cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
PENGARUH MINYAK ATSIRI DAN EKSTRAK ETANOLIK BEBAS MINYAK ATSIRI DARI RIMPANG JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc. klon merah) TERHADAP EFEK APRODISIAKA PADA TIKUS JANTAN Pramono, Suwijiyo; Nurlaila, Nurlaila; Anandita, Dipta Wana
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.229 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss1pp8-14

Abstract

Gangguan reproduksi kini banyak dialami terutama pria akibat berbagai faktor. Jahe merah sering digunakan untuk mengatasi gangguan seksual pria. Oleoresin yang terdapat di dalam jahe merah dilaporkan memiliki efek sebagai aprodisiaka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek minyak atsiri dan ekstrak etanolik bebas minyak atsiri sebagai aprodisiaka. Minyak atsiri jahe merah diambil dengan cara destilasi sementara simplisia bebas minyak atsiri diekstraksi dengan etanol 70%. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok yang dipejani suspensi ekstrak etanolik jahe merah (140 mg/kg BB), emulsi minyak atsiri (15 μl/kg BB), kontrol positif suspensi ekstrak pasak bumi (500 mg/kg BB), kontrol positif suspensi serbuk jahe merah (2,5 g/kg BB), dan kontrol negatif suspensi CMC Na 1%. Pemejanan dilakukan secara oral setiap hari selama 32 hari. Parameter yang diamati adalah frekuensi introduction, climbing, dan coitus. Hasil penelitian menunjukkan suspensi minyak atsiri mampu meningkatkan libido meskipun tidak sebesar suspensi ekstrak pasak bumi, sementara suspensi ekstrak etanol jahe merah dan kontrol positif suspensi serbuk jahe merah tidak mampu meningkatkan libido dan aktivitas seksual dibanding kontrol negatif.
PEMBUATAN CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. ) DENGAN VARIASI PROPORSI BASIS GLISERIN-GELATIN Sulaiman, TN. Saifullah; Aryani, Dina; Murti, Yosi Bayu
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.609 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp103-109

Abstract

Daun Legundi (Vitex trifolia L.) sering digunakan dalam ramuan obat tradisional di Indonesia sebagai antiasma. Penggunaan tanaman ini dalam pengobatan dirasa kurang praktis dan kurang dapat diterima, sehingga perlu dibuat dalam sediaan yang lebih sesuai, misalnya chewable lozenges. Bahan yang dapat memberi tekstur kenyal adalah gliserin dan gelatin sebagai basisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi basis (gliserin dan gelatin) terhadap sifat fisik chewable lozenges dan ketersediaan kembali viteksikarpin dari sediaan. Chewable lozenges diproduksi dengan metode cetak tuang (molding mixture method). Formula yang dibuat adalah tiga formula dengan variasi proporsi gliserin dan gelatin yaitu Formula I (10 % : 90 %), Formula II (20 % : 80 %) dan Formula III (30 % : 70 %). Chewable lozenges yang terbentuk diuji sifat fisik meliputi : uji keseragaman bobot, waktu melarut, kadar air, dan KLT-densitometri, serta uji tanggap rasa menggunakan kuesioner oleh responden. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan analisis varian satu jalan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi proporsi gliserin dan gelatin mempengaruhi sifat fisik chewable lozenges ekstrak daun legundi, yaitu semakin besar proporsi gelatin memperlama waktu larut (signifikansi < 0,05), dan semakin besar proporsi gliserin menyebabkan kadar air chewable lozenges semakin tinggi (signifikansi < 0,05). Formulasi chewable lozenges berpengaruh pada ketersediaan kembali viteksikarpin dari sediaan, semakin besar proporsi gelatin maka kadar relatif viteksikarpin yang diperoleh kembali menjadi lebih rendah. Berdasarkan hasil uji tanggap rasa chewable lozenges ekstrak daun legundi secara subjektif, Formula II (20 % : 80 %) paling disukai oleh responden. 
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour. Var. microcarpa) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Taurina, Wintari; Rafikasari, Rafikasari
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.018 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp70-73

Abstract

Minyak atsiri adalah suatu substansi alami yang telah dikenal memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas sediaan gel antiseptik minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak. Minyak atsiri kulit buah jeruk Pontianak kemudian diformulasikan menjadi sediaan gel, kemudian diuji efektivitas sebagai antibakteri pada bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri yang efektif menghambat adalah sebesar 0,5 % terhadap bakteri Escherichia coli, sedangkan Staphylococcus aureus dihambat pada konsentrasi 0,1 %; 0,3 % dan 0,5 %. Hasil dari stabilitas sediaan gelnya menunjukkan bahwa gel memiliki homogenitas, nilai pH dan daya lekat yang stabil. Daya sebar gel meningkat selama 30 hari penyimpanan. Uji analisis One Way Anova menunjukkan bahwa daya sebar setiap formula gel tidak berbeda signifikan.
EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia scandens) PADA TIKUS WISTAR Utami, Evy Tri; Kuncoro, Rebecca Azary; Hutami, Islamy Rahma; Sari, Finsa Tisna; Handajani, Juni
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.556 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp95-100

Abstract

Inflamasi merupakan tindakan protektif dalam melawan agen penyebab jejas sel. Tanaman sembukan (Paederia scandens) dengan kandungan glukosida diketahui berpotensi sebagai bahan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak daun sembukan terhadap edema buatan pada tikus Wistar. Subjek penelitian ini adalah 35 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 7 kelompok, masing-masing berjumlah 5 ekor. Pada kelompok perlakuan dan kontrol yaitu akuades (kontrol negatif), fenilbutazon (kontrol positif), dan perlakuan ekstrak daun sembukan dengan konsentrasi 10mg/kgBB, 20mg/kgBB, 30mg/kgBB, 40mg/kgBB, dan 50mg/kgBB, diberikan secara oral. Telapak kaki belakang kanan tikus disuntikkan secara subkutan karagenan 1% untuk memicu inflamasi. Pengukuran volume edema dilakukan dengan menggunakan pletismometer dalam selang waktu 1 jam selama 5 jam. Data selanjutnya dianalisis menggunakan ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada pemberian ekstrak daun sembukan 20mg/kgBB dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Disimpulkan bahwa ekstrak daun sembukan 20mg/kgBB berpotensi sebagai bahan antiinflamasi.
UJI SITOTOKSISITAS BATANG KAYU MEZZETIAPARVIFLORABECC. Mufidah, Mufidah; Wahyudin, Elly; Lawrence, Gatot S.; Wahyuningsih, M. Sri Hartati; Manggau, Mirianti A.
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.835 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Aktivitas sitotoksik ekstrak larut aseton batang kayu MezzetiaparvifloraBecc. dievaluasi pada sel HeLa dan dibandingkan dengan sel normal vero untuk memastikan penggunaan sebagai tanaman obat tradisional untuk pengobatan tumor. Percobaan dengan sel normal vero menggunakan uji MTT menunjukkan persentase viabilitas sel sebanyak 96,8% pada konsentrasi 1000 ug dan tidak meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Sedangkan pada percobaan dengan sel HeLa menunjukkan aktivitas sitotoksik yang rendah dengan persentase viabilitas sebesar 87,4% pada konsentrasi 1000μg/ml. Oleh karena itu ekstrak ini dikategorikan sebagai tidak beracun dan diperlukan studi selanjutnya untuk mengeksplorasi mekanisme yang bertanggung jawabterhadap efek antikanker dari tanaman tersebut. 
FORMULASI KRIM MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val & Zijp): UJI SIFAT FISIK DAN DAYA ANTIJAMUR TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO Indrayudha, Peni; Sukmawati, Anita; Rahmawati, Dewi
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.423 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Minyak atsiri rimpang temu giring (Curcuma heyneana Val & Zijp) berkhasiat sebagai antijamur terhadap Candida albicans dengan kadar hambat minimal (KHM) 0,25% v/v. Sifat minyak atsiri yang mudah menguap menyebabkan daya melekat pada kulit kurang optimal, sehingga perlu diformulasi dalam bentuk krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi krim A/M dan M/A minyak atsiri rimpang temu giring terhadap sifat fisik dan daya antijamur terhadap Candida albicans. Minyak atsiri diperoleh dengan destilasi uap dan air (water and steam destillation). Krim dibuat dalam 2 tipe yaitu minyak dalam air (M/A) dan air dalam minyak (A/M) dengan konsentrasi minyak atsiri 10%. krim diuji sifat fisik (viskositas, daya menyebar, kemampuan proteksi, daya melekat, pH), dan uji daya antijamur terhadap Candida albicans secara in vitro. Pengamatan terhadap daya hambat jamur dilakukan setelah diinkubasi selama 48 jam dan diukur diameter zona hambatannya. Analisis data dengan anava satu jalan dilanjutkan uji t-LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim minyak atsiri rimpang temu giring tipe A/M memiliki viskositas lebih besar daripada tipe M/A. Daya menyebar dan daya proteksi krim M/A lebih baik daripada krim A/M. Daya melekat krim A/M lebih lama daripada krim M/A. Krim M/A dan A/M memiliki pH 6-7. Krim minyak atsiri rimpang temu giring M/A memiliki daya antijamur terhadap Candida albicans yang lebih baik daripada krim A/M, dengan diameter zona hambatan secara berturut-turut 1,84±0,071 cm dan 1,70±0,074 cm.
EKSTRAK ETANOLIK DAUN AWAR–AWAR (Ficus septica Burm. f.) MEMACU APOPTOSIS SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 MELALUI PENEKANAN EKSPRESI Bcl-2 Meiyanto, Edy; Sekti, Dewi Arum; Mubarok, Muhammad Fithrul; Armandani, Inna; Junedy, Sendy
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.241 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp100 – 104

Abstract

Alkaloid fenantroindolisidin memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa sel kanker. Ekstrak etanolik daun Awar-awar terbukti mampu meningkatkan aktivitas sitotoksik agen kemoterapi doxorubicin pada sel MCF-7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun Awar-awar (Ficus septica Burm. f.)  terhadap pemacuan apoptosis sel kanker payudara MCF-7. Serbuk daun Awar-awar diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 70% kemudian dipekatkan untuk memperoleh ekstrak etanolik daun Awar-awar. Penelusuran mekanisme molekuler efek sitotoksik ekstrak etanolik daun Awar-awar dilakukan dengan pengamatan apoptosis dengan metode double staining dan ekspresi protein Bcl-2 dengan metode imunositokimia. Pengamatan apoptosis dan ekspresi protein Bcl-2 pada aplikasi tunggal ekstrak daun Awar-awar menunjukkan kemampuan ekstrak menginduksi apoptosis dan menurunkan ekspresi protein Bcl-2. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanolik daun Awar-awar berpotensi untuk sebagai agen ko-kemoterapi.
OPTIMASI KOMPOSISI SUKROSA DAN ASPARTAM SEBAGAI BAHAN PEMANIS PADA FORMULA TABLET-EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOLIK BUAH MENGKUDU Pratiwi, Galih; Hertiani, Triana; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.992 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp43-50

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah dipergunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Bentuk sediaan yang ada saat ini belum mampu menutupi rasa dan bau tidak enak buah mengkudu, sehingga perlu diformulasikan sediaan yang lebih akseptabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula ekstrak etanolik 40% buah mengkudu menggunakan variasi kadar sukrosa-aspartam dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Tablet effervescent ekstrak etanolik buah mengkudu dibuat menggunakan metode peleburan dalam lima (5) formula, yaitu formula I (100% sukrosa), II (sukrosa-aspartam=75%:25%), III (sukrosaaspartam=50%:50%), IV (sukrosa-aspartam=25%:75) dan V (100% aspartam). Granul effervescent dievaluasi karakteristik densitas massa, waktu alir, indeks pengetapan dan kompaktibilitas. Tablet effervescent yang diperoleh diuji karakteristik keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan, waktu larut tablet dan profil KLTnya. Analisis secara statistik dilakukan dengan metode analisis varian satu jalan, uji Scheffe dan Kruskall-Wallis pada taraf kepercayaan 95 %. Uji akseptabilitas tablet yang dihasilkan dilakukan terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kadar sukrosa-aspartam mempengaruhi sifat densitas massa, sifat alir dan kompaktibilitas granul yang dihasilkan. Semakin besar jumlah sukrosa di dalam tablet, tablet menjadi lebih keras, kerapuhan kecil, namun waktu larutnya lebih lama. Hasil uji akseptabilitas menunjukkan bahwa 70% responden lebih menyukai formula III dibandingkan formula yang lain. Hasil perhitungan SLD menunjukkan komposisi sukrosa dan aspartam 42:58 sebagai formula optimum.
AKTIVITAS MUKOLITIK SIRUP EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) WARNA MERAH MAHKOTA TEGAK SECARA IN VITRO Permatasari, Dinar Hesti; Murrukmihadi, Mimiek
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.805 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah telah terbukti dapat menurunkan viskositas mukus secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh varian konsentrasi ekstrak dalam menurunkan viskositas mukus dalam sirup secara in vitro dan untuk mengetahui besarnya konsentrasi ekstrak yang sebanding dengan sirup asetilsistein 2,00%. Ekstrak etanolik diperoleh dengan menggunakan metode maserasi kemudian dibuat dalam sediaan sirup  dengan konsentrasi ekstrak yang bervariasi (1,00; 1,25; 1,50; 1,75 dan 2,00%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup dengan konsentrasi ekstrak 1,00; 1,25; 1,50; 1,75; dan 2,00% tidak  menunjukkan adanya aktivitas mukolitik secara in vitro dengan menurunkan viskositas mukus usus sapi dan tidak ada yang sebanding dengan aktivitas mukolitik asetilsistein 2,00%.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DAUN KESEMEK (Diospyros kaki Thunb.) DENGAN METODEDPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Setyowati, Erna Prawita; Isnindar, Isnindar; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.457 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Antioksidan merupakan suatu substansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada substrat. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah kesemek (Diospyros kakiThunb.) yang banyak dibudidayakan di AsiaTimur, Spanyol dan Indonesia. Dalam usaha pencarian senyawa antioksidan alami, telah dilakukan penelitianisolasi dan identifikasi  senyawa  antioksidan daun kesemek (diospyros kakiThunb.) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penyarian daun kesemek dilakukan secara maserasi dengan wasbenzen. Ekstrak didapat dengan menguapkan pelarut wasbenzen dengan rotavapor. Dengan cara yang sama residu dimaserasi kembali dengan metanol sehingga didapat ekstrak metanol. Ekstrak ini diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH 0,2%. Ekstrak aktif dipartisi dengan kloroform, metanol, air dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH 0,2%. Hasil partisi aktif di KLTP dan diperoleh isolat aktif yang kemurniannya diuji secara KLT. Aktivitas antioksidan (IC50) isolat aktif  dianalisis menggunakan spektrofotometri. Hasil analisis aktivitas antioksidan (IC50)isolat aktif sebesar100,00 µg/ml. Spektrum UV-Vis isolat aktif menunjukan serapan λmax  285 dan 401 nm. Spektrum inframerah (KBr) menampakkan serapan pada3446 cm-1 (OH), 2926 cm-1(CHalifatik), 1456 cm-1 (CH2), 1384 cm-1 (CH3) , 1255 cm-1, dan 1115 cm-1 (C-0-C), 1631 cm-1 (C=Caromatik). Spektra GC-MS memberikan 2 puncak dengan waktu retensi 11,408 menit dengan indeks kemiripan sebesar 79,243%  dengan puncak ion molekul (M•)+ muncul pada m/z 178,163, 147. Spektra ini diperkirakan methyl eugenol.  Puncak dengan waktu retensi 12,982 menit dengan indeks kemiripan sebesar 20,757% menghasilkan spektrum massa dengan puncak ion molekul (M•)+ muncul pada m/z 192,177, 161. Spektra ini diperkirakan senyawa myristicin.

Page 5 of 56 | Total Record : 552