cover
Contact Name
Nurhadi Hamka
Contact Email
nurhadihamka@unkhair.ac.id
Phone
+628114492677
Journal Mail Official
tekstual@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Jusuf Abdul Rahman, Kelurahan Gambesi, Kampus II Universitas Khairun Tenrnate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Tekstual
Published by Universitas Khairun
ISSN : 16931041     EISSN : 26860392     DOI : https://doi.org/10.33387
Tekstual - an open access and peer-reviewed journal published biannually (mid year and year end) by Faculty of Cultural Sciences, Universitas Khairun - is a journal on Interdisciplinary Studies in Humanities: Linguistics, Literature, Language Teaching, Language Assessment, Language Policy and Politics, Language and Health, Translation, Culture, and Tourism.
Articles 101 Documents
Strategi Pembangunan Kepariwisataan Berbasis Empat Pilar: Studi Kasus Ekowisata Telaga Nusliko Pramuji, Noor Fahmi
Tekstual Vol 23, No 1 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tks.v23i1.10043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kawasan ekowisata Telaga Nusliko (Nusliko Park) di Kabupaten Halmahera Tengah berdasarkan empat pilar pembangunan kepariwisataan yakni destinasi, industri, pemasaran, dan kelembagaan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggambarkan secara komprehensif kondisi aktual dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ekowisata. Data dikumpulkan melalui wawancara, focus group discussion, observasi lapangan, serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Telaga Nusliko memiliki potensi ekowisata yang tinggi, meliputi wisata mangrove, danau, area pemancingan, dan edukasi lingkungan, namun pengelolaan yang belum optimal, kurangnya SDM profesional, dan lemahnya kelembagaan menjadi kendala utama. Melalui analisis faktor internal dan eksternal, disusun strategi penguatan destinasi dan industri wisata, optimalisasi pemasaran kreatif, serta reformasi kelembagaan pariwisata lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Telaga Nusliko harus dilakukan secara terintegrasi, partisipatif, dan berkelanjutan agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan temuan penelitian ini, pemerintah daerah dapat melakukan penguatan kelembagaan dan tata kelola ekowisata melalui penyediaan regulasi khusus untuk meningkatkan partisipasi serta kapasitas sumberdaya melalui pelatihan terpadu, peluang program magang, dan sertifikasi kompetensi. Adapun bagi pelaku wisata dan komunitas lokal dapat mengembangkan produk wisata berbasis kearifan lokal melalui paket wisata tematik, menjalin kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga nonprofit untuk mendukung aspek pemasaran, edukasi, dan konservasi serta merancang model bisnis social sebagai upaya konservasi lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal.
Analisis Konsep Historiografi Tradisonal Pada Beberapa Tradisi Lisan Masyarakat Ternate Mansur, Mustafa; Ode Mulae, Sunaidin
Tekstual Vol 23, No 1 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v23i1.9780

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan literasi, serta berupaya memberikan penguatan pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat agar berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Ternate. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode sejarah yakni proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan agar peristiwa yang terjadi di masa lampau dapat direkonstruksi secara imajinatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa tradisi lisan masyarakat Ternate merupakan bagian dari sistem nilai masyarakat Ternate yang perlu dilestarikan dan dikembangkan melalui kajian historiografi tradisional. Dalam konteks ini, tradisi lisan menjadi sumber dan rekonstruksi sejarah, sekaligus penguatan nilai kebudayaan masyarakat. Melalui kajian historiografi tradisional,  tradisi lisan masyarakat Ternate dapat dipahami sebagai suatu konstruksi sosial-budaya yang memiliki dampak postitif terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang kebudayaan.
Transformasi Sosiobudaya Orang Makean dalam Birokrasi Provinsi Maluku Utara 2002–2014: Faktor Pendorong dan Implikasinya Amin, Safrudin
Tekstual Vol 23, No 1 (2025): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v23i1.9979

Abstract

Masyarakat lokal selain suku Makean menganggap suku Makean melakukan “Makeanisasi” birokrasi pemerintahan daerah. Prasangka etnis semacam ini dapat menimbulkan konflik berbasis etnis dan mengancam keharmonisan sosial di antara kelompok etnis setempat. Beberapa peneliti juga menulis bahwa suku Makean memang kuat dalam menguasai birokrasi pemerintahan daerah. Sayangnya, para peneliti tidak mendukung asumsi mereka dengan data, seperti halnya prasangka yang dipegang oleh masyarakat awam. Pertanyaannya, benarkah suku Makean telah mengendalikan birokrasi pemerintahan daerah? Jika benar, bagaimana suatu kelompok kelas bawah masa lalu dapat mengalami perubahan yang begitu besar sehingga menjadi lebih dominan daripada Ternate, mantan penguasa mereka? Studi ini menggunakan metode kualitatif-etnografi dan analisis dokumen. Artikel ini mendukung argumen bahwa memang ada proses penguatan suku Makean dalam birokrasi pemerintahan sebagai hasil dari transformasi suku Makean. Namun, data kami dari dokumen menunjukkan bahwa penguatan suku Makean di birokrasi tidak secara sederhana berarti suatu “Makeanisasi” birokrasi. Kami mengungkap faktor-faktor sosiokultural yang melatarbelakangi proses transformasi ini, antara lain tradisi kuat migrasi keluar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan penekanan budaya pada pendidikan dan pergi haji ke Makkah yang memperkuat ketahanan mereka dalam bekerja menuju kesuksesan dan ketahanan dalam pendidikan yang berefek pada kemampuan mereka menempati jabatan-jabatan penting di birokrasi pemerintahan lokal.
Micro-Teaching Video as Assignment for Indonesian EFL University Students; Exploring Pre-Service Teachers’ Self-Efficacy Sutrisno, Dwi Budidarma; Martora, Jasmal; Basri, Megawati
Tekstual Vol 22, No 2 (2024): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v22i2.9231

