cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENURUNAN KESADARAN ET CAUSA EDEMA SEREBRI SUBDURAL SYNDROM: STUDI KASUS Annisa, Annisa; Jufrizal, Jufrizal; Nurhidayah, Irfanita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4412

Abstract

Edema serebri adalah bertambahnya cairan didalam jaringan otak yang bersifat abnormal mengakibatkan perubahan fungsi otak terutama neurologis ditandai dengan penurunan kesadaran  di nilai menggunakan Glasgow Coma Scale, sehingga pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Perawatan pasien di Rumah Sakit menimbulkan infeksi nosokomial yaitu  Hospital Acquired Pneumonia (HAP) adalah pneumonia yang terjadi lebih dari 48 jam setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Komplikasi yang terjadi adalah acute respiratory failure (ARF) merupakan kondisi gagal nafas sehingga indikasi pasien memerlukan pemakaian ventilator mekanik. Studi kasus ini bertujuan menjelaskan asuhan keperawatan pada Tn.MZ dengan diagnosis penurunan kesadaran et causa edema serebri subdural syndrom di unit perawatan intensif Rumah Sakit Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakanan adalah studi kasus dengan pendekatan jenis deskriptif. Masalah yang muncul pada Tn. MZ yaitu penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan ventilasi spontan, ketidakseimbangan elektrolit, resiko aspirasi, dan bersihan jalan nafas tidak efektif. Hasil evaluasi didapatkan pasien berhasil dilakukan extubasi, namun produksi sputum masih banyak sehingga  harus dilakukan suction setiap 30 menit. Rekomendasi bagi perawat untuk memantau bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien.Kata kunci: Edema serebri, Hospital Acquired Pneumonia, Penurunan kesadaranCerebral edema is an increase in fluid in the brain tissue which is abnormal resulting in changes in brain function brain functions, especially neurological, characterized by decreased consciousness assessed using the Glasgow Coma Scale, so that patients require treatment in a hospital. Patient care in the hospital causes nosocomial infections Hospital Acquired Pneumonia (HAP) is pneumonia that occurs more than 48 hours after receiving care in the hospital.The complication that occurs is acute respiratory failure (ARF) which is a condition of respiratory failure that indicates the patient requires use of a mechanical ventilator. This case study aims to explain nursing care for Mr. MZ with a diagnosis of decreased consciousness et causa cerebral edema subdural syndrom in the intensive care unit of the Regional General Hospital, Banda Aceh. The method used is acase study with a descriptive approach. The nursing problems that arise in Mr. MZ is a decrease in intracranial adaptive capacity intracranial adaptive capacity, impaired spontaneous ventilation, electrolyte imbalance, risk of aspiration, and ineffective airway clearance. The evaluation results obtained the patient was successfully extubated, accompanied with sputum production is still a lot so that suction must be done every 30 minutes. Recommendations for nurses to monitor ineffective airway clearance in patients.Keywords: Cerebral edema, Hospital Acquired Pneumonia, loss of consciousness
Hubungan Self-Concept dengan Kecemasan Sosial Pada Karyawan Angkasa Pura II yang Mengalami Pemotongan Gaji Selama Pandemi Covid-19 di Banda Aceh Vitaya, Natasya Putri; Herawati, Herawati; Perhatian, Derita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1951

Abstract

Kecemasan sosial diartikan sebagai ketakutan dihakimi dan dievaluasi secara negatif oleh orang lain, mendorong ke arah merasa kekurangan, kebingungan, penghinaan, dan tekanan. Kecemasan ini muncul apabila individu merasakan tekanan yang berat, seperti di masa saat ini yaitu kecemasan terhadap paparan virus Covid-19 serta pemotongan gaji yang harus diterima individu. Ada banyak faktor yang melatarbelakangin kecemasan sosial pada karyawan, salah satunya self-concept. Self-concept mempunyai peranan penting dalam menentukan perilaku individu. Bagaimana individu memandang dirinya akan tampak dari seluruh perilakunya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-concept dengan kecemasan sosial pada dewasa awal. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah karyawan Angkasa Pura II Banda Aceh dan diambil dengan teknikPurposiveSampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala self-concept dan skala kecemasan sosial. Analisis data menggunakan teknik korelasi product momen. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 190 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 100 orang. Hasil peneltian menggunakan korelasi product momen menunjukkan korelasi rx|yx sebesar 0,782pada taraf signifikan p < 0,05. Artinya ada korelasi negatif yang signifikan antara self-concept dengan kecemasan sosial pada karyawan dewasa awal. Selain itu berdasarkan hasil analisis data diketahui ada hubungan signifikan secara statistic antara self-concept dengan kecemasan sosial pada karyawan dewasa awal ditunjukkan dengan nilai Fregresi= 75,411dengan r < 0,05. Kontribusi self-concept terhadap kecemasan sosial dapat dilihat dari hasil kuadrat nilai korelasi (R2) atau koefisien determinan (RSquaare) sebesar 0.611atau 60%yang berarti masih terdapat 40% faktor lain yang mempengaruhi kecemasan sosial selain self-concept.Kata kunci: Self-concept, kecemasan sosial, pandemi Covid-19, pemotongan gaji, karyawanSocial anxiety is defined as the fear of being judged and evaluated negatively by others, leading to feelings of deprivation, confusion, humiliation, and pressure. This anxiety arises when individuals feel heavy pressure, such as in the current era, namely anxiety about exposure to the Covid-19 virus and salary cuts that individuals must receive. There are many factors behind social anxiety in employees, one of which is self-concept. Self-concept has an important role in determining individual behavior. How the individual sees himself will be seen from all his behavior. This study aims to determine the relationship between self-concept and social anxiety in early adulthood. The method in this study uses a quantitative approach. The research subjects were employees of Angkasa Pura II Banda Aceh and were taken using the purposive sampling technique. Data collection tools used are self-concept scale and social anxiety scale. Data analysis used product moment correlation technique. The total population in this study was 190 people and the sample used was 100 people.The results of the study using the product moment correlation showed that the correlation rx|yx was 0.782 at a significant level of p < 0.05. This means that there is a significant negative correlation between self-concept and social anxiety in early adult employees. In addition, based on the results of data analysis, it is known that there is a statistically significant relationship between self-concept and social anxiety in early adult employees as indicated by the value of Fregresi = 75,411 with r < 0.05. The contribution of self-concept to social anxiety can be seen from the results of the squared correlation value (R2) or determinant coefficient (RSquaare) of 0.611 or 60%, which means that there are still 40% of other factors that influence social anxiety besides self-concept.Keywords: Self-concept, social anxiety, Covid-19 pandemic, pay cuts, employees 
STUDI KASUS PADA PASIEN ACUTE RESPIRATORY FAILURE ET CAUSA PNEUMONIA DI UNIT PERAWATAN INTENSIF Maulana, Aliif; Halimuddin, Halimuddin; Amni, Rahmalia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4295

Abstract

Acute respiratory failure merupakan komplikasi dari pneumonia karena kegagalan atau ketidakmampuan sistem respirasi dalam mempertahankan keadaan pertukaran udara dari luar tubuh dengan sel-sel tubuh yang sesuai dengan kebutuhan tubuh normal. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien Acute Respiratory Failure et causa Pneumonia di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diagnosis keperawatan yang muncul pada Tn. A adalah gangguan pertukaran gas dengan intervensi keperawatan manajemen ventilasi mekanik, hipervolemia dengan intervensi keperawatan manajemen hipervolemia, bersihan jalan napas tidak efektif dengan intervensi keperawatan manajemen jalan napas, risiko aspirasi dengan intervensi keperawatan pencegahan aspirasi. Hasil evaluasi belum terdapat perbaikan pada kondisi pasien, ditandai dengan tekanan darah: 123/87 mmHg, Mean Arterial Pressure (MAP): 92 mmHg, heart rate: 132x/menit, SpO2: 89%, pH 7.344 mmHg, pCO2 65.30 mmHg, pO2 57 mmHg, HCO3 35.9 mEq/L, pasien terpasang ventilator mode CMV dan terdapat edema perifer. Rekomendasi bagi perawat agar memberikan terapi antibiotik dan mempertahankan oksigenasi yang adekuat untuk mencegah terjadinya hipoksemia.Kata kunci: Acute Respiratory Failure, Pneumonia, Unit Perawatan IntensifAcute respiratory failure is complications of pneumonia due to failure or inability of the respiratory system to maintain air exchange from outside the body with body cells in accordance with normal body needs. In this study, it aimed at describing the nursing care for patients with Acute Respiratory Failure et causa Pneumonia in the Intensive Care Unit At dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh Municipality. The nursing diagnoses that emerged in Mr. A were gas exchange disorders with nursing interventions of mechanical ventilation management, hypervolemia with nursing interventions for hypervolemia management, ineffective airway clearance with airway management nursing interventions, risk of aspiration with aspiration prevention nursing interventions. The evaluation results showed no improvement in the patient's condition, indicated by blood pressure: 123/87 mmHg, Mean Arterial Pressure (MAP): 92 mmHg, heart rate: 132x/minute, SpO2: 89%, pH 7,344 mmHg, pCO2 65.30 mmHg, pO2 57 mmHg, HCO3 35.9 mEq/L, the patient is on a CMV mode ventilator and there is peripheral edema. Recommendations for nurses to provide antibiotic therapy and maintain adequate oxygenation to prevent hypoxemia.Keywords: Acute Respiratory Failure, Intensive Care Unit, Pneumonia
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEULIMBANG KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2024 Nurjannah, Nurjannah; Yuswita, Yuswita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4369

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah makanan bayi yang paling penting, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. ASI juga merupakan nutrisi alamiah bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kelancaran Asi pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Peulimbang Kabupaten Bireuen tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu menyusui sebanyak 43 orang dan sampel yang diambil dengan menggunakan total population yaitu sebanyak 43 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer, sekunder dan tersier. Analisa data yang digunakan yaitu  analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dengan nilai sig-p 0,003 <  0,05), teknik menyusui dengan nilai sig-p 0,011 < 0,05, pengaruh stress dengan nilai sig-p 0,002 < 0,05 dengan Kelancaran Pengeluaran Asi Pada Ibu Menyusui. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan hasil ada hubungan pengetahuan, teknik menyusui, dan  stress memiliki hubungan dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Sebagai bahan masukkan dan informasi kepada masyarakat khususnya ibu menyusui dalam penerapan ilmu kesehatan serta untuk menambah informasi bagi Wilayah Kerja Puskesmas untuk meningkatkan perilaku ibu dalam meningkatkan kelancaran Asi.Kata Kunci        : Pengetahuan, Teknik Menyusui, Stress, Kelancaran ASI.Mother's milk (ASI) is the most important baby food, especially in the first months of a baby's life. Breast milk is also a natural nutrition for babies because it contains the energy and substances needed during the first six months of a baby's life. The aim of this research is to determine the factors that influence the smooth flow of breast milk for breastfeeding mothers in the Peulimbang Community Health Center Work Area, Bireuen Regency in 2024. The research design used was Cross Sectional. The population in this study were all 43 breastfeeding mothers and the sample taken using the total population was 43 people. Data collection methods are primary, secondary and tertiary data. The data analysis used was univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results of the research show that knowledge with a sig-p value of 0.003 < 0.05), breastfeeding techniques with a sig-p value of 0.011 < 0.05, the influence of stress with a sig-p value of 0.002 < 0.05 on the smooth production of breast milk in breastfeeding mothers. The conclusion in this study shows that there is a relationship between knowledge, breastfeeding techniques and stress with the smooth flow of breast milk in breastfeeding mothers. As input and information to the public, especially breastfeeding mothers, in the application of health science and to add information to the Puskesmas Work Area to improve maternal behavior in increasing the smooth flow of breastfeeding.Keywords: Knowledge, Breastfeeding Techniques, Stress, Smooth Breastfeeding.
Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Rahmi, Nuzulul; Asnawiyah, Asnawiyah; Andika, Fauziah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4048

Abstract

Kejadian balita pendek atau disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Anak stunting merupakan indikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kuantitas maupun kualitas yang tidak terpenuhi sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Data yang diperoleh dari Puskesmas Jeulingke Banda Aceh periode Maret 2022, jumlah balita Posyandu setiap bulannya adalah 983 orang, dan jumlah balita yang diukur adalah 798 orang, didapat jumlah balita yang mengalami stunting adalah  116 orang  (14,5%). Angka ini meningkat bila dibandingkan pada tahun 2023 periode Maret yaitu jumlah balita yang diukur sebanyak 596 orang dengan jumlah balita stunting sebesar 135 orang  (22,7%). Hal ini  menunjukkan bahwa dalam setahun terakhir kasus stunting meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan faktor kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Banda Aceh. Desain penelitian ini Cross Sectional Study, populasi 135 orang sampel diambil 58 balita yang mengalami stunting secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 16-22 Agustus 2023. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner kemudia pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan keluarga (p value 0,048), Inisiasi menyusui dini (p value 0,033), pemberian ASI eksklusif  (p value 0,019), pemberian MP ASI (p value 0,000) dengan kejadian stunting pada anak balita diwilayah kerja Puskesams Jeulingke Banda Aceh. Ada hubungan pendapatan keluarga, Inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP ASI dengan kejadian stunting pada anak balita diwilayah kerja Puskesams Jeulingke Banda Aceh. Bagi masyarakat dapat meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang gizi ibu hamil, pentingnya Inisiasi Menyususi Dini (IMD) dan ASI Eksklusif untuk mencegah terjadinya stunting. Bagi Tenaga Kesehatan dapat membuat kebijakan dalam rangka memperbaiki status gizi khususnya pada anak usia 13-36 bulan untukmengurangi terjadinya stunting. Dan bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan penelitian yang sama dengan variabel yang berbeda dan dengan desain penelitian yang berbeda.Kata Kunci : Stunting, IMD, ASI Eksklusif , MP ASI.The incidence of short toddlers or what is known as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. Stunted children are an indication of a lack of nutritional intake, both in quantity and quality, which has not been met since infancy, even in the womb. Data obtained from the Jeulingke Banda Aceh Community Health Center for the period March 2022, the number of toddlers at Posyandu each month was 983 people, and the number of toddlers measured was 798 people. It was found that the number of toddlers experiencing stunting was 116 people (14.5%). This figure has increased when compared to the 2023 March period, namely the number of toddlers measured was 596 people with the number of stunted toddlers being 135 people (22.7%). This shows that in the last year stunting cases have increased. This research aims to determine the determinants of stunting incidence factors in the Jeulingke Community Health Center work area in Banda Aceh. The research design was a Cross Sectional Study, with a population of 135 samples taken from 58 toddlers who experienced stunting using purposive sampling. The research was conducted on 16-22 August 2023. The data collection method was by distributing questionnaires and then processing the data using editing, coding, data entry, tabulating, and univariate and bivariate data analysis. The results of the study showed that family income (p value 0.048), early initiation of breastfeeding (p value 0.033), exclusive breastfeeding (p value 0.019), provision of MP ASI (p value 0.000) were associated with the incidence of stunting in children under five in the Jeulingke Public Health Center working area, Banda Aceh. . There is a relationship between family income, early initiation of breastfeeding, exclusive breastfeeding, complementary feeding and the incidence of stunting in children under five in the Jeulingke Community Health Center work area in Banda Aceh. For the community, it can increase public understanding about the nutrition of pregnant women, the importance of Early Breastfeeding Initiation (IMD) and exclusive breastfeeding to prevent stunting. Health workers can make policies to improve nutritional status, especially for children aged 13-36 months to reduce the occurrence of stunting. And for future researchers it can be used as input for conducting the same research with different variables and with different research designs.Keywords: Stunting, IMD, Exclusive Breast Milk, Complementary foods.
Survey Dampak Perilaku Bulying Terhadap Perkembangan Psikologi Sosial Anak di SMA Negeri 2 Kabupaten Bireuen Agustina, Agustina; Fitria, Irma
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3465

Abstract

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian di dunia pendidikan sekarang ini adalah kasus kekerasan dan bullying di sekolah. Perilaku bullying mungkin terjadi pada setiap sekolah. Perilaku Bullying adalah sebuah harsat untuk menyakiti, hal ini diperlihatkan ke dalam aksi yang menyebabkan seseorang menderita aksi ini di lakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat,tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan di lakukan dengan perasaaan senang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Dampak perilaku bullying terhadap Psikologi Sosial pada siswa-siswi Kelas 3A SMA Negeri 2 Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologis dengan mendapatkan lima partisipan. populasi dari penelitian ini ialah siswa kelas 3A SMA Negeri 2 Kabupaten Bireuen yang pernah menjadi korban bullying disekolahnya. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan tema yang dialami partisipan berdasarkan hasil wawancara yaitu Intimidasi, diskriminasi, sabar, marah, tidak percaya diri, menarik diri, harga diri rendah, merasa diasingkan dan menurut partisipan pelaku harus mengintrofeksi diri. Guru bimbingan konseling (BK), hendaknya memberikan pengawasan kepada para siswanya sehingga tidak terjadi tindakan bullying kepada anak didiknya. Diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya, memantau apa saja kegiatan anaknya disekolah ataupun diluar rumah serta senantiasa mengontrol prilaku siswa dan selalu menanamkan kasih sayang dan rasa empati kepada anak-anaknya.Kata Kunci : Bullying, Psikologi Sosial, AnakOne phenomenon that is of concern in the world of education today is cases of violence and bullying in schools. Bullying behavior may occur in every school. Bullying behavior is a desire to hurt, this is shown in actions that cause someone to suffer, this action is carried out directly by a person or group that is stronger, irresponsible, usually repeated and done with pleasure. The purpose of this study was to describe the impact of bullying behavior on social psychology in Class 3A students at SMA Negeri 2 Bireuen Regency. This study uses a type of phenomenological qualitative research by getting five participants. The population of this study were class 3A students of SMA Negeri 2 Bireuen Regency who had been victims of bullying at their school. Based on the results of the study, the researcher obtained the themes experienced by the participants based on the results of the interviews namely intimidation, discrimination, patience, anger, lack of confidence, withdrawal, low self-esteem, feeling alienated and according to the participants the perpetrators had to self-reflect. Counseling guidance (BK) teachers should provide supervision to their students so that bullying does not occur to their students. It is expected that parents will pay more attention to their children, monitor what their children's activities are at school or outside the home and always control student behavior and always instill love and empathy for their children.Keywords: Bullying, Social Psychology, Children
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS JAYA BARU KOTA BANDA ACEH Husna, Asmaul; Rahmi, Nuzulul; Safridar, Eka Agus; Abdullah, Mira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4285

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization  (WHO), pada tahun 2020 ada sekitar 20 juta  anak  di  dunia  yang  tidak  mendapatkan imunisasi  lengkap,  bahkan  ada  yang  tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Padahal untuk mendapatkan kekebalan komunitas (Herd immunity)  dibutuhkan  cakupan  imunisasi  yang tinggi  (paling  sedikit  95%)  dan  merata Data  cakupan  imunisasi  dasar lengkap di Aceh  masih  belum  memenuhi  target  Dimana pada  tahun  2017  Imunisasi  Dasar Lengkap (IDL) Aceh sebesar 59,7%, 2018 sebesar58%,2019 sebesar 48,9%, 2020 sebesar 42,7% dan pada tahun 2021 sebesar 38,4%. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada tanggal 03 sampai dengan 13 Juni tahun 2024. Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berkunjung di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh pada bulan Januari sampai dengan Mei 2024 sebanyak 137 ibu yang memiliki bayi umur >24 bulan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi umur >24 bulan bulan dan berkunjung di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dijadikan sampel pada tanggal 03 sampai dengan 13 Juni tahun 2024 sebanyak 30 orang. Hasil analisis bivariat di dapat bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.030 dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh dengan nilai P=0.365.Kata kunci : Pengetahuan,  Pendidikan dan Pemberian Imunisasi Dasar LengkapBased on data from the World Health Organization (WHO), in 2020 there were around 20 million children in the world who did not receive complete immunization, some even did not receive immunization at all. In fact, to obtain community immunity (Herd immunity) requires high immunization coverage (at least 95%) and evenly distributed. Data on complete basic immunization coverage in Aceh still has not met the target. In 2017 Aceh's Complete Basic Immunization (IDL) was 59.7%, 2018 was 58%, 2019 was 48.9%, 2020 was 42.7% and in 2021 it was 38.4%. This research is analytical research with a cross sectional approach. This research was carried out at the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City from 03 to 13 June 2024. The population in this study were all mothers with babies who visited the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City from January to May 2024, totaling 137 mothers. who have babies aged >24 months. The sampling technique in this study used accidental sampling, that is, all mothers who had babies aged >24 months and visited the Jaya Baru Community Health Center, Banda Aceh City were sampled from 03 to 13 June 2024 as many as 30 people. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and the provision of complete basic immunization to babies at the Jaya Baru Health Center, Banda Aceh City with a value of P=0.030 and there was no significant relationship between education and the provision of complete basic immunization to babies at the Jaya Baru Community Health Center. Banda Aceh City with a value of P=0.365.Keywords: Knowledge, Education and Providing Complete Basic Immunization
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRILAKU KONSUMSI BUAH DAN SAYUR PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT TGK CHIK DITIRO PIDIE JAYA ZA, Raudhatun Nuzul; Renjani, Risky Swastika; Willis, Ratna; Rahmi, Cut Liza
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4347

