cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Problem Solving Dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Siswa SMP Suhaena, Suhaena; Sudia, Muhammad Sudia; Makkulau, Makkulau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.659 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i2.7669

Abstract

Abstrak: Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa di SMP, khususnya pada siswa yang menjadi subyek penelitian ini masih rendah sehingga perlu dilakukan kajian dengan menerapkan model pembelajaran berbasis problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis problem solving dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dalam bentuk post test only control design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kendari tahun pelajaran 2015/2016. Data tentang kemampuan berpikir kreatif matematika diperoleh dengan menggunakan essay test,sedangkan data gaya belajar diperoleh dengan menggunakan angket. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial pada α = 0,05 (uji-t dan uji-F). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rerata kemampuan berpikir kreatif matematika siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis problem solving 81,19 dan yang diajar dengan pembelajaran langsung 68,03. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran berbasis problem solving menghasilkan kemampuan berpikir kreatif matematika yang lebih tinggi dibandingkan pembelajaran langsung, baik secara keseluruhan maupun ditinjau dari masing-masing gaya belajar siswa, (2) Perbedaan gaya belajar siswa tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika; (3) Tidak terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika.Kata kunci: pembelajaran berbasis problem solving, pembelajaran langsung, kemampuan berpikir kreatif.            Abstract: Result of previous studies show that junior high school student’s abilities of mathematical creative thinking, particularly those who became the subjects of this study are still low, so that it is necessary to conduct an analysis by applying a model of problem-solving-based learning. The purpose of this study was to determine the effect of problem-solving-based learning and learning style on abilities to perform mathematical creative thinking. The type of this study was an experimental research with post-test only control design. Population of this study was class VII students of SMPN 9 Kendari who enrolled in the academic year of 2015/2016. Data aboutstudent’s abilities of mathematical creative thinking were obtained from essay test, whereas data about learning style were collected using a questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics at α = 0.05 (t-test and F-test). Based on data analysis, it was found that the average score of abilities of mathematical creative thinking performed by students who were taught with problem-solving-based learning was 81.19, and those taught with direct learning was 68.03. Result of hypothesis testing were: (1)problem-solving-based learning resulted in higher abilities of mathematical creative thinking than did direct learning; (2) differences in students’ learning style have no significant difference in mathematical creative thinking ability; (3) there is no significant effect of the interaction between learning model and learning style on mathematical creative thinking ability.                                                                                                                                              Keywords: problem-solving-based learning, direct learning,creative thinking ability.
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Intelektual Dan Perilaku Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Madrasah Aliyah Imron, Muhammad; Busnawir, Busnawir; Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.64 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v1i2.8145

Abstract

Abstrak: Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) ternyata tidak cukup untuk menerangkan kesuksesan seseorang dalam belajar. Dibutuhkan lagi faktor lainnya yang diduga dapat mempengaruhi peningkatan prestasi belajar matematika yakni kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan perilaku belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh EQ, SQ, IQ dan perilaku belajar terhadap prestasi belajar matematika baik pengaruh langsung maupun pengaruh tak langsung melalui perilaku belajar. Penelitian ini menggunakan metode survei eksplanasi (explanatory survey) yang berfungsi untuk menguji hubungan dan pengaruh  antar variabel yang dihipotesiskan dengan pendekatan desain analisis jalur (Path Analysis). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MA Annur Azzubaidi, dengan sampel sebanyak 60 siswa dengan cara pengambilan sampel acak menggunakan tehnik Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa tes kecerdasan intelektual, angket skala likert kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar. Sedangkan prestasi belajar diperoleh dari data nilai raport mata pelajaran matematika semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif tiap aspek kecerdasan dan anlisis secara inferensial berupa analisis korelasi dan regresi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan intelektual (IQ) dan perilaku belajar berpengaruh langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan intelektual (IQ) berpengaruh tak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui perilaku belajar. Sedangkan kecerdasan spiritual (SQ) tidak mempunyai pengaruh secara signifikan baik terhadap perilaku belajar maupun terhadap prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Intelektual, Perilaku   Belajar dan Prestasi Belajar Matematika.Abstract: Some studies reported that intelligence quotient (IQ) is not the only factor that determine one’s success in learning. Other factors are necessary to increase learning achievement in mathematics, including emotional quotient (EQ), spiritual quotient (SQ), and learning behaviors. This study aimed to find out the effect of EQ, SQ, IQ, and learning behaviors on students’ achievement in mathematics, either directly or indirectly via learning behaviors. The study used an explanatory survey method which aims to examine the relationship between hypothesized variables by employing a path analysis approach. Population of the study was 60 students at MA Annur Azzubaidi. Samples were drawn using a stratified random sampling technique. Instruments of the study were a test designed to measure intelligence quotient, and a questionnaire using a Likert-scale to gauge emotional quotient, spiritual quotient, and learning behavior. Data about students’ learning achievement were obtained from the students’ scores of Mathematics subject in the even semester of 2014/2015 as stated in their result report. The data were then analyzed descriptively and analyzed qualitatively in terms of the different aspects of intelligence. In addition, inferential analysis, i.e. correlation and regression, was conducted. Result of data analysis showed thatemotional quotient (EQ), intelligence quotient (IQ), and learning behaviors had a direct effect on students’ achievement in learning mathematics. Via learning behavior, emotional quotient (EQ) and intelligence quotient (IQ) had no direct effect on students’ achievement in learning mathematics, whereas spiritual quotient had no significant effect on both learning behavior and learning achievement. Keywords: Emotional quotient, spiritual quotient, intelligence quotient, learning behavior,learning achievement in mathematics.
Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pangkat Tak Sebenarnya Singga, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.047 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i2.9544

