cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
DISTRIBUSI PARASIT MONOGENEA (CACING INSANG) PADA IKAN GIRU (AMPHIPRION SP) DI TIGA LOKASI PEMBUDIDAYA IKAN HIAS YANG BERBEDA Rahmi Rahmi; Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 2 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.59 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i2.728

Abstract

Parasit Monogenea adalah umumnya ikan-ikan yang hidup di alam dapat terinfeksi oleh berbagai jenis parasit cacing-cacingan seperti Monogenea, Digenea, Nematoda dan Acanthocepala. Parasit ini perlu pemeriksaan lebih lanjut pemeriksaan karena adanya kerusakan yang diakibatkan oleh infeksi parasit ini pada beberapa lokasi pembudidaya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi parasit monogenea ikan giru  (Amphiprion sp) adalah Brookynella sp, Chilodonella sp dan Trichodina sp. Prevelensi parasit monogenea pada ikan giru (Amphiprion sp) yaitu tertingggi   pada pasar hobbi dan terendah  marina aquarium. Intensitas serangan parasit monogenea pada ikan giru (Amphiprion sp) yaitu tertingggi pada pasar hobbi dan terendah di marina aquarium.  Perlu selalu memperhatikan dan meningkatkan manajemen kesehatan ikan budidayanya dengan menjaga lingkungannya terutama kualitas air pada budidaya ikan giru
EVALUASI TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP MANGROVE Rhizophora mucronata DI LOKASI PENGABDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS TERBUKA KELURAHAN TEKOLABBUA KECAMATAN PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Jalil Jalil; Makkatenni Makkatenni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 2 (2017): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v6i2.1298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, kelangsungan hidup tanaman mangrove jenis  Rhizophora mucronata di lokasi Abdimas Universitas Terbuka pada Tahun 2012.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.  Tanaman ujian dalam penelitian ini adalah tanaman hasil abdimas UT pada tahun 2012.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat pertumbuhan mangrove di lokasi penelitian sangat tinggi yaitu 100 cm dengan kondisi lingkungan yang meliputi salinitas, suhu, kecepatan arus dan tekstur tanah optimal utuk pertumbuhan mangrove.  Namun demikian tingkat kelangsungkan hidup yang didapatkan sangat rendah yaitu 22,33% 60%. Diperlukan penelitian lanjutana untuk mengukur parameter lingkungan yang belum diukur pada pelitian ini.
Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Karbondioksida (CO2) terhadap Pertumbuhan Populasi dan Performansi Fitoplankton Adopsi (Emiliania Huxleyi Sp) Skala Laboratorium Sahabuddin Sahabuddin; Andi Khaeriyah; Agus Chadijah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 2 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.098 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i2.552

Abstract

Emiliania huxleyi sp merupakan fitoplankton kosmopolit yang terdapat di seluruh dunia, Fitoplankton ini biasa juga disebut dengan coccolith, yang memiliki ciri-ciri umum mengandung kapur karbonat (calcareous). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh peningkatan konsentrasi karbondioksida (CO2) terhadap pertumbuhan populasi dan performansi fitoplankton adopsi Emiliania huxleyi skala laboratorium. Pada penelitian ini dipilih lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu konsentrasi karbondioksida (CO2) 385 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 450 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 550 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 650 ppm dan konsentrasi karbondioksida (CO2) 750 ppm. Untuk analisis data kepadatan Emiliania huxleyi sp dilakukan dilaboratorium. Parameter yang diamati yaitu kepadatan pertumbuhan harian dengan menggunakan rumus kepadatan yang dihitung setiap hari bersama dengan pengukuran kualitas air yakni, suhu air, derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (DO) dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan Emiliania huxleyi sp dari dari semua perlakuan, kepadatan tertinggi didapatkan pada perlakuan konsentrasi (CO2) 385 ppm, Kedua yaitu konsentrasi (CO2) 450 ppm, ketiga konsentrasi (CO2) 550 ppm, keempat konsentrasi (CO2) 650 ppm dan paling terendah yaitu konsentrasi (CO2) 750 ppm.Kata Kunci : Fitoplankton, Karbondioksida (CO2)Emiliania huxleyi sp is phytoplankton, cosmopolitan with a presence throughout the world, this Phytoplankton also called coccolith, which have the general characteristics of carbonate containing lime (calcareous). This study aimed to determine the effects of increasing concentrations of carbon dioxide (CO2) on the growth of phytoplankton populations and performance Emiliania huxleyi laboratory scale adoption. In this study selected five treatments and three replications, namely the concentration of carbon dioxide (CO2) 385 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) of 450 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) 550 ppm, the concentration of carbon dioxide (CO2) of 650 ppm and the concentration of carbon dioxide (CO2) of 750 ppm. Emiliania density for data analysis conducted laboratory huxleyi sp. The parameters observed were daily growth density by using density formula is calculated each day along with the measurement of water quality, water temperature, acidity (pH), dissolved oxygen (DO) and salinity. The results showed that the density Emiliania huxleyi sp of all treatments, the highest density obtained at treatment concentration (CO2) 385 ppm, second is concentration (CO2) of 450 ppm, the third concentration (CO2) 550 ppm, a fourth concentration (CO2) of 650 ppm and ie the lowest concentration (CO2) of 750 ppm.Keywords: phytoplankton, carbon dioxide (CO2)
Efektifitas Ekstrak Kulit Manggis Garcinia Mangostana dalam Menghambat Bakteri Vibrio Harveyii Sutia Budi; Sabriani Sabriani
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 2 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.27 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i2.480

Abstract

Ekstrak kulit manggis Garcinia mangostana memiliki kempuan sebagai antibakteri, antifungi, antiinflamasi, antileukemia, antiagregasi, antimikrobakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui efektifitas ekstrak kulit manggis dalam menghambat bakteri Vibrio harveyii. Penelitian dilakukan sebanyak tiga tahapan kerja kerja yaitu tahap preparasi sampel, tahap mengekstrasi zat antioksidan dan tahap pengujian antioksidan atau antibakteri yang dilakukan secara in-vitro. Sebagai data pembanding dilakukan pengujian dengan melakukan pengujian uji hambat dengan menggunakan larutan fisiologis (control negative) dan antibotik Erytromycyn (control positif). Hasil penelitian menunjukkan zona hambat ekstrak kulit manggis terhadap bakteri Vibrio harveyii sebesar 76 mm, menunjukkan kategori aktivitas penghambatan sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis dapat dijadikan sebagai salah satu solusi penanggulangan penyakit vibriosis.Kata kunci: Manggis, Zona Hambat, VibrioGarcinia mangostana mangosteen peel extract has ABILITY as antibacterial, antifungal, anti-inflammatory, antileukemia, antiagregasi, anti micro bacteria and antioxidants. This study aims to mengtahui effectiveness of mangosteen peel extract to inhibit the bacterium Vibrio harveyii. The study was conducted as many as three working stages: stage work sample preparation, extracting phase oxidant and antioxidant or antibacterial testing phase conducted in-vitro. As the comparative data was examined by testing the inhibitory test using physiological solution (negative control) and antibotik Erytromycyn (positive control). The results showed inhibition zone mangosteen peel extract against bacteria Vibrio harveyii by 76 mm, showing a very strong inhibitory activity category. This indicates that the mangosteen peel extract can be used as one of the solutions vibriosis disease prevention.Keywords: Manggis, Zone of Inhibition, Vibrio
STUDI KELIMPAHAN DAN SEBARAN PHYTOPLANKTON SECARA VERTIKAL DI PESISIR PERAIRAN KURICADDI ( UNTUK PERUNTUKAN BUDIDAYA IKAN DAN UDANG ) Andi Khaeriyah; Burhanuddin Burhanuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.592 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i2.604

