cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Activity Test of Catalase Enzyme in Rhizospheric Soil Bacteria Susanti, Berliana Putri; Yuliani, Apreza Eka; Hidayatullah, Ahmad Fauzan; Sutrisno, Sutrisno
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 10, No 1: March 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v10i1.22957

Abstract

This research was conducted at the Microbiology Laboratory of UIN Walisongo Semarang to identify and analyze the catalase enzyme in rhizosphere bacteria around the Laboratory of Campus 2 of UIN Walisongo Semarang. This research was carried out in several stages, namely isolation of rhizosphere bacteria, characterization of rhizosphere bacteria, gram staining of rhizosphere bacteria, and catalase test of rhizosphere bacteria. The data analysis technique used is the descriptive data analysis technique. The results showed that 9 isolates of rhizosphere bacteria produced catalase enzyme in the presence of gas bubbles when reacted with H2O2.
Analisis Kedalaman Laut Purba Batu Gamping Gorontalo Berdasarkan Kandungan Fosil Foraminifera Bentonik Permana, Aang Panji; Eraku, Sunarty Suly
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 1: March 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i1.10428

Abstract

Efektivitas Pupuk Cair Pseudomonas fluorescens Agensia Pengendali Hayati Terhadap Penyakit Mosaik Tanaman Kakao Probowati, Wiwit; Nugraheni, Ika Afifah; Aryani, Titin
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 7, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v7i1.10245

Abstract

Cocoa is a strategic commodity for plantation in Indonesia. However, pest and disease infections are inevitably common constrains for the cocoa cultivators. Cocoa mosaic disease is one of disease which is cause cocoa trees suffering. Pseudomonas fluorescens are obligate aerobic bacteria that are very valuable for agricultural technology. The bacteria also protects plants from pathogens infection by producing secondary metabolites that kill bacteria and other fungi. The bacteria can used as safe and environmentally friendly biological control agents. This study aims to determine P. fluorescens liquid fertilizer formulation and its effectiveness in suppressing mosaic disease in cocoa plants. The research method was carried out by making a liquid formula from P. fluorescens and then applying it to cocoa plants that were attacked by mosaic disease. Bacterian isolates grown in conch broth medium were incubated for 3 days. Then the fertilizer formula was applied to mosaic symptomatic cocoa plants with fertilizer concentrations of 25%, 50% and 75% compared to spraying using chemical insecticides. The results showed that the liquid formula concentration of 75% can suppress the most effective mosaic symptoms and the optimal growth of cocoa plants for 7 treatments.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Belimbing Wuluh Terhadap Escherichia coli Penyebab Diare Septhimoranie, Jade; Aditiyarini, Dwi; Prakasita, Vinsa Cantya
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 2: September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i2.15749

Abstract

Diare merupakan salah satu gejala infeksi pada saluran cerna, yang dapat disebabkan oleh adanya organisme (bakteri, virus, dan/atau parasit), sehingga menyebabkan feses menjadi lebih cair dan frekuensinya lebih sering dari biasanya. Escherichia coli memiliki presentase yang tinggi dibandingkan bakteri lain pada feses penderita diare. Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan menggunakan antibiotik, namun sekarang ini banyak ditemukan antibiotik yang telah resisten. Tanaman obat-obatan dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengatasi diare. Salah satunya ialah kulit batang Belimbing Wuluh. Adanya kandungan senyawa yang bersifat antibakteri pada kulit batang Belimbing Wuluh dimungkinkan dapat menghambat pertumbuhan E. coli penyebab diare. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang Belimbing Wuluh terhadap E. coli penyebab diare. Pada penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dekoktasi. Uji fitokimia dilakukan terhadap flavonoid, alkaloid, dan saponin. Uji total fenol dilakukan dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Uji antibakteri dilakukan dengan menggunakan disk diffusion method Kirby-Bauer, dilanjutkan uji MIC dengan metode mikrodilusi serta uji MBC. Analisis data dengan One-Way ANOVA dan post-hoc Duncan. Kulit batang Belimbing Wuluh mengandung senyawa saponin, alkaloid, flavonoid, dan fenol. Hasil rata-rata dari nilai total fenol adalah 25,12 ± 7,73(mg GAE)⁄g. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang Belimbing Wuluh dengan konsentrasi 2,5% masih dapat menghambat E. coli secara signifikan (P≤0,05).
PEMANFAATAN KOMBINASI KULIT KACANG DENGAN BONGGOL PISANG DAN BIJI NANGKA UNTUK PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL Asngad, Aminah; Amelia, Risky; Aeni, Nurul
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 1: March 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i1.5924

Abstract

Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketahanan tarik dan perpanjangan putus serta uji biodegradabel plastik dari kulit kacang dengan bonggol pisang dan biji nangka dengan penambahan gliserol. Penelitian dilakukan di lab.Biologi FKIP UMS, metode penelitian eksperimen. Rancangan penelitian acak lengkap dengan 2 faktor perlakuan yaitu: Faktor 1 kombinasi perlakuan (K), K1= kacang tanah dan bonggol pisang; K2 = kacang tanah dan biji nangka. Faktor 2 kadar gliserol (G), G 1 =6ml; G 2 = 7ml; G3 =8ml. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif untuk uji ketahanan tarik, perpanjangan putus dan uji biodegradabilitas. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan tarik paling kuat, K1G1 yakni 1.38 N/mm2, paling rendahK2G3 yakni 0.66 N/mm2. Perpanjangan putus paling tinggi, K1G3 yakni 21.05 N/mm2, paling rendah K2G1 yakni 17.44 N/mm2. Pada K1G3 memiliki nilai rata-rata biodegradabilitas yang paling tinggi, yaitu 90.38% sedangkan K2G1 yangpaling rendah yaitu 58,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan ada perbedaan ketahanan tarik dan perpanjangan putus serta hasil uji biodegradabilitas plastik biodegradable dari kulit kacang dengan bonggol pisang dan biji nangka dengan penambahan gliserol.
Implementation of Bacteria Isolate as a Fertilizer and Bioinsecticide Agent for the Mealybug Santosa, Slamet; Fatmawati, Umi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 9, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v9i2.20516

Abstract

This research about the implementation of bacteria in papaya plantation soil in Kebumen that has been isolated and characterized and purified. This study aims to determine the potential of local isolate bacteria from papaya agricultural soil: 1). as PGPR bacteria or fertilizing bacteria for chili, eggplant and tomato plants and 2) as a natural bioinsecticide. mealybugs on papaya plants. The samples used were bacteria from the preliminary isolation that had been carried out, namely from the genera Bacillus, Pseudomonas, Erwinia, Exyguobacterium, Serratia, Stenotropomonas, and Acinetobacter. The study was conducted using 50 stems of each plant. Bioinsecticides are applied to papaya trees that are attacked by mealybugs. Measurement of plant growth was measured at 7 days and 30 days after planting. As for bioinsecticides, spraying was carried out 3 times. The results of the study can be concluded in the form of the implementation of bacteria as PGPR which can increase the growth of cayenne pepper (Capsicum frutescens), purple eggplant (Solanum melongena L) and tomato (Solanum lycopersicum Mill) and can be used as a bioinsecticide to reduce mealybugs (Paracoccus marginatus) on papaya plants (Carica papaya L.)
Identifikasi Staphylococcus aureus Pada Abon Sapi Di Pasar Pahing Kota Kediri Widianingsih, Mastuti; Setyorini, Dian Catur
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 5, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v5i2.9236

Abstract

Contamination of processed beef foods such as abon can be caused by various types of microbes, one of which is Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus can cause various infections, both on the skin, gastrointestinal tract, or endocarditis. The objective of this research was to determine the presence of Staphylococcus aureus in beef abon sold in Pahing Market, Kediri. Abon used is non-branded beef abon which is as many as 10 samples obtained by total sampling technique. Samples were tested by observation of colony morphology through Gram staining, mannitol fermentation test, catalase and coagulase test, and acetoin test. The samples were inoculated on Broth NaCl (ink. 24 hour-37°C), then inoculated on MSA (ink. 24 hour-37°C), and VP (ink. 2x24 hours-37°C). Catalase and coagulase tests were carried out by taking colonies on MSA media. The results showed that there were 9 abon samples contaminated with Staphylococcus aureus as indicated by Gram positive staining results, positive (perfect) mannitol fermentation, and positive acetoin, catalase, and coagulase test. The causes of contamination are contaminated abon ingredients, the manufacturing process using less sterile tools, poor handling and processing, processing food with dirty hands, food stored without cover, sick food processors, and dirty markets
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOLIK UMBI AKAR BATU (Coccinia grandis L.Voight) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA SP Rukmana, Rizal Maarif; Nugroho, Rahmat Budi; Wisnumurti, Dwi Admani
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8390

