cover
Contact Name
Husna Parluhutan Tambunan
Contact Email
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpkm.lpm@unimed.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar, Pasar V Medan Estate, Kec.Medan Tembung, Sumatera Utara 20221 Telephone: (061) 6618754 FAX: (061) 6614002 / 6613319
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 08522715     EISSN : 25027220     DOI : 10.24114
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JPKM LPPM UNIMED meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru, atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada dimuat di JPKM LPPM UNIMED maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya. JPKM menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan hilirisasi hasil penelitian ilmiah kuantitatif maupun kualitatif berbasis komunitas kedalam format pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan mencakup: Sosial Kependidikan Sains Keolahragaan Bahasa Bisnis dan Ekonomi Teknik dan Kejuruan Kesenian
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 883 Documents
PEMBUATAN CEMILAN SAGU HIGIENIS UNTUK MENINGKATKAN PENGHASILAN KELOMPOK PENGRAJIN KUE DI DESA BUA KECAMATAN BATUDAA KABUPATEN GORONTALO Citron Payu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i3.4765

Abstract

Sagu merupakan tanaman yang memiliki nilai manfaat gizi yang tingi jika diolah sesuai dengan standar produksi.Proses Pembuatan Produksi Cemilan Sagu merupakan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan yangdilakukan di desa Bua Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan yaitumetode observasi partisipatif terhadap objek dimana tim dosen pelaksana dan mahasiswa mengamati dan terlibatlangsung dalam setiap langkah kerjanya. Disamping itu dilakukan wawancara dengan pembimbing lapangan sertakhalayak sasaran yang ada dilokasi kegiatan, selanjutnya koordinasi penyiapan lokasi KKN-PPM, mempersiapkanlokasi yang menjadi pusat pemberian materi dan pelatihan untuk masyarakat, penyiapan lokasi akan diadakan padaempat dusun yaitu Dusun I Tihu, Dusun II Pilolahuwa, Dusun III Ilopopala, dan Dusun IV Molumbi, koordinasidengan kantor Desa Bua kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo, perekrutan mahasiswa peserta, pembekalan(coaching) dan pengasuransian mahasiswa, acara pelepasan mahasiswa peserta KKN-PPM oleh Kampus UNG,pengantaran 30 orang mahasiswa peserta  KKN-PPM ke lokasi, monitoring dan evaluasi pertengahan periodekegiatan, monitoring dan evaluasi akhir kegiatan KKN-PPM, penarikan mahasiswa peserta KKN-PPM. Hasil akhirkegiatan ini memberikan manfaat baik bagi pemerintah setempat, mahasiswa, perguruan tinggi dan kelompokpengrajin sebagai sasaran utama kegiatan dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya.
MEMBACA BERIMBANG DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA MEDAN Arnita Arnita; Rosmaini Rosmaini; Yulita Molliq
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i1.8942

