cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
MEWUJUDKAN KESETARAAN DAN AKSESIBILITAS DALAM SISTEM PENDIDIKAN KONTEMPORER DI MADRASAH ALIYAH AL-MUHAMMAD KAB. CEPU JAWA TENGAH Tri Setyo Setyo
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.20233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inklusivitas dalam manajemen pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Muhammad, Cepu, Jawa Tengah, dengan fokus pada peningkatan kesadaran inklusif, partisipasi aktif siswa, dan peran penting manajemen dalam mendorong inklusivitas. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktif manajemen dalam mengembangkan kebijakan inklusif, memfasilitasi pelatihan staf pendidik, dan menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif memiliki dampak positif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua siswa. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya inklusivitas dan kekurangan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan untuk melanjutkan studi mengenai peran orang tua, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan inklusif, dan strategi pengembangan kurikulum yang inklusif.
KONSEP INSAN KAMIL AL-JILI DAN RELEVANSINYA TERHADAP MASYARAKAT SOSIAL PERSPEKTIF ILMU TASAWUF Abdillah, Muhammad Hanif; Soleh, Achmad Khudori
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.18140

Abstract

Social change in people's lives is something that cannot be avoided. As a human being who is always adaptive to developments over time, it is a challenge to continue to strengthen our faith when the temptations of technology become more intense. Society is a macro part of various micro elements within it, namely humans with various personalities. To create a harmonious society will really depend on individuals in society as a whole, so the concept of insan kamil Al-Jili is a good way to make this happen. The method in this research uses a qualitative approach with library research methods, where researchers will collect various data through library sources such as books and journals. The aim of this research is to explain the concept of insan kamil Al-Jili and its relevance to social society. The results of this research are that the concept of insan kamil Al-Jili can be concluded with several points about strengthening individuals which will have an impact on social culture, including: 1) Islam is a system that provides guidance and broad benefits for individuals and society 2) the important role of faith in directs a Muslim's beliefs and behavior, and how this can impact their quality of life in modern society 3) worship is not only a spiritual aspect, but also has a significant impact on the holistic development of individuals and their contribution to the formation of positive values in society 4 ) the importance of Ihsan's attitude in interacting with Allah and fellow humans 5) the importance of love for Allah as a foundation for good moral and ethical behavior in interacting with God and fellow humans, apart from that love for Allah can have a positive impact in various aspects of life, such as morals and consistency in the values adhered to 6) the importance of spiritual search and a deep understanding of God in individual development, as well as education in religious values and positive morals 7) the role of human beings in maintaining balance in the universe and society.
QUO VADIS PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN DAN PENGARUHNYA OTORITAS KIAI DALAM PRESPEKTIF FILSAFAT SOSIOLOGI Nurmahmudah Nurmahmudah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.14936

Abstract

Era kontemporer selalu menuntut segala keilmuan dari sudut pandang positivistik sebagai paradigma kebenaran dari ilmu pengetahuan, keabsahan dan sumbernya menjadi masalah tersendiri bagi eksistensi pesantren salaf. Otoritas keilmuan kiai dianggap penting dalam rangka menjawab kritik manusia modern kontemporer, sehingga otoritas keilmuannya tidak dapat dipungkiri atau diragukan karena memiliki karakter keilmuan secara umum, baik bidang ilmu pengetahuan dan kiai tidak hanya sebagai tokoh tetapi juga sebagai ilmuwan dalam bidang agama. Tulisan ini diharapakan dapat menjelaskan bahwa otoritas kiai memiliki pengaruh yang besar terhadap jalannya pesantren begitu juga memberikan dampak perubahan terhadap cara berfikir dan perilaku para santrinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif lapangan, maka metode yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi, kemudian dilakukan analisa data seperti analisa komponensial. Serta dilakukan validitas dan reliabilitas, dengan cara triangulasi teknik, triangulasi waktu, FGD, analisis kasus negatif, dan mengadakan member check; uji transferbility, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil dari penelitian ini melalui prespektif Filsafat Sosiologi Max Weber tentang otoritas, bahwa otoritas kia memberi pengaruh terhadap bentuk pola pendidikan pesantren serta memberi pengaruh yang besar terhadap cara berfikir dan tingkah laku masyarakat pesantrennya dengan menggunakan pendekatan internalisasi sosial menurut Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Salah satu contoh hasil pengaruh otoritas kiai adalah inovasi yang dilakukan kiai dalam dunia pendidikan pesantren yang biasa identik menjauhi teknologi dan media komunikasi tapi malah justru sebaliknya, kiai mencontohkan bahkan meminta santrinya memperdalam skill teknologi dan informasi khususnya dalam pengembangan sosial media seperti Youtube, Website dll sehingga santri dapat beradaptasi dan terbiasa dengan penggunaan sosial media sebagi media dakwah masa kini.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KEJENUHAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP AL-MUNAWWIR SANGATTA SELATAN Muhammad Yasin; Siti Komariah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.17948

