cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE
ISSN : 24424706     EISSN : 2615109X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE publishes original research or theoretical papers, notes, and minireviews on new knowledge and research or research applications on current issues in basic sciences (biology, phsycology, pharmacy, midwifery, public health and physics). The journal is published by the Directorate of Research and Community Service, Universitas Ubudiyah Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 1,226 Documents
Efektifitas Penerapan Endorphin Massage Menggunakan Minyak Aromaterapi Lavender Dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Hajar, Siti; Hasanah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3050

Abstract

Metode yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri pada persalinan baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu metode non farmakologi adalah endorphin massage menggunakan minyak aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan endorphin massage dengan menggunakan minyak aromaterapi lavender dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif di UPTD Puskesmas Lokop Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment dengan desain yang dipakai adalah pretest-posttest one group design. Pengambilan sampel secara total populasi yaitu 22 responden. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon rank test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata pretest intensitas nyeri persalinan adalah 6,18 dengan standar deviasi 2,519. Sedangkan nilai rerata posttest intensitas nyeri persalinan adalah 4,32 dengan standar deviasi 1,961. Hasil uji Wilcoxon rank test didapatkan nilai ρ-value=0,000. Diharapkan ibu bersalin dapat melakukan endorphin massage sebagai salah satu terapi dalam mengurangi nyeri persalinan dan dapat digunakan saat proses persalinan selanjutnya.Kata kunci: Endorphin Massage, Aromaterapi Lavender,  Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif, Ibu BersalinMethods used to reduce pain in labor, using pharmacologically and non-pharmacologically. One of the non-pharmacological methods is endorphin massage using lavender aromatherapy oil. Research objective is to find out the effectiveness of the application of endorphin massage by using lavender aromatherapy oil in reducing labor pain when active phase. This methods of research is quasi experiment with the design used is pretest-posttest one group design. The sampling method is a total sampling is 22 people. Data analysis using the wilcoxon sign rank test.It shows that the average value of labor pain intensity pretest is 6.18 with a standard deviation of 2.519. While the average value of labor pain intensity posttest was 4.32 with a standard deviation of 1.961. The results of the paired t test obtained the ρ-value= 0.000. It is hoped that maternity mothers can do endorphin massage as a therapy in reducing labor pain in the active phase of the first stage and can be used during the next delivery process.Keywords: Endorphin Massage, Lavender Aromatherapy, Labor Pain When I Active Phase, Maternity Mother
FORMULASI SEDIAAN KRIM MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Hellianthus Annus L.) SEBAGAI ANTI BAKTERI Staphylococcus aureus Yulisma, Ardhana; Faurina, Dessy; Sari, Febia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.4219

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit obstruktif dan inflamatif yang terjadi pada kelenjar pilosebasea (kelenjar minyak). Jerawat seringkali timbul akibat adanya kelebihan produksi minyak pada kelenjar sehingga menyebabkan pori-pori kulit tersumbat. Jerawat dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas, tubuh mengalami perubahan hormonal disertai peningkatan jumlah kelenjar minyak. Minyak biji bunga matahari memiliki kualitas sering digunakan sebagai minyak sayur bumbu salad, juga sebagai bahan baku industri kosmetik dan pelumas. Untuk mengetahui formulasi minyak biji bunga matahari sebagai krim anti jerawat tipe M/A dan dapat mengetahui aktivitas antibakteri minyak biji bunga matahari memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumuran.Krim antijerawat merk X digunakan sebagai kontrol positif. Penelitian ini bersifat eksperimental, sampel yang digunakan adalah minyak biji bunga matahari dengan konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 20%. Teknik pengambilan sampel adalah secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim antijerawat memiliki tipe M/A dan memenuhi persyaratan homogenitas serta memiliki pH krim yang baik (4,5-6,5). Krim minyak biji bunga matahari dengan konsentrasi 20% memiliki aktivitas antibakteri yang paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jika dibandingkan dengan kontrol positif, maka kontrol positif lebih memiliki zona hambat yang lebih besar daripada konsentrasi 0%, 5%, 10% dan 20%.Kata kunci  :  Antibakteri, krim antibakteri tipe M/A, minyak biji bunga matahari, Staphylococcus aureusAcne (acne vulgaris) is an obstructive and inflammatory skin disease that occurs in the Pilosebasea gland (oil gland). Acne often occurring due to the excess production of oil in the gland, causing clogged skin pores. Acne in general caused by Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes,and Staphylococcus epidermidis. The appearance of acne often occurs during puberty, the body experiences hormonal changes accompanied by an increase in the number of oil glands. Quality sunflower seed oil is often used as salad dressing oil, as well as a raw material for the cosmetics and lubricating industries. In order to prove the formulation of sunflower seed oil as an M / A type anti-acne cream and to find out the antibacterial activity of sunflower seed oil has antibacterial activity against Staphylococcus aureus using the well method. The brand X anti-acne cream is used as a positive control. This research method is experimental, the sample used is sunflower seed oil with a concentration of 0%, 5%, 10% and 20%. The sampling technique in this research is purposive sampling. The results showed that the anti-acne cream has the type M/A and meets the requirements of homogeneity and has a good cream pH (4.5-6.5). Sunflower seed oil cream with a concentration of 20% has the most effective antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. When compared with positive controls, which is positive controls have more inhibitory zones greater than the concentrations of 0%, 5%, 10% and 20%.Keywords: Antibacterial, M / A type anti-bacterial cream, sunflower seed oil, Staphylococcus aureus.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Resiko 4T Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Tahun 2022 Salamah, Salamah; Zaitun, Zaitun
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.3685

Abstract

Latar  Belakang: Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Upaya pencegahan diperlukan untuk mengurangi AKI. Deteksi awal pada kehamilan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk mencegah kehamilan risiko tinggi pada ibu  hamil, salah satunya disebabkan oleh kehamilan 4T yang dapat menimbulkan berbagai risiko bagi ibu seperti perdarahan, eklampsia, aborsi tidak aman (unsafe abortion), partus lama, infeksi yang      merupakan faktor penyebab tingginya AKI di Indonesia serta risiko bagi bayi seperti prematur, BBLR, cacat bawaan dan kematian bayi. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab keadaan tersebut, salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya AKI adalah pengetahuan terhadap kehamilannya. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan pengetahuan  dengan  resiko  4T  di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berobat ke  Puskesmas Mutiara pada tanggal 07 s/d 15 Februari 2022 Kabupaten Pidie sebanyak 90 orang. Hasil Penelitian: Ada hubungan pengetahuan ibu dengan  resiko 4T di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Tahun 2022 dengan p value 0.000.  Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu dengan  resiko 4T di wilayah kerja Puskesmas Mutiara Tahun 2022.Kata Kunci: Pengetahuan, Resiko 4TBackground The success of maternal health programs can be assessed through the Maternal Mortality Rate (MMR) indicator. Preventive efforts are needed to reduce MMR. Early detection of pregnancy can be used as an effort to prevent high risk pregnancies in pregnant women, one of which is caused by 4T pregnancies which can cause various risks for the mother such as bleeding, eclampsia, unsafe abortion, prolonged labor, and infections. is a factor causing high MMR in Indonesia as well as risks for babies such as prematurity, LBW, congenital defects and infant death. There are many factors that cause this situation, one of the factors that influences the high MMR is knowledge of pregnancy. Research Objective: to determine the relationship between knowledge and 4T risk in the Mutiara Health Center Work Area in 2022. Research Method: This research is analytical with a cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women who sought treatment at the Mutiara Community Health Center from 07 to 15 February 2022, Pidie Regency, totaling 90 people. Research Results: There is a relationship between maternal knowledge and the risk of 4T in the working area of Mutiara Health Center in 2022 with a p value of 0.000. Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge and the risk of 4T in the Mutiara Health Center working area in 2022. Keywords: Knowledge, 4T Risk 
Hubungan Sistem Kearsipan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pasien di RSUD Dr. R.M Djoelham Sapriadi, Sapriadi; Pratiwi, Astrid; Sulisna, Aida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.3861

