cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi)
ISSN : 20854447     EISSN : 25794337     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
MINDFULNESS BASED COGNITIVE THERAPY UNTUK MENURUNKAN TINGKAT DEPRESI PADA ORANG DENGAN HIV Atmadja, Kessy; Edwina, O. Irene Prameswari; Victoriana, Evany
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Depression is a common disorder experienced by people living with HIV (PLHIV), negatively affecting their quality of life and treatment adherence. Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) has been developed to help individuals cope with depression by enhancing awareness and acceptance of present experiences. This study aimed to evaluate the effectiveness of MBCT in reducing depression levels among PLHIV. A total of eight participants who met the inclusion criteria were recruited from a local HIV community. This study used an experimental pretest–posttest design, with the Beck Depression Inventory II (BDI-II) and the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) as measurement tools. The intervention consisted of eight group-based sessions of MBCT. The results showed that MBCT significantly reduced depression levels in PLHIV after the intervention compared to before, indicating that MBCT is an effective approach to mitigating depressive symptoms. These findings suggest that MBCT can serve as a practical psychological intervention to improve emotional well-being and treatment adherence in PLHIV, as well as contribute theoretically to the growing evidence on mindfulness-based approaches for chronic illness populations. Key words: mindfulness-based cognitive therapy, depression, people living with HIV.   ABSTRAK: Depresi merupakan gangguan umum yang dialami orang dengan HIV (ODHIV), yang berdampak negatif terhadap kualitas hidup serta ketaatan terhadap pengobatan. Terapi Kognitif Berbasis Mindfulness (MBCT) dikembangkan untuk membantu individu mengatasi depresi dengan meningkatkan kesadaran dan penerimaan terhadap pengalaman saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas MBCT dalam menurunkan tingkat depresi pada ODHIV. Sebanyak delapan partisipan yang memenuhi kriteria inklusi direkrut dari salah satu komunitas HIV. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen prates-pascates, dengan Beck Depression Inventory II s(BDI-II) dan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) sebagai alat ukur. Intervensi dilakukan melalui delapan sesi kelompok MBCT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBCT secara signifikan menurunkan tingkat depresi pada ODHIV setelah intervensi dibandingkan dengan sebelum intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa MBCT dapat menjadi intervensi psikologis yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan emosional dan kepatuhan pengobatan pada ODHIV, serta memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan pendekatan berbasis mindfulness pada populasi dengan penyakit kronis. Kata kunci: mindfulness-based cognitive therapy, depresi, Orang dengan HIV.
EFEKTIVITAS PROGRAM INTERVENSI “TEMAN” (TEKNIK EMOSI AMAN) DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF PADA ANAK SEKOLAH DASAR Rachmawati, Lucy; Nursadhrina, Ratu Abyanti; Ramadhani, Sabrina Indah Mulya; Faliha, Sahna Ainaya; Nurkhasanah, Siti; Prasetyo, Thasya Nofridayari; Solicha
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: This study aims to evaluate the effectiveness of the TEMAN (Teknik Emosi Aman) intervention program in enhancing emotional understanding and reducing aggressiveness among elementary school students. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The intervention involved 44 fifth-grade students through psychoeducation, group discussions, and role-play activities. Data analysis using the Paired Sample t-test. The pretest and posttest analysis showed a significant increase in emotion regulation ability, from a mean score of 9,50 to 14,70 (p = 0,000). In addition, aggression levels measured using the Buss–Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) significantly decreased from 67,64 to 63,86 (p = 0,004). These findings indicate that the TEMAN intervention program is effective in helping students understand emotions, manage conflicts in a healthy manner, and reduce aggressive behavior. Implicitly, this study suggests that structured emotional regulation skills interventions can serve as practical tools for schools to foster a more positive and safe learning environment. The significance of these results lies in the empirical evidence that a brief, skills-based intervention can function as a strong preventive strategy, enabling schools to proactively disrupt early patterns of aggressive behavior and support students’ overall