Articles
70 Documents
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MANFAAT MENAATI TATA TERTIB SEKOLAH TERHADAP DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH PADA KELAS VIII D SMP NEGERI 3 PALU
Clastrifa, yuyun;
Munir, Abd;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11252
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh positif disiplin siswa di sekolah sesudah mengikuti layanan informasi manfaat menaati tata tertib sekolah terhadap peningkatan perilaku disiplin siswa. Tujuan penilitian ini menjelaskan pengaruh layanan informasi manfaat menaati tata tertib sekolah dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket perilaku disiplin siswa. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku disiplin siswa sebelum mengikuti layanan informasi manfaat menaati tata tertib sekolah yaitu : 20% siswa yang memilki perilaku disiplin tinggi, 56,7% siswa yang memilki perilaku disiplin sedang, 16,6 siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah, 6,7 siswa yang memilki perilaku disiplin sangat rendah. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi manfaat menaati tata tertib sekolah maka terjadi peningkatan perilaku disiplin siswa yaitu : 63,3% siswa yang memilki perilaku disiplin tinggi, 36,7 siswa yang memilki perilaku disiplin sedang. Hasil analisis inferensial diperoleh kesimpulan bahwa perilaku disiplin siswa kelas VIII D SMP Negeri 3 Palu ada pengaruh sesudah mengikuti layanan informasi manfaat menaati tata tertib sekolah dibandingkan sebelum mengikuti layanan informasi manfaat menaati tata tertib sekolah.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI NILAI-NILAI PERSATUAN PADA MAKNA NOSARARA NOSABATUTU DALAM SUKU KAILI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP PERSATUAN DIKALANGAN SISWA (STUDI KASUS SMA NEGERI 4 SIGI)
Halim, Moh;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11285
Permasalahan utama penelitian ini adalah apakah ada pengaruh positif layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutudalam suku Kaili terhadap peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh positif layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu dalam suku Kaili terhadap peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa.Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa.Instrumen pengumpulan data adalah angket sikap persatuan.Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial.Teknik analisis inferensial yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sikap persatuan sebelum mengikuti layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu yaitu: 46,7% siswa memiliki sikap persatuan positif, 46,7% siswa memiliki sikap persatuan negatif, dan 6,6% siswa memiliki sikap persatuan sangat negatif. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu, maka terjadi peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa yaitu: 63,3% siswa memiliki sikap persatuan sangat positif, 36,7% siswa memiliki sikap persatuan positif.Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada pengaruh positif pemberian layanan informasi nilai-nilai persatuan pada makna Nosarara Nosabatutu dalam suku Kaili terhadap peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa. Kata Kunci : Nilai-Nilai Persatuan, Nosarara Nosabatutu, Sikap Persatuan.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DISERTAI PENGUATAN DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG (OFF TASK BEHAVIOR) DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA SMP NEGERI 18 PALU
Resty, Made;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11282
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku menyimpang (off task behavior) dalam proses pembelajaran siswa sesudah mengikuti konseling kelompok disertai penguatan lebih rendah jika dibandingkan sebelum mengikuti konseling kelompok disertai penguatan. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan apakah perilaku menyimpang dalam proses pembelajaran siswa sesudah mengikuti konseling kelompok disertai penguatan tidak lebih rendah di bandingkan dengan sebelum mengikuti konseling kelompok dan pemberian penguatan. Subjek penelitian ini berjumlah 8 siswa. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah pedoman observasi metode check list. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku menyimpang siswa dalam proses pembelajaran sebelum diberikan layanan konseling kelompok disertai penguatan delapan siswa ini memiliki klasifikasi perilaku menyimpang dalam proses pembelajaran yang tinggi. Selanjutnya perilaku menyimpang dalam proses pembelajaran sesudah diberi konseling kelompok disertai penguatan dari 8 siswa yang menjadi subjek penelitian, terdapat 5 siswa yang mengalami penurunan perilaku menyimpang dari tinggi menjadi sedang. Selanjutnya 2 siswa yang mengalami penurunan perilaku menyimpang dari tinggi menjadi rendah. Kemudian 1 siswa yang berinisial DS tidak mengalami penurunan. Hasil analisis inferensial diperoleh kesimpulan bahwa perilaku menyimpang dalam proses pembelajaran siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok disertai penguatan lebih rendah jika dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok disertai penguatan. Hasil penelitian membuktikan bahwa layanan konseling kelompok disertai penguatan efektif dalam mengatasi perilaku menyimpang (Off Task Behavior) dalam proses pembelajaran siswa. Kata Kunci : Konseling Kelompok disertai Penguatan, Perilaku Menyimpang (Off Task Behavior) dalam Proses Pembelajaran Siswa
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI BAHAYA MEROKOK DISERTAI MEDIA X-BANNER DALAM MENGURANGI PERILAKU MEROKOK SISWA VIII SMP NEGERI 3 PALU
Damayanti, Lisda;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11253
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah pemberian layanan informasi bahaya merokok disertai media X-Banner efektif dalam mengurangi perilaku merokok siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan efektivitas pemberian layanan informasi bahaya merokok disertai media x-banner dalam mengurangi perilaku merokok. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket perilaku merokok siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menjelaskan bahwa perilaku merokok siswa sebelum mengikuti layanan informasi bahaya merokok disertai media X-Banner 95% siswa yang memiliki perilaku merokok sangat tinggi dan 5% siswa yang memiliki perilaku merokok tinggi. Sesudah mengikuti layanan informasi bahaya merokok disertai media X-Banner, 60% siswa yang memiliki perilaku merokok sangat tinggi, 40% siswa yang memiliki perilaku merokok tinggi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan informasi bahaya merokok disertai media X-Banner efektif dalam mengurangi perilaku merokok siswa.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI MENJUNJUNG TINGGI NILAI NOSABATUTU PADA ETNIK KAILI DALAM MENINGKATKAN SIKAP PERSATUAN DIKALANGAN SISWA SMP NEGERI 4 SIGI
Anugrah, Nurul;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11242
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah layanan informasi menjunjung tinggi nilai Nosabatutu pada etnik Kaili efektif dalam meningkatkan sikap persatuan dikalangan siswa SMP Negeri 4 Sigi. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan keefektifan layanan informasi menjunjung tinggi nilai Nosabatutu pada etnik Kaili dalam meningkatkan sikap persatuan dikalangan siswa SMP Negeri 4 Sigi. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah angket sikap persatuan dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sikap persatuan sebelum mengikuti layanan informasi menjunjung tinggi nilai Nosabatutu pada etnik Kaili yaitu: 6,7% siswa memiliki sikap persatuan sangat positif, 30% siswa memiliki sikap persatuan positif, 53,3% siswa memiliki sikap persatuan negatif dan 10% siswa memiliki sikap persatuan sangat negatif. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi menjunjung tinggi nilai Nosabatutu pada etnik Kaili, terjadi peningkatan sikap persatuan dikalangan siswa yaitu: 30% siswa memiliki sikap persatuan sangat positif, 53,3% siswa memiliki sikap persatuan positif dan 16,7% siswa yang memiliki sikap persatuan negatif. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa layanan informasi menjunjung tinggi nilai Nosabatutu pada etnik Kaili efektif dalam meningkatkan sikap persatuan dikalangan siswa SMP Negeri 4 Sigi.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK KONTRAK PERILAKU DAN PEMBERIAN PENGUATAN TERHADAP PENGURANGAN KETERLAMBATAN DI SEKOLAH (STUDI SMP NEGERI 4 PALU)
verina, Verina;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Jurnal Konseling dan Psikoedukasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11254
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku datang terlambat ke sekolah siswa sesdudah diberikan layanan konseling kelompok kontrak perilaku dan pemberian penguatan lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti konseling kelompok kontrak perilaku dan pemeberian penguatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh konseling kelompok kontrak perilaku dan pemebrian penguatan terhadap penguranagan keterlambatan siswa datang ke sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment research). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa yang memiliki perilaku datang terlambat ke sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah obervasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sing rank test. Dari perhitungan sebelum diberikan layanan konseling kontrak perilaku dan pemberian penguatan diperoleh dari 8 siswa ada 6 siswa memiliki klafikasi keterlambatan sedang, dan 2 siswa memiliki klafikasi keterlambatan tinggi. Sesudah diberikan layanan konseling kelompok kontrak perilaku dan pemberian penguatan dari 8 siswa ada 6 siswamemiliki klafikasi keterlambatan rendah, dan 2 siswa memiliki klafikasi keterlambatan tsedang. Hal ini menunjukan bahwa perilaku datang terlambat ke sekolah siswa kelas VIII sesudah diberikan layanan konseling kelompok kontrak perilaku dan pemberian penguatan berpengaruh terhadap pengurangan keterlambatan di sekolah. Kata Kunci :Konseling Kelompok Perilaku dan Penguatan, Keterlambatan Di Sekolah
PENGARUH LAYANAN INFORMASI PENERAPAN NILAI NOSARARA PADA ETNIK KAILI TERHADAP SIKAP PERSAUDARAAN SISWA SMA NEGERI 2 SIGI
Farhamni, Farhamni;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11250
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh positif layanan informasi penerapan nilai Nosarara pada etnik Kaili terhadap sikap persaudaraan siswa. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan pengaruh positif layanan informasi penerapan nilai Nosarara pada etnik Kaili terhadap sikap persaudaraan siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah angket sikap persaudaraan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sikap persaudaraan sebelum mengikuti layanan informasi penerapan nilai Nosarara pada etnik Kailiyaitu: 3,3% siswa memiliki sikap persaudaraan sangat positif, 43,4% siswa memiliki sikap sikap persaudaraan positif, 50% siswa memiliki sikap persaudaraannegatif dan 3,3% siswa memiliki sikap persaudaraan sangat negatif. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi penerapan nilai Nosarara pada etnik Kaili, maka terjadi peningkatan sikap persaudaraan siswa yaitu: 36,7% siswa memiliki sikap persaudaraan sangat positif, 43,3% siswa memiliki sikap persaudaraan positif dan 20% siswa memiliki sikap persaudaraan negatif.Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada pengaruh positif pemberian layanan informasi penerapan nilai Nosarara pada etnik Kaili terhadap sikap persaudaraan siswa SMA Negeri 2 Sigi.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI PENERAPAN BUDAYA 5S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN DAN SANTUN) MELALUI MEDIA BROSUR TERHADAP PEMBENTUKAN PERILAKU 5 S SISWA KELAS X TKJ 2 SMK NEGERI 6 PALU