Abstract

This qualitative research aims to explore perspectives from Indonesian EFL pre-service teachers about their self-efficacy through micro-teaching video assignment. The data were collected from observation, questionnaire, and  written reflection taken from 19 participants of first, second, and third year university students in an English language education study program at one of the private universities in North Maluku. The collected data then went through thematic analysis. The results show that the students’ approaches to the instruction of creating micro-teaching are varied, while the students’ performance is influenced by limited vocabulary, grammar issues and subject matter comprehension, and finally students’ reflections include challenges and languages used in micro-teaching videos as well as their self-efficacy consisting their learnings, realizations, and beliefs. In other words, findings from current study contribute to further discussion related to teacher training courses and possible practical approaches.
LANGUAGE POLITENESS ON INSTAGRAM: A CASE STUDY OF PUBLIC OFFICER AT JAKARTA, INDONESIA Hidayat, Noval Nur; Rahman, Fathu; Abas, Asriani
Tekstual Vol 21, No 2 (2023): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v21i2.6369

Abstract

Advances in technology at this time not only to open mind but also changed the way humans communicate and interact. Forms of communication that are generally carried out face-to-face have now shifted a lot to virtual forms of communication on social media as intermediaries. Furthermore, communication on social media allows people to speak freely without thinking about language ethics and politeness. This virtual communication not only involves text alone but also uses emotions to represent a picture of their feelings. This research aims to find the use of official language on Instagram social media and to analyze the use of public officials' language when communicating on social media. The social media chosen as the subject of this study is Instagram which is widely used and accessed by internet users. This research used a descriptive qualitative method. The data source for this research prioritizes uploads by public officials only. The implementation of data collection in this study was a documentation method by collecting uploads of public officials on Instagram social media. The results of this study found that most public officials in private uploads had impolite comments seen in five factors, namely direct criticism with harsh words, encouragement of the speaker's emotional sense, protective of opinions, deliberately accusing the interlocutor, and deliberately cornered speech partners.
KANDUNGAN AJARAN TAUHID DALAM SYAIR ‘AQĪDATU ’L-‘AWĀM Saputri, Dhini Yustia Widhyah
Tekstual Vol 22, No 1 (2024): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v22i1.8321

Abstract

Filologi adalah bidang studi yang menjadikan manuskrip dan teks sebagai bahan kajiannya. Filologi juga dimanfaatkan sebagai ilmu bantu untuk bidang ilmu lain, seperti; sastra, bahasa. agama, hukum, sejarah, dan pengobatan. Manuskrip yang menjadi bahan kajian filologi memiliki kriteria khusus, yaitu merupakan tulisan tangan dan berusia minimal lima puluh tahun. Sastra kitab adalah salah satu jenis manuskrip yang berisi ajaran agama. Syair ‘Aqīdatu ’l-‘Awām yang menjadi bahan penelian pada tulisan ini masuk dalam kategori sastra kitab. Tulisan ini memaparkan kandungan ajaran tauhid yang ada dalam Syair ‘Aqīdatu ’l-‘Awām. Ajaran tauhid yang terdapat dalam Syair ‘Aqīdatu ’l-‘Awām adalah dua puluh sifat Allah Swt, sifat jaiz Allah, para rasul Allah. Malaikat-malaikat Allah, kitab-kita Allah, dan hari akhir.
Interpretasi Makna Lagu-Lagu Daerah Ternate dalam Bahasa Ternate (Kajian Hermeneutika) Januarti, Ulfah Dwi; Djumati, Rahma
Tekstual Vol 21, No 2 (2023): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v21i2.6373