Abstract

Penelitian berlangsung pada bulan  Mei sampai Juni 2014  di Dusun Kuricaddi, Desa Nisambalia, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Dan analisis sampel phytoplankton di Laboratorium BPPBAP Maros untuk mendapatkan hasil kelimpahan dan sebaran phytoplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi phytoplankton secara vertikal di pesisir perairan Kuricaddi terhadap peruntukan budidaya ikan dan udang. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata- rata kelimpahan phytoplankton berkisar antara 511,375 – 785,25 sel/L, indeks keanekaragaman (H') berkisar antara 0,630795 – 1,085564 sel/L, nilai keseragaman (E) berkisar antara 0,783268 – 0,88328 sel/L,  dan nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0,424544 – 0,604215 sel/L. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perairan pesisir Kuricaddi termasuk dalam kategori perairan oligotrofik.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA ABON IKAN TUNA ( STUDI KASUS PADA USAHA KELOMPOK WANITA NELAYAN “ FATIMAH AZ-ZAHRAH ” DI KELURAHAN PATTINGALLOANG KECAMATAN UJUNG TANAH KOTA MAKASSAR ) Usman Usman; Syafiuddin Syafiuddin; St. Aisyah R.
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 2 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.689 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i2.721

Abstract

This study aims to determine the income of fish tuna business by the Fishermen Women Group "Fatimah Az-Zahrah" in Kelurahan Pattingalloang Ujung Tanah Subdistrict Makassar City. The type of research used is a case study on the business of the Fishermen Group "Fatimah Az-Zahrah" in Kelurahan Pattingalloang Kecamatan Ujung Tanah Makassar. The research used purposive sampling technique in determining the informant. This research was conducted on May to July 2014 which is in Kelurahan Pattingalloang Subdistrict Ujung Tanah Makassar City. The research location was chosen purposely because the location of this research is one of tuna processing industry centres in Makassar. The results of this study indicate the existence of tuna development efforts by the Fishermen Group "Fatimah Az-Zahrah" in Pattingalloang Urban District Ujung Tanah Makassar City Rp 254.284.600/year and monthly income abon tuna fish an average of Rp 21,190. 383.3.
FORMULASI PAKAN KOTORAN AYAM DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BANDENG CHANOS CHANOS DI BBAP TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN Nur Insana Salam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 1 (2017): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.555 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v6i1.718

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui formulasi pakan kotoran ayam dengan persentase yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan bandeng Chanos chanos. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan bandeng yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar. Dalam penelitian ini ikan yang digunakan sebanyak 5 ekor/wadah. Jumlah wadah penelitian sebanyak 12 buah dengan kapasitas masing-masing wadah sebanyak 10 liter air. Wadah penelitian diisi air sebanyak 5 liter. Perlakuan yang dicobakan adalah pemberian pakan kotoran ayam dengan persentase yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan bandeng Chanos chanos. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan, perlakuan A (10%), perlakuan B (15%), perlakuan C (20%), perlakuan D tanpa kotoran ayam. Hasil penelitian yang dilakukan selama 1 bulan menunjukan bahwa perlakuan dengan formulasi pakan kotoran ayam dengan persentase yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan bandeng Chanos chanos, diperoleh rata-rata persentase tertinggi pada perlakuan A dengan bobot rata-rata 1,71% dan memiliki kandungan protein sebesar 7,86%. Disarankan untuk budidaya ikan bandeng Chanos chanos sebaiknya menggunakan pakan formulasi kotoran ayam dengan persentase 10% untuk mendapatkan kelangsungan hidup yang tinggi dan pertumbuhan  yang baik selain itu diperhatikan juga kualitas air.
Analisis Parameter Biologi (Klorofil-A Dan Fitoplankton) Perairan Kawasan Estuaria Sungai Kurilompo bagi Peruntukan Budidaya Perikanan di Kabupaten Maros Burhanuddin Burhanuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 2 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.211 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i2.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur analisis parameter biologi (Klorofil-a dan Fitoplankton) perairan kawasan estuaria sungai kurilompo bagi peruntukan usaha budidaya ikan dan udang di kabupaten Maros.Penelitian ini dilakukan di Daerah Kawasan Estuaria Dusun Kurilompo Desa Nisombalia Kabupaten Maros, terus dilanjutkan kelaboratorium Balai Budidaya dan Pengembangan Air Payau Maros untuk mengamati sampel fitoplankton dan Khlorofil-a dan Waktu penelitian ini dilaksanakan selama ± 1 (satu) bulan. Hasil penelitian menunjukkan Kelimpahan fitoplankton dikawasan estuaria kurilompo, berkisar antara 27.25 – 38.975 ind/ml, maka dapat dikatakan perairan kawasan estuaria kurilompo yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah (Oligothrofik). Sedangkan pada keaneragaman fitoplankton tidak stabil mulai dari 0.588 – 0.754, sedangkan fitoplankton yang mendominasi di estuaria kurilompo sangat tinggi sehingga kelimpahan fitoplankton rendah dan keseragaman fitoplankton tinggi. Nilai khlorofil-a yang terukur terkategori sedang.Kata Kunci : Fitoplankton, Kelimpahan,  Dominansi dan Khlorofil-a.This study aims to measure the analysis of biological parameters (chlorophyll-a and phytoplankton) waters of the river estuary area kurilompo for allotment of fish and shrimp cultivation in the district this Maros.Penelitian conducted in the Estuary Region Hamlet Village Kurilompo Nisombalia Maros, continued kelaboratorium Aquaculture Centres Brackish Water Development and Maros to observe samples of phytoplankton and chlorophyll-a and the time the research was conducted for ± 1 (one) month. The results showed kurilompo Phytoplankton abundance of estuarine region, ranging between 27.25 - 38 975 ind / ml, it can be said kurilompo's marine estuaries that have low fertility levels (Oligothrofik). While on a multifaceted phytoplankton are not stable from 0588-0754, while phytoplankton dominate in estuaries kurilompo so high that the abundance of phytoplankton phytoplankton low and high uniformity. The value of chlorophyll-a measured being categorized. Keywords: Phytoplankton, Abundance, Dominance and chlorophyll-a
Perubahan Sel Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii yang Dibudidayakan pada Kedalaman Berbeda Darmawati Darmawati
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 2 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.65 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i2.475

