cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
POTENSI PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) OLEH BUAH PISANG SUSU (Musa paradisiaca L. “Susu”) DAN PISANG AMBON (Musa paradisiaca L. “Ambon”) Sudarsono, Sudarsono; Saputro, Anjar Hermadi
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.488 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss1pp%p

Abstract

Kandungan gizi termasuk vitamin A dan C pada pisang susu dan pisang ambon diprediksikan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antiradikal antara buah pisang susu dan pisang ambon dengan vitamin C sintetik sebagai pembanding sehingga didapatkan seberapa besar kemampuan daya antioksidan pisang susu dan ambon yang dihasilkan dalam pengonsumsian buah bila diinginkan kekuatan antioksidan yang dihasilkan oleh vitamin C murni pada kadar tertentu. Penelitian ini terdiri atas pengukuran aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil (DPPH) sehingga didapatkan data aktivitas antioksidan dan Inhibitory Concentration50 (IC50)dari pisang susu, pisang ambon dan vitamin C sintetik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 2418,84g pisang susu berpotensi sebagai antioksidan yang setara dengan potensi antioksidan 1 gram vitamin C bila diukur dengan pereaksi DPPH 0,4mM, sedangkan sebanyak 9229,79g pisang ambon berpotensi sebagai antioksidan yang setara dengan potensi antioksidan vitamin C 1 gram bila diukur dengan pereaksi DPPH 0,4mM.
STABILITAS FISIK SEDIAAN LOTION O/W dan W/O EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA SEBAGAI TABIR SURYA DAN UJI IRITASI PRIMER PADA KELINCI Zulkarnain, Abdul Karim; Susanti, Meiroza; Lathifa, Aliva Nur
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.974 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp141-150

Abstract

Ekstrak buah mahkota dewa mengandung phalerin dan memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Formula optimum lotion o/w didapat berdasarkan metode Simplex Lattice Design (LSD) menggunakan software Design Expert® versi 8.0.7 dengan variasi  setil alkohol, asam stearat, dan trietanolamin sedangkan lotion w/o menggunakan cera alba, span 80 dan setil alkohol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik kedua sediaan lotion hasil optimasi serta keamanannya secara in vivo pada kulit kelinci betina. Sediaan lotion o/w dan w/o dibuat dalam 10 formula lalu diuji sifat fisiknya. Data sifat fisik digunakan untuk penentuan formula optimum. Perbedaan sifat fisik formula optimum percobaan dengan prediksi yang ditetapkan dengan uji t, taraf kepercayaan 95 %. Lotion yang optimum dilakukan uji stabilitas fisik dan uji iritasi primer pada kulit kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula optimum lotion o/w adalah setil alkohol 2,690%; asam stearat 4,146%; dan trietanolamin 3,164%, sedangkan lotion w/o adalah sera alba 12,136%; span 80 7,181%; dan setil alkohol 3,683%. Hasil uji-t menunjukkan hasil yang tidak berbeda signifikan antara respon sifat fisik hasil percobaan dengan prediksi software. Viskositas lotion o/w kurang stabil, tetapi daya sebar, daya lekat, rasio volume pemisahan, relatif stabil sedangkan semua lotion kurang stabil selama penyimpanan pada suhu ekstrim. Lotion secara kualitatif tidak mengiritasi kulit kelinci.
AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL OLEH EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) DAN FRAKSI-FRAKSINYA Irianti, Tatang; Puspitasari, Andayana; Suryani, Ema
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.318 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) diketahui mengandung beberapa senyawa fenolik yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazin (DPPH) oleh ekstrak etanolik batang brotowali dan fraksi-fraksinya. Ekstraksi batang brotowali dilakukan dengan alat Soxhlet dan pembuatan fraksi-fraksinya secara partisi cair-cair menggunakan alat Liquid-Liquid Continuous Extraction (LLCE). Pelarut-pelarutnya adalah n-heksana dan etil asetat. Adanya golongan senyawa antiradikal dideteksi  dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan aktivitas penangkapan radikal DPPH. Ekstrak etanolik, fraksi etil asetat, dan fraksi air memiliki aktivitas antiradikal dan mengandung senyawa golongan kumarin dan flavonoid. Fraksi etil asetat (200 µg/ml) mampu menangkap 53,57 % radikal DPPH yang merupakan aktivitas antiradikal tertinggi dan diikuti oleh fraksi air, ekstrak etanolik, dan fraksi n-heksana.
OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Stuntz) DENGAN KOMBINASI BAHAN PEMANIS MANITOL DAN SUKROSA MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN mufrod, Mufrod; Pramono, Suwijiyo; Aufiya, Duhita
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.575 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss3pp%p