social–emotional well-being. Keywords: Aggressiveness, TEMAN Intervention, emotion regulation, elementary school ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program intervensi TEMAN (Teknik Emosi Aman) dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan emosi serta menurunkan agresivitas pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one-group pre-posttest. Partisipan melibatkan 44 siswa kelas 5 melalui pemberian psikoedukasi, diskusi kelompok, dan roleplay. Analisis data menggunakan Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan pemahaman pengelolaan emosi, dari skor rata-rata 9,50 menjadi 14,70 (p = 0,000). Selain itu, tingkat agresivitas yang diukur menggunakan Buss–Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) mengalami penurunan signifikan dari 67,64 menjadi 63,86 (p = 0,004). Temuan ini menunjukkan bahwa program intervensi TEMAN efektif membantu siswa memahami emosi, mengelola konflik secara sehat, dan mengurangi perilaku agresif. Secara implisit, studi ini mengindikasikan bahwa intervensi keterampilan regulasi emosi yang terstruktur dapat menjadi alat praktis bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan aman. Signifikansi hasil ini terletak pada bukti empiris bahwa intervensi singkat berbasis keterampilan dapat menjadi strategi preventif yang kuat, memungkinkan sekolah untuk proaktif memutus siklus perilaku agresif sejak dini dan mendukung kesejahteraan sosial-emosional siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Agresivitas, intervensi TEMAN, pengelolaan emosi, sekolah dasar
EFEKTIVITAS PELATIHAN TASK MANAGEMENT TERHADAP BURN-OUT KARYAWAN PEREMPUAN BERPERAN GANDA Lestari, Yulian Sri; Handayani, Andi Muthia Sari; Jusmiati
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Burnout remains a prevalent challenge among female employees managing both professional and caregiving roles. Addressing this issue, the present study examined the impact of task management training on reducing burnout symptoms. Using a one-group pretest–posttest design, nine participants attended four online training sessions of 90 minutes each, focusing on time management, task prioritization, and the use of digital tools. Burnout was measured using the adapted Maslach Burnout Inventory–General Survey (MBI-GS). Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test, revealing a significant decrease in overall burnout (p = 0.007, r = 0.79), particularly in the personal accomplishment dimension. These findings suggest that structured task management training can enhance employees’ sense of control and achievement. However, the small sample size and absence of a control group limit generalizability. The results highlight the potential of task management interventions as a supportive approach to mitigating burnout among women balancing multiple roles. Keywords: Task management training, burnout, dual-role female employees ABSTRAK : Burnout masih menjadi tantangan umum bagi karyawan perempuan yang menjalankan peran profesional dan peran pengasuhan sekaligus. Untuk menjawab isu tersebut, penelitian ini menguji pengaruh pelatihan manajemen tugas terhadap penurunan gejala burnout. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest, dengan sembilan partisipan yang mengikuti empat sesi pelatihan daring berdurasi 90 menit, berfokus pada manajemen waktu, penetapan prioritas, dan penggunaan alat digital. Tingkat burnout diukur menggunakan adaptasi Maslach Burnout Inventory–General Survey (MBI-GS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat burnout keseluruhan (p = .007, r = .79), khususnya pada dimensi pencapaian pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan manajemen tugas terstruktur dapat meningkatkan rasa kontrol dan pencapaian individu. Namun, ukuran sampel yang kecil dan ketiadaan kelompok kontrol membatasi generalisasi hasil. Hasil penelitian ini menyoroti potensi intervensi manajemen tugas sebagai pendekatan pendukung untuk mengurangi burnout pada perempuan yang menyeimbangkan berbagai peran. Kata kunci: Pelatihan task management, burnout, karyawan perempuan berperan ganda
