cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi)
ISSN : 20854447     EISSN : 25794337     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
PROKRASTINASI AKADEMIK: DAPATKAH KONSELING COGNITIVE RESTRUCTURING MENGATASINYA? Huwae, Inggrid Beatrix; Abdullah, Sri Muliati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Academic procrastination is an individual's behavior in the form of postponing the completion of academic tasks. Academic procrastination risks becoming a recurring behavioral pattern that increasingly worsens students’ academic performance and mental well-being. This study aims to determine the effect of group counseling with cognitive restructuring techniques on academic procrastination behavior. This research involved 10 students of SMA “X” with academic procrastination behavior. Data collection was carried out using an academic procrastination scale and interviews. This study employed a quasi-experimental pretest-posttest control group design. Data analysis using the U Mann Whitney test showed that there was no significant difference in academic procrastination levels between the experimental group and the control group. In conclusion, group counseling with cognitive behavioral techniques using cognitive restructuring did not significantly affect the academic procrastination behavior of SMA “X” students.  Keywords: Academic procrastination, cognitive restructuring.  ABSTRAK: Prokrastinasi akademik adalah perilaku individu berupa penundaan terhadap pengerjaan maupun penyelesaian tugas akademik. Prokrastinasi akademik berisiko menjadi pola perilaku berulang yang semakin memperburuk prestasi akademik hingga kondisi mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok cognitive behavioral dengan teknik cognitive restructuring terhadap perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini melibatkan 10 siswa SMA “X” dengan perilaku prokrastinasi akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan skala prokrastinasi akademik dan wawancara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan pretest posttest control group design. Analisis data dengan uji U Mann Whitney menunjukkan hasil bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terkait tingkat prokrastinasi akademik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kesimpulannya, konseling kelompok kognitif perilaku dengan teknik restrukturisasi kognitif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku prokrastinasi akademik siswa SMA “X”.  Kata kunci: Prokrastinasi akademik, restrukturisasi kognitif.
ASSOCIATION BETWEEN A HEALTH PSYCHOLOGY COURSE AND HEALTH-PROMOTING BEHAVIOUR AMONG MALAYSIAN UNDERGRADUATE PSYCHOLOGY STUDENTS: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY Zailanudin, Aira Misha; Subramaniam, Gopal; Mohamed, Nor Firdous
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Health-promoting behaviours play an important role in enhancing students’ overall well-being and quality of life; however, maintaining consistent healthy lifestyle practices can be challenging during university years. This study examined the impact of a 14-week Health Psychology course on health-promoting behaviours among undergraduate psychology students (N = 54).  A prospective one-group pretest–posttest quasi-experimental design was utilized, with data collection measured using the Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II). Results revealed significant post-course improvements in overall health-promoting behaviours (t = 3.346, p = .002). At the subscale level, significant improvements were observed in physical activity (t = 2.005, p = .05), health responsibility (t = 2.766, p = .008), and interpersonal relationships (t = 2.605, p = .012). These findings suggest that participation in a structured Health Psychology course may be associated with improvements in selected domains of health-promoting behaviours among undergraduate students. However, due to the absence of a control group, results should be interpreted cautiously. Future studies should utilize controlled or randomized designs to better evaluate the effectiveness of health psychology courses in promoting sustained behavioural change. Keywords: health psychology, health-promoting behaviour, undergraduate university students, quasi-experimental design ABSTRAK: Perilaku hidup sehat memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mahasiswa; namun, mempertahankan gaya hidup sehat secara konsisten dapat menjadi tantangan tersendiri selama masa perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mata kuliah Psikologi Kesehatan selama 14 minggu terhadap perilaku promosi kesehatan di kalangan mahasiswa sarjana psikologi (N = 54).  Desain kuasi-eksperimen prospective one-group pretest–posttest digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data yang diukur menggunakan instrumen Health-Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keseluruhan perilaku promosi kesehatan setelah mengikuti mata kuliah tersebut (t = 3.346, p = .002). Pada tingkat subskala, peningkatan signifikan ditemukan pada aktivitas fisik (t = 2.005, p = .05), tanggung jawab kesehatan (t = 2.766, p = .008), dan hubungan interpersonal (t = 2.605, p = .012). Temuan ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam mata kuliah Psikologi Kesehatan yang terstruktur berkaitan dengan peningkatan pada domain tertentu dari perilaku promosi kesehatan di kalangan mahasiswa. Namun, karena tidak adanya kelompok kontrol, hasil penelitian ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain terkontrol atau acak (randomized) untuk mengevaluasi lebih lanjut efektivitas mata kuliah psikologi kesehatan dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan. Kata kunci: psikologi kesehatan, perilaku hidup sehat, mahasiswa sarjana muda, kuasi-eksperimen
STUDI KUASI EKSPERIMENTAL: EFEK DETOKS MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL INDIVIDU DEWASA AWAL Alsafitri, Andi Almah; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan; Nasruddin, Dedi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Mental health plays a crucial role in an individual's overall quality of life. The rapid growth of social media technology significantly impacts individual mental health, creating a need for self-regulatory strategies such as social media detoxification. This study aimed to examine the effectiveness of social media detoxification as an intervention to improve mental health among emerging adults. A prospective pretest-posttest non-equivalent control group quasi-experimental design was employed, involving 16 participants allocated into experimental and control groups. Data analysis revealed significant differences in mental health conditions between the pretest and posttest measurements across both groups. A significantly higher increase in posttest scores within the experimental group indicates that social media detoxification serves as an effective intervention for enhancing mental health in emerging adults.  Key words: Social Media Detox, Mental Health, Early Adulthood. ABSTRAK: Kesehatan mental merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas hidup setiap individu. Perkembangan teknologi media sosial berdampak signifikan terhadap kesehatan mental individu, sehingga memerlukan strategi regulasi diri seperti detoksifikasi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas detoksifikasi media sosial sebagai bentuk intervensi dalam meningkatkan kesehatan mental pada dewasa awal. Desain kuasi-eksperimen pretest-posttest non-equivalent control group digunakan dengan melibatkan 16 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan kondisi kesehatan mental yang signifikan antara pengukuran prates dan pascates pada kedua kelompok. Peningkatan skor pascates yang lebih tinggi secara signifikan pada kelompok eksperimen mengindikasikan bahwa detoksifikasi media sosial efektif sebagai intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental pada individu dewasa awal.  Kata kunci: Detoks Media Sosial, Kesehatan Mental, Dewasa Awal.
INTERVENSI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR TERHADAP REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA Yunanda, Tira; Purnamasari, Desti; Sennang, Indo
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: College Students frequently face academic pressures requiring robust emotion regulation. However, research on local wisdom-based physical activities, such as traditional games, addressing this domain remains limited. This study aimed to examine the dynamics of the traditional game Gobak Sodor as an intervention for emotion regulation among university students. Adopting a pretest-posttest control group design, this study involved 16 students from University "X" aged 19–22 years. Data were gathered using the Emotion Regulation Scale and analyzed with the non-parametric Mann-Whitney U test. The statistical analysis revealed no significant effect (p = .343). Nevertheless, descriptive analysis indicated that the experimental group demonstrated a higher average score increase (7.5 points) compared to the control group (3.4 points). These findings indicate that while statistical significance was not achieved due to sample size limitations, the game of Gobak Sodor holds potential as an alternative activity within student psychological support programs.  Key words: Emotional regulation, Gobak Sodor, intervention, students, traditional games. ABSTRAK: Mahasiswa sering dihadapkan pada tekanan akademik yang menuntut kemampuan regulasi emosi yang matang, namun penelitian mengenai pendekatan  aktivitas fisik berbasis kearifan lokal seperti permainan tradisional terhadap aspek ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika intervensi permainan tradisional Gobak Sodor terhadap regulasi emosi pada mahasiswa. Menggunakan desain Pre-test Post-test Control Group, penelitian ini melibatkan 16 mahasiswa Universitas “X” berusia 19–22 tahun. Data dikumpulkan menggunakan Skala Regulasi Emosi dan dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U. Hasil Penelitian menunjukan tidak terdapat pengaruh signifikan secara statistik (p = .343). Meski demikian, analisis deskriptif mengindikasikan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor rata-rata yang lebih tinggi (7.5 poin) dibandingkan kelompok kontrol (3.4 poin). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun signifikansi statistik belum tercapai karena keterbatasan sampel, permainan Gobak Sodor memiliki potensi sebagai aktivitas alternatif dalam program pendampingan psikologis mahasiswa. Kata kunci: Gobak Sodor, intervensi, mahasiswa, permainan tradisional regulasi emosi.
