cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
TANTANGAN HUKUM KELUARGA DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN MODERN: ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI PERATURAN DI INDONESIA Haidar, Alwi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.22369

Abstract

Hukum Keluarga Islam merupakan bagian dari hukum Islam yang berfokus pada permasalahan-permasalahan yang timbul dalam ikatan kekeluargaan. Kajian terhadap hukum keluarga Islam ini sangat penting karena ikatan kekeluargaan merupakan struktur dasar dari ikatan sosial yang terbentuk di masyarakat. karena sifat dari masyarakat yang dinamis dan selalu berubah menyebabkan permasalahan yang terjadi juga selalu berkembang. Hal ini memerlukan adanya aturan-aturan yang terus mengalami pembaharuan guna mengakomodir hal tersebut, dan demi menjaga tujuan diberlakukannya hukum untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat tetap terjaga. Di Indonesia sendiri, pembaharuan hukum keluarga terus terjadi, dimulai sejak diberlakukannya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan hingga saat ini. pembaharuan tersebut antara lain adalah diberlakukannya pencatatan perkawinan, di berlakukannya mekanisme perceraian yang tercatat, dan lain sebagainya. Sebuah pembaharuan hukum adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi pengimplementasian pembaharuan hukum selalu memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut antara lain kondisi sosial masyarakat, kemajuan teknologi dan adanya dualisme hukum. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori Ijtihad oleh Mahmud Syaltut, dimana ia berpendapat bahwa pintu ijtihad tidak pernah tertutup, tetapi ijtihad harus selalu dilakukan dengan tetap berpegang pada koridor Ushul Fiqh lah ditentukan yang telah ditentukan sebelumnya.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN BUDAYA: TINJAUAN SISTEMASIS DALAM KESENIAN WAYANG Asy'arie, Bima Fandi; Mariyana, Weni; Umam, Aguswan Khotibul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis seni wayang; mendeskripsikan manfaat nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam kesenian wayang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan “systematic literature review” (SLR). Perolehan data melalui tinjauan, seperti “buku, artikel jurnal, prosiding, dan penelitian akhir mahasiswa (skripsi & disertasi), dengan menggunakan “Google Scholar”, “ScienceDirect”, dan “Publish or Perish” (PoP). Temuan dalam penelitian ini, Pertama, jenis wayang yang telah dimainkan oleh dalang meliputi: “wayang Beber, wayang Orang, wayang Purwa, wayang Menak, wayang Syadat, wayang Purwa, wayang Sukuraga, wayang Gung, dan wayang Tavip.” Kemudian, manfaat nilai pendidikan Islam meliputi: “Memberikan penguatan identitas nilai-nilai keislaman; Memberikan integrasi budaya dan agama; Memberikan penguatan pendidikan karakter; Memberikan sebagai media dakwah yang efektif; dan Memberikan pembelajaran interaktif dan reflektif. Dengan demikian, kesenian wayang dan pendidikan Islam memiliki relasi untuk memadukan nilai-nilai religius dan budaya lokal. Wayang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memberikan pelajaran moral, karakter, religius, spiritual kepada siswa yang sesuai dengan ajaran Islam, dan kearifan budaya lokal.
RACHID GHANNOUCHI DAN PERUMUSAN POLITIK ISLAM Amir, Ahmad Nabil
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23351

Abstract

Artikel ini menyorot pemikiran politik Rachid al-Ghannouchi dalam konteks perkembangan harakat politik Islam dan proses demokrasi di Tunisia. Ia melihat idealisme politik yang dikembangkannya dalam pergerakan al-Nahdah berasaskan prinsip kebebasan dan keadilan dan kesannya terhadap perubahan yang tercetus oleh penentangannya terhadap rejim autokratik Habib Bourguiba (1957-1987) dan penerusnya Zine el-Abidine Ben Ali (1987-2011). Kajian ini bersifat kualitatif dalam bentuk tinjauan dokumenter dan analisis kandungan. Ia menerapkan pendekatan historis, deskriptif dan analitis dalam penganalisaan data dan materi yang diperoleh daripada sumber-sumber arkib yang terkait. Temuan kajian mendapati bahawa pergerakan al-Nahdah yang diasaskan bersama oleh al-Ghannouchi pada 1980 mempunyai pengaruh yang luas dalam, ranah politik Islam di Tunisia dalam konteks penentangannya terhadap saki-baki kolonialisme dan autoritarianisme dan ideologi politiknya yang bobrok. Pengaruh pemikiran yang dikembangkannya memberi impak yang mengesankan dalam menyatukan kekuatan-kekuatan Islam dan sekular yang berlandaskan prinsip hukum, ideal kebebasan dan demokrasi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEUANGAN DI SMA ISLAM AL KAMAL SARANG Rosyidah, Siti
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23599

Abstract

This research aims to describe and explain the implementation of educational financial management at Al Kamal Sarang Rembang Vocational School. The type and research approach used in this research is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, data verification and drawing conclusions. Based on the source of education funds including: Sources of funds obtained from parents/guardians or the community which are determined through meetings of school committee members, and sources from BOS, PIP and UPZ funds, together to prepare a Draft School Revenue and Expenditure Budget (RAPBS) for aligning the needs of schools and communities and managing education. The research results obtained regarding the allocation and realization of educational financial implementation at Al Kamal Sarang Rembang Vocational School have implemented good management, with planning, implementation, control and evaluation, this can be seen in the accountability report and also monitoring from the community which can be accessed directly via payment application.
TEACHER COMPETENCY IN MODEL IMPLEMENTATION TUTORIAL ON LEARNING INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY: STUDY AT THE AVICENNA LASEM INDONESIA INTEGRATED ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL Suroyya, Camila Fatah; Tantowi, Ahmad Tantowi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23783

Abstract

A classic problem in learning is the occurrence of learning boredom at school, which is the background for conducting this research. This research aims to analyze the competency of elementary school teachers regarding the tutorial model in information and communication technology (ICT) learning and determine the obstacles teachers have in implementing the tutorial model in ICT learning at the Avicenna Lasem Integrated Islamic Elementary School (SDIT). The research used a case study method with the research subjects being grade 3-6 teachers and one information and communication technology (ICT) teacher. Data was obtained through interviews. The research results show that conceptually, teachers understand the tutorial model in information and communication technology (ICT) learning well, but in practice, 4 out of 5 teachers studied still need to implement the tutorial model in learning. This research also reveals that teachers experience obstacles in implementing the tutorial model in information and communication technology (ICT) learning.
ISLAM DAN PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI ERA DIGITAL Prayoga, Andwian Ody; Firdaus, Mohammad Wildan
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.24214

Abstract

Era digital memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan komunikasi dan telekomunikasi. Dampak dari kebebasan dalam menyebarluaskan informasi adalah krisis identitas budaya. Kebudayaan barat dapat mudah masuk melalui media informasi dan komunikasi serta menggeser posisi kebudayaan lokal. Akibatnya generasi muda kehilangan nilai-nilai kebudayaan asli dan cenderung menerapkan gaya hidup sesuai dengan kebudayaan bangsa Barat. Homogenisasi budaya yang disebabkan oleh era digital menyebabkan hilangnya keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Penguatan identitas budaya memiliki peran krusial dalam menjaga nilai-nilai yang di wariskan turun-temurun dan menjadi sebuah landasan dalam menghadapi perubahan zaman termasuk globalisasi. Penelitian ini mengkaji tentang problematika dan urgensi identitas kebudayaan di era digital dan peran pendidikan IPS dalam menguatkan identitas budaya generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara perolehan data melalui studi literatur yang relevan dengan fokus penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam sangatlah erat dalam memperhatikan budaya dan melalui konsep IPS dapat menciptakan generasi muda yang memiliki ketrampilan berkomunikasi, bersosialisasi, dan berempati. Ketrampilan tersebut penting dalam menghadapi perubahan zaman serta menguatkan identitas kebudayaan. Implementasi pendidikan IPS dapat di terapkan secara holistik melalui pembelajaran di sekolah dengan mengintegrasikan teknologi, dan pengawasan dari orang tua dalam rangka menghadapi digitalisasi informasi kebudayaan yang di konsumsi oleh generasi muda.
MEMBACA PERSEPSI MASYARAKAT JAWA DI KOTA JAYAPURA MENGENAI SESERAHAN “KUE JADDAH” DALAM TRADISI PERKAWINAN Amri, Amri
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.21143

Abstract

Melihat pelaksanaan perkawinan dibeberapa daerah di Indonesia menimbulkan praktik adat yang berlaku dimasing-masing daerah. Termasuk pada masyarakat Jawa di Kota Jayapura yang mempunyai banyak sekali ritual-ritual adat yang dilakukan. Sehingga penelitian ini akan melihat tradisi atau ritual masyarakat Jawa tentang pemberian wajib Kue Jaddah bagi calon pengantin laki -laki kepada calon pengantin wanitanya pada saat prosesi seserahan. Tujuan dari penelitian ini sebagai bahan deskripsi menganai kue jaddah, sehingga masayrakat Jawa selalu meminta barang atau benda tersebut saat tradisi seserahan perkawinan. Kemudian bagaimana Islam melihat tradisi tersebut, sehingga dijadikan kegiatan yang turun temurun dilakukan. Sedangkan metode yang akan dilakukan dalam penelitian ini untuk menjawabnya yaitu penelitian dekriptif kualitatif dimana penggalian datanya dilakukan menggunakan pengamatan dan wawancara secara acak. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa seserahan kue jaddah dilakukan oleh calon pengantin laki-laki kepada calon wanita yang akan dinikahinya saat prosesi peminangan atau iring-iringan menuju acara ijab Kabul. Kemudian kue jaddah ini berasal dari bahan beras ketan dengan proses sangat lama sehingga membutuhkan kesabaran untuk memasaknya dan jika dimakan bentuknya lengket. Sehingga masyarakat Jawa mempercayai jika rumah tangga selalu lengket dan sabar dalam menghadapi ujian keluarga, maka Kue jaddah harus di berikan saat tradisi seserahan dilakukan. Sedangkan dalam Islam melihat tradisi seserahan Kue jaddah ini masuk kedalam tradisi yang diperbolehkan (‘Urf Shahih) karena tidak ada unsur kesyirikan dan kue jaddah bukan termasuk makanan yang diharamkan.
FEEDING BEHAVIOUR OF SWORDFISH (XIPHOPHORUS HELLERII) AND PLATY FISH (XIPHOPHORUS MACULATUS) AS PREDATORS OF MOSQUITO LARVAE (AEDES SP.) BASED ON SCIENCE AND ISLAMIC PERSPECTIVES Amrullah, Syarif Hidayat; Fikri, Muh; Dirhamzah, Dirhamzah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.22484

Abstract

Islam teaches the importance of maintaining the balance of nature and justice in the use of resources. Currently, one of the problems caused by human negligence due to a lack of awareness in protecting the environment is health problems. Therefore, an infectious disease that has become endemic in Indonesia is Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Dengue fever is caused by the dengue virus, which is transmitted through the insect vector Aedes sp. One of the controls carried out to control mosquitoes as a vector of dengue disease is to use natural predators with fish as mosquito larvae eaters. The purpose of this study is to observe the feeding behaviour and predation rate of Swordfish (Xiphophorus hellerii), and Platyfish (Xiphophorus maculatus) against mosquito larvae (Aedes sp.) and the study is based on an Islamic perspective. The observation results obtained from the feeding behaviour of X. hellerii and X. maculatus fish are that they are predators that chase, catch, and directly prey on their prey. X. hellerii fish has a higher level of feeding behaviour compared to X. maculatus fish in preying on mosquito larvae (Aedes sp.). The average predation ability of X. hellerii fish against Aedes sp. instar III larvae was 24.8 fish, while X. maculatus fish was 18.4 larvae. So that the fish X. hellerii is said to have better potential as a biocontrol to control the mosquito population, which is a vector of dengue disease, in accordance with the recommendation to maintain the balance of nature in Islamic teachings.
ANALISIS BATAS UMUR PERKAWINAN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO. 16 TAHUN 2019 DAN Q.S AL-ṬALAQ AYAT 4: PENDEKATAN MAQASID SYARIAH Mufrod, Mufrod Teguh Mulyo; Nehru, Nehru Millat Ahmad; Munifah, Munifah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.25261

Abstract

This study examines the legal marriage age based on Law No. 16 of 2019 and Q.S Al-Ṭalaq [65]: 4 using Jasser Auda’s Maqasid Syariah approach. It analyzes the differences between positive law, which sets the minimum marriage age at 19, and Islamic law, which does not specify an explicit age but emphasizes physical, mental, and emotional maturity. Employing a qualitative method with content analysis, this study explores the marriage age framework in light of Maqasid Syariah, focusing on preserving individual and familial welfare. The findings reveal that Islamic law allows flexibility in marriage age, provided specific criteria, including readiness in knowledge, mental, psychological, reproductive, and material aspects, are fulfilled. Jasser Auda’s holistic approach highlights the importance of considering social, cultural, and long-term impacts, such as preventing stunting, domestic violence, and family dysfunction. This study concludes that while the marriage age set by positive law is binding, the principles of Maqasid Syariah can bridge the gap between perspectives, fostering the establishment of harmonious families aligned with Islamic values. Consequently, this research offers significant contributions to integrating positive legal norms and Islamic principles to ensure comprehensive family and societal protection.
DIGITAL RELIGIOUS LITERACY: COUNTERING RADICALISM AMONG INDONESIA'S YOUNG GENERATION Prasetia, Senata Adi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.25366

Abstract

This article examines the role of digital religious literacy in countering radicalism, focusing on tafsiralquran.id, an online platform that offers accessible, reliable, and contextualized interpretations of the Qur'an. Radicalism among Indonesia’s young generation has become a pressing concern, with digital platforms increasingly serving as both a medium for radical ideologies and a space for counter-narratives. Employing a qualitative case study, the research integrates content analysis and observational studies to assess how tafsiralquran.id promotes critical thinking, religious moderation, and resilience against extremist ideologies. Drawing on Gary Bunt’s Cyber-Islamic Environments framework, the study positions tafsiralquran.id as a model of localized, grassroots efforts in fostering pluralistic and moderate Islamic perspectives in the digital realm. The findings reveal that tafsiralquran.id bridges traditional Islamic scholarship with digital spaces, providing youth with credible sources and contextual understandings of Islamic teachings. This enhances their ability to critically evaluate and reject radical narratives. This article highlights the importance of integrating digital religious literacy into counter-radicalization strategies, emphasizing the potential of platforms like tafsiralquran.id to build an informed and resilient digital community. Recommendations are provided for expanding such initiatives to further strengthen their impact on religious moderation and counter-radicalism in Indonesia and beyond.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue