cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Profil Kemampuan Representasi Matematik Siswa Madrasah Aliyah Ditinjau Dari Gaya Kognitif Dan Gender Rahma Hamid, Suci; Sudia, Muhammad; Samparadja, Hafiludin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i1.14989

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil kemampuan representasi matematik siswa MAS Pesri Kendari yang bergaya kognitif reflektif-impulsif yang ditinjau dari gender. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini diperoleh melalui Matching Familiar Figure Test (MFFT) yang dikembangkan oleh Warli. Hasil MFFT membagi dua kelompok siswa menjadi kelompok siswa bergaya kognitif reflektif dan kelompok siswa bergaya kognitif impulsif. Dari pengelompokan tersebut dipilih masing-masing 1 (satu) orang siswa Reflektif Perempuan (RP), 1 (satu) orang siswa Reflektif Laki-laki (RL), 1 (satu) orang siswa Impulsif Perempuan (IP) dan 1 (satu) orang siswa Impulsif Laki-laki (IL). Intrumen utama penelitian ini adalah peneliti dan instrumen bantunya adalah tes gaya kognitif (MFFT), tes kemampuan representasi matematik dan pedoman wawancara. Kemampuan representasi matematik dalam penelitian ini diidentifikasi melalui 3 indikator yang dikembangkan oleh Cai, Lane dan Jacobsin. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa (1) Siswa laki laki dan perempuan dengan gaya kognitif reflektif maupun impulsif memiliki kemampuan menginterpretasi fenomena matematik ke dalam representasi simbolik yang lebih baik daripada kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik dan kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik. (2) Siswa dengan gaya kognitif reflektif memiliki kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik dan kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik yang lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif impulsif.(3) Siswa laki-laki memiliki kemampuan mentranslasi representasi visual ke dalam representasi simbolik yang lebih baik daripada siswa perempuan. Sedangkan siswa perempuan memiliki kemampuan menggunakan representasi simbolik untuk menjelaskan ide-ide matematik yang lebih baik daripada siswa laki-laki.Kata Kunci: Kemampuan Representasi, Gaya Kognitif, Gender, Reflectif-impulsif Abstract: This study was aimed at revealing the profile of the mathematical representation ability of MAS Pesri Kendari students with cognitive reflective-impulsive in terms of gender. The type of this research was a qualitative descriptive study. The subjects of this study were obtained through the Matching Familiar Figure Test (MFFT) developed by Warli. The MFFT into two groups of students with reflective cognitive style and impulsive cognitive style groups. From these groupings, 1 (one) Female Reflective Student (RP) was taken, 1 (one) Male Reflective Student (RL), 1 (one) Female Impulsive Student (IP) and 1 (one) Student Male Impulsive students (IL). The main instruments of this research were the researcher and the secondary instruments were the cognitive style test (MFFT), the mathematical representation ability test and interview guidelines. The mathematical representation analysis in this study was identified through 3 indicators developed by Cai, Lane and Jacobsin. The data analysis technique was carried out in three ways, namely (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion. Based on the results of the data analysis, it was concluded that (1) Male and female students with reflective and impulsive cognitive styles had the ability to interpret mathematical phenomena into better symbolic representations than the ability to transform visual representations into symbolic representations and the ability to use symbolic representations to explain the mathematical ideas. (2) Students with reflective cognitive styles had an ability to transform visual representations into symbolic representations and ability to use symbolic representations to explain mathematical ideas better than students with impulsive cognitive styles. (3) Male students had ability to interpret visual representation into symbolic representation better than female students. While female students had the ability to use symbolic representations to explain mathematical ideas better than male students. Keyword: Representation Ability, Cognitive Style, Gender, Reflective-impulsive
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau Dari Keyakinan Matematika Siswa SMP Di Wilayah Pesisir Kabupaten Konawe Zuliyati, Wa Ode; Sudia, Muhammad; Kadir, Kadir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.15747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika ditinjau dari keyakinan matematika dari setiap kategori keyakinan matematika dan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan literasi dan keyakinan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada siswa SMP Negeri di wilayah pesisir Kabupaten Konawe. Sampel penelitian diperoleh dengan metode purposive sampling (sampel total) dimana seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 78 siswa diambil sebagai sampel. Data diolah dengan menggunakan Microsoft Excel serta SPSS dan hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa tergolong kategori rendah sebanyak 63 orang atau 80,77%, kategori sedang  sebanyak 13 orang atau 16,67%, dan tinggi sebanyak 2 orang atau 2,56%. Keyakinan matematika siswa tergolong kategori sedang (50 orang) atau 64,10%, kategori rendah (6 orang) atau 7,69% dan kategori tinggi (22 orang) atau 28,21%. Siswa dengan keyakinan matematika tinggi memiliki kemampuan literasi yang sedang, siswa dengan keyakinan matematika sedang memiliki kemampuan literasi rendah dan siswa dengan keyakinan matematika rendah memiliki kemampuan literasi yang rendah.
Penggunaan Linear Programming pada Masalahoptimasi Pemotongan Bahan Kaos Polo di PT Mgj untuk Meminimumkan Waste pada Board Arviana Rahman, Gusti
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.14997

Abstract

Abstrak: Masalah yang sering dihadapi oleh suatu perusahaan garmen adalah banyaknya bahan yang terbuang pada saat pemotongan untuk membuat suatu pola pakaian. Selain itu, mayoritas perusahaan garmen hanya menggunakan satu pola saja dalam melakukan pemotongan bahan. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya sisa kain (waste), semakin banyak permintaan yang masuk, maka waste yang terbuang juga akan ssemakin banyak. Masalah inilah yang dihadapi oleh PT MGJ, di mana pada perusahaan ini hanya menggunakan satu pola pemotongan bahan kaos polo. Ketika perusahaan garmen ini menerima order yang lebih besar, maka harus menyiapkan tambahan amparan kain lagi, padahal seharusnya hal tersebut tidak diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk model dengan membuat beberapa pola pemotongan kain yang sesuai dengan ukuran masing-masing kaos polo, selanjutnya dilakukan langkah untuk menghitung luasan kain yang digunakan serta total waste yang terbuang pada setiap pola. Ada 20 pola yang digunakan untuk masalah yang dihadapi oleh PT MGJ ini. Selanjutnya, setelah model diperoleh maka dilakukan penentuan solusi dengan menggunakan aplikasi Lingo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan linear programming khususnya menggunakan metode cutting stock probem. Di mana, pola-pola yang terpilih memenuhi deman yang diberikan serta menghasilkan waste yang minimum. Kata Kunci:  linear programming, waste, garmen Abstract:The problem which is commonly faced by garment companies is too much waste in line cutting to make a dress pattern. Besides, the majority of garment companies only use one pattern when cutting materials. This causes more and more fabric waste (waste), the more demand comes in, the more waste will also be wasted. This problem is faced by PT MGJ, where the company only uses one pattern of polo shirt material cutting. When this garment company receives a larger order, it has to prepare an additional piece of cloth, even though it shouldn't be necessary. This study aims to form a model by making several patterns of cutting the fabric according to the size of each polo shirt, then steps are taken to calculate the area of the fabric used and the total waste wasted in each pattern. There are 20 patterns used for this problem faced by PT MGJ. Furthermore, after the model is obtained, a solution is determined using the Lingo application. The results showed that this problem can be solved using linear programming, especially using the cutting stock probem method. Where, the selected patterns meet the fever given and produce minimum waste. Keywords: linear programming, waste, garment
Profil Hasil Belajar Matematika Yang Diajar Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berdasarkan Hasil Penelitian Skripsi/Tesis Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Angriani, Wa Ode; Zamsir, Zamsir; Misu, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.15748

Abstract

Penelitian ini bertujuan. (1)untuk mengetahui hasil belajar Matematika yang diajar dengan menggunakan Problem Based Learning tahun 2017, (2)untuk mengetahui hasil belajar Matematika yang diajar dengan menggunakan Problem Based Learning tahun 2018, (3)untuk mengetahui hasil belajar Matematika yang diajar dengan menggunakan Problem Based Learning tahun 2019, (4)untuk mengetahui kecenderungan hasil belajar Matematika berdasarkan hasil penelitian mahasiswa dari tahun ke tahun. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam tesis ini adalah analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Untuk hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berdasarkan hasil penelitian mahasiswa berupa skripsi/tesis pada tahun 2017 ke tahun 2018 mengalami peningkatan, dan untuk tahun 2018 ke tahun 2019 terjadi penurunan tapi penurunnnya tidak terlalu signifikan. Jika dikategorikan tiap tahunnya maka hasil belajar dikategorikan baik tiap tahunnya.
Evaluasi Standar Pelayanan Minimal di Sekolah Dasar Limpu, Agus; Kodirun, Kodirun; Makklau, Makklau
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v6i1.18612

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala dan solusi dalam pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar pada kecamatan Abeli kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model kesenjangan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik penentuan subjek menggunakan purposive sampling yaitu subjek dipilih dengan pertimbangan status akreditasi sekolah sehingga subjek yang dipilih adalah SDN 33 Kendari (akreditasi A), SDN 58 Kendari (akreditasi B) dan SDN 23 Kendari (akreditasi C). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif presentase. Hasil penelitian diperoleh data: (1) SDN 33 Kendari, SDN 58 Kendari dan SDN 23 Kendari belum mencapai SPM karena untuk mencapai SPM, sekolah harus memperoleh tingkat pencapaian 100%. Pelaksanaan SPM oleh SDN 33 Kendari sebesar 83,68% dengan kategori baik, pelaksanaan SPM di SDN 58 Kendari sebesar 82,75% dengan kategori baik. Begitupula pelaksanaan SPM di SDN 23 Kendari sebesar 83,46% dengan kategori baik, (2) kendala yang dihadapi adalah terbatasnya alat peraga matematika sehingga mempengaruhi kualiatas pembelajaran matematika di kelas, penerapan kurikulum 2013 khususnya penerapan RPP belum maksimal (RPP masih sebatas kewajiban pemenuhan syarat administratif), rendahnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian mata pelajaran matematika (masih cenderung ke penilaian kognitif), kurangnya keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan RKT maupun peningkatan kualitas pendidikan, (3) solusi yang dapat dilakukan untuk pemenuhan standar pelayanan minimal yang dihadapi adalah membuat skala prioritas pengadaan alat peraga matematika secara bertahap maupun program peningkatan kreatifitas guru dalam membuat alat peraga sederhana, pelatihan/workshop penerapan pembelajaran dalam kurikulum 2013 dan penyusunan instrumen penilaian mata pelajaran matematika, serta peran aktif komite sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Penerapan Teknik Scaffolding dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa SMA Negeri 3 Kendari Yuningsih, Sima; Kodirun, Kodirun; Ili, La
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.19048

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan teknik scaffolding dan yang diajar tanpa menggunakan teknik scaffolding ditinjau dari kemandirian belajar. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan random class.Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan komunikasi matematis siswa berbentuk tes uraian, dan angket kemandirian belajar. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif statistik dan analisis inferensial dengn uji hipotesis menggunakan Uji ANAVA dengan RAK dan Uji t Beda Dua Rataan dari data N-Gain kemampuan komunikasi matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara signifikan terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang diajar dengan teknik scaffolding lebih tinggi daripada siswa yang diajar tanpa teknik scaffolding, (2) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan teknik scaffolding dan yang diajar tanpa teknik scaffolding ditinjau dari kemandirian belajar.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Ditinjau dari Gender Dzarian, Wa Ode; Salam, Mohamad; Anggo, Mustamin
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v6i1.18618

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari gender. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA MTs Asy-Syafi’iyah Kendari yang terdiri dari  6 (enam) subjek yaitu laki-laki maskulin, laki-laki feminim, perempuan maskulin, perempuan feminim, laki-laki bersifat androgini dan perempuan bersifat Undifferentiated. Kemampuan komunikasi matematis dalam penelitian ini diidentifikasi melalui 3 indikator yaitu (1) menjelaskan dengan menggunakan bahasa sendiri dengan membuat model situasi matematika secara tulisan. (2) menggambarkan situasi masalah dan menyatakan solusi masalah menggunakan gambar, grafik, dan diagram ke dalam ide-ide matematika (3) mengeksperikan konsep matematika dalam bahasa dan simbol matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari secara tertulis. kemampuan komunikasi matematis siswa pada subjek perempuan bersifat undifferentiated lebih unggul baik secara tertulis maupun lisan dibandingkan subjek perempuan bersifat maskulin dan perempuan bersifat feminim. Demikian pula dengan siswa laki-laki bersifat androgini lebih unggul daripada laki-laki bersifat feminim dan laki-laki bersifat maskulin. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perbedaan peran gender pada siswa dapat mempengaruhi kemampuan matematisnya.  
Habits of Mind Dan Hasil Belajar Matematika Siswa SMPN Di Kendari Halistin, Halistin; Dedyerianto, Dedyerianto; Avinah, Fani
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v5i2.19049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan habits of mind siswa SMPN di Kendari. (2) mendeskripsikan hasil melajar matematika siswa SMPN di Kendari dan (3) mengkaji pengaruh habits of mind terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN di Kendari yang berjumlah 404 siswa sedangkan sampel sebanyak 44 orang.  Data hasil belajar matematika siswa diperoleh dari soal tes hasil belajar matematika dan data habits of mind siswa diperoleh dari angket habits of mind. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan: Habits of Mind siswa SMPN di Kendari berada pada kategori sangat baik. kategori berteguh hati merupakan kategori dengan rata-rata tertinggi sebesar 3,9. Sedangkan kategori berpikir luwes merupakan kategori dengan rata-rata jawaban pernyataan terendah sebesar 3,3. Rata-rata hasil belajar matematika siswa SMPN di Kendari adalah sebesar 53,86 berada dibawah KKM. Habits of mind tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa.
Pengaruh Keterampilan Sosial dan Keterampilan Literasi Digital Terhadap Kemampuan Literasi Matematika Alfari, Zulham; Busnawir, Busnawir; Sumarna, Nana
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v6i1.18609

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh langsung positif keterampilan sosial terhadap keterampilan literasi digital; (2) Untuk mengetahui pengaruh langsung positif keterampilan sosial terhadap kemampuan literasi matematika; (3) Untuk mengetahui pengaruh langsung positif keterampilan literasi digital terhadap kemampuan literasi matematika dan (4) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung positif keterampilan sosial terhadap kemampuan literasi matematika melalui keterampilan literasi digital. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII MAN 1 Konawe Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 49 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah structural equational model (SEM). Hasil penelitian menunjukan bahwa:(1) Terdapat pengaruh langsung positif keterampilan sosial terhadap keterampilan literasi digital; (2) Tidak terdapat pengaruh langsung positif keterampilan sosial terhadap kemampuan literasi matematika; (3) Terdapat pengaruh langsung positif keterampilan literasi digital terhadap kemampuan literasi matematika dan (4) Tidak terdapat pengaruh tidak langsung positif keterampilan sosial terhadap kemampuan literasi matematika melalui keterampilan literasi digital.Kata Kunci: Kemampuan Literasi Matematika, Keterampilan Sosial, Keterampilan Literasi Digital
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Buton Tengah Ditinjau dari Self Concept Siswa Nurmin, Nurmin; Sudia, Muhammad; Busnawir, Busnawir
Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika (Journal of Mathematics Thinking Learning) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpbm.v6i1.18619

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang memiliki self concept tinggi, sedang dan rendah, dalam menyelesaikan masalah matematika.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 16 Buton Tengah pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021.Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII terdiri dari 2 Kelas yang berjumlah 45 siswa.Dari jumlah siswa tersebut kemudian diambil 3 siswa yang masing-masing 1 siswa memiliki self concept tinggi, 1 siswa memiliki self concept sedang, dan 1 siswa memiliki self concept rendah sebagai subjek penelitian. Dari hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) kemampuan berpikir kritis matematika siswa self concept tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika dari soal yang diberikan bahwa mampu melalui lima tahap proses berpikir kritis, yaitu tahap menganalisis, mengidentifikasi konsep, menghubungkan antar konsep, memecahkan masalah serta tahap mengevaluasi. 2) kemampuan berpikir kritis matematika siswa self concept sedang hanya mampu melalui empat tahap proses berpikir kritis yaitu tahap menganalisis, mengidentifikasi konsep, menghubungkan antar konsep dan tahap memecahkan masalah, 3) Kemampuan berpikir kritis matematika siswa self concept rendah hanya mampu melalui tiga tahap proses berpikir kritis, yaitu tahap menganalisis, tahap mengidentifikasi konsep dan menghubungkan antar konsep.

Page 8 of 13 | Total Record : 126