Abstract

Abstrak: Tujuan utama dalam peneliti ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pangkat tak sebenarnya dengan menerapkan  model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas IX.6  SMPN 9 Kendari. Penenlitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus pembelajaran dengan tahapan setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, dan (4) refleksi. Sumber data adalah siswa dan guru. Jenis data berupa data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh menggunakan lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dari segi proses maupun dari segi hasil belajar, sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pangkat tak sebenarnya di Kelas IX.6 SMP Negeri 9 Kendari.Kata Kunci: Model Pembelajaran Jigsaw, Hasil Belajar Matematika Abstract: The main objective in this research is to improve the learning outcomes of mathematics on non-actual rank material by applying the Jigsaw type cooperative learning model in class IX.6 of SMPN 9 Kendari. This research is a classroom action research conducted in three learning cycles with each cycle consisting of: (1) planning, (2) implementing the action, (3) observing and evaluating, and (4) reflecting. Data sources are students and teachers. Types of data in the form of quantitative data and qualitative data obtained using observation sheets and learning outcomes tests. The results showed an increase in the quality of learning in terms of the process and learning outcomes, so it was concluded that the application of the Jigsaw cooperative learning model can improve student learning outcomes in mathematics on non-actual rank material in Class IX.6 SMP Negeri9 Kendari. Keywords: Jigsaw Learning Model, Mathematics Learning Outcomes
Profil Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Berdasarkan Langkah-Langkah Polya Ditinjau dari Kemampuan Pengajuan Masalah Siswa Aksan, Sitti Kurnia Purnama; Busnawir, Busnawir; Baharuddin, Baharuddin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.627 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemecahan masalah matematika  berdasarkan langkah-langkah Polya siswa SMP Negeri 5 Kendari yang mampu mengajukan masalah berbentuk: (1)  story problem, (2) word problem, dan (3) non-word problem.  Hasil analisis data yang diperoleh dilakukan dengan langkah reduksi, pemaparan data, analisis profil dan hal-hal yang menarik, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pemecahan masalah matematika siswa yang mengajukan masalah berbentuk: (1)  story problem adalah memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan, dan mengevaluasi hasil pemecahan, (2)  non word problem adalah memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan, dan mengevaluasi hasil pemecahan, dan (3) non word problem adalah memahami masalah dan melaksanakan pemecahan masalah.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa SMK Nuriali, Wa; Busnawir, Busnawir; Samparadja, Hafiludin; Ili, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 2 (2018): Terbitan tahun ketiga
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.367 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i2.5733

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematika siswa masih rendah yang disebabkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran, kurang mandiri, lemah dalam memecahkan soal keterampilan berpikir, dan butuh banyak bimbingan, Model inkuiri terbimbing dipandang dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian Quasi Experiment ini menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Raha. Sampel penelitian diambil dua kelas dengan teknik purposive sampling dan random sampling. Siswa kelas eksperimen diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Siswa kelas kontrol diajar dengan model pembelajaran langsung. Instrumen penelitian ini adalah pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis matematika, skala kemandirian belajar, dan lembar observasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji t dan ANAVA RAK pada á¾³ = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematik siswa kelas inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada kemampuan berpikir krtis matematika siswa kelas pembelajaran langsung ditinjau dari kemandirian belajar.
Eksplorasi Etnomatematika Pernikahan (Kawia’a) Masyarakat Binongko Setiyawan, Wa Ode Nining; Kadir, Kadir; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.042 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalasis etnomatematika yang terkandung pada pernikahan (kawia’a) masyarakat Binongko. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kawia’a terdapat beberapa konsep matematika: (a) Konsep rasio; (b) Konsep proporsi; (c) Konsep perkalian; (d) Konsep kelipatan; (e) Konsep relasi dan fungsi; (f) Konsep bilangan ganjil; (g) Konsep penjumlahan; (h) Konsep pembagian; (i) Konsep bentuk lingkaran; (j) Konsep persegi panjang; (k) Konsep  bentuk segi enam; (l) Konsep bentuk trapesium; (m) Konsep bentuk tabung. Konsep yang terkandung dalam kawia’a masyarakat Binongko tersebut belum digunakan dalam pembelajaran di sekolah.Kata kunci: Etnomatematika, Kawia’a
Analisis Metakognisi Dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Rachmady, Rasdiana; Anggo, Mustamin; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.458 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.6927

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana proses metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika kelas VIII SMP Negeri 9 Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang siswa kelas VIII yang terdiri dari satu siswa kategori tinggi, satu siswa kategori sedang, dan satu siswa kategori rendah dalam pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Siswa kategori tinggi pada semua tahap pemecahan masalah melibatkan aktivitas metakognisi yakni planning, monitoring, dan reflection. 2) Siswa kategori sedang pada beberapa tahap pemecahan masalah melibatkan aktivitas metakognisi yakni planning, monitoring, dan reflection, namun pada tahap membuat rencana pemecahan subjek tidak melibatkan aktivitas metakognisi monitoring. 3) Siswa kategori rendah pada tahap membuat rencana pemecahan subjek tidak melibatkan aktivitas metakognisi monitoring dan reflection. Pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengevaluasi pemecahan masalah subjek tidak melibatkan aktivitas metakognisi planning, serta subjek sangat kurang dalam hal perhitungan.Kata kunci: Metakognisi, Pemecahan Masalah Abstract: The purpose of this study was to analyze how students' metacognition processes solve mathematical problems in class VIII of SMP Negeri 9 Kendari. This type of research is exploratory research with a qualitative approach. The subjects in this study were three class VIII students consisting of one high category student, one medium category student, and one low category student in problem solving. The results of this study indicate that, 1) High category students at all stages of problem solving involve metacognition activities namely planning, monitoring, and reflection. 2) Medium category students at several stages of problem solving involve metacognition activities namely planning, monitoring, and reflection, but at the stage of making a plan for solving the subject does not involve monitoring metacognition activities. 3) Low category students at the stage of making plans for solving the subject do not involve monitoring and reflection metacognition activities. At the stage of implementing the problem solving plan and evaluating problem solving the subject does not involve planning metacognition activities, and the subject is very lacking in terms of calculations. Keywords: Metacognition, Problem Solving
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dan Motivasi Belajar Siswa SMP Salmin, Salmin; Lambertus, Lambertus; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 2, No 1 (2017): Terbitan tahun kedua
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.623 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v2i1.7019

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest control group design. Sampel penelitian diambil dua kelas dengan teknik purposive sampling dan penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih secara random. Kelompok eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa kelas kontrol diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan, yaitu : (1) kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori sedang, sedangkan kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang diajar dengan pembelajaran konvensional berada pada kategori rendah, (2) kemampuan pemecahan masalah matematis dan motivasi belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah memperoleh peningkatan yang lebih baik daripada siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci: Model Pembelajaran berbasis masalah, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Motivasi Belajar.
Studi Eksploratif Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMPN 1 Kendari dalam Menyelesaikan Masalah Matematik Ditinjau dari Gaya Kognitif Indrawati, Wa Ode; Kodirun, Kodirun; Mukhsar, Mukhsar
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.194 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v4i1.7144

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan profil kemampuan  representasi matematis siswa SMPN 1 Kendari ditinjau dari gaya kognitif impulsif dan untuk mengungkapkan profil kemampuan representasi matematis siswa SMPN 1 Kendari ditinjau dari gaya kognitif reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Siswa yang bergaya kognitif impulsif belum mampu membuat representasi simbolik yakni belum mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis, belum mampu membuat representasi gambar yakni belum mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dan belum mampu membuat representasi verbal yakni belum mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis; (b) Siswa yang bergaya kognitif reflektif mampu membuat representasi verbal yakni mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis, belum mampu membuat representasi gambar yakni belum mampu membuat gambar atau grafik untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dan tidak mampu membuat reprsentasi simbolik yakni tidak mampu menyelesaikan masalah dengan membuat model ekspresi matematis.Kata kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Gaya Kognitif Abstract: Objective of the study was to disclose students’ mathematical representation ability profile viewed from impulsive cognitive style and to disclose students’ mathematical representation ability profile in terms of reflective cognitive style. The results showed that: (a) Students with impulsive cognitive style are unable to create symbolic representations, such as making mathematical expression models, are unable of making image representations, such as drawing pictures or graphics to solve problems, and are unable of making verbal representation such as using written words or texts; (b) Students with cognitive reflective style are able to make verbal representations such as using written words or texts, are able of making image representations, such as making pictures or graphics, and are unable to make symbolic representations, such as solving problem by making a mathematical expression model. Keywords: Mathematical Representation Ability, Cognitive Style
Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Asissted Individualization (TAI) Dengan Pendekatan Saintifik Safrin, Safrin; Anggo, Mustamin; Sani, Asrul
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.603 KB) | DOI: 10.33772/jpbm.v3i1.7236

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperastif tipe TAI dengan pendekatan saintifik.  Penelitian ini menggunakan desain eksperimen preetest-postest control group design.  Populasi penelitian penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Kendari, sampel penelitian diambil dua kelas dengan teknik Purposive sampling dan penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dipilih secara random.  Siswa kelas eksperimen mendapat model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan pendekatan saintifik dan kelas kontrol mendapat model pembelajaran PBL dengan pendekatan saintifik.  Instrumen yang yang digunakan adalah pretest dan posttest untuk kemampuan representasi matematis.  Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji hipotesis menggunakan Uji t , dan uji t berpasangan pada .  Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapat model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan pendekatan saintifik memperoleh peningkatan yang signifikan lebih tinggi dari pada siswa yang mendapat model pembelajaran PBL dengan pendekatan saintifik.Kata kunci: Kemampuan representasi Matematis, model pembelajaran Kooperaif tipe TAI, Model Pembelajaran PBL dan Pendekatan Saintifik. Abstract: The purpose of this study was to increase students’ ability in mathematic representation by applying the Team Assisted Individualization (TAI) type of cooperative learning model integrated into scientific approach. The study used a pretest-posttest control group design. Population of the study included all students of class VIII in SMP Negeri 20 of Kendari, and samples were two classes determined using the purposive sampling technique. One experimental class and one control class were assigned randomly. Students in the experimental class received the Team Assisted Individualization (TAI) type of cooperative learning model with scientific approach, whereas their cohorts in the control class were taught using the PBL model with scientific approach. Instruments used were pretest and posttest to measure the students’ mathematic representation ability. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, whereas hypotheses testing were performed using t-test, and paired t-test at α = 0.05. Based on the result of data analysis, it could be concluded overall the mathematic representation ability demonstrated by the students who received the TAI type of cooperative learning model with scientific approach increase significantly higher than that gained shown by their cohorts who were taught using the PBL model with scientific approach. Keywords: mathematic representation ability, TAI type of cooperative learning model, PBL model, scientific approach

Page 5 of 13 | Total Record : 126