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk memajukan bangsa dan negara, diperlukan sistem pendidikan yang berkualitas. Salah satu unsur terpenting untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah pengamatan terhadap proses pembelajaran di sekolah, khususnya di kelas, rumusan dalam mengatasi permasalahan 1).Bagaimana proses pembelajaran siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Al-Munawwir? , 2). Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kejenuhan belajar di SMP Al-Munawwir?, 3). Bagaimana problem dalam mengatasi kejenuhan pada mata pelajaran PAI di SMP Al-Munawwir?. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan pendapat Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, tampilan data, menggambar dan memverifikasi kesimpulan. Hasilnya adalah: 1). pembelajaran PAI sangat memiliki peran besar dalam membentuk nilai religious para santri dan santriwati di SMP Al-Munawir Sangatta Selatan, 2). seorang guru mengembangkan kreatifitasnya dalam mempersiapkan konsep strategi pembelajaran, kemudian guru harus memperhatikan kondisi dan suasana tempat belajarnya, jika didalam kelas membuat siswa bosan atau jenuh guru bisa mengalihkan pembelajaran dengan belajar di luar kelas, ataupun guru bisa mengubah konsep dan metode didalam pembelajaran tersebut. Manfaat strategi tersebut bisa membantu untuk mengatasi keadaan siswa yang bosan dalam pembelajaran. 3). problem atau masalah terberat atau kendala yang paling sering dijumpai dalam proses pembelajaran adalah merasa jenuh, bosan, dan ngantuk dengan materi yang disampaikan guru yang berakibat pada kejenuhan dan juga ngantuk serta motivasi belajar siswa yang kurang sehingga malas untuk belajar dengan serius dan malas mendengarkan guru saat pembelajaran
PERAN FINANCIAL TECHNOLOGY DALAM MENGHIMPUN DANA ZAKAT, INFAQ DAN SEDEKAH SERTA KONTRIBUSINYA DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI INDONESIA Jamal, Mulyono; Putri, Nurmalasari Mulia; Zahro’, Khurun’in
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.18290

Abstract

Financial technology (Fintech) is present as a solution in distributing zakat funds, which is predicted to reduce poverty levels. However, so far it is still not optimal. This causes a reduction in public knowledge and awareness of fintech. This research aims to analyze the role of financial technology in collecting ZIS funds and its contribution to overcoming poverty in Indonesia. This type of research is descriptive qualitative with a literature study approach. The results of this research show that financial technology can maximize ZIS fund collection. This is proven by the increasing number of muzakki and infaq and alms donors so that they can be distributed to those in need.
STRATEGI PENANAMAN MODERASI BERAGAMA DI SMA YOS SUDARSO MAJENANG Sarno Hanipudin; Nur Alizatul Nasihah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.17185

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang seharusnya dijaga dan lestarikan, oleh karenanya perlu rasa persatuan dan kesatuan antar umat beragama, suku, budaya dan adat istiadat. Media penguat moderasi beragama salah satunya adalah melalui pendidikan. SMA Yos Sudarso Majenang merupakan lembaga pendidikan dibawah naungan Khatolik akan tetapi mayoritas peserta didiknya adalah muslim, dengan  beragamnya peserta didik ini menjadikan SMA Yos Sudarso Majenang mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama sebagai salah satu strategi yang tepat untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan ditengah-tengah banyaknya perbedaan.
PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP HASIL BELAJAR FIQIH SISWA KELAS IV DI MADRASAH IBTIDAIYYAH I’ANATUSH SHIBYAN BAWU Laili Mukharomah; Izzatun Nada; M. Navis Ihsan; Ahmad Khozin
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.19978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis data mengenai dampak penerapan kurikulum merdeka terhadap hasil belajar fiqih siswa. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik total sampling, di mana terdapat 18 siswa yang menjadi sampel penelitian. Penelitian ini dilakukan di MI I’anatush Shibyan Bawu pada kelas IV. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh negatif dari penerapan kurikulum merdeka terhadap hasil belajar fiqih siswa kelas IV di MI I’anatush Shibyan Bawu. Hasil regresi menunjukkan kelas IV Y= 106.685 + -0,386X yang mengindikasikan bahwa setiap penurunan satu variabel X akan menyebabkan penurunan nilai variabel Y sebesar -0,386. Artinya, penerapan kurikulum merdeka tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fiqih.
STUDYING RELIGIOUS PLURALISM WITH HUMANITARIAN AND DEMOCRATIC PERSPECTIVES KH. HASYIM MUZADI Halid, Ahmad; Siddiq al-Ghafir, Abu Aman; Marsidi, Yoyok
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.18746

