cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
LOKABASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KESANTUNAN BERBAHASA JAWA DALAM KOMUNIKASI BERSEMUKA FORMAL Mulyani, Siti; Nurhayati, Endang; Meilawati, Avi
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan draf alat ukur kesantunan berbahasa Jawa dalam situasi bersemuka formal. Penelitian ini mempergunakan pendekatan research and development (R D) berupa alat ukur kesantunan berbahasa Jawa sesuai dengan jenis tindak tuturnya. Subjek penelitian di tahun pertama ini meliputi para pendidik bahasa Jawa baik di tataran SLTP maupun tataran SLTA, maupun di perguruan tinggi yang diprediksi telah mempergunakan bahasa Jawa sebagai alat komunikasi secara santun. Lokasi penelitian adalah Yogyakarta.Pengumpulan data dilakukan dilakukan dengan survey-angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis  kualitatif diperguakan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur berbahasa Jawa dan aspek dalam alat ukur kesantunan tindak tuturnya, kuantitatif untuk mengetahuai skala kesantunannya. Berdasarkan jenisnya  tindak tuturnya yang terdapat dalam proses komunikasi bersemuka berbahasa Jawa pada proses pembelajaran dapat dibedakan menjadi lima jenis tidak tutur, yaitu: tindak tutur asertif, ekspresif, direktif, deklaratif dan komisif. Tindak tutur komisif merupakan tindak tutur yang tidak produktif. Suatu tuturan dapat dikategorikan menjadi suatu tuturan yang sangat santun, tuturan yang santun, agak santun, kurang santun , atau tuturan yang sangat tidak santun. Tingkat kesopanan suatu tuturan ditentukan oleh berbagai faktor yaitu mengandung maksim kesantunan atau tidak, sesuai tidak dengan tingkat tutur, ada tidaknya kinesik yang sesuai, nada suara yang sesuai, siap diri, tujuan dari pembicaraan, kesesuaian denga konteks, ada tidaknya sapaan, serta ada tidaknya penanda kesantunan.Abstract This study aims to develop a draft of Javanese politeness tools in a formal situation. This research uses research and development approach (R D) in the form of measuring tools politeness of Javanese in accordance with the type of speech acts. Research subjects in this first year include the Javanese language educators both in junior high and high school level, as well as in universities that are predicted to have used the Java language as a means of polite communication. The research location is Yogyakarta. Data collection is done by survey-questionnaire, observation, and documentation. Data analysis was done by qualitative and quantitative descriptive technique. Qualitative analysis is used to describe the type of speech acts in Javanese language and aspects in the measuring tool of politeness of speech acts, quantitative to know the scale of politeness. Based on the type of speech acts contained in the process of communication in the language of Javanese learning process can be divided into five types of speechless, namely: assertive speech acts, expressive, directive, declarative and commissive. Commissive speech acts are unproductive speech acts. A speech can be categorized into a very polite speech, polite, somewhat polite, or polite speech. The level of decency of a speech is determined by various factors that contain the maxim of politeness or not, in accordance with not the level of speech, the presence or absence of the appropriate kinesik, the tone of the appropriate voice, ready yourself, the purpose of the conversation, conformity with the context, whether there is a greeting, markers of politeness.
KALIMAT BAHASA SUNDA DALAM TEKS PROSA SUNDA KUNO ABAD KE-16 (Analisis Struktur dan Semantis) Nurwansah, Illam; Sudaryat, Yayat; Ruhaliah, Ruhaliah
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14199

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis struktur kalimat dengan menggunakan pendekatan tagmémik. Sumber data diambil dari transliterasi teks Carita Parahiyangan yang memakai berbahasa Sunda kuno. Penelitian ini dilakukan karena belum ada analisis mengenai struktur kalimat bahasa Sunda kuno secara mendalam, sebagai informasi linguistik bahasa Sunda temporal. Metode yang dipakai yaitu analisis deskriptif. Bentuk kalimat yang terdapat dalam bahasa Sunda kuno berupa kalimat lengkap dan kalimat ringkasan. Kalimat tunggal sederhana yang ditemukan memiliki tiga pola yaitu (1) S-P, (2) S-P-O, (3) S-P-Pel, sedangkan kalimat tunggal perluasan terdapat empat pola yaitu (1) S-P-K, (2) K-S-P-K, (3) S-P-O-K, dan (4) S-P-Pel-K. Kalimat majemuk setara yang ditemukan berupa kalimat asindetis dan sindetis. Kalimat majemuk asindetis tersusun dari dua klausa, tiga klausa dan empat klausa, sedangkan kalimat sindetis tersusun dari dua klausa. Pola kalimat majemuk bertingkat yaitu berupa kalimat majemuk bertingkat subjektif dan adverbial. Hubungan makna unsur kalimat yang ditemukan yaitu berdasarkan peran semantis subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. Hubungan makna antarklausa dalam kalimat majemuk setara terdapat dua jenis yaitu (1) kalimat pertentangan, dan (2) kalimat lanjutan. Hubungan makna antarklausa kalimat majemuk bertingkat terdapat enam jenis, yaitu (1) kalimat waktu, (2) kalimat syarat, (3) kalimat penyebab, (4) kalimat akibat, (5) kalimat pernyataan, dan (6) kalimat guna.AbstractThis research has purpose to analyze sentence structure by using tagmémik approach. Sources of data are taken from Carita Parahiyangan transliteration text that uses ancient Sundanese. This research is conducted because there is no analysis about ancient Sundanese sentence structure deeply, as temporal linguistic information of Sundanese. The method used is descriptive analysis. The sentence forms contained in ancient Sundanese consists of complete sentences and summary sentences. Simple sentences found have three patterns i.e. (1) S-P, (2) S-P-O, (3) S-P-C, while single sentences extension have four patterns i.e. (1) S-P-A, (2) A-S-P-A, (3) S-P-O-A, and (4) S-P-C-A. Compound sentences are found in the form of asindetis and syndetic sentences. Asindetis compound sentences are composed of two clauses, three clauses, and four clauses, while the syndetic sentences are composed of two clauses. Multilevel compound sentence pattern that is in the form of compound sentences with subjective and adverbial level. Relation of the sentence meaning found is based on the role of semantic subject, predicate, object, complement and adverb. The meaning relation between clauses in equal compound sentences consist two types i.e. (1) conflicting sentences, and (2) advanced sentences. The meaning relation between clauses in different degree compound sentences consist of six types i.e. (1) temporal sentence, (2) requirement sentence, (3) causal sentence, (4) effect sentence, (5) statement sentence, and (6) order sentence.
TRADISI NYALIN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUNDA (Kajian Struktur dan Etnopedagogik) Yanuariska, Yogi Yogaswara; Sudaryat, Yayat; Isnendes, Retty
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14204

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tradisi nyalin sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya dan belum terungkapnya niali-nilai kebaikan dalam tradisi nyalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) struktur (teks dan ko-teks) dan fungsi (konteks) tradisi nyalin dalam kehidupan masyarakat Sunda, (2) ciri kelisanan yang tampak dalam tradisi nyalin dalam kehidupan masyarakat Sunda, (3) nilai etnopedagogik dalam tradisi nyalin dalam kehidupan masyarakat Sunda. Metode penelitian yang digunakan adalah paradigma kualitatif dalam kajian tradisi lisan. Hasil penelitiannya, yaitu (1) struktur tradisi nyalin yang mencakup tahapan tradisi nyalin, tatahar ngawengku gempungan, kukumpul, majang, jeung riungan, ngukusan, sanduk-sanduk, mitembeyan mipit paré, dan ngaarwahan. Unsur-unsur tradisi nyalin mencakup nama kegiatan, pelaku kegiatan, barang-barang dalam kegiatan, makanan dalam kegiatan, gerakan, tempat berlangsungnya kegiatan, dan waktu berlangsungnya. Teks dalam tradisi nyalin adalah kapamalian, dongeng, mantra, diksi dan ungkapan. Fungsi tradisi nyalin sebagai (1) wujud rasa sukur pada Tuhan atas hasil panen yang didapat, (2) ciri kelisanan dalam tradisi nyalin, yaitu pemikiran lisan, ekspresi lisan, dan naratif lisan, 3) nilai etnopedagogik dalam tradisi nyalin, yaitu (1) pandangan hidup manusia dengan dirinya, (2) pandangan hidup manusia dalam lingkungan masyarakat, (3) pandangan hidup manusia dengan alam, (4) pandangan hidup manusa dengan Tuhan, (5) manusia dalam mengejar kemajuan lahir dan kebahagiaan batin. Kesimpulan dari penelitian ini, setelah diteliti secara struktur dan etnopedagogik memiliki nilai-niali luhur yang sudah ada di masyarakat sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai teladan dalam bidang pendidikan formal dan kehidupan masyarakat umum.AbstractThe background of this research is Nyalin tradition that has begun to be abandoned by the society and the values in Nyalin traditions that have not been revealed yet. The purpose of this study is to describe (1) the structure (text and co-text) and the function (context) of the nyalin tradition in the Sundanese life, (2) the visible oral features of the tradition in the Sundanese life, (3) the ethnopedagogic value in Nyalin tradition in the Sundanese society’s life. The research method used is a qualitative paradigm in the study of oral tradition. The results of his research are the structure of nyalin tradition includes its stages i.e. tatahar ngawengku gempungan, kukumpul, majang, riungan, ngukusan, sanduk-sanduk, mitembeyan mipit paré, and ngaarwahan. Elements of Nyalin tradition include the name of the activity, the performer, the goods, the food, the movement, the place, and the time it takes place. The texts in Nyalin tradition are kapamalian, dongeng, mantra, diction and idiom. The functions of Nyalin tradition are (1) a form of gratefulness to God over the results of harvesting, (2) the verbal characteristic of Nyalin tradition i.e.oral thought, oral expression, and oral narrative, 3) ethnopedagogic values in Nyalin tradition i.e.(1) the perspective of human life with themselves (2) the perspective of human life in the society, (3) the perspective of  human life with nature, (4) the perspective of human life with God, (5) the effort of human to reach physical and spiritual satisfaction. The conclusion of this study, after being structurally studied by using ethno pedagogic approach, Nyalin tradition has noble values that already exist in the community that can be used as an example in the field of formal education and public life.
KOSAKATA DALAM KARANGAN NARASI MURID SEKOLAH DASAR UNTUK BAHAN PENGAJARAN MEMBACA (Kajian Leksikologi dan Psikolinguistik) Hapsah, Leli Salimatul
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14200

Abstract

Prinsip pengajaran bahasa yaitu mengajarkan murid terampil berbahasa. Kuantitas dan kualitas keterampilan berbahasa dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas kosakata yang dikuasai. Kurangnya penelitian mengenai kosakata murid sekolah dasar menjadi landasan pelaksanaan penelitian ini. Tujuan pelaksanaan penelitian yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan tiga hal yaitu jenis kosakata dalam karangan narasi murid sekolah dasar, kesesuaian kosakata dengan perkembangan umur murid sekolah dasar, dan karangan narasi yang dapat dijadikan bahan pengajaran membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis unsur langsung. Dari 16 karangan ditemukan 650 kata dengan frekuensi penggunaan sebanyak 2520 kata. Setelah dilakukan analisis terhadap jenis kosakata ditemukan data kata dasar sebanyak 216, bentukan kata baru sebanyak 126 kata, dan kata tugas sebanyak 74 kata. Dari karangan narasi yang ditulis oleh murid sekolah dasar relatif sesuai dengan perkembangan umur murid. Hal ini dapat dilihat dari 650 kata hanya 10 kata yang  dianggap termasuk kata – kata untuk penutur dewasa. Dari 16 karangan yang ditulis murid sekolah dasar terdapat 5 karangan yang dianggap sesuai untuk bahan pengajaran membaca dilihat dari tingkat interferensi dan alur karangan narasi.AbstractThe principle of language teaching is to teach students to achieve their language skills. The quantity and quality of language skills can be seen from the quantity and quality of the vocabulary mastery. The lack of research on the vocabulary of elementary school students is the background of this research. The purposes of the research are to identify and describe three things i.e. the type of vocabulary in the elementary school students’narrative essay, the suitability of vocabulary with the age development of elementary school students, and narrative essay that can be used as reading teaching material. This research used qualitative approach. Research method used is descriptive method. Data analysis technique employed is direct element analysis technique. In 16 articles, there are found 650 words with 2520 words usage frequency. After the vocabulary type analysis, it was found that the root words data are 216, the formation of new words are 126 words, and the word task are 74 words. The result showed that the narrative written by elementary school students is relatively in accordance with the students’ age development. This can be seen from 650 words only 10 words that are considered as the words for adult speakers. In 16 essays written by elementary school students, there are 5 essays that are considered appropriate for reading teaching material based on the level of interference and narrative essay.
MEDIA E-LEARNING DENGAN APLIKASI EDMODO DAN SKYPE DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Rabiussani, Rani; Kuswari, Usep; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kedudukan e-learning dalam meningkatkan minat dan kemampuan menulis puisi Sunda siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung tahun ajaran 2016-2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media e-learning menggunakan aplikasi Edmodo dan aplikasi Skype dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung. Metode yang digunakan adalah studi eksperimen melalui desain penelitian Alternatif Treatment Post test Only with Non-equivalent Group Design. Sumber data penelitian adalah siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Negeri 13 Bandung. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes, observasi, dan angket. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan analisis t-test. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, rata-rata nilai hasil belajar menulis puisi siswa kelas XI SMK Negeri 13 Bandung yang menggunakan aplikasi Edmodo adalah 76,48 dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Hal tersebut membuktikan bahwa siswa sudah mampu menulis puisi. Sedangkan rata-rata nilai yang menggunakan aplikasi Skype adalah 70,83, yang artinya siswa belum mampu menulis puisi. Setelah dilaksanakan analisis t-test terbukti bahwa  ttabel dari df (58) dengan kepercayaan 95%, 2,004, serta jumlah thitung adalah 7,19. Berdasarkan hasil uji hipotesis bisa disimpulkan bahwa thitung ≥ ttabel, atau 7,19  ≥ 2,004 yang berarti hipotésis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Artinya bahwa media e-learning menggunakan aplikasi Edmodo lebih unggul dibandingkan dengan aplikasi Skype dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI SMKN 13 Bandung tahun ajaran 2016-2017. AbstractThis research is motivated by the importance of e-learning in improving the interest and ability to write Sundanese poetry of class XI SMK Negeri 13 Bandung students in 2016-2017academic year. This study aims to determine the implementation of e-learning media by using Edmodo and Skype application in improving the writing poetry ability of students of class XI SMK Negeri 13 Bandung. The method used is experimental study through Alternative Treatment Post Test Only with Non-equivalent Group Design research design. The data source is the students of class XI Computer Network Engineering (TKJ) SMK Negeri 13 Bandung. Instruments used to collect the data are test instruments, observations, and questionnaires. The data obtained were analyzed by using t-test. Based on the research results, the average score of students’writing poetry is 76.48 from Minimum Criterion (KKM) 75. It proves that students have been able to write poetry. While the average score using the Skype application is 70.83, which means students have not been able to write poetry. After conducted t-test analysis, the results proved that ttable of df (58) with 95% degree of confidence, 2.004, and tcount is 7.19. Based on hypothesis, test result can be concluded that tcount≥ ttable, or 7,19 ≥ 2,004 which mean alternative hypotesis (H1) is accepted and null hypothesis (H0) is rejected. This means that the e-learning media by using Edmodo application is more benefited than the Skype application in improving the writing poetry ability of students of class XI SMKN 13 Bandung in academic year 2016-2017.
KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi) Nurlatifah, Eva; Sudaryat, Yayat; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14197

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh anggapan bahwa seluruh kosa kata bahasa Sunda yang digunakan oleh penutur dalam berkomunikasi sehari-hari merupakan bahasa asli. Padahal sebagian dari kosa kata tersebut merupakan kata serapan dari bahasa lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kata serapan bahasa Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode desktiptif, dengan teknik mengumpulkan data menggunakan teknik dokumentasi. Sumber data berupa majalah Manglé nomor 2517 yang terbit bulan Maret 2015. Pengolahan data menggunakan teknik analisis unsur langsung dengan pendekatan etimologi, morfologi, dan grafologi. Hasil dari penelitian ini ditemukan lima hal, diantaranya adalah (1) ditemukan 12 asal kata serapan, kata serapan terbanyak berasal dari bahasa Arab yaitu sejumlah 61 kata; (2) ada lima bentuk kata serapan bahasa Sunda, jumlah data terbanyak adalah bentuk kata dasar (63,81%); (3) proses pembentukan kata pada kata serapan bahasa Sunda terdapat 12 proses penyerapan, kebanyakan dari data yang telah ditemukan mengalami proses adaptasi sebanyak 32 data; (4) ditemukan 41 pola penulisan kata serapan, delapan pola memiliki kesamaan dengan pola yang terdapat dalam bahasa Indonesia, delapan pola lainnya memiliki pola yang berbeda dalam penulisan fonem kata serapan, sedangkan 29 pola lain merupakan pola baru yang ditemukan dalam proses penyerapan; dan (5) perbandingan makna kata serapan bahasa Sunda dan makna pada kata asal ditemukan lima pola yang berbeda. AbstractThis research is motivated by the assumption that all Sundanese vocabularies used by speakers in everyday communication are the original language. However, some of the vocabularies are borrowing words of other languages. The purpose of this study is to describe the Sundanese borrowing words. The method used in this research is descriptive method, and documentation technique is used as data collecting technique. The data source is Manglé magazine number 2517 which was published in March 2015. Data processing used direct element analysis technique with etymology, morphology and graphology approach. The results of this study found five things, i.e. (1) there are 12 original borrowing words, the borrowing words come from the Arabic word are 61 words; (2) there are five forms of Sundanese borrowing word, the largest amount of data is root word (63,81%); (3) the process of word formation in the Sundanese borrowing words consisted of 12 borrowing processes, most of the data found that have adaptation process are 32 data; (4) there are 41 borrowing word writing patterns, eight patterns have similarities to the patterns contained in the Indonesia language, eight other patterns have different patterns in the writing of phonemes of the borrowing words, whereas 29 patterns are new patterns found in the borrowing process; and (5) the comparison between Sundanese borrowing word meaning and the meanings in the original word found five different patterns.
WACANA IKLAN DALAM MEDIA MASSA SUNDA (Analisis Sintaksis dan Pragmatik) Sandiansyah, Sandri; Sudaryat, Yayat
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v8i2.14202

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakagi fakta bahwa wacana iklan merupakan informasi yang disampaikan ke masyarakat. Tujuannya untuk mendeskripsikan wacana iklan bahasa Sunda dikaji dari jihat sintaksis dan pragmatisnya. Mengumpulkan data menggunakan studi bibliografi dan sadap rekam selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan. Data terkumpul sebanyak 201 wacana. Dikaji dari struktur sintaksisnya mencakup kohesi (gramatikal dan leksikal), konjungsi (koordinatif, subordinatif, korelatif, dan antarkalimat), dan koherensi (referensial dan tekstual). Dikaji dari jihat pragmatis mencakup deiksis (eksoforis dan endoforis), presuposisi (eksistensial, faktif, leksikal, struktural, dan konterfaktual), implikatur, tindak tutur (komisif, impositif, ekspresif, dan asertif), dan struktur koversasi (prinsip kerja sama dan kesopanan).AbstractThis paper is based on the fact that the advertising discourse is the information communicated to the public. This study aims to describe the Sundanese advertisements discourse studied from syntactic and pragmatic perspective. The data collecting techniques are bibliographic studies and tapping records that is analyzed and described. Data collected are 201 discourses. The books of the syntactic structure include cohesion (grammatical and lexical), conjunctions (coordinative, subordinate, correlative, and inter-clause), and coherence (referential and textual). The judgments of pragmatic jurisprudence include deixis (exophoric and endophoric), presuppositions (existential, factive, lexical, structural, and counterfactual), implicatures, speech acts (commissive, impositive, expressive, and assertive), and the conversation structure (principle of cooperation and modesty).
KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan Étimologi, Morfologi, dan Grafologi) Hernawan, Hernawan; Widyastuti, Temmy; Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 8, No 2 (2017): Vol. 8, No. 2, Oktober 2017
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menulis proposal skripsi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS yang masih rendah, karena belum ada model pembelajaran menulis proposal skripsi yang tepat. Oleh karena itu, perlu adanya model pembelajaran menulis proposal skripsi yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis proposal penelitian (skripsi)  mahasiswa sebelum dan setelah menggunakan model writing worshop. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuasi eksperimen dengan sumber data 55 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pretest diketahui 66,00 dan rata-rata posttest sebesar 83,18, dengan t hitung adalah 27,755. Maka, dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan mahasiswa dalam menulis proposal skripsi sebelum dan setelah menggunakan model writing workshop. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Wiritng Workshop  dapat meningkatkan kemampuan menulis proposal skripsi mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS Tahun Akademik 2017-2018. AbstractThis research is motivated by the ability to write thesis proposal of the Department ofSundanese Language Education Department of FPBS which is still insufficient, because there is lack of learning model of appropriate writing  thesis proposal. Therefore, it is necessary to have a learning model of writing an effective and efficient thesis proposal. The purpose of this study is to describe students’ ability to write research thesis proposals before and after utilizing writing model workshop. The method used in this research is quasi experiment involving 55 students as data source. Based on the result of research, it showed that pretest score  average is 66,00 and post test score average equal to 83,18, with  27,755 t count. Thus, it can be assumed that there is a significant difference between the ability of students in writing thesis proposal before and after utilizing  writing workshop model. Thus, it can be concluded that writing workshop model can improve students ability to write thesis proposal in the Department of Sundanese Language Education  of FPBS in 2017-2018 academic year.
METODE KARYA WISATA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SAJAK Ridho, Haqi; Nurjanah, Nunuy; Kuswari, Usep
LOKABASA Vol 9, No 2 (2018): Vol. 9, No. 2, Oktober 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i2.15681

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan menulis sajak siswa kelas X IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi tahun Ajar 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaankemampuan menulis sajak siswa kelas X IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi sebelum menggunakan metode karya wisata, sesudah menggunakan metode karya wisata,sertasebelum dan sesudah menggunakan metode karya wisata. Metode yang digunakan adalah studi kuasi eksperimen, dengan desain penelitian one group pretests posttest design. Sumber data penelitian adalah siswa kelas X IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi. Tehnik mengumpulkan data yang digunakan adalah tes tertulis, sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan SPSS ver.20, Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrument tes.Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan analisis t-test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, rata-rata hasil belajar menulis sajak siswa kelas X IPA 2 sebelum menggunakan Metode karya wisata adalah (58,9) artinya siswa belum mampu menulis sajak, sedangkan rata-rata setelah menggunakan Metode karya wisata adalah (82,1) siswa sudah mampu menulis sajak.Dengan demikian adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis sajak siswa sebelum menggunakan metode karya wisata dan sesudah menggunakan metode karya wisata, yang berarti hipotesis alternatif ( ) diterima dan hipotesis nol ( ) ditolak. terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan menulis sajak siswa kelas IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi tahun Ajar 2017/2018 sebelum dan sesudah menggunakan Metode karya wisatadan dibuktikan dengan analisis t-test diperoleh harga   adalah 2.676 1.690. AbstractThis research is based by the lack of ability to write poem of students of class X IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi academic year 2017/2018. This study aims to determine the significant differences in the ability to write poem of students of class X IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi before and after using the field trip method . The method used is quasi-experimental study, with one group pretests posttest design research design. The source of research data is the students of class X IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi. Independent variables of research is the field trip methodi, while the dependent variable is the ability of students in writing poems. The instrument used to collect data is based test. The data obtained were analyzed using t-test. Based on the result of research that has been conducted, the average of learning result of writing poem of class X IPA 2 before using the  field trip method is (58,9) which proves that students have not been able to write poem, meanwhile after using field trip method is ( 82.1) students have been able to write poems. After the t-test analysis is obtained the price t_itung t_tabel is 2.676 1.690 which means alternative hypotesis (Ha) is accepted and the yangll hypothesis ( ) is rejected. That is, there is a significant difference in the ability to write poem students IPA 2 SMA Santa Maria 3 Cimahi academic year 2017/2018 before and after using the field trip method.
KUALITAS SOAL UJIAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH FPBS UPI TAHUN AKADEMIK 2016/2017 Nugraha, Haris Santosa
LOKABASA Vol 9, No 1 (2018): Vol. 9, No. 1, April 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i1.15617

Abstract

Penelitian  ini dilatarbelakangi dari belum disusunnya tolak ukur penyusunan alat evaluasi mata kuliah berdasarkan uji kelayakan soal-soal ujian di Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas soal ujian mata kuliah Departemen Pendidikan Bahasa Daerah FPBS UPI tahun akademik 2016/2017 di yang dikaji berdasarkan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda sebagai dasar penentuan kelayakan soal-soal ujian. Penelitian ini didesain menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-analisis. Sumber data diabil secara purposive pada soal-soal mata kuliah kategori pembelajaran, kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan yang menggunakan jenis soal pilihan ganda dengan jumlah 160 item soal. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu teknik studi dokumentasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara kompilasi, tabulasi, skoring, dan interpretasi. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) tingkat validitas soal yang diuji sebanyak 59% valid serta 41% sisanya tidak valid; 2) tingkat reliabilitas soal yang diuji berada dalam kategori sedang; 3) tingkat kesukaran soal 58% sedang, 20% mudah, 14% sukar, 7% sangat mudah, dan 2% sisanya sangat sukar; 4) daya pembeda soal 43% cukup baik, 39% buruk, 10% baik, 6% sangat buruk, dan 2 % sisanya sangat baik; serta 5) tingkat kelayakan soal ujian yang dianalisis yakni 67% layak, 12% harus direvisi, dan 21% harus diganti. AbstractThis research was motivated by the fact that the benchmarking for subjects evaluation device has not been compiled based on test item feasibility in the Sundanese Education Department of FPBS UPI. The purpose of this study was to describe the quality of test items in the Department of Sundanese Language Education FPBS UPI in 2016/2017 academic year, which were examined based on tests of validity, reliability, level of difficulty, and power of the different on the basis for determining the feasibility of exam question items. This study employed a quantitative approach with descriptive-analysis methods. Data sources were chosen purposively on test items of learning, language, literature, and culture subjects’ categories and used multiple-choice question type consisted of 160 exam question items. The technique used in collecting the data was document study technique. Data processing techniques were done by compiling, tabulating, scoring, and interpreting. The results of this study were:1) questions validity is 59% and the remaining 41% is not valid; 2) the questions reliability is mediocre; 3) question level of difficulty are distributed as it follows: 58% is moderate, 20% is easy, 14% is difficult, 7% is very easy, and the remaining 2% is very difficult; 4) the differentiating question 43% is good enough, 39% is poor, 10% is good, 6% is very poor, and the remaining 2% is very good; and 5) the question items feasibility split in 67% is feasible, 12% must be revised, and 21% must be replaced. 

Page 10 of 29 | Total Record : 286