Abstract

AbstrakHampir 90% siswa kelas rendah terutama kelas satu dan dua di SDN 066055 belum mampu membaca dengan baik dan lebih dari 50% siswa kelas tiga belum paham dengan apa yang dibacanya. Sementara kemampuan membaca siswa di SD IT Ulul Ilmi lebih baik dibanding SDN 066055, hampir 90% siswa kelas satu dan duanya mampu membaca dan lebih dari 50% siswa kelas tiganya paham dengan apa yang dibacanya. Namun strategi guru dalam mengajarkan membaca pada kedua sekolah tersebut masih konvensional. Dimana guru masih mengajarkan membaca dengan cara mengeja, abjad, suku kata tanpa ada variasi. Kemampuan anak juga berbeda-beda, ada anak yang mampu membaca tapi tidak paham dengan apa yang dibacanya. Bahkan ada anak yang belum mampu membaca dalam makna yang sebenarnya. Perbedaan kemampuan anak ini mengakibatkan perlunya pendekatan yang berbeda pula. Minimnya pengetahuan guru tentang teknik pengajaran membaca mengakibatkan banyak anak hanya mampu membaca dalam artian hanya mengeluarkan bunyi saja. Hal tersebut disebabkan sedikitnya guru yang mempunyai pengalaman dalam pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran khusunya pembelajaran membaca pada kelas rendah sekolah dasar. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi untuk meningkatkan minat membaca anak, sehingga dapat menumbuhkan sikap positif anak dalam belajar khususnya membaca, dengan mengadakan kegiatan membaca berimbang pada guru-guru SD di kota Medan.Kata Kunci: Membaca berimbang, Minat membaca, Sekolah DasarAbstract Nearly 90% of low grade students, especially first and second grade in SDN 066055 have not been able to read well and more than 50% of third graders have not understood what they read. While students' reading ability in SD Ulul Ilmi is better than SDN 066055, almost 90% of first and second graders are able to read and more than 50% of third graders are familiar with what they read. But the teacher's strategy in teaching reading on both schools is still conventional. Where teachers still teach reading by spelling, alphabet, syllables without any variation. The ability of children is also different, there are children who are able to read but do not understand what he read. There are even children who have not been able to read in the true meaning. Differences in the ability of these children lead to the need for different approaches. The lack of knowledge of teachers about reading teaching techniques resulted in many children only able to read in the sense that only the sounds. This is due to the lack of teachers who have experience in trainings related to learning innovation, especially reading learning in low grade elementary school. Therefore it is necessary to innovate to increase interest in reading children, so that it can grow a positive attitude of children in learning especially reading, by holding a balanced reading activity in elementary school teachers in the city of Medan. Keywords: Reading balance, reading interest, elementary school
REVITALISASI RUANG TERBUKA HIJAU DI WILAYAH URBAN: ELABORASI HASIL FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PERENCANAAN TAMAN MAJU BERSAMA DI KELURAHAN GANDARIA UTARA DI JAKARTA SELATAN Mohammad Sanjiva Refi Hasibuan; Lasmaria Sidabutar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i3.17208

Abstract

Taman Maju Bersama (TMB) adalah salah satu program pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyediakan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Dalam proses perencanaannya, program TMB melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan masukan-masukan (input) yang positif demi kelancaran program TMB. Kegiatan FGD ini melibatkan instansi pemerintah tingkat kelurahan dan kecamatan, RT, RW, tokoh masyarakat, perwakilan warga lokal, kelompok PKK, Karang Taruna, hingga komunitas yang terdapat pada daerah tersebut. FGD dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pada tahap awal perencanaan, tahap penyampaian konsep dan desain, serta tahap akhir sosialisasi desain akhir kepada masyarakat. Teknik pelaksanaan FGD yang digunakan adalah diskusi atau tanya jawab secara langsung dan tertulis. Teknik tertulis lebih efektif digunakan dalam mendapatkan ide, masukan, dan komentar dari masyarakat. Hasil dari kegiatan FGD akan menjadi dasar pertimbangan dan masukan bagi konsultan perencana dalam merencanakan dan merancang sebuah taman yang fungsional dan estetis.Kata Kunci: Taman Maju Bersama; Focus Group Discussion; Partisipasi; Perencanaan; Taman.AbstractTaman Maju Bersama (TMB) is one of the DKI Jakarta Provincial Government programs in providing green open space in urban areas. In the planning process, the TMB program involves the active participation of the community by holding Focus Group Discussion (FGD) activities to obtain positive inputs for the smooth running of the TMB program. This FGD activity involved government agencies at the village and sub-district level, RT, RW, community leaders, representatives of local residents, PKK groups, Youth Organizations, and communities in the area. The FGD was carried out in three stages, namely in the initial stages of planning, the stage of conceptual delivery and design, and the final stage of the final design socialization to the community. The FGD implementation technique used was direct and written discussion or question and answer. Written techniques are felt to be more effective in getting ideas, input, and comments from the public. The results of the FGD activities will be the basis for consideration and input for planning consultants in planning and designing a park that is functional and aesthetic.Key words: Taman Maju Bersama; Focus Group Discussion; Participation; Planning; Park
Suatu Kecenderungan Penelitian Teknologi Pendidikandimasayangakandatang Danny Ivanno Ritonga
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 78 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i78.4638

Abstract

Penelitiankuantitatif hanya mampu menjelaskan hal-hal yang nampak dan dapat diamati atau diukur.Penelitian seperti ini lebih bersifat superfacial, artinya peneliti lebih melihat hal yang nampak dan dapatdiukur perubahannya dan tidak melihat lebih jauh fenomena mendasar tentang akar permasalahanpenelitian. Ini akhirnya menjadi titik lemah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif hanya mampumenjelaskan hal-hal yang nampak dan dapat diamati atau diukur. Penelitian kualitatif telah berhasil“mendalami” persoalan sekaligus mampu menawarkan solusi atas kasus tertentu. Penelitian dalam bidangTeknologi Pendidikan juga memperlihatkan saling pisah. Artinya, penelitian-penelitian yang dilakukan olehpara teknolog pendidikan tidak saling berhubungan satu sama lain. Sebagai gambaran, selama ini masihbelum ada data berapa banyak penelitian sejenis yang dilakukan oleh para mahasiswa pascasarjanaTeknologi Pendidikan yang ada di Indonesia. Hasil penelitian yang dikompilasi masih sulit dijadikan pijakanuntuk memperkuat dukungan teori tertentu karena antara penelitian yang satu dengan yang lain tidaksaling berkaitan. Selama ini penekanan-penekanan bidang penelitian banyak dilakukan pada domaindesain, pengembangan atau implementasi
Cara Pembuatan Pohon Filogeni Khairiza Lubis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 75 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i75.4812

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membantu dalam pembuatan pohon filogeni, baik secara sederhana maupun menggunakan software. Pohon filogeni berasal dari dua kata, yaitu pohon dan filogeni. Kata pohon mempunyai arti gambaran yang berisi tentang suatu data  yang saling berhubungan dan bercabangcabang. Sedangkan kata filogeni berasal dari bahasa Yunani,  yaitu  phyle dan phylon yang mempuyai suku dan ras, serta genetikos yang berati kerabat dari kelahiran.  Dengan kata lain pohon filogeni merupakan suatu bentuk gambaran dari silsilah makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang bercabang-cabang sehingga menyerupai pohon.Membuat pohon filogeni ada dua cara, yaitu cara yang pertama secara sederhana dengan berdasarkan urutan DNA, dan cara kedua dengan menggunakanSoftware Clustal W2.
SOSIALISASI SPORT MASSAGE DAN PENGGUNAAN KINESIO TAPING BAGI ATLET DAN PELATIH PENCAK SILAT Galih Priyambada; Yulia Tri Kusumawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i2.10632

