cover
Contact Name
Hurriah Ali Hasan
Contact Email
pilar@unismuh.ac.id
Phone
+6281241852596
Journal Mail Official
pilar@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. St. Alauddin, No 259, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pilar
ISSN : 19785119     EISSN : 27763005     DOI : https://doi.org/10.26618/298dtd07
scientific publication journal that aims to support the development of Islamic studies in various fields of science, in the fields of education, economics, law, history by exploiting knowledge and practice for the benefit of humanity. Through this journal, it is hoped that the scientific community can contribute to the development of knowledge related to Islamic studies.
Articles 376 Documents
Kontrak Bisnis Islam Agensi Problem dan Teori Perusahaan Islami Haris, Muslim
PILAR Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/y1rq4e23

Abstract

nasional, maupun internasional. Model transaksi-transaksi pasar juga semakin berkembang, di mana transaksi tersebut umumnya dituangkan dalam bentuk suatu dokumen kontrak. Tulisan ini mengkaji beberapa hal, pertama, menggambarkan prinsip-prinsip dasar syariah dan tinjauan fiqih muamalah tentang kontrak bisnis Islam, definisi, sifat, dan pemilihan terhadap persaingan ekonomi masa depan. Kedua, masalah sifat dan perlakuan khusus terhadap agen, karakteristik, dan relevansinya dengan berbagai jenis kontrak menurut Islam. Ketiga, mengkaji asal-usul teori perusahaan yang berakar pada kemampuannya sendiri berevolusi, dan sebagai contoh: pembagian hasil usaha atau manfaat yang diperoleh. Keempat, sifat alamiah dan karakteristik teori perusahaan Islam, dan kelima, kesimpulan dan saran-saran.Kata kunci: kontrak bisnis Islam, perusahaan Islami, transaksi pasar
Idealisme dan Realisme Maryam, Hj
PILAR Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sc5z2229

Abstract

Perdebatan-perdebatan filosofis ini pada tahap tertentu telah memunculkan era baru bagi kalangan idealisme. Diawali oleh berkeley dalam dengan pandangan idealisme subjektifnya yang menekankan bahwa keberadaan ide harus bersandar pada akal. Kemudian idealisme ini dilanjutkan oleh kan dengan transenden idealisme yang melihat bahwa Ide adalah sesuatu pikiran yang transenden dalam diri kita. Dan pada tahap berikutnya Hegel berusaha melakukan sintesis terhadap dua kecenderungan antara subjektif dan objektif idealisme dan pada akhirnya memunculkan pandangan Absolut idealisme. Menurutnya realitas dunia adalah refleksi dari sebuah pikiran di mana segala sesuatu jenis bahkan pada ide dan maksud-maksud dari suatu akal yang mutlak. Mungkin pandangan ini seakan kembali pada idealisme ala Plato akan tetapi Hegel telah mengembangkannya pada taraf pemikiran tentang hakikat alam dalam realitas yang absolut sebagai sebuah ide. Menurutnya Ide adalah esensi dari alam dan alam adalah keseluruhan jiwa yang di objektifkan. Alam adalah akal yang mutlak yang mengekspresikan dirinya dalam bentuk luar.Kata kunci idealisme realisme metafisik
Pondok Pesantren: Ciri Khas Perkembangan dan Sistem Pendidikannya Alwi, Marjani
PILAR Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/v749bz71

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan, memiliki lima elemen dasar tradisi pesantren, yaitu pondok, masjid, santri, pengajaran kitab Islam klasik, dan kyai. Pendapat lain menyatakan bahwa dalam lembaga pendidikan Islam yang disebut pesantren, selalu terdapat unsur kyai yang mengajar dan mendidik, santri yang belajar dari Kyai, masjid serta pondok tempat tinggal para santri. Kyai atau pengasuh pondok pesantren adalah elemen yang sangat esensial bagi suatu pesantren. Pada umumnya, sosok Kyai sangat berpengaruh, kharismatik, dan berwibawa sehingga sangat disegani oleh masyarakat di lingkungan pondok pesantren. Selain itu, biasanya Kyai pondok pesantren adalah sekaligus sebagai penggagas dan pendiri dari pesantren tersebut. Dengan demikian, sangat wajar apabila dalam pertumbuhannya pesantren sangat tergantung pada peran seorang Kyai.Kata kunci: Santri, Pondok pesantren, Kyai
Profitabilitas Pada PT Sermani Steel: Analisis Rasio Perspektif Islam Sudirman, Sudirman
PILAR Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3gnby180

Abstract

Analisis rasio profitabilitas merupakan metode analisis keuangan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba, baik dalam hubungannya dengan penjualan, maupun dalam hubungannya dengan investasi. Rasio yang menunjukkan laba, dalam hubungannya dengan penjualan, mencakup gross profit margin, operating profit margin, dan net profit margin. Rasio yang menunjukkan laba dalam hubungannya dengan investasi, mencakup rate of return on asset, rate of return on equity, rate of return of investment, dan aset turnover. Selain itu, analisis yang digunakan adalah analisis DuPont yang memperkuat hasil analisis rasio profitabilitas yang telah digunakan. Dari hasil analisis rasio profitabilitas pada PT Sermani Steel, dapat dilihat bahwa tingkat profitabilitas perusahaan berfluktuasi dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. Hal ini disebabkan karena perputaran persediaan yang seringkali mengalami penurunan, penggunaan modal yang besar, dan perolehan penjualan yang besar tetapi tidak disertai dengan pengontrolan biaya yang besar.Kata kunci: Profitabilitas, Laba perusahaan, Investasi
Model Etika Governance Jurnalistik Dakwah di Era Society 5.0 Ibrahim Baso, Andi Hadi; Anshar, Muhammad; Haeruddin
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jxbknj77

Abstract

Penelitian ini membahas perumusan model etika governance jurnalistik dakwah di era Society 5.0, suatu fase perkembangan masyarakat yang menempatkan teknologi cerdas seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things sebagai instrumen utama dengan manusia sebagai pusat orientasi. Transformasi digital ini membawa implikasi signifikan terhadap pola produksi, distribusi, dan konsumsi informasi keagamaan. Melalui kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi bahwa banjir informasi, algoritmisasi konten, serta rendahnya verifikasi pesan keagamaan menjadi tantangan krusial dalam praktik jurnalistik dakwah modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai etika Islam shidq, amanah, tabligh, fathonah, istiqamah, dan maslahah dalam digital governance menjadi fondasi penting untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas media dakwah digital. Penelitian ini menghasilkan model tata kelola yang mencakup lima dimensi utama: struktur kelembagaan media, produksi dan distribusi konten, kompetensi jurnalis dakwah, konsistensi moral, dan orientasi kemaslahatan. Model ini menegaskan perlunya sinergi antara lembaga dakwah, jurnalis, akademisi, pemerintah, dan publik digital untuk membangun ekosistem media dakwah yang profesional, moderat, dan berkeadaban. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan komunikasi Islam serta penguatan praktik dakwah di era teknologi cerdas.
The Utilization of AI in Cataloging Automation in Digital Libraries Himayah, Himayah
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0tww1n36

Abstract

Digital transformation in the world of libraries requires innovation in collection management, especially in the aspect of cataloguing that affects the quality of information retrieval. The manual cataloging process is often considered time-consuming, competent experts, and prone to human error. Artificial Intelligence (AI) is emerging as a technology that offers solutions in cataloging automation through the ability to extract metadata, automatic subject classification, and align entry headers based on specific standards. This study analyzes the implementation of AI in cataloging automation in digital libraries with a case study approach. Data is collected through system observations, interviews with librarians, and analysis of the metadata output generated by the AI system. The results show that AI is able to improve time efficiency by 40–60%, strengthen classification consistency, and reduce human error. However, there are obstacles in the form of limited local datasets, the need for HR training, and reliance on the quality of digital documents. These findings are expected to be the basis for libraries to develop AI integration strategies to improve the quality of information services.
Analisis dan Penerapan Pendekatan Tradisional dan Modern dalam Manajemen Pendidikan Islam Kemala, Rosmalina; Rasihun; Ramlianto; Sumiati
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4jd9sq65

Abstract

Pendidikan Islam menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan antara pemeliharaan nilai-nilai tradisional dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan tuntutan globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana pendekatan tradisional yang berakar pada sistem pendidikan Islam klasik dapat berinteraksi dengan pendekatan modern yang menekankan efisiensi, profesionalisme, dan penggunaan teknologi, tanpa mengorbankan dimensi spiritual yang menjadi inti dari pendidikan Islam itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep dasar dan karakteristik masing-masing pendekatan, mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan dari kedua pendekatan tersebut, serta mengeksplorasi potensi integrasi keduanya dalam mengelola pendidikan Islam di era global. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan mengandalkan studi literatur yang relevan dan terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tradisional, yang berfokus pada pembentukan moral dan spiritual melalui sentralisasi peran guru, memiliki keterbatasan dalam adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, pendekatan modern menekankan pada sistem manajemen yang terstruktur, profesionalisme, penggunaan teknologi, serta akuntabilitas, namun berisiko mengurangi dimensi spiritualitas dalam pendidikan. Kesimpulannya, integrasi antara pendekatan tradisional dan modern dapat menjadi model manajemen pendidikan Islam yang holistik, yang menggabungkan kekuatan nilai-nilai spiritual dengan prinsip efisiensi dan inovasi, guna menghasilkan generasi Muslim yang kompeten secara global tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam dan Peran Pemimpin dalam Lembaga Pendidikan Islam Abdullah, Agil Husain; Aripuddin; Nurkhalishah; Sumiati
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/624kne28

