cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
EFEK BERKUMUR EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) KONSENTRASI 40% DAN 50% TERHADAP AKTIVITAS SPESIFIK GLUTATHIONE S-TRANSFERASE PADA SALIVA PENDERITA GINGIVITIS SEDANG Handajani, Juni; Prameswari, Dhika Paramita
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.479 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp138 – 145

Abstract

Glutathione S-transferase (GST) adalah enzim dalam saliva yang dapat mengkatalisis reaksi konjugasi antara glutathione (GSH) dengan komponen elektrofilik dan berperan dalam  detoksifikasi xenobiotik. Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) memiliki kandungan flavonoid sebagai senyawa xenobiotik dan memiliki kemampuan menghambat aktivitas GST. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek berkumur ekstrak pegagan konsentrasi 40% dan 50% terhadap aktivitas spesifik GST saliva pada penderita gingivitis. Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komisi Etik, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Tigapuluh orang penderita gingivitis kategori sedang dibagi dalam 2 kelompok, yaitu 20 orang sebagai kelompok perlakuan dan 10 orang kelompok kontrol positif.  Pada kelompok perlakuan, 10 orang berkumur ekstrak pegagan konsentrasi 40% dan 10 orang yang lain berkumur konsentrasi 50%. Kelompok kontrol positif berkumur Hexetidine 0,1%. Setiap subjek penelitian berkumur sebanyak 5 ml, dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur selama 5 hari berturut-turut. Saliva dikumpulkan sebelum dan sesudah berkumur. Aktivitas GST diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 340 nm dan pengukuran status gingivitis digunakan Indeks Gingiva (GI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkumur ekstrak pegagan  konsentrasi 50% dapat menurunkan aktivitas spesifik GST saliva dan pemeriksaan klinis menunjukkan  penurunan skor GI lebih baik dibandingkan konsentrasi 40%. Disimpulkan bahwa konsentrasi 50% mengindikasikan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 40% dalam                          proses penyembuhan gingivitis.
ANALISIS RASIO PROTEKSI ANTIULSER SARI BUAH PEPINO (Solanum muricatum Aiton) MENGGUNAKAN MENCIT SEBAGAI MODEL HEWAN COBA Saptarini, Nyi Mekar; Suryasaputra, Dadan; Saepulhak, Atep Misbah
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.333 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp75-80

Abstract

Peptik ulser disebabkan oleh ketidakseimbangan antara faktor agresif dan sejumlah mekanisme pertahanan. Buah pepino (Solanum muricatum Aiton) diprediksi memiliki aktivitas antiulser. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antiulser sari buah pepino terhadap mencit Swiss-Webster yang diinduksi dengan asam asetat pekat. Tahapan penelitian meliputi pembuatan sari buah, penapisan fitokimia, uji aktivitas antiulser dengan dosis 300, 500, dan 800 µL/20 g BB pada mencit yang diinduksi dengan 50 µL asam asetat pekat, kemudian hasil dianalisis secara ANAVA. Sari buah memiliki konsentrasi 2,5 g/mL. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa sari buah pepino mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin dengan rasio proteksi sebesar 6,02; 23,15; dan 63,29% pada dosis 300, 500, dan 800 µL/20 g BB, secara berturut-turut.
PENGARUH MEDIA PADA PERTUMBUHAN FUNGI ENDOFIT IP-2 DAN PRODUKSI METABOLIT AKTIF INHIBITOR POLIMERISASI HEM Purwantini, Indah; Wahyono, Wahyono; Mustofa, Mustofa; Susidarti, Ratna Asmah
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.469 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Endophytic fungus IP-2 is the endophytic fungus isolated from the plant Artemisia annua L. This fungus is known to have activity as an inhibitor of heme polymerization. The aim of this study is to examine the suitable medium for the growth and production of the active metabolite and to determine the appropriate time for harvesting the active metabolite. Endophytic fungus was fermented in 4 types of media for 14 days. Sampling was taken every day to obtain the weight of the dry cells which were used for analysis of growth. The media obtained is used to determine their activities as heme polymerization inhibitor. Tests were carried out using the method developed by Bassilico et al (1998). Data of dry cell weight and the percentage inhibition of heme polymerization were analyzed in order to obtain the curve of growth and metabolite production. Both curves will be used to determine the proper time to harvest the active metabolite. The results showed that the PDB was the best medium for endophytic fungus IP-2 growth and was able to produce the active metabolite higher than most other media. In the PDB media, at day-7 showed that active metabolite produced at most so that proper harvest time metabolite is on the 7th day of fermentation.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) TERHADAP APOPTOSIS KARSINOMA SEL SKUAMOSA LIDAH MANUSIA Susanto, Hendri; Naritasari, Fimma; Supriatno, Supriatno
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.946 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Karsinoma  sel  skuamosa  lidah  merupakan  salah  satu  keganasan  yang sering terjadi di rongga mulut. Perawatan yang ada saat ini meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, maupun kombinasi ketiganya. Salah satu perawatan yang sedang  dikembangkan  antara  lain  adalah pencarian bahan alam/herbal yang dapat menginduksi  apoptosis  sel kanker.  Bromelain  memiliki  potensi  antikanker  salah  satunya  dengan menginduksi apoptosis. Bonggol nanas merupakan salah  satu bahan herbal  yang potensial  dikembangkan  untuk  perawatan  alternatif  karena  adanya  kandungan enzim  bromelain. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol bonggol nanas terhadap apoptosis biakan sel karsinoma skuamosa lidah manusia. Biakan  sel  karsinoma skuamosa  lidah manusia  diberi  perlakuan ekstrak  etanol  bonggol nanas tiga  konsentrasi  dibawah  nilai  IC50,  yang  diperoleh  dari  uji  sitotoksisitas,  yaitu konsentrasi 5.000, 5.500, dan 6.000 µg/ml. Pada uji apoptosis, setelah diinkubasi selama  24  jam,  sel  diwarnai  dengan  flurokrom  ethidium  bromide  dan  acridine orange. Pengamatan dan perhitungan dilakukan di bawah mikroskop flurescence. Sel  hidup  tercat  berwarna  hijau,  dan  sel  yang  mengalami  apoptosis  berwarna kuning  hingga oranye.  Analisis probit digunakan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol bonggol nanas dan Uji korelasi  pearson digunakan untuk mengetahui hubungan konsentrasi ekstrak etanol bonggol nanas dengan prosentase sel apoptosis. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 esktrak etanol bonggol nanas pada biakan karsinoma sel skuamosa lidah. Penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan positif antara konsentrasi ekstrak  etanol  bonggol  nanas  dan  apoptosis  (r  =  0,999,  p<0,05).  Kesimpulan  pada  penelitian  ini  adalah  bahwa  bonggol  nanas  mampu menginduksi  apoptosis  dan  terdapat  peningkatan  persentase  apoptosis  sel  yang sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak etanol bonggol nanas. 
OPTIMASI EKSTRAKSI AMPAS TEH HIJAU (Camellia sinensis) MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION UNTUK MENGHASILKAN EKSTRAK TEH HIJAU Handayani, Dwi; Mun’im, Abdul; S. Ranti, Anna
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.214 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss1pp%p

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang besar, namun sayangnya potensi sumber daya alam yang tersedia masih sedikit yang diteliti dan digunakan dalam pengobatan. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah teh.  Ampas teh adalah limbah dari industri teh, tersedia cukup banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi ekstraksi ampas teh hijau menggunakan  metode MAE (Microwave Assisted Extraction) yang paling efektif sehingga dihasilkan ekstrak teh hijau yang mempunyai antioksidan optimum.  Dari hasil penelitian, kondisi optimum MAE adalah daya 450 W, pelarut etanol 60%, perbandingan simplisia – pelarut  1 : 8 dan lama ekstraksi 8 menit untuk menghasilkan ekstrak dengan kadar polifenol optimum. Ekstrak yang diperoleh mempunyai kadar air 7,83 %; pH 5,5; dan polifenol total, flavonoid total, asam galat, katekin, EGCG serta kofein berturut-turut sebesar 7,1%; 1,04%; 2,76%; 0,83%; 5,18% dan 1,03%. Dibandingkan dengan acuan yang ada, ekstrak yang diperoleh memenuhi syarat sebagai bahan baku kosmetik.  
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK AIR UMBI BAWANG TIWAI (Eleuterine palmifolia ) SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Syamsul, Eka Siswanto; Supomo, Supomo
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.273 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp113-117

Abstract

Penggunaan tanaman obat oleh masyarakat saat ini masih dalam bentuk tradisional, yaitu dengan cara direbus atau diseduh, sehingga diperlukan inovasi dalam penggunaannya yang lebih praktis, nyaman dikonsumsi, dan berkhasiat dengan dosis yang tepat. Tanaman yang dikembangkan adalah Bawang Tiwai (Eleuterine palmifolia (L) Merr) yang secara tradisional digunakan untuk obat kanker payudara, pelancar air susu ibu dan antioksidan yang dikembangkan dalam sediaan serbuk Effervescent. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 3 kelompok dengan Formulasi yang berbeda pada komposisi effervescent mix yang mengandung asam tartrat, asam sitrat dan natrium bikarbonat atas dasar kaidah stokiometri, yaitu: Formula A (50%), Formula B (55%), dan Formula C (60%). Pengujian meliputi sifat fisik dan kimia serbuk serta uji hedonis (kesukaan). Formula B merupakan yang terbaik, dengan hasil uji kadar air (0,6%), kecepatan alir (11,36g/detik), kompressibilitas (12,5%), waktu larut (1,52 menit), dan pH larutan (5). Hasil tersebut memenuhi kriteria serbuk yang baik. Hasil uji Hedonis yang telah dilakukan menunjukkan Formula B sebagai produk yang paling disukai.
DAYA ANTIFUNGI REBUSAN KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) TERHADAP C. albicans PADA RESIN AKRILIK Lidyawita, Ria; Sudarsono, Sudarsono; Harsini, Harsini
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.14 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Kurangnya perawatan gigi palsu berakibat pada tingkat kepadatan koloni Candida albicans yang dapat menyebabkan denture stomatitis. Mikroba tersebut sering dijumpai pada pemakai gigi tiruan dan dijumpai sebanyak 86% dari penderita denture stomatitis. Pada kulit batang jambu mete terdapat tanin, asam galat dan asam anakardat, yaitu komponen fenolik dengan aktivitas antijamur terhadap C. albicans. Penelitian ini meliputi pengumpulan bahan, perebusan, freeze drying, identifikasi fitokimia asam anakardat dan asam galat, penetapan kandungan fenolik total dengan metode Folin Ciocalteu, dan uji daya antifungi terhadap C. albicans pada plat resin akrilik. Plat resin akrilik direndam dalam suspensi C. albicans selama 24 jam, dibilas dengan Phosphate Buffer saline (PBS), direndam disertai agitasi selama 3 menit dalam larutan hasil freeze drying rebusan kulit batang jambu mete konsentrasi 12,5%b/v, 25%b/v, dan 50%b/v dengan stok 20mg/mL, divibrasi dalam NaCl fisiologis yang kemudian diinkubasi pada Agar Sabouraud selama 48 jam, diamati dan dihitung persentase penghambatan pertumbuhan C. albicans. Analisis statistik dengan Anava, dilanjutkan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan kulit batang jambu mete konsentrasi 12,5%b/v, 25%b/v, dan 50%b/v memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan C. albicans yang berbeda bermakna, yaitu berturut – turut 69,69%, 82,66%, 94,14% dan kandungan fenolik total yang berbeda bermakna, yaitu berturut – turut 35,18%b/b EAG, 31,64%b/b EAG, 29,47%b/b EAG.
PENGARUH PRAPERLAKUAN JUS KUBIS BUNGA (Brassica oleracea L. var botrytis L.) TERHADAP AKTIVITAS DIKLOFENAK DALAM TERAPI INFLAMASI Sunarsih, Endang Sri; Palupi, Dwi Hadi Setya; Hapsari, Indriati
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.274 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss1pp%p

Abstract

Terapi suatu obat yang bersamaan dengan konsumsi makanan dapat mempengaruhi efektivitas obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praperlakuan jus kubis bunga (Brassica oleracea L. var. botrytis L.) terhadap aktivitas diklofenak dalam terapi inflamasi pada tikus putih jantan galur Wistar. Tiga puluh ekor tikus dibagi enam kelompok secara acak. Kelompok I (kontrol negatif) hanya diberi aquadest, kelompok II (kontrol positif) diberikan perlakuan natrium diklofenak dosis 5,04 mg/kg BB secara peroral. Kelompok III diberi praperlakuan jus kubis bunga dosis 20 ml/kg BB 1 jam sebelum perlakuan natrium diklofenak. Kelompok IV diberi praperlakuan jus kubis bunga dosis 20 ml/kg BB 1 hari sebelum perlakuan natrium diklofenak. Kelompok V diberi praperlakuan jus kubis bunga dosis tunggal 20 ml/kg BB selama 3 hari sebelum perlakuan natrium diklofenak dan kelompok VI diberi praperlakuan jus kubis bunga dosis tunggal 20 ml/kg BB selama 5 hari sebelum perlakuan natrium diklofenak. Tiga puluh menit setelah perlakuan natrium diklofenak, kemudian telapak kaki tikus diinjeksi dengan karagenin 1% sebanyak 0,10 ml secara subplantar. Volume udema diukur dari jam ke-0 sampai jam ke-5 setelah injeksi karagenin menggunakan pletismometer. Hasil analisa statistik data AUC dan DAI menunjukkan bahwa praperlakuan jus kubis bunga yang diberikan 1 jam sebelum pemberian natrium diklofenak tidak memperlihatkan perubahan yang bermakna terhadap kontrol positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praperlakuan jus kubis bunga selama 3 hari dan 5 hari mampu menurunkan daya antiinflamasi dari diklofenak, sehingga terapi inflamasi dengan diklofenak menjadi tidak maksimal.
PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) BUAH PEPAYA (Carica papaya L. (jingga)) TUA DAN MUDA Ramadhan, Emir; Sudarsono, Sudarsono
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.331 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp167-172

Abstract

Beberapa senyawa yang berpotensi sebagai penangkap radikal diketahui terdapat juga di dalam buah pepaya (Carica papaya L. (jingga)). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penangkapan radikal 2,2-diphenyl-1-pycryl hydrazyl (DPPH) antara buah pepaya  tua dan muda dengan pembanding vitamin C sintetik. Daging buah pepaya dihaluskan, kemudian dikeringkan dengan metode freeze – drying. Hasil pengeringan dilarutkan dalam etanol untuk direaksikan dengan DPPH. Vitamin C juga diperlakukan dengan metode yang sama, kemudian dibuat sebuah kurva baku  persen penangkapan radikal DPPH oleh vitamin C. Persen penangkapan radikal DPPH oleh sari serbuk buah pepaya muda dan tua diplotkan pada kurva baku tersebut. Buah pepaya tua memiliki kemampuan penangkapan radikal DPPH sebesar 1.340,931 mg pepaya tua segar sebanding dengan 1  mg vitamin  C. Buah pepaya muda memiliki kemampuan sebesar 3.557,814 mg pepaya muda segar sebanding dengan 1  mg vitamin C.
PENGARUH KADAR FENOLIK PADA DAUN TEH Camelia xinensis L. TERHADAP PREFERENSI EMPOASCA SP. (Homoptera : Cicadellidae) Saiful, Saiful; Sudarsono, Sudarsono
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.217 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Golongan senyawa fenolik adalah metabolit sekunder yang terdapat di seluruh bagian tumbuhan yaitu buah, kulit, akar, batang dan daun tumbuhan berfungsi sebagai pertahanan kimia (chemical defence) bersifat repellent dan detterent terhadap serangga herbivora. Golongan flavonoid lainnya yaitu katekin. Katekin dan turunannya (gallokatekin) pada daun teh diketahui berfungsi sebagai mekanisme ketahanan terhadap Empoasca sp. (Homoptera: cicadellidae). Untuk mengetahui kadar fenol pada tanaman teh Camelia sinensis L. klon Kiara dan klon Pasir Sarongge (PS) serta pengaruh golongan senyawa fenolik terhadap preferensi Empoasca sp. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi polifenol pada pucuk daun teh semakin tidak disukai Empoasca sp.

Page 4 of 56 | Total Record : 552