EFEKTIVITAS TERAPI ZIKIR DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA INDIVIDU MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP Amelya, Tiska Dwi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Severe life challenges such as coming from a broken home family, losing a job, or experiencing difficult economic conditions can trigger significant anxiety in individuals. This study aims to determine the effectiveness of dhikr therapy in reducing anxiety levels in individuals facing life challenges. The study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group with follow-up design. The research sample involved 14 people who were divided into experimental groups (n = 7) and control groups (n = 7). Measurements used the Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) to measure changes in anxiety levels. The intervention provided refers to the Zikr Therapy Module developed by researchers, which is structured in 3 meetings with a total of 12 sessions. Data were analyzed using Anova Mixed Design. The results showed that dhikr therapy was effective in reducing anxiety levels in individuals facing life challenges with an effective contribution of 82%. These findings provide  a foundation for the development of religious-based psychological interventions to overcome anxiety problems in individuals who face various severe life challenges. Key words: Dhikr therapy, Anxiety, Life challenges, Psychological interventions. ABSTRAK: Tantangan hidup yang berat seperti berasal dari keluarga broken home, kehilangan pekerjaan, atau mengalami kondisi ekonomi sulit dapat memicu kecemasan yang signifikan pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi zikir dalam menurunkan tingkat kecemasan pada individu yang menghadapi tantangan hidup. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest control group with follow up design. Sampel penelitian melibatkan 14 orang yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=7) dan kelompok kontrol (n=7). Pengukuran menggunakan skala Beck Anxiety Inventory (BAI) untuk mengukur perubahan tingkat kecemasan. Intervensi yang diberikan mengacu pada Modul Terapi Zikir yang disusun oleh peneliti secara terstruktur dalam 3 pertemuan dengan total 12 sesi. Data dianalisis menggunakan Anova Mixed Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi zikir efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada individu yang menghadapi tantangan hidup dengan sumbangan efektif sebesar 82%. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis berbasis religius untuk mengatasi masalah kecemasan pada individu yang menghadapi berbagai tantangan hidup berat. Kata kunci: Terapi Zikir, Kecemasan, Tantangan hidup, Intervensi psikologis.
INTERVENSI MENULIS EKSPRESIF SEBAGAI PENDEKATAN PSIKOLOGIS UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN ANAK SEKOLAH DASAR Destiani, Deassy Marlia; Dewi, Innayah Kusuma; Maghfira, Sabila Sabila; Sariani, Sindi; Azizah, Aulia Afna Nurfitria
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Anxiety constitutes an emotional response to perceived threats that impacts the physiological, cognitive, and behavioral aspects of elementary school students. If left unaddressed, excessive anxiety may impede children’s learning processes and socio-emotional development. Grounded in Pennebaker’s theory, which posits that processing emotional experiences through writing reduces physiological activation, this study examined the effectiveness of an expressive writing intervention in alleviating anxiety among students in Yogyakarta. Employing a quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design, the study involved a four-day intervention. Fourteen fifth-grade students exhibiting moderate-to-high anxiety were selected via purposive sampling, with data collected using the Indonesian version of the Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS). Paired-sample t-test results indicated a significant 20.6% reduction in anxiety levels (p < 0.05). These findings confirm that expressive writing is an effective emotional regulation strategy for reducing anxiety in elementary school-aged children. Keywords: Expressive writing; child anxiety; elementary school. ABSTRAK: Kecemasan merupakan respons emosional terhadap ancaman yang dapat memengaruhi aspek fisiologis, kognitif, dan perilaku anak sekolah dasar. Jika tidak ditangani, kecemasan berlebih dapat menghambat proses belajar dan perkembangan sosial-emosional anak. Berdasarkan teori Pennebaker, pengalaman emosional melalui tulisan (menulis ekspresif) dapat menurunkan aktivasi fisiologis dan meningkatkan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas intervensi menulis ekspresif dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa sekolah dasar di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest–posttest design dengan intervensi selama empat hari. Sebanyak 14 siswa kelas V yang memiliki skor kecemasan sedang hingga tinggi dipilih melalui teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah Skala Kecemasan Anak Spence (SCAS) versi terjemahan Indonesia. Hasil uji paired-sample t-test menunjukkan penurunan tingkat kecemasan secara signifikan sebesar 20.6% (p < .05). Temuan ini mengonfirmasi bahwa intervensi menulis ekspresif efektif sebagai strategi regulasi emosi untuk menurunkan kecemasan pada anak usia sekolah dasar. Kata kunci: menulis ekspresif; kecemasan anak; sekolah dasar.
STUDI META ANALISIS: EFEKTIVITAS CINEMA THERAPY DALAM MENINGKATKAN EMPATI PESERTA DIDIK Amouzegar, Sandya Nathaniel; Nurcahyo, Firmanto Adi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The decline in empathy among students has become a critical concern in the field of education. One intervention that shows promising potential to enhance empathy is cinema therapy. This study aims to evaluate the effectiveness of cinema therapy in improving student’s empathy using a meta-analytic approach. Relevant literatures were identified through Google Scholar with inclusion criteria involving experimental studies that reported N, mean, and SD for both pre-test and post-test data. Seventeen eligible articles were analyzed using Jamovi software version 2.6.44. The results indicate that cinema therapy demonstrates a high effect size. However, substantial heterogeneity among studies and indications of publication bias were observed. These findings highlight the relevance of cinema therapy as an educational intervention that effectively fosters emotional awareness and enhances student’s empathy. This study supports the application of cinema therapy as an evidence-based intervention to enhance empathy in students. Nevertheless, future research should consider potential moderating factors such as age and participant’s socio-cultural backgrounds. Key words: effectiveness, cinema therapy, empathy, students, meta-analytic. ABSTRAK: Kemampuan empati yang menurun pada kalangan peserta didik menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan. Salah satu intervensi yang menunjukan potensi untuk meningkatkan empati adalah cinema therapy. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas cinema therapy dalam meningkatkan empati peserta didik melalui pendekatan meta analisis. Pencarian literatur relevan melalui Google Scholar dengan kriteria inklusi penelitian eksperimental yang menyertakan data N, mean, dan SD, serta prates dan pascates. Tujuh belas artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan software Jamovi 2.6.44. Hasil menunjukkan bahwa cinema therapy memiliki nilai effect size yang tinggi. Namun, heterogenitas antar studi sangat tinggi dan terdapat indikasi bias publikasi. Temuan ini menegaskan bahwa cinema therapy relevan digunakan sebagai intervensi pendidikan yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran emosional dan meningkatkan empati peserta didik. Studi ini mendukung penggunaan cinema therapy sebagai intervensi berbasis bukti dalam peningkatan empati, namun faktor moderator seperti usia dan latar belakang sosial partisipan perlu dipertimbangkan dalam penelitian lanjutan. Kata kunci: efektivitas, cinema therapy, empati, siswa, peserta didik, meta analisis.
STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS KONSELING CHAT BERBASIS AI DAN KONSELOR MANUSIA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA Muhiddin, Syurawasti; Artika, Sahdah Shafariani; Safrina, Elfydha Siti; Arifin, Nurly Fatin Ramadhani; Theresia, Elga
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The aim of this study was to determine the differences in the effects of counseling carried out entirely by AI and counseling carried out by counselors assisted by AI on the mental health of adolescents. The measuring instruments used to reveal mental health are the General Health Questionnaire (GHQ-12) to measure general health, the GAD-7 Anxiety Scale to measure general anxiety, the Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) to reveal positive and negative feelings, and the Mood Scale to reveal participants' moods. The study involved 56 adolescent participants (female, n = 43; male, n = 13) who were randomly assigned to three experimental groups. The procedure included a pre-test, a 30–45 minute counseling session, a post-test, and a concluding interview. Overall, chat counselling decreased negative feelings (p=0.031) and improved mood (p=0.018). AI-only counselling had no significant effect, human-only improved mood (p=0.018), while human-AI collaborative decreased perception of general mental health (p=0.038). AI-only counselling had a significant effect on anxiety level (p=0.047) and human-only had a significant effect on mood (p=0.004) compared to human-AI collaborative. Significant differences were identified only between the human-AI collaborative and human-only groups (p=0.033), with the human-only group achieving higher mood scores. Given the distinct capabilities of AI and human counselors, these results suggest the potential for developing hybrid models and Digital Therapeutic Alliance (DTA) frameworks to support existing counseling services. Keywords: adolescents, artificial intelligence, counselling, mental health. ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengaruh konseling yang sepenuhnya dilakukan AI dan konseling yang dilakukan konselor dibantu oleh AI terhadap kesehatan mental remaja. Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap kesehatan mental adalah General Health Questionnaire (GHQ-12) untuk mengukur kesehatan umum,  GAD-7 Anxiety Scale untuk mengukur kecemasan umum, Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) untuk mengungkap perasaan positif dan negatif, dan Skala Suasana Hati untuk mengungkap suasana hati partisipan.  Terdapat 56 partisipan (perempuan, n = 43, laki-laki, n = 13) remaja yang dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok eksperimen. Prosedur meliputi prates, sesi konseling selama 30-45 menit, pascates, dan wawancara. Secara keseluruhan, konseling via chat menurunkan perasaan negatif (p=0.031) dan meningkatkan suasana hati (p=0.018). Konseling AI-only tidak memberikan pengaruh signifikan, human-only dapat meningkatkan suasana hati (p=0.018), sedangkan human-AI collaborative menurunkan persepsi atas kesehatan mental umum (p=0.038). Konseling AI-only berpengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasan (p=0.047) dan human-only berpengaruh signifikan terhadap suasana hati (p=0.004) dibandingkan human-AI collaborative. Perbedaan signifikan hanya ditemukan antara kelompok human-AI collaborative dan human-only (p=0.033), dengan kelompok human-only memiliki skor suasana hati yang lebih baik. Berdasarkan potensi dari konseling dengan AI dan konselor, dapat dilakukan pengembangan model konseling hibrida dan konsep DTA untuk saling melengkapi layanan kesehatan mental, khususnya konseling. Kata kunci: remaja, artificial intelligence, konseling, kesehatan mental.
EFEKTIVITAS KONSELING NARATIF DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI PADA INDIVIDU LANJUT USIA DI PANTI WREDHA Mahardika, Nur; Sari, Siwi Vilia Intan
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Self-acceptance is a key aspect of psychological well-being, reflecting an individual’s ability to positively embrace personal strengths and weaknesses. Elderly residents in nursing homes often face psychological challenges that can reduce self-acceptance, such as loss of social roles, declining health, and limited interactions. This study aimed to examine the effectiveness of narrative counseling in improving self-acceptance among elderly individuals in a nursing home. The research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group model. Participants consisted of 20 elderly individuals (10 experimental group, 10 control group) selected purposively. The analysis revealed a significant increase in self-acceptance in the experimental group compared to the control group. These findings suggest that narrative counseling is an effective psychological intervention to help elderly individuals develop a positive view of themselves, contributing to improved quality of life. Key words: narrative counseling, self-acceptance, elderly ABSTRAK: Penerimaan diri merupakan salah satu aspek penting dari kesejahteraan psikologis yang mencerminkan kemampuan individu untuk menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara positif. Individu lanjut usia (lansia) di panti wredha sering menghadapi tantangan psikologis yang dapat menurunkan tingkat penerimaan diri, seperti kehilangan peran sosial, kesehatan yang menurun, dan keterbatasan interaksi. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas konseling naratif dalam meningkatkan penerimaan diri pada lansia di panti werdha. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan model pretest-posttest control group. Subjek berjumlah 20 lansia (10 kelompok eksperimen, 10 kelompok kontrol) yang dipilih secara purposif. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan penerimaan diri pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling naratif efektif digunakan sebagai intervensi psikologis untuk membantu lansia mengembangkan pandangan positif terhadap diri mereka, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup. Kata kunci: konseling naratif, penerimaan diri, lansia
PENGUATAN KELUARGA MELALUI EDUKASI PARENTING: STUDI EFEKTIVITAS WORKSHOP PRINSIP PARENTING Riyono, Bagus; Intani, Zahra Frida; Afandi, Ardian Rahman; Bustan, Radhiya; Jannah, Lu’luul; Itsnaini, Nur Rohmah; Apriasari, Hastinia
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: The family, as society’s foundational unit, shapes social, cultural, educational, economic, and civilizational outcomes. In Indonesia, family resilience faces significant challenges, evidenced by a high divorce rate (408,347 cases as of February 2024) and widespread family conflict (246,018 cases of domestic violence). This study evaluates the effectiveness of a parenting workshop in enhancing parental self-efficacy (PSE) in parenting. Utilizing a quasi-experimental design with pre- and post-tests, the study involved 16 parents aged 27–50 years. Results revealed a statistically significant improvement in parenting self-efficacy (p < .001, Cohen’s d = -1.18), demonstrating the workshop’s effectiveness in deepening parenting knowledge and skills. These findings underscore the value of community-based parenting education as a preventive intervention to bolster family resilience and promote positive family dynamics. Key words: self efficacy, family strengthening, parenting workshop. ABSTRAK: Keluarga merupakan unit dasar masyarakat yang memengaruhi kualitas sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, dan peradaban. Di Indonesia, tantangan terhadap ketahanan keluarga tercermin dari tingginya angka perceraian (408.347 kasus per Februari 2024) dan konflik keluarga (246.018 kasus kekerasan dalam rumah tangga). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas workshop parenting dalam meningkatkan efikasi diri orang tua dalam pengasuhan. Dengan menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan prates dan pascates, penelitian ini melibatkan 16 orang tua berusia 27–50 tahun. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam efikasi diri pengasuhan (p < .001, Cohen’s d = -1.18), yang menunjukkan bahwa workshop tersebut efektif dalam memperdalam pengetahuan dan keterampilan pengasuhan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi pencegahan berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mempromosikan dinamika keluarga yang positif. Kata kunci: efikasi diri, penguatan keluarga, workshop pengasuhan.
PSIKOEDUKASI “KENALI DIRI” UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN REMAJA TENTANG PERBANDINGAN SOSIAL Septianto, Ahmad Nur; Hanurawan, Fattah; Khaerunniswa, Adzkiya; Mustikawati, Evi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 17 No. 2 (2025): JIP: Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: Social comparison among adolescents in the digital era has the potential to affect their psychological well-being. This study aims to test the effectiveness of a single-session psychoeducation session “Kenali Diri” in improving adolescents’ understanding of social comparison. The study used a quasi-experimental one-group pretest–posttest design involving 49 eleventh-grade students at a senior high school in Malang City, selected through cluster random sampling. The research instrument consisted of 10 cognitive questions based on levels C1-C2 of Bloom’s Taxonomy. Data were analyzed using a paired samples t-test after meeting the normality assumption as indicated by the Shapiro–Wilk with p=.106 (p>.05). The results demonstrated an increase in students’ cognitive understanding scores after participating in psychoeducation (p<.001) with a moderate effect strength (d=.55). Brief school-based psychoeducation is effective in improving adolescents’ basic psychological literacy related to social comparison. Further programs are recommended to be developed sustainably, enriched with practical components to support adolescent mental health in the school environment. Key words: psychoeducation, student, adolescent, social comparison. ABSTRAK: Kecenderungan perbandingan sosial di kalangan remaja di era digital berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi satu sesi “Kenali Diri” dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perbandingan sosial. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest–posttest design dengan melibatkan 49 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Malang yang dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa 10 soal kognitif disusun berdasarkan Taksonomi Bloom pada level C1–C2. Data dianalisis menggunakan paired samples t-test setelah memenuhi asumsi normalitas berdasarkan uji Shapiro–Wilk dengan nilai p=.106 (p>.05). Hasil analisis menunjukkan peningkatan skor pemahaman kognitif siswa setelah mengikuti psikoedukasi (p<0,001) dengan kekuatan efek moderat (d=0,55). Psikoedukasi singkat berbasis sekolah efektif sebagai sarana peningkatan literasi psikologis dasar remaja terkait perbandingan sosial. Program psikoedukasi selanjutnya disarankan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan diperkaya dengan komponen praktis guna mendukung kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah. Kata kunci: psikoedukasi, siswa, remaja, perbandingan sosial.