cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
DAMPAK PSIKOLOGI MAKIAN BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI STRATA SOSIAL MASYARAKAT BAHASA Arfan Rauf
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 2 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i2.3972

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa ketidakberhasilan suatu proses berbahasa dilaksanakan karena adanya unsur makian, juga adanya kecenderungan orang senang menggunakannya, selain makian merupakan suatu kebiasaan yang tidak terpuji, tidak sopan, melanggar nilai-nilai sosial dalam suatu budaya tertentu. Selain itu, makian secara psikologi dapat berdampak negatif terhadap pengguna dan orang yang senantiasa mendapatkan atau mendengarkan makian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekontradiksian eksistensi makian, seperti yang disebutkan di atas, baik tentang ketidakberhasilan berkomunikasi karena unsur makian, kesenangan orang menggunakannya, juga bentuk dan referensi makian, serta dampak psikologi yang ditimbulkannya yang ditinjau berdasarkan strata sosial masyarakat bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian observasi yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengambilan kesimpulan. Subjek penelitian adalah masyarakat yang berdomisili di  Kelurahan Tamalatea Kota Makassar Sulawesi Selatan berdasarkan Stara Sosialnya sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, sadap, pancing, simak, catat, dan rekam. Seluruh data yang diperoleh dianalisis melalui tahap (1) pengelompokkan data sejenis, (2) membaca data secara menyeluruh, (3) menganalisi data dengan metode ”padan intra lingual dan padan ekstralingual”, (4) menyusun interpretasi, dan (5) mendeskripsikan data menjadi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) makian tidak berterima pada bentuk komunikasi bahasa secara umum. (2) Makian dapat berterima pada kelompok masyarakat bahasa tertentu. (3) Makian digunakan untuk mengintimidasi, menguasai, pengungkap kekecewaan, ketertakjuban, pelindung diri, mengacaukan, dan kepopuleran. (4) Ada kesamaan dan perbedaan penggunaan makian di masing-masing strata sosial masyarakat bahasa, baik berdasarkan bentuk dan referensi, tujuan, dan karakter yang ditampilkan. (5) Makian secara psikologi berdampak negatif pada pengguna dan penerimanya.
PEMEROLEHAN MORFOLOGI DAN SINTAKSIS PADA ANAK USIA 2-4 TAHUN (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Fadlia Rafiyanti
JURNAL KONFIKS Vol 7, No 2 (2020): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v7i2.4524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan sistem pemerolehan bahasa anak yang berusia 2 tahun 6 bulan dan anak yang berusia 3 tahun 1 bulan, khususnya yang mencakup pada tataran Morfologi dan Sintaksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah Sheva yaitu anak yang berumur 2 tahun 6 bulan dan Raya anak yang berumur 3 tahun 1 bulan. Dapat disimpulkan bahwa: 1) Pada tataran Morfologi, anak yang berusia 2 tahun 6 bulan (Sheva) kata yang diproduksinya bertambah bersifat monomorfemik, belum nampak morfem yang membedakan arti kata, mampu mengatakan lebih dari suku kata,  meskipun belum teratur sudah mampu menyusun kalimat sederhana, adanya proses afiksasi. Sedangkan pada anak berusia 3 tahun 1 bulan (Raya), kata yang diproduksinya semakin banyak, kata monomorfemik sudah lebih jelas, nampak morfem yang dapat membedakan arti kata, terdapat morfem bebas dan morfem terikat, penyusunan kalimat sudah teratur dan lebih  panjang, dapat menggunakan tiga atau lebih kata, terdapat proses afiksasi. 2) Pada tataran Morfologi, anak yang berusia 2 tahun 6 bulan (Sheva), pola kalimat yang dihasilkan sangat sederhana, kalimat yang masih tidak lengkap, pengucapan fonem yang belum sempurna, sudah mampu menghasilkan kalimat deklaratif, imperatif dan interogatif secara sederhana. Sedangkan anak yang berusia 3 tahun 1 bulan (Raya), sudah dapat menghasilkan kalimat yang menyerupai orang dewasa, pelafalannya sudah cukup  jelas,sudah mampu multikata dan dapat menghasilkan kalimat deklaratif, imperatif, dan interogatif yang jelas.Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa Anak; Morfologi; Sintaksis.
PENGARUH GAWAI TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 4 TAHUN: KAJIAN ASPEK SINTAKSIS Fathur Rahmi Affauzani
JURNAL KONFIKS Vol 7, No 1 (2020): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v7i1.2988

Abstract

Keberadaan gawai pada era modern telah menjadi kebutuhan primer sejalan dengan perkembangan teknologi. Kehadirannya selain berdampak pada kehidupan masyarakat (orang dewasa) juga dapat memengaruhi proses pemerolehan bahasa bagi anak yang bermain gawai. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun yang dipengaruhi oleh gawai melalui telaah bidang sintaksis, yakni berupa kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat suruh. Sumber data berasal dari rekaman video dan audio anak yang menjadi subjek penelitian, sedangkan data berupa transkrip dari rekaman video dan audio. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu (1) merekam kegiatan anak yang dijadikan bahan penelitian, (2) mentranskrip pembicaraan, dan (3) menganalisis data sesuai dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan mendeskripsikan informasi yang didapat dari data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian yang diperoleh di antaranya, pertama gawai sangat mempengaruhi pemerolehan sintaksis bahasa anak usia 4 tahun terhadap produksi kalimat berita, kedua gawai tidak terlalu berpengaruh terhadap pemerolehan bahasa anak usia 4 tahun dalam produksi kalimat tanya, dan ketiga gawai tidak berpengaruh terhadap pemerolehan sintaksis bahasa anak usia 4 tahun dalam produksi kalimat perintah.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS WARAHAN MELALUI MODEL MULTILITERASI UNTUK SISWA KELAS X SMA Yunita Fitri Yanti; Farida Ariyani; Nurlaksana Eko Rusminto
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 2 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i2.1615

Abstract

The objective of this research was to produce Warahan textbook through multi-literacy model and to describe its feasibility. This study used cycle form method. The research procedure was conducted in three stages: pre-cycle, cycle I and cycle II. The result of this research was Warahan textbook through multi-literacy model for tenth grade students of senior high school, and it got content feasibility value 75% with proper category, language feasibility value 75% with proper category, score presentation feasibility value 69.4% with proper category, and graphic feasibility value 72.7% with proper category. Furthermore, textbook feasibility test by practitioner got mean 88.45% with proper category. Product try-out in class got mean 87.1% with proper category. Moreover, based on feasibility questionnaire distributed, it could be concluded that Warahan textbook through multi-literacy model was proper to use as teaching material for tenth grade students of senior high school.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk buku teks warahan melalui model multiliterasi dan  mendeskripsikan kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dalam bentuk siklus. Prosedur penelitian dilaksanakan dengan tiga tahap yakni Pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian ini adalah buku teks warahan melalui model multiliterasi untuk siswa kelas X SMA dan menemperoleh penilaian kelayakan isi dengan persentase 75% dengan kategori layak, kelayakan bahasa memperoleh nilai 75% dengan kategori layak, kelayakan penyajian nilai 69,4% dengan kategori layak, dan kelayakan kegrafikan dengan nilai 72,7% dengan kategori layak. Uji kelayakan buku teks oleh praktisi, mendapat nilai rata-rata  88,45% dengan kategori layak. Uji coba produk pada kelas mendapat nilai rata-rata 87,1% dengan kategori layak. Berdasarkan angket uji kelayakan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa buku teks warahan melalui model multiliterasi layak untuk digunakan sebagai bahan ajar untuk siswa kelas X SMA.Kata Kunci: Buku Teks, Model Multiliterasi dan Warahan
KONSTRUKSI EKSISTENSIAL DALAM BAHASA DEVAYAN SIMEULUE-ACEH Restria - Mulyani
JURNAL KONFIKS Vol 7, No 1 (2020): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v7i1.3572

Abstract

Konstruksi eksistensial adalah konstruksi yang  digunakan untuk menyatakan keberadaan seseorang atau  sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana penggunaan konstruksi eksistensial dalam bahasa Devayan Simeulue-Aceh dan Bahasa Inggris dibentuk berdasarkan ciri umum: 1.  definiteness restriction dan  2. predicate restriction serta bagaimana penggunaan  pola struktur konstruksi existensial yaitu expletive (eksistensial ada), Copula (CL) ‘adalah, ialah merupakan’ , Pivot (Np) dalam kalimat yang menggunakan Bahasa Devayan Simeulue-Aceh yang dibandingkan dengan bahasa Inggris. Konstruksi existensial dalam bahasa devayan simeulue ditandai dengan nga dan alek
PENGGUNAAN MEDIA YOUTUBE BERSERI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS SISWA DI SEKOLAH DASAR Andi Adam
JURNAL KONFIKS Vol 6, No 2 (2019): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v6i2.3992

Abstract

Peningkatan kemampuan menulis murid di sekolah dasar merupakan salah satu tujuan utama pembelajaran Bahasa Indonesia, namun kenyataannya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam penggunaan metode vidio you Tube dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada murid sekolah dasar. Dengan jumlah siswa 25 orang. Teknik Pengumpulan data yang dilakuka dalam penelitian ini adalah: (a) hasil belajar Bahasa Indonesia siswa dikumpulkan dengan memberikan tes menulis pada setiap akhir siklus, (b) data tentang proses belajar mengajar dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar secara kuantitatif ditandai dengan meningkatnya skor rata-rata siswa yaitu dari 66,92 menjadi 78,32 dari skor ideal 100. Secara kualitatif, terjadi peningkatan kualitas proses belajar yaitu perubahan sikap siswa yang ditandai dengan: (a) Meningkatnya frekuensi kehadiran siswa, (b) Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar, (c) Semakin banyaknya siswa yang memperhatikan penjelasan guru, (d) Semakin banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dan menjawab tugas dengan benar, (e) Semakin berkurangnya siswa yang meminta bimbingan dan meminta dijelaskan tentang suatu konsep. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan penggunaan metode vidio You Tube berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis murid. Dan disarankan kepada guru, untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa harus dilibatkan dalam proses pembelajaran sehingga tercipta kemandirian untuk menyelesaikan  soal di rumah tentang materi yang telah dipelajari dan materi yang akan dipelajari selanjutnya, sehingga pembelajaran dengan penggunaan metode Vidio youtube berseri merupakan salah satu metode alternative
ANALISIS PENDERITA GANGGUAN CADEL PADA KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Nur Afifa Kifriyani
JURNAL KONFIKS Vol 7, No 2 (2020): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v7i2.4485

Abstract

Abstrak: Dengan adanya ganguan berbahasa dapat mengahmbat terjadinya pada proses komunikasi pada seseorang. Disatria atau bisa dikatakan ganguan cadel yaitu gangguan berbahasa fonetis yang dapat membuat penderita mengalami rendahnya tingkat percaya diri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi gangguan cadel dan penyebab cadel pada usia remaja. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan adanya wawancara via Whatsapp dan metode simak melalui via voice notes. Pada hasil penelitian ini terdapat gangguan berbicara tentang fonem (bunyi) yang tidak sempurna kepada anak remaja yang berusia 17 tahun, sehingga gangguan yang dialami oleh anak remaja ini biasa dikarenakan oleh faktor psikologis dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan serta faktor bawaan ketika bayi. Fonem (bunyi) tersebut lebih mendominasi kepada “R”bila berada di akhir suku kata, sehingga hal ini menyebabkan posisi lidah yang terlalu pendek.Kata Kunci: Gangguan Berbicara; Cadel; Kajian Psikolinguistik.
DAMPAK REVOLUSI INDONESIA PADA NASKAH DRAMA TITIK-TITIK HITAM DAN NASKAH DRAMA AWAL DAN MIRA Fanisa Qorina Zahro; Novi Diah Haryanti
JURNAL KONFIKS Vol 7, No 1 (2020): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v7i1.3309

