cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2024)" : 7 Documents clear
Tradisi petik tebu manten sebagai sumber belajar sejarah lokal di Sekolah Menengah Atas Triyanto, Jefri Rieski
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.18251

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana prosesi dan makna simbolik serta pentingnya nilai tradisi petik tebu manten yang mempunyai potensi sumber belajar sejarah bagi peserta didik di sekolah menengah atas di Kabupaten Jember. Metode menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan pengamatan di PG Semboro dan SMA di kabupaten Jember. Wawancara terhadap informan yang terlibat dalam acara tradisi petik tebu manten serta stakeholder. Penulis juga mengumpulkan dokumen dari pihak PG Semboro dan hasil riset sebelumnya. Lalu hasilnya di analisis dengan reduksi, penyajian dan simpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi petik tebu manten memiliki arti penting bagi masyarakat Semboro. Tradisi ini sebagai simbol keharmonisan antara masyarakat dan pihak pabrik gula Semboro. Selain itu, tradisi tersebut juga mempunyai nilai kearifan lokal seperti religius, sosial dan kepribadian. Hal tersebut terbukti pada setiap langkah proses pelaksanaan tradisi memiliki makna filosofis dan simbolik. Nilai tersebut begitu penting untuk internalisasi kepada peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah. Sehingga mampu menjadikan ragam variasi oleh guru untuk sumber belajar, khususnya bagi siswa SMA.
Polygamy and early marriage in the Dutch East Indies Maulidah, Alvin; Agung, Dewa Agung Gede; Sayono, Joko
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.19633

Abstract

The article discusses the role of Poetri Mardika in suppressing early marriage and polygamy during the colonial period in the Dutch East Indies. Poetri mardika was the first women's organization in 1912 during the national movement by boedi oetomo. The organization consisted of women and men who cared about the fate of women. They voiced their ideas through magazines. The position of women who are shackled by customary support makes them powerless to voice their rights. The research aims to examine polygamy and early marriage in colonial society using historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. Heuristics were conducted by collecting primary sources from magazines and secondary books and journals with the keywords polygamy and early marriage. Criticism of primary and secondary data is internally selected to determine the authenticity of the source. Interpretation uses the lewis coser conflict approach. The result of the research is that the practice of early marriage occurs because the social system of society shackles and there is no power for women to reject the system. Meanwhile, polygamy that occurred in the 1900s had different intensities in each region. This practice had a negative impact on women, so Poetri Mardika tried to raise their status by paying attention through education and teaching. Through education, women can be independent and no longer depend on men so that they can express their rights and obligations without being hindered by the confinement of men.
Media history wheel kerajaan islam di nusantara untuk pembelajaran sejarah Sekolah Menengah Kejuruan Lail, Raihan; Jati, Slamet Sujud Purnawan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.18176

Abstract

Masalah pembelajaran kelas X desain grafis SMK Negeri 4 Malang mayoritas siswa memiliki minat terhadap pembelajaran yang tidak konvensional dan menunjukkan respons tinggi ketika proses belajar. Tetapi sering kali siswa apa bila ada mata pelajaran yang tidak terkait dengan bidang kejuruan dianggap kurang penting. Salah satu usaha guna mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat media pembelajaran history wheel dengan materi kerajaan islam di nusantara sekalius menguji kelayakan media tersebut jika digunakan dalam pembelajaran. Penelitian menerapkan sepuluh langkah metode pengembangan yang ditawarkan oleh Sugiyono. Responden penelitian adalah seluruh siswa kelas X jurusan desain grafis A berjumlah 36 orang. Data didapatkan melalui angket validasi dan kelayakan yang diberikan pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa history wheel menarik dan inovatif sehinga mampu membuat siswa termotivasi untuk belajar serta membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mudah memahami materi mengenai kerajaan islam di nusantara.
Potensi pengembangan materi ajar sejarah lokal Kabupaten Pesisir Selatan pada pembelajaran sejarah di tingkat SMA Yefterson, Ridho Bayu; Fatimah, Siti; Asriadi, A; Lionar, Uun
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.14147

Abstract

Pengembangan materi pembelajaran sejarah kontekstual perlu dilakukan guru untuk mengatasi rasa bosan siswa dalam belajar sejarah. pemanfataan untuk materi sejarah lokal akan menjadi menarik dan bisa memperkuat narasi sejarah nasional. Materi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah kontekstual ada potensi memperkuat identitas nasional siswa SMA. Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan sejarah lokal di kabupaten Pesisir Selatan mulai dari periode sejarah hindu buddha Indonesia hingga periode kontemporer, yang mempunyai relevansi dalam pembelajaran sejarah SMA. Temuan penelitian terhadap potensi sejarah lokal Pesisir Selatan seperti kerajaan Inderapura, kesultanan Inderapura, lakon Batangkapas, Perang Bayang, Tambang Emas Salido, Loji VOC pulau Cingkuak, kehidupan sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat zaman kolonial, tokoh ilyas jacob, kehidupan sosioekonomi dan pendidikan masyarakat masa penjajahan Jepang serta kemerdekaan dari Belanda bisa diadaptasi untuk pengembangan materi ajar. Pemanfaatan tersebut dilakukan dengan dua cara, yaitu pengintegrasian materi sejarah lokal dalam mata pelajaran sejarah Indonesia dan lawatan wisata sejarah memanfaatkan objek sejarah di lingkungan.
Kajian komparasi politik luar negeri Indonesia Malaysia di era pemerintahan soekarno dan soeharto, 1963-1966 Tristantri, Cepi Novia; Zahidi, M Syaprin
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.14794