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dalam proses tersebut, kepemimpinan menjadi faktor penentu arah, kualitas, dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan dalam konteks pendidikan Islam dan peran pemimpin dalam manajemen lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan melalui telaah terhadap literatur yang relevan mengenai kepemimpinan dan pendidikan Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa landasan utama kepemimpinan Islam bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah yang menekankan prinsip ‘adl (keadilan), amanah (kepercayaan), syūrā (musyawarah), serta uswah hasanah (keteladanan). Dalam lembaga pendidikan Islam, pemimpin memiliki peran strategis sebagai pengarah visi, pengambil keputusan, motivator, pembina moral, serta jembatan antara lembaga dan masyarakat. Gaya kepemimpinan yang efektif seperti transformasional, partisipatif, visioner, dan servant leadership perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam untuk membentuk sistem manajemen yang berorientasi pada pembinaan akhlak dan peningkatan mutu pendidikan. Secara keseluruhan, keberhasilan lembaga pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan yang berkarakter Islami, berorientasi pada pelayanan, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab.
RESOLUSI KONFLIK BERBASIS AL-QUR'AN BAGI MASYARAKAT RENTAN: ANALISIS SOSIO-TEOLOGIS TERHADAP SURAH AL-HUJURAT AYAT 9 Rahayu, Zaskia Fara Dinda
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/9t73nt04

Abstract

Penelitian ini menganalisis kerentanan sosial sebagai akar munculnya konflik dalam masyarakat serta bagaimana nilai-nilai Islam melalui QS. Al-Hujurat ayat 9 memberikan prinsip resolusi konflik yang berkeadilan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur terhadap jurnal dan karya ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan ekonomi, ketidaksetaraan sosial, stigma, dan eksklusi masyarakat menjadi faktor dominan yang memperlemah posisi kelompok rentan, sehingga meningkatkan risiko konflik horizontal dan kekerasan. Perspektif sosio-teologis menegaskan bahwa dakwah berperan dalam pemberdayaan psikologis dan sosial guna menguatkan ketahanan serta martabat kelompok rentan. Analisis ayat dan tafsir QS. Al-Hujurat ayat 9 menegaskan kewajiban mediasi yang adil, perlindungan hak pihak lemah, dan rekonsiliasi sebagai upaya mencegah eskalasi konflik. Kesimpulannya, integrasi pendekatan pemberdayaan komunitas dan prinsip keadilan dalam Al-Qur’an menjadi strategi efektif dalam menciptakan masyarakat inklusif, berkeadilan, dan harmonis.
Aliran Filsafat Pendidikan: Naturalisme dalam Konsep Pendidikan Islam nasywaanovanda
PILAR Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/y4awrw30

Abstract

Naturalisme merupakan salah satu aliran yang menekankan pada konsep pembawaan dan juga lingkungan seorang anak. Menurut aliran ini, seorang anak itu lahir baik, sedangkan yang buruk adalah lingkungannya. Kondisi tersebut berkaitan dengan bagaimana seorang anak mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Islam, seperti aspek kognitif, spiritual, dan moral dalam proses pendidikannya.  Tujuan penelitian: (1) mengetahui tentang pandangan umum aliran naturalisme dan pendidikan Islam, (2) menganalisis bagaimana aliran naturalisme dan pendidikan Islam saling terkait dalam memengaruhi perkembangan kognitif, spiritual, dan moral anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research), yaitu dengan mencari, mengumpulkan, dan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan, baik berupa buku, jurnal, maupun artikel ilmiah lainnya.  

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2025): JURNAL PILAR, DESEMBER 2025 Vol 16, No 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025 Vol 15, No 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL PILAR, DESEMBER 2024 Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024 Vol 14, No 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL PILAR: DESEMBER 2023 Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol 14, No 1 (2023): JURNAL PILAR, JUNI 2023 Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022 Vol 13, No 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022 Vol 12, No 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL PILAR, DESEMBER 2021 Vol. 12 No. 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 12, No 1 (2021): JURNAL PILAR, JUNI 2021 Vol 11, No 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol. 11 No. 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020 Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020 Vol 10, No 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol. 10 No. 2 (2019): JURNAL PILAR, DESEMBER 2019 Vol. 9 No. 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol 9, No 2 (2018): JURNAL PILAR, Desember 2018 Vol 9, No 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol. 9 No. 1 (2018): JURNAL PILAR, JUNI 2018 Vol 5, No 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol. 5 No. 2 (2014): JURNAL PILAR, DESEMBER 2014 Vol 4, No 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol. 4 No. 2 (2013): JURNAL PILAR, DESEMBER 2013 Vol 3, No 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol. 3 No. 2 (2012): JURNAL PILAR, DESEMBER 2012 Vol. 3 No. 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol 3, No 1 (2012): JURNAL PILAR PILAR, JUNI 2012 Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol 2, No 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011 Vol 1, No 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 Vol. 1 No. 2 (2010): JURNAL PILAR, DESEMBER 2010 More Issue