cover
Contact Name
Fardan Mahmudatul Imamah
Contact Email
imamah2012@gmail.com
Phone
+6281345602487
Journal Mail Official
jurnalkontemplasi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Jl. Mayor Sujadi Timur No. 46 Tulungaung 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
KONTEMPLASI: JURNAL ILMU-ILMU USHULUDDIN
ISSN : 23386169     EISSN : 25806866     DOI : -
Focus The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the Islamic theology, hermeneutic, sociology, philosophy, communication, hadith, and else, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. Scope Its principal concern includes research development and knowledge dissemination on issues related to Islamic theology.
Articles 234 Documents
THE CONCEPT AND LEVELS OF MAHASANTRI UNDERSTANDING ON RELIGIOUS MODERATION IN MA'HAD AL-JĀMI'AH UIN ANTASARI BANJARMASIN Riza Saputra
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v11i1.8422

Abstract

The study of religious moderation seems to be a wave today. In the framework of higher education, although studies on religious moderation have been widely carried out in the last few decades, studies on religious moderation are still limited to the program activities, roles, and efforts made by PTKIN. This study wants to know the success of these programs and efforts by looking at the level of understanding of Ma'had al-Jāmi’ah UIN Antasari students in describing religious moderation. This study aimed to determine the understanding of Mahasantri and the factors influencing their knowledge of religious moderation. This qualitative descriptive field study shows the results that mahasantri's understanding of religious moderation can be categorized into several key concepts; religious moderation is: 1) the Middle Way, fair and balanced; 2) it is not rigid and fanaticism in religion; 3) it is the one that is not exaggerating, 4) it does not impose its beliefs on others, 5) Religious Moderation is a Process and Tolerance is a result of it. At the level of understanding, mahasantri’s understanding is not only at the first level of understanding (translation), but their understanding has also entered the second and third levels of understanding, namely interpretation, and extrapolation.
THE ANALYSIS OF GUS BAHA'S HADITH STUDY ON YOUTUBE: ARBA'IN NAWAWI CHAPTER OF NIAT Ali Abdur Rohman; Salamah Noorhidayati
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v12i2.8459

Abstract

Kajian agama yang awalnya disampaikan secara langsung di mana antara Kyai dan santri berada dalam satu majlis, karena perkembangan teknologi pengajian tersebut dapat direkam dan ditayangkan ulang melalui berbagai media sosial salah satunya YouTube. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis salah satu kajian Hadis yang tayang di YouTube oleh Gus Baha’ dengan materi hadits Arba’in Nawawi pada bab niat. Penelitian ini bersifat etnografi virtual, yang mana data diambil dari kanal YouTube yaitu “Tafsir NU” dan “Islamic Studies With Gus Baha’’. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi bagaimana teknis pengajian hadis Gus Baha’ dan isi yang terkandung dalam kajian Gus Baha’ terhadap hadis tentang niat. Temuan dalam penelitian ini, pertama Gus Baha’ dalam penyajiannya menggunakan metode bandongan yang dalam penyampaiannya menggunakan bahasa Jawa Pegon sebagaimana tradisi pesantren salaf. Kedua, materi penjelasannya meliputi unsur fikih, sejarah, pemikiran dan qaul sahabat, kontekstualisasi makna hijrah, ajaran tasawuf yang meliputi: kontekstualisasi makna zuhud, ikhlas dan aktualisasi konsep tawadhu’.
THE ROLE OF MAJLIS TAKLIM KAWULO ALIT FOR THE COMMUNITY IN JUNGKE VILLAGE, KARANGANYAR REGENCY FROM 2004 TO 2019 Eko Prasetyo; Latif Kusairi
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v11i1.8478

Abstract

Pemahaman terhadap pengetahuan keagamaan berpengaruh pada budaya dan kondisi sosial kelompok masyarakat. Dalam konteks desa Jungke, Kabupaten Karanganyar, kurangnya pemahaman ini berhubungan dengan pelanggaran norma dan perilaku menyimpang, seperti perjudian, konsumsi alkohol, penyalahgunaan obat, dan konflik antar warga. Melalui pembentukan Majelis Kawulo Alit, kesadaran untuk mempelajari keagamaan berhasil mengubah masyarakat menjadi lebih religius dan mengurangi tindakan menyimpang. Penelitian ini fokus pada peran Majelis Kawulo Alit dalam transformasi masyarakat desa Jungke dari 2004 hingga 2019, menggambarkan efektivitas lembaga keagamaan dalam mengubah kondisi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi data, dan historiografi.
RELEVANCE OF OCCURATIONAL REPORTING IN AL-QUR'AN VERSES TO THE MIRACLES OF THE QUR'AN Panggih Widodo; Ahmad Mujahid
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v11i1.8479

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemberitaan gaib dalam beberapa ayat Alquran dan dampaknya terhadap sisi mukjizat Alquran. Fokus utama mencakup hakikat pemberitaan gaib, analisis terhadap mukjizatnya, dan manfaatnya dalam memperkuat sisi tersebut. Sumber data yang digunakan meliputi pustaka primer dan sekunder yang dianalisis secara mendalam. Hasilnya mengungkap bahwa pemberitaan gaib dalam Alquran berisi informasi yang tak bisa diterima melalui indera atau akal manusia. Ayat-ayat semacam itu juga berkontribusi pada sisi mukjizat Alquran, terhubung dengan berbagai disiplin ilmu. Keberadaan pemberitaan gaib ini berperan penting dalam memperkokoh mukjizat Alquran. Penelitian ini memberi kontribusi berharga pada pemahaman keilmuan Islam, meningkatkan pengetahuan umat terkait mukjizat Alquran lewat pemberitaan gaib. Lebih lanjut, hal ini mendorong ilmuwan untuk terus menganalisis ayat-ayat Alquran guna menguji dan membuktikan kemukjizatannya.
ABU ZAHWU’S THOUGHTS ABOUT THE ROLE OF MUHADDISIN IN MAINTAINING THE AUTHENTICITY OF HADITH IN THE THIRD CENTURY OF HIJRI Afif Maulana; Muhid Muhid; Andris Nurita
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.v11i1.8481

Abstract

Perkembangan sejarah hadis dari masa Nabi Muhammad SAW hingga saat ini telah mengalami kemajuan pesat, termasuk periode kelima pada abad ketiga hijriah yang dianggap sebagai masa keemasan. Pada periode ini, praktik pengumpulan dan penulisan hadis menjadi lebih sistematis, berfokus pada pentashihan hadis serta penyusunan kitab-kitab hadis induk. Penelitian ini membahas pemikiran Muhammad Abu Zahwu tentang peran ulama hadis dalam memastikan keaslian hadis pada abad ketiga hijriah. Ulama hadis berperan penting dalam melawan kesalahan dan pemalsuan hadis yang muncul baik dengan sengaja maupun tidak. Metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Faktor-faktor seperti pemalsuan hadis oleh berbagai kelompok mendorong ulama hadis untuk menjaga keabsahan hadis dengan mengumpulkan dan mengkodifikasikan hadis serta memberikan kualifikasi menggunakan metode penting. Pemikiran Muhammad Abu Zahwu dengan jelas dan sistematis menguraikan peran ulama hadis dalam menjaga kemurnian hadis Nabi SAW.
THE HAUL TRADITION OF THE SUNDA STRAIT TSUNAMI Salim, Luthfi; Hidayat, Wahyu; Setiawan, Agus Mahfuddin
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 13 No 01 (2025): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2025.13.01.01-25

Abstract

Tradisi Haul Tsunami Selat Sunda di masyarakat pesisir Lampung Selatan telah menjadi simbol penting rasa syukur atas keselamatan dari bencana dan pengingat akan kasih sayang Tuhan. Namun, penelitian yang mendalam mengenai bagaimana tradisi ini dapat mendukung kesiapsiagaan bencana masih terbatas. Di sini, kami menyoroti potensi tradisi Haul untuk diintegrasikan dengan upaya mitigasi bencana yang lebih formal, melalui edukasi informal, peningkatan kohesi sosial, dan pembangunan ketahanan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi peran tradisi Haul dalam membentuk kesadaran masyarakat terhadap ancaman tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Haul tidak hanya memperkuat ikatan komunitas, tetapi juga dapat menjadi media edukasi bencana yang efektif. Tradisi ini, ketika diselaraskan dengan program mitigasi teknis, seperti pelatihan evakuasi atau simulasi bencana, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur kesiapsiagaan bencana, terutama dalam konteks kearifan lokal, dan merekomendasikan agar pembuat kebijakan mempertimbangkan peran tradisi seperti Haul dalam strategi mitigasi bencana nasional
EXPLORING THE CONCEPT OF TAZKIYATUN NAFS IN THE BOOK OF SIRRUL ASRAR: THE WORK OF SHEIKH ABDUL QODIR AL-JAILANI Akbar, Yogi Muhammad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 13 No 01 (2025): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study of the concept of tazkiyatun nafs in the book of Sirrul Asrar by Sheikh Abdul Qodir Al-Jailani is very important to discuss so that people really understand how the concept of tazkiyatun nafs is actually in people's lives can apply it in an effort to give the heart from various mistakes made, so here the researcher tries to explain how the concept of tazkiyatun nafs according to Sufism scholars, getting closer to Allah as an effort to cleanse the soul and the concept of tazkiyatun nasf according to Sheikh Abdul Qodir Al-Jailani. The purpose of this research is for the readers to know the concept of tazkiyatun nasf according to Sheikh Abdul Qodir Al-Jailani. The method used in this research is based entirely on literature review or what is commonly referred to as literature study. What is meant by literature review is a review conducted to address a problem that basically relies on basic investigations and on data that has been collected. The result is that tazkiyatun nafs according to Shaykh Abdul Qodīr Al-Jailānī is a teaching that is oriented towards the formation of praiseworthy traits and self-cleansing from despicable traits. The higher a person's praiseworthy traits, the more it will increase the purity of his soul.
UNDERSTANDING THE CONCEPT OF SCIENCE IN THE MODERN ERA Tanjung, Fadhilah Sukmawati; Sumarna, Elan; Surahman, Cucu
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 13 No 01 (2025): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the meaning and relevance of the hadith of Abu Dawud No. 3641 about the virtue of knowledgeable people in facing the challenges of education in the modern era that tends to be pragmatic and materialistic. This study is a qualitative study with the method of library study and tahlīlī analysis. Primary data were obtained from the book of Sunan Abu Dawud, while secondary data came from related books and articles. This study analyzed the sanad and matan of the hadith in depth to ensure its validity. The results of the study show that the sanad of this hadith is muttaṣil (connected) with most of the narrators who are considered thiqa, although there are narrators who are ḍa'īf (weak) so that this hadith is classified as hasan lighairihi and can still be used as an argument. This hadith analogizes the virtue of knowledgeable people like the full moon that illuminates the stars in the sky. The meaning is that knowledgeable people have a broad impact on society compared to worshipers whose benefits are individual. This research contributes to strengthening understanding of the importance of education based on religious values ​​in the midst of modernization, and recommends the integration of religious knowledge and general knowledge to shape the noble morals of students.
PROGRESSIVE ISLAMIC THEOLOGY AS A THIRD PATHWAY IN ABDULLAH SAEED’S CONTEMPORARY REVIVAL THOUGHT Firdaus, Fiqih; Nurhayati, Aniek
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 13 No 01 (2025): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2025.13.01.109-131

Abstract

This article discusses Abdullah Saeed's thoughts regarding the need for a progressive Islamic discourse for the rise of Islam in the contemporary era. Saeed sees the need to have a dialogue between the treasures of the legacy of classical scholars and the current developments of modern science. Of course, the treasures of the legacy of the classical scholars must be read in depth and critically to find common ground with the socio-historical modern Muslims. The proposed method is using a contextualism approach, namely reading verses by not only looking at the textual side of the universal meaning, but also looking at the context in which Muslims live.
TRANSFORMATION OF THE RELIGIOUS ECOCENTRISM MOVEMENT IN PESANTREN (Case Study of Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa, Guluk-guluk, Sumenep, Madura) Ghufron, Muhammad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 13 No 01 (2025): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2025.13.01.47-76

Abstract

Pesantren not only functions as a place to teach religious knowledge, but also plays an important role in efforts to preserve the environment as part of the responsibility of the pesantren itself. One of the pesantren that pays great attention to the issue of environmental conservation is PP. Annuqayah Lubangsa, Guluk-guluk, Sumenep, Madura. This research attempts to answer two things, firstly, the Annuqayah Lubangsa Islamic Boarding School in responding to the phenomenon of environmental crisis. Second, the model of religious ecocentrism movement carried out by Annuqayah Lubangsa Islamic Boarding School. This research looks at the efforts of pesantren in environmental conservation through the analytical framework of religious ecocentrism. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The data that has been obtained is then analysed using data reduction, display, and verification. The results of this study show that the response of PP. Annuqayah Lubangsa's response to ecological phenomena stems from the history that in the pesantren environmental issues have become the teachings of previous caregivers and the caregiver's appeal to a concern about the increasingly worrying problem of accumulating garbage in the pesantren environment, giving birth to an environmental conservation movement, as well as a form of santri's responsibility as caliphs on earth. Second, the religious ecocentrism movement model carried out by the Annuqayah Lubangsa pesantren was pursued through various methods. Pesantren tidak hanya sekadar berfungsi sebagai tempat pengajaran ilmu keagamaan, melainkan juga berperan penting dalam upaya melestarikan lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab pesantren itu sendiri. Salah satu pesantren yang menaruh atensi besar pada persoalan pelestarian lingkungan hidup adalah PP. Annuqayah Lubangsa, Guluk-guluk, Sumenep, Madura. Penelitian ini hendak berupaya menjawab dua hal, yakni pertama Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa dalam merespons fenomena krisis lingkungan. Kedua, model gerakan ekosentrisme religius yang dilakukan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa. Penelitian ini melihat upaya pesantren dalam pelestarian lingkungan melalui kerangka analisis ekosentrisme religius. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan reduksi, display, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa respons PP. Annuqayah Lubangsa terhadap fenomena ekologis bermula dari sejarah bahwa di pesantren tersebut isu lingkungan sudah menjadi ajaran pengasuh terdahulu serta adanya himbauan pengasuh terhadap suatu keresahan akan adanya persoalan penumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan di lingkungan pesantren, hingga melahirkan gerakan konservasi lingkungan, sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab santri sebagai khalifah di muka bumi. Kedua, Model gerakan ekosentrisme religius yang dilakukan pesantren Annuqayah Lubangsa ditempuh melalui berbagai cara, mulai dari membangun jejaring dengan pihak-pihak yang kompeten dalam konservasi lingkungan yang termanifestasi dalam bentuk sekolah ekologi di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY; mendirikan laboratorium sampah UPT Jatian; hingga kampanye ekologis. Gerakan ekosentrisme religius ini terbukti membawa pengaruh yang cukup signifikan bagi berbagai pihak, terutama bagi beberapa pesantren dan instansi pendidikan lainnya, baik dari Kabupaten Sumenep maupun luar itu sendiri.