Abstract

Perubahan sel rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan pada kedalaman berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sel jaringan rumput laut jenis K. alvarezii yang dibudidayakan pada kedalaman berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Takalar, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan kedalaman perairan 20 cm, 50 cm dan 100 cm, masing-masing dilakukan pengulangan 3 kali. Peubah yang diamati adalah perubahan sel rumput laut K. alvarezii pada kedalaman berbeda. Selanjutnya dilakukan analisis ragam (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman perairan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan sel rumput laut K. alvarezii. Perubahan sel rumput laut lebih cepat pada kedalaman 50 cm dari permukaan air laut.Kata kunci: Perubahan sel, Kedalaman perairan, Rumput laut Kappaphycus alvarezii. Changes Kappaphycus alvarezii seaweed cells are cultured at different depths. This study aims to analyze changes in tissue cells seaweed K. alvarezii cultivated at different depths. This study was conducted in Takalar, using a completely randomized design with water depth treatment of 20 cm, 50 cm and 100 cm, respectively be repeated 3 times. The parameters measured were cell changes seaweed K. alvarezii at different depths. Furthermore, analysis of variance (ANOVA). The results showed that the depth of the water does not provide significant effect on cell changes K. alvarezii seaweed. Changes seaweed cells more rapidly at a depth of 50 cm from the surface of the sea.Keywords: Changes in the cell, depth of water, seaweed Kappaphycus alvarezii.
FISHING GEAR PERFORMANCE ON SKIPJACK TUNA IN BONE BAY DISTRICT LUWU Akamlauddin Akmaluddin; Najamuddin Najamuddin; Musbir Musbir
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.025 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i2.599

Abstract

Mayority fishing gear by Skipjack tuna as a main target by fisherman Distrit Luwu are using for operation di Bone Bay every year, so there is over eksploitation matter in some spesies of fish especially skipjack tuna as a main target. The Goal of study is to analysis of performance skipjack tuna fishing gear (pole and line, hand line, and payang) based on four aspect are biology, technical, social,and economi. Design of study is direct observation in the field using interview methode to choice responden as line owner of fihsing boat each skipjack fishing gear. Analysis use skoring methode with formula by Mangkusubroto and Trisnadi (1985). Result of study is the pole and line is the best in the technical aspect and economi aspect, but hand lineis  the best in biology aspect and social aspect. The main priority fishing gear in succession is first pole and line, second hand line and last payang. The conclution is the fishing gear of pole and line have the best performance than others in District Luwu, beside that it’s suitable to be continued and developed in the future because it’s very adventageous and brief in payback periode.

Page 7 of 27 | Total Record : 270