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh pengetahuan tentang dampak revolusi Indonesia yang dikisahkan melalui sastra dan seni, salah satunya adalah drama. Kemerdekaan Indonesia ternyata tidak menjadikan negara ini seutuhnya merdeka. Banyak pengorbanan yang kembali harus diperjuangkan pascakemerdekaan, sebab kerajaan Belanda masih ingin menjajah dan menguasai Indonesia yang saat itu baru saja memproklamasikan kemerdekaan. Peralihan sistem ketatanegaraan menjadi negara yang merdeka dan perebutan kekuasaan antara Indonesia dengan Belanda menimbulkan sejumlah konflik dan peristiwa. Peperangan, perundingan, pemberontakan, dan pembunuhan terjadi saat itu. Sejarah mencatat masa kelam itu, namun di tangan para sastrawan peristiwa tersebut dikemas dengan tampilan yang berbeda. Salah satunya adalah Nasjah Djamin dan Utuy Tatang Sontani. Keduanya mengangkat kisah-kisah manusia yang mengalami kesakitan dan penderitaan akibat revolusi yang kemudian disuguhkan untuk mengenang bagaimana arti kemerdekaan yang sesungguhnya melalui karya-karyanya.
PEMEROLEHAN BAHASA JAWA SEBAGAI BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN Neli Faoziyah; Nuryani Nuryani Nuryani
JURNAL KONFIKS Vol 8, No 1 (2021): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v8i1.4535

Abstract

Bahasa selalu memiliki hubungan erat dengan budaya. Budaya di Indonesia sangat beragam, demikian juga dengan suku, ras, dan bahasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kalimat pada anak usia 2-5 tahun di Desa Wringinjenggot, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara merekam suara subyek penelitian dengan memanfaatkan telephone genggam. Hasil tersebut kemudian ditranskripsi dan dianalisis menggunakan teknik simak dan teknik catat. Subyek dalam penelitian adalah lima orang anak yang berusia 2-5 tahun. Data yang diperoleh dari lingkungan baik keluarga maupun masyarakat di desa yang ada melakukan komunikasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini, ditemukan pemerolehan bahasa anak usia 2-5 tahun yang mengacu pada bentuk kalimat yang sudah dikuasainya, diantaranya: 1) anak  mampu memberikan sebuah informasi yang faktual, 2) mampu bertanya mengenai apa, kenapa, di mana, siapa, dan bagaimana dengan baik, 3) mampu mengungkapkan rasa keinginannya kepada orangtua, keluarga, tetangga lingkungan sekitar. Sehingga kesimpulanya adalah bentuk kalimat deklaratif ada dua, bentuk kalimat interogatif ada lima, dan bentuk kalimat imperatif ada dua.
BAHASA GAUL REMAJA KOTA PADANG BERDASARKAN JENIS KELAMIN DITINJAU DARI BIDANG SOSIOLINGUISTIK Yessy Prima Putri; Nelfira Nelfira
JURNAL KONFIKS Vol 9, No 1 (2022): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v8i1.7194

Abstract

Tujuan  penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan  bentuk kata, makna kata, dan penggunaan kata berdasarkan jenis kelamin sebagai salah satu variabel sosial dalam bidang sosiolinguistik. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan data dengan mengumpulkan sejumlah status yang ditulis oleh remaja laki-laki dan  remaja perempuan kota Padang di media sosial. Tahapan pengumpulan data yaitu penandaan data, pencatatan data, dan pengecekan data. Metode analisis data yang digunakan  adalah metode padan dengan teknik  padan  referensial, dan padan ortografis.  Metode penyajian yang digunakan adalah metode formal dan informal. Berdasarkan  hasil analisis data, ditemukan bentuk kata  ragam bahasa gaul remaja kota Padang berupa; abreviasi terdiri dari singkatan, akronim, penggalan, dan kontraksi. Reduplikasi, berupa reduplikasi dwilingga. Afiksasi,  terjadinya perubahan afiksasi bahasa Indonesia dan penggunaan afiksasi dialek Jakarta. Perubahan secara ortografis. Bentuk kata yang cendrung digunakan  remaja kota  Padang  yaitu bentuk penggalan  yaitu, berupa hilangnya fonem di tengah kata, dan hilangnya unsur vokal pada kata. Tidak terdapat perbedaan penggunaan  bentuk kata berdasarkan jenis kelamin antara remaja laki-laki dan perempuan. Dari segi makna kata,  ditemukan  kata yang bermakna konotatif, makna stilistika, makna afektif, makna reflektif, makna kolokatif, makna tematis, dan makna konseptual. Remaja kota Padang cendrung menggunakan makna afektif dalam menulis status dimedia sosial. Dari aspek makna kata terdapat perbedaan ragam bahasa gaul remaja  laki-laki dan perempuan, laki-laki cendrung menggunakan makna konseptual, sedangkan perempuan cendrung menggunakan makna asosiatif, dan bahasa perempuan bersifat intuitif.