cover
Contact Name
Andi Alim Syahri
Contact Email
andialims@unismuh.ac.id
Phone
+6285255384303
Journal Mail Official
sigma@unismuh.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jln. Sultan Alauddin No. 259 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 28053610     EISSN : 27467503     DOI : https://doi.org/10.26618/sigma
Core Subject : Education,
The aim of this journal is to publish research in mathematics education including teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, and educational development from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 366 Documents
IDENTITAS MATEMATIS: STUDI KASUS PADA MAHASISWA AKUNTANSI Fadhil Zil Ikram; Rosidah Rosidah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.10928

Abstract

Identitas matematis merupakan salah satu aspek yang penting untuk dimiliki mahasiswa, baik itu mahasiswa di jurusan matematika maupun yang non-matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan identitas matematis yang dimiliki mahasiswa akuntansi. 59 mahasiswa terlibat sebagai partisipan dalam survei yang dilakukan untuk kategorisasi identitas matematis. Peneliti kemudian melakukan wawancara dengan dosen terkait 1 mahasiswa dengan identitas matematis positif dan 1 mahasiswa dengan identitas matematis negatif. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan tiga tahapan utama yaitu kondensasi data, tampilan data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mahasiswa dengan identitas matematis positif dan negatif memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan tersebut mulai pengetahuan, kemampuan, serta minat dan motivasi. Mahasiswa dengan identitas matematis positif memiliki prestasi matematika yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dengan identitas negatif. Hal ini ditandai dengan frekuensi menjawab pertanyaan atau soal, nilai, dan tingkat kesulitan soal yang dapat dijawab. Selain itu, mahasiswa dengan identitas matematis positif lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran matematika dibandingkan mahasiswa dengan identitas matematis negatif yang sekadar hanya ingin menggugurkan kewajiban untuk mengikuti perkuliahan. Mahasiswa dengan identitas matematis positif cenderung lebih berinisatif dan mandiri.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA BUDAYA LOKAL INDONESIA PADA RUMAH ADAT JOGLO DI DESA DASRI KABUPATEN BANYUWANGI Auliana Wahyu Safitri
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i2.11769

Abstract

Indonesia is known as a plural country because it has a diversity of ethnicities, cultures, religions, languages and customs. Culture and education are two things that cannot be separated from everyday life. This is because culture and education have a very close relationship. One of them is the relationship between culture and mathematics. Mathematics is a field of study that requires a high mentality in the learning process, because mathematics is an abstract concept that has been arranged systematically in a structure based on logical reasoning. Mathematics related to culture is usually called ethnomathematics. Ethnomatematics is a science that examines the culture of society related to mathematics. The purpose of this study is to explore ethnomathematics in the Joglo traditional house in Dasri village and relate it to mathematics. This research is a qualitative research with an ethnographic approach. Methods of data collection using observation and interviews. The instrument used in this research is an interview guide. The results of the study show that the geometric mathematical concepts contained in the joglo house include triangles, trapezoids, squares, rectangles, circles, rectangular shapes, congruence, and reflectionIndonesia dikenal dengan negara majemuk karena memiliki keberagaman suku bangsa, budaya, agama, bahasa, dan adat istiadat. Budaya dan pendidikan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan budaya dan pendidikan memiliki kaitan yang sangat erat. Salah satunya adalah keterkaitan antara budaya dan juga matematika. Matematika adalah suatu bidang studi yang memerlukan mental yang tinggi dalam proses belajarnya, karena matematika merupakan konsep abstrak yang telah tertata secara sistematis dalam suatu struktur berdasarkan penalaran logis. Matematika yang berkaitan dengan budaya biasa disebut dengan etnomatematika. Etnomatematika adalah ilmu yang mengkaji kebudayaan masyarakat yang terkait dengan matematika.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplor etnomatematika pada rumah adat Joglo di desa Dasri serta mengaitkannya dengan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan konsep matematika geometri yang terdapat dalam rumah joglo diantara bangun datar segitiga, trapesium, persegi, persegi panjang, lingkaran, bangun ruang balok, kekongruenan, dan refleksi.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA BATIK MLATIHARJAN DEMAK TERHADAP KONSEP MATEMATIKA GEOMETRI BANGUN DATAR SEKOLAH DASAR Ida Nur Aini; Sri Wulandari; Eka Zuliana
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i2.11835

Abstract

Mathematics with cultural nuances is often found in batik. Batik Mlatiharjan is a center for making Demak typical batik which is located in the village of Mlatiharjo, Gajah District, Demak Regency. There are two types of Mlatiharjan batik, namely written batik and stamped batik. Mlatiharjan batik has become part of Demak culture. Researchers can relate the Mlatiharjan batik with the geometric concept of a flat shape. This study used an exploratory qualitative descriptive ethnographic methodology. The ethnomathematics elements in the various motifs of Mlatiharjan batik are the objects of this research. Mrs. Kusmidarmini, the owner of a batik center, is a cultural expert as the subject of this study. Exploration, observation, interviews, and documentation are part of the data collection method. The aim of the Mlatiharjan batik research is to determine the mathematical and philosophical values of the Mlatiharjan batik motifs. The results of this study indicate that each motif has a philosophical meaning and a geometric geometric concept. The motifs include the Guava Flower Motif, Sidomukti Mosque Bledeg, Champa Plate, Demak Great Mosque, Red Guava, Guava Tree, Belimbing Guava, Fish Coral, Demak Crown, and Sidomukti Jambu Bulus Motif. Mathematical concepts that have been found in the variety of batik motifs from Demak, namely geometric shapes such as circles, squares, rectangles, triangles, rhombuses, and trapezoids. In addition, the Mlatiharjan Batik motifs also contain philosophical values related to the life of the Demak people.Matematika yang bernuansa budaya sering ditemukan pada batik. Batik Mlatiharjan merupakan sentra pembuatan batik khas Demak terletak di Desa Mlatiharjo, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Terdapat dua jenis batik Mlatiharjan, yaitu batik tulis dan batik cap. Batik mlatiharjan sudah menjadi bagian dari budaya Demak. Peneliti dapat mengaitkan batik Mlatiharjan dengan konsep geometri bangun datar. Penelitian ini menggunakan metodologi etnografi deskriptif kualitatif bersifat eksplorasi. Unsur-unsur etnomatematika dalam ragam motif batik mlatiharjan adalah objek penelitian ini. Ibu Kusmidarmini, pemilik sentra batik, adalah subjek penelitian ini. Ekplorasi, observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan bagian dari metode pengumpulan data. Tujuan studi batik mlatiharjan untuk mengetahui nilai matematis dan filosofis pada motif batik mlatiharjan. Hasilnya menunjukkan bahwa setiap motif memiliki makna filosofis dan konsep matematis geometri bangun datar. Motif-motif seperti Motif Bunga Jambu, Bledeg Masjid Sidomukti, Piring Champa, Masjid Agung Demak, Jambu Merah, Pohon Jambu, Jambu Belimbing, Karang Ikan, Mahkota Demak, dan Motif Sidomukti Jambu Bulus. Geometri termasuk konsep struktur datar seperti lingkaran, persegi panjang, segitiga, belah ketupat, dan trapesium dalam berbagai macam motif batik dari mlatiharjan demak.
SCAFFOLDING: UPAYA MENGATASI KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL ARITMATIKA SOSIAL Hanik Setyawati; Putri Nur Malasari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i2.11571