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna lagu-lagu daerah Ternate yang menggunakan bahasa Ternate. Lagu-lagu daerah Ternate memiliki variasi jenis, termasuk lagu dalam bahasa Sahu, bahasa Makiang, bahasa Tidore, dan bahasa Ternate. Namun, penelitian ini difokuskan pada lagu daerah Ternate yang menggunakan bahasa Ternate. Lirik lagu dalam berbagai genre mengandung makna, pesan, dan ajaran moral yang disampaikan kepada masyarakat melalui lirik lagu. Makna tersebut bisa berupa pesan positif atau negatif, tergantung pada penafsiran pendengar. Pendekatan hermeneutika digunakan dalam penelitian ini untuk menginterpretasikan lagu-lagu daerah Ternate yang menggunakan bahasa Ternate. Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan lirik lagu dalam bahasa Ternate dari kaset CD yang tersedia di Kota Ternate. Selain itu, wawancara dilakukan dengan beberapa informan yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Ternate di wilayah Ternate Utara, Tengah, dan Selatan. Data penelitian terdiri dari data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi sumber-sumber literatur seperti buku, artikel, dan internet yang mendukung penelitian ini. Data primer melibatkan lirik lagu daerah Ternate dalam bahasa Ternate yang menjadi fokus penelitian.Kata kunci: lagu daerah, hermeneutika, Ternate
FUNGSI IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI Herliana, Dena Iis; Wiarsih, Asih; Yudin, Jaki
Tekstual Vol 22, No 2 (2024): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v22i2.8924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi implikatur percakapan dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Metode deskriptif kualitatif dipilih karena sifat implikatur yang kompleks dan kontekstual dalam percakapan tokoh dalam novel. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik menyimak, yang melibatkan pengamatan terhadap penggunaan bahasa dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Data kemudian dicatat berdasarkan bentuk bahasa tulis yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 28 jenis fungsi implikatur percakapan, yang terdiri dari 16 fungsi implikatur asertif, 8 fungsi implikatur direktif, 0 fungsi implikatur komisif, dan 4 fungsi implikatur ekspresif. Mayoritas fungsi yang ditemukan adalah implikatur asertif (16 fungsi), yang menunjukkan peran penting dalam pengungkapan klaim dan fakta dalam interaksi antar tokoh. Dominasi fungsi implikatur asertif ini mencerminkan fokus novel pada komunikasi yang bersifat informatif dan deskriptif, serta menggambarkan kedalaman karakterisasi dan tema yang diusung. Fungsi implikatur komisif tidak ditemukan dalam novel ini, kemungkinan karena fokus utamanya lebih banyak pada komunikasi yang bersifat informatif atau permintaan. Temuan ini memberikan wawasan mengenai peran penting implikatur asertif dalam membentuk karakter dan plot dalam novel, serta relevansinya untuk studi lebih lanjut dalam bidang sastra dan pragmatik.
IMPROVING STUDENTS’ WRITING SKILL IN DESCRIPTIVE TEXT BY USING IMAGE MEDIA Khotimah, Husnul; Junaedi, Ahmad; Putri, Andi Mega Januarti
Tekstual Vol 22, No 1 (2024): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v22i1.7659

Abstract

This research aims to find out whether writing descriptive text using image media can improve students' writing skill in English and To find out aspects that improved the most after the image was taught. The location of this research is in SMA Negeri 3 Majene. The approach used in this research is quantitative. The methodology of this research is a quasi-experimental design. The population consists of four classes with a total of 71 students of XI SMA Negeri 3 Majene. The sample of this study was two classes consisting of 20 students for the control group and 20 students for the experimental group. In the control group, the researcher used the conventional method and the experimental group used the descriptive text learning method using Picture Media. The treatment was carried out in 8 times per meeting. The researcher used an instrument, namely a writing test (pre- test and post-test). The student's pre-test means score is (50.50) and the students' post-test mean score is (70.00). Meanwhile, the independent sample t-test results show that Sig. (2-tailed = 0.004) 0.05. That means learning with descriptive text using picture media can significantly improve students' writing skills.
Dinamika Sosial Dalam Komunikasi Politik: Analisis Pragmatik Terhadap Strategi Bahasa di Indonesia Ibnu, Syahrir; Abdurrahman, Ghozul Azzam; Salsabila, Athirah Rizki
Tekstual Vol 22, No 2 (2024): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v22i2.9218

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan strategi bahasa dalam komunikasi politik di Indonesia melalui perspektif pragmatik, dengan fokus pada tindak tutur, implikatur, framing, dan peran media sosial dalam membentuk opini publik. Dalam konteks komunikasi politik yang semakin kompleks, politisi memanfaatkan bahasa tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan dan calon pemimpin. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindak tutur digunakan untuk membangun hubungan emosional dengan audiens, sementara implikatur memungkinkan politisi untuk menyampaikan pesan secara tersirat dan memengaruhi opini tanpa menyebutkan pihak tertentu secara eksplisit. Framing, sebagai alat untuk membentuk persepsi, terbukti efektif dalam menciptakan narasi yang mendukung kebijakan atau kandidat tertentu. Media sosial memperkuat pesan politik dengan mempercepat penyebaran informasi, meskipun juga memperburuk polarisasi politik dan memperbesar risiko disinformasi.

Page 9 of 11 | Total Record : 101