Abstract

AbstrakPersiapan sebelum berlatih dan bertanding merupakan hal utama yang harus diperhatikan, Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada atlet dan pelatih pencak silat SKOI mengenai pentingnya sport massage dan penggunaan kinesio taping. PKM ini dilakukan dengan langkah observasi awal untuk memunculkan masalah yang ada dan kemudian dikaji untuk diberikan pemecahan masalah tersebut yaitu dengan sosialisasi pelatihan sport massage dan penggunaan kinesio taping pada atlet dan pelatih pencak silat SKOI Kalimantan Timur. Pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kalimantan Timur dengan sasaran atlet pencak silat SKOI yang berjumlah 12 orang dan pelatih pencak silat SKOI yang berjumlah dua orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan sosialisasi maka dapat diberikan keterangan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan kemampuan sport massage serta penggunaan kinesio taping bagi atlet dan pelatih, hal tersebut dapat dijelaskan berdasarkan umpan balik saat pelaksanaan sosialisasi dan praktik langsung saat sosialisasi.Kata kunci: sosialisasi, sport massage, kinesio taping, atlet, pelatih, pencak silatAbstractPreparation before exercise and compete is the main thing that must be considered, the purpose in this devotion is to provide socialization and training toward athletes and pencak silat‘s trainers of SKOI related to the importance of sports massage and the use of kinesio taping. This Community service was done with the initial observation step to bring up existing problems and it was studied for given problem solving by the socialization of sports massage training and utilizing of kinesio taping at athletes and trainers of pencak silat in SKOI, East Kalimantan. This devotion is held in the Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) East Kalimantan which consisted of 12 athletes of pencak silat and 2 trainers. Based on the results of the socialization, it concluded that there was increased understanding and capability in sports massage and the utilizing of kinesio taping for athletes and trainers; it could be explained based on feedback during the implementation of socialization and practice directly during the socialization.Keywords: socialization, sport massage, kinesio taping, athletes, trainers, pencak silat’s
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN SEBAGAI KOMPOS DAN PESTISIDA ALAMI Murniaty Simorangkir; Riwayati Riwayati; Idramsa Idramsa; Freddy Tua Musa Panggabean
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v22i1.4686

Abstract

Penurunan produksi palawija dan serangan hama daun merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kelompok tani Sada Nioga dan Juma Ndeher di Desa Sikeben Kabupaten Deli Serdang. Mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian terapan untuk: (1) mengatasi kekurangan ketersediaan kompos dan pestisida alami; (2) meningkatkan hasil produksi palawija melalui pemanfaatan kompos dan pestisida alami dari limbah pertanian dan peternakan; dan (3) membuka peluang usaha dalam produksi kompos dan pestisida alami. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup: penyuluhan penggunaan kompos dan pestisida alami; perancangan perajang mekanik dan fermentor; dan pelatihan produksi kompos dan pestisida alami dari limbah kulit jengkol, cabe busuk dan urine sapi pada tanaman palawija yang dikelola oleh kedua mitra. Hasil kegiatan menunjukkan masing-masing 90% dan 80% anggota kelompok dari Kelompok Tani Sada Nioga dan Kelompok Tani Juma Ndeher telah terampil dalam mengolah kompos dengan durasi pengolahan selama 11 hari. Kualitas kompos (C/N, P2O5, K2O dan N) pada kelompok Sada Nioga adalah masingmasing 8.80%, 2.85%, 1.58% dan 0.08%; sedangkan pada Kelompok Juma Ndeher pada kadar 9.0%, 3.10%, 1.52% dan 0.05%. Produk pestisida yang dihasilkan mengandung metabolit sekunder fenolik(+++), alkaloid (++++) dan saponim (+). Peningkatan produksi tanaman palawija mencapai 27.14% setelah menggunakan kompos dan pestisida alami.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SIMPUR MENJADI MASYARAKAT YANG MANDIRI DENGAN PENGEMBANGAN POTENSI PERTANIAN DAN PETERNAKAN Rahmawati Rahmawati; Husna Gemasih; Zulida Susanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v24i4.12995