Abstract

Indonesia yang baru merdeka saat itu berupaya melaksanakan politik luar negeri dengan menjadikan pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan. Namun, hubungan antar negara tidak selamanya damai, seperti Indonesia dan Malaysia pada 1963-1966 dengan sebutan konfrontasi Malaysia. Setiap negara memiliki karakteristik kepemimpinan yang berbeda, khususnya masa soekarno dan soeharto. Penelitian bertujuan membandingkan hubungan Indonesia-Malaysia di era pemerintahan Soekarno dan Soeharto. Metode kepustakaan dan analisis deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan sumber tertulis seperti buku, jurnal, artikel, dokumen, laporan dan arsip.  Hasil penelitian menunjukkan pada era Soekarno, politik luar negeri dipengaruhi semangat ant kolonial dan anti imperialisme. Masa Soeharto mengadopsi pendekatan pragmatis dan berorientasi pada stabilitas regional serta pembangunan ekonomi. Soekarno yang revolusioner dan konfrontatif berbeda dengan Soeharto yang pragmatis dan moderat. Sehingga berdampak pada orientasi politik dan diplomasi. Hasil penelitian berkontribusi untuk memahami dinamika politik regional Asia Tenggara pada pertengahan abad ke-20 sebagai pembelajaran di masa selanjutnya. Kemudian, memberikan wawasan ideologi, kepemimpinan dan konteks internasional memengaruhi kebijakan luar negeri. Keterbatasan penelitian terletak pada sumber data pada arsip, dokumen pemerintah, dan literatur sekunder sehingga kurang mencakup seluruh perspektif, terutama Malaysia.
Tradisi meugang masyarakat Kota Langsa dan relevansinya dalam pembelajaran sejarah Prasetyo, Okhaifi; Rahman, Aulia; Anis, Madhan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.19319

Abstract

Generasi muda saat ini cenderung lemah pengetahuan budaya serta pembelajaran sejarah di sekolah sedikit menjadikan tradisi lokal sebagai sumber belajar, salah satunya tradisi meugang. Penelitian bertujuan mengidentifikasi tradisi meugang masyarakat kota Langsa dan bagaimana relevansi terhadap pembelajaran sejarah. Metode menerapkan jenis kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai proses membantu pengumpulan data. Kemudian, di analisis melalui reduksi, penyajian dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan di kota Langsa tradisi meugang yang paling meriah adalah saat menyambut bulan puasa dan hari raya Idulfitri. Tradisi meugang memiliki relevansi  dalam pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah di SMA mengadopsi dua kurikulum, yaitu 2013 dan merdeka. Pada Kurikulum 2013, pembelajaran sejarah terbagi menjadi sejarah wajib (Indonesia) dan sejarah peminatan. Tradisi meugang memiliki relevansi dengan materi sejarah Indonesia pada masa Islam dan masa kolonial. Pada pembelajaran sejarah peminatan, terutama materi berpikir sejarah, sumber sejarah, dan penelitian sejarah untuk kelas X, serta pada tema perkembangan budaya pada era orde baru dan reformasi untuk kelas XII. Pada kurikulum merdeka relevan pada fase E untuk kelas X, mencakup materi masa kerajaan islam di Indonesia.
Pemanfaatan pabrik gula Ceper sebagai sumber belajar sejarah lokal di era digital Abdian, Rahmat Catur; Wijaya, Tunggul; Agustina, Fitri Dwi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.12376

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan bagaimana pemanfaatan pabrik gula Ceper di kabupaten Klaten untuk dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal pada era digital. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Data penelitian didapatkan dari beberapa sumber pustaka, seperti buku, artikel, prosiding, dan berbagai literatur lainnya. Di sisi lain juga melakukan wawancara kepada beberapa narasumber dan disertai dengan melakukan observasi langsung ke lokasi pabrik gula Ceper. kemudian diolah dan dianalisis untuk dijadikan sebagai sub-sub bab pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan benda-benda bekas peninggalan pabrik gula Ceper dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah lokal dengan cara dikemas dan disajikan dalam bentuk modul digital. Modul digital pabrik gula Ceper bisa diajarkan pada peserta didik kelas XI sejarah peminatan, lebih tepatnya pada kompetensi dasar 3.7 yang membahas mengenai pengaruh imperialisme dan kolonialisme bangsa barat di Indonesia dalam bidang ekonomi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7