Abstract

The existence of this research is aimed at explaining the kinds of mistakes that students often make when working on social arithmetic problems, as well as the application of the scaffolding method as an effort to overcome these errors. This study applies a research method in the form of a literature study, by collecting data, analyzing data, and drawing conclusions. The data used was taken from related articles about various types of errors in solving social arithmetic problems and about the scaffolding method published from 2015 to 2023. There were 10 articles that would be reviewed, all of which were indexed by Google Scholar, and 8 of them sinta accredited. The results of this study indicate that errors when solving social arithmetic problems consist of errors at the stages of reading the questions, understanding the questions, transforming the questions, processing skills, and writing the final results. The type of scaffolding that can be used to overcome errors at the stages of reading questions, transforming questions, processing skills, and writing the final results is level 2 scaffolding, namely explaining and reviewing. While the type of scaffolding that can be used to overcome errors at the stage of understanding the questions is level 2 scaffolding, namely explaining, reviewing, and restructuring.Adanya penelitian ini ditujukan untuk memaparkan macam-macam kesalahan yang kerap dilakukan peserta didik ketika mengerjakan soal aritmatika sosial, serta penerapan metode scaffolding sebagai upaya mengatasi kesalahan tersebut.  Penelitian ini menerapkan metode penelitian berupa studi kepustakaan, dengan langkah mengumpulkan data, menganalisis data, dan kemudian menarik kesimpulan.  Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari artikel yang berkaitan tentang macam-macam kesalahan dalam menyelesaikan soal aritmatika sosial dan tentang metode scaffolding yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai tahun 2023. Diperoleh 10 artikel yang akan dikaji, dimana semua artikel tersebut sudah terindeks Google Scholar, dan 8 diantaranya sudah terakreditasi Sinta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan ketika menyelesaikan soal aritmatika sosial terdiri dari kesalahan pada tahap membaca soal, memahami soal, mentransformasikan soal, keterampilan proses, serta menuliskan hasil akhir. Jenis scaffolding yang dapat digunakan untuk mengatasi kesalahan pada tahap membaca soal, mentransformasikan soal, keterampilan proses, dan menuliskan hasil akhir adalah scaffolding tingkat 2, yaitu explaining dan reviewing. Sedangkan jenis scaffolding yang dapat digunakan untuk mengatasi kesalahan pada tahap memahami soal adalah scaffolding tingkat 2, yaitu explaining, reviewing, dan restructuring.
DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR OPERASI HITUNG PEMBAGIAN BERSUSUN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Nuraziza Rahmah; Nurjannah Nurjannah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i2.11892

Abstract

This study aims to diagnose the learning difficulties of multilevel division arithmetic operations in fifth grade students at SD IT Wahdah Islamiyah Sinjai. This research is qualitative research with the subject of this research namely 3 students from class V at SD IT Wahdah Islamiyah Sinjai. The instruments used in this study were diagnostic tests and interview guidelines. For data collection, the technique used consisted of three parts, namely making observations, interviews, and documentation. As well as the analysis of the data used in the research, namely, data reduction, presenting data, and drawing conclusions. From the results of the study, it was concluded that the difficulties experienced by students were a lack of understanding of the concepts of tiered division, they were still weak in remembering multiplication and their haste in solving problems which resulted in students being less thorough. Therefore, the teacher must ensure that students understand and master the prerequisites of the division operation and provide lots of practice to students and provide tips or apply fun learning so that students feel comforTabel and can generate interest in learning mathematics.Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis kesulitan belajar operasi hitung pembagian bersusun pada siswa kelas V SD IT Wahdah Islamiyah Sinjai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian ini yaitu 3 orang siswa dari kelas V di SD IT Wahdah Islamiyah Sinjai. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes diagnostik dan pedoman wawancara. Adapun dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan terdiri dari tiga bagian, yaitu melakukan pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu, reduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kesulitan yang dialami oleh siswa yaitu kurangnya pemahaman terhadap konsep-konsep pembagian bersusun, masih lemah dalam mengingat perkalian dan sifat tergesah-gesah dalam menyelesaikan soal yang mengakibatkan siswa kurang teliti. Oleh karena itu, guru harus memastikan bahwa siswa telah memahami dan menguasai prasyarat dari operasi pembagian dan memberikan banyak latihan kepada siswa serta memberikan tips-tips atau menerapkan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman dan dapat membangkitkan minatnya dalam belajar matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN BERBANTUAN VIDEO ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP Inayatul Amal; Hepsi Nindiasari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan berbantuan video animasi terhadap kemampuan numerasi siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperiment dengan metode Nonequivalent control grup. Populasi pada penelitian ini yaitu adalah seluruh siswa kelas 7 SMPIT Al-Izzah dengan sampel 7A1 sebagai kelas eksperimen dan 7A2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data yang digunakan berupa instrument test kemampuan numerasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata posttest yang diperoleh kelas ekspirimen lebih besar dibandingkan nilai rata- rata yang diperoleh kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 66,11 dan rata-rata kelas eksperimen sebesar 80,42. Kemudian hasil uji independent sample t-test yang dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi (1-tailed) sebesar 0.001 yang berarti bahwa nilai sig. 0.05, maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan H0: kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan video animasi tidak lebih baik dibandingkan siswa pada kelas yang menggunakan model ekspositori dan H1: Kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model problem based learning berbantuan video animasi lebih baik dibandingkan siswa pada kelas yang menggunakan model ekspositori. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning lebih baik dibandingkan kemampuan numerasi siswa yang menggunakan model pembalajaran ekspositori
PROFIL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA Saiful Hidayat; Rizky Esti Utami; Gunarti Krisnaningsih
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak 36 siswa kelas X.1 SMAN 2 Semarang dan diambil 2 siswa dari kemampuan pemecahan masalah matematika kategori rendah, 2 siswa dari kemampuan pemecahan masalah matematika kategori sedang, dan 2 siswa dari kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen bantu yang digunakan adalah tes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis. Subjek dianalisis berdasarkan indikator tahapan Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali proses dan hasil dengan teknik analisis data yang dilaksanakan 3 tahap yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan pemecahan masalah kategori rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang tergolong dalam kriteria kurang. Kemudian tingkat kemampuan pemecahan masalah kategori sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tergolong dalam kriteria baik. Dan siswa dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah kategori tinggi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tergolong dalam kriteria baik.
TINGKATAN MATH ANXIETY SISWA SMP BERDASARKAN GENDER Muhammad Aqil Juniardi; Depriwana Rahmi; Suci Yuniati; Annisah Kurniati
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14425

Abstract

Penelitian ini memiliki fokus utama untuk mengeksplorasi perbedaan tingkat math anxiety atau kecemasan dalam matematika siswa jenjang Pendidikan SMP berdasarkan jenis kelamin atau dikenal dengan gender. Metode deskriptif kuantitatif digunakan sebagai metode penelitian, dengan mengambil 30 siswa yang berasal dari kelas IX sebagai sampel penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan angket math anxiety yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data angket math anxiety siswa digunakan untuk menghitung tingkat kecemasan matematis siswa berdasarkan klasifikasi kategori math anxiety dan menggunakan uji independent sample t-test dalam menganalisis math anxiety berdasarkan gender. Hasil penelitian diperoleh dari 37% siswa mengalami tingkat math anxiety tinggi. Sedangkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa antara tingkat math anxiety siswa laki-laki dan perempuan menunjukkan tidak ada perbedaan atau perubahan yang signifikan melalui uji independent sample t-test dengan nilai t yaitu 1,032 dan nilai sig. 0,311 0,05. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi sebagai landasan pertimbangan dalam mengembangkan proses belajar mengajar yang efisien dan efektif sesuai dengan karakteristik siswa SMP/Sederajat.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERNUANSA ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 BALANIPA Radiah Radiah; Murtafiah Murtafiah; Herna Herna
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14744

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal penting dalam matematika. Namun, faktanya saat ini kemampuan pemecahan masalah matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan sampling jenuh dimana kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen penelitian berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan bantuan SPSS for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung berada pada kategori sedang. Kemudian hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem Based Learning bernuansa etnomatematika dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK Choirunisa Fitri Fadilah; Anwar Mutaqin; Yani Setiani
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14557

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMKN 5 Kota Serang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu pada desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang ada didapatkan dengan teknik cluster random sampling,  dengan menggunakan instrumen penelitian berupa tes serta non tes. Instrumen tes berupa pretes-postes untuk mengukur hasil belajar aspek kognitif dan instrumen non tes berupa angket untuk mengukur aspek afektif. Teknik analisis data deksriptif hasil penelitian memperlihatkan, nilai rata-rata instumen tes hasil belajar ranah kognitif postes adalah 79,69 serta nilai rata-rata instumen non-tes hasil belajar ranah afektif angket 74,58. Stastistik Inferensial memakai uji one sample t-test didapatkan untuk instrumen tes hasil belajar ranah kognitif nilai sig- serta untuk instrumen non-tes hasil belajar ranah afektif nilai sig- yang mempunyai arti  ditolak serta  diterima. Jadi dapat disimpulkan terkait model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika.