cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Analisis Pengelolaan Limbah Padat Medis dan Non Medis di Rumah Sakit dr. Yulidin Away Tapaktuan Tahun 2022 Fitriani, Arifah Devi; Harahap, Juliandi; Erawati, Susina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3922

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu sarana umum yang memberikan pelayanan kesehatan bagi setiap individu. Kehadiran rumah sakit sebagai salah satu sarana umum dalam kesehariannya menggunakan dalam jumlah besar air bersih, listrik, bahan bakar, dan lainnya sehingga aktivitas tersebut akan menghasilkan limbah setiap harinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan limbah padat medis dan non di RSUD dr. Yuliddin Away Tapaktuan tahun 2023.Desain penelitian pada penelitan ini adalah studi kasis dengan metode deskriptif kualitatif. Pemilihan informan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu suatu metode pemilihan informan yang didasari dengan alasan-alasan tertentu. Adapun pengelompokan informan pada penelitian ini dibagi menjadi 3, yaitu informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Variable yang diteliti pada penelitian ini adalah proses pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, penampungan sementara dan pemusnahan limbah padat medis dan non medis di RSUD dr. Yuliddin Away Tapaktuan. Hasil penelitian didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat dua variable yang tidak sesuai dengan SOP/DELH/PermenLHK No 6 Tahun 2021/Permenkes No 18 tahun 2020 yaitu proses pengumpulan dan pengangkutan. Proses Pengumpulan limbah padat medis dan non medis dilakukan oleh cleaning service. Dalam melakukan tugasnya cs masih sering tidak menggunakan APD secara lengkap, sering ditemukan petugas tersebut hanya menggunakan masker dan sepatu boot saja, atau bahkan hanya menggunakan masker saja. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan troly yang terpiah untuk limbah padat medis dn non medis yang dilengkapi dengan sudut melungkung dan penutup yang rapat. Namun pada proses pengangkutan masih melewati jalur umum yang sama dengan yangdigunakan oleh pasien dan pengguna pelayan kesehatan laiinya.Kata Kunci : Limbah Padat Medis dan Non Medis, Pemilahan, Pewadahan, Pengumpulan, Pengangkutan, Penampungan Sementara Dan Pemusnahan A hospital is a public facility that provides health services for every individual. The presence of hospitals as one of the public facilities in their daily lives uses large amounts of clean water, electricity, fuel, etc. so that these activities will produce waste every day. The aim of this research is to determine the management of medical and non-medical solid waste at Dr. Yuliddin Away Tapaktuan Regional Hospital in 2023. The research design in this research is a case study with qualitative descriptive methods. The selection of informants was carried out using a purposive sampling method, namely a method of selecting informants based on certain reasons. The grouping of informants in this study was divided into 3, namely key informants, main informants and additional informants. The variables examined in this research are the process of sorting, storing, collecting, transporting, temporarily storing and destroying medical and non-medical solid waste at Dr. Yuliddin Away Tapaktuan Regional Hospital. The research results found in this study that there were two variables that were not in accordance with SOP/DELH/PermenLHK No. 6 of 2021/Permenkes No. 18 of 2020, namely the collection and transportation process. The process of collecting medical and non-medical solid waste is carried out by the cleaning service. When carrying out their duties, CS still often do not use complete PPE, officers are often found only wearing masks and boots, or even just wearing masks. Transportation is carried out using separate trolleys for medical and non-medical solid waste which are equipped with curved corners and tight covers. However, the transportation process still passes through the same general routes used by patients and other health service users. The process of cleaning the trolley after use also often only uses water without using disinfectant.Keywords: Medical and Non-Medical Solid Waste, Sorting, Container, Collection, Transport, Temporary Storage and Destruction
Evaluasi Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekan Baru Defriani, Nidia Wahyuni; Nyorong, Mappeaty; Nasution, Ramadhani Syafitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1954