Abstract

AbstrakTujuan yang ingin dicapai pada program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gajah Putih Takengon Tahun 2018 di Desa Simpur adalah pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian dan peternakan sesuai dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Desa Simpur. Meningkatkan perekonomian masyarakat dengan memaksimalkan potensi pertanian dan peternakan yang terdapat di Desa Simpur dengan beberapa program yakni pembuatan kompos dari kotoran sapi, penyusunan ransum ternak sapi dan pembuatan ransum fermentasi, pembuatan perangkap hama, penanaman cabe kopay tumpang sari dengan bawang merah. Menciptakan kemandiriaan energi dengan pembuatan instalasi biogas karena Desa Simpur belum semua lokasi dialiri listrik PLN. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah 1)Penyuluhan, 2)Demontrasi, 3)Membuat kebun percontohan, 4)Pratek langsung, 5)Mengadakan monitoring, evaluasi perkembangan setiap program yang dijalankan secara berkala.Kata kunci : Pemberdayaan masyarakat, cabe kopay, perangkap hama, kompos, biogas.AbstractThe aim to be achieved in the Takengon Gajah Putih University Community Service Program activities in 2018 in Desa Simpur is community empowerment in agriculture and livestock in accordance with the potential of natural resources and human resources owned by the village of Simpur. Improving the economy of the community by maximizing the potential of agriculture and livestock in Simpur Village with several programs namely composting from cow dung, compiling cattle rations and making fermentation rations, natural pest control, planting Kopay Chilli intercropping with shallots. Creating energy independence by making biogas installations because the village of Simpur has not been electrified by PLN. Improve the performance of village officials by computer training and making village websites. The methods used to achieve these objectives are 1) Counseling 2) Demonstration and Experiments 3) Making Kopay Chilli Pilot Gardens 4) Direct Pratek 5) Conducting monitoring, evaluating the progress of each program that is run regularly.Keywords: community empowerment, Kopay chili, pest traps, compost, biogas.
INTRODUKSI PEMANFAATAN ECENG GONDOK SEBAGAI PAKAN TERNAK FERMENTASI PADA PETERNAK KAMBING DESA WANADADI BANJAREGARA Nuniek Ina Ratnaningtyas; Bahrun Bahrun; Ratri Noor Hidayah; Okti Herliana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i4.14906

Abstract

Desa Wanadadi terletak berbatasan langsung dengan Waduk Mrica. Dampak dari pembangunan waduk adalah terjadinya pergeseran sosial masyarakat dari yang semula mata pencahariannya petani menjadi buruh, dan beternak. Masalah utama yang dihadapi peternak adalah ketersediaan pakan, sedangkan yang dihadapi pengelola Waduk Mrica adalah sedimentasi dan pertumbuhan eceng gondok. Eceng gondok merupakan gulma air yang dapat mengganggu kualitas perairan. Penanggulangan eceng gondok merupakan salah satu upaya dalam manajemen sumber daya dan lingkungan perairan untuk menjaga kelestarian oraganisme parairan. Disisi yang lain tanaman ini memiliki beberapa manfaat dan potensi yang layak untuk dikembangkan, yaitu sebagai bahan pakan ternak karena kandungan proteinnya cukup tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pakan pabrikan untuk ternak ruminansia maupun unggas. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan eceng gondok menjadi usaha konservasi perairan waduk dan memberikan nilai tambah di masyarakat, yaitu meningkatkan ketrampilan masyarakat dalam pembuatan pakan ternak fermentasi guna mendukung usaha peternakan kambing. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal) yaitu peran serta aktif seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini. Meliputi kegiatan: penyuluhan dan pelatihan pemanfataan eceng gondok sebagai bahan silase pakan kambing, Pembuatan Demplot percobaan ternak kambing, pendampingan dan evaluasi. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wanadadi.Kata Kunci: Budidaya Kambing; Eceng Gondok; Silase; Waduk Mrica.AbstractWanadadi Village is located directly adjacent to the Mrica Reservoir. The impact of the reservoir building is a social shift from the people whose livelihoods were originally farmers to become laborers, and livestock. The main problem faced by farmers is the availability of feed, while what is faced by the manager of the Mrica Reservoir is sedimentation and growth of weeds. Eichhornia crasippes is a water weed that can interfere with water quality. Eichhornia crasippes prevention is one of the efforts in the management of resources and the aquatic environment to maintain the sustainability of wter microoganism. On the other hand this plant has several benefits and potential to be developed, namely as animal feed ingredients because the protein content is quite high, so it can be used as a substitute for manufacturing feed for ruminants and poultry. This activity aims to utilize water hyacinth into conservation efforts of reservoir waters and provide added value in the community, namely improving community skills in the manufacture of fermented animal feed to support goat farming. The method used in this community empowerment activity is PRA (Partcipatory Rural Appraisal), namely the active participation of all communities involved in this activity. Includes activities: counseling and training on the use of water hyacinth as goat feed silage material, Making goat experimental demonstration plots, mentoring and evaluation. It is hoped that this activity can provide benefits for the people of Wanadadi VillageKeywords: Goat Livestock; Eichhornia Crasippe; Silase; Mrica Reservoir.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD YANG BERORIENTASIKAN MASALAHUNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Glory Indira Diana Purba
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 72 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i72.4730

