Jurnal Pilar
scientific publication journal that aims to support the development of Islamic studies in various fields of science, in the fields of education, economics, law, history by exploiting knowledge and practice for the benefit of humanity. Through this journal, it is hoped that the scientific community can contribute to the development of knowledge related to Islamic studies.
Articles
376 Documents
URGENSI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM AL QURAN
Muhammad, Abdullah
PILAR Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/cwx6g470
Tujuan dari penelitian ini untuk 1) Mengatahui Apa saja Ayat tentang pelestarian lingkungan hidup dan bagimana tafsir ayat ayat tentang pelestarian lingkungan hidup. 2) Hadis hadis tentang lingkungan hidup. Berdasarkan hasil analis yang dilakukan maka hasil dari penelitian ini yaitu; 1) Q.S Al-A'raf: 85,QS. Al-Baqarah 205 Al-Qhasas ayat 77, QS Al-Araf ayat 56, QS. al-Hijr ayat 19-20 Q.S. Hud ayat 6. Manusia hidup di muka bumi harus memiliki tanggung jawab mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam berdasarkan konservasi untuk mencapai kemakmuran agar terpenuhi seluruh kebutuhan umat manusia, dan saling menjaga lingkungan sekitar kita dalam konteks apapun. Dijelaskan di dalam Al Qur’an, bahwa manusia bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. 2) Hadis tentang menghidupakan lahan yang mati, Hadis tentang perintah untuk menanam pohon. Tanah dikategorikan hidup apabila di dalamnya terdapat air dan pemukiman sebagai tempat tinggal, Dalam hadis tersebut Nabi saw, menegaskan bahwa status kepemilikan tanah yang kosong adalah bagi mereka yang menghidupkannya, ini sebagai motivasi dan anjuran bagi mereka yang menghidupkannya. Menghidupkan lahan mati sebagai suatu keutamaan yang dianjurkan Islam, serta dijanjikan bagi yang mengupayakannya pahala yang amat besar. Kata Kunci : Al quran, Hadis dan pelestarian lingkungan hidup
FORMULASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN
Rahman BP, Abd;
Yusdayanti, Yusdayanti;
Nawir, Muhammad;
Quraisy, Hidayah
PILAR Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/3m6j2r04
Setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan, untuk menunjang pemenuhan kebutuhan mereka yang semakin hari semakin kompleks. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tanpa pendidikan, seseorang akan sulit untuk beradaptasi serta mendapatkan pekerjaan yang layak. Karena itu, masa depan bangsa bergantung pada formulasi pendidikan yang berlaku. Dalam perumusan formulasi kebijakan pendidikan tentunya tidak ditetapkan begitu saja melainkan mempertimbangkan banyak faktor dan beberapa kondisi yang harus disesuaikan dengan iklim masyarakat suatu bangsa. Formulasi kebijakan pendidikan yang telah ditetapkan oleh negara akan semakin bagus ketika stakeholder pelaksana mumpuni dalam mengimplementasikannya. Sehingga perlu ada penyesuaian kompetensi para stakeholder yang menjadi ujung tombat pelaksaan formulasi kebijakan pendidikan.Kata Kunci: Kebijakan Pendidikan; Kompetensi; Pendidikan
PRAKTEK PEMBERIAN BONUS DALAM PENGHIMPUNAN DANA MENGGUNAKAN AKAD WADIAH PADA BANK SYARIAH MANDIRI
Mustika, Mega
PILAR Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/2c2m8s90
Bank syariah tidak diperkenankan menggunakan riba. Oleh karena itu, bank mencari alternatif lain yang sesuai dengan prinsip syariah, maka ketemulah yang namanya akad wadiah dalam penghimpunan dana. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pemberian Bonus Dalam Akad Wadi’ah Menurut Hukum Islam dan Bagaimana Pemberian Bonus Dalam Praktek Penghimpunan Dana Menggunakan Akad Wadi’ah Pada Bank Syariah Mandiri? Penelitian ini bertujuan Untuk mengkaji dan menggali mengenai, hukum Islam mengatur pemberian bonus dalam akad wadi’ah, sehingga penelitian ini akan melahirkan suatu kejelasan secara hukum serta prakteknya dalam bank syariah mandiri.Penelitian ini adalah penelitian normatif dengan menggunakan pendekatang perundang-undangan yaitu semua peraturan yang bersifat mengikat, dalam hal ini, bukan hanya berupa perundang-undangan tapi juga Al-Quran, hadits dan ijtihad. Dalam penelitian ini menggunakan bahan-bahan hukum untuk melakukan analisi yang berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier atau bahan hukum non hukum dan analisis dilakukan dengan menggunakan metode perspektif.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Pemberian bonus dalam praktek penghimpunan dana menggunakan akad wadiah pada bank syariah mandiri, berdasarkan isi klausla perjanjian pembukaan rekening antara bank syariah dengan nasabah dalam redaksi kata dalam akadnya terdapat kata ’setiap akhir bulan’ kata tersebut seharusnya dihilangkan karena secara syariat membuka celah menuju pada praktek riba, dalam hukum syariat mendekati sesuatu yang haram itu tidak boleh karena membuka celah atau jalan menuju pada praktek haram seperti praktek riba.
