Articles
126 Documents
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa
Ningsih, Fadjra;
Sudia, Muhammad;
Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12878
Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil pemecahan masalah matematis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif yang memuat tahapan pemecahan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih 2 siswa SMP, masing-masing 1 siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan 1 siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa: 1) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, cenderung konseptual. 2) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, subjek impulsif cenderung proses berpikir konseptual sedangkan pada tahap membuat rencana,  melaksanakan rencana serta memeriksa kembali, cenderung semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memecahkan suatu masalah matematis memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari gaya kognitif. Hasil penelitian khususnya secara praktis dapat digunakan untuk mengkontruksi perbaikan pembelajaran matematik dalam mempertimbangkan gaya kognitif siswa untuk memperoleh hasil belajar siswa yang maksimal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Abstract:This study aims to reveal the mathematical problem solving profil of junior high school students who have reflective cognitive style and impulsive cognitive style that contain Polya’s stages of solving. The subjects of this study were selected 2 junior high school students, each 1 students who had a reflective cognitive style and 1 students who had an impulsive cognitive style. The results obtained in this study note that: 1) Mathematichal problem solving of students with reflective cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, making plans carrying out plans and checking again, tends to be conceptual. 2) Mathematical problem solving of students with impulsive cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, impulsive subjects tend to be conceptual thinking processes while at the stage of making plans, at the stage of implementing plans and checking again, tend to be semiconceptual. So it can be concluded that in solving a mathematical problem has different characteristics when viewed from cognitive style. The results of research in particular can be practically used to contruct mathematical learning improvements in considering students’ cognitive styles to obtain maximum students learning outcomes. Keywords:Mathematical Problem Solving, Cognitive StyleÂ
Profil Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa
Ningsih, Fadjra;
Sudia, Muhammad;
Jafar, Jafar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.12878
Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil pemecahan masalah matematis siswa SMP yang memiliki gaya kognitif reflektif dan gaya kognitif impulsif yang memuat tahapan pemecahan Polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih 2 siswa SMP, masing-masing 1 siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dan 1 siswa yang memiliki gaya kognitif impulsif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa: 1) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif reflektif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, cenderung konseptual. 2) Pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya kognitif impulsif dalam memecahkan masalah pada tahap memahami masalah, subjek impulsif cenderung proses berpikir konseptual sedangkan pada tahap membuat rencana,  melaksanakan rencana serta memeriksa kembali, cenderung semikonseptual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam memecahkan suatu masalah matematis memiliki karakteristik yang berbeda jika dilihat dari gaya kognitif. Hasil penelitian khususnya secara praktis dapat digunakan untuk mengkontruksi perbaikan pembelajaran matematik dalam mempertimbangkan gaya kognitif siswa untuk memperoleh hasil belajar siswa yang maksimal. Kata Kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Gaya Kognitif Abstract:This study aims to reveal the mathematical problem solving profil of junior high school students who have reflective cognitive style and impulsive cognitive style that contain Polya’s stages of solving. The subjects of this study were selected 2 junior high school students, each 1 students who had a reflective cognitive style and 1 students who had an impulsive cognitive style. The results obtained in this study note that: 1) Mathematichal problem solving of students with reflective cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, making plans carrying out plans and checking again, tends to be conceptual. 2) Mathematical problem solving of students with impulsive cognitive style in solving problems at the stage of understanding the problem, impulsive subjects tend to be conceptual thinking processes while at the stage of making plans, at the stage of implementing plans and checking again, tend to be semiconceptual. So it can be concluded that in solving a mathematical problem has different characteristics when viewed from cognitive style. The results of research in particular can be practically used to contruct mathematical learning improvements in considering students’ cognitive styles to obtain maximum students learning outcomes. Keywords:Mathematical Problem Solving, Cognitive StyleÂ
Perbandingan Uji Likelihood Ratio Dan Uji F Asymtotik Pada Regresi Linier
Hermanto, Hermanto;
Somayasa, Wayan;
Pimpi, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.15032
Abstrak: Analisis regresi adalah studi mengenai ketergantungan satu variabel terikat dengan satu atau lebih variabel bebas, dengan tujuan mengestimasi dan memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel terikat berdasarkan nilai variabel bebas yang diketahui. Terdapat berbagai uji hipotesis yang dapat digunakan untuk menentukan model yang cocok untuk untuk mengetahui hubungan antar variabel tidak bebas dengan satu atau lebih variabel bebas, di antarannya adalah uji likelihood ratio dan uji F asimtotik. Uji hipotesis menggunakan uji likelihood ratio, dimana merupakan salah satu uji yang berhubungan langsung dengan penduga maksimum likelihood, yang model distribusi dari populasinya mengikuti model distribusi dengan pdf tertentu dimana diasumsikan normal dibandingkan dengan uji hipotesis menggunakan uji F asymtotik, yang merupakan uji di mana perosedur inferensi secara asimtotik tidak membutuhkan asumsi distribusi dari observasinya. uji hipotesis baik uji likelihood ratio dan uji F asymtotik pada analisis regresi menghasilkan bentuk model yang sama.Kata Kunci: Analisis Regresi, Uji Likelihood ratio, Uji F AsymtotikAbstract: Regression analysis is a study of the dependence of one dependent variable with one or more independent variables, with the aim of estimating and predicting the population mean or average value of the dependent variable based on the known value of the independent variable. There are various hypothesis tests that can be used to determine a suitable model to determine the relationship between dependent variables and one or more independent variables, including the likelihood ratio test and the asymptotic F test. Hypothesis testing uses the likelihood ratio test, which is one of the tests that is directly related to the maximum likelihood estimator, where the distribution model of the population follows a distribution model with a particular pdf which is assumed to be normal compared to the hypothesis test using the asymptotic F test, which is a test in which the inference procedure asymptotically it does not require assuming the distribution of the observations. Hypothesis test both likelihood ratio test and asymptotic F test in regression analysis produces the same model.Key words: Regression Analysis, likelihood ratio test, asymptotic F test.
Pengaruh Kemandirian Belajar Matematik Siswa Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMA Negeri 03 Bombana
A, Faisal;
Lambertus, Lambertus;
Baharuddin, Baharuddin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.15749
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA Negeri 03 Bombana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah expost facto. Desain penelitian yang digunakan adalah desain to factorial dengan variabel bebas kemandirian belajar dan variabel terikat kemampuan berpikir kreatif matematis. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dari populasi dengan pertimbangan calon sampel diajar dengan guru yang sama dan mempunyai karakteristik yang sama. Untuk menjamin keterwakilan dari masing-masing sampel maka dilanjutkan dengan teknik kestratified sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak dari populasi sehingga di bagi-bagi terlebih dahulu menjadi kelompok yang relatif homogen. Dimana dari empat (4) kelas dipilih 50% dari setiap siswa yang ada di kelas tersebut. Data dikumpulkan dengan angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir kreatif matematis yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA Negeri 3 Bombana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh kemandirian belajar matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Eksplorasi Etnomatematika Alionda Masyarakat Buton Utara
Hariyani Ode, Nining;
Kadir, Kadir;
Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14987
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep etnomatematika yang terkandung pada Alionda masyarakat Buton Utara. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semi terstuktur. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Sumber data penelitian ini berasal dari masyarakat Buton Utara yang memahami betul tentang Alionda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alionda adalah Tradisi masyarakat Buton Utara yang berarti merangkaikan tangan. Alionda masyarakat Buton Utara tersebut memuat beberapa konsep matematika yaitu: (a) Himpunan; (b) Peluang; (c) Lingkaran; (d) relasi. Adegan Alionda yang dimaksud adalah adegan mekoka dan adegan melionda. Konsep matematika yang digunakan dalam Alionda masyarakat Buton Utara tersebut mempunyai kesamaan dengan konsep matematika formal di Sekolah.Kata kunci: Etnomatematika, AliondaAbstract: This study aimed to explore the concept of ethnomathematics in Alionda of North Buton society. The data collection technique of this study was a semi-structured interview. The data validation test was carried out using triangulation of the source. The data source of this study was from North Buton society who fully understood Alionda. The results of the study showed that Alionda is a tradition of North Buton society, which means to join hands. Alionda of North Buton society contains several mathematical concepts, including: (a) Set; (b) Probability; (c) Circle; (d) Relation. The Alionda scenes include the mekoka scene and the melionda scene. The mathematical concept used in Alionda of North Buton society has similarities with the concept of formal mathematics in the School. Keywords: Ethnomathematics, Alionda
Analisis Kesalahan Menyelesaikan Masalah Kontekstual Ditinjau Dari Gender
Putri, Rini;
Lambertus, Lambertus;
Sudia, Muhammad
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.15744
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis dan penyebab kesalahan siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kendari dalam menyelesaikan masalah kontekstual serta pengaruh gender dalam menyelesaikan masalah kontekstual tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) tes yang digunakan untuk mengetahui letak kesalahan siswa dalam menyelesaiakan masalah kontekstual serta adakah pengaruh gender di dalamnya; (2) wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data faktor penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian kesalahan menyelesaikan soal kontekstual yang dilakukan oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Kendari di antaranya adalah sebagai berikut:(1) subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan membaca (reading errors), kesalahan transformasi (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (2) subjek laki-laki berkemampuan matematika sedang mengalami kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penentuan jawaban akhir (encoding). (3) subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah melakukan kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). Sedangkan Jenis kesalahan yang dilakukan siswa perempuan dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan analisis Newman, sebagai berikut: (1) subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses (process skil errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (2) subjek perempuan berkemampuan matematika sedang melakukan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). (3) subjek perempuan berkemampuan matematika rendah melakukan kesalahan memahami masalah (comprehension), kesalahan transformasi masalah (transform errors), kesalahan keterampilan proses (process skill errors) dan kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding). Adapun faktor penyebab siswa laki-laki dan perempuan melakukan kesalahan karena: (1) tidak memahami masalah dalam soal, (2) lupa, tidak teliti dan tergesa-gesa.
Meningkatkan Hasil Belajar Statistika dan Peluang Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari
Suhaena, Suhaena
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.16391
Salah satu masalah yang sering dihadapi pada pembelajan, khususnya pokok bahasan statistika dan peluang di SMP Negeri 9 Kendari adalah rendahnya tingkat partisipasi aktif dan hasil belajar peserta didik, termasuk di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran pada pkok bahasan statistika dan peluang, melalui penerapan model pembelajaran Stuidents Team Achievement Division (STAD) di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus perbaikan pembelajaran pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pada siklus I tingkat partisipasi peserta didik dalam proses pembelajarn rata-rata mencapai 70%, skor hasil belajar rata-rata sebesar 71,80, dengan ketuntasan belajar sebesar 72%. Pada pelaksanaan siklus II, tingkat partisipasi peserta didik dalam pembelajaran meningkat menjadi rata-rata 87%, skor hasil belajar rata-rata sebesar 81,50, dengan ketuntasan belajar mencapi 88%. Karena tujuan penelitian sudah tercapai sesuai ketuntasan belajar, maka penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajaran. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik pada pembelajaran matematika pokok bahasan statistika dan peluang di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari. (2) Penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika pokok bahasan statistika di kelas VIII-2 SMP Negeri 9 Kendari.Â
Pengaruh Pendekatan Problem Posing Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa SMP Ditinjau Dari Self-Efficacy
Saminggu, La;
Lambertus, Lambertus;
Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14988
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) deskripsi kemampuan berpikir kritis matematik (KBKM) siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari; (2) pengaruh pendekatan problem posing terhadap peningkatan KBKM siswa ditinjau dari self-efficacy (SE). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Kendari tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 365 orang. Pengambilan sampel kelas dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian secara deskriptif nilai rata-rata KBKM siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari mengalami penigkatan setelah diberikan perlakuan yaitu dengan pendekatan problem posing. Hasil penelitian secara inferensial: (1) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing, (2) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing untuk siswa yang memiliki Self-Efficacy tinggi, (3) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing untuk siswa yang memiliki Self-Efficacy sedang, dan (4) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa setelah diajar dengan pendekatan problem posing untuk siswa yang memiliki Self-Efficacy rendah. Kata Kunci: KemampuanBerpikir Kritis Matematik, Self-Efficacy, dan Pendekatan Problem  Posing. Abstract: This study aims to analyze: (1) a description of the critical thinking skills of mathematics (KBKM) class VIII SMP Negeri 9 Kendari; (2) the effect of problem posing approach to improving the student KBKM in terms of self-efficacy (SE). The population in this study were all students of class VIII at SMP Negeri 9 Kendari in the academic year 2019/2020 with the number of students 365 people. Class sampling is done using purposive sampling technique. Data analysis techniques using descriptive statistics and inferential statistics. The results of the study descriptively the average grades of KBKM for VIII grade students of SMP Negeri 9 Kendari experienced an increase after being given treatment, namely the problem posing approach. Inferential research results: (1) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach, (2) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach for students who have high Self-Efficacy, (3) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach for students who have moderate Self-Efficacy, and (4) Significantly there is an increase in students' mathematical critical thinking skills after being taught with the problem posing approach for students who have low Self-Efficacy. Keywords: Critical Thinking of mathematical ability, self-efficacy, Problem Posing Approach.
Eksplorasi Konsep Etnomatematika Geometri pada Bangunan Pura
Eka Murtiawan, Wayan;
Kadir, Kadir;
Ngurah Adhi Wibawa, Gusti
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.15746
Penelitian ini bertujuan untuk mengeplorasi konsep etnomatematika geometri yang terkandung pada bangunan Pura Puseh-Desa Wusana Bumi. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Matematika dan budaya adalah dua hal yang saling berkaitan. Matematika dalam budaya dikenal dengan istilah etnomatematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bangunan pura terdapat bentuk-bentuk etnomatematika geometri: limas, limas terpancung, prisma terpancung, kubus, serta terdapat konsep matematika seperti simetri, kesejajaran, perbandingan, refleksi terhadap sumbu-y, translasi terhadap sumbu-x, dilatasi dengan faktor skala k, konsep-konsep geometri ini dapat di gunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Siswa Kelas XII SMA Negeri 10 Kendari Pada Pokok Bahasan Dimensi Tiga
Syarwa Sangila, Muhammad;
Patih, Tandri;
Halistin, Halistin;
Asran, Asran;
Ardianto, Isra
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.18129
Abstrak: Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) yang digunakan untuk mengembangkan suatu produk dan mengaplikasikannya produk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis audio visual menggunakan siswa Sekolah Menengah Atas, (2) mendiskripsikan kualitas media pembelajaran matematika berbasis audio visual yang dikembangkandan.Perancangan dan pengembangan media pembelajaran matematika berbasis audio visual melalui 10 tahap, yakni (1) identifikasi masalah, (2) Pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) Uji coba perbaikan, (9) revisi produk tahap akhir, dan (10) produksi masal.Hasil penelitian ini adalah (1) media pembelajaran matematika berbasis audio visual di kelas XII Sekolah Menegah Atas pada materi pokok dimensi tiga yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pembelajaran di SMA ataupun sederajat dengan kategori yang baik. (2) Berdasarkan penilaian dari para ahli media dan ahli materi, media pembelajaran matematika berbasis audio visual yang dikembangkan dalam penelitian memiliki kriteria kelayakan media yang sangat baik.