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Stuntz) memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya sebagai tonikum. Lengkuas sebagai tonikum masih digunakan secara tradisional, sehingga dosis tidak tetap dan tidak praktis, maka perlu dilakukan formulasi. Tablet hisap dipilih untuk formulasi lengkuas karena praktis dan nyaman. Rasa merupakan parameter yang penting untuk tablet hisap. Oleh karena itu digunakan campuran antara manitol dan sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi formula tablet hisap menggunakan campuran manitol dan sukrosa dengan metode Simplex Lattice Design.  Ekstrak rimpang lengkuas diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Tablet hisap dibuat dalam tiga formula yaitu Formula A (100%:0%), Formula B (50%:50%), dan Formula C (0%:100%) dengan metode SLD secara granulasi basah. Massa granul diayak melalui pengayak no. 10 dan dikeringkan dalam oven suhu 60°C, kemudian granul kering dicampur homogen dengan Mg stearat-talk, selanjutnya diuji sifat fisik meliputi kecepatan alir dan kompaktibilitas. Granul dikempa menjadi tablet dan diuji sifat fisik, meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu larut, serta tanggap rasa. Data yang diperoleh digunakan untuk membuat profil sifat fisik granul dan rasa dari tablet. Formula optimum dipilih berdasarkan respon total tertinggi. Kemudian dibuat tablet berdasarkan formula optimum dan diuji sifat fisik granul dan tablet. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan secara teoritik dan statistik menggunakan T-test. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula optimum tablet hisap ekstrak rimpang lengkuas adalah formula dengan perbandingan 25% manitol : 75% sukrosa. Kecepatan alir dan kompaktibilitas granul formula optimum berbeda bermakna antara verifikasi dengan perhitungan SLD, sedangkan waktu larut dan tanggap rasa tablet berbeda tidak bermakna. Komposisi sukrosa yang dominan dapat menaikkan respon kompaktibilitas granul, waktu larut, dan tanggap rasa tablet hisap, menurunkan respon kecepatan alir granul.
HERBAL MEDICINE PERCEPTION AND PRACTICE AMONG CHILDBEARING MOTHER WITH MEDICAL EDUCATION BACKGROUND IN BANDUNG: A PRELIMINARY STUDY d’Arqom, Annette; Nasution, Zamal
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.28 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss2pp103-106