Abstract

Pendahuluan; Pengelolaan arsip sering disebut dengan manajemen arsip yang pelaksanaanya harus dilakukan secara tertib dan menyeluruh. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar, kemungkinan tertib administrasi rumah sakit akan sulit berhasil sebagaimana yang diharapkan. Berdasarkan survei awal, dari 10 petugas rekam medis, 6 petugas menyatakan cara penyimpanan dan penataan arsip data rekam medis berbeda dan 4 petugas menyatakan sistem yang digunakan menggunakan numerical filling sistem. Tujuan; Untuk mengetahui hubungan sistem kearsipan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien di RSUD Dr. R.M Djoelham. Metode; Penelitian ini bersifat kuantitatif dan dirancang sebagai survei analitik menggunakan pendekatan crossectional. Penelitian ini melibatkan 32 petugas rekam medis total, dan 32 sampel diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat, menggunakan statistik uji chi-square. Hasil; Sistem kearsipan memiliki nilai p = 0,013 < 0,05. Artinya ada hubungan sistem kearsipan dengan kualitas pelayanan pasien di RSUD Dr. R.M Djoelham. Kesimpulan; Ada hubungan sistem kearsipan dengan kualitas pelayanan pasien.Kata Kunci : Sistem Kearsipan, Kualitas Pelayanan, PasienBackground; Archive management is often referred to as archive management, the implementation of which must be carried out in an orderly and thorough manner. Without the support of a good and correct medical record management system, it is likely that the orderly administration of the hospital will be difficult to succeed as expected. Based on the initial survey, out of 10 medical record officers, 6 officers stated that the way to store and organize medical record data archives was different and 4 officers stated that the system used used a numerical filling system. Objectives;  The relationship between the filing system in improving the quality of patient care at Dr. R.M Djoelham in Hospital 2022. Method; This type of research is quantitative with an analytic survey design using a cross-sectional approach. The population of this study was all medical record officers as many as 32 people with a sample of 32 people who were taken using the total sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi-square test statistic. Result; The filing system has a value of p = 0.013 <0.05. This means that there is a relationship between the filing system and the quality of patient care at Dr. R.M Djoelham Hospital in 2022. Conclusion; There is a relationship between the archive system and the quality of patient service.Keywords : Filing System, Service Quality, Patients
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Gel Topikal Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Astryna, Syarifah Yanti; Alvionida, Fitra; Nurhayati, Nurhayati; Sulistyani, Nanik; Sugihartini, Nining
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4108

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang terkenal akan sumber kekayaan hayatinya, salah satunya adalah daun beluntas. Daun beluntas berpotensi sebagai antibakteri sehingga tepat untuk diformulasi dalam bentuk sediaan obat terutama gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun beluntas terhadap aktivitas antibakteri. Gel dibuat dalam empat variasi basis gel yaitu F0 (0,5% karbopol, 1% HPMC), FI (1% karbopol, 1,5% HPMC), FII (1,5% karbopol, 2,5% HPMC), dan FIII (2% karbopol, 3% HPMC). Kemudian gel diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode Kirby bauer. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan dengan beberapa parameter di atas variasi karbopol 940 dan HPMC yang paling optimal dalam gel ekstrak daun beluntas adalah FIII (2% karbopol dan 3% HPMC). Namun yang mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap Staphylococcus aureus adalah FI (1% karbopol dan 1,5% HPMC) yang ditunjukkan dengan terbentuknya diameter zona bening di sekitar lubang sumuran termasuk dalam katagori daya hambat kuat.Kata Kunci: Antibakteri, Formulasi, Gel, Pluchea indica (L.)), Staphylococcus aureus Indonesia is a country famous for its natural resources, one of which is beluntas leaves. Beluntas leaves have the potential as antibacterial so they are suitable to be formulated in the form of drug preparations, especially gels. This study aims to determine the effect of beluntas leaf extract on antibacterial activity. The gel was made in four variations of gel bases, namely F0 (0.5% carbopol, 1% HPMC), FI (1% carbopol, 1.5% HPMC), FII (1.5% carbopol, 2.5% HPMC), and FIII (2% carbopol, 3% HPMC). Then the gel was tested for antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria using the Kirby Bauer method. The data obtained were analyzed by One Way Anova with a confidence level of 95%. Based on the results of the tests that have been carried out with several parameters above, the most optimal variation of carbopol 940 and HPMC in beluntas leaf extract gel is FIII (2% carbopol and 3% HPMC). However, the one with the highest antibacterial activity against Staphylococcus aureus is FI (1% carbopol and 1.5% HPMC) which is indicated by the formation of a clear zone diameter around the well hole, which is included in the strong inhibitory power category.Keywords: antibacterial, formulation, gel, (Pluchea indica (L.)), Staphylococcus aureus
Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di Inkubator Bisnis Dan Teknologi (IBT) UTU Anjelia, Bella; Nursia N, Lili Eky
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.2015

Abstract

Kelelahan kerja menunjukan keadaan seseorang yang melibatkan mental dan fisik sehingga memiliki perbedaan, hingga menurunnya produktivitas dalam melakukan pekerjaan. Kelelahan kerja juga bisa diartikan sebagai kejadian dimana seseorang menderita kelelahan fisik, mental serta emosional yang terjadi, dikarenakan stress yang sedang terjadi pada individu adalah dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan stres kerja adalah keadaan terhadap kondisi tubuh terhadap tekanan serta tuntutan pekerjaan diluar batas kemampuan seorang pekerja memiliki, maupun faktor fisik dan lingkungan sehingga dapat mengganggu aktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di Inkubator Bisni dan Teknologi (IBT), Universitas Teuku Umar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini yaitu berjumlah 30 pekerja. Berdasarkan dari hasil penelitian stres kerja dengan kelelahan kerja yang dilakukan dengan uji Chi Square Test mendapatkan nilai Pvalue  sebesar 0,03, sehingga nilai Pvalue < 0,05. Berdasarkan dari hasil penelitian ini terdapat hubungan kelelahan kerja dengan stres kerja pada pekerja di Inkubator Bisnis dan Teknologi, Universitas Teuku Umar.Kata Kunci: kelelahan kerja, stres kerja, pekerja IBTWork fatigue shows a person's condition that involves mental and physical so that they have differences, resulting in decreased productivity in doing work. Work fatigue can also be interpreted as an event where a person suffers from physical, mental and emotional fatigue that occurs, because the stress that is happening to the individual is in the long term. While work stress is a condition of the body's condition against pressure and work demands beyond the limits of a worker's ability to have, as well as physical and environmental factors that can interfere with work activities. The purpose of this study was to determine the relationship between job stress and job burnout among workers at the Business and Technology Incubator (IBT), Teuku Umar University. This research uses quantitative research methods with approach cross sectional. Respondents in this study amounted to 30 workers. Based on the results of work stress research with work fatigue which was carried out with the Chi Square Test, the Pvalue  was 0.03, so the Pvalue <0.05. Based on the results of this study, there is a relationship between work fatigue and work stress on workers at the Business and Technology Incubator, Teuku Umar University.keywords: job burnout, job stress, IBT workers
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SEBAGAI PEWARNA RAMBUT ALAMI Ananda, Zulia; Rahmi, Cut; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4186

Abstract

Latar Belakang : Era zaman modern banyak produk yang digunakan untuk pewarna rambut. Sediaan pewarna rambut digunakan dalam tata rias untuk mewarnai rambut agar terlihat menarik. Tumbuhan yang memiliki zat warna salah satunya rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) zat warna yang terkandung adalah kurkumoid.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui zat warna pada temulawak dapat diformulasikan sebagai gel pewarna rambut dan zat warna pada temulawak dapat menghasilkan warna terbaik pada konsentrasi tertentu.Metode Penelitian : adalah maserasi, pembuatan formulasi dengan penambahan ekstrak temulawak sebagai zat pewarna dengan 4 variasi konsentrasi 0%, 5%, 15% dan 25%, pirogalol sebagai pembangkit warna, xanthan gum sebagai pengental dan aquades sebagai pelarut. Evaluasi sediaan pewarna rambut meliputi pengujian : organoleptik, pH, iritasi, stabilitas warna yang dihasilkan, stabilitas terhadap pencucian, stabilitas terhadap matahari dan kesukaan.Hasil Penelitian : Hasil penelitian evaluasi sediaan untuk uji organoleptik menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi yang ditambahkan maka semakin pekat warna yang dihasilkan. pH terbaik yaitu menunjukan pada F3. Uji iritasi sediaan pewarna rambut menyatakan bahwa tidak ada reaksi pada semua formula yang telah diuji. uji stabilitas warna yang dihasilkan semakin besar konsentrasi ekstrak, maka semakin gelap warna yang dihasilkan. uji stabilitas warna terhadap pencucian menunjukan formula terbaik pada F4. Uji stabilitas terhadap matahari warna rambut tidak mengalami perubahan. Uji kesukaan yang terbaik adalah F4. Zat warna pada rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dapat diformulasikan sebagai gel pewarna rambut.Kesimpulan : Formulasi yang menghasilkan warna terbaik yaitu pada konsentrasi ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) 25% menghasilkan warna kuning perang kecoklatan. Kata Kunci : Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Rambut, Gel Pewarna Rambut.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Capaian PIN Polio Pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh Dhirah, Ulfa Husna; Iskandar, Iskandar; Andika, Fauziah; Safitri, Faradilla
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3525

Abstract

Data Kemenkes RI (2022) provinsi dengan capaian imunisasi terendah, yaitu Aceh (42,7%). Data Dinas Kesehatan Banda Aceh, total anak usia 0-12 tahun yang telah mendapatkan tetes polio sebanyak 41.740 orang atau sekitar 90.9 persen dari total sasaran sebanyak 45.941 anak. Data itu, hasil rekapan kumulatif dari 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh, hingga tanggal 10 Januari 2023. Puskesmas Kuta Alam dengan persentase terbesar 10,8 persen dan terendah Puskesmas Jeulingke dengan total cakupan 67,1 persen. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN polio pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke kota Banda Aceh. Penelitian bersifat analitik dengan desain Cross Sectional, populasi semua ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang terdapat di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh sebanyak 35 orang. Teknik penelitian menggunakan Total Sampling. Penelitian dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeulingke pada tanggal 04-08 Agustus 2023. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, data entry, tabulating, dan analisis data secara univariat bivariate menggunakan chi square. Didapatkan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05, dan p- value = 0,000 yaitu nilai α = < 0,05 artinya bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan capaian PIN Polio. Ada hubungan pengetahuan dan  sikap ibu dengan capaian PIN Polio pada bayi Usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeulingke Kota Banda Aceh. Perlu meningkatkan pemberian informasi mengenai kesehatan bayi khususnya dalam pemberian imunisasi polio.Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, PIN PolioData from the Indonesian Ministry of Health (2022) shows that the province with the lowest immunization achievement is Aceh (42.7%). Data from the Banda Aceh Health Service shows that the total number of children aged 0-12 years who have received polio drops is 41,740 people or around 90.9 percent of the total target of 45,941 children. The data is the result of a cumulative recapitulation from 11 Community Health Centers in Banda Aceh City, up to January 10 2023. Kuta Alam Community Health Center with the largest percentage of 10.8 percent and the lowest Jeulingke Community Health Center with total coverage of 67.1 percent The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh city. This research is analytical with a cross sectional design, the population of all mothers with babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center Working Area, Banda Aceh City is 35 people. The research technique uses Total Sampling. The research was carried out in the Jeulingke Community Health Center Work Area on 04-08 August 2023. Data processing involved editing, coding, data entry, tabulating and univariate bivariate data analysis using chi square. Obtained p-value = 0.000, namely α value = <0.05, and p-value = 0.000, namely α value = <0.05, meaning that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes and PIN Polio achievement. There is a relationship between maternal knowledge and attitudes and the achievement of PIN Polio in babies aged 6-12 months in the Jeulingke Community Health Center working area, Banda Aceh City. There is a need to increase the provision of information regarding baby health, especially in providing polio immunization.Keywords: Knowledge, Attitude, Polio PIN 
Penetapan Kadar Lemak Dalam Daging Buah Pala (Myristica fragrans Houtt) Dengan Metode Gas Kromatografi dan Spektroskopi Massa Pardi, Pardi; Firjatullah, Teuku; Kesumawati, Kesumawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.4210

Abstract

Latar Belakang Masalah: Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman daerah tropis. Salah satu manfaat tanaman pala adalah daging buah pala yang memiliki persentase sebesar 77,8%. Daging buah pala dapat dimanfaatkan sebagai pengolahan minyak. Minyak pala memiliki kandungan kadar air, protein dan lemak. Untuk menentukan kadar lemak tersebut dapat menggunakan metode Gas Kromatografi dan Massa Spektroskopi (GC-MS). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui penetapan kadar lemak dalam daging buah pala dengan metode gas kromatografi dan spektroskopi massa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan melakukan kegiatan atau perlakuan tertentu pada suatu sediaan di laboratorium. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Farmasetika Universitas Ubudiyah Indonesia, laboratorium Mikrobiologi jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala dan laboratorium Teknik Pengujian Kualitas Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Februari tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh buah pala yang terdapat di hutan Kabupaten Aceh Selatan. Adapun sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive sampling yaitu sebagian daging buah pala yang terdapat di Desa Simpang Tiga Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Prosedur kerja awalnya dilakukan pengumpulan, herbarium, preparasi dan penentuan kadar lemak dalam daging buah pala. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini didapatkan 2 ml ekstrak kental daging buah pala. Kemudian hasil penelitian menggunakan metode GC-MS ditemukan kadar lemak myristin dalam minyak simplisia daging buah pala sebesar 1,05% dengan kenaikan suhu oven sebesar 2°C. Kesimpulan dan Saran: Adanya kadar lemak myristin dalam daging buah pala. Dengan demikian maka diharapkan minyak daging buah pala menjadi suatu produk usaha bagi masyarakat.Kata Kunci : Kadar Lemak, Daging Buah Pala & Metode GC-MSBackground: Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) is a tropical plant. One of the benefits of the nutmeg plant is the flesh of the nutmeg which has a percent of 77,8%. Nutmeg flesh can be used as oil processing. Nutmeg oil contains water, protein and fat content. To determine the fat content can use the method of Gas Chromatography and Mass Spectroscopy (GC-MS). Research Purposes: The purpose of this study was to determine of fat content in nutmeg flesh using gas chromatography and mass spectroscopy methods. Research Methodolog: This type of research is quantitative research by carrying out certain activities or treatments on a preparation in the laboratory. This research was conducted at the Pharmacy Laboratory, Ubudiyah University Indonesia, the Microbiology Laboratory Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Syiah Kuala University and the Environmental Quality Testing Engineering Laboratory Faculty of Engineering Syiah Kuala University. The research was conducted on 21 February 2022. The population in this study were all nutmeg found in the forests of South Aceh Selatan. The sample in this study was taken by purposive sampling, namely some of the nutmeg flesh found in Village Simpang Tiga, Sawang District, South Aceh Selatan. The initial working procedure was collection, herbarium, preparation and determination of fat content in nutmeg flesh. The Research Results: The results of this study obtained 2 ml of thick extract of nutmeg flesh. Then the results of the study using the GC-MS method found that the myristin fat content in nutmeg flesh was 1,05% with in temperature an oven variation of 2°C. Conclusion and Recommendations: The fat content of myristin in the flesh of a nutmeg. Thus, it is hoped that nutmeg flesh oil will become a business product for the community.Keywords : Fat Content, Nutmeg Flesh & GC-MS Method
PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK USIA DINI KORBAN BROKEN HOME DI KOTA BANDA ACEH Hasanah, Uswatun; Sari, Nila
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.3638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan psikologis anak usia dini korban broken home di Pos PAUD Harsya Ceria Jeulingke Kota Banda Aceh Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian pada penulisan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap perkembangan psikologis anak usia dini korban broken home. Subjek penelitian adalah seorang anak pada Pos PAUD Harsya Ceria Jeulingke Kota Banda Aceh yang merupakan anak korban broken home. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya perceraian mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan anak, terutama perhatian dan kasih sayang (asih) yang seharusnya didapatkan dari kedua orangtuanya, akan tetapi Anisa tetap memiliki rasa aman, mendapatkan perlindungan, tidak minder, suka berempati, berbagi dengan yang lain serta anak suka menjadi lebih mencari perhatian dengan orang lain. Anisa merupakan anak korban broken home mengalami perkembangan sosial emosional yang sesuai dengan anak seusianya. Lingkungan sekitar rumah dan sekolah yang peduli dan memberikan perhatian yang baik terhadap anak korban broken home dapat membantu perkembangan sosial emoosional anak berkembang sesuai tingkat perkembangannya sehingga Anisa tidak memerlukan penanganan khusus.Kata kunci: perkembangan psikologis, broken home

Page 86 of 123 | Total Record : 1226