cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah
ISSN : 24772771     EISSN : 24778214     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of History Education Department in Faculty of Teacher Training and Education named Candrasangkala. In Indonesia Candrasangkala is the year of Saka as one of the influence of Hinduism. As a journal name, Candrasangkala is unique and closely related to history in terms of temporal aspects. Thus, Candrasangkala is a scientific journal of education and history as a place for critical thinking.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
SITUS BENTENG FORT ROTTERDAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN DESTINASI PARIWISATA KOTA MAKASAR : TINJAUAN FISIK ARSITEKTUR DAN KESEJARAHAN Jumardi Jumardi; Suswandari Suswandari
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v4i2.4529

Abstract

Berbagai peninggalan masa kolonialisme tersebut harus dipelihara sebagai bagian dari pengalaman bangsa dalam perjuangannya merebut kemerdekaan. Keberadaan bangunan atau benda bersejarah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Pasal 1 Undang undang Nomor 11 Tahun 2010 yang dimaksud cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur agar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Salah satu cagar budaya yang masih terpelihara dengan baik adalah Benteng Ford Rotterdam. Benteng Fort Rotterdam merupakan bagian kecil dari sebuah puzzle negara yang  bernama Indonesia. Kejayaan dan kebesaran Kerajaan Gowa, mampu dihadirkan  melalui Benteng Fort Rotterdam sebagai benda cagar budaya yang terus dijaga kelestariannya oleh pemerintah daerah. Meskipun ada banyak benda cagar budaya di Kota Makassar, Benteng Fort Rotterdam layak dijadikan ikon Kota Makassar, sekaligus akan mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Benteng Fort Rotterdam juga dapat dijadikan sumber belajar peserta didik.  Peserta  didik harus lebih mengenal dengan sejarah bangsanya supaya semakin tumbuh kesadaran sejarah dan semakin kuat rasa nasionalisme peserta didik.
ANALISIS STRUKTURALISME LÉVI-STRAUSS DALAM CERITA RAKYAT TUNDUNG MEDIYUN: SEBAGAI ALTERNATIF BARU SUMBER SEJARAH Hendra Afiyanto; Hervina Nurullita
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v4i2.4631

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah pertanyaan, mengapa mitos, cerita rakyat, karya sastra, legenda selalu ditempatkan pada ranah fiksi, sehingga tidak bisa digunakan sebagai sumber sejarah? Sutherland mengatakan esensinya historiografi yang dibutuhkan adalah historicizing history. Demikianlah, artinya sebuah historiografi saat ini haruslah memahamkan sejarah itu sendiri. Untuk memahamkan sejarah yang diperlukan adalah semangat dekonstruksi. Ketika dekonstruksi menyisip dalam sebuah peristiwa sejarah akan terjadi kecenderungan historiografi mulai meninggalkan narasi besarnya. Historiografi akan bergeser dari makro ke mikro dengan bantuan sumber-sumber alternatif. Salah satu sumber alternatif yang bisa digunakan adalah mitos, cerita rakyat, karya sastra, atau legenda. Ketika sumber-sumber sejarah tersebut masih dianggap penuh unsur fiksinya, maka diperlukan alat bantu untuk membuatnya memiliki unsur fakta. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka digunakanlah cerita rakyat Keris Tundung Mediyun yang akan dianalis menggunakan Strukturalisme Lévi-Strauss sehingga nantinya dapat ditemukan unsur-unsur faktanya sebagai sumber alternatif historiografi.
DEVELOPMENT OF DIGITAL PICTORIAL STORY BOOK BASED ON MULTIPLE INTELLIGENCES FOR GRADE V STUDENTS OF SDS YASPORBI III JAKARTA Febrianti Yuli Satriyani; Suci Lihuna Yanto
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i2.8888

Abstract

This study aims to produce a digital pictorial story book based on multiple intelligences that are theoretically valid and effective to improve the narrative writing skills of grade V SDS Yasporbi III students. The research was conducted using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. The results of the product validation value developed by media experts were 83.8%, material experts were 84.2%, linguists were 82.2%, and practicing experts were 97.7%. From the resulting average score, the product can be categorized as very valid or very feasible to use. The level of product attractiveness is based on the field trial stage for students obtained a value of 91% which is categorized as very attractive. The use of digital picture books based on multiple intelligences on theme 5 “Love Indonesia” has proven to fulfill the feasibility aspect for use in learning and has succeeded in improving students' narrative writing skills and facilitating the multiple intelligences of grade V SDS Yasporbi III students. This can be proven from the results of the students' post-test scores during field trials. The results of student scores have increased by 21.12%, namely from the average percentage of pre-test scores before using the product of 70.2% where only 4 out of 18 students passed the minimum completeness standards and the average percentage of student scores during the post -test or after using the product of 89% where all students passed the minimum completeness standard.
COMMUNITY LIFE IN SLUM SETTLEMENT KARYA VII EAST HELVETIA, SUNGGAL SUB-DISTRICT Yeni Utami Hutasoit; Lister Eva Simangunsong; Rosmaida Sinaga
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i2.9319

Abstract

This study aims to determine the initial causes of the formation of the Karya VII Helvetia settlement, Sunggal Subdistrict, social and economic life in Karya VII Helvetia settlement, Sunggal District. This research uses a social research approach, by applying field research and assisted by literature in accordance with the discussion. For field research, the authors interviewed 5 people who had lived in Karya VII's settlement for at least 10 years according to the research needs. The data obtained from the results of field research and several literature sources were then analyzed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. From the research results, it is known that the initial cause of the formation of the Karya VII Helvetia settlement in Sunggal Subdistrict was a strong desire to seek a better life in urban areas but this was not accompanied by adequate abilities, which automatically failed to compete in terms of quality. This made them bury their dreams of enjoying a prosperous life, living in a proper place and volunteering to live on land that is not their own or land owned by the State in Karya VII Helvetia, Sunggal District. Economically, in the Karya VII Helvetia settlement, Sunggal Subdistrict, by involving housewives to work as scavengers, traders, using the house yard to raise chickens, using the back of the house to raise pigs.
THE EFFECT OF THE APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING MODELS TO IMPROVE HISTORICAL THINKING BASED ON THE GROWTH OF BUDI PEKERTI ON HISTORY LEARNING AT SMAN I CINANGKA Agus Rustamana; Yuni Maryuni
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8486

Abstract

Penumbuhan budi pekerti pada saat ini masih terabaikan didalam penerapan nilai- nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila. Keterabaian ini sebagai wujud dari masih kurangnya pemahaman nilai-nilai budi pekerti untuk terimplementasikan dalam proses aktifitas pembelajaran, atau dengan kata lain nilai-nilai dasar budi pekerti masih ada dalam kemasannya masih dalam tataran konseptual, belum terwujud dalam nilai aktual sebagai aktifitas di lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah, sebagai garda terdepan pendidikan seyogyanya sudah mengimplementasikan penumbuhan budi pekerti ini yang tersaji dengan menampilkan lingkungan sekolah yang menyenangkan. Atas hal tersebut dikembangkanlah model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan kemampuan historical thinking berbasis penumbuhan budi pekerti yang dilakukan sebanyak tiga kali siklus ujicoba dengan hasil yang sangat menggembirakan dimana telah terjadi peningkatan kemampuan historichal thinking berbasis penumbuhan budi pekerti siswa yang semula berada pada rentang tererndah 60% sampai dengan rentang tertinggi 73%, berada dibawah KKM klasikal yaitu 80%, maka setelah dilakukan tindakan tiga kali siklus naik siginifikan dengan rentang terendah 80% dan tertinggi 93.3%. berada di atas KKM, sehingga ujicoba dihentikan karena sudah pada posisi optimal.
VALUES OF LOCAL AWARENESS OF BADUY AS A SOURCE OF SOCIAL STUDIES LEARNING Wulan Nurjanah; Sariyatun Sariyatun
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i2.8238

Abstract

This article describes social studies learning based on the values of Baduy local wisdom in environmental aspects as a learning resource. Environmental issues are still a challenge at this time because phenomena in various regions of the country show that environmental damage is still quite severe so that it affects natural conditions, especially erratic climate change. In addition, some of the impacts that arise are detrimental to humans.  Social studies learning based on values of local wisdom Baduy can be   an effort to instill a caring attitude of the learning environment for the purpose of Social Studies Learning is to prepare students as citizens who have knowledge, attitudes and values, skills which can be used as a social problem-solving skill and actively participate in community activities. Baduy people still have a rule called pikukuh as a principle in carrying out life activities while maintaining natural preservation.
MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF BERBASIS MASALAH UNTUK MENGEMBANGKAN ASPEK BERPIKIR KESEJARAHAN (DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN SERANG PROPINSI BANTEN) Agus Rustamana
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v5i1.6082

Abstract

Proses pembelajaran sejarah masih dominan pada domain kognitif berbentuk penyampaian fakta-fakta sejarah dan belum  memberikan pengaruh kesadaran sejarah yang kuat dikalangan para pelajar, lemahnya kesadaran sejarah tersebut, tentu saja disebabkan oleh berbagai factor. Dipilihnya  model pembelajaran induktif berbasis masalah untuk mengembangkan  aspek berpikir kesejarahan dalam penelitian ini dikarenakan karakteristik model pembelajaran induktif  ini pada dasarnya sesuai dengan perkembangan kognitif dan perkembangan mental siswa SMA yang secara psikologis memiliki  rasa ingin tahu yang lebih besar memungkinkan peserta didik melihat isi pelajaran lebih realistis dan positif .Model pembelajaran induktif ini menempatkan guru sebagai fasilitator dan motivator belajar.Metode ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman siswa pada mata pelajaran sejarah. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi selalu berada < 0,05, demikian halnya data menunjukkan bahwa  ketrampilan berpikir kesejarahan peserta didik  di kelompok eksperimen lebih tinggi sebesar 1,236 dibanding peserta didik  di kelompok kontrol. Hasil statistik uji F untuk pengujian kesamaan dua rata-rata tersebut diperoleh 4,011 yang signifikan pada a= 0,05 (0,016). Ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata gained score di kelompok eksperimen dan di kelompok kontrol. Dengan demikian, model pembelajaran sejarah dengan pendekatan induktif ini dapat diterapkan pada mata pelajaran sejarah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kesejarahan siswa SMA di Kabupaten Serang Banten.
LOCAL KNOWLEDGE IN BABAD PANJALU MANUSCRIPT Abdul Muin Muin; Yeni Wijayanti Wijayanti; Yadi Kusmayadi Kusmayadi
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i2.9159

Abstract

The Babad Panjalu manuscript is a local cultural heritage that has not been uplifted and is widely known by the community, especially the Panjalu community, Babad Panjalu is one of the most useful sources of local knowledge today. This study aims to determine an overview of the contents of the manuscript and local knowledge contained in the Babad Panjalu text. This study used a historical method design with research steps, namely heuristics, criticism, interpretation, and the last stage, namely historiography, using a qualitative approach with data collection techniques, namely literature study or literature study. The results of this study indicate that Babad Panjalu is a copy manuscript which was completed on July 10, 1905, written by Prajadinata from Panjalu Ciamis. Babad Panjalu is a collection of C.M. Pleyte, which is stored in box 121 at the Jakarta National Library Museum, uses Sundanese as the medium and is written in the form of dangding or pupuh. Babad Panjalu reveals various local knowledge including knowledge about the world of fauna and flora, Sundanese musical instruments, Sundanese paribasa, sacred places in Panjalu, and the history of Panjalu.
BANTEN AS AQUATIC CITY IN THE 16-17TH CENTURY OF MASEHI Encep Supriatna
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8487

Abstract

Salah satu kerajaan yang bercorak Islam di Nusantara pada abad ke 16-17 adalah Kesultanan Banten, Kesultanan Banten awalnya berada dibawah kekuasaan Sunda Padjajaran dengan penguasa terakhirnya adalah Prabu Pucuk Umun yang merupakan putera dari Prabu Seda berkedudukan di Banten Girang, (Pupuh XVII, Babad Banten; naskah Lontar Kropak 421 baris 1-5). Setelah berhasil memerdekakan diri dari Kerajaan Sunda Pakuan Padjajaran dan menjadi kerajaan Islam ibu kotanya dipindahkan ke Keraton Surosowan yang terletak di Banten Lama + 10 KM dari Kota Serang, alasan pemindahan karena letaknya kurang strategis dan jauh dari pelabuhan, padahal  Banten memiliki lautan yang sangat luas dengan panjang garis pantai 500 KM, di daerah yang baru ini Sultan Banten yang baru yaitu Maulana Hasanudin (1525-1570) dengan gekar Panembahan Sorosowan setelah menerima tahta kerajaan dari ayahnya Sunan Gunug Djati dari Cirebon. Ibu Kota kerajaan Banten yang baru yaitu berkedudukan di Istana Surosowan dikelilingi tembok yang tinggi dan terdapat sungai-sungai dapat dilayari dengan jung atau perahu.
THE DYNAMICS OF COAL MINING TOWARD SOCIAL ECONOMIC CHANGES IN BAYAH DISTRICT (1999-2015) Indiyani Indiyani; Rikza Fauzan; Muhammad Ilham Gilang
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i2.8551

Abstract

Bayah District is administratively one of the sub-districts in Lebak Regency. Lebak Regency has abundant natural resources, one of which is coal. Coal in Lebak Regency is scattered in various areas, one of which is Bayah District. Coal mining in Bayah District has existed since the Japanese occupation in 1942 1945. Over time, coal mining was reopened in 1999, and coal mining has now become one of the livelihoods in Bayah District. This research is focused on the 1999-2015 timeframe because during that period the dynamics of coal mining occurred which had an impact on the socio-economic life of Bayah District. The method used in this study is a historical method which includes: Heuristics (data collection), Source Criticism, Interpretation, and Historiography. The results showed that the general geographical description of the people of Bayah District were farmers and fishermen. As the community of Bayah Subdistrict realized that there was potential for coal in Bayah District, coal mining in Bayah District began to operate again in 1999. The existence of coal mining resulted in a shift of professions in the Bayah District community.

Page 6 of 14 | Total Record : 138