Abstract

Latar Belakang Masalah: Konsumsi buah dan sayur adalah salah satu pesan penting dalam pedoman gizi seimbang agar menuju masyarakat hidup sehat. Untuk mengubah pola pikir masyarakat agar memiliki paradigma sehat, pemerintah Indonesia melakukan upaya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Berdasarkan studi pendahuluan data awal di Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya bahwa tenaga Kesehatan yang diwawancara dari 20 orang yang diwawancara ada 14 orang tenakes yang tidak suka mengkonsumsi sayur dan buah. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan berhubungan dengan prilaku konsumsi buah dan sayur pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya.  Metode Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan sebanyak 1.170 orang. Besar sample dalam penelitian ini adalah 100 orang responden tenaga Kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya. Hasil Penelitian: hasil uji stastistik didapatkan variabel pengetahun memperoleh nilai p- value = 0,002 yaitu ada hubungan, variabel perilaku merokok dengan p- value = 0,015 yaitu ada hubungan, variabel lingkungan rumah dengan p- value = 0,000 yaitu ada hubungan yang signifikan antara prilaku konsumsi buah dan sayur.  Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan antara pengetahuan, perilaku merokok dan lingkungan rumah dengan prilaku konsumsi buah dan sayur pada tenaga Kesehatan di Rumah Sakit tgk Chik Ditiro Pidie Jaya. Diharapkan agar meningkatkan dan menambah informasi mengenai konsumsi buah dan sayur, disamping sehat bagi Kesehatan juga dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit kronis yang disebebakan oleh pola hidup yang tidak sehat. Jadi penting bagi tenaga Kesehatan ntukmeningkatkan pengetahuan mengenai buah dans ayur selain menjadi tugas pokok dalam memberikan pelayanan kepada Masyarakat.Kata kunci: : Prilaku Konsumsi buah dan sayur, tenaga kesehatanBackground of the Problem: Consumption of fruits and vegetables is one of the important messages in the balanced nutrition guidelines for a healthy society. To change the community's mindset and create a healthy paradigm, the Indonesian government has made efforts through the Healthy Living Community Movement (GERMAS). Based on a preliminary study of initial data at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital, 14 health workers were interviewed out of 20 people who like to consume vegetables and fruits. Research Objective: To analyze factors related to fruit and vegetable consumption behavior in health workers at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital. Research Method: This study used an analytical survey design with a cross-sectional approach. The population in this study were all health workers totaling 1,170 people. The sample size in this study was 100 health worker respondents who worked at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital. Research Results: statistical test results obtained knowledge variables obtained p-value = 0.002, which means there is a relationship, smoking behavior variables with p-value = 0.015, which means there is a relationship, home environment variables with p-value = 0.000, which means there is a significant relationship between fruit and vegetable consumption behavior. Conclusion and Suggestions: There is a relationship between knowledge, smoking behavior, and home environment with fruit and vegetable consumption behavior in health workers at the Tgk Chik Ditiro Pidie Jaya Hospital. It is expected to increase and add information about fruit and vegetable consumption, in addition to being healthy for health, it can also reduce the risk of chronic diseases caused by unhealthy lifestyles. So health workers need to increase their knowledge about fruits and vegetables in addition to being the main task in providing services to the community.Keywords: Fruit and vegetable consumption behavior, health workers
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) PADA KOMPOSIT POLIESTER TERHADAP SIFAT MORFOLOGI Pardi, Pardi; Herawati, Herawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4379

Abstract

Masyarakat di Desa Stambul Jaya, Kabupaten Aceh Tenggara, memanfaatkan tanaman purun tikus (Eleocharis dulcis) sebagai bahan baku untuk pembuatan kerajinan tangan. Produk-produk yang dihasilkan meliputi tikar, topi, keranjang belanja, tas, dan bakul. Serat purun juga dapat diolah menjadi papan komposit. Dalam penelitian ini, pembuatan material komposit menggunakan metode pengepresan cetakan dengan ukuran 20x20x0,5 cm. Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi komposisi serat purun (5%, 10%, dan 15%) terhadap resin poliester, serta susunan serat (sejajar, acak, dan anyaman). Analisis sifat komposit meliputi gugus fungsi dan morfologi menggunakan FTIR dan SEM. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan terhadap serat purun dapat menurunkan kandungan lignin dan hemiselulosa. Spektrum FTIR juga mengindikasikan adanya vibrasi C=C pada cincin aromatik dan pergeseran vibrasi C-O (glikosida) pada beberapa sampel komposit. Sampel sejajar 10% menunjukkan adanya ikatan Si- O-C dari Vinyltrimethoxysilane pada 744cm-1. Hasil SEM sampel sejajar 5% tidak sejajar, karena serat purun tidak teratur saat pencetakan komposit akibat poliester, sehingga cetakan tidak penuh. Sampel acak 5% berbentuk tidak teratur, tipis, dan saling tumpang tindih, sehingga tidak kuat dan mudah patah. Anyaman 5% menunjukkan poliester di sela-sela serat purun, karena jumlah serat purun sedikit saat pencetakan komposit.Kata Kunci: Serat purun tikus (Eleocharis dulcis), komposit, poliester, sifat morfologi.People in Stambul Jaya Village, Southeast Aceh Regency, use the purun Tikus plant (Eleocharis dulcis) as raw material for making handicrafts. The products produced include mats, hats, shopping baskets, bags and baskets. Purun fiber can also be processed into composite boards. In this research, composite material was made using a mold pressing method with a size of 20x20x0.5 cm. This research studied the effect of variations in purun fiber composition (5%, 10%, and 15%) on polyester resin, as well as fiber arrangement (parallel, random, and woven). Analysis of composite properties including functional groups and morphology using FTIR and SEM. The results of the analysis show that treatment of purun fiber can reduce the lignin and hemicellulose content. The FTIR spectrum also indicated the presence of C=C vibrations in aromatic rings and shifts in C-O (glycoside) vibrations in several composite samples. The 10% aligned sample shows the presence of Si-O-C bonds from Vinyltrimethoxysilane at 744cm-1. The SEM results of the parallel samples were 5% not parallel, because the purun fibers were irregular when printing the composite due to the polyester, so the mold was not full. The 5% random samples are irregularly shaped, thin, and overlap each other, so they are not strong and break easily. 5% webbing shows polyester in between the purun fibers, because the amount of purun fibers is small when molding the composite.Keywords: Rat purun (Eleocharis dulcis) fiber, composite, polyester, morphological properties.
Isolasi Senyawa Fenolik dari Buah Punti (Diploknema oligomera H.J.Lam) dengan Analisis FT-IR Lestari, Widya; Putri, Novi Amalia; Furqan, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4194

Abstract

Penelitian tentang buah punti (Diploknema oligomera H.J. Lam) telah dilakukan. Hasil skrining fitokimia fenolik ekstrak etanol dengan penambahan FeCl3 5% memberikan warna hitam kehijauan menunjukkan bahwa ekstrak etanol Diploknema oligomera positif mengandung fenolik. Dari 44,13 gram ekstrak etil asetat isolat diploknema oligomera dihasilkan senyawa berupa pasta berwarna kekuningan sebanyak 0,0025 gram dengan eluen n-Heksana: Etil Asetat 80:20 (v v). Hasil analisis dengan Infrared Spectrocopy (FT-IR) menunjukkan hasil isolasi Diploknema oligomera merupakan senyawa fenolik, dengan spektrum yang identik menunjukkan adanya kandungan fenol yang diperkuat dengan adanya gugus OH pada pita serapan luas yang ditunjukkan pada bilangan gelombang 3252,12 cm-1 dan 3468,16 cm-1, C-H aromatik pada 723,34 cm-1, C = O karbonil pada 1734, 08 cm-1, dan pada pita serapan 1263,43 cm-1yang menunjukkan adanya gugus C-O.Kata kunci: Diploknema oligomera, isolasi, skrinning, spektroskopi infra merah (FT- IR) Research on punti fruit (Diploknema oligomera H.J. Lam) has been done. Phytochemical Screening results of phenolic ethanol extract with addition of FeCl3 5% gave the greenish black color indicated that ethanol extract Diploknema oligomera was positive to phenolic. The resulting isolate of 44,13 g of Diploknema oligomerais a yellowish, pictorial paste, yielding as much as 0,0025 gram with n- Hexane:Ethyl  Acetate  eluent  80:20  (v/v).  Results  of  analysis  with  Infrared Spectrocopy (FT-IR) showed the results of the Diploknema oligomera which is phenolic compounds, with identic spectrum shows the presence of phenol content which is strengthened by the presence of an OH group in the broad absorption band shown in wave numbers 3252.12 cm-1 and 3468.16 cm-1, C-H aromatic at 723.34 cm- 1, C = O carbonyl at 1734 , 08 cm-1, and in the absorption band1263.43 cm-1 indicated the presence of C-O groups.Keywords: Diploknema oligomera, isolation, screening, Infrared Spectrocopy (FT- IR)