cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Penyembuhan Luka Gangren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya Maulidia, Maulidia; Riza, Saiful; Putra, Yadi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2353

Abstract

Diabetes Mellitus yang tidak ditangani akan menimbulkan komplikasi salah satunya luka Ganggren. Luka Ganggren bisa diatasi dengan cara perawatan luka yang baik dan benar dengan beberapa hal antara lain mengangkat jaringan mati, menghilangkan nanah, menjaga kelembaban luka dan menunjang masa penyembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama penyembuhan luka ganggren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi melalui desain atau pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien yang mengalami luka ganggren dan mendapatkan perawatan dari Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya, yaitu sebanyak 51 orang, sedangkan sampel sebanyak 16 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya pada Juni 2022. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa ada hubungan usia dengan lama penyembuhan luka ganggren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya (p value = 0,008), ada hubungan nutrisi dengan lama penyembuhan luka ganggren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya (p value = 0,008), ada hubungan perawatan luka dengan lama penyembuhan luka ganggren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya (p value = 0,008), ada hubungan berat ringannya luka dengan lama penyembuhan luka ganggren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya (p value = 0,035), ada hubungan nilai pemeriksaan GDS dengan lama penyembuhan luka ganggren di Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya (p value = 0,035) dan ada hubungan riwayat penyakit lain dengan lama penyembuhan luka ganggren di  Klinik Istiqamah Krueng Barona Jaya (p value = 0,000). Disarankan kepada pelayanan kesehatan selain memberikan pelayanan pemulihan luka, ada baiknya disertai dengan peningkatan pemberian pendidikan kesehatan kepada responden. Dan disarankan juga kepada masyarakat agar dapat melalukan perawatan luka secara teratur, sehingga kondisi luka ganggren dapat berkurang. Kata kunci: lama penyembuhan, luka ganggren, diabetes mellitus. The ignorance of Diabetes Mellitus disease wound care impacts severe complications. One of the impacts is Gangrene. Gangrene wounds can be cured with good and proper wound care. It can be cured by removing dead tissue, removing pus, maintaining wound moisture, and also supporting the healing period. This study aims to determine the factors associated with the duration of Gangrene wound healing in Istiqamah Clinic Krueng Barona Jaya. This research was a descriptive study using a cross-sectional design approach. The population of this study was 51 patients who had Gangrene wounds and received treatment from Istiqamah Krueng Barona Jaya Clinic. Among them, only 16 people were selected as the sample of this study. This study used the Accidental Sampling technique. This research was carried out in the Istiqamah Krueng Barona Jaya Clinic, in June 2022. The study revealed some results: there was a relationship between age and the duration of Gangrene wound healing with a p-value = 0.008; there was a relationship between wound care and the duration of Gangrene wound healing; with a p-value = 0.008; there was also a relationship between the severity of the wound and the duration of Gangrene wound healing with p-value = 0.035; there was a relationship between the value of the GDS examination and the duration of Gangrene wound healing with p-value = 0.035, and there was a relationship between the history of other diseases and the duration of healing of Gangrene wounds with p-value = 0.000. This study recommends that health services must provide wound recovery services. The local health centers also should educate the societies on how to handle diabetes mellitus wound care. Further, this study suggests that the public has to be able to carry out wound care regularly so that the condition of Gangrene wounds can be minimized.Keywords: healing time, gangrene wound, diabetes mellitus.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Hanum, Rina; Bukhari, Bukhari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2439