MINDFULNESS BASED COGNITIVE THERAPY UNTUK MENURUNKAN GEJALA DEPRESI PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Aprilla, Sarah Fasya; Edwina, O. Irene Prameswari; Tjandraningtyas, Jacqueline Mariae
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Emerging adulthood is a transitional phase filled with both internal and external demands, making individuals vulnerable to chronic stress that can potentially develop into depression. This study aimed to examine the effectiveness of Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) in reducing depressive symptoms among emerging adults in Community "X", Bandung. An experimental method with a pretest-posttest control group design was employed, involving 20 participants allocated into two groups: an experimental group (n = 10) and a control group (n = 10). Data were gathered using the Beck Depression Inventory-II (BDI-II) and the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ). The MBCT intervention was delivered across eight sessions over two months. The results indicated that the MBCT intervention had a significant effect on reducing depressive symptoms among emerging adults in the community (Z = -2.812, p = .005). These findings suggest that MBCT can be implemented as an effective psychological intervention program to reduce depression levels in the emerging adult population.  Key words: depression, mindfulness, mindfulness based cognitive therapy, early adulthood. ABSTRAK: Masa dewasa awal merupakan fase transisi yang penuh dengan tuntutan internal maupun eksternal, sehingga rentan memicu stres berkelanjutan yang berpotensi berkembang menjadi depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) dalam menurunkan gejala depresi pada individu dewasa awal di Komunitas “X” Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan pretest-posttest control group design dengan melibatkan 20 orang partisipan yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen (n = 10) dan kelompok kontrol (n = 10). Data dikumpulkan menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ). Intervensi MBCT dilaksanakan sebanyak delapan sesi selama dua bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi MBCT berpengaruh signifikan terhadap penurunan gejala depresi pada individu dewasa awal di komunitas tersebut (Z = -2.812, p = .005) . Temuan ini mengindikasikan bahwa MBCT dapat diterapkan sebagai salah satu program intervensi psikologis yang efektif untuk mereduksi tingkat depresi pada kelompok dewasa awal.   Kata kunci: depresi, mindfulness, mindfulness based cognitive therapy, dewasa awal.
NEUROFEEDBACK DAN REGULASI EMOSI SEBAGAI INTERVENSI PENDUKUNG BAGI ANAK SPEECH DELAY DENGAN KOMORBID ADHD: SCOPING REVIEW Firmawati; Sari, Desi Purnama
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 18 No. 1 (2026): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Approximately 25–40% of children with speech delay present with comorbid ADHD, a condition that exacerbates impairments in language development, attentional control, and emotion regulation. However, a systematic synthesis integrating neurofeedback (NFB) and emotion regulation interventions for this specific population remains absent. This scoping review aimed to map the available empirical evidence on NFB and emotion regulation interventions for children with concurrent speech delay and ADHD, while proposing an original integrative conceptual model. Following the Arksey and O’Malley framework and PRISMA-ScR guidelines, a systematic search was conducted across PubMed, Scopus, and Web of Science (2010–2024). Twenty studies met the inclusion criteria. The findings confirmed a critical evidence gap, as no existing literature directly targeted this comorbid population. Nevertheless, NFB interventions—particularly theta/beta and coherence-based protocols—demonstrated significant improvements in attentional and language functions. Recent meta-analyses underscore that protocol standardization and an adequate cumulative dose (>1,260 minutes) are prerequisites for reliable efficacy. Conclusively, this review introduces the MERLIN Model (Mind-Emotion Regulation and Language Integrative Neurofeedback) as a novel conceptual framework bridging neurobiological, behavioral, and affective dimensions. Rigorous Randomized Controlled Trials (RCTs) specifically targeting this comorbid population are urgently needed.  Key words: ADHD, emotional regulation, neurofeedback,  scoping review, speech delay. ABSTRAK: Sekitar 25–40% anak dengan speech delay menyandang ADHD, komorbiditas yang memperberat hambatan perkembangan bahasa, atensi, dan emosi. Namun, belum ada sintesis sistematis mengenai integrasi neurofeedback (NFB) dan regulasi emosi untuk populasi ini. Penelitian scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti empiris mengenai intervensi NFB dan regulasi emosi pada anak dengan speech delay disertai komorbiditas ADHD, sekaligus mengusulkan sebuah model konseptual integratif baru. Mengacu pada kerangka kerja Arksey dan O’Malley serta pedoman PRISMA-ScR, pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science (2010–2024). Dua puluh studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan kesenjangan bukti kritis: Belum ada studi yang menyasar populasi komorbid tersebut. Meskipun demikian, NFB, terutama protokol theta/beta dan berbasis koherensi, signifikan memperbaiki fungsi atensi dan bahasa. Metaanalisis terkini menegaskan standardisasi protokol dan dosis adekuat (>1.260 menit) sebagai prasyarat efikasi. Penelitian ini mengusulkan MERLIN Model (Mind-Emotion Regulation and Language Integrative Neurofeedback) sebagai kerangka konseptual baru yang menjembatani dimensi neurobiologis, perilaku, dan afektif. Randomized Controlled Trial (RCT) ketat pada populasi komorbid ini sangat dibutuhkan.  Kata kunci: ADHD, neurofeedback, regulasi emosi, scoping review, speech delay.