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Abdullah, Ahmad
PILAR Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/r31xkx35
Integrasi agama dan sains berarti upaya untuk meciptakan format baru antara hubungn sains dan islam. Dalam membangun kembali sains, islam yang selama ini di pandang tidak jelas. Antara agama dan sains berbeda dalam metodologinya ketika keduanya mencoba untuk menjelaskan kebenaran, metode agama pada dasarnya bersifat subjektif. Karena tergantung pada intuisi dan pengalaman pribadi dan otoritas nabi dengan mukjizatnya atau kitabnya sedangkan sains bersifat obyektif karena lebih mengandalkan pada observasi dan interpretasi terhadap fenomena yang teramati dan dapat di verifikasi. Lebih lanjut integrasi sebagai usaha untuk menyediakan sebuah model alternative bagi sains modern, usaha ini dilangsungkan guna merumuskan kajian yang mencakup alam semesta besama aplikasi tekhnologinya yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Kata Kunci. Integrasi Agama dan Sains.
PERAN KEHUMASAN DINAS PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DI KABUPATEN BULUKUMBA
Yahya, Muhammad;
Reskiyani, Reskiyani;
Wardah, Wardah
PILAR Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/r6savp19
Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kehumasan Dinas Pariwisata dalam mengembangkan industri pariwisata di Kabupaten Bulukumba serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat Dinas Pariwisata mengembangkan pariwisata di Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dan tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran humas Dinas Pariwisata Bulukumba mengembangkan pariwisata adalah sebagai komunikator atau pengubung antara Dinas Pariwisata dengan lembaga atau komunitas-komunitas peduli wisata dalam melakukan promosi. Mmembangun kerjasama dengan lembaga seperti Pesona Indonesia, HPI dalam promosi wisata. Melakukan promosi wisata yaitu melakukan event tahunan. Membentuk citra positif dengan kerjasama media komunikasi seperti Radar Bulukumba dan Komunika untuk mempromosikan wisata yang ada di Kabupaten Bulukumba. Faktor pendukung melakukan promosi yaitu, daya tarik dimiliki Pantai Tanjung Bira. Sarana dan prasarana sediakan cukup memadai seperti mesjid, warung makan dan tempat penginapan. Kondisi masyarakat sekitar destinasi wisata ini bersikap ramah kepada wisatawan. Selain faktor pendukung ada juga faktor penghambat promosi yaitu terbatas biaya yang digunakan berpromosi.Kata kunci: Kehumasan; Pariwisata; Masyarakat Pariwisata
PARIWISATA HALAL: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA NEW NORMAL
Hasan, Hurriah Ali
PILAR Vol. 13 No. 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/3cmt2w81
Pertumbuhan ekonomi Islam telah mempengaruhi permintaan masyarakat akan produk-produk halal yang sesuai dengan hukum Islam. Hal ini tercermin dengan berkembangnya sektor pariwisata jenis baru, yang disebut sebagai pariwisata halal atau wisata Islami. Kajian ini memberikan penjelasan yang komprehensif tentang pariwisata Islam dan prospeknya di masa depan, serta perkembangan pasar pariwisata halal saat ini di tingkat internasional. Terutama setelah masa pandemi Covid-19, kebutuhan kegiatan pariwisata oleh masyarakat dunia semakin tinggi, dan permintaan di industri pariwisata Islami juga sangat tinggi. Wisata syariah tidak hanya mencakup keberadaan tempat wisata ziarah dan religi tetapi juga mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, seperti restoran dan hotel yang menyediakan makanan halal dan tempat ibadah yang memadai. Selain syarat pemberlakukan aturan Islam, stabilitas keamanan, politik dan ekonomi merupakan salah satu komponen paling mendasar dari proses pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, yang ikut menentukan perkembangan daerah tujuan wisata halal.Kata Kunci: pariwisata islami; syariat Islam; wisata halal
KH ABD MUIN YUSUNF: PERJUANGAN, PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA DI SULAWESI SELATAN
Razaq, Abd Rahim
PILAR Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jb1mgz43
Sebutan Anregurutta baru muncul kemudian populer di sekitar awal tahun 2007. Sebutan ini dinisbatkan pada seorang figur ulama yang diakui keilmuannya, dan telah banyak memberikan sumbangsih dakwah bagi perkembangan Islam di tanah Bugis Makassar. Oleh karena itulah, maka KH Abdul Muin Yusuf bagi generasi kini menyebutnya Anregurutta (mahaguru agama Islam) yang dihormati. Mengapa? Karena KH Abdul Muin Yusuf, selain ahli hukum perbandingan mazhab, beliau juga adalah seorang aktivis, baik di bidang politik dan dakwah. Beliau pernah menjadi anggota DPRD selama dua periode, menjadi ketua Majelis Ulama Sulawesi Selatan, penulis tafsir al-Quran dalam bahasa Lontara Bugis, pejuang kemerdekaan dan sempat bergabung dengan gerakan Darul Islam-Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama Abdul Qahhar Mudzakkar. KH Abdul Muin Yusuf memang wajar dikenang dan ditulis sejarahnya sebagai pejuang dan pemikir, sehingga wajar jika dalam tulisan ini penulis tertarik mengangkatnya sebagaimana sebuah tema yang agak unik ini.Kata kunci: Anregurutta; Pesantren, Tafsir Al-Quran Lontara Bugis
KRISIS PANGAN GLOBAL DALAM PERSPEKTIF POLITIK EKONOMI ISLAM
Yasen, Syahruddin
PILAR Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/1b86nh15
Setelah kenaikan harga gandum, beras dan kebutuhan pokok lainnya, dunia terjebak dalam krisis pangan yang meningkat secara fluktuatif. Kenaikan harga yang diikuti oleh krisis pangan ini disebabkan karenaL 1) kenaikan harga BBM dan penurunan nilai dolar; 2) kondisi klimatologi; 3) produksi biofluel penyemaian; dan 4) kegagalan pemerintah dan politik. Penulis mencoba memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut dengan pendekatan ekonomi dan politik Islam. Pertanian sebagai salah satu sektor, tidak bisa lepas dari sektor-sektor lain seperti industri, perdagangan, dan pertanahan. Melemahnya pembangunan pertanian disebabkan oleh pemikiran bahwa ia harus berdiri sendiri dan terpisah dari sektor lain. Karena itu, tidak boleh dipisahkan dari sektor lain.Kata kunci: krisis pangan; politik Islam; Ekonomi Islam
URGENSI PENDIDIKAN ISLAM BAGI KOMUNITAS ANAK JALANAN KOTA MAKASSAR
Muslimin, Abd Azis
PILAR Vol. 2 No. 1 (2011): JURNAL PILAR, JUNI 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/0jd2ra49
Pendidikan Islam Hadir mewarnai kehidupan anak jalanan dan sedikitnya memberikan pengaruh positif bagi mereka, misalnya bicaranya agak sopan, agak menghargai orang lain, lebih mengatur jadwal belajarnya yang sekolah. Rendahnya aktualisasi Pendidikan Agama Islam di kalangan keluarga anak jalanan sebagai akibat tingkat pengetahuan orangtua tentang pendidikan agama yang kurang dan pengaruh lingkungan yang bebas. Kehadiran lembaga pendidikan agama seperti Universitas Muhammadiyah Makassar harus berupaya mengentaskan “kemiskinan iman”, dengan jalan penempatan mahasiswa KKP/P2K dari Fakultas Pendidikan Agama Islam dan FKIP di kantong-kantong kemiskinan di kota Makassar.Kata kunci: Anak Jalanan; anak-anak di jalanan; kerentanan anak jalanan
PEMBINAAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MA DDI PATTOJO KABUPATEN SOPPENG
Arif, Aminul;
Fattah, Abdul;
Amrullah, Wahdaniya
PILAR Vol. 11 No. 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/5a2mse97
Pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang dapat membangun dirinya sendiri, dan mampu menciptakan generasi-generasi yang berkarakter. Pesantren menurut banyak kalangan memiliki kontribusi dalam pengembangan masyarakat. Hal ini mengingat bahwa yang dikembangkan di lembaga pendidikan Islam tersebut sarat dengan nilai persaudaraan dan prinsip-prinsip lain untuk penataan kehidupan masyarakat bukan hanya itu di lingkungan pesantren juga sangat menekankan pembinaan kemandirian kepada santri hal ini juga mendasari peneliti untuk mengkaji terkait Pembinaan Karakter Dalam Membina Kemandirian Santri di MA DDI Pattojo di Kabupaten. Soppeng Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sistem pembinaan karakter tentunya menghasilkan output kemandirian pada santri sehingga dalam kesehariaanya santri dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang produktif dan mampu melaksanakan aktivitas pribadi secara mandiri selain itu dari segi waktu dapat mengatur waktu dengan baik.Kata Kunci: Pembinaan Karakter; Kemandirian; Santri Pondok Pesantren.