Articles
218 Documents
SEJARAH PENDIDIKAN POLITIK UMAT ISLAM MENUJU INDONESIA YANG IDEAL
Abu Haif
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 1 No 01 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v1i01.663
To build political culture in Indonesia is not easily as we say. It needs much time, thoughts and sacrifices. The idel democracy as one of requirements to make the clean governance is always discussed in various chance. Islam elites usually refer to “the glory of the past” wich was ever practiced by Great Prophet Muhammad (puh) when he ruled Madinah State. However, in the present day, the ideal democratic governance in Indonesia is so difficult to implement. It is because thee system society and governance style are rather different than it was in the time of Madinah. Political culture in Indonesia, vertically or horizontally is not so condusive. But, Moslems in Indonesia must make efforts to always do the best.
Kondisi Umat Islam Masa Penjajahan Jepang
Muhammad Husni
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 3 No 01 (2015): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v3i01.1368
The study aims to describe the entering process of Japan in Indonesia and to know Islamic society condition and also responds about the colonialization of Japan. This is qualitative research, focuses on literature which concern about Islamic society condition under the colonialization of Japan. The result of this research has found that Japan can made Indonesian people became miserable. Even if was compared to the colonialization of Netherland. However, in this era, Indonesian people have given a chance to manage an organization with fredomly. The impact of this chance, Muslim people felt helped to communicate with clerics by the policy of Japan. The policy was planed by Japan to exploit Muslim people in war. Yet, it wasn’t success and then Moslem people took this situation to proclaim a liberty as Republic of Indonesia
ALQURAN SEBAGAI NASEHAT SEJARAH
Abu Haif Abu Haif
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v4i2.2833
Alquran mengungkap dari berbagai permasalahan kehidupsan manusia, karena ia sebagai pelaku sejarah. Sehingga di dalam Alquran seluruh aktifitasnya, baik ia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan maupun ia merupakan makhluk yang hina. Pengkisahan masalah manusia mulai proses kelahiran (masa janin) sampai meninggal. Dalam mengungkapkan sejarah banyak memberikan contoh-contoh kehidupan umat masa lalu, sebab melalui peristiwa tersebut manusia sekarang dapat mengambil pelajaran, sebagai nasehat, perbandingan, dan dijadikan pengalaman yang akan datang. Alquran sebagai bukti kemu’jizatannya, bahwa tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan manusia (sains modern) , karena selain sebagai dogmatis ia juga mengandung prinsip-prinsip yang saintis. Mencakup di dalam Alquran berisi berbagai dasar-dasar ilmu pengetahuan yaitu sosial-politik, ekonomi, kedokteran, biologi, sosial budaya dan ilmu-ilmu sosial lainnya.
KEKHALIFAAN UMAR IBN KHATTAB (13-23 H/ 634-644 M)
Salmah Intan
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2017): Rihlah
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v5i2.4167
ketika Umar menjabat sebagai khalaifah, ia menata sistem pemerintahannya dengan memberikan keadilan dan kejujuran kepada masyarakat serta meletakkan dasar-dasar negara yang bersifat demokratis karena Umar beranggapan bahwa rakyat mempunyai hak atau kesempatan untuk campurtangan di dalam pemerintahan. Selain itu selama sepuluh tahun pemerintahan Umar (13 H/ 634 M-23 H/ 644 M) ekspansi sistem pemerintahan Umar sebagian besar ditandai oleh penaklukan-penaklukan untuk melebarkan pengaruh Islam ke luar Arab. Selain itu, Umar dalam menyempurnakan sistem pemerintahan yang telah dijalankan Abu Bakar sebelumnya, mengadakan pembaruan signifikan dalam bidang administrasi negara. Umar meminta kepada tokoh-tokoh sahabat senior (al-sabiqun al-awwalun) untuk tidak meninggalkan kota Madinah. Umar membutuhkan tenaga mereka untuk memberikan masukan-masukan dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
MAJU MUNDURNYA ISLAM DI SPANYOL
Sitti Aisyah
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 1 No 01 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v1i01.652
This paper discusses Islam in Spain which is one of the historical evidence of Muslim rule. Spain is an Islamic territory conquered in 705 AD, during the reign of the Umayyads. The arrival of Islam in Spain is an event that greatly influenced the Islamic world in which he brought and opened the eyes of the Europeans who have provided its own nuances and invaluable contribution to both the Islamic world and the Western world, in terms of science and civilization. The progress brought and introduced Islam to the Western world is characterized by the emergence of figures scientists and philosophers of the country. Muslim rule in Spain which had reached its peak and then slowly destroyed due to various factors.
Transformasi Nilai-Nilai Budaya Islam di Sulawesi Selatan
Syamhari Syamhari
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 2 No 01 (2015): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v2i01.1353
The aims of this research is to describe and to known the impact of Islamic cultural transformation in South Sulawesi. According to the theory of Islamic cultural transformation, this reasearch will be split in two sides. Firstly, this reasearch will talking about Islamic cultural transformation in education side. This transformation are marked by appearing of the new tradition in educational management, such as pesantren kilat, Anak Saleh Education Studio (SPAS) and also pesantren educational institute. Secondly, this reasearch is talking about Islamic cultural transformation in economic side. It happened, when the Islamic culture came to Indonesia, and brought a new way of trading. Of course, the new way of trading was embraced by the Islamic value which had made a lot of profit to the local traders. In conclusion, Islamic cultural transformation in South Sulawesi had given a positive impact to the progress of education, economic and local wisdom.
ISLAM DI SISILIA
Asriyah Asriyah
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 4 No 1 (2016): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v4i1.2601
Islam masuk di Sisilia sebenarnya dilatar belakangi oleh adanya konflik penguasa Romawi. sehingga Euphemius meminta bantuan kepada Ziyadatullah (Khalifah Bani Aglabiyah ke III) dan menawarkan kekuasaan atas Sisilia. Tawaran itu diterima oleh Ziyadatullah. Pada akhirnya Bani Agabiyah menguasai Sisilia. Kemajuan dunia barat (Eropa) tidak terlepas dari peranan pulau Sisilia, yang merupakan sarana yang paling penting dalam mentransfer khasanah ilmu pengetahuan dan kehidupan spritual umat Islam. Selain dalam bidang sains, pertanian, pertambangan turut mengalami kemajuan di bawah pemerintahan Islam. Kemunduran dan kehancuran Sisilia disebabkan munculnya penguasa-penguasa daerah yang bersekongkol dengan Romawi seperti, Ibn Ast-Tsamanah dalam memenuhi ambisinya untuk berkuasa dengan meminta bantuan kepada Normandia. Begitu pula Ibnu Hamud, penguasa Durance yang menyatakan setia terhadap Roger, penguasa Normandia pada waktu itu. maka satu demi satu daerah kakuasaan Islam jatuh ketangan penguasa Kristan yaitu Normandia dan Roger I yang pada akhirnya menguasai seluruh daerah di Sisilia.
SYI’IR PADA MASA ABBASIYAH
Mukammiluddin Mukammiluddin
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2017): Rihlah
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v5i1.3186
Sastra mengalami perkembangan dari masa ke masa. Sastra telah dikenal sejak masa lampau saat Islam belum datang, yakni di masa Jahiliyah. Sehingga sastra memiliki karakteristik tertentu sesuai tempat dan masanya. Secara universal perkembangan sastra dibagi menjadi lima, yakni sastra di masa Jahiliyah, masa shodrul Islam dan masa Umaiyah, masa Abbasiyah, masa akhir Abbasiyah dan masa Turki, dan di masa modern hingga saat ini. Sejarah keadaan kesusastraan Arab telah mengungkapkan bahwa kebiasaan bangsa Arab pada umumnya adalah senang menggubah syi’ir. Hal ini mereka anggap suatu kebiasaan yang bersifat tradisional karena dipengaruhi oleh lingkungan hidup dan kehidupan mereka serta bahasa mereka yang puistis dan lisan mereka yang pasih, merupakan fakor yang kuat untuk mendorong mereka dalam menggubah syi’ir. Syi’ir adalah suatu kalimat yang berirama dan bersajak yang mengungkapkan tentang khayalan yang indah dan juga melukiskan tentang kejadian yang ada.
Turki dalam Pencarian Bentuk Pemerintahan (Sebuah Catatan Sejarah)
Abd Rahman R
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 2 No 01 (2014): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v2i01.1344
Turkey was founded by Qayigh Oghus than one child Turkish tribes who inhabit the west Gobi, or local country Mongols and northern regions of China, led by Solomon. Royal Ottoman territory from time to time increasingly expanding to include several regions of three continents, Africa, Asia, and Europe. Kingdom of the Ottoman get the support of a formidable military force. Ottoman empire is one of the oldest Islamic government to survive the experience ups surut.Pemerintahan Ottoman Empire led by a caliph, who has the power, in addition to religious leaders, as well as head of state, which is subsequently transformed into a republic, the caliph as a religious leader eliminated and also the sultan as the head of state dispensed replaced by a government led by a head of state is called the president. Government of the Ottoman Empire in running government aided by large vizier and some ministers who run government services.
ISLAM DI CINA (MASA DINASTI MING 1368-1644 M)
Nasruddin Ibrahim
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 4 No 1 (2016): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v4i1.2574
Berbagai teori yang dikemukakan tentang masuknya Islam di Negeri Cina, namun dari adanya hadis yang menyatakan tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina yang memperkuat bahwa Islam sudah ada sejak Rasulullah hidup. Peranan dan posisi kedudukan umat Islam di kancah perpolitikan pada masa pemerintahan Dinasti Ming sangat berarti dan bahkan Tokoh-tokoh Cina Islam memiliki andil sangat besar dalam pembentukan kekaisaran Dinasti Ming, bahkan setelah pembetukan masih diberikan peran yang menempati posisi dalam pemerintahan. Tokok-tokoh Muslim yang telah berjasa atas berkembangnya agama Islam di dataran Cina diataranya : Imam Hasan, Ma Huan, Feng Xin, Gong Zhen, Cheng Ho Zheng He, Mr. Lee Tiek Tsing, Zamaruddin dan Wang Tai Yu.