cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
“New Normal” Bukan Berarti Sudah Normal Studi Kualitatif pada Ibu Rumah Tangga di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2022 Fakhruddin, Fakhruddin; Myrnawati, Myrnawati; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Hidayat, Wisnu
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2794

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali secara lebih dalam semua hal yang terkait dengan ‘Adanya persepsi yang salah mengenai Perilaku “New  Normal”ibu rumah tangga di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil’. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data penelitian dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama yaitu ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil dan informan pendukung adalah staff Puskesmas,dan  aparat/kepala desa setempat. Metode pengumpulan data dengan tekhnik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen, serta analisa data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yakni dengan reduksi data, penyajian data  dan penarikan kesimpulan . Hasil wawancara mendalam dan observasi terhadap informan utama dan pendukung sesuai dengan subfokus penelitian ini ternyata Dalam memahami konsep “New Normal” , ada kesalahan persepsi tentang perilaku “New Normal”  itu sendiri, hal ini terjadi karena tidak tersampaikannya informasi yang akurat tentang bagaimana perilaku “New Normal” . Hal ini mengakibatkan, ibu rumah tangga di Desa Sukarejo Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil beranggapan bahwa “New Normal”  adalah kembali pada situasi normal, sama seperti sebelum ada pandemic Covid-19. Usaha meluruskan pemahaman tentang “New Normal”  sudah dilakukan oleh pemerintahan desa, puskesmas juga kader kesehatan yang ada di Desa Sukarejo. Selain itu, selama pandemi virus Covid-19, kita diwajibkan menerapkan kebiasaan baik selama di rumah maupun selama beraktivitas di luar rumah, seperti, memakai masker, mencuci tangan, dilarang berkerumun dan menerapkan social distance (Jaga jarak) manimal 1,5 meter, hingga menjaga pola gaya hidup dan di prioritaskan selama memasuki fase “New Normal”Kata Kunci: New Normal, Covid -19, Ibu Rumah tanggaThe purpose of this research is to explorein more detail on all matters related to 'There is a misperception of “New Normal” Behavior”housewife atSukarejo Village, Simpang Kanan District, Aceh Singkil Regency.This type of research is a qualitative research. Collecting research data by in-depth interviews and observations of the main informants, namely housewives who live in Sukarejo Village, Simpang Kanan District, Aceh Singkil Regency and supporting informants are Puskesmas staff, and local village officials/heads. The results of in-depth interviews and observations of the main and supporting informants in accordance with the sub-focus of this study turned out to beIn understanding the concept of "New Normal", there is a misperception about the behavior of the "New Normal" itself, this happens because accurate information is not conveyed about how the behavior of "New Normal" is. As a result, housewives in Sukarejo Village, Simpang Kanan District, Aceh Singkil Regency assume that "New Normal" is a return to normal situations, the same as before the Covid-19pandemic. Efforts to straighten out the understanding of the "New Normal" have been carried out by the village government, puskesmas as well as health cadres in Sukarejo Village. In addition, during the COVID-19virus pandemic, we are required to apply good habits both at home and during activities outside the home, such as wearing masks, washing hands, prohibited from gathering and implementing a social distance of at least 1.5 meters.Keywords: New Normal, Covid -19, Housewife
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Chaizuran, Meutia; Hernita, Hernita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2785

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI adalah penggunaan kontrasepsi hormonal yang mengandung hormon estrogen dan progesteron selama menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan produksi ASI pada ibu menyusui di desa Alue Igeuh Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen. Desain penelitian bersifat deskriptif koleratif dengan pendekatan cross sectional study dan menggunakan tehnik total populasi sebanyak 33 responden. Hasil analisa uji chi-square menunjukkan bahwa nilai p value 0,042 < 0,05 yang artinya ada hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan produksi ASI pada ibu menyusui di desa Alue Igeuh Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen. Peneliti mengharapkan kepada pihak pelayanan kesehatan memberikan informasi kepada setiap wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi khususnya bagi wanita yang sedang menyusui mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis kontrasepsi yang akan digunakan, serta efek terhadap produksi ASI.Kata Kunci: Kontrasepsi, Produksi ASI, Ibu MenyusuiOne of the factors that affect breast milk production is using hormonal contraceptives that containing estrogen and progesterone hormone during breastfeeding. This study aims to determine the relationship between the use of hormonal contraception and milk production in breastfeeding mothers in the village of Alue Igeuh, Pandrah District, Bireuen Regency. This study using cross sectional study approach with 33 respondents. Chi-square test analysis showed p value < 0.002 < 0.05, means there is a significant relation between using of hormonal contraception and milk production in breastfeeding mothers in Alue Igeuh Village, Pandrah District, Bireuen Regency. Researchers hope health provider will provide information to woman who wants to use contraception, especially for breastfeeding mother, regarding the advantages and disadvantages of each type of contraception to be used, as well as the effect on breastmilk production.Keywords: Contraception, Breastmilk production, Breasfeeding mother
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Terhadap Tubuh Bayi Sesudah 2 Jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan Tahun 2021 Sari, Novita; Suroyo, Razia Begum; Harahap, Fatma Sylvana Dewi; Asriwati, Asriwati; Nasution, Ramadhani Syafitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2827

Abstract

Bayi Baru Lahir (BBL) harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Salah satu adaptasi BBL normal adalah mengatur suhu tubuh walaupun BBL sangat rentan untuk mengalami hipotermi, yanag menjadi penyebab yang sangat serius terhadap kesakitan dan kematian BBL. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Tubuh Bayi Sesudah 2 jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien bayi baru lahir di Rumah Sakit Columbia Asia Medan sebanyak 185 orang pada kurun waktu februari sampai dengan april 2021. Jumlah sampel yang akan di teliti adalah 65 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian uji chi square menunjukkan bahwa variabel proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score  nilai p-value = 0,000 < α 0,05, artinya ada pengaruh antara proses persalinan , terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum, dari hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel metode skin to skin. Kesimpulan ada pengaruh antara proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. sedangkan analisa multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor yang paling dominan adalah variabel metode skin to skin terhadap terhadap perubahan temperatur tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. Disarankan kepada pihak rumah sakit agar dapat meningkatkan kompetensi metode skin to skin kepada perawat atau bidan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan cara mengadakan pelatihan dan workshop baik internal maupun eksternal, juga Rumah sakit Columbia Asia medan harus mendukung metode skin to skin dari segi kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan metode skin to skin.Kata Kunci : Bayi baru lahir, proses persalinan, metode skin to skinNewborns must adjust from intrauterine life to extrauterine life. One of the adaptations of normal newborns is to regulate body temperature even though they are very susceptible to hypothermia, which is a very serious cause of morbidity and mortality in newborn babies. The purpose of the study was to determine the Factors Affecting Changes in Infant Body Temperature After 2 hours Post Partum at Columbia Asia Hospital Medan in 2021. The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all newborn patients at Columbia Asia Hospital Medan as many as 185 people from February to April 2021. The number of samples to be studied was 65 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the chi square test showed that the variables of the labor process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score p value -value = 0.000 < 0.05, meaning that there is an influence between the labor process and changes in the baby's body temperature after 2 hours post-pastum, from the results of multivariate analysis, the most influential variable in this study is the skin-to-skin method variable. The conclusion is that there is an influence between the delivery process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score on changes in the baby's body temperature after birth. 2 hours post pastum. while the multivariate analysis showed that the most dominant factor was the skin to skin method variable on changes in the baby's body temperature after 2 hours post-paste. It is recommended to the hospital to be able to improve the competence of the skin to skin method for nurses or midwives at Columbia Asia Hospital Medan by conducting training and workshops both internally and externally, also Columbia Asia Medan Hospital must support the skin to skin method in terms of completeness of facilities. and infrastructure that supports the service of the skin to skin method.Keywords : Newborn, delivery process, skin to skin method
Gambaran Faktor-faktor Psikologis yang Mempengaruhi Karyawati Suzuya Mall Banda Aceh Usia Dewasa Madya Hidup Melajang Syahputra, Andi; Eliza, Nur
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2809

Abstract

Dasarnya kehidupan melajang bisa merupakan suatu pilihan hidup ataupun suatu keterpaksaan akibat belum adanya pasangan yang sesuai. Kehidupan melajang yang dialami ini memiliki kendala masing-masing dari responden sehingga belum melangsungkan ke jenjang pernikahan.Semua orang menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, kebahagiaan itu sendiri dapat dicapai dengan terpenuhinya kebutuhan hidup dan ada banyak cara yang ditempuh oleh masing-masing individu.fenomena yang terjadi  saat ini adalah individu yang masih belum menikah atau berstatus lajang hingga usianya memasuki masa dewasa madya, bagi karyawati lajang memilih hidup untuk meniti karir selain tuntutan ekonomi juga dikarenakan belum menemukan pasangan hidup. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif  dengan metode deskriptif.  Penelitian ini cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling,  yang artinya teknik ini digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu “. Penelitian ini dilakukan di Suzuya Mall Kota Banda Aceh dengan jumlah responden sebanyak lima (5) orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara umum terdapat empat tema yang ditemukan mengenai pilihan hidup melajang pada subjek penelitian, yaitu : (1) keterbatasan ekonomi, (2). Tidak memperoleh jodoh, (3).ingin menjalani hidup secara bebas, (4). Fokus pada pekerjaan. Penelitian ini memberikan kesempatan bagi para responden untuk lebih terbuka mengenai hidupnya.Kata Kunci  : Faktor-Faktor Psikologis, Wanita Dewasa Madya, Wanita Hidup MelajangBasically single life can be a life choice or a compulsion due to the absence of a suitable partner. The single life experienced by each respondent has its own obstacles so that they have not yet entered into marriage. Everyone wants happiness in their life, happiness itself can be achieved by fulfilling the needs of life and there are many ways that are taken by each individual. Currently are individuals who are still unmarried or single until they enter middle adulthood, for single female employees choose life to pursue a career in addition to economic demands also because they have not found a life partner. The approach in this study uses a qualitative approach with a descriptive method. This research uses purposive sampling, which means that this technique is used to achieve certain goals. This research was conducted at Suzuya Mall Banda Aceh City with the number of respondent as many as five (5) people. Based on the results of the study, it can be concluded that in general there are four themes found regarding the choice of single life in the research subjects, namely: (1) economic limitations, (2). Not getting a mate, (3) wanting to live life freely, (4). Focus on work. This study provides an opportunity for respondents to be more open about their lives.Keywords: Psychological Factors, Middle Adult Women, Single Women
Faktor Keluarga Ibu Terhadap Rerata Berat Bayi Lahir Berdasarkan Karakteristik Rumah Tangga di Indonesia (Analisis Data Ifls 5) Putra, Onetusfifsi; Rimonda, Rubi; Fadillah, Mardi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Siahaan, Perry Boy Chandra; Saputra, Firman Firdauz; Paradhiba, Meutia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2800

Abstract

Salah satu indeks yang dapat menggambarkan maternal (ibu), kematian bayi dan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat adalah Berat Bayi Lahir. Pada tahun 2013 UNICEF angka BBLR di Indonesia mencapai angka 10,2 persen. Penelitian ini bertujuan untuk efek interaksi antara karakteristik rumah tangga dengan lingkungan terhadap rata-rata berat bayi lahir di Indonesia. Sebuah study srossectional dilakukan dengan melakukan analisis data survei dari IFLS 5 di Indoensia. Variabel yang diukur adalah berat bayi lahir, kemiskinan, sanitasi, pekerjaan, dan pendidikan. Data di analisis secara univariat dan multivariat dengan regresi linear ganda. Hasil analsiis dalam penelitian ini didapatkan bahwa Pendidikan dan pekerjaan merupakan factor risiko terhadap rerata berat bayi lahir. Sedangkan pendidikan merupakan faktor dominan terhadap rata-rata berat bayi lahir pada keluarga. Oleh karena itu, perbaikan pendidikan merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki dan mengoptimalkan bert bayi lahir di Indonesia.Kata Kunci: Berat badan lahir, pendidikan, status bekerja, faktor ibuOne of the indices that described of maternal mortality, infant mortality, and the welfare of a community was birth weight. In 2013, according to UNICEF that rate of low birth weight LBW in Indonesia was 10.2 percent. This study aimed to examine the effect of maternal factors like  household and neighborhood characteristics on average birth weight in Indonesia. A cross-sectional study was conducted by analyzing survey data from IFLS 5 in Indonesia. Variables measured were birth weight, poverty, sanitation, anemia, working status, and education. Data was analyzed univariately and multivariately with multiple linear regression. The results of the analysis in this study found that education and occupation are risk factors for average birth weight, while education was the dominant factor for average birth weight in families. Therefore, improving education is one of the efforts in improving and optimizing the birth weight of babies in IndonesiaKeywords: Birth weight, education, working status, maternal
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Kejadian Diare di Sekolah Dasar Negeri Kajhu Aceh Besar Asyura, Finaul; Herawati, Herawati; Lisnawati, Lisnawati; Rafni, Rafni
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2790

Abstract

Latar Belakang: Kondisi lingkungan di SDN Khaju terlihat tempat sampah yang tidak tertutup, sampah yang berserakan serta kondisi WC yang masih kotor karena tidak secara rutin dibersihkan dan juga anak-anak masih memiliki kebiasaan buruk, kebersihan pribadi yang kurang, serta suka jajan sembarangan. Hal ini karena saat jam istirahat tiba mereka bermain dan jajan sehingga lupa untuk mencuci tangan, tangan dan kuku yang terlihat panjang dan kotor serta kebiasaan membuang sampah sembarangan. Selain itu juga dari hasil wawancara 12 anak 5 diantaranya pernah mengalami sakit diare dalam bulan januari sampai maret. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan kejadian diare pada anak di Sekolah Dasar Negeri Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten aceh Besar. Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitain survai analitik sederhana yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas V dan VI di SD kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, yang berjumlah 60 siswa terdiri dari 36 siswa kelas V dan 24 siswa kelas VI. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022. Cara pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kemaknaan (0,05 = 95 %). Hasil Peelitian: Menunjukkan bahwa dari 60 responden, yang mempunyai sumber air bersih yang baik sebanyak 35 (58,3%), sarana jamban yang kurang baik sebanyak 40 (66,7%), pengelolaan sampah yang kurang baik sebanyak 35 (58,3%), kebiasaan jajan yang baik sebanyak 40 (66,7%), kebiasaan cuci tangan yang baik sebanyak 37 (61,7%), pengetahuan kejadian diare yang baik sebanyak 37  (61,7%). Kesimpulan dan Saran: Ada hubungan antara sumber air bersih dengan pengetahuan kejadian diare, ada hubungan antara sarana jamban dengan pengetahuan kejadian diare, tidak ada hubungan antara pengelolaan sampah dengan pengetahuan kejadian diare, tidak ada hubungan antara kebiasaan jajan dengan pengetahuan kejadian diare dan tidak ada hubungan antara kebiasaan cuci tangan dengan pengetahuan kejadian diare. SDN Kajhu perlu menyediakan fasilitas untuk memenuhi perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, sekolah perlu bekerja sama dengan tenaga kesehatan atau instansi kesehatan setempat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci: Pengetahuan Kejadian DiareBackground: Diarrheal diseases are still a public health problem in Indonesia, because the incidence is often in the form of Extraordinary Events (KLB), which is accompanied by high mortality, in 2013 diarrhea is the leading cause of death in infants. Environmental conditions in Khaju Elementary School look unclosed trash, garbage scattered and the condition of the WC is still dirty because it is not routinely cleaned and also children still have bad habits, poor personal hygiene, and likes snack carelessly. Research Objective: To know factors related to knowledge of diarrhea occurrence in children in Kajhu State Elementary School Baitussalam Sub-district of Aceh Besar District. Research Methods: This type of research is a type of research of a simple analytical survey that is cross sectional. The population in this study were all students of grade V and VI in SD kajhu, Baitussalam Sub-district, Aceh Besar Regency, which consisted of 60 students consisting of 36 students of class V and 24 students of class VI. The data collection of this research was conducted on November 22. The way of collecting data by distributing questionnaires. The data obtained were analyzed by chi-square test with degree of significance (0.05 = 95%). Result of research: It shows that from 60 respondents, having good clean water source 35 (58,3%), poor toilet facilities 40 (66,7%), poor garbage management 35 (58,3%) %), Good snack habits as much as 40 (66,7%), good hand washing habit 37 (61,7%), knowledge of incidence of good diarrhea 37 (61,7%). Conclusion and Suggestion: There is a relation between source of clean water with knowledge of diarrhea occurrence, there is correlation between latrine facility with knowledge of diarrhea occurrence, no relationship between waste management with knowledge of diarrhea occurrence, no relationship between snack habits with knowledge of diarrhea occurrence and no relationship Between handwashing habits and knowledge of diarrheal events. SDN Kajhu needs to provide facilities to meet clean and healthy living behavior. In addition, schools need to work with health personnel or local health authorities to implement clean and healthy living behaviors. Keyword : Knowledge of the incidence of diarrhea
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung Sibagariang, Eva Ellya; Ginting, Johannes Bastira; Simanullang, Andry; Irawan, Dheanissa Syalwa Khabija; Hutasoit, Herlina Natalina; Sibagariang, Ayu; Paradhiba, Meutia; Rimonda, Rubi; Siahaan, Perry Boy Chandra
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2781

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) salah satu penyakit yang menyebabkan kematian pada kelompok balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini adalah anilitik deskritif dengan desain cross sectional. Pengolahan data menggunakan teknik purposive sampling dan uji chi-square. Hasil analisis 77 sampel dengan mayoritas 45 balita (58,4%) dengan status gizi baik, 50 balita (64,9%) dengan imunisasi lengkap, 63 balita (81,8%) terpapar asap rokok, 52 balita (67,5%) ) keluarga berpenghasilan rendah, dan 58 anak balita (75,3%) jumlah anggota keluarga yang tidak memenuhi syarat. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendapatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, dengan nilai p 0,015, dan jumlah anggota keluarga berkorelasi signifikan dengan kejadian ISPA pada balita, dengan nilai p 0,019. Ada 2 faktor yang berhubungan, yaitu faktor pendapatan dan jumlah anggota keluarga.Kata Kunci: Faktor Kejadian ISPA, BalitaAcute Respiratory Infection (ARI) is one of the disease that causes death in the under-five group. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of ARI in children under five. The type of this research is descriptive analytic with cross sectional design. Data processing used purposive sampling technique and chi-square test. The results of the analysis of 77 samples with the majority of 45 toddlers (58.4%) with good nutritional status, 50 toddlers (64.9%) with complete techniques, 63 toddlers (81.8%) exposed to cigarette smoke, 52 toddlers (67.5%) ) ) ) the number of family members is low, and 58 children under five (75.3%) the number of family members who do not meet the requirements. Bivariate analysis showed that it was associated with the incidence of ARI in children under five, with a p-value of 0.015, and the number of family members significantly correlated with the incidence of ARI in under-fives, with a p-value of 0.019. There are 2 related factors, namely the income factor and the number of family members.Keywords: Factors for the incidence of ARI, Toddlers
Hubungan Dukungan Sosial terhadap School Well-Being pada Peserta Didik Sofia, Melda; Purba, Widya Arfani
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2823

Abstract

School well-being adalah penilaian peserta didik mengenai keadaan sekolah yang mencakup perangkat yang ada di sekolah seperti having, loving, being dan health. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan dukungan sosial terhadap school well-being pada peserta didik yang berbasis pesantren. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Dukungan Sosial dan Skala School well-being. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dukungan sosial terhadap school well-being dengan p<,05.Kata Kunci: Siswa, Dukungan Sosial, School Well-Being.School well-being ia an assessment of students about the state of the school which included all the instrument in the school namely having, loving, being dan health. This study aims to examine connect between social support with school well-being in integrated Islamic Boarding School student. The collected data used Social Support Scale and School Well-Being Scale. The result showed is a role social support toward school well-being with p<,05.Keywords: Student, Social Support, School Well-Being.
Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Stres Kerja di Lingkungan Kerja RSU Royal Prima Tahun 2021 Ginting, Johannes Bastira; Butar, Devita Butar; Damanik, Elvia Grace; Syam, Nasrianti; Kusumawardani, Eva Flourentina; Siahaan, Perry Boy Chandra
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2805

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering di jumpai di lingkungan kerja, dimana kebisingan tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis serta stres kerja. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional studi untuk melihat hubungan sebab akibat antara variabel independen dan dependen yang diukur, dinilai dan diteliti dalam waktu bersamaan untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan dengan stres kerja di lingkungan kerja RSU Royal Prima. Sebanyak 35 orang pekerja di RSU Royal Prima(7 April - 7 Mei) di bagian (genset, laundry, sanitasi), yang mengalami stres kerja rendah sebanyak 2 orang (5.7%), pekerja yang mengalami stres kerja sedang sebanyak 27 orang (77.1%), dan yang mengalami stres kerja tinggi sebanyak 6 orang (17.1%), dengan rata-rata kebisingan di tiga titik tersebut adalah 98,96 dBA. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square, p value (0.004) < 0,05 yang artinya ada hubungan antara kebisingan dengan stres kerja.Kata kunci: Kebisingan, Stres Kerja, Keselamatan KerjaNoise is one of the physical hazards that are often encountered in the work environment, where the noise can cause psychological disorders and work stress. This research is observational analytic with cross sectional study approach to see the causal relationship between independent and dependent variables measured, assessed and researched at the same time to determine the relationship of noise intensity with work stress in the working environment of RSU Royal Prima. A total of 35 workers at RSU Royal Prima (7 April - 7 May )in the section (genset, laundry, Sanitation), who experienced low work stress as many as 2 people (5.7%), workers who experienced moderate work stress as many as 27 people (77.1%), and who experienced high work stress as many as 6 people (17.1%), with an average noise in the three points is 98.96 dBA. Based on the results of statistical tests using chi- square, p value (0.004) < 0.05 which means there is a relationship between noise and work stress.Keywords: Noise, Work stress, Work safety
Efektivitas Alokasi Dana Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kacaribu Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Keloko, Ragil Kurniawan; Siahaan, Asima Yanty S
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2795

Abstract

Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dana yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota dalam pembangunan fisik ataupun non fisik kepada desa. Alokasi Dana Desa (ADD) non fisik berupa pemberdayaan masyarakat yang tujuannya mensejahterahkan baik dari segi perekonomian ataupun peningkatan kualitas sumber daya manusia yang pada awalnya kurang sejahtera menjadi sejahtera dan dapat berkembang dalam sumber daya manusia. Desa Kacaribu mempunyai program pemberdayaan masyarakat yaitu program-program yang menggunakan Alokasi Dana Desa meliputi program-program yang telah direncanakan seperti Bantuan langsung kepada Balita dan lansia, kegiatan Gotong-Royong, Pelatihan Karang Taruna dan Pelatihan Adat-Istiadat di Desa Kacaribu. Metode yang digunakan adalah  metode penelitian kualitatif deskriptif, ) dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kacaribu belum efektif dilihat pencapaian tujuan yaitu transparansi dan sasaran kebijakan dimana  transparansi kepada masyarakat kurang terbuka dan masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak mendapatkan bantuan tersebut.Kata kunci: Efektivitas, Alokasi Dana Desa (ADD), Masyarakat, PemberdayaanThe Village Fund Allocation (ADD) is a fund provided by the district/city government in physical or non-physical development to the village. Non-physical Village Fund Allocation (ADD) is in the form of community empowerment with the aim of prospering both in terms of the economy or improving the quality of human resources who were initially less prosperous to become prosperous and able to develop in human resources. Kacaribu Village has community empowerment programs, namely programs that use Village Fund Allocations including planned programs such as direct assistance to toddlers and the elderly, mutual assistance activities, Youth Organization Training and Customs Training in Kacaribu Village. The method used is descriptive qualitative research method, in Community Empowerment in Kacaribu Village has not been effective in terms of achieving the goals, namely transparency and policy targets where transparency to the community is less open and people who should receive assistance do not receive the assistance.Keywords: Effectiveness, Village Fund Allocation (ADD), Community, Empowerment

Page 73 of 123 | Total Record : 1226