Abstract

Herbal medicine has been widely used among Indonesians as an alternative medicine to chemical based drugs. However, there is still a doubt about its effectiveness and efficiency. Many studies report that natural side of herbal medicine has healthier effect than additive or chemistry ingredient of chemical based drugs. Nowadays, there is a shifting in nurturing children among childbearing mother, including mother with medical education background, living in more nature. The aim of this study is to explore their perception and practice towards herbal medicine. Open-ended questionnaires were online distributed among 30 childbearing mothers with medical education background and analyzed using descriptive method. The result shows that 73% of respondents use herbal medicine such as honey (33.3%), onion (13.3%), lime (13.3%), etc. The less side-effect is a strongest point of their usages (45%), followed by mild illness treatment (36%), and natural ingredient (18%). Those respondents admitted the symptoms were reduced after using herbal medicine, but 81.6% of them would use chemical drugs when the symptoms persisted. Twenty seven percent of the respondents never used herbal medicine because of complicated preparation and unclear effect. However, the entire respondents said chemical drugs have a clear effect, and its effectiveness and efficiency even better than herbal medicine. Hence, it can be concluded that most respondents even though have medical knowledge would use herbal medicine on first medication for their children rather than chemical based drugs. 
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) YANG MENGANDUNG FLAVONOID DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL-SUKROSA Juliantoni, Yohanes; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.366 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Senyawa flafonoid yang terdapat pada daun jambu biji diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun jambu biji menjadi sediaan yang acceptable. Eksrak daun jambu buji diformulasikan menjadi sediaan tablet hisap dengan kombinasi bahan pengisi manitol-sukrosa. Metode Simple Lattice Desaign digunakan untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan terhadap sifat fisik granul dan tablet dan prediksi formula optimal. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi simplisia menggunakan etanol 70%, dikentalkan dan dikeringkan menggunakan alat freeze dryer. Tablet hisap dibuat dalam 5 formula berdasarkan kombinasi monitol-sukrosa yaitu: F1(0%:100%) ; F2(25%:75%); F3(50%:50%); F4(75%:25%); F5(25%:75%) menggunakan bahan pengikat larutan gelatin 5%. Granul kering yang dihasilkan diuji sifat alirnya, dicampur homogenya dengan lubrikan dan dikempa. Tablet yang dihasilkan diuji keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan dan tanggapan rasa. Persamaan Simple lattice desaign dan formula optimum diprediksi menggunakan software Desaign Expert versi 8.0.5.2. Tablet hisap masing-masing formula yang dihasilkan telah memenuhi syarat beberapa sifat fisik tablet hisap. Perubahan proporsi kombinasi manitol-sukrosa mempengaruhi sifat fisik granul maupun tablet. Berdasarkan analisis menggunakan software Desaign Expert versi 8.0.5.2, formula optimal diberikan oleh kombinasi manitol-sukrosa 82,28%:17.72%.
IDENTITAS MAKROSKOPI, MIKROSKOPI, KIMIAWI, RIMPANG C. Mangga, C. Zedoaria, DAN K. Rotunda Mulyani, Sri; Nugraheni, Novia Dwi; Sari, Hendri Marinda; Siswondo, A. Zulvita Anani
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.503 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Di Indonesia tumbuhan dari suku Zingiberaceae digunakan secara luas untuk pengobatan tradisional, seperti Curcuma mangga, C. zedoaria, dan Kaempferia rotunda. Ketiganya di Indonesia dikenal dengan nama daerah temu putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri makroskopi, mikroskopi, dan kandungan kimianya, agar dapat digunakan sebagai alat bantu identifikasi. Pemeriksaan makroskopi dilakukan dengan cara mengamati ciri-ciri dari rimpang baik dalam keadaan segar dan kering, sedang pemeriksaan mikroskopi dilakukan dengan melakukan pengamatan ciri-ciri mikroskopi dari rimpang segar dan serbuk. Ciri kandungan kimia dilakukan dengan pemeriksaan komponen penyusun minyak atsiri dengan metoda GC-MS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara makroskopi ketiga bahan uji memiliki perbedaan rasa dan bau, pemeriksaan mikroskopi rimpang segar ketiganya memiliki perbedaan ketebalan jaringan gabus, warna sel minyak, dan hasil mikroskopi serbuk menunjukkan perbedaan ukuran amilum. Sebagai senyawa identitas dari minyak C. mangga, C. zedoaria, dan K. rotunda berturut-turut adalah mirsena, germakrona dan benzilbenzoat.
OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK KULIT AKAR SENGGUGU (Clerodendrum serratum (L.) Moon.) SEBAGAI SEDIAAN OBAT PENGENCER LENDIR (MUKOLITIK) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI LAKTOSA – SORBITOL Sulaiman, TN Saifullah; Wahyono, Wahyono; Kurniati, Luthfia Hanifah
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.509 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp68-80

Abstract

Kulit akar senggugu memiliki khasiat sebagai pengencer lendir (mukolitik) dan sudah digunakan secara empiris.Perlu dibuat sediaan tablet hisap agar dapat digunakan dengan nyaman dan praktis. Simplisia bentuk serbuk diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Tablet hisap ekstrak kulit akar senggugu dioptimasi dengan menggunakan campuran bahan pengisi laktosa-sorbitol, yaitu formula A (100% laktosa), formula B (100% sorbitol), dan formula C (50% laktosa : 50% sorbitol). Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Formula optimum didapatkan dari hasil uji sifat fisik granul dan tablet hisap menggunakan metode SLD, lalu diuji sifat fisik meliputi sifat alir granul, kekerasan, waktu larut, tanggapan rasa serta dilakukan analisa kuantitatif kadar zat aktif dalam tablet hisap. Dari sifat fisik tablet hisap formula prediksi (SLD) dan verifikasi (optimum) diuji statistik menggunakan t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan pengisi laktosa-sorbitol dapat mempengaruhi sifat fisik granul dan tablet hisap kulit akar senggugu.Interaksi bahan pengisi laktosa-sorbitol dalam campuran dapat menaikkan respon kekerasan dan tanggap rasa tablet hisap, menurunkan respon kecepatan alir granul dan waktu larut tablet hisap. Formula optimum yang diperoleh dari campuran laktosa-sorbitol adalah 100% sorbitol : 0% laktosa.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIBAKTERI DARI DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lam.) De Wit.) Sartinah, Ari; Astuti, Puji; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.242 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp22 – 28