Abstract

AbstractSalmonella sp are bacteria that often infect human and animal. This type of bacteria can cause Salmonellosis in human. Previous research has been carried out on secondary metabolites of plants as medicinal ingredients. One of the plants that has potential as a medicine is stone Akar Batu (Coccinia grandis L Voight). This study aims at examining the antibacterial activities of ethanolic extract of stone Akar Batu on Salmonella sp. The extraction method was carried out by maceration and the solvent used was ethanol 96%. Antibacterial activity was conducted using diffusion method. Identification of compound groups of extracts was done by reacting extracts with various chemical reagents. The results showed that stone of Akar Batu powder had a moisture content of 5.99% and a yield of 1.76%. The identification results of ethanolic extract of stone Akar Batu chemical group indicated that the extract contained flavonoids, alkaloids, saponins and tannins. The results of antibacterial activity test have revealed that ethanolic extract of stone Akar Batu can inhibit Salmonella sp.
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS SERBUK SERESAH Enhalus acoroides DARI PANTAI TAWANG PACITAN Huriawati, Farida; Yuhanna, Wachidatul Linda; Mayasari, Tantri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 2, No 1: March 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v2i1.1579

Abstract

Kabupaten pacitan memiliki komoditas flora laut yang potensial. Salah satunya adalah E. acoroides. Pemanfaatan E. acoroides sebagai sumber bahan kimia dan obat-obatan membutuhkan pengolahan yang tepat sehingga mampu tahan dalam waktu yang lama. Salah satu proses yang biasa diberikan adalah proses pemanasan untuk memperlambat proses kimia dan biologi pada bahan, sehingga bahan menjadi tahan lama. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen.Tahapan penelitian meliputi pengambilan dan preparasi E. acoroides, pembuatan serbuk seresah E. acoroides, analisa kualitas serbuk seresah E. acoroides yang meliputi analisa kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar pati.  Hasil dari penelitian ini adalah proses pengeringan dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunakan oven dan sinar matahari. Proses pengeringan menggunakan oven yang berlangsung pada suhu yang tinggi menyebabkan terjadinya case hardening, yaitu bagian permukaan bahan pangan sudah kering sekali bahkan mengeras sedangkan bagian dalamnya masih basah. Kualitas kelayakan hasil produksi serbuk seresah lamun dengan metode pengeringan sinar matahari kadar air 14,76%, kadar abu 18,83%, kadar pati 9,88% dan kadar lemak 0,54%.  Pengeringan menggunakan oven kadar airnya 23,66%, kadar abu 19,39%, kadar pati 8,73% dan kadar lemak 0,74%.
INVENTARISASI TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI POS ROWOBENDO-NGAGELAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO KABUPATEN BANYUWANGI Swastanti Ridianingsih, Dwi; Pujiastuti, Pujiastuti; Aprilya Hariani, Sulifah
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 2: September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i2.5179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi faktual mengenai keberagaman tumbuhan paku (Pteridophyta) yang terdapat di kawasan Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif, dengan pembuatan 7 plot di masing-masing tempat yang sudah ditentukan. Hasil penelitian yang didapatkan sebanyak 17 spesies tumbuhan paku. Jenis tumbuhan paku itu terdiri dari 1 kelas Pteropsida yang diketahui dari hasil identifikasi di LIPI Kebun Raya Purwodadi. kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa secara umum tumbuhan paku yang ditemukan memiliki fungsi sebagai bahan baku obat-obatan, sebagai sayuran yang di konsumsi oleh masyarakat dan banyak diantaranya tumbuhan paku juga bermanfaat sebagai tanaman hias, dengan habitat hidup didaerah beriklim tropis salah satunya di kawasan Taman Nasional Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi