cover
Contact Name
Ferry Adhi Dharma
Contact Email
kanal@umsida.ac.id
Phone
+6285702578543
Journal Mail Official
kanal@umsida.ac.id
Editorial Address
Jl. Mojopahit no.666 B, Sidoarjo, Jawa Tiimur
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 23026790     EISSN : 25412841     DOI : https://doi.org/10.21070/kanal
Core Subject : Social,
Aim: to facilitate scholar, researchers, and teachers for publishing the original articles of review articles. Scope: Communication Science include: Interpersonal Communication Mass Communication Politics Communication Development Communication Communication Media Culture Communication Business Communication Public Relation Journalism
Articles 194 Documents
Policy Communication and Stakeholder Resistance: A Comparative Reception Analysis of Malioboro Street Vendor Relocation in Yogyakarta Kasih, Anggun
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i2.1937

Abstract

Relocation of street vendors (PKL) in Malioboro Yogyakarta to Teras Malioboro 2 has triggered social resistance and policy communication challenges. Despite aiming to transform the area into a world-class cultural heritage destination, the relocation faced critical issues of information clarity, public participation, and justice perceptions. This study examines public communication strategies by local government and evaluates how relocation policy messages were received and interpreted by two key groups: vendors and visitors. Using a critical-constructivist qualitative approach, in-depth interviews were conducted with 13 informants (5 vendors, 3 vendor associations, 5 visitors) at Teras Malioboro. Thematic analysis revealed three core findings: (1) Information asymmetry caused confusion and distrust due to inconsistent policies and lack of transparency in stall allocation; (2) Minimal two-way dialogue intensified resistance, with vendors excluded from decision-making; (3) Divergent decoding positions (Hall’s theory) emerged: dominant acceptance (optimistic vendors), negotiated understanding (critical visitors), and opposition (marginalized vendors). Policy Implementation Theory (Pressman & Wildavsky) contextualizes communication gaps as implementation failures, while Stakeholder Theory (Freeman) highlights unbalanced interest management. Results emphasize the need for participatory, transparent, and culturally adaptive communication strategies in public space governance.
Group Communication of Pesinauan as a Means of Preserving Osing Culture in Kemiren Village: Komunikasi Kelompok Pesinauan sebagai Preservasi Budaya Osing di Desa Kemiren Maulana, Achmad Rifaldi; Sinduwiatmo, Kukuh
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Osing culture in Kemiren Village, Banyuwangi, faces globalization challenges that shift the younger generation’s interest away from local traditions. Pesinauan serves as a community-based non-formal educational institution aimed at preserving cultural values, norms, and practices through dialogic and participatory group communication. This study employs the Group Achievement Theory, which emphasizes the roles of input, mediating variables, and output in group productivity. A qualitative approach with a case study method was chosen to explore the dynamics of group communication within Pesinauan. Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s model. The results show that interactions in Pesinauan are active through cultural activities such as Mocoan Lontar Yusup, Gandrung Dance, and traditional crafts, using the Osing language as the medium of instruction. Communication patterns are egalitarian, involving elders, youth, and learners equally. Hands-on learning strengthens cultural identity, fosters creativity, and enhances collective awareness. Challenges such as intergenerational perception differences are managed through open deliberation. The discussion confirms that group communication in Pesinauan serves a dual function: as a medium for cultural knowledge transfer and as a means of character building based on local values. In conclusion, Pesinauan effectively functions as both a center for cultural preservation and an agent of Osing value regeneration, with its strengths lying in egalitarian communication, cross-generational engagement, and contextual learning that adapts to contemporary challenges.
Relasi Kuasa dan Sejarah Orde Baru dalam Novel "Laut Bercerita" Karya Leila S. Chudori: Power Relations and the History of the New Order in the Novel "Laut Bercerita" by Leila S. Chudori Fairuz Raihana Safitri; Sumarni Zainuddin; Achmad Herman
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel sebagai salah satu bentuk media massa tidak terlepas dari ideologi penulisnya. Oleh karena itu, sebuah novel pastilah memiliki banyak makna tersembunyi dibalik kalimat-kalimat yang tertulis di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis relasi kuasa serta sejarah Orde Baru yang ditampilkan dalam novel Laut Bercerita berdasarkan arkeologi pengetahuan Michel Foucault dan Discource Historical Approach (DHA) Ruth Wodak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe deskriptif, sementara teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel bukan hanya sekadar karya sastra yang mengisahkan tragedi penghilangan paksa pada masa akhir Orde Baru, tetapi juga menjadi representasi relasi kuasa yang bekerja melalui praktik pengawasan, kontrol, penindasan, serta produksi wacana oleh negara terhadap warganya. Melalui kerangka Analisis Wacana Kritis Michel Foucault, novel ini memperlihatkan bagaimana rezim Orde Baru membangun dan mempertahankan kekuasaannya melalui mekanisme disiplin, hukuman, dan manipulasi pengetahuan. Sementara pendekatan Ruth Wodak yang berfokus pada konteks historis dan sosial mengungkap bahwa wacana dalam novel ini erat kaitannya dengan peristiwa nyata sejarah Indonesia, khususnya praktik penyiksaan dan penghilangan paksa terhadap aktivis pro-demokrasi pada periode 1997-1998. Laut Bercerita mendokumentasikan ingatan kolektif tentang kekerasan negara yang selama bertahun-tahun direpresi dan disembunyikan, sekaligus menunjukkan bagaimana wacana perlawanan muncul dari kelompok yang tertindas. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa Laut Bercerita berhasil menjadi medium resistensi sekaligus arsip kultural yang mengungkap relasi kuasa dan pelanggaran HAM pada akhir rezim Orde Baru. Novel ini menunjukkan bahwa kuasa tidak pernah tunggal sebab selalu terdapat wacana tandingan yang muncul melalui ingatan, cerita, dan keberanian untuk bersaksi.
Employee Brand Equity Content Analysis on TikTok @nadalasido as Employee Generated Content of PT Paragon: Analisis Konten Ekuitas Merek Karyawan di TikTok @nadalasido sebagai Konten yang Dihasilkan Karyawan PT Paragon Athaya Fairuzawa; Deslia, Iva Fikrani
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/kanal.v14i2.2031

Abstract

Digital developments lead companies to continuously innovate regarding promotions and corporate image to reach a wider audience. This study aims to determine the formation of Employee Brand Equity through Employee Generated Content using the @nadalasido account as a representation of PT Paragon’s employee creators. The research method uses qualitative with descriptive content analysis methods, with primary data sources taken directly from @nadalasido’s Tiktok videos related to the concepts of EBE and EGC. Data collection is carried out through documentation and tested through theory triangulation. The analysis of this study indicates that brand value representation can be formed naturally through employee’s digital expressions on personal accounts. The most prominent EBE element is Brand Consistent Behaviour, evident in consistent behaviour, visuals, and narratives that reflect PT Paragon’s value of professionalism, collaboration, and positive culture. Brand llegiance emerges through expressions of pride and enjoyable work experience, while Brand Endorsement emerges through of appearance of company products in everyday contexts without direct promotion. These findings demonstrate that employee creator can act as effective brand communicators. Thus, EGC contributes to strengthening EBE and helps build PT Paragons’s brand image in the digital space, particularly through TikTok.
The Evolution of Digital Violence in the Indonesian Media Ecosystem: An Analysis of the Patterns and Characteristics of Digital Attacks 2021-2025: Evolusi Kekerasan Digital dalam Ekosistem Media di Indonesia: Pola dan Karakteristik Serangan Digital Tahun 2021-2025 Nurlatifah, Mufti
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebebasan bermedia di Indonesia mengalami tantangan serius seiring pergeseran pola represi dari kekerasan fisik menjadi kekerasan digital yang sistematis. Studi ini menganalisis pola serta karakteristik serangan digital terhadap jurnalis dan media pada periode 2021-2025 untuk memahami transformasi represi dalam ekosistem media digital. Penelitian dilakukan dengan metode analisis isi kualitatif terhadap 57 laporan yang dihimpun Aliansi Jurnalis Independen dan diperkuat dengan desk study guna menjamin keabsahan data. Kerangka analisis mengacu pada kategorisasi kekerasan digital AJI yang meliputi: malware, phising, hacking, doxing, impersonating, pelecehan daring, dan kekerasan berbasis gender daring. Hasil studi ini menunjukkan peretasan dan Distributed Denial of Service (DDoS) menjadi mekanisme serangan yang paling banyak terjadi. Website berita menjadi target utama serangan digital, yang mengindikasikan strategi sistematis untuk melumpuhkan infrastruktur produksi dan distribusi informasi. Selain itu, studi ini juga menunjukkan bahwa serangan digital tidak hanya menyasar media nasional namun juga media lokal. Temuan ini menunjukkan keterkaitan antara intensitas serangan dengan momentum politik yang sensitif, sekaligus pemanfaatan kelemahan sistem media sebagai celah terjadinya serangan digital. Penguatan infrastruktur keamanan digital pada akhirnya menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan kebebasan bermedia pada ekosistem digital.
Advocacy Communication YLBHI-LBH Surabaya in Criminalization of Female Workers in Surabaya 2024: Komunikasi Advokasi YLBHI-LBH Surabaya dalam Kasus Kriminalisasi Buruh Perempuan di Surabaya Tahun 2024 Nabila, Ismaya Syafa; Arviani, Heidy
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalisasi buruh perempuan merupakan bentuk diskriminasi terhadap buruh perempuan yang sedang memperjuangkan hak-hak ketenagakerjaannya dengan ancaman hukum untuk mendiamkan individu atau kelompok buruh perempuan yang menyuarakan ketidakadilan. Pada tahun 2024, salah satu kasus yang menjadi sorotan YLBHI-LBH Surabaya adalah kasus kriminalisasi seorang buruh accounting yang memperjuangkan hak atas upah namun dituduh melakukan pemalsuan surat. Tidak hanya memberikan bantuan hukum pendampingan hukum untuk memastikan bahwa korban mendapatkan hak-hak ketenagakerjaannya, YLBHI-LBH Surabaya juga melakukan advokasi untuk membangun kesadaran buruh dan publik terhadap kasus tersebut. Penelitian ini berfokus pada komunikasi advokasi yang dilakukan YLBHI-LBH Surabaya dalam membangun kesadaran buruh dan publik terhadap kasus kriminalisasi buruh perempuan di Surabaya tahun 2024 serta keterwakilan korban terhadap peran YLBHI-LBH Surabaya dalam memperjuangkan hak-haknya. Secara teoritis, penelitian ini akan menggunakan teori komunikasi advokasi yang dikemukakan oleh Center for Communication Programs (CCP) Johns Hopkins University dengan enam tahapan yakni analisis, strategi, mobilisasi, aksi, evaluasi, dan kesinambungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif. Teknik pengumpulan data, yakni studi literatur, in-depth interview, observasi, dan dokumentasi dengan analisis data melalui reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah upaya yang dilakukan oleh YLBHI-LBH Surabaya sejalan dengan teori komunikasi advokasi dan dapat membangun kesadaran buruh dengan melibatkan buruh dalam proses komunikasi advokasi serta korban merasa pendampingan hukum yang dilakukan oleh YLBHI-LBH Surabaya membantu korban dalam memperjuangkan hak-haknya, sedangkan untuk masyarakat komunikasi advokasi yang dilakukan belum maksimal dalam membangun kesadaran karena keterbatasan informasi mengenai kasus tersebut.
Marketing Communication Strategies for Kopi Kenangan Coffee and Their Impact on Customer Loyalty in The District of Cileungsi: Strategi Komunikasi Pemasaran Kopi Kenangan terhadap Loyalitas Konsumen di Kecamatan Cileungsi Suryani, Elly; Azka, Azka
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran Kopi Kenangan dalam membangun loyalitas konsumen di Kecamatan Cileungsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teoretis yang digunakan adalah Marketing Event Public Relations/MEPR, model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), dan Teori retorika (ethos, pathos, logos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dilakukan secara terintegrasi melalui event promosi berbasis pengalaman, optimalisasi aplikasi digital, dan pengemasan pesan yang persuasif. Loyalitas konsumen terbentuk melalui pembelian ulang, rekomendasi dari mulut ke mulut, serta preferensi merek. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi event, model persuasi AIDA, dan retorika klasik efektif dalam membangun hubungan jangka panjang antara merek dan konsumen pada konteks wilayah urban berkembang.
Integrated Marketing Communication, Club Image, Bobotoh Garut, Persib Bandung, Sport Communication: Integrated Marketing Communication Klub Sepak Bola Persib Terhadap Citra Klub di Kalangan Bobotoh Garut Izmadilla, Arti; Haryadi Mujianto; Mohammad Firmansyah B
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital saat ini, citra sebuah klub sepak bola tidak hanya dipengaruhi oleh hasil pertandingan di lapangan, tetapi juga oleh strategi komunikasi yang terintegrasi, yang dirancang untuk membangun ikatan emosional dengan para pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) terhadap citra klub di antara Bobotoh Garut. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada penelitian ini dengan melakukan survei melalui kuesioner dengan skala Likert terhadap 100 responden. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 27 menggunakan korelasi Pearson serta regresi linier sederhana berbasis Bootstrap. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat implementasi IMC memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap citra klub. Koefisien korelasi Pearson yang mencapai 0,713 mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara IMC dan citra klub, sedangkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,508 menunjukkan bahwa IMC mampu menjelaskan 50,8% variasi yang terdapat dalam citra klub. Meskipun ada 49,2% faktor lain diluar itu yang mempengaruhinya seperti kinerja tim, sejarah klub, identitas daerah, dan pengalaman individu penggemar.
From Interest to Apathy: Media Access Gaps and Political Trust in Relation to Political Participation: Dari Minat ke Apatis: Kesenjangan Akses Media dan Kepercayaan Politik terhadap Partisipasi Politik Permatasari, Olivia Devita; Jayawinangun, Roni; Duryatmo, Sardi
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kesenjangan akses media dan kepercayaan politik dalam membentuk partisipasi politik masyarakat di Kota dan Kabupaten Bogor pasca Pilkada 2024. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengukur tingkat kesenjangan akses media, kepercayaan politik, dan partisipasi politik masyarakat; (2) menganalisis pengaruh kesenjangan akses media terhadap kepercayaan politik; (3) menganalisis pengaruh kepercayaan politik terhadap partisipasi politik daring dan luring; serta (4) menguji peran kepercayaan politik sebagai variabel mediator dalam hubungan antara kesenjangan akses media dan partisipasi politik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei cross-sectional terhadap 404 responden yang dipilih melalui purposive sampling dari pemilih terdaftar dalam DPT Pilkada 2024 di Kota dan Kabupaten Bogor. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, regresi berganda, dan uji mediasi (PROCESS Hayes Model 4, 4.000 bootstrap resamples). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesenjangan akses media berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan politik (β = 0,389; p < 0,001); (2) kepercayaan politik berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik (β = 0,212; p < 0,001); (3) kesenjangan akses media berpengaruh langsung terhadap partisipasi politik (β = 0,171; p < 0,05); dan (4) kepercayaan politik memediasi secara parsial hubungan antara kesenjangan akses media dan partisipasi politik (efek tidak langsung = 0,060; 95% CI [0,024; 0,104]). Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan Knowledge Gap Hypothesis, Political Trust Theory, dan Political Efficacy Theory dalam satu model mediasi empiris pada konteks pemilu lokal Indonesia. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan pemerataan akses media dan penguatan kepercayaan publik melalui komunikasi politik yang transparan serta program literasi media digital berbasis komunitas.
The Use of Instagram Social Media by Millennials and Gen Z in Kedungkendo Village and Tambak Kalisogo Digital Village, Sidoarjo Regency: Penggunaan Media Sosial Instagram Generasi Milenial dan Gen Z di Desa Kedungkendo dan Desa Digital Tambak Kalisogo Kabupaten Sidoarjo Aesthetika, Nur Maghfirah; Erine Hilda Adelia
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan mengakses informasi, terutama pada Generasi Milenial dan Generasi Z. Instagram kini menjadi salah satu platform dominan yang digunakan tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga interaksi sosial dan pengembangan merek pribadi. Panelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penggunaan Instagram oleh kedua generasi di Desa Kedungkendo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap enam narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung lebih aktif dan spontan dalam memanfaatkan fitur Reels, Stories, dan Live Streaming sebagai sarana ekspresi diri sekaligus mengikuti tren digital. Sementara itu, Generasi Milenial lebih selektif dalam menggunakan Instagram, dengan fokus pada pencarian informasi, aktivitas bisnis, serta personal branding. Perbedaan pola penggunaan ini dipengaruhi oleh preferensi konsumsi digital, tujuan penggunaan, serta interaksi dengan fitur yang tersedia. Temuan penelitian menegaskan bahwa Instagram berperan sebagai alat strategis yang dapat menyesuaikan karakteristik pengguna sesuai generasi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembang media sosial, akademisi, serta pemangku kebijakan dalam memahami dinamika komunikasi digital di era teknologi yang terus berkembang.