Rahmita, Fani;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11283
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perilaku 5S siswa sesudah mengikuti layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur berpengaruh positif dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur.Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur terhadap pembentukan perilaku 5S siswa sesudah mengikuti layanan informasi memiliki pengaruh positif dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi. Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket perilaku 5S. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku 5S sebelum dilaksanakan layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur yaitu: 30% siswa memiliki perilaku 5S yang tinggi, 55% siswa memiliki perilaku 5S yang rendah,dan 15% siswa memiliki perilaku 5S yang sangat rendah.Setelah diberikan layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur maka terjadi perubahan perilaku yaitu: 20% siswa memiliki perilaku 5S yang sangat tinggi, 50% siswa memiliki perilaku 5S yang tinggi, dan 30% siswa memiliki perilaku 5S yang rendah. Hasil analisis inferensial diperoleh kesimpulan bahwa perilaku 5S siswa berpengaruh positif sesudah mengikuti layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan informasi penerapan budaya 5S melalui media brosur. Kata Kunci :Penerapan Budaya 5S, Pembentukan Perilaku 5S, Media Brosur.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI CARA MENINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN INTENSITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 3 PALU
Pratiwi, Dian;
Syahran, Ridwan;
Fitriani, Dian
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11251
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalahApakah ada pengaruh positif layanan informasi cara meningkatkan semangat belajar terhadap peningkatan intensitas belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan intensitas belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi cara meningkatkan semangat belajar dan menjelaskan pengaruh positif layanan informasi cara meningkatkan semangat belajar terhadap peningkatan intensitas belajar siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah angket intensitas belajar. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa intensitas belajar sebelum mengikuti layanan informasi cara meningkatkan semangat belajaryaitu: 50% siswa memiliki intensitas belajar tinggi, 43,3% siswa memiliki intensitas belajar rendah, dan 6,7% siswa memiliki intensitas belajar sangat rendah. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi cara meningkatkan semangat belajar, maka terjadi peningkatan intensitas belajar siswa yaitu: 23,3% siswa memiliki intensitas belajar sangat tinggi, 70% siswa memiliki intensitas belajar tinggi, dan 6,7% siswa memiliki intensitas belajar rendah. Hasil analisis inferensial. Dengan demikian hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh positif pemberian layanan informasi cara meningkatkan semangat belajar terhadap peningkatan intensitas belajar siswa.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI KARIER MENGGUNAKAN MEDIA BROSUR TERHADAP PENINGKATAN EKSPLORASI KARIER SISWA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 8 PALU
Anggraini, nur;
Munir, Abd;
Arifyadi, Azam
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 3, Number 2, December 2018
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v3i2.11284
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah eksplorasi karier sesudah diberikan layanan informasi karier menggunakan media brosur lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan layanan informasi karier menggunakan media brosur.Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan pengaruh positif layanan informasi karier menggunakan media brosur terhadap peningkatan eksplorasi karier.Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa.Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket eksplorasi karier.Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa eksplorasi karier sebelum dilaksanakan layanan informasi karier menggunakan media brosur yaitu : 25% siswa memiliki eksplorasi karier yang tinggi, 45% siswa memiliki eksplorasi karier yang rendah, dan 30% siswa memiliki eksplorasi karier yang sangat rendah. Sedangkan eksplorasi karier sesudah mengikuti layanan informasi karier menggunakan media brosurterdiri dari25% siswa memiliki eksplorasi karier yang sangat tinggi, 60% siswa memiliki eksplorasi karier yang tinggi, dan 15% siswa memiliki eksplorasi karier yang rendah. Hasil analisis inferensial diperoleh kesimpulan bahwa eksplorasi karier sesudah diberikan layanan informasi karier menggunakan media brosur lebih tinggi dibandingkan sebelum diberikan layanan informasi karier menggunakan media brosur. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa ada pengaruh positif pemberian layanan informasi karier menggunakan media brosur terhadap peningkatan eksplorasi karier siswa..Kata Kunci :Informasi Karier, Media Brosur, Eksplorasi Karier