cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE
ISSN : 24423106     EISSN : 26155338     DOI : -
Core Subject : Education,
The aim of the Journal of Education Science (JES), p-ISSN 2442-3106, e-ISSN 2615-5338 is to provide an international forum for the sharing, dissemination and discussion of research, experience and perspectives across a wide range of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
EMPOWERED VOICES: A FEMINIST DISCOURSE ANALYSIS OF SELF-LOVE AND CONFIDENCE IN SELENA GOMEZ’S “WHO SAYS” Syarifah Syarifah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5427

Abstract

Popular music often serves as a subtle site where emotion and ideology intertwine. In Selena Gomez’s “Who Says,” lyrical vulnerability transforms into resilience, crafting a discourse where the female voice reclaims its worth. Within this context, the song operates as a medium of feminist self-articulation that negotiates the boundaries between self-doubt and empowerment. This study aims to examine how Gomez’s lyrics construct self-love and confidence as feminist agency through discursive strategies. Guided by Feminist Critical Discourse Analysis (Lazar, 2020, 2023), supported by hooks’ (2000) notion of self-love as political resistance, and informed by Butler’s (2022) view of performative subjectivity and Gill’s (2021, 2023) theorization of confidence culture and postfeminist affect, the study employs a qualitative textual approach. The analysis identifies three discursive patterns: repetition as resistance, pronoun shifts as collective identity, and rhetorical questioning as empowerment. Findings reveal that repetition reclaims the voice of self-worth, pronoun shifts dissolve the line between the individual and collective self, and rhetorical questions destabilize patriarchal authority. These patterns turn pop lyricism into an act of feminist redefinition. Ultimately, “Who Says” emerges as a lyrical manifesto of self-love—transforming the language of insecurity into affirmation and redefining agency as the right to exist beautifully and unapologetically. Keywords: agency, discourse, empowerment, feminism, music, self-love
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SENI BERBASIS BUDAYA LOKAL MELALUI REVITALISASI TARI MEUSARE-SARE BERBASIS MULTIMEDIA Fitriani Fitriani; Riza Oktariana; Putri Julia; Wahidah Nasution; Rossiana Br Ginting; Muhammad Ihsan Rajib; Syapira Salsabilah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5654

Abstract

Pembelajaran seni berbasis budaya lokal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai karakter dan identitas budaya sejak usia dini. Namun, implementasi seni tari tradisional dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) masih terbatas, baik dari sisi model pembelajaran maupun dukungan media berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran seni berbasis budaya lokal melalui revitalisasi Tari Meusare-sare berbasis multimedia. Penelitian menggunakan pendekatan research and development dengan subjek 38 guru PAUD dan 243 anak pada komunitas PKG Jantho Baru Aceh Besar. Tahapan pengembangan meliputi analisis kebutuhan, perancangan model pembelajaran, pengembangan produk multimedia berupa modul dan video pembelajaran, uji coba terbatas, serta evaluasi dan revisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran seni tari tradisional, meningkatkan keterlibatan dan antusiasme anak, serta menghasilkan produk multimedia yang aplikatif dan berkelanjutan. Model ini efektif sebagai alternatif pembelajaran seni berbasis budaya lokal pada PAUD.
PROJECT-BASED ECONOMIC EDUCATION TO IMPROVE STUDENTS' CREATIVITY AND ENTREPRENEURSHIP Amelia Khairina Ilmi; Supar Wasesa
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5446

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of project-based economic education in enhancing students' creativity and entrepreneurship skills. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental pretest and posttest design involving eleventh-grade students in a senior high school in Indonesia. Data were collected through questionnaires, teacher observation sheets, and student project portfolios. The results indicated that project-based learning significantly improved students’ creativity, including their ability to generate new ideas, develop ideas, think critically, and solve problems innovatively. Students’ entrepreneurship skills also increased, reflected in business planning, resource management, market analysis, project implementation, and presentation of business outcomes. Project-based learning provided a more practical and meaningful learning experience while enhancing social skills such as collaboration, communication, and leadership. The study confirms that project-based economic education is effective in developing students’ creative and entrepreneurial competencies and can serve as a relevant learning strategy to meet real-world challenges.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SEKOLAH INKLUSI Saprina Siregar
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5675

Abstract

Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah inklusi yang memiliki keberagaman kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik guna meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan atau literature review dengan menelaah berbagai jurnal dan sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang terencana dan berkelanjutan membantu guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran serta meningkatkan kompetensi profesional, sehingga berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah inklusi.
ANALISIS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA TENAGA PENDIDIK DI SD NEGERI 091350 TIGARUNGGU KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN PEMBELAJARAN 2024/2025 Hotmarito Dalima Girsang Yusuf Hotmarito Dalima Girsang
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik di SD Negeri 091350 Tigarunggu, Kabupaten Simalungun tahun 2025. Fokus kajian meliputi perencanaan kebutuhan guru, proses rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, evaluasi kinerja, serta tantangan yang dihadapi sekolah dalam pengelolaan tenaga pendidik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan SDM guru telah dilakukan secara bertahap, namun belum sepenuhnya optimal. Perencanaan tenaga pendidik masih bersifat umum dan belum berdasarkan analisis kebutuhan riil. Proses rekrutmen guru mengacu pada kebijakan dinasterkait  tanpa keterlibatan langsung dari sekolah. Pelatihan belum berjalan secara berkelanjutan dan evaluasi kinerja cenderung informal serta tidak berbasis indikator terukur. Tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya dan kurangnya koordinasi Lembaga terkait. Rekomendasi meliputi peningkatan pelatihan guru, penguatan evaluasi berbasis kompetensi, serta penguatan peran kepala sekolah sebagai pengelola SDM. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan manajemen pendidik yang lebih efektif di tingkat sekolah dasar.
TANTANGAN DAN EFEKTIVITAS GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN Rahmat Fajri; Said Ashlan; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas serta tantangan pemanfaatan teknologi digital oleh guru di sekolah dasar dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Transformasi pendidikan berbasis teknologi menuntut guru memiliki kemampuan literasi digital dan kompetensi pedagogis yang memadai agar pembelajaran menjadi lebih interaktif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada guru sekolah dasar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran, terutama dalam meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas pembelajaran, akses informasi, serta efisiensi proses pembelajaran. Guru memanfaatkan berbagai platform dan media digital seperti Google Classroom, video pembelajaran, aplikasi presentasi interaktif, serta perangkat evaluasi berbasis daring untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, implementasi teknologi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi literasi digital sebagian guru, keterbatasan akses internet, serta resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran konvensional. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi teknologi digital sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis guru, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana dan prasarana teknologi. Kata kunci: teknologi digital, efektivitas pembelajaran, guru, tantangan, pendidikan digital. Abstract This research was This study aims to analyze the effectiveness and challenges of digital technology utilization by elementary school teachers to support the learning process in the digital era. Technology-based educational transformation requires teachers to have adequate digital literacy skills and pedagogical competencies to make learning more interactive, adaptive, and oriented to student needs. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and distribution of questionnaires to elementary school teachers. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the use of digital technology has a positive impact on learning effectiveness, especially in increasing student engagement, learning creativity, information access, and learning process efficiency. Teachers utilize various digital platforms and media such as Google Classroom, learning videos, interactive presentation applications, and online-based evaluation tools to support teaching and learning activities. However, the implementation of digital technology still faces various challenges, including limited infrastructure, low digital literacy competency among some teachers, limited internet access, and resistance to changes to conventional learning methods. The research findings also indicate that the success of digital technology integration is greatly influenced by teachers' pedagogical competency, school support, and the availability of technological facilities and infrastructure. . Keywords: digital technology, learning effectiveness, teachers, challenges, digital education.
PEMBERDAYAAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Said Ashlan; Syarifah Asyura; Rahmat Fajri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pemberdayaan serta faktor-faktor yang berpengaruh dalam budaya disiplin dan inovasi pembelajaran yang berdampak pada kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data yang dibantu oleh perangkat lunak Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Subjek penelitian adalah para guru di sekolah menengah atas dengan jumlah sampel sebanyak 240 orang guru. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik stratified proportional random sampling, kemudian ditentukan hubungan antara matriks dari seluruh variabel penelitian. Hasil penelitian ini, setelah menganalisis faktor dependen dan independen pada setiap sub-struktur, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif budaya disiplin terhadap kinerja guru secara keseluruhan sebesar 0,132. Inovasi pembelajaran juga memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 0,304. Temuan penelitian ini memiliki implikasi terhadap penguatan budaya disiplin dan inovasi pembelajaran di kalangan guru pada satuan pendidikan, khususnya di tingkat sekolah menengah atas. Hal ini terlihat dari kegiatan para guru yang memiliki dorongan kuat untuk berinovasi dalam pembelajaran serta memperoleh dampak positif dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai pendidik di lingkungan sekolah sehari-hari. Penelitian ini memberikan manfaat yang signifikan bagi dunia pendidikan, komunitas korporasi yang terlibat dalam sektor pendidikan, para pemerhati pendidikan, serta masyarakat umum.
ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN IPS DALAM KELAS INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANDA ACEH Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Ayyu Wahifa Safira; Lisnawati Lisnawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam kelas inklusi di Sekolah Dasar Negeri Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas, guru pendamping khusus, serta siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan pembelajaran IPS dalam kelas inklusi meliputi perbedaan kemampuan kognitif siswa, keterbatasan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, kurangnya media pembelajaran yang sesuai, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pendampingan individual. Selain itu, pemahaman konsep abstrak dalam materi IPS menjadi tantangan utama bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan modifikasi metode pembelajaran, penggunaan media yang variatif, serta kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping khusus untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di kelas inklusi. Kata Kunci: kesulitan belajar, IPS, kelas inklusi, sekolah dasar
KAJIAN HUKUM PERDATA ATAS PELANGGARAN HAK-HAK ANAK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DASAR Zawil Fadhli; Herawati Herawati; Eva Susanna; Fitriliana Fitriliana; Muhammad Nur
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5539

Abstract

Pelanggaran hak-hak anak dalam sistem pendidikan dasar merupakan isu yang sering kali tidak disadari oleh sekolah, guru, maupun orang tua. Dalam perspektif hukum perdata, hubungan hukum antara sekolah dan siswa menciptakan kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara pendidikan. Wanprestasi, perbuatan melawan hukum, serta kelalaian dalam memenuhi standar perlindungan anak dapat menimbulkan tanggung jawab perdata bagi sekolah. Penelitian ini merupakan literature review yang mengkaji konsep-konsep hukum perdata terkait perlindungan anak, bentuk-bentuk pelanggaran hak anak di sekolah dasar, serta konsekuensi hukumnya. Kajian menunjukkan bahwa pelanggaran dapat berupa kelalaian pengawasan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran privasi anak, hingga tindakan yang menyebabkan kerugian fisik atau psikis. Penelitian ini menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab hukum untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Kata kunci: hukum perdata, hak anak, pendidikan dasar, wanprestasi, perbuatan melawan hukum. Abstract Violations of children's rights within the elementary education system are often overlooked by schools, teachers, and even parents. From a civil law perspective, the legal relationship between the school and its students creates legal obligations that must be fulfilled by the educational provider. Breach of contract, tortious acts, and negligence in meeting child protection standards may give rise to civil liability for the school. This study is a literature review that examines civil law concepts related to child protection, the various forms of children’s rights violations occurring in elementary schools, and their legal consequences. The review indicates that such violations may include supervisory negligence, abuse of authority, violations of children’s privacy, and actions that cause physical or psychological harm. This study affirms that schools bear a legal responsibility to provide a safe, healthy, and supportive educational environment that fosters the optimal growth and development of children. Keywords: civil law, children's rights, elementary education, breach of contract, tort.
PENGUKURAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS MELALUI PELAKSANAAN PENILAIAN DIAGNOSTIC KOGNITIF Murnia Suri; Rafni Fajriati; Nadia Safira
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5344

Abstract

Pelaksanaan assessment diagnostik kognitif terhadap 22 mahasiswa Program Studi Farmasi bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kosakata (vocabulary) Bahasa Inggris yang dimiliki oleh mahasiswa pada awal perkuliahan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa sebagian besar mahasiswa, yaitu sebanyak 15 orang (65%), berada pada kategori kemampuan menengah dengan jumlah kosakata yang ditulis berada pada rentang 81–101 kata. Sebanyak 3 orang mahasiswa (13%) menunjukkan kemampuan yang rendah dengan jumlah kosakata antara 60–80 kata, sedangkan 4 mahasiswa lainnya (sekitar 17,2%) menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi, yaitu di atas 101 kata. Sementara itu, hanya 1 mahasiswa (4,3%) yang menulis antara 123–143 kosakata. Distribusi ini menunjukkan bahwa secara umum, penguasaan kosakata mahasiswa masih didominasi oleh tingkat kemampuan menengah, dengan hanya sebagian kecil yang berada pada kategori tinggi maupun rendah. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan untuk menyusun materi ajar Bahasa Inggris yang adaptif terhadap tingkat kemampuan aktual mahasiswa, terutama dalam hal pengembangan kosakata akademik dan tematik sesuai dengan bidang keilmuan Farmasi. Hasil ini juga menegaskan pentingnya assessment diagnostik sebagai alat identifikasi awal yang berguna dalam merancang pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada kebutuhan mahasiswa. Dengan demikian, proses pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi linguistik mahasiswa, khususnya dalam penggunaan kosakata secara aktif dan aplikatif dalam konteks akademik maupun profesional. Kata Kunci: Assessment Diagnostik, Engliash, Vocabulary Test