Abstract

As Islam grew in Indonesia, various religious ideas entered society, such as Wahhabism and Salafism from the Arabian peninsula. However, Indonesian society is not easily penetrated and influenced by these two ideologies. It has been proven that this understanding took tens or even hundreds of years to be absorbed by Indonesian society. And now these two ideologies have appeared to grip parts of the Indonesian nation and destroy the religious peace that has existed for hundreds of years in Indonesia. However, it is true what Media Indonesia wrote in its editorial that the Indonesian people can still have high hopes for the two true guardians of pluralism in Indonesia, namely NU and Muhammadiyah. After all, the Republic of Indonesia is a fixed price and pluralism is its guarantee. A unified state with Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism and Buddhism will not be realized without there being tolerance between religious communities. There will be no peace and tranquility in carrying out worship when the values of "lakum diinukum waliya din" are no longer practiced by the Indonesian people. If there is no longer harmony between religious communities, perhaps the Indonesian nation will become a violent barbarian nation. And it is not impossible that one religion and another will overthrow each other and fight on the land of Indonesia. Really no religion wants something like this
PEMIKIRAN MAHABBAH DALAM PERSPEKTIF SYEIKH AHMAD SHOHIBULWAFA TAJUL ‘ARIFIN (ABAH ANOM) Akhmad Robittul Hilmi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.18284

Abstract

Abah Anom, a prominent Sufi figure in Indonesia, is acknowledged as the spiritual leader (murshid) of the Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah order (TQN). His teachings primarily revolve around the practice of "zikir" but also encompass broader aspects. This is evident in the pre-zikir prayer: "ilaahī anta maqṣūdī wa riḍāka maṭlūbī a’ṭinī maḥabbataka wa ma’rifataka" emphasizing the significance of "mahabbah" or love as a central theme consistently integrated into every aspect of his Sufi practice. What were Mahabbah's perceptions of Abah Anom's Sufi teachings? To what extent was this "mahabbah" expressed? How does "mahabbah" correlate with "zikir"? Using library research and a qualitative approach, the study involved descriptive analysis, focusing on various dimensions of Mahabbah, including love for humanity, wealth, position, and, importantly, love for Allah. Abah Anom expounded clearly on the relationship between "mahabbah" and "zikir," often using simple analogies to illustrate their correlation. In summary, Abah Anom extensively discussed the concept of "mahabbah" within his Sufi teachings, integrating it as a prominent theme through interjections and comprehensive discussions. He also elucidated the interconnection between "mahabbah" and "zikir" frequently using straightforward analogies to underscore their correlation.
MEETING POINTS AND DIFFERENCES ISLAMIC MULTICULTURALISM AND WESTERN MULTICULTURALISM AS UNIVERSAL HUMAN VALUES Irham, Irham; Haq, Sansan Ziaul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.19379

Abstract

Multiculturalism has become a universal human value that can be accepted from all walks of life. However, the term multiculturalism originated in the West and its development later, Islam, whose early development (since the 6th century) has taught the values of Multiculturalism. This is called Islamic Multiculturalism with its values of justice (al-'ada>lah), equality (al-musa>wa>h), tolerance (al-tasa>muh}), brotherhood of humanity (al-ukhuwwah al-insa>niyyah), universal compassion (al-rah}mah al-'a>mmah). This article is a comparative study of them to find common ground and differences. Islamic Multiculturalism and Western Multiculturalism both teach universal values with the same goals of upholding human dignity and dignity, respecting differences, diversity, and pluralism, and creating world peace—the difference between the two lies in the background of the background. Western Multiculturalism has its roots in a purely socio-cultural movement to abolish social discrimination. Islamic Multiculturalism originates from the normative teachings of the Quran-Hadith and the early history of Islamic development. These two sources can complement and reinforce each other for one universal human value, namely Multiculturalism. 

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue