricolor L.) After Application of Bean Sprouts Extract [Vigna radiata (L.) R. Wilczek] on Murashige and Skoog Medium In Vitro Herlanda, Kishy Dhea; Nurcahyani, Endang; Mahfut, Mahfut; Handayani, Tundjung Tripeni
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.22948

Abstract

Red spinach (Amaranthus tricolor L.) is a commercially valuable vegetable known for its high nutritional content and immune-boosting properties, making it popular among the Indonesian population. However, red spinach cultivation in Indonesia is still relatively low and inconsistent, necessitating efforts to enhance its cultivation. One potential approach is through in vitro culture techniques. This study aimed to investigate the impact of applying mung bean sprout [Vigna radiata (L.) R. Wilczek] extract on Murashige and Skoog medium, focusing on identifying the most effective concentration for in vitro growth of red spinach explants. The experimental design employed a Completely Randomized Design (CRD) with five concentration levels: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Each concentration was replicated five times, with each replication consisting of five red spinach seeds in individual culture bottles. Data analysis involved Levene's test, one-way ANOVA, and Tukey's Honestly Significant Difference (HSD) test at a significance level of 5%. The findings revealed that the application of mung bean sprout extract significantly influenced the height of plantlets, leaf count, root length, fresh weight, and soluble carbohydrate content of red spinach. The most effective concentration for promoting red spinach explant growth was determined to be 5%.