cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Hubungan IMT dan Riwayat Keluarga dengan Dismenore Pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2023 Salamah, Salamah; Zaitun, Zaitun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2758

Abstract

Prevalensi dismenore di Aceh cukup besar, penderita dismenore mencapai 50-60%. Angka kejadian dismenore primer berkisar  54,89% sedangkan sisanya 45,11% adalah dismenore sekunder. Penelitian ini bertujuan menegetahui hubungan IMT dan riwayat keluarga dengan kejadian dismenore pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Barat. Penelitian ini bersifat  Analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Barat sebanyak  547, dan berdasarkan perhitungan sampel didapatkan 85 orang. Data di analisis dengan melakukan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan indeks masa tubuh (IMT)  dengan dismenore  p value (0,00), dan tidak ada hubungan riwayat keleuarga dengan dismenore dengan p value (0.52). Diharapkan bagi Tenaga Kesehatan agar lebih meningkatkan perhatian terhadap program kesehatan remaja khususnya tentang dismenore dan cara mengatasinya.Kata Kunci: IMT, Riwayat Keluarga, DismenoreThe prevalence of dysmenorrhea in Aceh is quite large, sufferers of dysmenorrhea reach 50-60%. The incidence of primary dysmenorrhea is around 54.89% while the remaining 45.11% is secondary dysmenorrhea. This study aims to determine the relationship between BMI and family history with the incidence of dysmenorrhea in young women in the working area of the Mutiara Barat Health Center. This research is analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were all adolescents in the working area of Mutiara Barat Community Health Center as many as 547, and based on sample calculations, 85 people were obtained. Data were analyzed by conducting chi-square test. The results showed that there was a relationship between body mass index (BMI) and dysmenorrhea with a p value (0.00), and there was no relationship between family history and dysmenorrhea with a p value (0.52). It is hoped that health workers will pay more attention to adolescent health programs, especially regarding dysmenorrhea and how to overcome it.Keywords: BMI, Family History, Dysmenorrhea
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum Di Klinik Hanna Kasih Medan Tahun 2022 Putri, Sinur Hanna; Nurseptiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2747

Abstract

Masa nifas juga dapat mengalami infeksi, masa nifas masih berperan sebagai penyebab utama kematian ibu terutama di Negara berkembang seperti Indonesia ini, masalah ini terjadi akibat dari pelayanan kebidanan yang masih jauh dari sempurna. Faktor penyebab lain terjadinya infeksi nifas diantaranya, daya tahan tubuh yang kurang, kurang gizi/mal nutrisi, anemia, hygiene yang kurang baik, kelelahan serta perawatan nifas yang kurang baik seperti adanya robekan pada perineum (Kemenkes RI, 2016). Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili populasinya. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 32 responden yang ada di Klinik Hanna Kasih Medan. Adapun alasan pengambilan sampel dengan total sampling dikarenakan jumlah responden tidak mencapai 100 orang. Hasil Pre Test Pengetahuan Mayoritas responden memiliki Pengetahuan mayoritas pengetahuan kurang baik sebanyak 20 responden (62,5%). Ada pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum di Klinik Hanna Kasih Medan Tahun 2022. dengan nilai t = 6,651 artinya 6,651 kali Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audiovisual terhadap pengetahuan ibu. Disarankan kepada rumah bersalin agar dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk menambah pengetahuan dalam menerapkan pengetahuan tentang kesehatan perawatan luka perineumKata Kunci    : Media Audiovisual, Pengetahuan, Ibu Nifas The postpartum period can also experience infection, the postpartum period still plays a role as the main cause of maternal death, especially in developing countries like Indonesia, this problem occurs as a result of midwifery services which are still far from perfect. Other causes of puerperal infection include poor immune system, malnutrition/malnutrition, anemia, poor hygiene, fatigue and poor postpartum care such as tears in the perineum (Ministry of Health RI, 2016). The sample is part of the population that is considered representative of the population. The sample in this study used a total sampling of 32 respondents at the Hanna Kasih Clinic in Medan. The reason for taking samples with total sampling is because the number of respondents does not reach 100 people. The results of the Knowledge Pre Test The majority of respondents had poor knowledge of the majority of knowledge as many as 20 respondents (62.5%). There is an effect of Health Education Through Audiovisual Media on the Knowledge of Postpartum Mothers About Perineal Wound Care at the Hanna Kasih Clinic in Medan in 2022. with a t value = 6.651, it means 6.651 times. The effect of Health Education through Audiovisual Media on mother's knowledge. It is suggested to the maternity hospital that it can be used as input material to increase knowledge in applying knowledge about health care for perineal wounds.Keywords: Audiovisual Media, Knowledge, Postpartum Mother  
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Baby Blues Pada Ibu Postpartum di Puskemultiparas Batahan Mandailing Natal Tahun 2022 Simanjuntak, Sartika Fitri; Nurseptiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2748

Abstract

Baby blues sering juga disebut Maternity Blues dimengerti sebagai salah satu sindrom gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ketiga sampai kelima dan menyerang dalam waktu 14 hari terhitung setelah persalinan (Marmi, 2017). Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional untuk mengidentifikasi atau menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Baby Blues pada ibu postpartum. Populasi pada penelitian ini adalah mencakup seluruh wanita usia subur periode Maret sampai Agustus 2022. Jumlah sampel yang akan di teliti sebanyak 56 responden. Analisis univariat menunjukkan ada hubungan umur dengan Terjadinya Baby Blues Pada Ibu Postpartum Berdasarkan hasil analisis uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,001 < α 0,05, Ada hubungan Paritas diperoleh nilai p-value = 0,002 < α 0,05. Ada hubungan Status Perkawinan dengan nilai p-value = 0,017 < α 0,05, Ada hubungan Kesiapan Ibu dengan Terjadinya Baby Blues Pada Ibu Postpartum diperoleh nilai p-value = 0,003 < α 0,05. Kesimpulan Ada hubungan Paritas Ada hubungan Terjadinya Baby Blues Pada Ibu Postpartum, Ada hubungan Kesiapan Ibu dengan Terjadinya Baby Blues Pada Ibu Postpartum. Disarankan Diharapkan Menambahkan topik umum diskusi yang sudah ada di dalam kegiatan kelompok pendukung ibu mengenai masalah psikologis seperti baby blues karena ibu yang mengalami baby blues akan mempengaruhi derajat kesehatan ibu dan bayinya.Kata Kunci : Terjadinya Baby Blues, Ibu PostpartumBaby blues, often also called Maternity Blues, is understood as one of the mild effect disorder syndromes that often appears in the first week after delivery and peaks on the third to fifth day and attacks within 14 days after delivery (Marmi, 2017). This research is a research that uses quantitative research methods with a descriptive correlation research design with a cross sectional approach to identify or analyze the factors that influence the occurrence of Baby Blues in postpartum mothers. The population in this study includes all women of childbearing age from March to August 2022. The number of samples to be examined is 77 respondents. Univariate analysis showed that there was a relationship between age and the occurrence of baby blues in postpartum mothers. Based on the results of the Chi-Square statistical test analysis, it was obtained p-value = 0.001 <α 0.05, there was a parity relationship with p-value = 0.002 <α 0.05. There is a relationship between marital status and p-value = 0.017 < α 0.05. There is a relationship between mother's readiness and the occurrence of baby blues in postpartum mothers, p-value = 0.003 < α 0.05. Conclusion There is a relationship between parity and the occurrence of baby blues in postpartum mothers, there is a relationship between maternal readiness and the occurrence of baby blues in postpartum mothers. Suggested Expectedly Adding general topics of discussion that already exist in mother support group activities regarding psychological problems such as baby blues because mothers who experience baby blues will affect the health status of the mother and her babyKeywords: Baby Blue Occurrence, Postpartum Mothers
Dukungan Suami Terhadap Pemilihan Kontrasepsi Implan Pada WUS di Wilayah Kerja Puskesmas Lipat Kajang 2022 Nurseptiana, Eva; Lestari, Uci
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2749

Abstract

Dalam rangka mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, pemerintah menetapkan kebijakan keluarga berencana melalui penyelenggaraan program keluarga berencana. Menurut Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, yang dimaksud dengan Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas (UUD, 2009). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik yang bertujuan untuk menentukan suatu hubungan antara faktor resiko dan penyakit. Populasi pada penelitian ini adalah mencakup seluruh wanita usia subur periode Maret sampai Agustus 2022. Jumlah sampel yang akan di teliti sebanyak 56 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat. Analisis univariat menunjukkan pada dimensi Pengetahuan, Dukungan Suami. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan dari dimensi Pengetahuan (0,004<0,05), Dukungan Suami (0,001<0,05.  Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan metode kontrasepsi dan Ada hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan metode kontrasepsi. Disarankan Diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian ini seperti menggunakan metode Mengkaji lebih dalam Pengetahuan dengan Sikap Ibu PUS Tentang Pemakaian Alat Kontrasepsi Implan.Kata Kunci : Dukungan Suami, Kontrasepsi ImplanIn order to create a balanced growing population and quality families, the government establishes a family planning policy through the implementation of a family planning program. According to Law Number 52 of 2009 concerning population development and family development, what is meant by Family Planning (KB) is an effort to regulate the birth of children, the ideal spacing and age of delivery, regulate pregnancy through promotion, protection and assistance in accordance with reproductive rights to create a family quality (UUD, 2009). The research design used in this study was an analytic survey. The research design was cross-sectional with the aim of determining a relationship between risk factors and disease. In a cross-sectional study. The population in this study includes all women of childbearing age from March to August 2022. The number of samples to be examined is 56 people. Data analysis was performed with univariate, bivariate analysis. Univariate analysis shows on the dimensions of Knowledge, Husband's Support. The bivariate test shows that there is a significant relationship between the dimensions of Knowledge (0.004<0.05), Husband's Support (0.001<0.05). Conclusion There is a relationship between knowledge and the choice of contraceptive method and There is a relationship between husband's support and the choice of contraceptive method. It is suggested that future researchers can develop this research using the method of examining more deeply the knowledge and attitudes of PUS mothers about the use of implanted contraceptive devices. Keywords: Husband's Support, Implant Contraception
Pengaruh Cuci Tangan Pakai Sabun Terhadap Efektifitas Pencegahan COVID-19 Pada Lansia Di Kecamatan Kluet Timur Shalihat, Putri; Fuadi, Fuadi; Cahyadi, Edy
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2783

Abstract

COVID-19 menjadi penyakit menular yang akhir - akhir ini menjadi perhatian dunia internasional, bukan saja dari penyebarannya yang sangat cepat tetapi juga karena dampak dari virus corona tersebut bagi penderita yang terdampak, bahkan bisa mengakibatkan kepada kehilangan nyawa. Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman. Mencuci tangan dengan sabun (CTPS) dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Metode penelitian ini adalah Cross Sectional. Berdasarkan hasil penelitian, didapatlan sebagian besar masyarakat memiliki kepatuhan yang baik dalam pencegahan CoVID 19 (95,6%). Berdasarkan anilisis bivariate menggunakan Chi-Square, yaitu melihat hubungan antara variabel pengetahuan, fasilitas, dan sikap terhadap kepatuhan dalam mencegah COVID-19 diperoleh hasil bahwa variabel pengetahuan memiliki p- value = 0,00, Fasilitas memiliki p-value = 0,018, dan Sikap memiliki p- value = 0,00. Sehingga disimpulkan bahwa variabel pengetahuan, fasilitas, dan Sikap memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepatuhan dalam pencegahan COVID-19.Kata Kunci   : COVID-19, CTPS, Chi-Square, Pengetahuan, Fasilitas, SikapCOVID-19 has become an infectious disease that has recently received international attention, not only because of its very fast spread but also because of the impact of the corona virus on affected sufferers, it can even result in loss of life. Washing hands with soap is one of the sanitation measures by cleaning hands and fingers using water and soap by humans to be clean and break the chain of germs. Washing hands with soap (CTPS) is also known as an effort to prevent disease. This research method is Cross Sectional. Based on the results of the study, it was found that most of the people had good adherence to the prevention of CoVID 19 (95,6%). Based on bivariate analysis using Chi-Square, which is looking at the relationship between the variables of knowledge, facilities, and attitudes towards compliance in preventing COVID-19, the results show that the knowledge variable has a p-value = 0.00, Facilities have a p-value = 0.018, and Attitudes has p-value = 0.00. So it was concluded that the variables of knowledge, facilities, and attitudes had a significant relationship to compliance in the prevention of COVID-19.Keywords: COVID-19, CTPS, Chi-Square, Knowledge, Facilities, Attitude
Analisis Faktor Resiko Kelelahan Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Umum Sinar Husni Tahun 2021 Sasmita, Maya; Asriwati, Asriwati; Daryanto, Eka
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2825

Abstract

Kelelahan kerja termasuk suatu kelompok gejala yang berhubungan dengan adanya penurunan efisiensi kerja, keterampilan serta peningkatan kecemasan atau kebosanan. Kelelahan kerja ditandai oleh adanya perasaan lelah, output menurun, dan kondisi fisiologis yang dihasilkan dari aktivitas yang berlebihan.Kelelahan akibat kerja juga sering kali diartikan sebagai menurunnya performa kerja dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan yang harus dilakukan. Penelitian ini telah dilakukan pada perawat yang bekrja di rumah sakit umum sinar husni tahun 2021 untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, shift kerja dan beban kerja dengan kelalahan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Deskriptif dengan pendekatan desain cross sectional untuk menganalisis hubungan antara variabel bebas (independent variabel), Populasi dalam penelitian  ini adalah seluruh perawat di RSU Sinar Husni Tahun 2021 Medan sebanyak 67 karyawan. Metode pengambilan Sampel yang digunakan dalam penelitain ini yaitu Total sampling.  Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 perawat di RSU Sinar Husni. Kelelahan pekerja diukur dengan menggunakan. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p value sebesar 0.002 antara faktor umur dengan kelelahan, nilai p value sebesar 0.007 antara faktor jenis kelamin dengan kelelahan , nilai p value sebesar 0.128 antara faktor status gizi (IMT) dengan kelelahan, nilai p value sebesar 0.022 antara faktor masa kerja dengan kelelahan, nilai p value sebesar 0.019 antara faktor shift kerja dengan kelelahan, dan nilai p value sebesar 0.000 antara faktor beban kerja dengan kelelahan. Dimana p< 0.05 yang berarti adanya hubungan yang bermakna antara usia, jenis kelamin, masa kerja shift kerja dan beban kerja dengan kelelahan. Sementara status gizi tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kelelahan. Disarankan agar perawat sering berolahraga dan minum vitamin yang dapat meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh, mengupgrade ilmu pengetahuan dengan mengikuti seminar yang dimadakan didalam maupun diluar rumah sakit, untuk pihak rumah sakit untuk dapat mengurangi jam kerja shift malam dan memperpanjang shift pagi dan mengupgrade alat – alat rumah sakit dengan yang lebih baik dan efektif sehingga dapat mengurahi beban kerja pada perawat. Kata kunci : Faktor Resiko, Usia, Jenis Kelamin, Status Gizi, Masa Kerja, Shift Kerja, Bebankerja, Kelelahan KerjaWork fatigue is a group of symptoms associated with decreased work efficiency, skills and increased anxiety or boredom. Work fatigue is characterized by feelings of tiredness, decreased output, and physiological conditions resulting from excessive activity. Work-related fatigue is also often interpreted as decreased work performance and reduced physical strength or endurance to continue what must be done. This research was conducted on nurses working at Sinar Husni General Hospital in 2021 to find out the relationship between age, gender, nutritional status, length of service, work shifts and workload with work fatigue. This type of research is a descriptive quantitative study with a cross-sectional design approach to analyze the relationship between the independent variables. The population in this study were all nurses at Sinar Husni Hospital in 2021 Medan, with a total of 67 employees. The sampling method used in this research is total sampling. Thus the number of samples in this study were 67 nurses at Sinar Husni General Hospital. Worker fatigue is measured using. The results of the chi square test showed a p value of 0.002 between age and fatigue, a p value of 0.007 between sex and fatigue, a p value of 0.128 between nutritional status (BMI) and fatigue, a p value of 0.022 between factors work period and fatigue, the p value is 0.019 between the work shift factor and fatigue, and the p value is 0.000 between the workload factor and fatigue. Where p < 0.05 which means there is a significant relationship between age, gender, shift work period and workload and fatigue. While nutritional status does not have a significant relationship with fatigue. It is recommended that nurses often exercise and take vitamins that can increase stamina and endurance, upgrade knowledge by attending seminars held inside and outside the hospital, for the hospital to be able to reduce working hours for the night shift and extend the morning shift and upgrade equipment - hospital tools with better and more effective so as to reduce the workload on nurses.Keywords: Risk Factors, Age, Gender, Nutritional Status, Years Of Service, Work Shifts, Workload,  Work Fatigue. 
Faktor Risiko Kejadian Tb Paru pada Keluarga yang Tinggal Serumah di Wilayah Puskesmas Kederasan Panjang Kabupaten Merangin Kholisah, Lilis; Novita, Tiara Rizky
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2807

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakiat yang menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobakterium Tuberculosis), sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Kasus TB di Puskesmas Kederasan Panjang pada tahun 2014 sebanyak 81 orang, sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 104 orang, dan terjadi peningkatan pada tahun 2016 sebanyak 122 orang. Tujuan Penelitian: ini adalah untuk mengetahui faktor risiko (pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, kebiasaaan merokok, sikap dan lingkungan) dengan kejadian TB paru pada yang keluarga yang tinggal serumah. Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain case control. Populasi 122 orang menderita TB pada keluarga yang tinggal serumah. Sampel dalam penelitian ini terdiri kontol dan kasus, sampel kasus 68 orang dan kontrol 68 orang dengan teknik accidental sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukan faktor risiko kejadian Tuberkulosis adalah pengetahuan (OR=4,696), tindakan (OR=3,267), sikap (OR=3,833), riwayat merokok (OR= 6,651), ventilasi (OR=3,833), kelembaban (OR=3,587), suhu (OR=3,833), jenis lantai (OR=3,596), kepadatan hunian (OR=3,010). Kesimpulan: bahwa ada hubungan antara pengetahuan, tindakan, sikap, merokok, ventilasi, kelembaban, suhu, jenis lantai, kepadatan hunian dengan kejadian Tuberkulosis pada keluarga yang tinggal serumah di wilayah puskesmas kederasan panjang tahun 2017. Disarankan kepada petugas puskesmas tersebut agar meningkatkan pengetahuan masyarakat penderita TB maupun tidak TB melalui promosi kesehatan yaitu penyuluhan tentang TB, untuk meningkatkan pengetahun penderita sehingga dapat menurunkan dan mencegah terjadinya penyakit TB.Kata Kunci : : Pengetahuan, Tindakan, Sikap, Lingkungan. TB paruBackground :Tuberculosis (TB) is a contagious penyakiat directly caused by germs TB (Tuberculosis Mycobakterium), most of the TB germs attack the lungs, but can also on other organs. TB cases in Puskesmas Kederasan Long in 2014 as many as 81 people, while in 2015 as many as 104 people, and an increase in 2016 as many as 122 people. Objective: of this study was to identify risk factors (employment, education, knowledge, smoking habits, attitudes and environment) with the incidence of pulmonary tuberculosis in the family who live at home. This type of research is an observational analytic study with case control design. The population of 122 people suffer from TB in families who live at home. Method: this study consist of dick and case, case sample 68 people and control 68 people with accidental sampling technique. The statistical test used is Chi-Square test. Results: bivariate analysis using chi square test shows the risk factors of tuberculosis is knowledge (OR = 4.696), action (OR = 3.267), attitude (OR = 3.833), history of smoking (OR = 6.651), ventilation (OR = 3.833), humidity (OR = 3.587), temperature (OR = 3.833), the type of floor (OR = 3.596), population density (OR = 3.010). concluded that there is a relationship between knowledge, actions, attitudes, smoke, Conclusion:, humidity, temperature, type of flooring, residential density with the incidence of tuberculosis in the family who live in the area long kederasan health centers in 2017. Suggested to the officer of the health centers in order to increase public knowledge of TB or not TB patients through health promotion is education about TB, to improve patient knowledge so as to reduce and prevent TB disease.Keywords: Awareness, Action, Attitude, Environment. pulmonary tuberculosis
Efektivitas Teknik Distraksi dan Relaksasi Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi di Ruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli Hijriana, Isni; Yusnita, Yusnita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2797

Abstract

Tindakan operasi menyebabkan terjadinya perubahan kontinuitas jaringan tubuh. Nyeri yang timbul pasca operasi merupakan kejadian yang menekan atau stress dan dapat mengubah gaya hidup dan kesejahteraan psikologis individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik distraksi dan relaksasi terhadap tingkat nyeri pasien post operasi di Ruang Inap Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, pre experimental design, mengunakan One-grup pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post operasi di Ruang Inap Bedah. pengambilan sampel dilakukan teknik porpusive sampling sebanyak 15 orang. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan 01 s/d 19 Juli 2022. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rata-rata nyeri pasien post operasi sebelum di lakukan teknik distraksi dan relaksasi adalah 6,73 dan standar deviasi 1,163. Rata-rata nyeri pasien post operasi sesudah di lakukan teknik distraksi dan relaksasi adalah 5,67 dan standar deviasi 0,900. Ada efektivitas teknik distraksi dan relaksasi terhadap tingkat nyeri pasien post operasi di Ruang Inap Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli nilai kemaknaan ρ= 0,000 dimana ρ < 0,05. Penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan oleh pihak manajemen Rumah sakit untuk membuatkan panduan/standar prosedur operasional termasuk peraturan untuk menjaga ketenangan selama pasien dilakukan kombinasi distraksi. Kata kunci :, nyeri, relaksasi, teknik distraksiThe operation causes a change in the continuity of the body's tissues. Pain that arises after surgery is a pressing or stressful event and can change the lifestyle and psychological well-being of individuals. The purpose of this study was to determine the effectiveness of distraction and relaxation techniques on the pain level of postoperative patients in the Surgical Inpatient Room of the Tgk Chik Ditiro Sigli Regional General Hospital. This type of research is quantitative research, pre-experimental design, using the One-group pretest posttest design. The population in this study were all postoperative. Sampling was carried out by porpusive sampling technique as many as 15 people. This research was conducted from 01 to 19 July 2022. The results of the research that had been conducted showed that the average postoperative patient pain before distraction and relaxation techniques were performed was 6.73 and a standard deviation of 1.163. The average postoperative patient pain after distraction and relaxation techniques was 5.67 and a standard deviation of 0.900. There is the effectiveness of distraction and relaxation techniques on the pain level of postoperative patients in the Surgical Inpatient Room of the Tgk Chik Ditiro Sigli Regional General Hospital, a significance value of ρ = 0.000 where ρ <0.05. It is hoped that this research will be taken into consideration by the hospital management to develop guidelines/standard operating procedures including regulations to maintain calm while the patient is doing a combination of distraction and relaxation techniques. Keywords: Distraction, Pain, Relaxation 
Determinan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh Safitri, Faradilla; Andika, Fauziah; Savia, Novita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2788

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak, yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Penyakit yang menjadi penyebab kematian utama diseluruh dunia. Berdasarkan data Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh didapatkan hasil bahwa tahun 2020, jumlah balita yang mengalami ISPA sebanyak 631 orang, tahun 2021 sebanyak 702 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan status gizi, status imunisasi, pengetahuan ibu dan keberadaan perokok dengan kejadian ISPA pada balita di Poliklinik Biddokkes Polda Aceh. Metode penelitian berjenis analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi penelitian diperoleh pada saat pengumpulan data penelitian sebanyak 63 orang dan pengambilan sampel secara total populasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. tanggal 21 November sampai 21 Desember 2022 di Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariat. Hasil penelitian diperoleh dari 63 responden yang mengalami ISPA sebanyak 50 (diperoleh variabel status gizi (p-value = 0.675), status imunisasi (p-value = 0.001pengetahuan ibu (p-value = 0.121), keberadaan perokok (p-value = 0.003). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara status imunisasi dan keberadaan perokok dengan kejadian ISPA pada balita, sedangkan status gizi dan pengetahuan ibu tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Poliknikik Biddokes Polda Aceh. Saran bagi petugas kesehatan dapat memberikan penanganan secara tepat bagi balita yang mengalami ISPA dan memberikan edukasi kepada seluruh keluarga yang memiliki balita yang berkunjung ke poliklinik Biddokes Polda Aceh tentang ISPA pada balita.Kata Kunci : ISPA, status gizi, status imunisasi, pengetahuan, keberadaan perokokAcute Respiratory Infection (ARI) is a disease that often affects children, caused by viruses or bacteria. Diseases that are the leading cause of death worldwide. Based on data from the Aceh Police Medical and Health Sector Polyclinic, it was found that in 2020, the number of children under five who had ARI was 631 people, in 2021 there were 702 cases. The purpose of this study was to determine the determinants of nutritional status, immunization status, mother's knowledge and the presence of smokers with the incidence of ARI in children under five at the Biddokkes Polyclinic of the Aceh Police. The research method is analytic type with a cross sectional approach, the research population was obtained at the time of collecting research data as many as 63 people and taking the sample as a total population. The research instrument used a questionnaire. Nov 21 to Des 21 2022 at the Aceh Police's Medical and Health Sector Polyclinic. Data processing is done by editing, coding, data entry, tabulating, and univariate bivariate data analysis. The results of the study were obtained from 63 respondents who experienced ARI as many as 50 (obtained variable nutritional status (p-value = 0.675), immunization status (p-value = 0.001 maternal knowledge (p-value = 0.121), presence of smokers (p-value = 0.003 The conclusion of this study is that there is a significant relationship between immunization status and the presence of smokers with the incidence of ARI in infants, while nutritional status and mother's knowledge are not related to the incidence of ARI in children under five at the Poliknikik Biddokes Polda Aceh. toddlers who experience ARI and provide education to all families who have toddlers who visit the Aceh Regional Police Biddokes polyclinic about ARI in toddlers.Keywords: ARI, nutritional status, immunization status, knowledge, presence of smokers
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum di Rumah Sakit Nurul Hasanah Aceh Tenggara 2023 Lestari, Uci; Nurseptiana, Eva
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2821

Abstract

Masa nifas juga dapat mengalami infeksi, masa nifas masih berperan sebagai penyebab utama kematian ibu terutama di Negara berkembang seperti Indonesia ini, masalah ini terjadi akibat dari pelayanan kebidanan yang masih jauh dari sempurna. Faktor penyebab lain terjadinya infeksi nifas diantaranya, daya tahan tubuh yang kurang, kurang gizi/mal nutrisi, anemia, hygiene yang kurang baik, kelelahan serta perawatan nifas yang kurang baik seperti adanya robekan pada perineum (Kemenkes RI, 2016). Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap mewakili populasinya. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 62 responden yang ada di Rumah Sakit Nurul Hasanah 2023. pengambilan sampel dengan total sampling pelaksanaan dibulan Desember sampai dengan April 2023. Hasil Pre Test Pengetahuan Mayoritas responden memiliki Pengetahuan mayoritas pengetahuan kurang baik sebanyak 34 responden (54,8%). Ada pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum di Rumah Sakit Nurul Hasanah 2023. dengan nilai t = 6,681 artinya 6,681 kali Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audiovisual terhadap pengetahuan ibu. Disarankan kepada rumah bersalin agar dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk menambah pengetahuan dalam menerapkan pengetahuan tentang kesehatan perawatan luka perineum.Kata Kunci : Media Audiovisual, Pengetahuan, Ibu NifasThe postpartum period can also experience infection, the postpartum period still plays a role as the main cause of maternal death, especially in developing countries like Indonesia, this problem occurs as a result of midwifery services which are still far from perfect. Other contributing factors to puerperal infection include poor immune system, malnutrition/malnutrition, anemia, poor hygiene, fatigue and poor postpartum care such as tears in the perineum (Ministry of Health RI, 2016). The sample is part of the population that is considered representative of the population. The sample in this study used total sampling, namely 62 respondents at Nurul Hasanah Hospital 2023. Sampling was taken with total sampling from December to April 2023. Knowledge Pre Test Results The majority of respondents had poor knowledge of the majority of knowledge as many as 34 respondents (54.8%). There is an effect of Health Education Through Audiovisual Media on Postpartum Mother's Knowledge About Perineal Wound Care at Nurul Hasanah Hospital 2023. with t = 6.681, it means 6.681 times. Effect of Health Education Through Audiovisual Media on mother's knowledge. It is suggested to the maternity hospital that it can be used as input material to increase knowledge in applying knowledge about health care for perineal wound.Keywords: Audiovisual Media, Knowledge, Postpartum Mother

Page 71 of 123 | Total Record : 1226