Abstract

Penyebab dari munculnya berbagai keluhan pasien terkait dengan kinerja perawat di ruang rawat inap dihubungkan dengan kepemimpinan kepala ruang, ditinjau dari aspek gaya kepemimpinannya. Kepala ruangan merupakan jabatan yang penting karena kemampuan perilaku kepemimpinan kepala ruangan ikut menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala ruangan, kinerja perawat pelaksana dan pengaruh gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di  ruang rawat inap sebanyak 33 orang. Pengumpulan data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui studi dokumentasi. Teknis analisis data secara univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran setiap variabel, bivariat untuk menganalisis hubungan antar variabel dan multivariat untuk melihat pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruang adalah gaya demokratis, partisipatif, otoriter dan bebas tindak. Kinerja perawat pelaksana mencakup tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi dikategorikan baik. Ada pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif, otoriter dan bebas tindak kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana. Kesimpulan hasil penelitian bahwa ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru. Kepala ruang agar menerapkan gaya kepemimpinan yang baik yang disesuaikan kondisi kerja dan kebutuhan. Para perawat pelaksana agar berupaya meningkatkan kinerja pelayanan asuhan keperawatan di ruang rawat.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepala Ruangan, Perawat Pelaksana                                                The cause of the emergence of various patient complaints related to the performance of nurses in the inpatient room is associated with the leadership of the head of the room, in terms of the aspect of his leadership style. The head of the room is an important position because the leadership behavior of the head of the room also determines the success of nursing services. The purpose of this study was to determine the leadership style of the head of the room, the performance of the implementing nurse and the influence of the leadership style of the head of the room on the performance of the nurse in the Inpatient Room of Zainab Mother and Child Hospital Pekanbaru. This type of research is quantitative with associative correlative descriptive research design. The population in this study were all nurses in the inpatient room as many as 33 people. Primary data collection through questionnaires and secondary data through documentation studies. The technique of data analysis was univariate to obtain an overview of each variable, bivariate to analyze the relationship between variables and multivariate to see the influence between variables. The results showed that the leadership style applied by the head of the room was democratic, participatory, authoritarian and free of action. The performance of the implementing nurse includes the stages of assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation is categorized as good. There is an influence of participatory, authoritarian and free-flow leadership style on the performance of the implementing nurse. The conclusion of the research is that there is an influence of the leadership style of the head of the room on the performance of the implementing nurse in the Inpatient Room of Zainab Mother and Child Hospital Pekanbaru. Head of the room to apply a good leadership style that is adapted to working conditions and needs. Implementing nurses are to try to improve the performance of nursing care services in the ward.Keywords: Leadership Style, Head of Room, Implementing Nurse
Formulasi Ekstrak Kulit Buah Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Sebagai Lotion untuk Mencerahkan Kulit Lestari, Widya; Fazira, Cut Intan; Meilina, Rulia; Nurhayati, Nurhayati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.4191

Abstract

Kulit segar, bersih dan sehat bisa menjadi milik semua orang jika perawatan dilakukan dengan tepat dan teratur, salah cara satu perawatan kulit yaitu dengan menggunakan sediaan lotion. Kulit buah jambu biji mengandung senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menghambat tirosinase yaitu polifenol yang dapat mencerahkan kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak kulit jambu biji sebagai lotion dan untuk mengetahui efektivitas pencerah kulit dari ekstrak kulit jambu biji. Penelitian dilakukan dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol, ekstrak yang diperoleh dibuat formulasi sediaan lotion. Sediaan lotion tersebut dibuat variasi konsentrasi yaitu F1, F2 dan F3, selanjutnya dilakukan beberapa uji, diantaranya ujifitokimia, uji iritasi, uji kesukaan dan uji kecerahan. Hasil yang diperoleh yaitu sediaan lotion F3 memiliki tingkat kecerahan kulit yang lebih tinggi daripada sediaan pembanding, hal ini disebabkan oleh pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah jambu biji yang mengandung senyawa flavonoid lebih tinggi.. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak kulit buah jambu biji dapat diformulasikan dalam bentuk lotion sebagai sediaan pencerah kulit. Formulasi sediaan lotion Ekstrak kulit buah jambu biji memiliki efek untuk mencerahkan.Kata Kunci: Lotion, Kulit buah Jambu biji, Flavonoid, Senyawa pencerah kulitFresh, clean and healthy skin can belong to everyone if care is done properly and regularly, one way to treat skin is by using lotion preparations. Guava skin contains flavonoid compounds which have the ability to inhibit tyrosinase, namely polyphenols which can brighten the skin. The purpose of this study was to formulate guava peel extract as a lotion and to determine the effectiveness of skin lightening from guava peel extract. The research was carried out by maceration using ethanol solvent, the extract obtained was made into a lotion formulation. The lotion preparations were made in various concentrations, namely F1, F2 and F3, then several tests were carried out, including phytochemical tests, irritation tests, preference tests and brightness tests. The results obtained were that the F3 lotion had a higher skin brightness level than the comparison preparation, this was due to the effect of the higher concentration of guava peel extract which contained flavonoid compounds. The conclusion of this study was that guava peel extract can be formulated in the form lotion as a skinlightening preparation. Lotion preparation formulation Guava peel extract has a brightening effect.Keywords: Lotion, Guava Peel, Flavonoid, Skin Lightening Compound
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN ROLL-ON AROMATERAPI MINYAK ATSIRI PALA (Myristica fragrans houtt.) DAN SERAI (Cybopongon citratus) SEBAGAI ANTIEMETIK Suryani, Irma; Meilina, Rulia; Hafizhathifa, Fatin; Astryna, Syarifah Yanti; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4215

Abstract

Minyak Atsiri merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak dimanfaat sebagai aromaterapi untuk mengatasi mual dan muntah. Tumbuhan Pala (Myristica fragrans houtt.) dan Serai (Cymbopogon citratus) berpotensi besar sebagai sumber minyak atsiri karena mengandung komponen utama minyak atsiri. Tumbuhan Pala mengandung senyawa seperti myristicin, elemicin, safrole, sedangkan tumbuhan Serai memiliki sitronelal, sitronelol dan geraniol yang merupakan komponen utama minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi sediaan roll-on aromaterapi dan konsentrasi optimal dari Minyak Atsiri Pala dan Serai sebagai antiemetik. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Roll-on diformulasikan dengan konsentrasi sediaan F1 (20%- 10%), F2 (15%-15%), F3 (10%-20%). Kemudian tahap evaluasi formulasi sediaan roll-on dilakukan dengan uji organoleptik, uji homogenitas, pH, uji daya sebar dan uji hedonik dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji one way anova. Hasil penelitian dari uji pH (5), daya sebar baik, sediaan homogen, nilai uji hedonik keterangan rata-rata suka dan analisis anova menyatakan formula diperoleh nilai signifikan p value <0,05 terhadap aspek penilaian (warna, wangi alami, tekstur, kesegaran, antiemetik, kesukaan keseluruhan)maka diketahui bahwa ada pengaruh formula terhadap ke 6 (enam) aspek penilaian sediaan   tersebut, sedangkan kehangatan diperoleh nilai signifikan p value >0,05 maka diketahui bahwa tidak ada pengaruh formula terhadap kehangatan sediaan. Minyak Atsiri Pala dan Serai dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan roll-on aromaterapi sebagai antiemetek. Konsentrasi minyak atsiri pala dan serai yang optimal dan paling efektif sebagai aromaterapi antiemetik yaitu konsentrasi F3 (10%-20%).Kata Kunci : Aromaterapi, Antiemetik, Minyak Atsiri, Pala, Serai Essential oils are one of the secondary metabolites that are widely used as aromatherapy to treat nausea and vomiting. Nutmeg (Myristica fragrans houtt.) and lemongrass (Cymbopogon citratus) have great potential as sources of essential oils because they contain the main components of essential oils. The nutmeg plant contains compounds such as myristicin, elemicin, safrole, while the lemongrass plant contains citronellal, citronellol and geraniol which are the main components of essential oils. To determine the formulation of aromatherapy roll-on preparations and the optimal concentration of nutmeg and lemongrass essential oils as antiemetics. This research is laboratory experimental. Roll-on is formulated with a concentration of F1 (20%-10%), F2 (15%-15%), F3 (10%-20%). Then the evaluation stage of the roll-on dosage formulation was carried out using organoleptic tests, homogeneity tests, pH, spreadability tests and hedonic tests analyzed using statistical methods in the form of one way anova tests. The results of the research from the pH test (5), good spreadability, homogeneous preparation, hedonic test value, information on average likes and ANOVA analysis stated that the formula obtained a significant p value <0.05 for the assessment aspects (color, natural fragrance, texture, freshness, antiemetic, overall preference) then it is known that there is an influence of the formula on the 6 (six) aspects of the assessment of the preparation, while for warmth a significant p value >0.05 is obtained so it is known that there is no influence of the formula on the warmth of the preparation. Nutmeg and lemongrass essential oils can be formulated in roll-on aromatherapy dosage forms as antiemetic. The optimal and most effective concentration of nutmeg and lemongrass essential oils as antiemetic aromatherapy is the F3 concentration (10%-20%).Keywords          : Aromatherapy, Antiemetic, Essential Oil, Lemongrass, Nutmeg
Hubungan Usia Menarche dan Lama Menarche dengan Dismenorea di Wilayah Kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Tahun 2023 Zaitun, Zaitun; Salamah, Salamah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3681

Abstract

Latar Belakang  Prevalensi dismenore di Indonesia diperkirakan 55% perempuan dengan usia reproduktif kesulitan beraktifitas karena mengalami nyeri selama menstruasi. Prevalensi dismenore di Aceh cukup besar, penderita dismenore mencapai 50-60%. Angka kejadian dismenore primer berkisar 54,89% sedangkan sisanya 45,11% adalah dismenore sekunder. Angka yang sama juga tergambar dari hasil studi pendahuluan awal di wilayah kerja Puskesmas Kembang Tanjong didapatkan 60% Remaja putri mengalami dismenore. Tujuan Penelitian  Mengetahui  Hubungan Usia Menarche dan Lama Menarche dengan Dismenorea di Puskemas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie. Metode Penelitian Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie. berjumlah 547 orang dengan tekhnik pengambilan sampel proportional stratified  random sampling berjumlah 85 orang. Penelitian dilakukan 10 s/d 14 Februari 2023 Hasil Penelitian didapatkan Ada hubungan usia menarche (ρ value 0.00), lama mentruasi (ρ value 0.01) dengan dismenore pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten Pidie tahun 2023. Adanya hubungan Usia menarche, lama menstruasi dengan dismenore di wilayah Kerja Puskesmas Kembang Tanjong Kabupaten  Pidie Tahun 2023.Diharapkan untuk dapat di gunakan sebagai masukan bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan perhatian terhadap program kesehatan remaja khususnya tentang dismenore dan cara mengatasinyaKata Kunci: Usia menarche, Lama Menstruasi, DismenoreaBackground: The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is estimated at 55% of women of reproductive age who have difficulty carrying out activities because they experience pain during menstruation. The prevalence of dysmenorrhea in Aceh is quite large, with dysmenorrhea sufferers reaching 50-60%. The incidence of primary dysmenorrhea is around 54.89%, while the remaining 45.11% is secondary dysmenorrhea. The same figure is also reflected in the results of an initial preliminary study in the Kembang Tanjong Community Health Center working area which found that 60% of young women experienced dysmenorrhea. Research Objectives: To determine the relationship between age of menarche and duration of menarche with dysmenorrhoea at the Kembang Tanjong Community Health Center, Pidie Regency. Research Method This research is analytical with a cross sectional approach. The population in this study were all young women in the working area of the Kembang Tanjong Community Health Center, Pidie Regency. totaling 547 people with a proportional stratified random sampling technique totaling 85 people. The research was conducted from 10 to 14 February 2023. The research results showed that there was a relationship between the age of menarche (ρ value 0.00), the length of menstruation (ρ value 0.01) and dysmenorrhea in young women in the working area of the Kembang Tanjong Community Health Center, Pidie Regency in 2023. There was a relationship between the age of menarche, long menstruation) with dysmenorrhea in the Kembang Tanjong Community Health Center working area, Pidie Regency in 2023. It is hoped that it can be used as input for health workers to increase their attention to adolescent health programs, especially regarding dysmenorrhea and how to overcome it.Keywords : Age of menarche, duration of menstruation, dysmenorrhea
HUBUNGAN KELEKATAN DENGAN KEMANDIRIAN PADA REMAJA YANG DIBESARKAN OLEH ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT) DI KABUPATEN PIDIE Hasanah, Uswatun; Safitri, Maulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.3635

Abstract

Pada masa remaja terdapat beberapa tugas perkembangan yang harus dihadapi, salah satunya adalah perkembangan kemandirian. Peran orangtua tidak terlepas pada pembentukan kemandirian remaja karena adanya suatu hubungan emosional antara remaja dan orangtua. Hubungan emosional yang bertahan dalam jangka waktu yang lama ini disebut dengan kelekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kelekatan dengan kemandirian remaja yang dibesarkan oleh orangtua tunggal (single parent) sebanyak 45 orang siswa. Data penelitian ini, diperoleh dengan menggunakan skala psikologi, yaitu skala kemandirian dan skala kelekatan dengan setiap instrument memiliki empat alternatif jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara kelekatan dengan kemandirian pada remaja yang di besarkan oleh orangtua tunggal dengan (r) sebesar 0,506 dengan signifikasi 0,000 (p ≤ 0,05). Artinya semakin tinggi kelekatan remaja dengan orangtua maka semakin tinggi pula kemandirian remaja yang dibesarkan oleh orangtua tunggal di kecamatan Kuantan mudik.Kata kunci: Kelekatan, Kemandirian, Remaja dibesarkan oleh single parent 
Determinan Kejadian Preeklampsia di RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan Anwar, Chairanisa; Rosdiana, Eva; Ismail, Ismail; Wahyuni, Lestari
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3812

Abstract

Angka kejadian preeklampsia di Indonesia pada tahun 2018 sekitar 3,3%. Secara umum preeklamsia masih menjadi masalah utama meningkatkan kesakitan dan kematian ibu serta bayi di dunia. Preeklampsia berkaitan dengan komplikasi yang terjadi baik pada ibu maupun bayi yang dilahirkan. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu dampak dari ibu dengan preeklamsia dimana risikonya meningkat pada preeklamsia berat dibandingkan preeklamsia ringan. Preeklampsia dapat menyebabkan darah tidak cukup menuju plasenta sehingga asupan nutrisi dan oksigen ke janin berkurang dan akan mempengaruhi berat badan janin. Dampak yang timbulkan dalam jangka panjang yaitu bayi mengalami BBLR. Penelitian ini cross sectional yang dilakukan tanggal 17-28 Juli 2023 dengan responden berjumlah 52 ibu hamil periode Juni 2023. Alat pengumpulan data yang digunakan checklist. Hasil penelitian tidak ada hubungan paritas ibu (P=1,000), tidak ada hubungan usia ibu (P=0,114) dan ada hubungan BBLR (P=0,030) dengan kejadian preeklampsia di ruang rawat inap RSUD Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan tahun 2023.Kata Kunci: Paritas, umur, BBLR, preeklampsia.The incidence of preeclampsia in Indonesia in 2018 was around 3.3%. In general, preeclampsia is still a major problem increasing maternal and infant morbidity and mortality in the world. Preeclampsia is related to complications that occur in both the mother and the baby being born. Low birth weight (LBW) babies are one of the impacts of mothers with preeclampsia where the risk increases for severe preeclampsia compared to mild preeclampsia. Preeclampsia can cause not enough blood to go to the placenta so that the intake of nutrients and oxygen to the fetus is reduced and will affect the fetus's weight. The long-term impact is that the baby experiences LBW. This research was cross sectional which was conducted on 17-28 July 2023 with 52 pregnant women as respondents for the period June 2023. The data collection tool used was a checklist. There was no relationship between maternal parity (P=1.000), no relationship between maternal age (P=0.114) and there was a relationship between LBW (P=0.030) with the incidence of preeclampsia in the inpatient ward of Dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan in 2023.Keywords: Parity, age, LBW, preeclampsia  
Literatur Review Determinan Kejadian Stunting pada Anak Balita Rohani, Siti; Dhirah, Ulfa Husna
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3972

Abstract

Stunting adalah masalah kekurangan gizi yang berdampak cukup serius terhadap kualitas sumberdaya manusia. Anak yang kekurangan gizi pada masa janin dan anak usia dini akan berdampak pada perkembangan otak dan rendahnya kemampuan kognitif yang dapat mempengaruhi prestasi belajar dan keberhasilan pendidikan. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi literatur dan menyusun prediktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Indonesia. Pencarian literatur secara sistematis antara 2021 sampai dengan 2024 dilakukan menggunakan  studi literatur dengan metode mencari, menggabungkan inti sari serta menganalisis fakta dari beberapa sumber ilmiah yang akurat dan valid. Penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci: determinan, stunting, Balita. Penulis memilih 5 artikel dalam analisis akhir yang memenuhi kriteria. Studi yang  disertakan  menunjukkan bahwa ada beberapa faktor utama stunting anak yaitu kondisi orang tua baik secara fisik, sosial maupun ekonomi serta kondisi balita, riwayat infeksi maupun kondisi lingkungan sekitar.Kata Kunci:    Determinan, Stunting, Balita Stunting is a problem of malnutrition that has a serious impact on the quality of human resources. Children who are malnourished during fetal and early childhood will have an impact on brain development and low cognitive abilities which can affect learning achievement and educational success. The aim of this study is to identify literature and compile predictors related to the incidence of stunting in Indonesia. A systematic literature search between 2021 and 2024 was carried out using literature studies with methods of searching, combining essences and analyzing facts from several accurate and valid scientific sources. Literature searches were carried out using the keywords: determinants, stunting, toddlers. The author selected 5 articles in the final analysis that met the criteria. The included studies show that there are several main predictors of child stunting, namely the physical, social and economic condition of parents as well as the condition of toddlers, history of infection and environmental conditions.Keywords: Determinants, Stunting, Toddlers
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT DARI SARI BROKOLI (Brassic Oleracea) Ananda, Zulia; Afrah, Mulyatul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.4181

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea) merupakan jenis sayuran hijau yang banyak digunakan untuk menurunkan kolesterol. Kandungan vitamin A yang terdapat pada brokoli, maka sangat efektif untuk mempertajam penglihatan mata, vitamin C dan E, maka brokoli sangat bermanfaat untuk menjaga dan merawat kesehatan. Salah satu alternatif sedian brokoli tersebut adalah dalam bentuk serbuk effervescent karena akan mudah larut dalam air, dan memberikan efek sparkle atau seperti pada rasa minuman bersoda sehingga sedian effervescent banyak disukai masyarakat dan memudahkan bagi masyarakat yang tidak bisa mengkonsumsi sedian tablet atau kapsul. Untuk mengetahui formulasi serbuk effervescent dari sari brokoli dan untuk mengetahui formula effervescent yang efektif sehingga dapat dijadikan sebagai serbuk effervescent. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode basah dan kering, meliputi pengumpulan tumbuhan, pengolahan dan pengujian sampel. Formula 2 merupakan hasil yang terbaik, dengan hasil kadar air 23%, uji waktu alir 48 detik, uji sudut diam 42o , uji waktu dispersi 3,05, dan uji kesukaan menunjukkan formula 2 sebagai produk yang disukai. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa formulas serbuk effervescent dapat di formulasikan dari sari brokoli dan formulas yang efektif yaitu formulas 2.Kata Kunci : Effervescent, Serbuk, Brokoli (Brassica oleracea)Broccoli (Brassica oleracea) is a type of green vegetable that is widely used to reduce cholesterol. The content of vitamin A found in broccoli, it is very effective to sharpen eyesight, vitamins C and E, then broccoli is very beneficial for maintaining and caring for health. One alternative broccoli sedan is in the form of effervescent powder because it will dissolve easily in water, and give a sparkle effect or as in the taste of soft drinks so that many effervescent sedans are preferred by the public and make it easier for people who cannot consume tablet or capsule sedans. To find out the effervescent powder formulation of broccoli juice and to find out an effective effervescent formula so that it can be used as effervescent powder. The method used in this study is the wet and dry method, including plant collection, sample processing and testing. Formula 2 is the best result, with 23% moisture content, 48 seconds flow time test, 42o fixed angle test, 3.05 dispersion time test, and preference test shows formula 2 as the preferred product. The results of the study can be seen that the effervescent powder formulation can be formulated from broccoli extract and effective formulas namely formulas 2.Keywords: Effervescent, Powder, Broccoli (Brassica oleracea)
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON Kesumawati, Kesumawati; Balqis, Cut Deresya
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4214

Abstract

Latar Belakang : Ekstrak daun tanaman kedondong hutan memiliki kandungan senyawa saponin, fenol, alkaloid, steroid dan flavonoid. Flavonoid merupakan suatu senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman dan senyawa inilah yang digunakan sebagai antipireti.Tujuan penelitian : untuk mengetahui dosis yang efektif untuk mencapai efek antipiretik pada mencit (Mus musculus L.) yang diinduksi pepton.Metode penelitian : penelitian eksperimental laboratorium yaitu sebanyak 25 ekor dengan berat badan mencit 18-20 gram. Mencit selanjutnya dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan yang terlebih dahulu diinduksi demam menggunakan pepton. Perlakuan tererdiri dari kelompok 1 diberikan Na-CMC 1% (kontrol negatif), kelompok 2 diberikan parasetamol (kontrol positif), kelompok 3 diberikan ekstrak dengan dosis 100 mg/g BB mencit, kelompok 4 diberikan ekstrak dengan dosis 200 mg/g BB mencit, dan kelompok 5 diberikan ekstrak dengan dosis 300 mg/g BB mencit. Setelah diberi perlakuan suhu rektal mencit diukur kembali sampai percobaan pada menit ke 150 dengan interval waktu 30 menit.Hasil penelitian : hasil penelitian dianalisis dengan program SPSS yang di analisis menggunakan uji ANOVA (Analysis Of Varian) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antipiretik.Kesimpulan dan Saran : daun kedondong hutan memiliki aktivitas antipiretik pada mencit dengan dosis yang efektif untuk mencapai efek antipiretik pada mencit yang diinduksi pepton 5% ialah dosis 100 mg/KgBB dan 300 mg/KgBB. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi dalam melakukan penelitian tentang antipiretik Kata kunci: Daun kedondong hutan, antipiretik, pepton

Page 88 of 123 | Total Record : 1226