Abstract

Tumbuhan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting dalam upaya pengobatan dan upaya mempertahankan kesehatan masyarakat. Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional adalah petai cina (Leucaena leucocephala). Secara etnobotani, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan daun petai cina sebagai obat-obatan diantaranya sebagai obat luka dan obat bengkak. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan secara ilmiah melalui isolasi dan identifikasi senyawa antibakteri dari daun L. leucocephala. Serbuk kering daun L. leucocephala diekstraksi dengan menggunakan Soxhlet secara bertingkat yang dimulai dengan washbenzen dan diikuti dengan metanol.  Kedua ekstrak kental diuji aktivitas antibakterinya pada Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan E. coli 25922 menggunakan metode difusi agar dan dilihat profil KLT-nya. Ekstrak yang menunjukkan aktifitas terhadap S. aureus difraksinasi menggunakan kromatografi vakum cair dengan fase gerak yang berbeda yakni washbenzen dan kombinasi washbenzen dan etilasetat.  Masing-masing fraksi yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya dan dilihat profil KLT-nya. Senyawa aktif pada fraksi aktif diisolasi dengan kromatografi lapis tipis preparatif (p1a, p2a, p3a). Senyawa aktif (p2a) yang diperoleh diuji kemurniannya secara KLT dengan tiga macam variasi fase gerak. Identifikasi struktur menggunakan spektrofotometer UV, IR, GC-MS dan NMR. Spektrum UV-Vis isolat p2a kloroform menampakkan serapan λmax 214 nm, ini menunjukkan tidak adanya gugus kromofor. Spektrum inframerah menunjukkan serapan pada 3409,4 cm-1 (OH), 2928,2 cm-1(CHalifatik), 2854,3 cm-1(CHalifatik), 1575,5 cm-1 (C=C), 1416,4 cm-1 (CH2), 1385,0 cm-1(CH3), 1258,3 cm-1 dan 1082,3 cm-1 (C-O). Spektra GC-MS menunjukan ion molekul pada m/z 482 (M + H+) dan ion fragmen padda m/z 427   (M + H+). Spektra 1H-NMR (CDCl3) menunjukkan resonansi pada δ 0,8; 1,4; 1,6; 2,0; 2,3; 3,6; 4,2 dan 5,4 ppm. Spektra ini mengindikasikan sebuah senyawa lupeol. 
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) PADA KETAHANAN MUKOSA LAMBUNG (GASTROPROTEKTIF) TIKUS YANG MENGALAMI STRES IMMOBILISASI Okatiranti, Okatiranti
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.336 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp81-87

Abstract

Salah satu tanaman obat tradisional yang diyakini efeknya sebagai anti ulkus adalah Pegagan (Centella asiatica), ekstrak pegagan diduga memproteksi mukosa lambung yang terpapar etanol dengan meningkatkan integritas garis pertahanan mukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pegagan pada ketahanan mukosa lambung (gastroprotektif) tikus yang mengalami stres immobilisasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo, dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan tikus wistar jantan dengan 6 ulangan. Kelompok I adalah kelompok kontrol diet normal, kelompok II kelompok kontrol diet normal dicampur pegagan 1 g/bb hari, kelompok III adalah kelompok kontrol tikus yang mengalami stres immobilisasi tanpa pemberian pegagan sebelumnya, Kelompok IV dan V adalah kelompok yang sebelumnya mendapat diet pegagan selama 3 hari sebelum stres immobilisasi dengan konsentrasi pegagan 0,5 g/ bb hari dan 1,0 g/bb hari. Setelah 2 hari perlakuan stress immobilisasi diukur baik secara makroskopik parameter luas ulkus dan skor perdarahan dan secara mikroskopik untuk parameter edema, infiltrasi leukosit, dan nekrosis jaringan lambung tikus. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa luas ulkus dan skoring perdarahan kelompok I, II, III, terdapat perbedaan yang bemakna dan dibuktikan secara mikroskopik untuk parameter edema, infiltrasi leukosit dan nekrosis juga terdapat perbedaan yang bermakna. Adapun untuk kelompok III, IV dan V pada semua parameter uji tidak ada perbedaan yang bermakna.

Page 6 of 56 | Total Record : 552