Abstract

Pembelajaran matematika beserta sistem evaluasi selama ini kurang memberikan kesempatan bagisiswa untuk memunculkan ide atau gagasan selama siswa belajar matematika. Akibatnya siswa menjadipasif selama proses pembelajaran dan kurang meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswadalam menyelesaikan soal-soal matematika. Untuk itu guru hendaknya dapat memilih dan menerapkansuatu strategi pembelajaran yang efektif untuk membuat siswa aktif selama belajar Penelitian ini adalahpenelitian eksperimen yang bertujuan untuk menelaah adanya perbedaan pemecahan masalahmatematika siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams AchievementDivisions) yang  berorientasikan masalah dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran ekspositori,mendeskripsikan tentang aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakanpembelajaran kooperatif tipe STAD yang berorientasikan masalah.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 1 (2026): Januari-Maret Vol. 31 No. 4 (2025): Oktober-Desember Vol. 31 No. 3 (2025): JULI-SEPTEMBER Vol. 31 No. 2 (2025): APRIL-JUNI Vol. 31 No. 1 (2025): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 4 (2024): OKTOBER-DESEMBER Vol. 30 No. 3 (2024): JULI-SEPTEMBER Vol 30, No 2 (2024): APRIL-JUNI Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER Vol 29, No 3 (2023): JULI-SEPTEMBER Vol 29, No 2 (2023): APRIL-JUNI Vol 29, No 1 (2023): JANUARI-MARET Vol 28, No 4 (2022): OKTOBER-DESEMBER Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER Vol 28, No 2 (2022): APRIL-JUNI Vol 28, No 1 (2022): JANUARI-MARET Vol 27, No 4 (2021): OKTOBER-DESEMBER Vol 27, No 3 (2021): JULI-SEPTEMBER Vol 27, No 2 (2021): APRIL-JUNI Vol 27, No 1 (2021): JANUARI-MARET Vol 26, No 4 (2020): OKTOBER-DESEMBER Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER Vol 26, No 2 (2020): APRIL - JUNI Vol 26, No 1 (2020): JANUARI - MARET Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol. 25 No. 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER Vol 25, No 3 (2019): JULI - SEPTEMBER Vol 25, No 2 (2019): APRIL - JUNI Vol 25, No 1 (2019): JANUARI - MARET Vol 24, No 4 (2018): OKTOBER - DESEMBER Vol 24, No 3 (2018): JULI - SEPTEMBER Vol 24, No 2 (2018): APRIL - JUNI Vol 24, No 1 (2018): JANUARI - MARET Vol 23, No 4 (2017): OKTOBER - DESEMBER Vol 23, No 3 (2017): JULI - SEPTEMBER Vol 23, No 2 (2017): APRIL - JUNI Vol 23, No 1 (2017): JANUARI - MARET Vol 22, No 4 (2016): Edisi Khusus SNEHPKM 2016 Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 82 (2015) Vol 21, No 81 (2015) Vol 21, No 80 (2015) Vol 21, No 79 (2015) Vol 20, No 78 (2014) Vol 20, No 77 (2014) Vol 20, No 76 (2014) Vol. 20 No. 76 (2014) Vol 20, No 75 (2014) Vol 19, No 74 (2013) Vol 19, No 73 (2013) Vol 19, No 72 (2013) Vol 19, No 71 (2013) More Issue