cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
PENGARUH KESESUAIAN PEMBERIAN MP-ASI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTEE BIDARI KECAMATAN PANTEE BIDARI KABUPATEN ACEH TIMUR Faizah, Faizah; Rosdiana, Eva; Asyura, Finaul; Rahmayanti, Rahmayanti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4288

Abstract

Latar Belakang : Status Gizi masih menjadi perhatian dunia, pada tahun 2022 WHO mengumumkan bahwa terdapat 45,0 juta anak memiliki berat badan yang terlalu kurus dibandingkan dengan tinggi badannya. Salah satu faktor langsung yang dapat mempengaruhi status gizi anak adalah pemberian MP-ASI. Status gizi pada anak sangat erat kaitannya dengan pemberian MP-ASI. Hasil survey yang dilakukan di Puskesmas Pantee Bidari diperoleh data dari 10 bayi ternyata 7 diantara memiliki peningkatan berat badan yang normal setiap bulannya dan 3 diantaranya tidak memiliki peningkatan berat badan yang normal. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh kesesuaian pemberian MP-ASI dengan kenaikan berat badan pada bayi usia 6-12 bulan Metodelogi Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 53 sampel. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Pantee Bidari Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur. Analisa data menggunakan uji chi square test. Hasil Penelitian : kenaikan berat badan bayi mayoritas pada kategori tidak naik sebesar 30 (43,3%), kesesuaian MP-ASI mayoritas pada kategori tidak sesuai 29 (54,7%). Hasil Analisa bivariat pengaruh kesesuaian MP-ASI terhadap kenaikan berat badan bayi diperoleh nilai p=0,962. Kesimpulan : tidak ada pengaruh kesesuaian pemberian MP-ASI terhadap kenaikan berat bada pada bayi. Saran : Petugas kesehatan diharapkan agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan ke pada ibu tentang pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat dan sesuai ke pada bayi nya agar berat badan bayi setiap bulannya dapat meningkat dengan baik.Kata Kunci : Kesesuaian MP-ASI, Kenaikan Berat BadanBackground: Nutritional status is still a global concern, in 2022 WHO announced that 45.0 million children will be underweight compared to their height. One direct factor that can influence a child's nutritional status is the provision of MP-ASI. The nutritional status of children is closely related to the provision of MP-ASI. The results of a survey conducted at the Pantee Bidari Community Health Center obtained data from 10 babies, it turned out that 7 of them had normal weight gain every month and 3 of them did not have normal weight gain. Research Objective: to determine the effect of the suitability of giving MP-ASI on weight gain in babies aged 6-12 months. Research Methodology: The research design used in this research is cross sectional. The number of samples taken using the Slovin formula was 53 samples. This research was carried out at the Pantee Bidari Community Health Center, Pantee Bidari District, East Aceh Regency. Data analysis used the chi square test. Research Results: The majority of babies' weight gain was in the non-increasing category at 30 (43.3%), the majority of MP-ASI suitability was in the inappropriate category at 29 (54.7%). The results of bivariate analysis of the effect of MP-ASI suitability on baby weight gain obtained a p value = 0.962. Conclusion: there is no influence on the suitability of giving MP-ASI on weight gain in babies. Suggestion: Health workers are expected to be able to provide health education to mothers about the importance of giving appropriate and appropriate MP-ASI to their babies so that the baby's weight can increase well each month.Keywords: Compatibility of MP-ASI, Weight Gain
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Self-Care Management pada Pasien Diabetes Mellitus Hijriana, Isni; Chairunnisa, Chairunnisa; Mardhiah, Ainal
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4358

Abstract

Self-care management dibutuhkan untuk meningkatkan kontrol glikemik, mengurangi komplikasi diabetes, dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan pada penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan self management pada pasien diabetes. Desain penelitian deskriptif analitik, dengan pendekatan crossectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian sejumlah 37 responden penderita diabetes. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, Data dianalisis mengunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan self care management dengan nilai (p=0,00), adanya hubungan signifikan kemampuan aktivitas dengan self care management dengan nilai (p=0,00). Self care management Pasien diabetes dapat diatasi dengan pengelolaan diri yang baik, tingkatkan pengetahuan pendidikan diabetes, kemampuan aktivitas, manajemen diet, pemantauan kesehatan, dukungan psikologis, dan dukungan keluarga. Intervensi ini sangat dianjurkan untuk penderita diabetes sehigga pasien mampu melakukan self care management dengan baik.Kata kunci:, Diabetes mellitus, Pengetahuan, Kemampuan Aktivitas, Self-care managementSelf-care management is needed to improve glycemic control, reduce diabetes-related complications, and contribute to improving the overall quality of life in people with diabetes. This study aims to determine what factors are related to self-management in diabetes patients. Analytical descriptive research design, with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling. The research sample was 37 respondents with diabetes. This research instrument used a questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rho test. The results of the research show that there is a significant relationship between the level of knowledge and self-care management and value (r=0.00), there is a significant relationship between activity ability and self-care management and value (p=0.00). Self care management Diabetic patients can be treated with good self-management, increasing knowledge of diabetes education, activity abilities, diet management, health monitoring, psychological support and family support. This intervention is highly recommended for diabetes sufferers so that patients are able to carry out good self-care management.Keywords: Diabetes mellitus, Knowledge, Activity Ability, Self-care management
Formulasi Ekstrak Kulit Buah Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Sebagai Lotion untuk Mencerahkan Kulit Ananda, Zulia; Astryna, Syarifah Yanti; Nurhayati, Nurhayati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4185

Abstract

Kulit segar, bersih dan sehat bisa menjadi milik semua orang jika perawatan dilakukan dengan tepat dan teratur, salah cara satu perawatan kulit yaitu dengan menggunakan sediaan lotion. Kulit buah jambu biji mengandung senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menghambat tirosinase yaitu polifenol yang dapat mencerahkan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak kulit jambu biji sebagai lotion dan untuk mengetahui efektivitas pencerah kulit dari ekstrak kulit jambu biji. Penelitian dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol, ekstrak yang diperoleh dibuat formulasi sediaan lotion. Sediaan lotion tersebut dibuat variasi konsentrasi yaitu F1, F2 dan F3, selanjutnya dilakukan beberapa uji, diantaranya ujifitokimia, uji iritasi, uji kesukaan dan uji kecerahan. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan lotion F3 memiliki tingkat kecerahan kulit yang lebih tinggi daripada sediaan pembanding, hal ini disebabkan oleh pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah jambu biji yang mengandung senyawa flavonoid lebih tinggi.. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kulit buah jambu biji dapat diformulasikan dalam bentuk lotion sebagai sediaan pencerah kulit. Formulasi sediaan lotion Ekstrak kulit buah jambu biji memiliki efek untuk mencerahkan.Kata Kunci: Lotion, Kulit buah Jambu biji, Flavonoid, Senyawa pencerah kulitFresh, clean and healthy skin can belong to everyone if care is done properly and regularly, one way to treat skin is by using lotion preparations. Guava skin contains flavonoid compounds which have the ability to inhibit tyrosinase, namely polyphenols which can brighten the skin. The purpose of this study was to formulate guava peel extract as a lotion and to determine the effectiveness of skin lightening from guava peel extract. The research was carried out by maceration using ethanol solvent, the extract obtained was made into a lotion formulation. The lotion preparations were made in various concentrations, namely F1, F2 and F3, then several tests were carried out, including phytochemical tests, irritation tests, preference tests and brightness tests. The results obtained were that the F3 lotion had a higher skin brightness level than the comparison preparation, this was due to the effect of the higher concentration of guava peel extract which contained flavonoid compounds. The conclusion of this study was that guava peel extract can be formulated in the form lotion as a skin lightening preparation. Lotion preparation formulation Guava peel extract has a brightening effect.Keywords: Lotion, Guava Peel, Flavonoid, Skin Lightening Compound
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI GEL EKSTRAK PINING BAWANG (Hornstedtia alliacea) PADA MENCIT(Mus musculus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN 1% Yulisma, Ardhana; Khatami, Khatami; Farhan, Reza; Hafiz, Hafiz
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.4218

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui konsentrasi gel ekstrak pining bawang yang memiliki aktivitas antiinflamasi pada mencit jantan yang diinduksi karagenan. Pining bawang (Horstedtia alliacea) adalah tanaman anggota ginger (Zingiberaceae) yang tumbuh di daerah tropis termasuk Halmanera. Pining bawang biasanya dimanfaatkan sebagai pemasok energi untuk berburu di hutan, mengobati luka dan infeksi, buah bijinya dikonsumsi oleh anak- anak dan dewasa. Manfaat darri penelitian ini adalah Penelitian ini dapat memberikan informasi ilmiah dan kebenaran kepada masyarakat mengenai efek antiinflamasi dari tumbuhan pining bawang, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan inflamasi. pining bawang mengandung senyawa flavonoid, minyak atsiri dan beberapa senyawa lainya yang bermanfaat sebagai antiinflamasi. Penelitian ini membuat tiga formula sampel dengan bahan aktif ekstrak pining bawang dengan komposisi 0 (kontrol negatif), formula I 5%, formula II 10%, formula III 15% dan natrium diklofenak (kontrol positif) menggunakan metode maserasi, dengan interval waktu 30 menit selama 8 kali pengulangan setiap suspensi. Daya hambat udema pada kelompok FIII (15% ekstrak pining bawang) memiliki kecenderungan sama dengan kelompok K+ (Na- Diklofenak). Sedangkan pada dosis uji yang paling rendah daya hambat udema yaitu pada kelompok FI (5% ekstrak pining bawang). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pemberian gel ekstrak pining bawang dapat menunjukkan aktivitas antiinflamasi pada mencit yang diinduksi karagenan. Gel ekstrak pining bawang pada konsentrasi 15% merupakan konsentrasi yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling baik dibandingkan dengan konsentrasi 10% dan 5% dan Hasil analisis gel ekstrak pining bawang memiliki konsentrasi tepat sebagai antiinflamasi.Kata Kunci :edema; mencit; ekstrak etanol; pining bawang. The purpose of this study was to determine the concentration of onion pining extract gel which has anti-inflammatory activity in carrageenan-induced male mice. Pining onion (Horstedtia alliacea) is a member of the ginger plant (Zingiberaceae) that grows in tropical areas including Halmanera. Pining onion is usually used as an energy supplier for hunting in the forest, treating wounds and infections, the seeds are consumed by children and adults. The benefit of this research is that this research can provide scientific and truthful information to the public regarding the anti-inflammatory effects of the pining onion plant, so that it can be used as an alternative inflammatory treatment. Pining onions contain flavonoid compounds, essential oils and several other compounds that are useful as anti-inflammatory. This study made three sample formulas with the active ingredient of pining onion extract with composition 0 (negative control), formula I 5%, formula II 10%, formula III 15% and diclofenac sodium (positive control) using the maceration method, with an interval of 30 minutes. for 8 repetitions of each suspension. Inhibition of edema in the FIII group (15% pining onion extract) had the same tendency as the K+ group (Na-Diclofenac). Meanwhile, at the lowest test dose the inhibition of edema was in the FI group (5% onion pining extract). The conclusion of this study is that administration of pining onion extract gel can show anti-inflammatory activity in carrageenan-induced mice. Pining onion extract gel at a concentration of 15% is the concentration that has the best anti-inflammatory activity compared to concentrations of 10% and 5%Keywords: edema, mice, ethanol extract, onion pining 
HUBUNGAN DETERMINAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA DENGAN RISIKO DIARE PADA BALITA F, Nanda Putra; Nursia N, Lili Eky; Fera, Dian; Murdani, Ihsan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4315

Abstract

Di provinsi Sumatera Barat, prevalensi diare pada anak kecil pada tahun 2021 sebesar 9,3%. Berdasarkan data Profil Kesehatan tahun 2022, jumlah kasus diare yang terdeteksi pada tahun 2022 sebanyak 25.053 kasus.Di Kota Padang, jumlah kasus diare pada balita pada tahun 2022 sebanyak 1.199 kasus, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya (906 kasus), dan jumlah kasus diare pada semua kelompok umur sebanyak 5.970 kasus.Jumlah  kasus yang terdeteksi meningkat dibandingkan tahun 2021 (4.114). Semua puskesmas di kota Padang, yang memiliki kasus tertingggi pada balita terdapat di puskesmas Pegambiran dengan total kasus diare yang ditangani 142 kasus. Kelurahan Gates Nan XX memiliki angka prevalensi tertinggi terjadinya diare pada balita yaitu 35,93%. Penelitian bertujuan untu mengetahui tingkat kepadatan lalat dan pengelolaan sampah rumah tangga dengan risiko diare pada balita di kelurahan Gates Nan XX, Kota Padang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Uji statistic yang digunakan yaitu Chi-Square (α= 5%). Hasil Penelitian menunjukkan angka kepadatan lalat memiliki hubungan dengan kejadian diare dengan p value = 0,001, dan nilai Prevalence Ratio (PR) = 2,979. Adapun pengelolaan sampah rumah tangga memiliki hubungan dengan kejadian diare dengan p value = 0,001,dan nilai Prevalence Ratio (PR) = 3,083.Disarankan kepada masyarakat di kelurahan Gates Nan XX, Kota Padang, meningkatkan kesadaran akan potensi penyebab diare, seperti mengurangi wilayah perkembangbiakan lalat dan meningkatkan kebersihan lingkungan rumah.Kata kunci: Diare, Sanitasi Lingkungan, BalitaIn West Sumatra province, the prevalence of diarrhea in young children in 2021 is 9.3%. Based on Health Profile data for 2022, the number of diarrhea cases detected in 2022 was 25,053 cases. In Padang City, the number of diarrhea cases in toddlers in 2022 will be 1,199 cases, an increase compared to the previous year (906 cases), and the number of diarrhea cases in all age groups will be 5,970 cases. The number of cases detected increased compared to 2021 (4,114). Of all the community health centers in the city of Padang, which has the highest number of cases among children under five, it is the Pegambiran community health center with a total of 142 diarrhea cases handled. Gates Nan XX sub-district has the highest prevalence rate of diarrhea in toddlers, namely 35.93%. The research aims to determine the level of fly density and household waste management with the risk of diarrhea in toddlers in the Gates Nan XX sub-district, Padang City. The research design used was a cross-sectional design. The sampling technique used a total sampling technique with a sample size of 55 respondents. The statistical test used is Chi-Square (α= 5%). The research results show that fly density numbers are related to the incidence of diarrhea with p value = 0.001, and Prevalence Ratio (PR) = 2.979. Meanwhile, household waste management has a relationship with the incidence of diarrhea with p value = 0.001, and Prevalence Ratio (PR) = 3.083. It is recommended that people in the Gates Nan XX sub-district, Padang City, increase awareness of the potential causes of diarrhea, such as reducing fly breeding areas and improving the cleanliness of the home environment.Key words: Diarrhea, Environmental Sanitation, Toddlers
Hubungan Tindakan Orang Tua Dengan Terjadinya Karies Molar Satu Rahang Bawah Permanen Pada Murid SDN 10 Panteriek Kota Banda Aceh Keumala, Cut Ratna; Tasya, Tasya; Asyura, Finaul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4115

Abstract

Molar satu rahang bawah merupakan gigi permanen yang pertama tumbuh pada usia 6 hingga 7 tahun dan merupakan gigi yang paling berisiko terkena karies, dari hasil wawancara didapati 8 dari 10 orang tua memiliki tindakan kurang baik dalam pencegahan karies molar satu rahang bawah permanen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tindakan orang tua dengan terjadinya karies molar satu rahang bawah permanen pada murid SDN 10 Panteriek Kota Banda Aceh. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling sebanyak 84 murid dan orang tua murid. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 22-23 Februari 2024, pengumpulan data diperoleh melalui pemeriksaan karies molar satu rahang bawah permanen pada murid dan wawancara pada orang tua murid dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ada hubungan tindakan orang tua dengan terjadinya karies molar satu rahang bawah permanen dengan nilai p value= 0,002. Kesimpulan penelitian ini menunjukan ada hubungan tindakan orang tua dengan terjadinya karies molar satu rahang bawah permanen pada siswa SDN 10 Panteriek Kota Banda Aceh. Saran peneliti, diharapkan kepada orang tua untuk dapat memberikan tindakan yang baik dalam pemeliharaan gigi dan mulut anak.Kata kunci: Tindakan, Karies molar satu, Murid SDThe molar of one lower jaw is the first permanent tooth to grow at the age of 6 to 7 years and is the tooth most at risk of caries, interviews found 8 out of 10 parents have poor measures in preventing permanent molar caries of one lower jaw. The purpose of this study was to determine the relationship actions of parents towards the occurrence of permanent one-lower jaw molar caries in students of SDN 10 Panteriek Banda Aceh City. This research method is an analytical research with a cross sectional design, sample selection using total sampling technique the research sample was 84 students and parents. This study was conducted on February 22-23, 2024, data collection was obtained through examination of permanent one-lower jaw molar caries in students and interviewing parents using questionnaires. The results of the study contained there is a relationship between parental actions and the occurrence of permanent molar caries of one lower jaw with p value=0,002. The conclusion of this study shows the relationship between parental actions and the occurrence of permanent molar caries of one lower jaw in students of SDN 10 Panteriek Banda Aceh City. The researcher's suggestion is expected to parents to be able to increase action in the maintenance of children's teeth and mouth.Keywords: Action, Permanent first molar, elementary school student
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIACNE EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI CINA (Laucaena glauca (L.) Benth) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus epidermidis Rahmi, Putri; Sari, Febia; Zulaikha, Zulaikha
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.4209

Abstract

Petai cina merupakan sejenis tanaman perdu dari suku Leucaena (polong-polongan) yang sering dimanfaatkan dalam penghijauan. Daun petai cina (Laucaena glauca (L.) Benth) memiliki efektifitas sebagai antiinflamasi pada luka bengkak. Kandungan saponin dalam daun petai cina berperan penting sebagai pembentukan kolagen dalam menyembuhkan luka. Daun petai cina juga telah terbukti memiliki kandungan senyawa fenolik, terpenoid, steroid, tanin dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol dari daun petai cina terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan difusi agar menggunakan kertas cakram dengan beberapa konsentrasi gel ekstrak etanol daun petai cina yaitu F1 (2%), F2 (4%) dan F3 (6%). Verile acne gel sebagai kontrol positif dan Aquadest sebagai kontrol negatif. Diameter zona hambat yang dihasilkan pada pengujian gel ekstrak daun petai cina terhadap Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi F1 (2%) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 6,42 mm, F2 (4%) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 8,91 mm da n F3 (6%) mendapatkan nilai rata-rata sebesar 9,20 mm. Sebagai kesimpulan gel ekstrak etanol daun petai cina memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan kekuatan zona hambat dalam kategori sedang.Kata kunci: Daun petai cina, antibakteri, gel ekstrak etanol, Staphylococcus epidermidisABSTRACTChinese petai is a type of herbaceous plant from the Leucaena tribe (legumes) which is often used in reforestation. Chinese petai leaves (Laucaena glauca (L.) Benth) have an anti-inflammatory effect on swollen wounds. The content of saponins in Chinese petai leaves plays an important role in the formation of collagen in healing wounds. Chinese petai leaves have also been shown to contain phenolic compounds, terpenoids, steroids, tannins and flavonoids. The purpose of this study was to examine the antibacterial activity of the ethanol extract gel from Chinese petai leaves against Staphylococcus epidermidis bacteria. This study used agar diffusion using disc paper with several concentrations of ethanol extract gel of Chinese petai leaves, namely F1 (2%), F2 (4%) and F3 (6%). Verile acne gel as a positive control and Aquadest as a negative control. The diameter of the inhibition zone produced in the test of Chinese petai leaf extract gel against Staphylococcus epidermidis with a concentration of F1 (2%) got an average value of 6.42 mm, F2 (4%) got an average value of 8.91 mm and F3 (6%) got an average value of 9.20 mm. In conclusion, the ethanol extract gel of Chinese petai leaves has activity in inhibiting the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria with the strength of the inhibition zone in the moderate category.Keywords: Chinese petai leaf, antibacterial, ethanol extract gel, Staphylococcus epidermidis
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA DI KAMPUS X ACEH SELATAN Asmidar, Asmidar; Aini, Nur; Nasution, Ramadhani Syafitri; Efendy, Ismail; Fitria, Aida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4410

Abstract

Prevalensi perokok di Indonesia masih tinggi dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tingginya angka prevalensi perokok ini menimbulkan keprihatinan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa seperti iklan rokok, peran orang tua, peran teman dan ketersediaan rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa di kampus X Aceh Selatan. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang berada di campus X Aceh Selatan dengan jumlah sampel sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster proposional sampling. Data diperoleh dengan membagikan kuesioner. Metode analisa secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,4% responden merokok, 55,3% responden terpengaruh iklan rokok, 29,8% responden mudah mengakses tersedian rokok, 47,9% orang tua kurang berperan, dan 60,6% teman berperan untuk mengajak rokok. Hasil uji chi-square menunjukkan ada pengaruh iklan rokok (p-value=0,006), akses ketersediaan rokok (p-value=0,000), peran orang tua (p-value=0,002), dan peran teman (p-value=0,005) terhadap perilaku merokok. Sedangkan hasil uji regresi logistik menunjukkan faktor paling dominan adalah ketersediaan rokok (sig = 0,005, Exp (B) = 5,024). Adanya ketersediaan rokok di lingkungan kampus mempengaruhi perilaku merokok sebesar 5 kali. Diharapkan kepada pihak kampus untuk meningkatkan regulasi terkait penjualan rokok di sekitar lingkungan kampus dan memberikan sanksi kepada mahasiswa yang merokok. Serta kepada responden untuk meningkatkan kesadaran akan pengaruh iklan rokok terhadap perilaku merokok, serta perlu mengembangkan kemampuan untuk menolak tekanan dari teman yang mengajak merokok. Kata Kunci     : Perilaku Merokok, Iklan Rokok, Ketersediaan Rokok, Peran Orang Tua, Peran TemanThe prevalence of smokers in Indonesia is still high and has increased every year. The high prevalence of smokers is a concern because it can hurt public health. Several factors influence smoking behaviour in students, such as cigarette advertising, the role of parents, the role of friends and the availability of cigarettes. This study aims to analyze the factors influencing smoking behaviour in campus X South Aceh students. This type of research is analytical with a cross-sectional design. The population in this study were all students at campus X South Aceh, with a sample size of 94 people. The sampling technique was carried out using cluster proportional sampling. Data were obtained by distributing questionnaires. The analysis methods used were univariate, bivariate using the Chi-Square test, and multivariate using multiple logistic regression tests. The results showed that 40.4% of respondents smoked, 55.3% of respondents were influenced by cigarette advertising, 29.8% of respondents had easy access to the availability of cigarettes, 47.9% of parents played little role, and 60.6% of friends played a role in inviting them to smoke. The results of the chi-square test showed that there was an influence of cigarette advertising (p-value = 0.006), access to cigarette availability (p-value = 0.000), the role of parents (p-value = 0.002), and the role of friends (p-value = 0.005) on smoking behaviour. The results of the logistic regression test showed that the most dominant factor was the availability of cigarettes (sig = 0.005, Exp (B) = 5.024). The availability of cigarettes in the campus environment affects smoking behaviour by five times. It is hoped that the campus will improve regulations related to cigarette sales around the campus environment and impose sanctions on students who smoke. As well as for respondents to increase awareness of the influence of cigarette advertising on smoking behaviour and the need to develop the ability to resist pressure from friends who invite them to smoke.Keywords         : Smoking Behavior, Cigarette Advertising, Cigarette Availability, Parental Role, Friend Role
Formulasi Ekstrak Kulit Buah Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Sebagai Lotion untuk Mencerahkan Kulit Astryna, Syarifah Yanti; Fazira, Cut Intan; Meilina, Rulia; Safitri, Faradilla; Nurhayati, Nurhayati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4200

Abstract

Kulit segar, bersih dan sehat bisa menjadi milik semua orang jika perawatan dilakukan dengan tepat dan teratur, salah cara satu perawatan kulit yaitu dengan menggunakan sediaan lotion. Kulit buah jambu biji mengandung senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menghambat tirosinase yaitu polifenol yang dapat mencerahkan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak kulit jambu biji sebagai lotion dan untuk mengetahui efektivitas pencerah kulit dari ekstrak kulit jambu biji. Penelitian dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol, ekstrak yang diperoleh dibuat formulasi sediaan lotion. Sediaan lotion tersebut dibuat variasi konsentrasi yaitu F1, F2 dan F3, selanjutnya dilakukan beberapa uji, diantaranya ujifitokimia, uji iritasi, uji kesukaan dan uji kecerahan. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan lotion F3 memiliki tingkat kecerahan kulit yang lebih tinggi daripada sediaan pembanding, hal ini disebabkan oleh pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah jambu biji yang mengandung senyawa flavonoid lebih tinggi.. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kulit buah jambu biji dapat diformulasikan dalam bentuk lotion sebagai sediaan pencerah kulit. Formulasi sediaan lotion Ekstrak kulit buah jambu biji memiliki efek untuk mencerahkan.Kata Kunci: Lotion, Kulit buah Jambu biji, Flavonoid, Senyawa pencerah kulitFresh, clean and healthy skin can belong to everyone if care is done properly and regularly, one way to treat skin is by using lotion preparations. Guava skin contains flavonoid compounds which have the ability to inhibit tyrosinase, namely polyphenols which can brighten the skin. The purpose of this study was to formulate guava peel extract as a lotion and to determine the effectiveness of skin lightening from guava peel extract. The research was carried out by maceration using ethanol solvent, the extract obtained was made into a lotion formulation. The lotion preparations were made in various concentrations, namely F1, F2 and F3, then several tests were carried out, including phytochemical tests, irritation tests, preference tests and brightness tests. The results obtained were that the F3 lotion had a higher skin brightness level than the comparison preparation, this was due to the effect of the higher concentration of guava peel extract which contained flavonoid compounds. The conclusion of this study was that guava peel extract can be formulated in the form lotion as a skin lightening preparation. Lotion preparation formulation Guava peel extract has a brightening effect.Keywords: Lotion, Guava Peel, Flavonoid, Skin Lightening Compound
PEMANFAATAN CREAM TANAMAN LOKAL “CENTELLA JANTROPA”UNTUK MEMPERCEPAT PEMULIHAN STRETCH MARK PADA IBU POSTPARTUM Situngkir, Monica; Efitasari, Yuni; Habeahan, Nia; Pardosi, Krisdayanti; Br. Hutahaean, Hanna Novelia R; Nainggolan, Anna Waris
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4294

Abstract

Stretch mark merupakan salah satu ketidaknyamanan dikehamilan yang akan menghilang setelah proses persalinan. Stretch mark juga dikenal dengan sebutan striae gravidarum yaitu perubahan anatomi fisiologi pada kehamilan yang bisa terjadi di daerah perut, payudara dan juga paha. Sering kali juga tanda stretch mark ini dijumpai di daerah areola ataupun vagina yang akan mengalami hiperpigmentasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas pemanfaatan Cream tanaman lokal Centella Jantropa (terbuat dari tanaman daun Pegagan (Centella asiatica) jarak pagar (Jantropa Curcas), dan lidah buaya (Aloe Vera)) untuk mempercepat pemulihan stretch mark pada ibu postpartum di PMB Rosalina S.Keb.,Bd Medan Johor. Desain penelitian ini menggunnakan Quasi Experiment serta rancangan yang digunakan adalah post test only control class yaitu dengan cara membandingkan hasil observasi pada kelompok intervensi (yang diberi centella jantropa) dengan kelompok kontrol (yang tidak ddiberi centella jantropa).Metode penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional, Sampel adalah Ibu post partum yang meimiliki stretch mark di PMB Rosalina Munthe S.Keb.,Bd Medan Johot Tahun 2024 sebanyak 30 Orang. Teknik pengambilan sampel adalah metode non probability sampling yaitu purposive sampling. Instrument dengan kuesioner dan menggunakan analisis bivariate dan univariat .Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa setelah intervensi didapatkan P value  yaitu <0,005 yang artinya α<0,05 hasil menunjukkan ada beda pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah  pemberian cream Centella Jantropa pada ibu postpartum di PMB Rosalina Munthe S.Keb.,Bd Medan Johor. Kesimpulan:Setelah pemberian cream Centella Jantropa pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi ada beda setelah pemberian intervensi.Kata kunci : Stretch mark,postpartum,Centella jantropa.Stretch marks are one of the discomforts in pregnancy that will disappear after the delivery process. Stretch marks are also known as striae gravidarum which is a physiological anatomical change in pregnancy that can occur in the abdomen, breast and thigh area. Often this stretch mark is also found in the areola or vaginal area which will experience hyperpigmentation. The purpose of this study is to analyze the effectiveness of the use of Cream of the local plant Centella Jantropa (made from Pegagan leaf plants (Centella Asiatica), jatropha (Jantropa Curcas), and aloe vera (Aloe Vera)) to accelerate the recovery of stretch marks in postpartum mothers at PKM Rosalina S.Keb., Bd Medan Johor. The design of this study uses a Quasi Experiment and the design used is a post test only control class, which is by comparing the observation results in the intervention group (who were given centella jantropa) with the control group (who were not given centella jantropa). The research method uses an analytical survey method with a cross sectional approach, the sample is 30 postpartum mothers who have stretch marks at PMB Rosalina Munthe S.Keb., Bd Medan Johot in 2024. The sampling technique is a non-probability sampling method, namely purposive sampling. Instruments with questionnaires and using bivariate and univariate analysis. The results of this study were obtained that after the intervention, the P value was obtained which was <0.005 which means α<0.05, the results showed that there was a difference in the control group and the intervention group after the administration of Centella Jantropa cream to postpartum mothers at PMB Rosalina Munthe S.Keb., Bd Medan Johor. Conclusion: After administration of Centella Jantropa cream in the control group and the intervention group there were differences after the administration of the intervention.Keywords: Stretch mark, postpartum, Centella jantropa.                                      Â