Abstract

Usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia lebih dari 60 tahun dan usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Sedangkan status gizi merupakan hasil keseimbangan antara zat-zat gizi yang masuk dalam tubuh dan penggunaannya dimana status gizi merupakan keadaan kesehatan akibat interaksi antara makanan, tubuh manusia dan lingkungan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi lansia ditinjau dari faktor asupan makanan, penyakit dan kondisi mental lansis. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Analitik dengan desain crosssectional. Populasi dan sampel penilaian ini seluruh lansia di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe yang berjumlah 98 lansia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor asupan makanan, penyakit yang diderita dan kondisi mental lansia dengan status gizi lansia di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe dimana nilai ρ semuanya berada dibawah 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada lansia dan keluarga untuk dapat memperhatikan status gizi lansia sehingga lansia dapat menjalani masa tuanya dengan sehat dan sejahtera.Kata Kunci : Gizi Lansia, Asupan Makanan, Penyakit, Status MentalOld age is someone who has reached the age of more than 60 years and old age is said to be the final stage of development in the human life cycle. While nutritional status is the result of a balance between nutrients that enter the body and their use where nutritional status is a state of health due to the interaction between food, the human body and the human environment. This study aims to determine the factors that influence the nutritional status of the elderly in terms of food intake, disease and mental conditions of the elderly. The type of research used is analytical with a cross-sectional design. The population and sample for this assessment are all elderly people at the Muara Dua Health Center, Lhokseumawe City, totaling 98 elderly. The results showed that there was a significant relationship between the factors of food intake, illness and mental condition of the elderly with the nutritional status of the elderly at the Muara Dua Health Center, Lhokseumawe City where the values were all below 0.05 so Ha was accepted and Ho was rejected. Based on the results of this study, it is suggested to the elderly and their families to be able to pay attention to the nutritional status of the elderly so that the elderly can live their old age in a healthy and prosperous manner.Keywords :  Elderly Nutrition, Food Intake, Illness, Mental Status 
Hubungan Pengetahuan Wanita Menopause Tentang Mencegah Osteoporosis Dengan Mengkonsumsi Kalsium di Puskesmas Rambung Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Tahun 2022 Yusnanda, Febri; Pratiwi, Tika Ayu
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2309

Abstract

Manifestasi yang bertujuan untuk menopause merupakan hal yang alamiah yang akan dialami setiap wanita. Apa yang dirasakan wanita menopause berbeda-bada, hal ini dikarenakan kondisi, pengetahuan dan penerimaan wanita itu sendiri. Gejala-gejala yang ditampakkan pada saat menopause seperti wajah terasa panas dan kemerahan, vagina kering dan suasana hati yang berubah-ubah. Penelitian ini bersifat deskriktif analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Wanita Menopause Tentang Mencegah Osteoporosis Dengan Mengkonsumsi Kalsium. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diukur dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan dianalis dengan tehnik kolerasi Chi Squere menggunakan program SPSS (Statistic Product Service Solution). Berdasarkan tabel hasil penelitian diketahui bahwa dari 30 responden yang diteliti. Wanita menopause yang memiliki pengetahuan baik dengan konsumsi kalsium baik sebanyak 5 orang. Wanita menopause yang berpengetahuan cukup dengan konsumsi kalsium kurang sebanyak 10 orang (40%). Dan wanita menopause yang memiliki pengetahuan kurang dengan konsumsi kalsium kurang sebanyak 15 orang (60%). Hubungan pengetahuan wanita menopause tentang mencegah osteoporosis dengan mengkonsumsi kalsium maka diperoleh hasil nilai probabilitas dimana p<0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti "Ada Hubungan Pengetahuan Wanita Menopause Tentang Mencegah Osteoporosis Dengan Mengkonsumsi Kalsium Di Puskesmas Rambung Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Tahun 2022”. Diharapkan kepada wanita menopause agar dapat memperluas pengetahuan tentang mencegah osteoporosis dengan mengkonsumsi kalsium dengan cara membaca majalah, buku, internet, dan juga menonton televisi.Kata Kunci      : Pengetahuan, Wanita, Monopause, Osteoporosis, Kalsium Manifestations aimed at menopause are natural things that will be experienced by every woman. What menopausal women feel is different, this is due to the condition, knowledge and acceptance of the woman herself. Symptoms that appear at the time of menopause such as hot and red face, dry vagina and mood swings. This research is descriptive analytic with a cross sectional design which aims to determine the relationship between knowledge of menopausal women about preventing osteoporosis by consuming calcium. The source of data in this study is primary data which is measured using an instrument in the form of a questionnaire and analyzed by Chi Squere correlation technique using the SPSS (Statistic Product Service Solution) program. Based on the table of research results, it is known that of the 30 respondents studied. Menopausal women who have good knowledge with good calcium consumption are 5 people. Menopausal women who are knowledgeable enough with less calcium consumption as many as 10 people (40%). And menopausal women who have less knowledge with less calcium consumption as many as 15 people (60%). The relationship between menopausal women's knowledge about preventing osteoporosis by consuming calcium results in a probability value where p<0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. This means "There is a relationship between knowledge of menopausal women about preventing osteoporosis by consuming calcium at the Rambung Health Center, South Binjai District, Binjai City in 2022". It is hoped that postmenopausal women can expand their knowledge about preventing osteoporosis by consuming calcium by reading magazines, books, internet, and also watching television.Keywords: Knowledge, Women, Monopause, Osteoporosis, Calcium
Faktor Risiko Wasting pada Balita di UPTD Puskesmas Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan Tahun 2019 Br Aritonang, Septi Oktavia; P, Thomson; Lestari, Wanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2344

Abstract

Wasting gabungan dari istilah kurus (wasted) dan sangat kurus (severe wasted) yang didasarkan pada indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan ambang batas (Z- score) <-2 SD.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor resiko wasting pada balita di UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan. Desain dengan pendekatan case control. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita umur 6-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan 795 orang. Sampel accidental sampling sebanyak 43 responden untuk kelompok case dan kelompok control. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariate. Hasil penelitian tidak ada hubungan pendidikan ibu terhadap wasting pada balita di UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan. Masing-masing variabel yang memiliki nilai signifikan < 0,05 variable pekerjaan ibu, pendapatan, penyakit infeksi dan riwayat pemberian ASI dan nilai Exp(B) terbesar terdapat pada variabel penyakit infeksi. Pendidkan ibu bukan merupakan faktor risiko wasting dan pekerjaan ibu, pendapatan, penyakit infeksi dan riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko wasting pada balita. Variabel yang paling signifikan menjadi faktor risiko wasting adalah penyakit infeksi. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Luahagrandre Miniamolo Kabupaten Nias Selatan agar melakukan kegiatan penyuluhan kepada para ibu yang memiliki balita baik dalam pelaksanaan posbindu ataupun kunjungan ke rumah mengenai faktor risiko wasting pada balita dan perlu ditingkatkan pengawasan penyakit infeksi. Kata Kunci    : Faktor Risiko, Wasting, BalitaWasting is a word that combines the phrases wasted and severely wasted and is based on a threshold (Z-score) <- 2 SD for Body Weight for Length (W/B) or Weight for Height (BB/TB). The goal of the study at the UPTD Puskesmas Luahagudre Maniamolo, South Nias Regency, was to investigate the risk factors for wasting in children under the age of five. Design with a case control approach. The population of all mothers with toddlers aged 6-59 months in the working area of the UPTD Puskesmas Luahagudre Maniamolo, South Nias Regency, was 795 people. Accidental sampling as many as 43 respondents for the case group and control group. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was no relationship between maternal education and wasting in children under five at Luahagudre Maniamolo Health Centre. Each variable that has a significant value <.05 on the variables of mother's occupation, income, infectious disease and history of breastfeeding and the largest Exp(B) value is found in the infectious disease variable. In children under the age of five, the mother's education is not a risk factor for wasting, but the occupation, income, infectious illness, and history of breastfeeding are. Infectious illness is the most significant variable as a risk factor for wasting. It is suggested to Luahagudre Maniamolo Health Center in South Nias Regency to conduct outreach activities to mothers with toddlers, including posbindu or home visits to discuss risk factors for wasting in toddlers and the need to strengthen infectious disease monitoring.Keywords: Risk Factors, Wasting, Toddlers
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Infeksi Nosokomial dengan Kepatuhan Perawat dalam Mencuci Tangan di Ruang Rawat Inap Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar Tahun 2022 Chairani, Ruhul; Riza, Saiful; Putra, Yadi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2397

Abstract

Infeksi nosokomial saat ini merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian di rumah sakit. Infeksi nosokomial dapat terjadi melalui tindakan non invasif yaitu terjadi kontak langsung antara pasien yang sedang menderita penyakit infeksi dengan pasien lain, petugas, pengunjung/keluarga, alat-alat rumah sakit, lingkungan rumah sakit, dan lain sebagainya sehingga dapat menularkan penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pencegahan infeksi nosokomial dengan kepatuhan perawat dalam mencuci tangan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatuf dengan desain cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 15 s/d 22 Juni 2022. Populasi dalam penelitian seluruh perawat yang ada diruang rawat inap terpadu Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Besar berjumlah 31 orang. Pengumpulan data mengggunakan data primer. Sampel alat ukur menggunakan chi square test, teknik analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0,028) dan sikap (p=0,011) dengan kepatuhan perawat dalam mencuci tangan. Diharapkan kepada perawat untuk tetap melakukan cuci tangan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga dapat menekan angka penularan infeksi nosocomial di rumah sakit.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan Mencuci Tangan, Infeksi NosokomialNosocomial infection is currently one of the causes of the incidence and mortality in hospitals. Nosocomial infections can occur through non invasive measures, namely direct contact between patients who are suffering from infectious diseases with other patients, officers, visitors/families, hospital equipment, hospital environment, and others so that they can transmit the disease they are suffering from. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes about preventing nosocomial infections with nurses compliance at work. This type of research is quantitative with a cross sectional study design. Data collection was carried out on 15 to 22 June 2022. The population in the study was all nurses in the integrated inpatient room at the Aceh Besar Regional Hospital, 31 nurses. Data collection using primary data. Analysis using chi square test, univariate and bivariate analysis techniques. The results showed that there was a relationship between knowledge (p=0.015) and attitude (p=0.045) with nurses compliance in washing hands. It is hoped that nurses will continue to wash their hands according to the procedures set by the government, so that they can reduce the transmission rate of nosocomial infections in hospitals.Keywords: Knowledge, Attitude, Handwashing Compliance, Nosocomial Infection
Analisis Korelasi Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Alue Iet Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen Misrina, Misrina; Nurjannah, Nurjannah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2491

Abstract

Pemberian MP-ASI dini akan mengakibatkan menurunnya produksi ASI yang lebih cepat, sehingga bayi akan menerima sedikit faktor proteksi yang dapat mengakibatkan bayi sering sakit. Bayi yang mendapatkan MP-ASI sebelum berusia 6 bulan lebih banyak terserang diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas anak di dunia. Diare menjadi penyebab kedua kematian pada anak di bawah 5 tahun, sekitar 760.000 anak meninggal setiap tahun karena diare. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan pemberian MP-ASI secara dini dengan kejadian diare pada bayi 0-6 bulan di Desa Alue Iet Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen. Design penelitian ini  adalah analitik korelasi dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 7 sampai 15 Juli 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan di Desa Alue Iet Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling yang diperoleh dengan cara melakukan kunjungan rumah sebanyak 30 orang responden. Hasil Penelitian dengan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) menunjukkan nilai p (0,019) < α (0,05) berarti Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian didapatkan ada hubungan antara pemberian MP-ASI Secara dini dengan kejadian diare pada bayi. Untuk responden diharapkan agar tidak lagi memberikan MP-ASI secara dini pada bayi sebelum usia bayi 6 bulan dikarenakan dapat menggangu sistem pencernaan bayi yang berisiko terjadinya diare.Kata Kunci    :  MP-ASI, DiareGiving MP-ASI early will result in a faster decline in breast milk production, so that the baby will receive a few protective factors that can cause the baby to often get sick. Babies who get MP-ASI before the age of 6 months are more likely to have diarrhea. Diarrhea is one of the causes of child mortality and morbidity in the world. Diarrhea is the second leading cause of death in children under 5 years, around 760,000 children die each year due to diarrhea. This study was conducted to examine the relationship between early complementary feeding and the incidence of diarrhea in infants 0-6 months in Alue Iet Village, Peusangan District, Siblah Krueng, Bireuen Regency. The design of this study is correlation analytic with a retrospective approach. This research was conducted from 7 to 15 July 2022. The population in this study were all mothers who had babies aged 0-6 months in Alue Iet Village, Peusangan Siblah Krueng District, Bireuen Regency as many as 30 people. Sampling technique with total sampling technique obtained by making home visits as many as 30 respondents. The results of the study using the Chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05) showed the p value (0.019) < (0.05) meaning Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, there was a relationship between the provision of complementary feeding. with the incidence of diarrhea in infants.  Respondents are expected to no longer give MP-ASI early to babies before the age of 6 months because it can interfere with the baby's digestive system which is at risk of diarrheaKeywords: MP-ASI, Diarrhea 
Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh ZA, Raudhatun Nuzul; Anwar, Chairanisa; Husna, Asmaul; Maisurah, Maisurah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2351

Abstract

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Penyakit degeneratif merupakan salah satu penyebab kematian terbesar didunia. Menurut World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat sekitar tujuh belas juta orang meninggal dunia akibat penyakit degeneratif . Hasil Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat penyakit degenerative di Indonesia mencapai 65.7%. Provinsi Aceh menduduki peringkat tertinggi untuk prevalensi penyakit degeneratif dengan persentase 43%. Ingin mengetahui Hubungan Pengetahuan Pasien Penyakit Degeneratif dengan Penerapan Program Gerakan Masyarakat Hidup SEhat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien yang berkunjung di poliklinik rumah sakit bhayangkara. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan pengambilan sampel memakai tekhnik probability sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Ada hubungan pengetahuan pasien penyakit degenerative dengan penerapan program gerakan hidup masyarakat sehat (GERMAS) di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Banda Aceh dengan hasil p- value = 0,072. Bagi masyarakat atau pasien yang memiliki Riwayat penyakit degenerative maupun tidak agar dapat menjaga Kesehatan dan menerapkan program GERMAS dalam kehidupan sehari-hari agar memperoleh Kesehatan yang baik sehinggga terhindar dari penyakit. Dan juga bagi masyarakat harus mengetahui dan meningkatkan kesadaran terhadap program GERMAS yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat.Kata Kunci : Penerapan GERMAS, PengetahuanThe Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a systematic and planned action carried out jointly by all components of the nation with awareness, willingness, and ability to behave healthily to improve the quality of life. Degenerative diseases are one of the biggest causes of death in the world. According to the World Health Organization (WHO), every year around seventeen million people die from degenerative diseases. The results of the 2018 Riskesdas data show that the rate of degenerative diseases in Indonesia reaches 65.7%. The province of Aceh was ranked the highest for the prevalence of degenerative diseases with a percentage of 43%. Want to know the relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the implementation of the Healthy Living Community Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital, Banda Aceh City. This type of research is an analytical survey research with a cross-sectional approach. The population is patients who visit the polyclinic of Bhayangkara Hospital. The number of samples was as many as 90 respondents with sampling using a probability sampling technique. Data analysis using Chi-square test. Shows that there is a relationship between the knowledge of patients with degenerative diseases and the application of the Healthy Community Life Movement Program (GERMAS) at Bhayangkara Hospital Banda Aceh City with a p-value = 0.072. For the community or patients who have a history of degenerative diseases or not to maintain health and implement the GERMAS program in daily life to obtain good health to avoid disease. And also for the community to know and increase awareness of the GERMAS program provided by the government for the community..Keywords : GERMAS Application, Knowledge 
Hubungan Pengetahuan Wanita Menopause Tentang Mencegah Osteoporosis dengan Mengkonsumsi Kalsium di Puskesmas Rambung Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Tahun 2022 Yusnanda, Febri; Pratiwi, Tika Ayu
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2427

Abstract

Manifestasi yang bertujuan untuk menopause merupakan hal yang alamiah yang akan dialami setiap wanita. Apa yang dirasakan wanita menopause berbeda-bada, hal ini dikarenakan kondisi, pengetahuan dan penerimaan wanita itu sendiri. Gejala-gejala yang ditampakkan pada saat menopause seperti wajah terasa panas dan kemerahan, vagina kering dan suasana hati yang berubah-ubah. Penelitian ini bersifat deskriktif analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Wanita Menopause Tentang Mencegah Osteoporosis Dengan Mengkonsumsi Kalsium. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diukur dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan dianalis dengan tehnik kolerasi Chi Squere menggunakan program SPSS (Statistic Product Service Solution). Berdasarkan tabel hasil penelitian diketahui bahwa dari 30 responden yang diteliti. Wanita menopause yang memiliki pengetahuan baik dengan konsumsi kalsium baik sebanyak 5 orang. Wanita menopause yang berpengetahuan cukup dengan konsumsi kalsium kurang sebanyak 10 orang (40%). Dan wanita menopause yang memiliki pengetahuan kurang dengan konsumsi kalsium kurang sebanyak 15 orang (60%). Hubungan pengetahuan wanita menopause tentang mencegah osteoporosis dengan mengkonsumsi kalsium maka diperoleh hasil nilai probabilitas dimana p<0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti "Ada Hubungan Pengetahuan Wanita Menopause Tentang Mencegah Osteoporosis Dengan Mengkonsumsi Kalsium Di Puskesmas Rambung Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Tahun 2022”. Diharapkan kepada wanita menopause agar dapat memperluas pengetahuan tentang mencegah osteoporosis dengan mengkonsumsi kalsium dengan cara membaca majalah, buku, internet, dan juga menonton televisi.Kata Kunci      : Pengetahuan, Wanita, Monopause, Osteoporosis, KalsiumManifestations aimed at menopause are natural things that will be experienced by every woman. What menopausal women feel is different, this is due to the condition, knowledge and acceptance of the woman herself. Symptoms that appear at the time of menopause such as hot and red face, dry vagina and mood swings. This research is descriptive analytic with a cross sectional design which aims to determine the relationship between knowledge of menopausal women about preventing osteoporosis by consuming calcium. The source of data in this study is primary data which is measured using an instrument in the form of a questionnaire and analyzed by Chi Squere correlation technique using the SPSS (Statistic Product Service Solution) program. Based on the table of research results, it is known that of the 30 respondents studied. Menopausal women who have good knowledge with good calcium consumption are 5 people. Menopausal women who are knowledgeable enough with less calcium consumption as many as 10 people (40%). And menopausal women who have less knowledge with less calcium consumption as many as 15 people (60%). The relationship between menopausal women's knowledge about preventing osteoporosis by consuming calcium results in a probability value where p<0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. This means "There is a relationship between knowledge of menopausal women about preventing osteoporosis by consuming calcium at the Rambung Health Center, South Binjai District, Binjai City in 2022". It is hoped that postmenopausal women can expand their knowledge about preventing osteoporosis by consuming calcium by reading magazines, books, internet, and also watching television.Keywords: Knowledge, Women, Monopause, Osteoporosis, Calcium
Hubungan Obesitas, Asupan Makanan Sumber Natrium Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Di Uptd Puskesmas Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Rosdiana, Eva; Elizar, Elizar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2316

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemukan di tengah masyarakat dan mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Saat ini hipertensi telah menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hasil survey awal yang dilakukan di Puskesmas Muara Batu diperoleh data kejadian hipertensi adalah pada tahun 2019 adalah sebanyak 427 kasus, pada tahun 2020 sebanyak 264 kasus dan pada tahun 2021 adalah sebanyak 253 kasus. Berdasarkan survey awal yang dilakukan dengan 10 responden diperoleh bahwa 7 diantaranya menderita hipertensi. Tujuan : Untuk  mengetahui hubungan obesitas, asupan makanan sumber natrium dan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada Remaja di Puskesmas Muara Batu. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain case control untuk melihat ‘‘hubungan obesitas , asupan makanan sumber natrium dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada Remaja. Penelitian di laksanakan pada tanggal 02 Mei s/d 29 Juni 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di ruang rawat jalan Puskesmas Muara Batu. Sampel di ambil dengan tekni menggunakan rumus slovin dengan perbandingan 1:1 sehingga diperoleh total sampel sebanyak 82 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate. Hasil Penelitian : analisis univariat diperoleh dari 82 responden mengalami kejadian hipertensi sebanyak 41 (50%), memiliki obesitas sebanyak 7 (8.5%) konsumsi natrium cukup sebanyak 76 (92.7%), aktifitas fisik ringan sebanyak 63 (76,8%). Analisis bivariat diperoleh variabel obesitas (p=1.000), konsumsi natrium (p=2.717), dan aktifitas fisik (p=3,733). Kesimpulan dan Saran: Tidak ada hubungan obesitas, konsumsi natrium dan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi. Bagi petugas kesehatan dapat memberikan motivasi dan pendidikan kesehatan kepada seluruh remaja agar mereka dapat memelihara kesehatannya agar terhindar dari kejadian hipertensiKata Kunci    : obesitas, konsumsi natrium, aktifitas fisik  Background: Hypertension is a health problem that is often found in the community and causes high morbidity. Currently, hypertension has become a global problem because its prevalence continues to increase from year to year. The results of the initial survey conducted at the Muara Batu Health Center obtained data on the incidence of hypertension in 2019 as many as 427 cases, in 2020 as many as 264 cases and in 2021 as many as 253 cases. Based on the initial survey conducted with 10 respondents, it was found that 7 of them suffered from hypertension. Objective: To determine the relationship between obesity, sodium intake and physical activity with the incidence of hypertension in adolescents at the Muara Batu Public Health Center. Research Methods: This type of research is descriptive analytic using a case control design to see the relationship between obesity, sodium intake and physical activity with the incidence of hypertension in adolescents. The study was carried out on May 02 to June 29, 2022. The population in this study were all patients seeking treatment in the outpatient ward of the Muara Batu Health Center. The sample was taken by using the Slovin formula with a ratio of 1:1 so that a total sample of 82 respondents was obtained. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Research results: univariate analysis was obtained from 82 respondents experiencing hypertension as many as 41 (50%), having obesity as much as 7 (8.5%) sodium consumption as much as 76 (92.7%), light physical activity as much as 63 (76.8%). Bivariate analysis obtained variables of obesity (p=1,000), sodium consumption (p=2,717), and physical activity (p=3,733). Conclusions and Suggestions: There is no relationship between obesity, sodium consumption and physical activity with the incidence of hypertension. Health workers can provide motivation and health education to all adolescents so that they can maintain their health to avoid the incidence of hypertensionKeywords: obesity, sodium consumption, physical activity
Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Lansia Penderita Rhematoid Arthritis Rehmaitamalem, Rehmaitamalem; Puteh, Muhibbullah Ali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2581

Abstract

Pendahuluan Nyeri adalah seuatu kondisi yang tidak nyaman yang betul-betul subyektif dan hanya penderitanya yang dapat menjelaskanya. Salah satu tindakan peredaan nyeri pada pasien nyeri arthritis rheumatoid adalah dengan terapi kompres air hangat dimana dapat menyebabkan vasodiltasi sehingga dapat melancarkan aliran darah dan rasa nyeri bisa berkurang atau berhenti. Tujuan untuk melihat pengaruh kompres air hangat terhadap intensitas nyeri pada lansia penderita reumatoid artritis. Metode : Jenis penelitian Kuantitatif, metode quasi experiment, dengan pretest dan post test one group design. Populasi seluruh lansia sebanyak 35 orang. Variabel independent kompres air hangat Variabel dependent Intensitas Nyeri. Analisa mengunakan uji paired t-test dengan nilai signifikan α= 0,05. Hasil: menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari pelaksaan kompres air hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia yang mengalami reumatoid arthritis (p value = .000) yang artinya H0 ditolak atau ada pengaruh kompres air hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia.. Kesimpulan: ada pengaruh terapi kompres air hangat terhadap perubahan intensitas nyeri pada lansia yang menderita arthritis rheumatoid. Oleh karena itu, disarankan kepada perawat maupun tenaga kesehatan lainnya sangat penting untuk memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang pemberian kompres air hangat pada penderita athritis reumatoid.Kata kunci: Kompres air hangat, Intensitas nyeri, Rhematoid ArthritisIntroduction Pain is an uncomfortable condition that is really subjective and only the sufferer can explain it. One of the pain relief measures in rheumatoid arthritis pain patients is warm water compress therapy which can cause vasodilation so that it can launch blood flow and pain can decrease or stop. The purpose is to see the effect of warm water compresses on the intensity of pain in elderly people with rheumatoid arthritis. Method: Quantitative type of research, quasi-experimental method, with pretest and post test one group design. The population of the entire elderly is 35 people. Independent variable compress warm water Dependent variable Pain Intensity. The analysis used a paired t-test with a significant value of α = 0.05. Result: shows that there is a significant influence of the implementation of warm water compresses on reducing the intensity of pain in the elderly who experience rheumatoid arthritis (p value = .000) which means that H0 is rejected or there is an effect of warm water compresses on reducing the intensity of pain in the elderly. Conclusion: there is an effect of warm water compress therapy on changes in pain intensity in the elderly suffering from rheumatoid arthritis. Therefore, it is recommended to nurses and other health workers to provide IEC (Communication, Information and Education) about giving warm water compresses to patients with rheumatoid ahritis.Keywords: : Warm Water Compress, Pain Intensity, Rheumatoid Arthritis

Page 69 of 123 | Total Record : 1226